<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>polsek sempu &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polsek-sempu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Mar 2021 12:18:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>polsek sempu &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tidak Cukup Bukti, Iis Nuriwati Terduga Pelaku Pembunuhan Bakal Bebas</title>
		<link>https://memontum.com/tidak-cukup-bukti-iis-nuriwati-terduga-pelaku-pembunuhan-bakal-bebas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2020 11:23:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[polsek sempu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=117708</guid>

					<description><![CDATA[Banyuwangi Memontum &#8211; Desakan kuasa hukum dugaan pembunuhan yang dilakukan Iis Nuriwati (43) terhadap suaminya Safari (63) warga Dusun Karangrejo, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Bomba Sugiarto agar kliennya dibebaskan bakal terwujud. Bahkan Bomba Sugiarto yakin 1000% jika kliennya tidak melakukan pembunuhan seperti yang diberitakan di berbagai media, baik cetak, online ataupun elektronik. &#8220;Saya yakin kalau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Banyuwangi Memontum</strong> &#8211; Desakan kuasa hukum dugaan pembunuhan yang dilakukan Iis Nuriwati (43) terhadap suaminya Safari (63) warga Dusun Karangrejo, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Bomba Sugiarto agar kliennya dibebaskan bakal terwujud.</p>
<p>Bahkan Bomba Sugiarto yakin 1000% jika kliennya tidak melakukan pembunuhan seperti yang diberitakan di berbagai media, baik cetak, online ataupun elektronik.</p>
<p>&#8220;Saya yakin kalau korban itu meninggal dunia bukan karena dibunuh. Tapi karena penyakit yang dideritanya, korban itu punya riwayat penyakit jantung,&#8221; ujar Bomba saat dikonfirmasi Memontum.com, Sabtu (27/6/2020) siang.</p>
<p>&#8220;Karena kasus ini bukan tindak pidana ya harus dilepaskan dong. Dan Polisi harus menutup kasus ini,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Keinginan agar kliennya dibebaskan dari segala tuntutan hukum, dimungkinkan keinginan tersebut bakal terkabul. Pasalnya hasil dari otopsi dan visum korban tim medis RSUD Blambangan tidak ditemukan adanya kekerasan di tubuh korban.</p>
<p>&#8220;Hasil visum dan otopsi ditemukan adanya tindakan kekerasan di tubuh korban. Kami masih menyelidiki penyebab kematian korban. Diduga korban meninggal dunia disebabkan penyakit jantung,&#8221; ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin.</p>
<p>Seperti diketahui, pada Rabu (23/6/2020) pagi hari warga Dusun Karangrejo, Desa Temuasri dihebohkan dugaan pembunuhan dengan cara &#8220;diganco&#8221; istri korban.</p>
<p>Bahkan untuk membawa Iis Nuriwati ke Mapolsek Sempu yang diduga sebagai pelaku pembunuhan, aparat harus mengikat tangan dan kakinya. Dalam kasus ini aparat kepolisian memeriksa 3 orang saksi untuk dimintai keterangan.</p>
<p>Selain mengamankan terduga pelaku pembunuhan, aparat juga mengamankan Ganco untuk dijadikan barang bukti.</p>
<p>&#8220;Kita sudah melaksanakan penyelidikan dan mengarah pada calon tersangka,&#8221; ujar Kapolresta Banyuwangi.</p>
<p>&#8220;Diduga, korban meninggal dunia akibat berebut Ganco saat cecok masalah ekonomi,&#8221; terang Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin.<strong> (ras/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">117708</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sakit Jiwa Kambuh dan Tersulut Cemburu, Istri Bunuh Suaminya</title>
		<link>https://memontum.com/sakit-jiwa-kambuh-dan-tersulut-cemburu-istri-bunuh-suaminya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2020 14:33:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[polsek sempu]]></category>
		<category><![CDATA[sakit jiwa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=117458</guid>

					<description><![CDATA[Banyuwangi Memontum &#8211; Diduga termakan api cemburu, seorang istri tega membunuh suaminya sendiri memakai gancu, Rabu (24/6/2020) siang. Kejadian cukup menggegerkan warga Dusun Karangharjo, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu itu terjadi sekitar pukul 05.00. Menurut Sumarsono tetangga korban, pelaku Iis Ernawati (43) warga Dusun Karangharjo RT 01 RW 01 setiap tahun mengalami gangguan jiwa. Dimungkinkan Pelaku [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Banyuwangi Memontum</strong> &#8211; Diduga termakan api cemburu, seorang istri tega membunuh suaminya sendiri memakai gancu, Rabu (24/6/2020) siang. Kejadian cukup menggegerkan warga Dusun Karangharjo, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu itu terjadi sekitar pukul 05.00.</p>
