<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>polsek ngajum &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polsek-ngajum/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Feb 2020 17:25:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>polsek ngajum &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gregeten Kursi Ruang Tamu Diambil,  Balas Ganti Curi Motor</title>
		<link>https://memontum.com/gregeten-kursi-ruang-tamu-diambil-balas-ganti-curi-motor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Feb 2020 08:41:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Curanmor]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 363]]></category>
		<category><![CDATA[polsek ngajum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106926-gregeten-kursi-ruang-tamu-diambil-balas-ganti-curi-motor</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dalih motivasi tersangka mencuri sepeda motor (curanmor) yakni sakit hati pada korban-korbannya. Korban pertama dikenalinya. Korban kedua, dikenali temannya. Teman seperjuangan berjualan tape keliling. Diceritakan tersangka Mujiono ke Ipda EY Aska, awal Januari, tersangka membeli bahan ketela pohon kepada keluarga Kartono, warga Sumberdus, Ngajum, Kabupaten Malang. Kata Mujiono, ia membeli &#8220;pohong&#8221; atau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Dalih motivasi tersangka mencuri sepeda motor (curanmor) yakni sakit hati pada korban-korbannya. Korban pertama dikenalinya. Korban kedua, dikenali temannya. Teman seperjuangan berjualan tape keliling.</p>
<p>Diceritakan tersangka Mujiono ke Ipda EY Aska, awal Januari, tersangka membeli bahan ketela pohon kepada keluarga Kartono, warga Sumberdus, Ngajum, Kabupaten Malang.</p>
<p>Kata Mujiono, ia membeli &#8220;pohong&#8221; atau ketela pohon seharga Rp 3 juta. Tersangka sudah membayar Rp 2 juta dan menjanjikan selama 10 hari akan membayar kekurangan Rp 2 juta.</p>
<p>Alasannya tersangka musti lebih dulu menjual tape hasil olahannya. Sayangnya, kata Mujiono penjualan sepi sehingga ia tidak bisa membayar kekurangannya.</p>
<p>&#8220;Awale nebas pohong, Rp 3 juta. Kurang Rp 1 juta. Semayani 10 harian. Mantun sadean tape. Kursi ruang tamu diambil. Kula Pegel,&#8221; sebut Mujiono. Harga kursi itu, dulu, kata Mujiono senilai Rp 4.300.000.</p>
<p>Puncak kejengkelannya itulah ketika tahu, kursi diambil dari ruang tamu. &#8220;Kulo mboten nate Pak niku niku Pak. Saya mau nyita-nyita seperti itu ya gak mentolo kok,&#8221; aku tersangka Mujiono.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://kabupatenmalang.memontum.com/2393-berdalih-sakit-hati-penjual-tape-ngajum-jadi-curanmor" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Berdalih Sakit Hati, Penjual Tape Ngajum Jadi Curanmor</a></p>
<p>Korban kedua juga berangkat dari sakit hati tersangka yang mendengar cerita kawan sesama pencari ketela. Temannya, mengeluh tentang pasir yang dianggap mengganggu pekarangan tetangga.</p>
<p>Dengar kisah temannya, tersangka lalu mencuri sepeda motor tetangga temannya itu. Sepeda motor sempat dibawa ke rumah. Tersangka juga sempat meminjam gadai motor hasil curian. <strong>(sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106926</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berdalih Sakit Hati, Penjual Tape Ngajum Jadi  Curanmor</title>
		<link>https://memontum.com/berdalih-sakit-hati-penjual-tape-ngajum-jadi-curanmor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Feb 2020 08:40:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Curanmor]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 363]]></category>
		<category><![CDATA[polsek ngajum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106922-berdalih-sakit-hati-penjual-tape-ngajum-jadi-curanmor</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kursi ruang tamu diambil jadi ganti jaminan hutang, bapak 3 anak ini pun sakit hati tak tertahankan. Pagi kursi amblas, malamnya ia melampiaskan puncak sakit hati dengan mencuri sepeda motor tetangga desanya. Dialah, tersangka Mujiono (38) warga Dusun Sukorejo RT04/RW03, Desa Kranggan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Senin (24/2/2020) siang, ia mengaku baru [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kursi ruang tamu diambil jadi ganti jaminan hutang, bapak 3 anak ini pun sakit hati tak tertahankan. Pagi kursi amblas, malamnya ia melampiaskan puncak sakit hati dengan mencuri sepeda motor tetangga desanya.</p>
