<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>polsek pakis &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polsek-pakis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Oct 2021 10:31:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>polsek pakis &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jangkau Vaksinasi Lansia, Polres Malang melalui Polsek Pakis Gunakan Inovasi Door to Door</title>
		<link>https://memontum.com/jangkau-vaksinasi-lansia-polres-malang-melalui-polsek-pakis-gunakan-inovasi-door-to-door</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Oct 2021 10:30:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang]]></category>
		<category><![CDATA[polsek pakis]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksinasi Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksinasi Lansia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=155117</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Percepatan vaksinasi dan inovasi terus dilakukan Forkopimda Kabupaten Malang, dalam mengoptimalkan sebaran vaksinasi. Seperti yang dilakukan Polres Malang melalui Polsek Pakis, melakukan vaksinasi door to door kepada Lansia, yang bertempat di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Malang, Senin (04/10/2021).&#8220;Melalui Polsek Pakis, Polres Malang melaksanakan program vaksinasi mobile dan vaksinasi door to door. Ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Percepatan vaksinasi dan inovasi terus dilakukan Forkopimda Kabupaten Malang, dalam mengoptimalkan sebaran vaksinasi. Seperti yang dilakukan Polres Malang melalui Polsek Pakis, melakukan vaksinasi door to door kepada Lansia, yang bertempat di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Malang, Senin (04/10/2021).<br>&#8220;Melalui Polsek Pakis, Polres Malang melaksanakan program vaksinasi mobile dan vaksinasi door to door. Ini dilakukan, karena sampai saat ini terdapat lima warga Lansia di Desa Saptorenggo, yang belum vaksin dan harus kami datangi untuk melakukan vaksinasi di rumahnya masing-masing,&#8221; kata Kanit Intelkam Polsek Pakis, Iptu H Suyanto.<br>Ditambahkannya, bahwa vaksinasi door to door ini juga salah satu pelayanan dari polsek yang menjalankan mandat dari Polres untuk mempercepat vaksinasi serta dalam rangka mendukung program percepatan vansinasi yang dilakukan oleh pemerintah. &#8220;Kami datangi rumah Lansia yang tidak bisa hadir secara langsung di gerai vaksin di masing-masing desa. Hal ini kami lakukan,.untuk mempermudah Lansia mendapatkan vaksinasi di kediaman masing-masing,&#8221; tambah Iptu Yanto.<br>Salah satu warga Saptorenggo yang mendapatkan pelayanan vaksinasi door to door, Surami (86), mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah datang kerumahnya. &#8220;Terima kasih kepada pemerintah yang telah memperhatikan kami. Saya berasal dari Meduran Pakis, yang saat ini tinggal sebatang kara di sini. Selama ini, Alhamdulillah bisa bertahan hidup dan masih diingoni (diperhatikan, red) pemerintah setempat,&#8221; tuturnya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155117</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Siswa SD Pandanwangi Tewas Tenggelam</title>
		<link>https://memontum.com/siswa-sd-pandanwangi-tewas-tenggelam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2021 08:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Epilepsi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[polsek pakis]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133553</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; M Al Is Mustajaba (13) siswa kelas 6 SD Pandanwangi, warga Jl LA Laksda Adi Sucipto, RT 01/RW 03, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, tenggelam di Sumber Demoon Dusun Lowoksuruh, Desa Mangliawan, Kecamata Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (28/1/2021) pukul 12.30. Sempat dilakukan pertolongan, namun korban akhirnya meninggal dunia. Informasi Memontum.com, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; M Al Is Mustajaba (13) siswa kelas 6 SD Pandanwangi, warga Jl LA Laksda Adi Sucipto, RT 01/RW 03, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, tenggelam di Sumber Demoon Dusun Lowoksuruh, Desa Mangliawan, Kecamata Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (28/1/2021) pukul 12.30. Sempat dilakukan pertolongan, namun korban akhirnya meninggal dunia.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa sekitar pukul 11.30, korban bersama MF (12) dan APP (9) teman yang sekaligus tetangganya, berangkat bersepeda ke sumber air Demoon Lowoksuruh.</p>



