<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>polsek turen &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polsek-turen/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Jan 2022 16:05:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>polsek turen &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pelaku Spesialis Pencurian Kotak Amal di Malang Dibekuk Polsek Turen</title>
		<link>https://memontum.com/pelaku-spesialis-pencurian-kotak-amal-di-malang-dibekuk-polsek-turen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Jan 2022 16:05:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[dibekuk]]></category>
		<category><![CDATA[Kotak amal]]></category>
		<category><![CDATA[maling kotak amal]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[polsek turen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=162579</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Spesilis pencuri kotak amal, berinisial AHN (26) sopir truk warga asal Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, berhasil dibekuk petugas Polsek Turen. Sebelum penangkapan itu, Polsek Turen, Rabu (19/01/2022) lalu, telah mendapat laporan atas dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan berupa kotak amal di Musala Abdul Masjid di Jalan Tendean II/24, Kecamatan Turen, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Spesilis pencuri kotak amal, berinisial AHN (26) sopir truk warga asal Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, berhasil dibekuk petugas Polsek Turen. Sebelum penangkapan itu, Polsek Turen, Rabu (19/01/2022) lalu, telah mendapat laporan atas dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan berupa kotak amal di Musala Abdul Masjid di Jalan Tendean II/24, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.</p>



<p>Kapolsek Turen, Kompol Suko Wahyudi, bersama anggotanya kemudian melakukan penyelidikan. &#8220;Dari laporan tersebut selanjutnya Unit Reskrim Polsek Turen melakukan pengembangan terkait kasus ini dan dengan cepat berhasil mengamankan tersangka beserta barang bukti hasil kejahatannya,&#8221; ujar Kompol Suko Wahyudi, Jumat (28/01/2022).</p>



<p>Ternyata, AHN sudah melakukan aksinya di beberapa TKP di Kabupaten Malang. &#8220;Tersangka sendiri masuk ke dalam musala atau masjid-masjid tersebut tidak hanya sekali dua kali bahkan lebih. Ketika berada di dalam masjid dengan situasi sepi, selanjutnya tersangka mengambil uang dalam kotak amal dengan cara mencongkel atau merusak gembok kotak amal. Dalam aksinya pelaku menggunakan obeng dan tang yang telah disiapkan sebelumnya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Kompol Suko Wahyudi menambahkan, pelaku telah melancarkan aksinya bukan hanya di wilayah Turen, namun diketahui telah ada 4 laporan lain dari masyarakat atas tindak pidana pencurian dengan pemberatan berupa kotak amal yang sama terjadi di wilayah Kabupaten Malang.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-ranperda-parkir-dprd-kota-malang-dan-pemkot-sepakat-skema-bagi-hasil-maksimal-70-persen">Bahas Ranperda Parkir, DPRD Kota Malang dan Pemkot Sepakat Skema Bagi Hasil Maksimal 70 Persen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bri-regional-13-malang-bersama-ybm-brilian-sbo-malang-salurkan-200-paket-sembako-untuk-guru-tahfidz">BRI Regional 13 Malang bersama YBM BRILiaN SBO Malang Salurkan 200 Paket Sembako untuk Guru Tahfidz</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/libur-lebaran-pemkab-banyuwangi-tetap-buka-pelayanan-adminduk">Libur Lebaran, Pemkab Banyuwangi Tetap Buka Pelayanan Adminduk</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-terdakwa-dugaan-korupsi-pengadaan-tanah-polinema-dituntut-12-tahun-penjara">Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Polinema Dituntut 12 Tahun Penjara</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pasar-murah-berbuntut-ricuh-diskopindag-kota-malang-siapkan-skema-baru">Pasar Murah Berbuntut Ricuh, Diskopindag Kota Malang Siapkan Skema Baru</a></li>
</ul>


<p>Diantaranya yaitu Musala Darulkaromah, Dusun Krajan, Desa Srikaton, Kecamatan Pakis, Musala Thoriqus Salam, Jalan Raya Asrikaton, Desa Srikaton, Kecamatan Pakis dan Mushola Al-Ikhlas, Dusun Bugis Krajan, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, serta di salah satu masjid di wilayah Bululawang.</p>



<p>&#8220;Dari keterangan pelaku, uang hasil curian tersebut akan digunakan untuk membayar hutang-hutang serta sisanya digunakan untuk memenuhi biaya hidupnya yang akhir-akhir ini sangat sedikit pendapatan dari pekerjaannya sebagai sopir truk,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Selanjutnya didapati barang bukti dari pelaku berupa uang dari kotak amal dengan jumlah mencapai Rp 1,5 juta, 1 tang, 1 obeng bergagang plastik warna biru, 1 buah tas warna biru dan 1 kasos warna putih.</p>