<p>Dialah, tersangka Mujiono (38) warga Dusun Sukorejo RT04/RW03, Desa Kranggan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Senin (24/2/2020) siang, ia mengaku baru pertama kali berurusan dengan polisi. Saat ditangkap anggota Polsek Ngajum, istri tersangka baru melahirkan anak ketiga.</p>
<div id="attachment_106923" style="width: 860px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-106923" decoding="async" class="size-full wp-image-106923" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG_20200224_143344-copy.jpg?resize=740%2C392&#038;ssl=1" alt="SAKIT HATI : Dalihnya tersangka (tengah) jengkel pada korban. (sos)" width="740" height="392" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG_20200224_143344-copy.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG_20200224_143344-copy.jpg?resize=300%2C159&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG_20200224_143344-copy.jpg?resize=768%2C407&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG_20200224_143344-copy.jpg?resize=600%2C318&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG_20200224_143344-copy.jpg?resize=200%2C106&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-106923" class="wp-caption-text">SAKIT HATI : Dalihnya tersangka (tengah) jengkel pada korban. (sos)</p></div>
<p>Di hadapan Ipda Eka Yuliandri Aska Kanit Reskrim Polsek Ngajum, tersangka Mujiono mengakui alasan sakit hati menjadi motivasinya mencuri 2 sepeda motor. &#8220;Saya sakit hati Pak, kursi ruang tamu saya diambil,&#8221; ungkap tersangka kepada Ipda EY Aska.</p>
<p>&#8220;Benar dia punya hutang awalnya dengan korban. Pelaku sakit hati, lalu mencuri motor korban. Yang kedua sama karena sakit hati, setia kawan, pelaku mencuri motor milik orang yang membuat kawannya mengeluh,&#8221; sebut Ipda EY Aska kepada Memontum.com.</p>
<p>Pertama, Minggu (26/1/2020) pagi, tersangka sendirian mencuri Honda Vario N 2685 LB di rumah Wanti (46) warga RT04/RW05, Desa Banjarsari Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.</p>
<p>Berikutnya, ia mencuri sepeda motor Yamaha Jupiter N 4052 FZ milik Kartono, Dusun/Desa Umbulrejo, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.</p>
<p>Kedua sepeda motor itu dicuri tersangka seorang diri. Tidak ada kesulitan saat mencurinya sebab tersangka mengenali lingkungan sekitar rumah korban pertama. &#8220;Jendelanya bisa dibuka Pak,&#8221; aku tersangka.</p>
<p>Akibat perbuatannya, tersangka dijerat sangkaan pasal 363 KUHP Tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Hingga kini, ia menginap di rumah tahanan Polsek Ngajum dan menjalani pemeriksaan itensif. <strong>(sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106922</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sepuh Bunuh Diri di Kandang Kambing Ngajum</title>
		<link>https://memontum.com/sepuh-bunuh-diri-di-kandang-kambing-ngajum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2019 13:17:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[kendat]]></category>
		<category><![CDATA[polsek ngajum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/73715-sepuh-bunuh-diri-di-kandang-kambing-ngajum</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Misterius apa sebab Jayadi (70) warga RT01/RW04, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang mengakhiri hidupnya. Kamis (17/1/2019) pagi, ia ditemukan tidak bernyawa di kandang kambing miliknya. Kali pertama, kondisi korban diketahui Edy Peny (49). Saksi awalnya hendak mencari sayur dekat rumah korban. Bareng melewati kandang kambing milik korban, ia melihat Jayadi duduk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Misterius apa sebab Jayadi (70) warga RT01/RW04, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang mengakhiri hidupnya. Kamis (17/1/2019) pagi, ia ditemukan tidak bernyawa di kandang kambing miliknya. </p>
