<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>polsek leces &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polsek-leces/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Mar 2021 12:18:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>polsek leces &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Blokade Exit Tol, Tiga Kawanan Pelaku Perampokan Antar Wilayah Pasuruan dan Malang Digelandang Polsek Leces</title>
		<link>https://memontum.com/blokade-exit-tol-tiga-kawanan-pelaku-perampokan-antar-wilayah-pasuruan-dan-malang-digelandang-polsek-leces</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Mar 2021 11:17:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[curat]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[perampokan]]></category>
		<category><![CDATA[polres probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[polsek leces]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=137523</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Kawanan pelaku perampokan mobil jenis pick-up L300 N 9642 WD milik warga Kelurahan Randusari, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, berhasil dibekuk oleh Tim Reskrim Polsek Leces di exit tol Probolinggo Timur. Aksi penangkapan tersebut, berlangsung setelah aksi perampokan dilakukan kawanan tersebut. Dipimpin langsung Kanitreskrim Polsek, Bripka Eko Aprianto, petugas yang mendapati informasi langsung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Kawanan pelaku perampokan mobil jenis pick-up L300 N 9642 WD milik warga Kelurahan Randusari, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, berhasil dibekuk oleh Tim Reskrim Polsek Leces di exit tol Probolinggo Timur. Aksi penangkapan tersebut, berlangsung setelah aksi perampokan dilakukan kawanan tersebut.</p>



<p>Dipimpin langsung Kanitreskrim Polsek, Bripka Eko Aprianto, petugas yang mendapati informasi langsung stand by di lokasi pintu exit tol Leces.</p>



<p><strong>Baca juga: <a href="https://memontum.com/136102-hebohpuluhan-orang-ambil-paksa-jenazah-pasien-covid-19-di-rsu-wanolangan-dringu-probolinggo">Heboh…Puluhan Orang Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RSU Wanolangan Dringu Probolinggo</a></strong></p>



<p>Kapolsek Leces, AKP A Gandi melalui Kanit Reskrim, mengatakan bahwa pihaknya membantu Resmob Pasuruan Kota, Reskrim Malang Kota dalam proses penangkapan pelaku Curat (pencurian dengan pemberatan) tersebut.</p>



<p>&#8220;Pelaku ada tiga orang yang hendak keluar dari tol Leces, dengan mengendarai mobil Mobilio warna putih dengan nopol N 1721 FQ. Kawanan pelaku terpaksa kami lumpuhkan,&#8221; kata Aipda Aprianto, Selasa (23/03) tadi.</p>



<p>Aprianto menambahkan, kronologi kejadian berlangsung sekitar pukul 23.30, saat dirinya bersama empat anggota Polsek Leces, mendapat informasi dan langsung stand by di pintu exit tol Leces, yang diduga akan menjadi pelarian kawanan pelaku ke arah timur wilayah Probolinggo.</p>



<p>&#8220;Ketika pelaku sudah mendekati portal exit tol Leces, kami langsung blokade pintu keluar dengan memarkir mobil anggota,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Pelaku ketika dikepung, tambahnya, tidak langsung keluar dari mobilnya. Sehingga, petugas terpaksa memberikan tembakan peringatan agar pelaku keluar dari mobil.</p>



<p>Mendengar suara senjata petugas, ketiga pelaku akhir keluar dari mobilnya dan dengan sigap petugas melumpuhkannya dengan mengikat tangannya.</p>



