<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Polsek Sukodono &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polsek-sukodono/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Feb 2021 06:39:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Polsek Sukodono &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gasak Hp Satpol PP Lumajang di Masjid, Warga Klakah Mendekam di Rutan</title>
		<link>https://memontum.com/gasak-hp-satpol-pp-lumajang-di-masjid-warga-klakah-mendekam-di-rutan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2021 06:39:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pidana]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Sukodono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134017</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Taufik (49) warga Jl Lindu Boyo, Desa/Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, harus mendekam di rumah tahanan (Rutan) Mapolsek Sukodono-Lumajang. Pelaku dijebloskan ke tahanan, karena sempat menggasak handphone (HP) milik anggota Satpol PP Lumajang, Perkasa Wijayanto (36) warga Dusun Panggung Gempol, Desa Dorogowok, Kecamatan Kunir-Lumajang. Kejadian sendiri, berlangsung di dalam Masjid di Desa Sumberejo, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Taufik (49) warga Jl Lindu Boyo, Desa/Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, harus mendekam di rumah tahanan (Rutan) Mapolsek Sukodono-Lumajang.</p>
<p>Pelaku dijebloskan ke tahanan, karena sempat menggasak handphone (HP) milik anggota Satpol PP Lumajang, Perkasa Wijayanto (36) warga Dusun Panggung Gempol, Desa Dorogowok, Kecamatan Kunir-Lumajang.</p>
<p>Kejadian sendiri, berlangsung di dalam Masjid di Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono. Aksi pelaku, berhasil ditangkap korban bersama petugas, sesaat akan menghilangkan jejak.</p>
<p><strong>Baca: <a href="https://memontum.com/133935-residivis-curanmor-di-9-tkp-lumajang-dilubangi-polisi">Residivis Curanmor di 9 TKP Lumajang Dilubangi Polisi</a></strong></p>
<p>Kapolsek Sukodono, AKP Ahmad Sutiyo, mengatakan bahwa pelaku ditangkap saat berusaha meninggalkan lokasi kejadian. Sementara korbannya, baru sadar menjadi sasaran aksi pencurian, langsung mengadu kepada petugas sehingga berhasil mengamankan tersangka berikut barang bukti.</p>
<p>&#8220;Sebelum pencurian terjadi, korban dan pelaku sama-sama berada di dalam Masjid. Secara kebetulan, korban yang kelelahan, berada di dalam sambil tiduran. Sedangkan HP, ditaruh di sisinya,&#8221; kata Kapolsek, Jumat (05/02) tadi.</p>
<p>Saat korban lengah itulah, tersangka kemudian mengambil HP itu. Sedangkan korban, yang awalnya tidak menyadari, tidak curiga saat pelaku meninggalkan Masjid.</p>
<p>&#8220;Tidak berselang lama, korban yang bermaksud mengambil HP, kaget begitu mendapati barangnya tidak ada. Kontan, langsung bergegas keluar dan menanyai warga seraya melaporkan kejadian ke Mapolsek,&#8221; tambahnya.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/133613-sikapi-keprihatinan-kondisi-taman-kapten-suwandak-dlh-lumajang-beri-penjelasan">Sikapi Keprihatinan Kondisi Taman Kapten Suwandak, DLH Lumajang Beri Penjelasan</a></strong></p>
<p>Dari situlah, bersama-sama menuju ke Pasar Baru Lumajang. Karena, tersangka diinformasikan mengarah ke lokasi itu. Benar saja, pelaku ada di lokasi tersebut sehingga langsung diamankan berikut barang bukti pada hari itu juga yakni Kamis (04/02) malam.</p>
<p>&#8220;Dari pengakuan pelaku, dia mau ke Blitar. Tetapi, tidak punya uang lalu singgah di Masjid dan di situ ada anggota Satpol PP yang sedang ketiduran selesai beribadah,&#8221; ungkap AKP Ahmad Sutiyo. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134017</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Cewek Tewas di Jalur Sukodono – Taman</title>
		<link>https://memontum.com/dua-cewek-tewas-di-jalur-sukodono-taman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2020 12:41:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Sukodono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/121096-dua-cewek-tewas-di-jalur-sukodono-taman</guid>