<p>Kali pertama, kondisi korban diketahui Edy Peny (49). Saksi awalnya hendak mencari sayur dekat rumah korban. Bareng melewati kandang kambing milik korban, ia melihat Jayadi duduk tak bergerak. Bareng melihat ada tali di leher korban, saksi sontak berteriak. </p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190117-WA0074-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190117-WA0074-copy.jpg?resize=650%2C850&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="850" class="alignleft size-full wp-image-73716" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190117-WA0074-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190117-WA0074-copy.jpg?resize=229%2C300&amp;ssl=1 229w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190117-WA0074-copy.jpg?resize=600%2C785&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190117-WA0074-copy.jpg?resize=200%2C262&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Teriakan saksi mengundang saksi-saksi lainnya sehingga informasi kejadian segera diketahui perangkat desa san tersambung ke Polsek Ngajum. Pukul 07.00, anggota Polsek Ngajum mendatangi lokasi kejadian. </p>
<p>Sejumlah saksi-saksi dimintai keterangannya. Hadir ke lokasi, anggota Babinsa, perangkat desa dan tim medis Puskesmas setempat. Saat diperiksa, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. </p>
<p>&#8220;Keluarga menerima kejadian sebagai takdir dan musibah murni,&#8221; ungkap Kapolsek Ngajum, AKP Farid Fathoni kepada Memontum.com, Kamis sore. Ditambahkan mantan Humas Polres Malang itu, pihak keluarga tidak menuntut dan melanjutkan penyelidikan. <strong>(sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">73715</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Awas Tertipu &#8220;Wong Pinter&#8221; Ngaku Bisa Tarik Emas Goib !</title>
		<link>https://memontum.com/awas-tertipu-wong-pinter-ngaku-bisa-tarik-emas-goib</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2018 14:28:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[polsek ngajum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/30534-awas-tertipu-wong-pinter-ngaku-bisa-tarik-emas-goib</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Jajaran Polsek Ngajum, meringkus pelaku penipuan bermodus menarik &#8220;emas goib&#8221;. Siapa sangka, nantinya, potongan atau perhiasan emas itu hanyalah kuningan alias palsu belaka. Yakni tersangka Isman (59) memiliki KTP warga, Jalan Hasanudin RT01/RW01 Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Ia diringkus Buser Polsek Ngajum, Rabu (7/3/2018) siang. Disita pula berbagai barang bukti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8212; Jajaran Polsek Ngajum, meringkus pelaku penipuan bermodus menarik &#8220;emas goib&#8221;. Siapa sangka, nantinya, potongan atau perhiasan emas itu hanyalah kuningan alias palsu belaka. </p>
<p>Yakni tersangka Isman (59) memiliki KTP warga, Jalan Hasanudin RT01/RW01 Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Ia diringkus Buser Polsek Ngajum, Rabu (7/3/2018) siang.  Disita pula berbagai barang bukti aksi penipuan tersangka Isman. </p>
<div id="attachment_12003" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-12003" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180308-WA0056-copy.jpg?resize=650%2C450&#038;ssl=1" alt="PENIPU : Tersangka Isman. (Foto Humas Polres Malang) " width="650" height="450" class="size-full wp-image-30440" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-12003" class="wp-caption-text"><em><strong>PENIPU : Tersangka Isman. (Foto Humas Polres Malang)</em> </strong></p></div>
<p>Senin (5/3/2018) lalu, Mistin (61) terkejut. Warga Dusun Segelan, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang tidak menyangka, perhiasan mirip emas itu hanyalah kuningan. Sebab itu, pihaknya lalu melapor ke Polsek Ngajum. </p>
<p>Sebelumnya, rumah korban didatangi tersangka. Bak &#8220;orang pintar&#8221;, tersangka menyebut jika korban mendapat rejeki dari gusti Pangeran. Tersangka lalu menyebut di ladang milik korban terpendam harta benda berupa emas. </p>
<p>Namanya penipu, tentu kemudian tersangka menjelaskan bila banyak syarat yang musti dijalani dan dipersiapkan untuk menarik &#8220;emas goib&#8221; itu. Ia meminta pembelian minyak &#8220;misik&#8221;.  </p>
<p>Seolah terhipnotis, korban percaya. Ia pun menggelontorkan uang hingga sebanyak Rp 29 juta lebih. Usai membeli minyak, tersangka seolah seperti wong pinter menjalankan ritual sendirian dan menuju ladang di belakang rumah korban. </p>