<p>&#8220;Ketiga pelaku curat langsung di gelandang ke Mapolres Pasuruan Kota, karena TKP berada di sana untuk pengembangan kasus berlanjut. Sedangkan kerugian korban ditaksir sebesar Rp 179 juta rupiah,&#8221; paparnya. <strong>(geo/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">137523</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rampok Uang Rp 10 Juta, Diberondong Pelor, 1 Tewas, 1 Kabur Luka Tembak</title>
		<link>https://memontum.com/rampok-uang-rp-10-juta-diberondong-pelor-1-tewas-1-kabur-luka-tembak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 May 2020 09:41:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[ditembak]]></category>
		<category><![CDATA[perampokan]]></category>
		<category><![CDATA[polsek leces]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/114675-rampok-uang-rp-10-juta-diberondong-pelor-1-tewas-1-kabur-luka-tembak</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Perampok uang Rp 10 juta diberondong pelor polisi hingga tewas. Sedangkan temannya kabur dengan luka tembak. Rampok yang dikirim ke kamar mayat oleh anggota kepolisian Polsek Leces bernama Dullah (40) warga desa Pondok Wuluh Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Dullah tewas di lokasi kejadian akibat ditembus timah panas polisi, Minggu (17/5/2020) dini hari. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Perampok uang Rp 10 juta diberondong pelor polisi hingga tewas. Sedangkan temannya kabur dengan luka tembak. Rampok yang dikirim ke kamar mayat oleh anggota kepolisian Polsek Leces bernama Dullah (40) warga desa Pondok Wuluh Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Dullah tewas di lokasi kejadian akibat ditembus timah panas polisi, Minggu (17/5/2020) dini hari.</p>
<p>Kejadian tersebut berawal, Dullah dan temannya mau melakukan perampasan kepada pasutri yang mau pulang dari tempat jualannya di jalan Kyai Sekar, desa Leces, Kabupaten Probolinggo. Menurut Kapolsek Leces, Iptu Ahmad Gandi mengatakan bahwa Dullah bersama temannya ingin melakukan niat untuk merampas motor dan uang milik pasutri, Alimun (40) dan Husnawiah (36), sepulangnya dari pasar. Dan biasa pasutri tersebut tiap harinya melewati jalan tersebut dengan mengendarai motor.</p>
<p>&#8220;Dullah dan temannya diduga sudah merencanakan perbuatannya untuk melakukan perampasan,&#8221;jelas Kapolsek Leces.</p>
<p>&#8220;Kejadian berawal dari pasutri Alimun dan Husnawiah mau pulang dari berjualan di pasar Leces dengan mengendarai motor, dan dijalan tempat kejadian pasutri tersebut dihadang oleh Dullah dan temannya,&#8221;terang Kapolsek lagi.</p>
<p>Ditambahkan oleh Kapolsek bahwa di lokasi kejadian pas berhenti, Dullah dan temannya langsung meminta motor dan menarik tas korban yang berisi uang.</p>
<p>&#8220;Terjadi adu mulut dan saling tarik menarik antara pelaku dan korban, dan teman Dullah langsung menodongkan senjata tajam kearah korban,&#8221;terang Gandi.</p>
<p>Tak hanya membawa Sajam, pelaku juga membawa senjata api (senpi), karena korban untuk mempertahankan tasnya dari pelaku, akirnya mengalami luka tembak di kakinya.</p>
<p>&#8220;Karena korban mempertahankan tas yang berisi uang 10 juta tersebut, akirnya pelaku menembak kaki Husnawiyah,&#8221;tambahnya.</p>
<p>Mendapati kejadian tersebut, anggota Polsek Leces yang saat itu melakukan patroli langsung ke tempat kejadian, tak jauh dari lokasi, anggota menemukan pelaku, dan sempat melakukan perlawanan dengan melemparkan bondet ke arah anggota. Dan anggota yang ada di lokasi langsung melumpuhkan pelaku dengan menembak keduanya.</p>
<p>&#8220;Pelaku sempat melakukan perlawanan, dan anggota kami bisa melumpuhkan pelaku. Dullah meninggal di lokasi dengan luka tembak, sedangkan satu teman Dullah, (juga tertembak), sampai saat ini dalam pengejaran petugas,&#8221; jelas Kapolsek Leces, Ahmad Gandi.</p>
<p>Sementara dengan dibantu warga sekitar, korban yang mengalami luka tembak di kakinya langsung di bawa ke puskesmas Leces untuk mendapatkan perawatan medis, dan pelaku yang tewas langsung dibawa ke Kamar mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan.</p>
