<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>polsek tumpang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polsek-tumpang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Mar 2020 12:08:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>polsek tumpang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Usai Minum Miras, Kodew Kedungkandang Jarah Harta Sang Pria Teler Tidur</title>
		<link>https://memontum.com/usai-minum-miras-kodew-kedungkandang-jarah-harta-sang-pria-teler-tidur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2020 12:08:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[polsek tumpang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=108804</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Entah apa alasan tersangka Rika Dwi Ramadani (21) mengaku warga Tlogowaru Kedungkandang Kota Malang, begitu tega meninggalkan korban prianya, ditengah hujan deras jelang petang. Harta benda korban, digasak habis. Jelas terkejut dan keheranan saat korban Wiwin Widianto (22) terbangun dan mendapati Rika entah kemana. Perlahan, pemuda Dusun Krajan, Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Entah apa alasan tersangka Rika Dwi Ramadani (21) mengaku warga Tlogowaru Kedungkandang Kota Malang, begitu tega meninggalkan korban prianya, ditengah hujan deras jelang petang. Harta benda korban, digasak habis.</p>
<p>Jelas terkejut dan keheranan saat korban Wiwin Widianto (22) terbangun dan mendapati Rika entah kemana. Perlahan, pemuda Dusun Krajan, Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang itu tersadar menjadi korban pencurian.</p>
<p>Dari rilis Humas Polres Malang, Jumat (13/3/2020) pukul 15.30, korban berboncengan dengan tersangka naik sepeda motor Honda Beat. Keduanya menuju taman buah di Desa Jeru, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.</p>
<p>Di lokasi, korban bertemu Wahyu, seorang saksi. Bertiga kemudian minum minuman keras. Wahyu kemudian pulang lebih dulu meninggalkan korban dan tersangka.</p>
<p>Turunlah hujan deras, korban dan tersangka berteduh di salah satu pondok sekitaran Taman buah. Tak kunjung reda, setengah teler, korban tiada daya menahan kantuk hingga tertidur.</p>
<p>Adanya kesempatan itulah, tersangka kemudian nekat mencuri tas berisi dompet dengan uang senilai Rp 3,5 juta, topi, jam tangan, termasuk sepeda motor milik korban.</p>
<p>Sang prianya pun ditinggalkan begitu saja. Tersangka langsung ngacir melarikan diri ke Kota Malang. Rupanya, dengan uang curian tersangka membeli ponsel dan kebutuhan lainnya.</p>
<p>Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Mapolsek Tumpang. Berdasar keterangan korban dan ciri-ciri tersangka, dilakukan penyelidikan dan pencarian. Hasilnya, Minggu (15/3/2020) malam, tersangka diketahu di sekitaran Ngawonggo Tajinan Kabupaten Malang.</p>
<p>Tanpa perlawanan, tersangka pun mengakui perbuatannya. Jadi barang bukti berupa sepeda motor Honda Beat N-2746 HG, Vapor, Jam tangan merk Swiss Army dan sebuah ponsel Realme. Ponsel tersebut merupakan hasil dari pembelian usai menjual hasil kejahatan.</p>
<p>Lantaran wanita, tersangka kemudian dititipkan Polsek Tumpang (Polres Malang) ke rumah tahanan Mapolres Malang. <strong>(gie/sos)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">108804</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Korban Coban Cinde Asal Madiun Ketemu, Waspadai Wisata Coban</title>
		<link>https://memontum.com/korban-coban-cinde-asal-madiun-ketemu-waspadai-wisata-coban</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jan 2020 10:30:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Coban Cinde]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat]]></category>