<p>Sesampainya disana, mereka bertiga langsung mandi. Awalnya kondisi baik-baik saja, namun setelah sekitar 1 jam, korban ditemukan dalam kondisi tenggelam.</p>



<p>Dua warga sekitar Agung (36) dan Parman Serak (30) melakukan pertolongan mengangkat tubuh korban. Sempat dilakukan pertolongan dengan memompa dada, namun korban tetap tidak bergerak dengan mulut mengeluarkan busa. </p>



<p>Diketahui bahwa korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Diduga korban tenggelam karena epilepsinya kambuh saat sedang mandi.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/132161-jatuh-dari-motor-warga-bululawang-tewas-di-gadang">Baca Juga: Jatuh Dari Motor, Warga Bululawang Tewas di Gadang</a></strong></p>



<p>Kapolsek Pakis, AKP Slamet Subagiyo membenarkan adanya kejadian. Menurutnya, saat musibah terjadi, korban sebenarnya sempat diberi pertolongan pertama. Namun nyawanya tidak tertolong.</p>



<p>&#8220;Kami minta keterangan saksi dan orangtua korban. Diduga penyakit epilepsi korban kambuh saat ia mandi di lokasi,&#8221; ungkap AKP Slamet Subagiyo.</p>



<p>Jenazah korban tidak sampai dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang, melainkan langsung dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga membuat surat pernyataan tidak melakukan otopsi karana kejadian murni tanpa kesengajaan.</p>



<p>&#8220;Keluarga menandatangani surat pernyataan menolak otopsi dan menerima kejadian itu sebagai musibah murni. Tidak ada unsur kesengajaan,&#8221; ujar AKP Slamet. <strong>(gie)</strong></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133553</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penipu Gondol Tiga HP</title>
		<link>https://memontum.com/penipu-gondol-tiga-hp</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2020 14:01:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Penipu]]></category>
		<category><![CDATA[polsek pakis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=124500</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Seorang penipu , Minggu (27/9/2020) pukul 12.30, beraksi di kawasan JL Raya Ledok Dowo, Kelurahan Pakis Jajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Pelaku beraksi seorang diri menyatroni konter HP milik Heru Nuryakin (23) yang saat itu sedang dijaga oleh karyawannya. Dengan modus sok kenal, palaku berhasil mengondol tiga HP sekaligus. Yakni mengondol dua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Seorang penipu , Minggu (27/9/2020) pukul 12.30, beraksi di kawasan JL Raya Ledok Dowo, Kelurahan Pakis Jajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Pelaku beraksi seorang diri menyatroni konter HP milik Heru Nuryakin (23) yang saat itu sedang dijaga oleh karyawannya.</p>
<p>Dengan modus sok kenal, palaku berhasil mengondol tiga HP sekaligus. Yakni mengondol dua HP Samsung Galaxy A 11 dan satu HP Vivo Y50 hingga total kerugian mencapai Rp 6 juta. Kejadian ini sudah dilaporkan ke petugas kepolisian.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa saat kejadian konter HP dijaga oleh salah satu karyawan. &#8220;Karyawan saya masih baru,&#8221; ujar Heru. Tiba-tiba muncul pelaku melakukan aksinya. Pelaku datang seorang diri dengan mengendarai motor Honda Beat.</p>
<p>Pelaku kemudian sok kenal sok dekat mengatakan kepada si karyawan bahwa dirinya adalah teman pemilik konter. Selain mengaku sebagai teman dekat si pemilik konter, pelaku juga mengatakan bahwa dirinya juga memilki usaha yang sama yakni konter HP.</p>
<p>Kedatangannya tak lain untuk meminjam sebentar stok HP bekas. Untuk meyakinkan si penjaga konter, pelaku kemudian berpura-pura telpon si pemilik konter untuk ijin meminjam tiga stok HP bekas tersebut. Setelah telp, pelaku mengatakan bahwa dirinya sudah mendapat ijin dari si pemilik konter. Karena cukup meyakinkan, si penjaga konter pun percaya hingga menyerahkan ketiga HP tersebut fullset.</p>
<p>Usai mendapatkan tiga HP tersebut, pelaku langsung pergi dan tidak pernah kembali. Saat meninggalkan konter HP, pelaku dan motornya sempat terekam CCTV. Baru sekitar pukul 17.00, Heru datang untuk mengecek stok barang kepada karyawannya. &#8220;Saya tanya ke pegawai saya kemana tiga stok HP yang di etalase. Saat itu pegawai saya cerita kalau tiga HP tersebut sedang dipinjam seseorang&#8221; ujar Heru.</p>
<p>Terang saja Heru kaget karena tidak mengenal siapa yang telah meminjam tiga HP itu. &#8220;Padahal tidak ada orang telp saya apalagi meminjam HP. Pegawai saya telah menjadi korban penipuan hingga segera melapor ke Polsek Pakis. Semoga dengan rekaman CCTV itu, pelaku segera berhasil ditangkap,&#8221; ujar Heru. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">124500</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peduli Cegah Corona, Paguyuban TA dan Serikat Sopir Indonesia (SSI) Semprot Disinfektan</title>