					<description><![CDATA[Motor Jupiter Tabrak Pikup Memontum Sidoarjo &#8211; Kecelakaan maut terjadi di JL Raya Sukodono &#8211; Taman, tepatnya di depan Pabrik Kopi PT Santos Jaya Abadi, Desa Panjunan, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Minggu (09/08/2020) dini hari. Dalam kecelakaan antara motor Yamaha Jupiter dan sebuah mobil Pikup itu, menyebabkan dua perempuan pengendara motor tewas di lokasi kejadian. Sedangkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Motor Jupiter Tabrak Pikup</h2>
<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Kecelakaan maut terjadi di JL Raya Sukodono &#8211; Taman, tepatnya di depan Pabrik Kopi PT Santos Jaya Abadi, Desa Panjunan, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Minggu (09/08/2020) dini hari. Dalam kecelakaan antara motor Yamaha Jupiter dan sebuah mobil Pikup itu, menyebabkan dua perempuan pengendara motor tewas di lokasi kejadian. Sedangkan seorang penumpang motor lainnya selamat dan dirawat di Rumah Sakit Arofah Dungus, Sukodono.</p>
<p>Kedua korban tewas dalam kecelakaan itu adalah Jainul Sukma (22) warga Desa/Kecamatan Sukodono dan Corolina Kohar (30) warga Desa Pademonegoro, Kecamatan Sukodono. Sementara temannya yang selamat yakni Kharisma Anisa (13) warga Desa Ngambar, Kecamatan Driyorejo, Gresik.</p>
<p>&#8220;Tabrakan motor lawan pikup itu adu moncong dari arah berlawan hingga ketiga korban terjatuh dari motornya. Yang meninggal dua pengendara motor,&#8221; ujar Kapolsek Sukodono, Iptu Warji&#8217;in Krise kepada Memo X, Senin (10/08/2020).</p>
<p>Warji&#8217;in menjelaskan kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan itu, masing-masing motor Yamaha Jupiter Warna silver hitam bernopo W 5361 NX, yang dikendarai Jainul Sukma (22) warga Desa/Kecamatan Sukodono dan</p>
<p>mobil pikup Daihatsu Grandmax warna hitam bernopol W 9479 NX yang dikemudikan Nur Rochmad Arianto, (22) warga Desa/Kecamatan, Sidoarjo. &#8220;Usai para korban dievakuasi, kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan juga diamankan sebagai barang bukti,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Menurut Warji&#8217;in kecelakaan bermula saat korban mengendarai motor Yamaha Jupiter melaju dari arah Selatan (Sukodono) menuju Utara (Taman). Korban saat itu berboncengan dengan Corolina Kohar dan Kharisma Anisa. Diduga, saat mengendarai motor itu, korban dalam kondisi mabuk.</p>
<p>&#8220;Dugaan sementar berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi kejadian, karena dalam kondisi mabuk dan pengaruh minuman itu, motor korban mendadak oleng ke kanan hingga memakan lajur dari arah berlawanan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Pada saat bersamaan, lanjut Warji&#8217;in melaju mobil pikup Daihatsu Grandmax warna hitam dari arah Utara (Taman) menuju Selatan (Sukodono). Selebum kecelakaan, mobil pikup sudah membunyikan klakson berkali-kali hingga banting setir ke kanan itu.</p>
<p>&#8220;Saat banting setir ke kanan korban justru ikut banting setir ke kanan hingga tabrakan tak bisa dihindarkan. Akibatnya, mobil pikup mengalami rusak berat di bagain depan dan korban yang bonceng tiga terjatuh dari motornya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dalam kecelakaan itu, Warji&#8217;in memastikan pengendara motor tewas dan seorang yang dibonceng (Corolina Kohar). Sementara penumpang motor lainnya Kharisma Anisa mengalami luka-luka.</p>
<p>&#8220;Ketiga korban dibawa ke RS Arafah Dungus dan Dirujuk ke RSUD Sidoarjo. Untuk mobil pikup beserta motor diamankan di Polsek Sukodono. Dalam kecelakaan ini, kerugian materiilnya diperkirakan mencapai Rp 2 juta,&#8221; tandasnya. <strong>(wan/syn)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">121096</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bayi Lelaki Mengapung di Sungai Ngaresrejo Sukodono Gegerkan Warga</title>
		<link>https://memontum.com/bayi-lelaki-mengapung-di-sungai-ngaresrejo-sukodono-gegerkan-warga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jan 2020 11:08:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Sukodono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/104483-bayi-lelaki-mengapung-di-sungai-ngaresrejo-sukodono-gegerkan-warga</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Warga Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo digemparkan penemuan bayi laki-laki yang mengapung di aliran sungai desa setempat, Minggu (19/1/2020). Warga menduga bayi malang itu, sengaja dibuang orangtuanya lantaran kelahirannya tidak diharapkan. &#8220;Kami menduga bayi ini sengaja dibuang orangtuanya yang tidak mau bertanggung jawab atas kelahiran bayi ini,&#8221; terang saksi Hadi Suyitno yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Warga Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo digemparkan penemuan bayi laki-laki yang mengapung di aliran sungai desa setempat, Minggu (19/1/2020). Warga menduga bayi malang itu, sengaja dibuang orangtuanya lantaran kelahirannya tidak diharapkan.</p>
