<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Polsek Selopuro &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polsek-selopuro/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Oct 2019 06:11:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Polsek Selopuro &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Perempuan Diduga Gangguan Jiwa di Blitar Aniaya Saudara Sendiri</title>
		<link>https://memontum.com/perempuan-diduga-gangguan-jiwa-di-blitar-aniaya-saudara-sendiri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jun 2018 14:17:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Selopuro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/44710-perempuan-diduga-gangguan-jiwa-di-blitar-aniaya-saudara-sendiri</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Mudayanah, perempuan 34 tahun, warga dusun Krajan RT.03 RW.04 Desa Jambewangi Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar, menganiaya Wiwik Setyowati (31) kakak iparnya sendiri dengan pisau dapur. Selain itu pelaku juga menganiaya Muntamah (35) yang juga masih keponakannya. Diduga pelaku merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Korban Wiwik Setyowati, ditusuk pelaku di dapur rumah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Mudayanah, perempuan 34 tahun, warga dusun Krajan RT.03 RW.04 Desa Jambewangi Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar, menganiaya Wiwik Setyowati (31) kakak iparnya sendiri dengan pisau dapur. Selain itu pelaku juga menganiaya Muntamah (35) yang juga masih keponakannya. Diduga pelaku merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).</p>
<p>Korban Wiwik Setyowati, ditusuk pelaku di dapur rumah korban, Selasa (19/6/2018) sekitar pukul 07.00. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tusuk pada punggung sebelah kanan dan mendapatkan 7 jahitan. Sedangkan Muntamah mengalami luka sayat pada bagian perut dan tangan kiri.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Rifaldhy Hangga mengatakan, kejadian tersebut bermula, ketika korban Wiwik saat di rumah didatangi Mudayanah (pelaku) untuk mengobrol seperti biasa, Selasa (18/06/2018) sekitar pukul 07.00. Selang beberapa saat, korban menuju dapur rumahnya dan diikuti pelaku. Namun tanpa disadari tiba-tiba pelaku menusukkan pisau dapur ke arah punggung korban.</p>
<p>“Melihat kejadian ini, korban berteriak meminta tolong kepada suaminya, Adep Wibowo. Dan selanjutnya pelaku dikejar, namun tidak diketemukan”, kata Rifaldhy Hangga, Selasa (19/06/2018).</p>
<p>Lebih lanjur Rifaldy menyampaikan, tidak berhenti sampai disitu pelaku melakukan aksinya, namun pelaku setelah menusuk Wiwik, langsung menuju rumah Muntanah, dan berniat menusukan pisau dapur tersebut ke tubuhnya. Namun berhasil ditangkis dengan tangganya hingga menyebabkan luka sayat pada lengan sebelah kiri korban.</p>
<p>Beruntung dalam kejadian tersebut, saksi Adep Wibowo (suami Wiwik) dan Sugiono (suami Muntanah berhasil mengamankan pelaku. Sedangkan korban dibawa ke Klinik Sofia Medika Desa Jatitengah Selopuro untuk mendapatkan perawatan medis.</p>
<p>“Selanjutnya pelaku diamankan di Polsek Selopuro. Dan atas persetujuan pihak keluarga dan perangkat desa, akhirnya pelaku dibawa ke RSJ”, tandasnya.</p>
<p>Atas kejadian tersebut, pihak keluarga korban melakukan tindakan hukum, karena menyadari bahwa pelaku dan korban masih mempunyai hubungan keluarga. Dimana pelaku merupakan adik ipar korban dan pelaku mengalami ODGJ selama dua tahun lebih. <strong>(jar/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44710</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kakek di Blitar Akhiri Hidup dengan Gantung Diri</title>
		<link>https://memontum.com/kakek-di-blitar-akhiri-hidup-dengan-gantung-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jun 2018 13:59:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Selopuro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/44008-kakek-di-blitar-akhiri-hidup-dengan-gantung-diri</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar – Di Kabupaten Blitar kembali ditemukan orang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Kali ini Kaderi seorang kakek berusia 75 tahun, warga dusun Bukur, Desa Popoh, Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar ditemukan tergantung di sebuah pohon dekat rumahnya. Kapolsek Selopuro, AKP Muhaimin mengatakan, korban ditemukan Rabu (06/06/2018) sekitar pukul 00.30 dini hari. Anehnya keluarga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> – Di Kabupaten Blitar kembali ditemukan orang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Kali ini Kaderi seorang kakek berusia 75 tahun, warga dusun Bukur, Desa Popoh, Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar ditemukan tergantung di sebuah pohon dekat rumahnya. </p>
<p>Kapolsek Selopuro, AKP Muhaimin mengatakan, korban ditemukan Rabu (06/06/2018) sekitar pukul 00.30 dini hari. Anehnya keluarga korban justru bingung dengan motif kakek Kaderi bunuh diri. Karena selama ini, Kaderi tidak pernah mengeluh sakit atau sedang memiliki masalah serius. </p>
<p>&#8220;Saat kami mintai keterangan keluarga korban bingung apa sebenarnya motif Kaderi mengakhiri hidupnya. Biasanya kan ada yang nekat gantung diri karena penyakit tak kunjung sembuh atau ada masalah serius. Nah, kata keluarganya Kaderi sama sekali tak mengalami dua hal itu&#8221;, kata AKP Muhaimin.</p>
<p>Selama ini Kaderi diketahui tinggal di rumahnya sendiri bersama anaknya. Sehari-hari ia bekerja menggarap kebun milikknya sendiri. </p>
<p>“Di mata keluarga dan tetangga Kaderi dikenal sebagai sosok pendiam dan kurang bergaul”, jelas Kapolsek Selopuro.</p>
<p>Kasus bunuh diri ini pun menambah deretan kasus bunuh diri dengan cara gantung diri di wilayah hukum Polres Blitar. </p>
<p>“Tercatat sejak dua bulan terakhir, ada sebanyak empat kasus gantung diri. Empat kasus itu diantaranya terjadi di Kecamatab Gandusari, Sutojayan, Selopuro, dan Kanigoro”, pungkasnya. <strong>(jar/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44008</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