		<link>https://memontum.com/peduli-cegah-corona-paguyuban-ta-dan-serikat-sopir-indonesia-ssi-semprot-disinfektan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2020 10:41:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Penyemprotan Disinfektan]]></category>
		<category><![CDATA[polsek pakis]]></category>
		<category><![CDATA[SSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=109951</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Sebanyak 108 unit kendaraan TA (Tumpang &#8211; Arjosari), Jumat (27/3/2020) pagi hingga siang, disemprot disinfektan sebagai wujud kepedulian Paguyuban TA dan Serikat Sopir Indonesia (SSI) dalam pencegahan penyebaran Virus Corona. Di beberapa titik, warga di Kabupaten Malang berinisiatif melakukan penyemprotan disinfektan tanpa intruksi lebih dulu dari pemerintah. Kekompakan sopir dan Paguyuban seperti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Sebanyak 108 unit kendaraan TA (Tumpang &#8211; Arjosari), Jumat (27/3/2020) pagi hingga siang, disemprot disinfektan sebagai wujud kepedulian Paguyuban TA dan Serikat Sopir Indonesia (SSI) dalam pencegahan penyebaran Virus Corona.</p>
<p>Di beberapa titik, warga di Kabupaten Malang berinisiatif melakukan penyemprotan disinfektan tanpa intruksi lebih dulu dari pemerintah. Kekompakan sopir dan Paguyuban seperti halnya dilaksanakan Paguyuban AT menunjukkan kepedulian dan kecekatannya</p>
<p><div id="attachment_109953" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-109953" decoding="async" class="size-full wp-image-109953" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200327-WA0134-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Paguyuban TA bersama Polsek Tumpang seusai giat penyemprotan disinfektan. (ist)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200327-WA0134-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200327-WA0134-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200327-WA0134-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200327-WA0134-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-109953" class="wp-caption-text">Paguyuban TA bersama Polsek Pakis seusai giat penyemprotan disinfektan. (ist)</p></div></p>
<p>Penyemprotan disinfektan dilaksanakan Paguyuban TA (Tumpang-Arjosari) di jalur Tumpang Arjosari tepatnya di depan kantor Paguyuban, masuk Desa Ngrangin, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.</p>
<p>Jumat (27/3/2020) pagi hingga siang, tampak sejumlah anggota Paguyuban AT ikut aktif menyemprotkan disinfektan ke 108 unit kendaraan operasional TA, termasuk penyemprotan isi dalam kendaraan.</p>
<p>Kegiatan ini cukup penting guna antisipasi awal pencegahan penyebaran Virus Corona. Sebab, penumpang angkutan desa, tidak selalu berasal dari Tumpang melainkan juga dari luar Tumpang yang dikuatirkan menjadi carrier (pembawa) virus.</p>
<p>Jarwo Sutikno, selaku Ketua Paguyuban TA mengungkapkan inisiatif pihaknya termasuk pula menjalankan intruksi SSI (Serikat Sopir Indonesia) untuk bergerak aktif dalam upaya pencegahan penyebaran Virus Corona.</p>
<p>&#8220;Kami prihatin, peduli dan berinisiatif melaksanakan penyemprotan disinfektan ke 108 unit TA. Kegiatan ini juga pelaksanaan arahan dari SSI,&#8221; terang Jarwo Sutikno, yang juga selaku sekretaris Serikat Sopir Indonesia (SSI) kepada Memontum.com.</p>
<p><video controls="controls" width="750" height="350"><source src="https://memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/VID-20200327-WA0129.mp4" type="video/mp4" /></video><br />
VIDEO PAGUYUBAN DAN SERIKAT SOPIR INDONESIA SEMPROT DISINFEKTAN KENDARAAN TA DI TUMPANG. (Memontum.com)</p>
<p>&#8220;Sejak pagi sampai siang penyemprotan. Ada antusias pula dari pengemudi kendaraan lain, ya kami semprot. Tadi mobil patroli Polsek Pakis juga datang mengikuti kegiatan kami,&#8221; ungkap Jarwo.</p>
<p>Kegiatan penyemprotan itu diharapkan dapat jua menenangkan warga terutama calon penumpang jika memanfaatkan jasa transportasi, terutama saat naik TA.</p>
<p>&#8220;Langkah kami semoga menjadikan contoh buat paguyuban lainnya yang ada di Malang khususnya dan semua jalur se-Indonesia pada umumnya,&#8221; urai Jarwo, Jumat (27/3/2020) sore.</p>
<p>Sebatas perlu diketahui, data terbaru peta penyebaran Covid-19 di Kabupaten Malang Kamis (26/3/2020) sore, menunjukkan jumlah mengejutkan. Yakni pasien ODP mencapai 49, PDP 16 orang dan confirm (hasil positif) 5 pasien dan ODR sebanyak 771. <strong>(sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/VID-20200327-WA0129.mp4" length="4032089" type="video/mp4" />