<p>Berdasar rilis pers Polres Malang, hasil pemeriksaan Polsek Ngajum disebutkan, sebelum tersangka bertamu, ia lebih dulu memendam perhiasan mirip emas dengan dibungkus pelepah pisang dan kain putih. </p>
<p>Tersangka juga menyebut membutuhkan waktu untuk menjadikan perhiasan kuningan menjadi emas. Ibarat gong kebenarannya, Senin lalu korban membukanya. Terkejutlah ia setelah mengecek isi kain itu hanyalah kuningan. </p>
<p>Terkait kejadian, Polsek Ngajum menyita barang bukti berupa 11 batang logam kuningan gambar garuda, 138 biji kalung kuningan, 36 gelang kuningan, sebotol minyak misik, kain putih dan pelepah pisang.  Hingga kini, tersangka masih menginap di rumah tahanan Polsek Ngajum. <strong>(sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">30534</post-id>	</item>
		<item>
		<title>2 Anak Nakal, Curi Uang Amal di Ngajum Buat Beli Rokok dan Kaos Baru</title>
		<link>https://memontum.com/2-anak-nakal-curi-uang-amal-di-ngajum-buat-beli-rokok-dan-kaos-baru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jan 2018 12:39:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[dibawah umur]]></category>
		<category><![CDATA[maling kotak amal]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[polsek ngajum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/18029-2-anak-nakal-curi-uang-amal-di-ngajum-buat-beli-rokok-dan-kaos-baru</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Dua anak nakal ini tidak jera pernah kepergok mencuri dan akhirnya gagal. Malah tiga kali sejak September 2017, berduet mencuri kotak amal di desanya sendiri. Kasusnya terungkap gara-gara si maling cilik menukarkan uang receh jutaan rupiah. Berdasar rilis pers Polres Malang melalui Kasubaghumas Polres Malang, AKP Farid Fathoni, bahwa 2 anak berusia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Dua anak nakal ini tidak jera pernah kepergok mencuri dan akhirnya gagal. Malah tiga kali sejak September 2017, berduet mencuri kotak amal di desanya sendiri. Kasusnya terungkap gara-gara si maling cilik menukarkan uang receh jutaan rupiah. </p>
<p>Berdasar rilis pers Polres Malang melalui Kasubaghumas Polres Malang, AKP Farid Fathoni, bahwa 2 anak berusia 14 tahun dan 15 tahun telah diperiksa anggota Reskrim Polsek Ngajum dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Malang.  </p>
<p>Keduanya bukan kakak beradik namun tinggal satu kampung. Sebut saja namanya, Kurus dan Ceking. Duet Kurus dan Ceking membuat heran banyak orang seputaran tempat tinggalnya. Setelah diperiksa polisi, barulah terbongkar aksi pencurian lainnya. </p>
<p>Hasil pemeriksaan anggota Reskrim Polsek Ngajum, kedua anak ini pernah mencuri kotak amal di Ngajum sebanyak 3 kali dan 3 gagal mencuri di Wagir, Kesamben, Wonosari lantaran kepergok warga. </p>
<p>Tengah September 2017 silam, keduanya mencuri sekitar Rp 150 ribuan di salah satu mushola Kapurono Ngajum. Selasa (2/1/2018) dini hari, keduanya mencuri uang kotak amal di Babadan Ngajum. Esoknya, pencurian diulangi lagi.  </p>
<p>Tiap beraksi, keduanya naik sepeda motor modif. Selalu dini hari ketika warga terlelap tidur. Ratusan ribu uang amal dicuri kedua maling cilik. Aksi ketiga kali bahkan membuat keduanya semakin senang karena mendapat uang Rp 2,7 juta. </p>
<p>Amal sebanyak itu dikarenakan pihak pengelola Masjid dan warga sepakat membuka kotak amal sebanyak 2 kali dalam setahun. Siapa sangka, kotak amal itu justru diincar maling cilik.  </p>
<p>Kamis (3/1/2018) sore, amblasnya kotak amal diketahui warga Babadan. Bersamaan itu, kotak amal mushola Al Barokah Babadan, sempat ditemukan warga di kebun belakang dekat lokasi. Pihak pengelola pun penasaran siapa pelaku yang tega mencuri uang amal warga. </p>
<p>Perlahan muncul petunjuk. Terdengar kabar jika seorang anak baru gede (ABG) tengah menukar uang lima ribuan. Informasi tersebut lalu disampaikan warga ke pihak kepolisian. Tidak butuh waktu lama, penyelidikan dilanjutkan polisi. </p>
<p>Alhasil, hanya sehari saja, pelaku pencurian berhasil diamankan anggota Reskrim Polsek Ngajum. Dua anak itu mengakui perbuatannya lebih dari 3 kali. Aksi pencurian di Masjid meraup uang amal sebesar Rp 2,7 juta. <strong>(sos)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">18029</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