<p>&#8220;Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Undang-undang Tindak Pidana pencurian dengan pemberatan Pasal 363 ke 5 e jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,&#8221; ujar Kompol Suko. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">162579</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mantan Perangkat Desa, Beli Lombok Pakai Uang Palsu di Gedogwetan Turen</title>
		<link>https://memontum.com/mantan-perangkat-desa-beli-lombok-pakai-uang-palsu-di-gedogwetan-turen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jan 2020 14:47:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[polsek turen]]></category>
		<category><![CDATA[Upal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/104421-mantan-perangkat-desa-beli-lombok-pakai-uang-palsu-di-gedogwetan-turen</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Gempar pasar Gedogwetan Turen, Kabupaten Malang saat seorang pembeli kepergok memakai uang palsu. Siapa sangka, pengedarnya adalah mantan perangkat desa (mantan PJS Kades Girimulyo Gedangan). Minggu (19/01/2020) siang, pelaku langsung dibawa ke Polsek Turen beserta barang bukti. Bareng diperiksa, tersangka diduga sempat membelanjakannya beberapa kali dan kepergok ketika membeli 1/4 Kg lombok. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Gempar pasar Gedogwetan Turen, Kabupaten Malang saat seorang pembeli kepergok memakai uang palsu. Siapa sangka, pengedarnya adalah mantan perangkat desa (mantan PJS Kades Girimulyo Gedangan).</p>
<p>Minggu (19/01/2020) siang, pelaku langsung dibawa ke Polsek Turen beserta barang bukti. Bareng diperiksa, tersangka diduga sempat membelanjakannya beberapa kali dan kepergok ketika membeli 1/4 Kg lombok.</p>
<p><div id="attachment_104423" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-104423" decoding="async" class="size-full wp-image-104423" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200119-WA0092-copy.jpg?resize=740%2C493&#038;ssl=1" alt=" barang bukti (humas Polres Malang)" width="740" height="493" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200119-WA0092-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200119-WA0092-copy.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200119-WA0092-copy.jpg?resize=600%2C400&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200119-WA0092-copy.jpg?resize=200%2C133&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-104423" class="wp-caption-text">barang bukti (humas Polres Malang)</p></div></p>
<p>Dialah, tersangka Sutinggal (61) mengaku warga Dusun Sumberpucung RT16/ RW05 Desa Girimulyo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Kelakuannya, sempat jadi omongan para netizen di grup media sosial Fesbuk (FB).</p>
<p>Kapolsek Turen, AKP Zainul Arifin SH, melalui Kanitreskrim Polsek Turen, Iptu Soleh Masudi, membenarkan adanya penangkapan dan penyitaan barang bukti uang palsu.</p>
<p>&#8220;Benar dia membawa uang palsu. Pengakuannya dia berniat dan mencetaknya sendiri. Dia juga memakainya, &#8221; ungkap Kanitreskrim Polsek Turen, Iptu Soleh Mashudi SH MH, kepada Memontum.com, Minggu sore.</p>
<p>Kata Soleh, Minggu pagi, sekitar 06.45, tersangka Sutinggal kepergok dalam pasar Waringin Gedog Wetan Turen. Waktu itu, tersangka membeli 1/4 Kg cabe rawit dengan lembaran kertas Rp 50 ribu bernomor seri EAR395999.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-104422" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200119-WA0093-copy.jpg?resize=740%2C493&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="493" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200119-WA0093-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200119-WA0093-copy.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200119-WA0093-copy.jpg?resize=600%2C400&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200119-WA0093-copy.jpg?resize=200%2C133&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Saat digeledah petugas, Sutinggal membawa uang pecahan Rp 20 ribu sebanyak 28 lembar, Rp 59 ribu sebanyak 115 lembar, uang Rp 100 ribu sebanyak 16 lembar. Ada uang asli diduga hasil pembelian, yaitu 3 lembar Rp 10 ribu, selembar Rp 2 ribu dan 2 keping logam Rp 500.</p>