		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">109951</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kisah Ibu dan 4 Anak Malang, Pulang Bersama 2 Anaknya</title>
		<link>https://memontum.com/kisah-ibu-dan-4-anak-malang-pulang-bersama-2-anaknya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jan 2020 11:45:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Penyekapan]]></category>
		<category><![CDATA[polsek pakis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/103353-kisah-ibu-dan-4-anak-malang-pulang-bersama-2-anaknya</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Usai menjalani pemeriksaan di RSJ Lawang dan diperiksa di Polres Malang, Artimunah (61) dan kedua anaknya dikabarkan telah pulang ke rumahnya. Informasi ini didapat Sabtu (4/1/2020) siang. Menurut seorang warga bernama Nur Rohmad, Artimunah pulang bersama anak pertama dan ketiga. &#8220;Sudah pulang, ibu dan 2 anaknya. Anak pertama dan ketiga,&#8221; ungkap seorang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Usai menjalani pemeriksaan di RSJ Lawang dan diperiksa di Polres Malang, Artimunah (61) dan kedua anaknya dikabarkan telah pulang ke rumahnya. Informasi ini didapat Sabtu (4/1/2020) siang. Menurut seorang warga bernama Nur Rohmad, Artimunah pulang bersama anak pertama dan ketiga.</p>
<p>&#8220;Sudah pulang, ibu dan 2 anaknya. Anak pertama dan ketiga,&#8221; ungkap seorang warga kepada wartawan, Sabtu (4/1/2020) siang.</p>
<p><div id="attachment_103354" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-103354" decoding="async" class="size-full wp-image-103354" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0040-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="EVAKUASI : Petugas usai lakukan evakuasi keluarga Artimunah. (Humas Polres Malang)" width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0040-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0040-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0040-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0040-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0040-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0040-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-103354" class="wp-caption-text">EVAKUASI : Petugas usai lakukan evakuasi keluarga Artimunah. (Humas Polres Malang)</p></div></p>
<p>Artimunah (61) memiliki 4 Anak. Diantaranya Asminiwati (44), Titin Yuliarsih (41), Virnawati (39) dan Anis Mufidah (35). Keluarga ini wanita semua dan tinggal di Jalan Diponegoro, Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://kabupatenmalang.memontum.com/1937-kisah-ibu-sekap-anak-bukan-puluhan-tahun-tapi-sejak-meninggalnya-sang-bapak" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Kisah Ibu “Sekap” 4 Anak, Sejak Meninggalnya Suami, Artimunah “Berubah”</a></p>
<p>Jumat (3/1/2020) geger wilayah Pakis dan Malang karena Artimunah dan 4 anaknya dievakuasi oleh pihak Muspika bersama Dinsos, anggota Polsek Pakis dan Koramil. Kedatangan ini terkait pengaduan bahwa Artimunah telah menyekap 4 anaknya bertahan-tahun.</p>
<p>Sekeluarga itu dibawa ke RSJ Lawang untuk menjalani pemeriksaan psikologisnya. Sebelumnya, mereka diperiksa kondisi kesehatannya dan dimintai keterangannya oleh pihak kepolisian.</p>
<p><strong>BACA JUGA :</strong><a href="https://kabupatenmalang.memontum.com/1944-kisah-ibu-sekap-4-anak-bohongi-tetangga-sebut-anak-ke-luar-negeri-padahal" target="_blank" rel="noopener noreferrer"> Kisah Ibu “Sekap” 4 Anak, Bohongi Tetangga, Sebut Anak ke Luar Negeri, Padahal…</a></p>
<p>Menurut warga, keempat anaknya memang jarang keluar rumah dan tidak memungkinkan, Artimunah &#8220;menyekap&#8221; keempat anaknya. Warga merasa iba, kasihan dan bersimpati pada Artimunah.</p>
<p>Sementara itu, terkait pulangnya Artimunah dan 2 anaknya, dibenarkan pihak Polsek Pakis. &#8220;Iya benar. Sudah diperiksa kondisi psikologisnya dan dinyatakan normal, sehat. Kemudian dia dibawa ke PPA Polres Malang untuk dimintai keterangan,&#8221; urai AKP Sutiyo, Kapolsek Pakis. <strong>(sos)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103353</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kisah Ibu &#8220;Sekap&#8221; 4 Anak, Bohongi Tetangga, Sebut Anak ke Luar Negeri, Padahal&#8230;</title>
		<link>https://memontum.com/kisah-ibu-sekap-4-anak-bohongi-tetangga-sebut-anak-ke-luar-negeri-padahal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jan 2020 04:08:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Penyekapan]]></category>