		<category><![CDATA[polsek tumpang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/103107-korban-coban-cinde-asal-madiun-ketemu-waspadai-wisata-coban</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Rabu (1/1/2020) pagi, 1 lagi jenazah korban terseret arus aliran Coban Cinde, berhasil ditemukan. Itu berarti pencarian berhenti setelah Bagus Pujiwiyanto (25) dan Dwi Retno Prihatin (25) berhasil ditemukan tim gabungan pencarian dan penyisiran dalam tragedi Coban Cinde, Desa Benjor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Berdasar keterangan Humas Polres Malang, AKP Ainun, jenazah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Rabu (1/1/2020) pagi, 1 lagi jenazah korban terseret arus aliran Coban Cinde, berhasil ditemukan. Itu berarti pencarian berhenti setelah Bagus Pujiwiyanto (25) dan Dwi Retno Prihatin (25) berhasil ditemukan tim gabungan pencarian dan penyisiran dalam tragedi Coban Cinde, Desa Benjor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.</p>
<p>Berdasar keterangan Humas Polres Malang, AKP Ainun, jenazah Bagus Pujiwiyanto ditemukan sekitar pukul 08.45. Korban asal Desa Kedungmaron RT14 RW03 Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun ditemukan di pusaran air.</p>
<div id="attachment_103108" style="width: 860px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-103108" decoding="async" class="size-full wp-image-103108" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/Korban-Coban-Cinde-Asal-Madiun-Ketemu-Waspadai-Wisata-Coban.jpg?resize=740%2C392&#038;ssl=1" alt="Kedua korban. (ist)" width="740" height="392" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/Korban-Coban-Cinde-Asal-Madiun-Ketemu-Waspadai-Wisata-Coban.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/Korban-Coban-Cinde-Asal-Madiun-Ketemu-Waspadai-Wisata-Coban.jpg?resize=300%2C159&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/Korban-Coban-Cinde-Asal-Madiun-Ketemu-Waspadai-Wisata-Coban.jpg?resize=768%2C407&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/Korban-Coban-Cinde-Asal-Madiun-Ketemu-Waspadai-Wisata-Coban.jpg?resize=600%2C318&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/Korban-Coban-Cinde-Asal-Madiun-Ketemu-Waspadai-Wisata-Coban.jpg?resize=200%2C106&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-103108" class="wp-caption-text">Kedua korban. (ist)</p></div>
<p>Jaraknya 2 KM dari Coban Cinde atau di antara Coban Cinde dan Coban Jidor. &#8220;Kondisi tengkurap, seperti memeluk potongan kayu dalam pusaran air,&#8221; ungkap AKP Ainun. Hari ini merupakan hari keempat pencarian dan terhitung pencarian berakhir.</p>
<p>Pada Senin, 30 Desember 2019 pukul 10.30, jenazah Dwi Retno, warga Mulyorejo Surabaya ditemukan lebih dulu tim pencari. &#8220;Ditemukan sejauh 4 KM dari Coban Cinde, Pukul 10.38 jenazah putri ditemukan warga dan anggota tim gabungan pencari,&#8221; urai Mudji Utomo kepada wartawan.</p>
<p>&#8220;Mohon berhati-hati bila tidak tahu atau paham bila di coban. Karena air bah tidak bisa untuk diantisipasi, bisa datang sewaktu-waktu,&#8221; urai Mudji Utomo, anggota senior PMI Kabupaten Malang.</p>
<p>Minggu (29/12/2019) lalu, rombongan pengunjung dari Surabaya berwisata di Coban Cinde. Total 7 orang, 5 laki-laki dan 2 wanita. Tiba di Coban, cuaca masih cerah. Sekitar pukul 12.00, cuaca berubah mendung.</p>
<p>Petugas di lokasi sudah mengingatkan apabila hujan, para pengunjung diharapkan segera naik. Siapa sangka, mendadak arus air dari atas mendadak santer. Lima orang berhasil selamat namun tidak dengan 2 orang.</p>
<p>Tragedi ini mengundang sisi humanis kepedulian para relawan. Puluhan relawan dari berbagai komunitas dan instansional mendatangi lokasi. Sejumlah regu diturunkan dalam pencarian, penyisiran. Warga sekitar yang memahami lokasi juga dilibatkan.</p>
<p>Bukan hanya warga dan relawan, anggota Polsek Tumpang, Koramil Tumpang, Kecamatan Tumpang, Desa Benjor, warga Jabung dan Basarnas turut serta dalam pencarian. <strong>(sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103107</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengamanan Perayaan Natal di Kecamatan Tumpang Libatkan Aparat Gabungan</title>
