<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>polsek tlanakan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polsek-tlanakan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Jul 2020 14:16:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>polsek tlanakan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Mobil Penimbun BBM Terbakar di SPBU Badung</title>
		<link>https://memontum.com/mobil-penimbun-bbm-terbakar-di-spbu-badung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2020 14:16:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[polsek tlanakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=119353</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Nasib nahas menimpa Syaiful Bahri, 39, warga Dusun Kereng, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan. Pasalnya, mobil carry penimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) terbakar saat mengisi belasan jireken di SPBU 5469311 Larangan Badung, Rabu (15/07/20). Kejadian itu berawal saat pengemudi memarkir mobil carry dengan nopol M 1576 E di SPBU tak jauh dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Nasib nahas menimpa Syaiful Bahri, 39, warga Dusun Kereng, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan. Pasalnya, mobil carry penimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) terbakar saat mengisi belasan jireken di SPBU 5469311 Larangan Badung, Rabu (15/07/20).</p>
<p>Kejadian itu berawal saat pengemudi memarkir mobil carry dengan nopol M 1576 E di SPBU tak jauh dari rumah korban. Syaiful hendak mengisi BBM untuk dijual kembali secara ecer. Sebanyak 17 Jireken sudah disiapkan untuk menampung BBM.</p>
<p><video controls="controls" width="750" height="400"><source src="https://memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/VID-20200715-WA0066.mp4" type="video/mp4" /></video></p>
<p>Sambil menunggu Jireken penuh, Syaiful meninggalkan mobil tersebut pulang ke rumah tak jauh dari SPBU dalam kondisi mesin mati. Saat pulang ke rumah yang terletak -+100 meter Selatan SPBU syaiful menitip mobil kepada Torik, 22, adiknya yang kebetulan karyawan SPBU Setempat.</p>
<p>Saat dilakukan pengisian oleh Dedi Irawan karyawan SPBU setempat ada tetesan bensin yang berceceran. Torik yang saat itu berada dilokasi mengambil tindakan hendak memindahkan mobil dengan menyalakan mesin. Nah, saat mesin menyala itulah terjadi percikan api dari bawah ban depan mobil.</p>
<p>Keryawan SPBU mendorong mobil tersebut keluar dari area pengisian. Setelah itu, api menyambar bensin yang ada dalam mobil tersebut. Tak lama kemudian, mobil pemadam kebakaran (Damkar) dan BPBD datang untuk memadamkan kebakaran.</p>
<p>Untung, kebakaran yang sempat menjadi tontonan pengguna jalan itu tidak memakan korban. Kejadian tersebut, hanya mengalami kerugian. Kerugian di taksir 100 juta rupiah.</p>
<p>Sementara itu, Moh Nor Arifin, warga setempat mengatakan Mobil yang terbakar itu merupakan pengecer bensin. Mobil itu mengisi di SPBU itu untuk dijual kembali.</p>
<p>&#8220;Saya kasihan ke masyarakat mau ngisi disini. Tidak disediakan untuk masyarakat. Sebenarnya ini merugikan ke masyarakat,&#8221; sesalnya.</p>
<p>Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari melalui Kapolsek Tlanakan Iptu Sri Sugiarto mengatakan, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut. Salah satunya memindahkan barang bukti (BB) ke Polres Pamekasan.</p>
<p>&#8220;Kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Termasuk itu (pembelian jiriken dengan skala besar, Red),&#8221; ujarnya. <strong>(adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/VID-20200715-WA0066.mp4" length="8621609" type="video/mp4" />

		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">119353</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kapolsek Bandaran Klaim Massa Demo Karena Teriakan Keluarga Pasien</title>
		<link>https://memontum.com/kapolsek-bandaran-klaim-massa-demo-karena-teriakan-keluarga-pasien</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2020 02:17:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Demo]]></category>
		<category><![CDATA[polsek tlanakan]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=116053</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Beredarnya video demo Corona di Puskesmas Bandaran, Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan membuat kepolisian turun tangan. Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari melalui Kapolsek Tlanakan AKP Sahrawi mengklaim massa demo berawal dari teriakan keluarga pasien. Sebelumnya, video berdurasi 2 menit 21 detik yang direkam salah seorang warga yang ada di sekitar Puskesmas Bandaran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Pamekasan </strong>&#8211; Beredarnya video demo Corona di Puskesmas Bandaran, Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan membuat kepolisian turun tangan. Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari melalui Kapolsek Tlanakan AKP Sahrawi mengklaim massa demo berawal dari teriakan keluarga pasien.</p>
<p>Sebelumnya, video berdurasi 2 menit 21 detik yang direkam salah seorang warga yang ada di sekitar Puskesmas Bandaran viral di sosial media (Medsos). Dalam video itu, tampak masyarakat baik tua, muda, memadati Puskesmas Bandaran.</p>
<p>Perekam video mengatakan bahwa ada unjuk rasa sebab ada orang yang sakit biasa dianggap Corona. &#8220;Sehingga famili dan keluarga serta warga tidak terima,&#8221; kata perekam video viral tersebut.</p>
<p>Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari melalui Kapolsek Tlanakan, AKP Sahrawi mengatakan, keributan yang terjadi di Puskesmas Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan terjadi Senin (8/6/2020). Namun, kerumuman massa itu diklaim bukan demo Corona.</p>
<p>Sahrawi mengatakan, kejadian itu berawal dari salah satu pasien bernama Tahir (51) yang masuk ke Puskesmas Bandaran pada Minggu pagi dan dirawat disana. Berselang beberapa kemudian, ada teriakan dari pihak keluarga pasien dari dalam Puskesmas menuju keluarganya di parkiran Puskesmas.</p>
<p>Sebab, keluarga pasien tidak berkenan mengikuti petunjuk pihak Puskesmas agar pasien dirujuk ke RSUD dr Slamet Martodirjo. Otomatis, karena Puskesmas itu berdampingan dengan pasar Bandaran, maka masyarakat yang ada di pasar itu ingin tahu ada apa di Puskesmas, sehingga terjadilah keramaian disana. &#8220;Kalau masalah unjuk rasa itu tidak ada,&#8221; klaimnya.</p>
<p>Versi Kapolsek, setelah pihaknya berkordinasi dengan keluarga pasien dan pihak Puskesmas. Kedua belah pihak sepakat agar si pasien tidak dirujuk ke RSUD dan tetap dirawat di Puskesmas.</p>
<p>&#8220;Kondisi pasien, berselang beberapa jam meninggal dunia. Karena pasien memiliki riwayat sakit diabetes dan TBC sebelum masuk ke Puskesmas,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ditanya pasien terpapar corona atau tidak, pihaknya menegaskan belum ada statemen dari pihak Puskesmas setempat. &#8220;Perihal itu, belum ada statemen dari pihak Puskesmas Bandaran,&#8221; terangnya. <strong>(adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">116053</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