		<category><![CDATA[polsek pakis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/103343-kisah-ibu-sekap-4-anak-bohongi-tetangga-sebut-anak-ke-luar-negeri-padahal</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Lampu depan teras rumah menyala. Rumah keluarga Artimunah tampak lengang. Warga masih membicarakan &#8220;goro-goro&#8221; atau kejadian yang dialami Artimunah di sudut-sudut kampung Jalan Diponegoro. Banyak yang prihatin dan mengasihani keadaan keluarga Artimunah. Nyaris setiap warga wanita yang diajak ngobrol Memontum.com mengatakan, &#8220;Kasihan Mas dia (Artimunah&#8211;red). Kalau disebut penyekapan (dalam arti dikunci&#8211;red). Sepertinya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Lampu depan teras rumah menyala. Rumah keluarga Artimunah tampak lengang. Warga masih membicarakan &#8220;goro-goro&#8221; atau kejadian yang dialami Artimunah di sudut-sudut kampung Jalan Diponegoro. Banyak yang prihatin dan mengasihani keadaan keluarga Artimunah.</p>
<p>Nyaris setiap warga wanita yang diajak ngobrol Memontum.com mengatakan, &#8220;Kasihan Mas dia (Artimunah&#8211;red). Kalau disebut penyekapan (dalam arti dikunci&#8211;red). Sepertinya tidak begitu,&#8221;. Beberapa warga berpikir, Artimunah akan diproses hukum, padahal telah dijelaskan pihak kepolisian bahwa Artimunah tidak akan dimasukkan penjara.</p>
<p><div id="attachment_103344" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-103344" decoding="async" class="size-full wp-image-103344" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/Screenshot_2020-01-04-10-59-42-856_com.miui_.videoplayer.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="DISKUSI : Petugas diskusi dengan warga. (sos) " width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/Screenshot_2020-01-04-10-59-42-856_com.miui_.videoplayer.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/Screenshot_2020-01-04-10-59-42-856_com.miui_.videoplayer.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/Screenshot_2020-01-04-10-59-42-856_com.miui_.videoplayer.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/Screenshot_2020-01-04-10-59-42-856_com.miui_.videoplayer.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-103344" class="wp-caption-text">DISKUSI : Petugas diskusi dengan warga. (sos)</p></div></p>
<p>Berulangkali anggota Bhabinkamtibmas Polsek Pakis menjelaskan pentingnya membantu keluarga Artimunah dan 4 anaknya. Dari obrolan petugas dengan warga, terungkap pula jika Artimunah berbohong atas kondisi anak-anaknya.</p>
<p>&#8220;Tiap ditanya kemana anaknya, dia (Artimunah&#8211;red) bilang kalau anaknya ke luar negeri,&#8221; sebut warga. Ya, Artimunah atau anaknya pernah ke luar negeri seperti diketahui warga. Namun, pendapatan dari luar negeri yang tidak cukup banyak membuat Artimunah &#8216;menahan&#8217; gengsi.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://kabupatenmalang.memontum.com/1937-kisah-ibu-sekap-anak-bukan-puluhan-tahun-tapi-sejak-meninggalnya-sang-bapak" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Kisah Ibu “Sekap” 4 Anak, Sejak Meninggalnya Suami, Artimunah “Berubah”</a></p>
<p>Terlebih, kondisi psikologis Artimunah semakin tertekan ketika sang suami, meninggal dunia, sekitar 12 tahunan lalu. Sejak itulah Artimunah berubah sikap. Ditambah diakuinya ada guru spiritual yang datang untuk memberikan saran pada Artimunah.</p>
<p>Empat anaknya pun &#8220;manut&#8221; atas perintah Artimunah agar tidak keluar rumah. Bertahan-tahun kemudian, 4 anaknya tidak diketahui kabarnya oleh sejumlah warga. Bahkan, seorang warga melihat sang anak menyapu halaman, setahun silam.</p>
<p><strong>BACA JUGA :</strong> <a href="https://kabupatenmalang.memontum.com/1929-ngeri-ibu-sekap-4-anak-selama-20-tahun" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Ngeri ! Ibu Sekap 4 Anak Selama 20 Tahun!</a></p>
<p>Sekilas, rumah keluarga ini tampak bersih. Tidak ada yang janggal dari depan rumah. Di sisi dinding sebelah timur, ada ventilasi. Memontum.com melihatnya keanehan. Ventilasi itu ditutupi batu bata seolah, sang pemasangan tidak menginginkan kondisi dalam rumah terlihat. <strong>(sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103343</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kisah Ibu &#8220;Sekap&#8221; 4 Anak, Sejak Meninggalnya Suami, Artimunah &#8220;Berubah&#8221;</title>
		<link>https://memontum.com/kisah-ibu-sekap-anak-bukan-puluhan-tahun-tapi-sejak-meninggalnya-sang-bapak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jan 2020 03:29:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Penyekapan]]></category>