<p>Hingga kini, tersangka Sutinggal masih menjalani pemeriksaan dan penyidikan di Polsek Turen. Beberapa saksi juga dimintai keterangan termasuk penjual cabe yang nyaris jadi korban uang palsu. <strong>(sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">104421</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bertahun-Tahun Pulang Mabuk, Edy Pentul Masuk Bui</title>
		<link>https://memontum.com/bertahun-tahun-pulang-mabuk-edy-pentul-masuk-bui</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Nov 2019 11:41:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[KDRT]]></category>
		<category><![CDATA[polsek turen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100484-bertahun-tahun-pulang-mabuk-edy-pentul-masuk-bui</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pria sepuh, Edy Subianto alias Edy Pentul (54) bukannya giat beribadah mendekatkan diri kepada Sang Khalik malah hobi minum minuman keras. Setengah mabuk, Kamis (21/11/2019) malam ia mengamuk dan membuat robek pelipis istrinya. Tak ayal, Edy Pentul diamankan pihak kepolisian terkait dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga. Akibat ulah tersangka saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pria sepuh, Edy Subianto alias Edy Pentul (54) bukannya giat beribadah mendekatkan diri kepada Sang Khalik malah hobi minum minuman keras. Setengah mabuk, Kamis (21/11/2019) malam ia mengamuk dan membuat robek pelipis istrinya.</p>
<p>Tak ayal, Edy Pentul diamankan pihak kepolisian terkait dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga. Akibat ulah tersangka saat mabuk, Iming Murbawati (47) terluka dan sempat mendapat perawatan itensif di Puskesmas Turen.</p>
<p><div id="attachment_100485" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-100485" decoding="async" class="size-full wp-image-100485" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191126-WA0092-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Korban dalam perawatan. (ist)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191126-WA0092-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191126-WA0092-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191126-WA0092-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191126-WA0092-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-100485" class="wp-caption-text">Korban dalam perawatan. (ist)</p></div></p>
<p>Diceritakan Kanit Reskrim Polsek Turen, Iptu Soleh Masudi kepada Memontum.com, tersangka dan korban tinggal serumah di Jalan Gunung Ceneng 09 RT03/RW03 Kelurahan/Kecamatan Turen Kabupaten Malang.</p>
<p>Tersangka lebih dari 10 tahun hidup bersama korban. Ia seorang makelar. Sayangnya, berusia sepuh tidak membuatnya lebih bijak. Hobinya minum minuman keras. Ketika mabuk, perangainya memburuk.</p>
<p>Kamis, pukul 20.00, tersangka pulang dengan kondisi setengah mabuk. Bertemu korban, terjadi cek cok mulut. Korban lalu memasuki kamarnya dan berusaha mengunci dari dalam agar tersangka tidak bisa masuk.</p>
<p>Namun, tersangka seolah kerasukan. Ia semakin marah dan menendang pintu. Alhasil, pintu mengenai pelipis korban. Sontak robek bagian pelipis korban.</p>
<p>Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Turen dan anggota Reskrim Polsek Turen segera mengamankan tersangka. Jadi barang bukti perbuatan tersangka, sebuah baju terpercik darah korban.</p>
<p>Hingga kini, tersangka masih menginap di rumah tahanan Polsek Turen. Penyidik memeriksa keterangan tersangka dan sejumlah saksi. &#8220;Korban tidak sekali dua kali dianiaya pelaku. Hobi pelaku mabuk,&#8221; ungkap Iptu Soleh. <strong>(sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100484</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati HUT TNI ke-74, Polsek Turen Bawakan Tumpeng</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hut-tni-ke-74-polsek-turen-bawakan-tumpeng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Oct 2019 13:05:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[HUT TNI]]></category>
		<category><![CDATA[Koramil 14/0818]]></category>
		<category><![CDATA[polsek turen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://memontum.com/?p=96333</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Jajaran dan keluarga besar Polsek Turen, Jumat (4/10/2019) pagi, memberi kejutan di markas Koramil 14/0818 Turen. Mewakili jajaran Polsek Turen, Kompol Adi Sunarto membawakan tumpeng sebagai tanda syukur dan memperingati HUT TNI ke &#8211; 73. Tumpeng kemudian diterima Kpt Inf Yuyud Hadi Purnomo. Setelah menerima tumpeng, berlanjut doa bersama di mako Koramil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Jajaran dan keluarga besar Polsek Turen, Jumat (4/10/2019) pagi, memberi kejutan di markas Koramil 14/0818 Turen.</p>
