<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>polsek ngimbang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polsek-ngimbang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Nov 2019 11:42:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>polsek ngimbang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Merasa Jadi Korban Pungli, Puluhan Petani Hutan di Ngimbang Lapor ke Polsek</title>
		<link>https://memontum.com/merasa-jadi-korban-pungli-puluhan-petani-hutan-di-ngimbang-lapor-ke-polsek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Nov 2019 11:42:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[polsek ngimbang]]></category>
		<category><![CDATA[Pungli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100323-merasa-jadi-korban-pungli-puluhan-petani-hutan-di-ngimbang-lapor-ke-polsek</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Kendati kecewa merasa dirugikan, puluhan petani hutan di Ngimbang mengadukan perkaranya ke Polsek setempat. Kemarin, (23/11/2019). Kedatangan mereka untuk mengadukan persoalan lahan yang disewa dan sudah ditanami jagung, tiba-tiba ditanami tebu oleh sejumlah orang yang tidak bertanggung jawab. “Kemana nasib uang sewa lahan yang sebelumnya sudah kami serahkan,” kata salah satu petani, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Kendati kecewa merasa dirugikan, puluhan petani hutan di Ngimbang mengadukan perkaranya ke Polsek setempat. Kemarin, (23/11/2019).</p>
<p>Kedatangan mereka untuk mengadukan persoalan lahan yang disewa dan sudah ditanami jagung, tiba-tiba ditanami tebu oleh sejumlah orang yang tidak bertanggung jawab.</p>
<p>“Kemana nasib uang sewa lahan yang sebelumnya sudah kami serahkan,” kata salah satu petani, Sairi.</p>
<p>Tak hanya itu, para petani sekitar hutan ini mengaku sangat resah. Sebab, mereka sebelumnya sudah membayar uang sewa bahkan sudah terlanjur menanami jagung di atas lahan tersebut.</p>
<p>“Kami, para petani disini sangat resah dengan ulah oknum yang meminta uang sewa,” katanya menggerutu.</p>
<p>Selain itu, katanya membeberkan, lahan juga sudah terlanjur ditanam padi dan jagung akan tetapi tiba-tiba sekarang ditanami tebu tanpa sepengetahuan para petani.</p>
<p>Tak tanggung-tanggung, diungkapkanya, sebelumnya para petani sudah menyewa tanah tersebut ke oknum tertentu dengan biaya sewa antara Rp. 1,4 juta hingga Rp. 2,5 juta per hektare.</p>
<p>Namun sayangnya, diakui, pembayaran itu tanpa ada bukti apapun termasuk kuwitansi apalagi perjanjian hitam diatas putih. Padahal seharusnya masyarakat hutan digratiskan untuk menanam di sekitar hutan tersebut.</p>
<p>Sementara, menurut pengakuan Kapolsek Ngimbang, AKP Guntar kepada petani mengatakan, pihak polsek telah menerima laporan para petani, terkait perkara yang sedang dialami petani. Pihaknya mengaku akan menyerahkan perkara ini ke Polres Lamongan.</p>
<p>&#8220;Laporan petani akan menjadi pedoman polisi untuk menyelidiki perkara ini. Dan masalah hingga perkara ini akan kami serahkan ke Polres Lamongan untuk ditindaklanjuti segera,&#8221; Ujarnya menegaskan.</p>
<p>Usai mendapat penjelasan dari polisi, para petani kemudian membubarkan diri dan meminta ada penyelesaian secepatnya.<strong> (dc/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100323</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Salatiga Tewas di Dalam Mobil</title>
		<link>https://memontum.com/warga-salatiga-tewas-di-dalam-mobil</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2019 16:17:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat]]></category>
		<category><![CDATA[polsek ngimbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/78344-warga-salatiga-tewas-di-dalam-mobil</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Salah seorang warga di temukan meninggal di dalam mobil minibus warna silver merk Daihatshu Zebra nopol AD 8867 QA, mengetahui kejadian ini membuat heboh warga sekitar di area Parkir Terminal Ngimbang, Kemarin (12/2/2019). Warga yang meninggal tersebut diketahui bernama Nur Hasan Karyawan, 41, asal warga Dusun Wiroyudan, Desa Tingkirtengah, KecamatanTingkir Kabupaten Salatiga, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan </strong>&#8211; Salah seorang warga di temukan meninggal di dalam mobil minibus warna silver merk Daihatshu Zebra nopol AD 8867 QA, mengetahui kejadian ini membuat heboh warga sekitar di area Parkir Terminal Ngimbang, Kemarin (12/2/2019). Warga yang meninggal tersebut diketahui bernama Nur Hasan Karyawan, 41, asal warga Dusun Wiroyudan, Desa Tingkirtengah, KecamatanTingkir Kabupaten Salatiga, Jawa tengah.</p>