		<category><![CDATA[polsek pakis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/103333-kisah-ibu-sekap-anak-bukan-puluhan-tahun-tapi-sejak-meninggalnya-sang-bapak</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kisah keluarga Artimunah membuat warga sekitar Jalan Diponegoro Desa Banjarejo Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang sontak prihatin. Beberapa menegaskan bahwa apa yang dilakukan Artimunah bukanlah penyekapan (yang kejam&#8211;red) dan bukan selama puluhan tahun. Sayangnya, tidak semua warga berani menyampaikan pendapatnya saat Memontum.com mendatangi lokasi di Jalan Diponegoro Desa Banjarejo. Rumah keluarga Artimunah persis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kisah keluarga Artimunah membuat warga sekitar Jalan Diponegoro Desa Banjarejo Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang sontak prihatin. Beberapa menegaskan bahwa apa yang dilakukan Artimunah bukanlah penyekapan (yang kejam&#8211;red) dan bukan selama puluhan tahun.</p>
<p>Sayangnya, tidak semua warga berani menyampaikan pendapatnya saat Memontum.com mendatangi lokasi di Jalan Diponegoro Desa Banjarejo. Rumah keluarga Artimunah persis berseberangan dengan musala di Dusun setempat.</p>
<p><div id="attachment_103334" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-103334" decoding="async" class="size-full wp-image-103334" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG_20200103_165820a.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="SAKSI : rumah keluarga Artimunah. (sos)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG_20200103_165820a.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG_20200103_165820a.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG_20200103_165820a.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG_20200103_165820a.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-103334" class="wp-caption-text">SAKSI : rumah keluarga Artimunah. (sos)</p></div></p>
<p>Seorang warga blak-blakan, Jumat (3/1//2020) sore menyebut jika ia diperintah seorang perangkat desa tidak memperkenankannya berbicara banyak terkait keluarga Artimunah.</p>
<p>Sebelumnya, Memontum.com sempat mendatangi rumah Kepala Desa Banjarejo, Suko M. &#8220;Maaf Mas, Bapak sejak tadi pagi keluar rumah,&#8230;&#8221; ungkap seorang wanita yang juga tidak berkenan memberikan nomor ponsel Suko dengan alasan ponselnya dipakai sang anak.</p>
<p>Namun demikian, warga sekitar rumah Artimunah berkenan bercerita walau &#8220;sedikit&#8221;. Beberapa menyatakan prihatin dan &#8220;kasihan&#8221; (bersimpati&#8211;red) atas apa yang menimpa Artimunah dan keluarganya.</p>
<p>&#8220;Itu bukan penyekapan Mas. Karena sempat kok, anaknya keluar rumah, nyapu-nyapu. Kalau belanja memang dia (Artimunah&#8211;red) yang keluar,&#8221; sebut seorang warga.</p>
<p>&#8220;Kasihan Mas sebenarnya. Dia begitu sejak suaminya meninggal, berapa tahun ya. Lamaaa,&#8221; ungkap seorang warga lain yang kemudian dipanggil istrinya untuk menghentikan ceritanya.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://kabupatenmalang.memontum.com/1929-ngeri-ibu-sekap-4-anak-selama-20-tahun" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Ngeri ! Ibu Sekap 4 Anak Selama 20 Tahun!</a></p>
<p>Memontum.com berusaha menggali bahan lebih dalam, hingga anggota Polsek Pakis mendatangi lokasi. Dari kedatangan anggota itulah, seorang mantan RT membenarkan jika Artimunah bersikap tidak mengizinkan sang anak keluar rumah, sejak Suwarno (suami&#8211;red) meninggal dunia.</p>
<p>&#8220;Ada kalau dua kali pergantian kades. Sejak Pak&#8230; Pak Suko, terus Pak Suko lagi&#8230;&#8221; ungkapnya kepada anggota Babinkamtibmas Polsek Pakis. Itu berarti kurang lebih 12 tahunan, Artimunah tidak memperkenankan 4 anaknya keluar rumah.</p>
<p>Ada yang menyebut 4 Anak Artimunah tidak bisa keluar rumah, ada warga lain pula yang menyebut jika 4 Anak perempuan diperbolehkan keluar rumah meski tidak bisa keluar kampung.</p>
<p>&#8220;Anak-anaknya lulus sekolah semua Mas. SMA. Ada anaknya yang pergi ke luar negeri. Rumahnya bagus itu juga karena dibangun dari penghasilan dari luar negeri,&#8221; sebut seorang warga.</p>
<p>&#8220;Anak-anaknya bisa diajak komunikasi. Dia (Artimunah&#8211;red) juga bisa diajak ngobrol. Lancar. Dia tukang masak, kerjanya dimana gak paham saya. Suwarno (almarhum) dulunya petani,&#8221; ungkap warga.</p>
<p>Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Pakis, kemudian menjelaskan kedatangannya ke kampung Diponegoro. Ia menjelaskan bahwa keluarga Artimunah dalam penanganan medis dan bukan terkait masalah hukum.</p>
<p>&#8220;Kami di sini membantu Pak, bukan berarti polisi datang, Kecamatan datang, dia (Artimunah&#8211;red) dihukum. Tidak begitu. Kami di sini membantu,&#8221; sebut anggota Polsek Pakis. Ya, 4 Anak Artimunah butuh bantuan kepedulian siapapun.</p>