<p>Mewakili jajaran Polsek Turen, Kompol Adi Sunarto membawakan tumpeng sebagai tanda syukur dan memperingati HUT TNI ke &#8211; 73. Tumpeng kemudian diterima Kpt Inf Yuyud Hadi Purnomo.</p>
<p><div id="attachment_96336" style="width: 850px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-96336" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191004-WA0087-copy.jpg?resize=740%2C396" alt="Peringati HUT TNI ke-74, Polsek Turen Bawakan Tumpeng" width="740" height="396" class="size-full wp-image-96336" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191004-WA0087-copy.jpg?w=840&amp;ssl=1 840w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191004-WA0087-copy.jpg?resize=300%2C161&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191004-WA0087-copy.jpg?resize=768%2C411&amp;ssl=1 768w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-96336" class="wp-caption-text">TUMPENG : Kapolsek Turen, Kompol Drs Adi Sunarto dan jajaran beri tumpeng kepada Danramil 14/0818 Turen, Kpt. Inf. Yuyud Hadi Purnomo. (ist)</p></div></p>
<p>Setelah menerima tumpeng, berlanjut doa bersama di mako Koramil yang berada di Jalan Gatot Subroto Turen. Kedua komandan kemudian memberikan sambutannya masing-masing.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Kompol Adi Sunarto berharap pada usia TNI ke &#8211; 74, TNI semakin jaya, profesional dan dicintai masyarakat. Sinergi dan kedekatan dengan Polri juga terjalin erat. Kegiatan berlanjut foto bersama, ramah tamah dan makan bareng.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-96335" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191004-WA0081-copy.jpg?resize=740%2C350" alt="" width="740" height="350" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191004-WA0081-copy.jpg?w=740&amp;ssl=1 740w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191004-WA0081-copy.jpg?resize=300%2C142&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Sebenarnya, kita tidak ada batasnya. Kita sampai kapan pun satu. Kita tetap guyup rukun, saling mengisi,&#8221; ungkap Kpt Inf Yuyud Hadi Purnomo yang juga akrab dengan awak media. Semoga TNI Polri tetap, jaya.<strong> (sos)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">96333</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polsek Turen  Hias Gapura Demi Cinta Indonesia</title>
		<link>https://memontum.com/polsek-turen-hias-gapura-demi-cinta-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Aug 2019 10:41:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI]]></category>
		<category><![CDATA[polsek turen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=90581</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Nyaris seharian penuh, Kamis (15/8/2019) pagi hingga tengah malam, jajaran Polsek Turen (Jajaran Polres Malang) dibantu warga sekitar, menghias gapura dan lingkungan sekitar markas Polsek Turen. Kegiatan ini dimulai pukul 09.30 dan rampung sekitar pukul 23.30. &#8220;Kami semangat 45 menghias gapura ini bersama anggota dibantu warga. Ikhlas demi memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Nyaris seharian penuh, Kamis (15/8/2019) pagi hingga tengah malam, jajaran Polsek Turen (Jajaran Polres Malang) dibantu warga sekitar, menghias gapura dan lingkungan sekitar markas Polsek Turen.</p>
<p>Kegiatan ini dimulai pukul 09.30 dan rampung sekitar pukul 23.30. &#8220;Kami semangat 45 menghias gapura ini bersama anggota dibantu warga. Ikhlas demi memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74,&#8221; urai Kanit Reskrim Polsek Turen, Iptu Soleh Masudi.</p>
<div class="video-container"><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/h-H11eAJ2L4" width="100%" height="100%" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></div>
<p><strong>Proses pembuatan dan penghiasan gapura Polsek. (ist) </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mantan Kasubaghumas Polres Malang ini juga menuturkan jika peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 tahun ini, merupakan momentum untuk bangga dan semakin mencintai tanah air, Indonesia.</p>
<p>Selain menghias Gapura Polsek Turen, jajaran anggota juga mengecat serta memasang umbul-umbul serta bendera kebanggaan. Terpasang pula, spanduk panjang membentang bertuliskan Sumber Daya Unggul Indonesia Maju.</p>