<p>Kejadian yang pertama kali di ketahui oleh Parno, 55, warga Dusun Tapas Desa Sendangrejo Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/FB_IMG_15500506478434585-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-78345" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/FB_IMG_15500506478434585-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/FB_IMG_15500506478434585-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/FB_IMG_15500506478434585-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/FB_IMG_15500506478434585-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/FB_IMG_15500506478434585-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/FB_IMG_15500506478434585-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Waktu sekira pukul 16.00 WIB, saat itu ia hendak membuka lapak arena permaian anak -anak yang berada di sekitar area parkiran terminal melihat kendaraan tersebut sudah parkir area terminal yang tak tidak jauh dari lapak permainannya dan didalamnya ada orang sedang tidur dengan kaca pintu dibuka sekitar 2 cm.</p>
<p>Disisi lain, saksi lainnya bernama Huli, 45, warga setempat mengetahui jika ada kendaraan berjenis minibus warna silver bernopol AD 8867 QA yang masuk ke dalam terminal sekitar pukul 15.00 WIB langsung parkir dengan posisi kaca mobil terbuka.</p>
<p>Merasa penasaran untuk melihat kendaraan tersebut sudah parkir sekitar area kurang lebih 5 jam. Akhirnya Ia memutuskan bersama dua rekanya lainya untuk mendekati ternyata adanya orang yang telah tertidur di dalam mobil dengan posisi duduk dan dengan kondisi mesin mati serta kaca mobil terbuka kurang lebih 2 cm.</p>
<p>Setelah itu, mereka berusaha untuk membangunkan korban dengan cara mengetuk pintu mobil, namun tidak ada respon atau jawaban dari korban. Merasa Khawatir dengan kejadian ini akhirnya mereka langsung melaporkan hal tersebut kepada petugas Polsek Ngimbang yang tidak jauh dari TKP.</p>
<p>KBO Reskrim Iptu Supriyanto mengatakan, jika polisi menerima laporan bergegas langsung ke TKP dan berusaha membangunkan korban akan tetapi tidak ada respon, akhirnya berusaha untuk membuka pintu mobil, namun terkunci dari dalam. Karena tidak bisa dibuka, petugas pun meminta bantuan tukang kunci dan berhasil membuka pintu mobil.</p>
<p>&#8220;Ternyata korban sudah meninggal dunia. Hasil pemeriksaan medis korban meninggal karena kekurangan oksigen, diduga adanya serangan jantung dan tidak ada unsur kekerasan. Pihak keluarga korban sudah menerima dan korban dibawa ke rumahnya Salatiga,&#8221; Pungkas KBO Reskrim Iptu Supriyanto saat dikonfirmasi, Kemarin (13/2/2019). <strong>(Lai/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">78344</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelapkan Motor Teman, Sugeng Ditangkap Polisi</title>
		<link>https://memontum.com/gelapkan-motor-teman-sugeng-ditangkap-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Dec 2018 11:36:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal 372]]></category>
		<category><![CDATA[penggelapan]]></category>
		<category><![CDATA[polsek ngimbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/69543-gelapkan-motor-teman-sugeng-ditangkap-polisi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Sugeng (40), warga Dusun Sambangan, Desa Sambangrejo, Kecamatan Modo, Lamongan terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian lantaran telah melakukan penipuan terhadapan temannya sendiri Jarwoko (48) warga Dusun Taraban, RT 025, RW 003, Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Aksi penipuan tersebut bermula saat korban menerima telepon dari tersangka dengan maksud menyuruh korban untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Sugeng (40), warga Dusun Sambangan, Desa Sambangrejo, Kecamatan Modo, Lamongan terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian lantaran telah melakukan penipuan terhadapan temannya sendiri Jarwoko (48) warga Dusun Taraban, RT 025, RW 003, Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.</p>
<p>Aksi penipuan tersebut bermula saat korban menerima telepon dari tersangka dengan maksud menyuruh korban untuk datang ke tempat kerja di Dusun Kalongan, Desa Lawak Kecamatan Ngimbang, Lamongan.  Tanpa pikir panjang dan tak ada rasa curiga, korban langsung datang ke tempat yang telah dijanjikan dan bertemu dengan tersangka, setelah itu korban diperintah oleh tersangka untuk mengukur kayu maoni di tempat tersebut.</p>
<p>Dan, sekira jam 09.00 wib, tiba-tiba tersangka meminjam kendaraan sepeda motor milik korban dengan alasan akan digunakan ke Blitar dengan janji akan dikembalikan besok harinya. Namun tersangka tak kunjung mengembalikan sepeda motor milik korban. Merasa tertipu, akhirnya korban melapor ke Polsek Ngimbang.</p>
<p>Laporan itu pun kemudian dilakukan penyelidikan oleh Polsek Ngimbang yang kemudian berhasil mengamankan tersangka bersama barang bukti. &#8220;Saat ini tersangka sudah berhasil kami amankan beserta barang bukti yang ada,&#8221; ucap Kapolsek Ngimbang  AKP M Fadelan, Kamis (20/12/2018).</p>
<p>Barang Bukti yang berhasil diamankan, yakni satu unit sepada motor merk Honda BEAT warna merah putih, tahun 2017, No. Pol : S-5689-DX, Atas nama Jarwoko (korban). &#8220;Atas perbuatannya Tersangka di jerat pasal 372 dan atau pasal 378 KUH Pidana,&#8221; pungkasnya. <strong>(Lai/ifa/ono)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">69543</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