		<link>https://memontum.com/pengamanan-perayaan-natal-di-kecamatan-tumpang-libatkan-aparat-gabungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Dec 2018 16:40:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[hari natal]]></category>
		<category><![CDATA[pengamanan]]></category>
		<category><![CDATA[polsek tumpang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=70479</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pengamanan perayaan Natal 218 di Kecamatan Tumpang melibatkan aparat gabungan baik dari kepolisian, jajaran TNI, unsur pemuda dan tokoh masyarakat setempat, Selasa (25/12). Sasaran pengamanan lebih difokuskan di Gereja Kristen Jawi Wetan di Jl. Raya Pulungdowo No. 28 Ds. Pulungdowo Kec. Tumpang yang menampung sekitar 200 jemaat. Pengamanan dipimpin langsung Kapolsek Tumpang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum  Malang</strong> &#8211; Pengamanan perayaan Natal 218 di Kecamatan Tumpang melibatkan aparat gabungan baik dari kepolisian, jajaran TNI, unsur pemuda dan tokoh masyarakat setempat, Selasa (25/12). Sasaran pengamanan lebih difokuskan di Gereja Kristen Jawi Wetan di Jl. Raya Pulungdowo No. 28 Ds.  Pulungdowo Kec.  Tumpang yang menampung sekitar 200 jemaat.</p>
<p>            Pengamanan dipimpin langsung Kapolsek Tumpang AKP. Yusuf Suryadi dan Danramil Tumpang Kapten.Arm. Sunardi. Selain itu ada pula personel dari Dinas Perhubungan dan Pemuda Pancasila.</p>
<p>Selain di Gereja Jawi Wetan, perayaan Natal juga berlangsung di Gereja Katholik Bunda Maria Di Angkat Ke Surga / Sancha Trinitas di  Jln Raya Kebonsari 220 Ds. Tumpang. Di Gereja ini jumlah jemaat lebih banyak sekitar 750 orang. Ada pula Gereja Bethel Indonesia / Dorkas di  Jl. Pahlawan Barat no 64 Ds. Tumpang.</p>
<p> Kapolsek Tumpang AKP. Yusuf Suryadi ditemui di sela-sela pengamanan menjelaskan, pelaksanaan ibadah dalam rangkaian Hari Natal 2018 di Kecamatan Tumpang berlangsung aman dan lancar. “Selain dari kepolisian juga ada rekan dan TNI dan unsur pemuda. Kita bersyukur di perayaan Natal tahun ini berlangsung aman dan lancar,” jelasnya.<strong> (mg-1/ono)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">70479</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pencari Rumput Tumpang Tersangkut Batu Sungai</title>
		<link>https://memontum.com/pencari-rumput-tumpang-tersangkut-batu-sungai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 May 2018 12:58:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[orang hilang]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat]]></category>
		<category><![CDATA[polsek tumpang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=41107</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Terjawab sudah hilangnya Sukiono (50) di seputaran perbatasan Desa Bokor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Kamis (3/4/2018) pagi, tubuhnya ditemukan dalam aliran sungai dan tersangkut bebatuan. Sukiono (50) warga Desa Benjor Tumpang, sejak Rabu (2/4/2018) sore sempat tidak diketahui keberadaannya. Padahal, seusai bekerja memotong bambu dan mencari rumput, biasanya ia segera balik dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Terjawab sudah hilangnya Sukiono (50) di seputaran perbatasan Desa Bokor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Kamis (3/4/2018) pagi, tubuhnya ditemukan dalam aliran sungai dan tersangkut bebatuan.  </p>
<p>Sukiono (50) warga Desa Benjor Tumpang, sejak Rabu (2/4/2018) sore sempat tidak diketahui keberadaannya. Padahal, seusai bekerja memotong bambu dan mencari rumput, biasanya ia segera balik dengan teman-temannya dan pulang ke rumah.  </p>
<div class="video-container"><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/sxTsNrn2QVg" width="100%" height="100%" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></div>