<p>Dari kejadian tersebut pihak kepolisian mengamankan barang bukti berupa sajam, uang senilai 10 juta rupiah, motor milik korban, HP milik pelaku, jimat-jimat yang dipakai pelaku. <strong>(pix/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">114675</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pensiun Nggermo, Mami Sampang Gondol Puluhan Juta, Janjikan Mobil Mewah</title>
		<link>https://memontum.com/pensiun-nggermo-mami-sampang-gondol-puluhan-juta-janjikan-mobil-mewah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jun 2019 03:20:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[polsek leces]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/86687-pensiun-nggermo-mami-sampang-gondol-puluhan-juta-janjikan-mobil-mewah</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Untuk mendapatkan kehidupan mewah dan untuk berfoya-foya dan tinggal di hotel mewah, mantan mucikari melakukan aksi tipunya di Probolinggo. Mantan Mucikari tersebut tak tanggung-tanggung menipu korbanya sampai puluhan juta rupiah. Sekarang mantan mucikari tersebut harus berurusan dengan pihak kepolisian Polsek Leces dan meringkuk di ruang tahanan Mapolsek Leces, Polres Probolinggo. Rabu (26/06/2019). [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo </strong>&#8211; Untuk mendapatkan kehidupan mewah dan untuk berfoya-foya dan tinggal di hotel mewah, mantan mucikari melakukan aksi tipunya di Probolinggo. Mantan Mucikari tersebut tak tanggung-tanggung menipu korbanya sampai puluhan juta rupiah.</p>
<p>Sekarang mantan mucikari tersebut harus berurusan dengan pihak kepolisian Polsek Leces dan meringkuk di ruang tahanan Mapolsek Leces, Polres Probolinggo. Rabu (26/06/2019). Mantan mucikari tersebut adalah Dwi Retno (56), warga Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang Madura ini, justru berakhir di tahanan Mapolsek Leces, dan tidak seindah dengan apa yang diinginkannya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-86688" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190626-WA0148-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190626-WA0148-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190626-WA0148-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190626-WA0148-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190626-WA0148-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190626-WA0148-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sebelum melakukan aksi tipu menipunya, Dwi pernah sebagai mucikari di Batam. Tapi usahanya di Batam bangkrut, dari situlah keadaan ekonomi Dwi hancur dan frustasi dengan hidup berpindah pindah. Karena tidak punya penghasilan dan masih ingin hidup mewah, Dwi punya pemikiran untuk menipu. Aksi Mantan Mucikari tersebut di awali dari Jakarta, Lumajang dan Probolinggo.</p>
<p>“Iya uangnya saya pakai untuk menginap di hotel, beli perhiasan dan foya-foya,” terang Dwi Retno.</p>
<p>Dwi melakukan aksinya kepada korban yang akan ditipunya dengan mengaku sebagai pengusaha dan pemilik tambang batu bara di Kalimantan. Di Probolinggo, Dwi melakukan aksinya kepada Rofik Baidowi, pemilik rumah mewah di kawasan Jorongan. Modusnya Dwi berjanji akan membeli rumah Rofik, dengan harga fantastis Rp 750 juta, kontan.</p>
<p>Tidak hanya itu, Rofik sangat percaya kepada Dwi, karena langsung melakukan proses pembelian tersebut. Dari mengurus surat ke notaris, sampai mengundang 200 anak yatim untuk tasyakuran.</p>
<p>Tidak hanya itu, Dwi juga memberi angin surga kepada keluarga Rofik, Dwi berjanji akan membelikan mobil mewah seperti Fortuner, Alphard dan motor sport Ninja.</p>
<p>“tidak hanya janji akan memberi Rp 700 ribu kepada setiap Anak yatim yang diundang, kepada keluarga saya juga berjanji akan membelikan mobil mewah dan motor sport, tapi tidak pernah ditepati,” terang Rofik Baidowi.</p>
<p>Mantan Mucikari tersebut mampir sebulan menjalankan aksinya, dalam waktu tersebut Dwi juga berhasil mempreteli perhiasan milik Rofiah, istri dari Rofik. Perhiasan tersebut berupa gelang emas seberat 55 gram, kurang lebih senilai Rp 15 jutaan. Dan oleh Dwi dijual hanya Rp 3,8 juta saja. Tidak hanya itu, Dwi juga melakukan hal yang sama kepada keluarga besar Rofik.</p>