<p>&#8220;Kami menduga bayi ini sengaja dibuang orangtuanya yang tidak mau bertanggung jawab atas kelahiran bayi ini,&#8221; terang saksi Hadi Suyitno yang hendak membersihkan sampah di aliran Sungai Ngaresrejo, Minggu (19/1/2020) sore.</p>
<div id="attachment_104484" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-104484" decoding="async" class="size-full wp-image-104484" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200120-WA0060-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="PENEMUAN BAYI - Warga Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo dikagetkan penemuan bayi laki-laki yang mengapung dibawa jembatan bambu aliran sungai desa itu, Minggu (19/1/2020) sore" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200120-WA0060-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200120-WA0060-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200120-WA0060-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200120-WA0060-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-104484" class="wp-caption-text">PENEMUAN BAYI &#8211; Warga Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo dikagetkan penemuan bayi laki-laki yang mengapung dibawa jembatan bambu aliran sungai desa itu, Minggu (19/1/2020) sore</p></div>
<p>Pria 40 tahun ini, tidak menduga jika bayi yang mengapung dibawa jembatan bambu itu adalah bayi. Hal itu lantaran saat ditemukan bercampur dengan sampah sungai yang mengapung.</p>
<p>&#8220;Karena ragu itu, kemudian saya pastikan kalau memang bayi maka kami laporkan ke perangkat desa atas temuan mayat bayi itu,&#8221; ungkap warga RT 15, RW 03 Desa Ngaresrejo ini.</p>
<p>Sementara Kapolsek Sukodono, AKP Eka Anggriana menegaskan penemuan bayi malang itu sekitar pukul 15.00 WIB. Bayi malang itu, ditemukan saksi Hadi Suyitno (40) yang hendak membersihkan kotoran sampah yang ada di sungai kawasan Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono Sidoarjo itu.</p>
<p>&#8220;Karena ada bau busuk menyengat, akhirnya saksi mencari sumber bau itu. Kemudian didapati mayat bayi laki-laki yang sudah membusuk mengapung dan tersangkut diantara sampah sungai itu,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Karena dipastikan bau busuk dari mayat bayi itu, kata mantan Kapolsek Sedati ini, kemudian temuan itu dilaporkan sakai ke Ketua RT 15, Fuad. Kemudian Ketua RT melanjutkan laporan ke salah seorang perangkat desa, Yasin hingga dilaporkan ke Polsek Sukodono itu.</p>
<p>&#8220;Saat ini, mayat bayi itu sudah dievakuasi dan dikirim ke RSUD Sidoarjo untuk pemeriksaan lebih lanjut,&#8221; pungkasnya. <strong>Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">104483</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cangkruk di Depan Toko, Mendadak Dikeroyok Begundal, Kakak Tewas Ditikam, Adik Dedel Duel</title>
		<link>https://memontum.com/cangkruk-di-depan-toko-mendadak-dikeroyok-begundal-kakak-tewas-ditikam-adik-dedel-duel</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Nov 2019 03:08:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pengeroyokan]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Sukodono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99746-cangkruk-di-depan-toko-mendadak-dikeroyok-begundal-kakak-tewas-ditikam-adik-dedel-duel</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kematian Buamin warga Dusun Rejosari Desa Sumberejo Kecamatan Sukodono Lumajang membuat geger. Pria itu bersimbah darah setelah perutnya ditusuk senjata tajam jenis pisau oleh seorang pemuda berinisial Akb.Peristiwa yang memakan korban jiwa ini terjadi pada Rabu (13/11/2019) sekitar pukul 16.30 di depan toko milik Bunawi yang terletak di Dusun Rejosari Desa Sumberejo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang </strong>&#8211; Kematian Buamin warga Dusun Rejosari Desa Sumberejo Kecamatan Sukodono Lumajang membuat geger. Pria itu bersimbah darah setelah perutnya ditusuk senjata tajam jenis pisau oleh seorang pemuda berinisial Akb.Peristiwa yang memakan korban jiwa ini terjadi pada Rabu (13/11/2019) sekitar pukul 16.30 di depan toko milik Bunawi yang terletak di Dusun Rejosari Desa Sumberejo Kecamatan Sukodono.</p>