<p>Tapi tidak sejak Rabu, pukul 15.00. Temannya, tidak melihat keberadaannya dan hanya melihat bekas rumput yang sempat dibabat korban. Miris, sebab dekat lokasi terdapat jurang. Dugaan muncul korban terjatuh lalu tenggelam.  </p>
<p>Benar saja dugaan itu, pukul 08.00, tubuh korban ditemukan tidak jauh dari lokasi terakhir hilangnya. Seorang warga, berhasil menemukan tubuh korban tersangkut batu dalam air sungai kecil, berkedalaman 2 meteran.</p>
<div class="video-container"><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/ovSGoUf4_4I" width="100%" height="100%" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></div>
<p>(<strong>baca juga :</strong> <a href="https://memontum.com/40643-geger-pencari-rumput-menghilang-misterius-di-tumpang" rel="noopener" target="_blank">Geger Pencari Rumput Menghilang Misterius di Tumpang</a> )  </p>
<p>Tubuh korban kemudian dievakuasi bersama para relawan dan pihak terkait. Ambulan telah disiapkan di lokasi. Pihak kepolisian dan Koramil Tumpang juga terlibat dalam evakuasi korban. Tubuh korban sempat diperiksa guna mengetahui adanya kejanggalan. <strong>(sos)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">41107</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Geger Pencari Rumput Menghilang Misterius di Tumpang</title>
		<link>https://memontum.com/geger-pencari-rumput-menghilang-misterius-di-tumpang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 May 2018 13:15:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[orang hilang]]></category>
		<category><![CDATA[polsek tumpang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=40643</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Geger netizen di grup Komunitas Peduli Malang Raya (KPMR), Rabu (2/4/2018) malam saat terposting kabar orang diduga terjatuh ke dalam jurang sungai di daerah Tumpang. Kabar kejadian diunggah DM, seorang pengguna fesbuk dengan foto berlatar jurang rumput yang gelap. Menurutnya, ada kejadian orang hilang diduga terjatuh dari tebing jurang dekat sungai perbatasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Geger netizen di grup Komunitas Peduli Malang Raya (KPMR), Rabu (2/4/2018) malam saat terposting kabar orang diduga terjatuh ke dalam jurang sungai di daerah Tumpang.  </p>
<p>Kabar kejadian diunggah DM, seorang pengguna fesbuk dengan foto berlatar jurang rumput yang gelap. Menurutnya, ada kejadian orang hilang diduga terjatuh dari tebing jurang dekat sungai perbatasan Bokor &#8211; Tumpang.  </p>
<p>Tulisnya sekitar pukul 19.00, &#8220;Assalamualaikum.permisi pak admin.minta Do&#8217;a nya saudara2.nh ada org hbis mencari rumput.jatuh ke sungai.smpe skrg blm dktmukan.lokasi sungai perbatasan Desa Bokor dan Tumpang. Semoga dgn Do&#8217;a anda smua.cpt dktmukan.Amin&#8230;trimakasih pak admin,&#8221;.  </p>
<p>Postingan itu memantik keprihatinan dan berbagai komentar dengan sebagian besar berharap agar orang yang hilang dapat segera ditemukan. Berkat informasi itu pula, para relawan di Malang Raya memonitor di lokasi. </p>
<p>Adanya kejadian tersebut telah ditindaklanjuti anggota Polsek Tumpang. Seorang sumber di kepolisian menyebutkan, pihak Polsek kini tengah melakukan pendataan dan mengecek lokasi kejadian.</p>
<p>Hingga kini, petugas masih memintai keterangan keluarga dan warga sekitar. Informasi lain didapat, warga yang hilang bernama Sukiono, warga Benjor Tumpang. Ia tidak kunjung pulang sejak pukul 14.00. Terakhir, ia diketahui mencari rumput dan memotong bambu di sekitar lokasi. <strong>(sos)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40643</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Hari Tak Pulang, Tergeletak di Kebun</title>
		<link>https://memontum.com/dua-hari-tak-pulang-tergeletak-di-kebun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2018 14:30:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat]]></category>
		<category><![CDATA[polsek tumpang]]></category>