<p>Warga pun berkomentar positif. &#8220;Polri dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 74 tahun ini sangat luar biasa, pasang umbul- umbul, menghias bangunan mako juga membuat dan menghias Gapura,&#8221; ungkap Wajib, seorang warga Turen. <strong>(sos)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">90581</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tersedak Pentol, Bocah Madura Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/tersedak-pentol-bocah-madura-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jul 2019 14:01:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal mendadak]]></category>
		<category><![CDATA[polsek turen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/89032-tersedak-pentol-gadis-madura-meninggal</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Duka mendalam dialami keluarga asal Bangkalan Madura, Minggu (28/7/2019) siang. Duka tidak disangka-sangka kapan datangnya. Namun dari kejadian ini, masyarakat musti mewaspadai jika anggota keluarga mengalami tersedak makanan. Siti Anisa (9) asal Bangkalan Madura, sekitar pukul 12.55, dinyatakan meninggal di Puskesmas Turen. Ia, dipastikan meninggal karena kesulitan bernafas dan lemas. Menurut Kabaghumas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Duka mendalam dialami keluarga asal Bangkalan Madura, Minggu (28/7/2019) siang. Duka tidak disangka-sangka kapan datangnya. Namun dari kejadian ini, masyarakat musti mewaspadai jika anggota keluarga mengalami tersedak makanan.</p>
<p>Siti Anisa (9) asal Bangkalan Madura, sekitar pukul 12.55, dinyatakan meninggal di Puskesmas Turen. Ia, dipastikan meninggal karena kesulitan bernafas dan lemas.</p>
<p>Menurut Kabaghumas Polres Malang, AKP Ainun Djuariyah, kejadian segera ditanggapi jajaran Polsek Turen, Minggu siang guna kepastian meninggalnya korban. Sejumlah orang pun dimintai keterangan, termasuk ibu korban.</p>
<p>Minggu siang, keluarga korban dan rombongan naik bis menuju masjid Tiban, di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Sampai di sekitaran Masjid, Siti Anisa kemudian membeli pentol.</p>
<p>Naas, ia tersedak pentol itu dan kesulitan mengeluarkannya. Sekitar pukul 12.40, diantar keluarga, korban tiba di Puskesmas Turen.</p>
<p>Kondisinya tidak sadarkan diri. Dari hidung dan mulut mengeluarkan darah. Bertahan 15 menit, korban kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.</p>
<p>Duka mendalam membuncah. Orangtua korban, tidak berkenan dilaksanakan penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian. Jenazah lalu dinaikkan ambulan dari Puskesmas Ketawang Gondanglegi.</p>
<p>&#8220;Jenazah siang tadi langsung dibawa ke Bangkalan Madura,&#8221; ungkap Ainun dalam rilis pers, Minggu sore. Kejadian itu, dianggap musibah murni atau kecelakaan murni. <strong>(sos)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">89032</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hidup Sendirian Memicu Seorang Pria Sepuh Bunuh Diri</title>
		<link>https://memontum.com/hidup-sendirian-memicu-seorang-pria-sepuh-bunuh-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Mar 2019 12:37:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[gantung diri]]></category>
		<category><![CDATA[kendat]]></category>
		<category><![CDATA[polsek turen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/79972-hidup-sendirian-memicu-seorang-pria-sepuh-bunuh-diri</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Sebatang kara, belum menikah dan sakit paru-paru membuat seorang pria berusia 80 tahun, mengakhiri hidupnya dengan jeratan tali tampar biru. Jumat (1/3/2019) siang, sempat ramai warga Jagalan Turen. Tepatnya di rumah bekas pemotongan hewan ternak yang berada di Jagalan, Keluarga/Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Sekitar pukul 13.00, geger warga sekitar. Korban tampak terlilit [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Sebatang kara, belum menikah dan sakit paru-paru membuat seorang pria berusia 80 tahun, mengakhiri hidupnya dengan jeratan tali tampar biru. Jumat (1/3/2019) siang, sempat ramai warga Jagalan Turen.</p>
<p>Tepatnya di rumah bekas pemotongan hewan ternak yang berada di Jagalan, Keluarga/Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Sekitar pukul 13.00, geger warga sekitar.</p>
<p>Korban tampak terlilit tali tampar dialami Tawi (80). Dia bukanlah warga setempat. Korban diketahui sebagai warga Jalan Pesantren RT03/RW08, Kelurahan/Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.</p>