<p>Dari Informasi yang berhasil dihimpun media ini, peristiwa penusukan itu terjadi saat korban bersama adiknya sedang nongkrong di depan toko milik Bunawi. Kemudian datang tiga pemuda berinisial Ro dan Zae keduanya warga yang sama Dusun Rejosari Desa Sumberejo. Satunya lagi berinisial Akb warga Desa Boreng Kecamatan Kota Lumajang yang langsung bersama-sama menganiaya korban.</p>
<p>Kemudian Pemuda berinisial Akb mengeluarkan sebilah pisau lalu menusukkan ke arah korban mengenai bagian perut. Melihat Buamin dikeroyok, adiknya yang bernama Eni berusaha melerai. Namun, adiknya juga apes terkena pisau pelaku di tangan sebelah kanan dan mengalami luka robek.</p>
<p>&#8220;Masalahnya apa belum tau. Keluarga korban juga ndak tau apa pemicu pengeroyokan itu,&#8221; kata salah seorang warga.</p>
<p>Kerabat korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa setempat dilanjutkan ke Polsek Sukodono yang terus mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto.</p>
<p>&#8220;Buamin sempat dirawat. Tapi tak lama kemudian meninggal dunia. Eni adik korban luka bacok katanya rawat jalan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu Kapolsek Sukodono AKP Ahmad Sutiyo, SH saat dikonfirmasi awak media mengaku masih melakukan pendalaman terkait kasus pengeroyokan yang berujung maut itu. &#8220;Masih kita dalami,&#8221; ungkapnya.<strong> (adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99746</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gudang Penyimpanan Kayu SMK Wijaya Sukodono Terbakar</title>
		<link>https://memontum.com/gudang-penyimpanan-kayu-smk-wijaya-sukodono-terbakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Aug 2019 14:54:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Sukodono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/90804-gudang-penyimpanan-kayu-smk-wijaya-sukodono-terbakar</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Para pengguna jalan yang melintas di JL Raya Sukodono sempat kaget. Ini menyusul, kebakaran yang menimpa gudang SMK Wijaya yang beralamatkan di JL Raya Sukodono, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo itu. Salah satu saksi Saripah menceritakan awalnya melihat kepulan asap yang berada di atas gedung SMK Wijaya sekitar Pukul 13.20 WIB. Saat itu saksi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Para pengguna jalan yang melintas di JL Raya Sukodono sempat kaget. Ini menyusul, kebakaran yang menimpa gudang SMK Wijaya yang beralamatkan di JL Raya Sukodono, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo itu.</p>
<p>Salah satu saksi Saripah menceritakan awalnya melihat kepulan asap yang berada di atas gedung SMK Wijaya sekitar Pukul 13.20 WIB. Saat itu saksi langsung berlari menghubungi pihak sekolah.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-90806" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190820-WA0116-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190820-WA0116-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190820-WA0116-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190820-WA0116-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190820-WA0116-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190820-WA0116-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Seketika pihak sekolah segera melaporkan ke Polsek Sukodono. Pihak sekolah dengan sigap bergotong-royong bersama siswa dengan alat seadanya berupaya memadamkan api. Tujuannya agar api tidak menjadi semakin besar dan menjalar ke sebelahnya,&#8221; kata perempuan 52 tahun ini.</p>
<p>Setelah mendapatkan laporan kebakaran itu, pihak Polsek Sukodono segera menghubungi Pemadam Kebakaran (PMK) Pemkab Sidoarjo. Tak berselang lama, 2 unit mobil PMK tiba di lokasi memandamkan api.</p>