<p>Menurut Sumarsono tetangga korban, pelaku Iis Ernawati (43) warga Dusun Karangharjo RT 01 RW 01 setiap tahun mengalami gangguan jiwa. Dimungkinkan Pelaku punya rasa cemburu kepada korban Safari (63) warga Dusun Karangharjo RT 01 RW 02, Desa Temuasri.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-117460" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200624-WA0014-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200624-WA0014-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200624-WA0014-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200624-WA0014-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200624-WA0014-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Setiap habis hari lebaran gangguan jiwanya kumat. Tapi kalau diajak ngomong dia santun, seperti orang waras,&#8221; ujar Sumarsono kepada Memontum.com.</p>
<p>Kebetulan, lanjut Sumarsono saat kejadian itu dirinya bersama masyarakat ada di lokasi tersebut. &#8220;Sepengetahuan saya, korban mengalami luka lebam di bagian lehernya, entah dipukul pakai apa,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Tadi, pelaku langsung dibawa ke Polsek Sempu dengan cara diikat di bagian tangan dan kakinya,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Kapolsek Sempu AKP Suhardi membenarkan adanya dugaan pembunuhan tersebut. Menurutnya, pihaknya sudah mengamankan pelaku, dan membawanya ke Mapolsek Sempu untuk menjalani pemeriksaan.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-117462" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200624-WA0016-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200624-WA0016-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200624-WA0016-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200624-WA0016-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200624-WA0016-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Pelaku sudah kami amankan,&#8221; ujar AKP Suhardi.</p>
<p>Lanjut Kapolsek Sempu, setelah mengamankan terduga pelaku, pihaknya langsung membawa korban ke RSUD Blambangan Banyuwangi untuk dilakukan visum sesuai permintaan dari pihak keluarga korban.</p>
<p>&#8220;Selain dari petugas Polsek Sempu. Ditempat kejadian juga disaksikan oleh anggota Koramil Sempu, petugas Trantrib Kecamatan Sempu dan Linmas Desa Temuasri,&#8221; pungkasnya.<strong> (Ant/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">117458</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Maling Motor Desa Kajarharjo, Ndlosor</title>
		<link>https://memontum.com/maling-motor-desa-kajarharjo-ndlosor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Aug 2019 11:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Curanmor]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 363]]></category>
		<category><![CDATA[polsek sempu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/90669-maling-motor-desa-kajarharjo-ndlosor</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pencuri sepeda motor asal Kalibaru ndelosor setelah mendapat hadiah timah panas dari anggota Polsek Sempu. Kejadian nahas ini terjadi ketika warga Kecamatan Sempu sedang melihat karnaval tingkat Sekolah Dasar (SD), di sekitar RTH Gendoh, Kecamatan Sempu. Saat warga asyik menonton karnaval, tiba-tiba salah satu penonton teriak &#8216;maling&#8217;. Sontak para penonton karnaval berhamburan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi </strong>&#8211; Pencuri sepeda motor asal Kalibaru ndelosor setelah mendapat hadiah timah panas dari anggota Polsek Sempu. Kejadian nahas ini terjadi ketika warga Kecamatan Sempu sedang melihat karnaval tingkat Sekolah Dasar (SD), di sekitar RTH Gendoh, Kecamatan Sempu.</p>
<p>Saat warga asyik menonton karnaval, tiba-tiba salah satu penonton teriak &#8216;maling&#8217;. Sontak para penonton karnaval berhamburan mengejar terduga pelaku pencuri sepada motor Honda Beat. Merasa terpojok, pelaku pencuri kendaraan bermotor ini tidak tinggal diam saat diamankan warga, dia melawan. Bahkan tiga orang dibuat tidak berdaya ketika hendak menangkapnya.</p>
<p>Melihat kondisi tersebut, petugas Polsek Sempu yang sedang melakukan pengamanan langsung melakukan penindakan terukur. Melumpuhkan pelaku dengan menembak kaki sebelah kanan, hingga pelaku tersengkur tidak berdaya.</p>