<p><div id="attachment_79973" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190301-WA0032-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-79973" decoding="async" class="size-full wp-image-79973" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190301-WA0032-copy.jpg?resize=650%2C780&#038;ssl=1" alt="EVAKUASI : Tidak ada tanda kekerasan. (foto Humas Polres Malang) " width="650" height="780" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190301-WA0032-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190301-WA0032-copy.jpg?resize=250%2C300&amp;ssl=1 250w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190301-WA0032-copy.jpg?resize=600%2C720&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190301-WA0032-copy.jpg?resize=200%2C240&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-79973" class="wp-caption-text"><strong>EVAKUASI : Tidak ada tanda kekerasan. (foto Humas Polres Malang) </strong></p></div></p>
<p>Jumat kejadian, ia sempat bertemu Sugoto (55) seorang saksi. Sugoto sendiri, pukul 11.30, meninggalkan korban sendirian karena hendak salat Jumat. Saat pulang itulah, saksi mendapati musibah korban.</p>
<p>&#8220;Tidak ditemukan unsur kekerasan. Dari keluarga korban merelakan meninggalnya korban dikarenakan gantung diri. Keluarga tandatangani surat pernyataan,&#8221; ungkap Iptu Soleh Masudi, SH MH.</p>
<p>Ditanyai anggota Reskrim Polsek Turen, saksi menceritakan jika selama bertemu, korban mengeluhkan jalan hidupnya yang sebatang kara.</p>
<p>Korban belum menikah dan memiliki anak. Itupun, korban juga mengidap sakit paru-paru. Tujuh bulan lalu, korban baru pulang bekerja dari Kediri.<strong> (sos)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">79972</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gondol Motor Pelajar Turen, Pipi Samot Pagelaran Bengkak Memerah</title>
		<link>https://memontum.com/gondol-motor-pelajar-turen-pipi-samot-pagelaran-bengkak-memerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2019 14:00:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[penggelapan]]></category>
		<category><![CDATA[polsek turen]]></category>
		<category><![CDATA[sanjipak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/77063-gondol-motor-pelajar-turen-pipi-samot-pagelaran-bengkak-memerah</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Wajah samot atau sanjipak sepeda motor Selasa (5/2/2019) malam jadi samsak bogem mentah massa di Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Seminggu pemuda ini menggondol sepeda motor warga Turen. Bengkak pipi tersangka Rohmad Julianto als Juli (23) mengaku warga Dusun Sawahan RT10, Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Beruntung ia tidak berlebihan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Wajah samot atau sanjipak sepeda motor Selasa (5/2/2019) malam jadi samsak bogem mentah massa di Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Seminggu pemuda ini menggondol sepeda motor warga Turen.</p>
<p>Bengkak pipi tersangka Rohmad Julianto als Juli (23) mengaku warga Dusun Sawahan RT10, Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Beruntung ia tidak berlebihan dihajar massa saat diteriaki seorang warga.</p>
<p>Kamis (31/1/2019) atau nyaris seminggu lalu, tersangka meminjam sepeda motor Honda Beat N-2082-IT merah milik Ahmad Bahrudin Asrori (15) pelajar warga Jalan Pratu Subari RT10/RW03 Kelurahan Sedayu, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.</p>
<p><div id="attachment_77064" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190206-WA0022-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-77064" decoding="async" class="size-full wp-image-77064" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190206-WA0022-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Barang bukti " width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190206-WA0022-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190206-WA0022-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190206-WA0022-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190206-WA0022-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190206-WA0022-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-77064" class="wp-caption-text"><strong>Barang bukti</strong></p></div></p>
<p>Malam itu, pukul 22.00, tersangka bertemu korban di Kafe Asik-Asik, Dusun Bokor, Desa Pagedangan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Kepada korban, tersangka meminjam motor dengan alasan menjemput pacar di Pojok Dampit.</p>
<p>Ditunggu berjam-jam, tersangka tidak kunjung kembali. Nomor ponselnya pun tidak dapar dihubungi. Alhasil korban melapor ke Polsek Turen, Kamis malam. Penyelidikan dilaksanakan anggota Reskrim Polsek Turen namun tidak kunjung berbuah hasil.</p>
<p>Beruntung bapak korban dapat mencari keberadaan tersangka saat melewati jalan raya Sidorejo Pagelaran. Berhadapan tersangka, bapak korban menanyakan motor sang anak. Bukannya menjawab, tersangka justru kabur melarikan diri.</p>