<p>&#8220;Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 14.30 WIB. Kemudian dilakukan pembasahan,&#8221; tegasnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-90805" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190820-WA0123-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190820-WA0123-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190820-WA0123-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190820-WA0123-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190820-WA0123-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190820-WA0123-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sementara Kepala SMK Wijaya Lia Agustina menegaskan kebakaran yang menimpa SMK Wijaya terjadi dibagian atap atau lantai tiga.</p>
<p>&#8220;Kebetulan yang kebakaran itu merupakan gudang penyimpanan kayu bekas yang sudah lapuk,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Menurutnya, dugaan sementara kebakaran itu dipicu musim kemarau yang panasnya cukup menyengat hingga menimbulkan percikan api dan membakar kayu-kayu lapuk itu.</p>
<p>&#8220;Beruntung dalam kebakaran ini tidak ada korban jiwa. Kerugiannya hanya kayu-kayu bekas yang terbakar berkat kesigapan semua pihak api bisa dipadamkan. Agar tidak terulang lagi kebakaran, kami akan membersihkan dan memindahkan kayu yang sudah lapuk itu di tempat yang lebih aman,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Sementara dalam sehari, di Sidoarjo ada 3 kali kebakaran. Selain gudang kayu di SMK Wijaya Sukodono juga ada kebakaran rumah warga di Perum Cabean Asri, Kecamatan Candi dan kebakaran rumah warga di Dusun Kasak, Desa Terungkulon, Kecamatan Krian, Sidoarjo.<strong> (Wan/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">90804</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Empat Jaringan Pengedar Sabu Krian Digulung, Tiga Diantaranya Sekampung</title>
		<link>https://memontum.com/empat-jaringan-pengedar-sabu-krian-digulung-tiga-diantaranya-sekampung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jul 2019 01:45:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 114]]></category>
		<category><![CDATA[pengedar]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Sukodono]]></category>
		<category><![CDATA[sabu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/88844-empat-jaringan-pengedar-sabu-krian-digulung-tiga-diantaranya-sekampung</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Jajaran Unit Reskrim, Polsek Sukodono berhasil menggulung empat pengedar jaringan wilayah Krian. Tidak tanggung-tanggung, dalam sekali operasi polisi mengamankan barang bukti dari keempat tersangka ini berupa sabu-sabu seberat 7,06 gram. Bahkan tiga diantara tersangka ini merupakan warga yang masih satu kampung. Keempat tersangka itu masing-masing adalah Rudianto (40) warga Desa Kemasan, Kecamatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Jajaran Unit Reskrim, Polsek Sukodono berhasil menggulung empat pengedar jaringan wilayah Krian. Tidak tanggung-tanggung, dalam sekali operasi polisi mengamankan barang bukti dari keempat tersangka ini berupa sabu-sabu seberat 7,06 gram. Bahkan tiga diantara tersangka ini merupakan warga yang masih satu kampung.</p>
<p>Keempat tersangka itu masing-masing adalah Rudianto (40) warga Desa Kemasan, Kecamatan Krian, Yongki Suryo Prayogo (32) warga Desa Ponokawan, Kecamatan Krian, Nur Huda (33) warga Desa Kemasan, Kecamatan Krian dan Arif Faurodji (33) warga Desa Kemasan, Kecamatan Krian, Sidoarjo.</p>
<div id="attachment_88845" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-88845" decoding="async" class="size-full wp-image-88845" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190722-WA0110-copy.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="PENGEDAR - Kapolsek Sukodono, AKP Eka Anggriana menunjukkan 4 tersangka pengedar sabu-sabu jaringan Krian beserta barang buktinya sabu-sabu seberat 7,06 gram, Senin (22/07/2019)" width="650" height="400" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190722-WA0110-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190722-WA0110-copy.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190722-WA0110-copy.jpg?resize=600%2C369&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190722-WA0110-copy.jpg?resize=200%2C123&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-88845" class="wp-caption-text"><strong>PENGEDAR &#8211; Kapolsek Sukodono, AKP Eka Anggriana menunjukkan 4 tersangka pengedar sabu-sabu jaringan Krian beserta barang buktinya sabu-sabu seberat 7,06 gram, Senin (22/07/2019)</strong></p></div>