<p>Beberapa warga sebenarnya juga ingin membantu kondisi 4 Anak Artimunah. Pasalnya sejak tidak diizinkan bebas keluar rumah, 4 Anak ini tidak dapat berinteraksi bebas dengan tetangga. Empat perempuan itu pun tidak kunjung menikah.</p>
<p>Bila warga hendak membantu, Artimunah kemudian &#8220;menyatu&#8221; tetangga. &#8220;Ya gimana ya Mas. Mau bantu, nanti disatru,&#8221; keluh warga. &#8220;Saya sendiri sudah pernah menyarankan agar anak-anaknya dibawa ke Malang. Tapi dia (Artimunah&#8211;red) diam saja,&#8221; sebut warga lainnya.</p>
<p>Anggota Polsek Pakis, selanjutnya menjelaskan jika Artimunah tidak dipenjara melainkan dibantu pihak pemerintah (termasuk Muspika Pakis, Polsek dan Koramil) untuk merawat kondisi psikologisnya. Bantuan pertama yakni dengan memeriksa kondisi kesehatan keluarga itu. <strong>(sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103333</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ngeri ! Ibu Sekap 4 Anak Selama 20 Tahun!</title>
		<link>https://memontum.com/ngeri-ibu-sekap-4-anak-selama-20-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jan 2020 06:09:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Penyekapan]]></category>
		<category><![CDATA[polsek pakis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/103296-ngeri-ibu-sekap-4-anak-selama-20-tahun</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Sulit dipercaya peristiwa yang terjadi di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang dan baru terungkap Jumat (3/1/2020) pagi setelah ada warga berinisiatif melapor ke pihak kepolisian. Seorang ibu, &#8220;tega&#8221; menyekap atau tidak mengizinkan anak-anaknya selama puluhan tahun! Sebagian warga sekitar Desa Banjarejo RT 04 /RW 02, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang telah mengetahui kisah keluarga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Sulit dipercaya peristiwa yang terjadi di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang dan baru terungkap Jumat (3/1/2020) pagi setelah ada warga berinisiatif melapor ke pihak kepolisian. Seorang ibu, &#8220;tega&#8221; menyekap atau tidak mengizinkan anak-anaknya selama puluhan tahun!</p>
<p>Sebagian warga sekitar Desa Banjarejo RT 04 /RW 02, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang telah mengetahui kisah keluarga Artimunah (61). Anak-anaknya tidak pernah mengizinkan keluar rumah. Warga sempat menyampaikan surat pengaduan terkait peristiwa itu.</p>
<p><div id="attachment_103298" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-103298" decoding="async" class="size-full wp-image-103298" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0016-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="EVAKUASI : Evakuasi Artimunah ke RSJ Lawang. (Humas Polres Malang)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0016-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0016-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0016-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0016-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-103298" class="wp-caption-text">EVAKUASI : Evakuasi Artimunah ke RSJ Lawang. (Humas Polres Malang)</p></div></p>
<p>AKP Ainun, Kasubag Humas Polres Malang membenarkan adanya kejadian itu. Info didapat Ainun, 4 perempuan itu memang telah dewasa dan diperkirakan telah puluhan tahun tidak keluar rumah (tidak menikah dan tidak berkomunikasi dengan warga sekitar).</p>
<p>&#8220;Info dari warga, penyekapan berlangsung lama&#8230;..infonya lebih kurang 20 thn, berarti itu sejak anak-anak masih usia dini,&#8221; ungkap Ainun. &#8220;Disekap di kamar, dalam rumah,&#8221; lanjut Ainun.</p>
<p>Beberapa saat sebelumnya, jajaran Polsek Pakis menerima surat pengaduan terkait penyerapan 20 tahun itu. Anggota kemudian diarahkan AKP Sutiyo Kapolsek Pakis untuk memeriksa surat pengaduan itu.</p>
<p>Didatangi ke rumah, petugas mendapati 4 orang anak Artimunah. Diantaranya, Asminiwati (44), Titin Yuliarsih (41), Virnawati (39) dan Anis Mufidah (25).</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-103297" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0014-copy.jpg?resize=740%2C416&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="416" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0014-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0014-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0014-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0014-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Anggota Polsek Pakis kemudian meminta keterangan anak-anak Artimunah dan sejumlah tetangga.</p>