<p>Bapak korban pun berteriak dan teriakan sekitar pukul 19.00, memancing perhatian warga sekitar. Sekejap saja, tersangka berhasil dihadang dan diamankan warga atau massa. Beruntung aksi main hakim sendiri itu mereda setelah datang anggota kepolisian.</p>
<p>Anggota Buru Sergap Polres Malang kemudian memboyong tersangka ke Polsek Turen guna pemeriksaan lebih lanjut. Lecet bengkak di wajah, tersangka juga mendapat perawatan medis.</p>
<p>&#8220;Kami sita barang bukti sepeda motor Honda Beat dan kini kami periksa keterangannya,&#8221; urai Kanit Reskrim Polsek Turen, Iptu Eko Hari Utomo MH kepada Memontum.com. <strong>(sos)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">77063</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Beli Satria FU Curian, 2 Warga Bantur Masuk Bui Polsek Turen</title>
		<link>https://memontum.com/beli-satria-fu-curian-2-warga-bantur-masuk-bui-polsek-turen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jan 2019 13:05:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 480]]></category>
		<category><![CDATA[Penadah]]></category>
		<category><![CDATA[polsek turen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/72820-beli-satria-fu-curian-2-warga-bantur-masuk-bui-polsek-turen</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Anggota Reskrim Polsek Turen berhasil meringkus tersangka penadah sepeda motor curian di wilayah Bantur, Jumat (11/1/2019) sore, anggota menyergap 2 tersangka, sekaligus menyita barang bukti. Dua tersangka yakni tersangka Hendri Purwanto (32) warga Dusun Bantur Timur dan Lukman (31) warga Dusun Jubel, Desa/Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Dalam pemeriksaan penyidik, 2 tersangka ngotot [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Anggota Reskrim Polsek Turen berhasil meringkus  tersangka penadah sepeda motor curian di wilayah Bantur, Jumat (11/1/2019) sore, anggota menyergap 2 tersangka, sekaligus menyita barang bukti. </p>
<p>Dua tersangka yakni tersangka Hendri Purwanto (32) warga Dusun Bantur Timur dan Lukman (31) warga Dusun Jubel, Desa/Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. </p>
<p>Dalam pemeriksaan penyidik, 2 tersangka ngotot membeli dari orang tak dikenal melalui media sosial Fesbuk. Namanya motor bodong atau tanpa surat kendaraan, tentu saja, kedua tersangka mengerti kondisi motor tak jelas asal usulnya itu. </p>
<p><div id="attachment_72821" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190112-WA0018-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-72821" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190112-WA0018-copy.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="BB : Barang bukti sepeda motor curian. (foto Humas Polres Malang)" width="650" height="400" class="size-full wp-image-72821" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190112-WA0018-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190112-WA0018-copy.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-72821" class="wp-caption-text"><strong>BB : Barang bukti sepeda motor curian. (foto Humas Polres Malang)</strong></p></div></p>
<p>Dalam penyergapan dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Turen, Iptu Hari Eko Utomo MH, anggota Reskrim menyita sepeda motor Suzuki Satria Fu hitam tanpa plat nopol. Motor disita dari rumah tersangka Hendrik. </p>
<p>Dijelaskan Iptu Hari Eko Utomo MH, motor itu bernopol asli B-6718-SLV. Motor tersebut hilang pada Kamis, 29 November 2018 pukul 14.15 di belakang rumah Leny Avida (42) warga Jalan Anggrek Putih RT26/RW08, Desa Sawahan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. </p>
<p>Waktu kejadian, pelaku curanmor masuk ke dalam rumah dan menggasak motor korban. Sebelumnya, pelaku merusak lebih dulu gembok pintu pagar rumah korban. </p>
<p>&#8220;Sejak dilaporkan korban, kami laksanakan penyelidikan terus menerus dan mendapat informasi motor FU ditawarkan di Bantur. Lalu kami cek, motor tersebut motor sesuai noka nosin motor milik korban,&#8221; urai Iptu Hari Eko Utomo MH. </p>
<p>Dari rumah Hendri dan pengakuannya, petugas meluncur ke rumah tersangka Lukman. Diperiksa itensif petugas, tersangka Lukman ngotot mengaku membeli murah Satria FU dari penawaran dalam media sosial Fesbuk. </p>
<p>Kini, dua tersangka meringkuk di sel Polsek Turen dan menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Keduanya diduga melanggar jeratan pasal 480 KUHP tentang tindak pidana penadahan barang hasil kejahatan.<strong> (sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">72820</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