<p>&#8220;Penangkapan keempat tersangka ini bermula dari tertangkapnya tersangka Rudianto dan Yongki Suryo Prayogo,&#8221; kata Kapolsek Sukodono, AKP Eka Anggriana, Senin (22/7/2019).</p>
<p>Lebih jauh, Eka yang juga mantan Kapolsek Sedati ini mengungkapkan paska menangkap kedua tersangka itu, polisi langsung mengembangkannya. Dari tangan kedua tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu-sabu masing-masing seberat 0,25 dan 0,27 gram.</p>
<p>&#8220;Penangkapan kedua tersangka berdasarkan informasi masyarakat di kawasan Krian ada pesta sabu-sabu. Saat ditindaklanjuti, polisi menangkap kedua tersangka beserta barang bukti 0,52 gram lengkap dengan alat hisapnya itu,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Berbekal barang bukti dan keterangan kedua tersangka, lanjut mantan Wakasat Lantas, Polresta Sidoarjo ini menguraikan kemudian memeriksa keduanya. Hasilnya dihadapan penyidik, kedua tersangka mengaku mendapat barang haram itu dari tersangka Nur Huda.</p>
<p>&#8220;Tanpa menunggu waktu lama, petugas langsung menangkap tersangka ketiga dan berhasil mengamankan barang bukti 9 poket sabu-sabu dengan jumlah seberat 2,66 gram,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Kemudian, setelah polisi berhasil menangkap tersangka Nur Huda, petugas kembali mengembangkan kasus penangkpan ini. Hasilnya, tersangka Nur Huda mengaku mendapat barang haram itu dari tersangka Arif Faurodji. Petugas langsung menangkap tersangka Arif Faurodji di rumahnya. Dari tangan tersangka keempat ini, petugas berhasil mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 3,92 gram.</p>
<p>&#8220;Selain mengamankan sabu-sabu 3,92 gram, kami juga mengamankan barang bukti lainnya. Yakni timbangan elektrik, sebuah hand phone (HP) dan uang tunai Rp 1,2 juta dari pemasok ini,&#8221; paparnya.</p>
<p>Kini, kata Eka keempat tersangka ditahan. Para tersangka, kata Eka untuk tersangka Rudianto dan Yongki dijerat pasal 112 jo pasal 127 UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan tersangka Nur Huda dan Arif dijerat pasal 114 ayat I Sub pasal 112 UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.</p>
<p>&#8220;Ancaman hukumannya minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara,&#8221; tandasnya.<strong> (Wan/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88844</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lagi, Minimarket di Sidoarjo Dibobol Kawanan Pencuri Jebol Atap</title>
		<link>https://memontum.com/lagi-minimarket-di-sidoarjo-dibobol-kawanan-pencuri-jebol-atap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jul 2019 01:41:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Sukodono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/88842-lagi-minimarket-di-sidoarjo-dibobol-kawanan-pencuri-jebol-atap</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Sebuah toko modern Alfamart di Dusun Wagir, Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo dibobol kawanan pencuri, Selasa (23/07/2019). Diduga kawanan pencuri itu masuk ke dalam minimarket itu dengan cara menjebol atap plafon minimarket itu. Akibatnya, kawanan pencuri berhasil menggondol uang tunai sebesar Rp 13 juta. Kapolsek Sukodono, AKP Eka Anggriana mengatakan kasus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Sebuah toko modern Alfamart di Dusun Wagir, Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo dibobol kawanan pencuri, Selasa (23/07/2019). Diduga kawanan pencuri itu masuk ke dalam minimarket itu dengan cara menjebol atap plafon minimarket itu. Akibatnya, kawanan pencuri berhasil menggondol uang tunai sebesar Rp 13 juta.</p>
<p>Kapolsek Sukodono, AKP Eka Anggriana mengatakan kasus pencurian itu baru diketahui karyawan minimarket, Hesti sekitar pukul 06.00 WIB. Saksi mengetahui seusai membuka pintu rolling door, terkejut melihat barang-barang di dalam minimarket berantakan semuanya.</p>
<p>&#8220;Karena itu saksi yang termasuk karyawan minimarket ini tidak berani masuk. Dia langsung lapor ke Polsek Sukodono atas kasus pencurian itu,&#8221; terangnya, Selasa (23/07/2019).</p>
<p>Usai mendapatkan laporan, kata mantan Kapolsek Sedati ini, petugas Polsek Sukodono dan Polresta Sidoarjo langsung menuju ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya, para pencuri diduga masuk ke dalam minimarket itu melalui atap belakang minimarket menggunakan tangga. Kemudian para pelaku menjebol plafon dan mengambil uang sekitar Rp 13 juta itu.</p>