<p>Kapolsek Sempu AKP Suhardi melalui Kanit Reskrim Ipda Didik Suwendi mengatakan tersangka Supriyadi alias Pak Tutus (46) warga Desa Kajarharjo Kecamatan Kalibaru memang seorang residivis. Diketahui hendak mencuri sepeda motor Honda Beat warna hitam Nopol P 3931 VX milik Kurniawan Siken (42) Warga Dusun Krajan, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, Senin (19/8/2019) siang.</p>
<p>&#8220;Pelaku hendak mencuri sepeda motor yang di parkir dekat Mapolsek Sempu, dengan cara merusak lubang kunci dengan kunci T,&#8221; ujar Kanit Reskrim Ipda Didik Suwendi.</p>
<p>Menurut Ipda Didik Suwendi, setelah mengamankan pelaku, setelah itu, pihaknya membawa pelaku ke Mapolsek Sempu berikut barang bukti sepeda motor. Akibat perbuatan tersangka, korban mengalami kerugian Rp 15 juta.</p>
<p>&#8220;Tersangka langsung kami tahan, berikut barang buktinya,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dari penangkapan tersangka Supriyadi ini, aparat berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Honda Beat warna hitam, 3 kunci T, 1 buah potongan linggis dan 1 buah anak kunci.</p>
<p>&#8220;Tersangka melakukan pencurian dengan pemberatan, sesuai pasal 363 ayat 1 ke 5e KUHP yang ancaman hukumannya diatas 5 tahun,&#8221; tandasnya.<strong> (tut/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">90669</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Dusun Sempu Temukan Mayat di Kebun</title>
		<link>https://memontum.com/warga-dusun-sempu-temukan-mayat-di-kebun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Oct 2017 13:20:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Mr X]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat]]></category>
		<category><![CDATA[polsek sempu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/2598-warga-dusun-sempu-temukan-mayat-di-kebun</guid>

					<description><![CDATA[Banyuwangi Memontum &#8212; Hari masih pagi, ketika warga Dusun Mangli, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, digegerkan dengan penemuan mayat Mr X berjenis kelamin laki-laki dengan posisi telungkup, dan masih memakai helm. Awal di temukan mayat Mr X, saat itu, Ponijan (55) warga setempat sekitar pukul 05.00 Wib hendak melakukan aktifitasnya di kebun yang tidak jauh dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Banyuwangi Memontum</strong> &#8212; Hari masih pagi, ketika warga Dusun Mangli, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, digegerkan dengan penemuan mayat Mr X berjenis kelamin laki-laki dengan posisi telungkup, dan masih memakai helm.</p>
<p>Awal di temukan mayat Mr X,  saat itu, Ponijan (55) warga setempat sekitar pukul 05.00 Wib hendak melakukan aktifitasnya di kebun yang tidak jauh dari rumahnya. Tiba-tiba dia melihat sosok tergeletak  dengan posisi tengkurap, setelah didatangi, ternyata dia seorang pria, dan sudah tidak bernyawa.</p>
<p>Melihat kondisi seperti itu, Ponijan langsung memberitahu warga dilingkungan tersebut dan memberitahukan kepada aparat Kepolisian.</p>
<p>&#8220;Saat itu saya hendak kekebun, tiba-tiba melihat ada sosok pria tergeketak di tengan kebun, dia memakai helm, jaket jeans warna biru dengan posisi tertelungkup, dan sudah tidak bernyawa,&#8221;ungak Ponijan Minggu (2910/2017)</p>
<p>Di samping mayat pria yang masih belum di ketahu identitasnya tersebut, ada kendaraan sepeda motor Honda Grand warna hitam Nopol DK 6268 AU. Tak pelak penemuan mayat tanpa identitas tersebut menjadi ramai, warga setempat dan warga lain Desa banyak yang berdatangan untuk melihat mayat tersebut.</p>
<p>&#8220;Kelihatannya dia bukan warga Desa Sempu, dan saya melapor ke Polsek Sempu,&#8221;papar Ponijan<br />
Kapolsek Sempu, AKP Jaenur Holiq yang datang di TKP bersama Kanitreskrim Ipda. Didik Suhendi, Bhabinkamtibmas Desa Karangsari Bripka. Sutoko dan beberapa personil lainnya segera mengambil tindakan. Korban Mr. X yang disekujur tubuhnya tidak terlihat tanda-tanda penganiayaan itu langsung dievakuasi ke RSUD Genteng untuk dimintakan Visum Et Repertum (VER).</p>
<p>&#8220;Langkah selanjutnya anggota kita perintahkan untuk melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket). Mudah-mudahan segera bisa kita ungkap identitas korban Mr. X dan apa motifnya,&#8221; jelas perwira asal Bandung ini. <strong>(tut/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2598</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