<p>Sekitar pukul 09.00, bukan hanya anggota Polsek Pakis yang mendatangi lokasi, melainkan perangkat desa setempat, anggota Koramil dan beberapa warga.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://kabupatenmalang.memontum.com/1937-kisah-ibu-sekap-anak-bukan-puluhan-tahun-tapi-sejak-meninggalnya-sang-bapak" rel="noopener noreferrer" target="_blank">Kisah Ibu “Sekap” Anak, Bukan Puluhan Tahun Tapi Sejak Meninggalnya Sang Bapak</a></p>
<p>Hasilnya, anak-anak Artimunah dibawa ke Puskesmas untuk diperiksa kondisi kesehatannya. Sementara Artimunah dibawa ke RSJ Lawang. Anak-anak Artimunah kemudian juga direncanakan akan dibawa ke RSJ Lawang.</p>
<p>&#8220;Bahwa tindakan (hari ini) evakuasi korban ke RSJ Lawang berdasarkan surat pengaduan oleh warga bahwa ada warga yang disekap sekitar 20 tahun,&#8221; sebut Ainun menyampaikan laporan dari Polsek Pakis.</p>
<p>AKP Ainun menambahkan, ada gejala Artimunah mengalami gangguan jiwa setelah bertemu seseorang. &#8220;Ibunya didatangi seorang guru spiritual, anak-anaknya didoktrin untuk tidak keluar rumah, dan manut,&#8221; ungkap Ainun kepada rekan pers.</p>
<p>&#8220;Anak yang paling kecil, sempat keluar rumah dan cerita ke tetangga. Akhirnya tetangga melaporkan ke desa, lanjut lapor ke Kapolsek,&#8221; urai Ainun.<strong> (sos/tim) </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103296</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Garong Spesialis Jebol Dinding Rumah Kosong Pakis Ngaku 19 X Aksi</title>
		<link>https://memontum.com/garong-spesialis-jebol-dinding-rumah-kosong-pakis-ngaku-19-x-aksi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Oct 2019 20:01:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[garong]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 363]]></category>
		<category><![CDATA[polsek pakis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98168-garong-spesialis-jebol-dinding-rumah-kosong-pakis-ngaku-19-x-aksi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Garong spesialis rumah kosong yang beraksi 19 X, berhasil diringkus anggota Reskrim Polsek Pakis dan Buru Sergap Polres Malang. Garong ini beranggotakan 2 pemuda asli kelahiran Pakis. Dua tersangka yakni Eka Budianto (27) mengaku warga Dusun Ngrangin RT19/RW03, Desa Sumberpasir dan Dwiky Septian (20) pemuda Dusun Krajan Barat RT05/RW04, Desa Pakiskembar, Kecamatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Garong spesialis rumah kosong yang beraksi 19 X, berhasil diringkus anggota Reskrim Polsek Pakis dan Buru Sergap Polres Malang. Garong ini beranggotakan 2 pemuda asli kelahiran Pakis.</p>
<p>Dua tersangka yakni Eka Budianto (27) mengaku warga Dusun Ngrangin RT19/RW03, Desa Sumberpasir dan Dwiky Septian (20) pemuda Dusun Krajan Barat RT05/RW04, Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.</p>
<p>&#8220;Benar, kami tangkap 2 tersangka dini hari tadi. Barang bukti sejumlah alat elektronik masih kami data dan dalami penyidikan,&#8221; ungkap Iptu Sutiyo SH Mhum, Kapolsek Pakis kepada Memontum.com.</p>
<p>Kedua tersangka, tepatnya diringkus petugas Jumat (18/10/2019) pukul 01.30. Tersangka tidak berkutik lantaran saat digeledah kedapatan membawa ponsel hasil curian. Ada pula sebanyak 27 lembar tanda terima gadai barang hasil curian.</p>
<p>Tiga aksi tersangka diakui pernah dilakoni di rumah Surgiyanto (60) warga Perum Asrikaton Indah G10, RT05/ RW09 Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Aksi pelaku berlangsung saat Salat Idul Adha, Minggu 11 Agustus 2019 silam dan kisaran 2019.</p>
<p>Kedua tersangka melubangi tembok rumah korban dengan obeng. Di dalamnya, tersangka menjarah 4 buah ponsel dan uang tunai jutaan rupiah.</p>
<p>Dalam pemeriksaan petugas, tersangka mengaku menjual gadai barang-barang hasil curiannya. Barang-barang curian itu diterima, sejumlah pegadaian dan warga.</p>
<p>Jadi barang bukti, Dos Book HP Samsung Galaxy A6+, Dos Book HP Oppo A83, Dos Book HP Samsung Galaxy J2 Pro, Dos Book Xiaomi 4X, HP Merk Oppo A83, HP Merk Samsung Galaxy J2 Pro, HP Merk Xiaomi 4X dan sebuah obeng warna merah.</p>
<p>Akibatnya perbuatannya, kata Sutiyo, tersangka diduga melanggar pasal 363 KUHP Tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya lebih dari 5 tahun kurungan penjara.</p>
<p>Hingga kini, penyidik Polsek Pakis masih mendalami kasus ini dan mendata sejumlah barang bukti. Sementara, hasil pemeriksaan terungkap, tersangka hanya beraksi di wilayah Pakis. <strong>(sos)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98168</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