<p>&#8220;Selain itu, para pelaku juga merusak kamera CCTV serta mengambil hardisk hasil rekaman untuk menghilangkan jejak aksinya itu,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Diketahui, kasus pembobolan minimarket ini, bukan yang pertama kali. Tetapi sudah yang ketiga kali. Pertama, pelaku masuk dengan cara menjebol tembok belakang minimarket. Kedua, pelaku menjebol tembok tepat disamping kejadian pertama.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan informasi dari beberapa saksi, kejadian seperti ini sudah yang ketiga kalinya. Yang kedua gagal karena aksinya tepergok warga dan berhasil kabur. Sekarang yang ketiga kalinya kejadiannya hampir sama,&#8221; tegas mantan Wakasat Lantas, Polresta Sidoarjo ini.</p>
<p>Padahal, paska kejadian dua kali, kata Eka pihak minimarket sudah berusaha mengantisipasi pembobolan melalui penjebolan tembok dengan cara memasang terali besi di dalam minimarket tepat di tembok belakang.</p>
<p>&#8220;Sekarang kasus ini masih dalam penyelidikan petugas Polres Sidoarjo dan Polsek Sukodono untuk mengungkap para pelakunya,&#8221; tandasnya.<strong> (Wan/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88842</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Garong Lubangi Dinding Minimarket di Sukodono, Kepergok Karyawan, Kabur</title>
		<link>https://memontum.com/garong-lubangi-dinding-minimarket-di-sukodono-kepergok-karyawan-kabur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 May 2019 14:18:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[garong]]></category>
		<category><![CDATA[Minimarket]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Sukodono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/84962-garong-lubangi-dinding-minimarket-di-sukodono-kepergok-karyawan-kabur</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Sebuah minimarket yang ada di Dusun Wager, Desa Masanganwetan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo nyaris menjadi sasaran aksi para pencuri. Beruntung rencana pencurian itu berhasil digagalkan para karyawan toko ritel itu. Padahal kawanan pencuri ini sudah berhasil melubangi dindin minimarker yang ada di pinggir jalan raya antar kecamatan itu. Percobaan pencurian itu dipergoki, Esty [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Sebuah minimarket yang ada di Dusun Wager, Desa Masanganwetan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo nyaris menjadi sasaran aksi para pencuri. Beruntung rencana pencurian itu berhasil digagalkan para karyawan toko ritel itu. Padahal kawanan pencuri ini sudah berhasil melubangi dindin minimarker yang ada di pinggir jalan raya antar kecamatan itu.</p>
<p>Percobaan pencurian itu dipergoki, Esty yang tak lain karyawan minimarket itu. Gadis 21 tahun ini mengetahui aksi kawanan pencuri itu terjadi Jumat (24/05/2019) sekitar pukul 01.00 WIB.</p>
<p>&#8220;Kebetulan saya shif malam. Ketika mendengar suara dinding dipukul-pukul dibagian belakang. Saya langsung curiga. Apalagi suara pukulan dinding itu makin lama makin keras,&#8221; terang saksi Esty, Jumat (24/05/2019).</p>
<p>Esty menceritakan, usai mendengar suara dinding minimarketnya dilubangi kawanan pencuri dari luar, dirinya langsung memberitahukan rekan kerjanya melalui ponselnya. Kebetulan rekan kerjanya itu rumahnya tidak jauh dari minimarket itu.</p>
<p>&#8220;Daripada terjadi apa-apa saya langsung menelepon teman kerja saya. Kemudian datang kesini (minimarket),&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Setelah mendapat laporan dari Esty, karyawan minimarket ini langsung memeriksa bagian belakang minimarket itu. Hasilnya, di tempat itu saksi melihat ada lebih dari dua orang sedang melubangi dinding minimarket.</p>
<p>&#8220;Tapi karena tepergok itu, kemudian kedua orang itu melarikan diri (kabur) dan tak terkejar lagi,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sukodono, Iptu Giono menegaskan usai mendapatkan laporan, anggota Polsek Sukodono yang tiba di lokasi langsung menggelar olah TKP. Di sekitar minimarket itu, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga milik kawanan pencuri itu. Diantaranya linggis, bor, pahat, gergaji besi dan senapan angin. Selain itu, tembok belakang minimarket itu juga sudah berlubang.</p>