		<category><![CDATA[tewas misterius]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/35690-dua-hari-tak-pulang-tergeletak-di-kebun</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Misterius kematian Kartono (55) warga Dusun Petungsewu RT21/RW04, Desa Duwet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Sabtu (7/4/2018) pukul 14.30, ia ditemukan tewas di dalam kebun seputaran perempatan Tulusayu Tumpang. Meninggalnya Kartono kemudian terkuak perlahan dari hasil sementara hasil otopsi di ruang Instalasi Forensik RSU Dr Saiful Anwar Malang. Korban diduga terkena serangan jantung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Misterius kematian Kartono (55) warga Dusun Petungsewu RT21/RW04, Desa Duwet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Sabtu (7/4/2018) pukul 14.30, ia ditemukan tewas di dalam kebun seputaran perempatan Tulusayu Tumpang.  </p>
<p>Meninggalnya Kartono kemudian terkuak perlahan dari hasil sementara hasil otopsi di ruang Instalasi Forensik RSU Dr Saiful Anwar Malang. Korban diduga terkena serangan jantung karena ditemukan tanda penyempitan arteri darah yang masuk jantung. </p>
<p>Kali pertama, korban ditemukan telentang di kebun berjarak 10 meteran dari arah jalan raya oleh warga bernama Kasian (50). Informasi kejadian kemudian disampaikan ke warga lain, perangkat desa dan tersambung ke Polsek Tumpang.  </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-07-at-8.59.56-PM-1.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-35691" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-07-at-8.59.56-PM-1.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-07-at-8.59.56-PM-1.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-07-at-8.59.56-PM-1.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-07-at-8.59.56-PM-1.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Guna penyelidikan dan kepastian kematian korban, anggota Polsek Tumpang turu melaksanakan olah kejadian perkara. Datang pula tim identifikasi Forensik Satuan Reskrim Polres Malang.  </p>
<p>Di lokasi, petugas mendapati korban telentang. Ia berpakaian lengkap. Sepasang sandal kulit coklat mssih terpasang. Di bawah tubuhnya atau bagian pantat, ada daun-daun yang seolah tampak sebagai alas.  </p>
<p>Di tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan atau tanda yang janggal. Uang tunai sebesar Rp 400 ribu juga ditemukan petugas. Adapula beberapa butir pil atau obat. &#8220;Tidak ada barang yang hilang. Hp masih ada, motor juga,&#8221; ungkap Kapolsek Tumpang, AKP Yusuf kepada Memontum.com.  </p>
<p>Terkait sepeda motor, seorang warga mengatakan, sejak Kamis (5/4/2018) pukul 11.00, sepeda motor korban tampak terparkir di pinggir jalan. Namun hingga malam tidak kunjung diambil pemiliknya. Karenanya, motor korban lalu diamankan di salah satu rumah warga.  </p>
<p>Kamis (5/4/2018) lalu, korban berpamitan menuju Pasar Tumpang naik motor untuk kulakan barang dagangan. Tapi, dua hari ia tidak kunjung pulang hingga Sabtu sore, penemuan tubuh korban menggemparkan lingkungan Tulusayu Tumpang. </p>
<p>&#8220;Suami saya memang senang jalan kaki. Biasanya. Cuma heran, kenapa ke situ, iya (sering sakit kepala dan membawa obat), &#8221; cerita istri korban di ruang halaman kamar jenazah Celaket. </p>
<p>Sabtu malam, ia mendapat penjelasan dari seorang anggota Identifikasi Satuan Reskrim Polres Malang dan anggota Polsek Tumpang serta penyidik Polres Malang. Dua kali, istri korban menanyakan waktu kematian sang suami.  </p>
<p>&#8220;Kata dokternya 24 jam. Jadi antara Kamis &#8211; Jumat. Tidak ada tanda kekerasan bu, &#8221; sebut Iptu Rudi kepada istri korban. Selain istri korban, hadir pula Kamituwo Petungsewu, bernama Andri. Andri adalah seorang relawan di bidang rescue. <strong>(sos)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">35690</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