<p>Total kerugian korban yang sudah di tipu oleh mantan mucikari tersebut mencapai puluhan juta rupiah. Sekarang mantan mucikari, Dwi Retno sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Leces, Polres Probolinggo, guna mempertanggungjawabkan kelakuannya tersebut.<strong> (pix/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">86687</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rumah dan Gudang Bawang Merah Hangus Terbakar</title>
		<link>https://memontum.com/rumah-dan-gudang-bawang-merah-hangus-terbakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Oct 2017 12:22:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[polsek leces]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/2556-rumah-dan-gudang-bawang-merah-hangus-terbakar</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8212; Rumah yang di belakangnya dijadikan gudang penyimpanan pembibitan bawang merah, milik pasangan H Hanafi (55) dan Hj Ruhammah (53) di Dusun Krajan 2 Desa Jorongan, Kelurahan Jorongan, Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo hangus terbakar, Jumat (27/10/2017) malam. Kejadian bermula saat di belakang rumah lagi mengasap bibit bawang merah. Memang biasanya ditinggal. Tapi entah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8212; Rumah yang di belakangnya dijadikan gudang penyimpanan pembibitan bawang merah, milik pasangan H Hanafi (55) dan Hj Ruhammah (53) di Dusun Krajan 2 Desa Jorongan, Kelurahan Jorongan, Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo hangus terbakar, Jumat (27/10/2017) malam.</p>
<p>Kejadian bermula saat di belakang rumah lagi mengasap bibit bawang merah. Memang biasanya ditinggal. Tapi entah mengapa tiba tiba muncul api dan langsung membesar. Pemilik rumah langsung berteriak histeris dan Akirnya banyak warga yang ikut membantu memadamkan api dengan ala kadarnya sebelum 2 unit damkar datang ke TKP.</p>
<p>Di duga api muncul dari perapian yang dibuat mengasap bibit bawang yang ada di dua kamar belakan di rumah tersebut. Bahkan H. Hanafi sempat pinsan melihat rumahnya terbakar.</p>
<p> <em>Polisi dan petugas damkar saat mengamankan area gudang belakang. <strong>(pix)</strong></em></p>
<p>Selain 2 damkar, warga sekitar semakin banyak yang datang dan membantu memadamkan api. Selain itu kebakaran yang terjadi di rumah juragan bawang ini membikin kepanikan warga sekitar.<br />
Karena rumah yang terbakar berdempetan dengan rumah warga yang lain.</p>
<p>Menurut Hamim, tetangga H. Hanafi menjelaskan, pas jalan mau beli rokok tiba tiba dari dalam rumah pak haji ada yang berteriak tolong tolong. &#8220;Saya mau beli rokok, tiba tiba pas didepan rumah pak haji saya mendengan terialan tolng tolong,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&#8220;Spontan saya teriak juga karena melihat asap tebal dari rumah pak haji.&#8221; tambahnya. Di tempat yang sama, kepala desa Jorongan, Masuni mengatakan, kebakaran yang terjadi karena pemanas buat bibit bawang merah.</p>
<p>&#8220;Mungkin api berasal dari pemanas bibit bawang merah, bisa jadi ada dahan bawang yang kering jatuh ke tempat pengasapan dan menimbulkan api.&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sementara kapolsek Leces, AKP Sugeng Witanto, mengatakan kejadian kebakaran tersebut akibat pemanas asap untuk bawang yang tidak di kroscek.</p>
<p>&#8220;Dugaan sementara belum diketahui berapa kerugiannya, kebakaran yang terjadi ini di akibatkan oleh pemanas bawang yang tidak di kroscek. Dan dalam kebakaran ini btidak ada korban jiwa,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&#8220;Bawang merah itu kan kering dahannya, jadi api cepat membesar. Tapi kita tunghu sampai pihak damkar mematikan sisa sisa api yang masih ada di belakan, setelah itu baru kita dan tim akan selidiki penyebab pastinya.&#8221; tambah Sugeng sambil memegang ht untuk kordinasi. <strong>(pix/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2556</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