<p>&#8220;Kemungkinan lubang itu bakal digunakan kawanan pencuri masuk minimarket ini. Kasus percobaan pencurian ini tengah kami dalami. Kami sudah mengumpulkan keterangan sejumlah saksi. Dugaan sementara pelakunya 3 orang. Mereka kabur menggunakan motor dengan cara boncengan tiga,&#8221; tandasnya. <strong>(Wan/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">84962</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Pemuda Gondol Motor di Sukodono</title>
		<link>https://memontum.com/dua-pemuda-gondol-motor-di-sukodono</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Dec 2018 13:37:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Curanmor]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 363]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Sukodono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/70384-dua-pemuda-gondol-motor-di-sukodono</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Tim Unit Satuan Reskrim, Polsek Sukodono berhasil meringkus dua pemuda pencuri motor Honda Vario 125 bernopol S 6921 QV di Desa Panjunan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Keduanya ditangkap setelah berhasil dikejar korban dan warga sekitarnya. Kedua tersangka itu adalah Chandra Handi Pratama (22) warga Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Surabaya dan Maulana Machfud Alim [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Tim Unit Satuan Reskrim, Polsek Sukodono berhasil meringkus dua pemuda pencuri motor Honda Vario 125 bernopol S 6921 QV di Desa Panjunan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Keduanya ditangkap setelah berhasil dikejar korban dan warga sekitarnya.</p>
<p>Kedua tersangka itu adalah Chandra Handi Pratama (22) warga Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang,  Surabaya dan Maulana Machfud Alim (21) warga Desa Gebang, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo. Beruntung keduanya tidak diamuk massa saat tertangkap itu.</p>
<p>&#8220;Kedua tersangka dan barang buktinya langsung kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut,&#8221; terang Kapolsek Sukodono, AKP Sumono kepada Memontu, Selasa (25/12/2018).</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/Untitled-1-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/Untitled-1-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-41953" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Lebih jauh, Sumono menceritakan kasus pencurian itu terjadi Minggu (23/12/2018) pukul 21.30 WIB. Saksi kasus pencurian ini, Bayu Tantrayasa (33) warga Dusun Babatan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo dan Novie Irawati (30) korban warga Perum Griya Bhayangkara Blok No 29, Desa Masangan kulon, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.</p>
<p>&#8220;Barang bukti yang kami amankan </p>
<p>motor Honda Vario 125 bernopol S 6921 QV warna White Red milik korban dan satu unit motor Supra 125 bernopol W 4821 SN warna hitam merah milik tersangka,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Lebih jauh, Sumono menguraikan awalnya korban (Novie Irawati) bersama suaminya dari rumah Perum Bhayangkara Desa Masangankulon Kecamatan Sukodono bermain di rumah mertuanya dengan mengendarai motor Honda Vario 125 bernopol S 6921 QV di Desa Panjunan,  Kecamatan Sukodono. Sampai di lokasi korban memarkir sepeda motornya di depan halaman rumah dengan menghadap ke arah selatan dengan terkunci setir. Selanjutnya korban tinggal masuk ke dalam rumah. tak berselang lama sekitar pukul 21.30 WIB, korban mendengar suara dari luar seperti ada orang melepas jagang motornya.</p>
<p>&#8220;Seketika dilihat korban dan ternyata ada 2 (dua) orang yang tidak dikenal mengambil motornya. Korban langsung berteriak maling. Teriakan korban terdenger warga sekitar sehingga dikejar. Bersamaan ada petugas yang sedang melaksanakan patroli. Selanjutnya tersangka berhasil diamankan dan di bawa ke Polsek Sukodono guna pengusutan lebih lanjut,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, kedua tersangka kata Sumono bakal dijerat pasal 363 Ayat (1) ke 4e KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.<strong> (Wan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">70384</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
