<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>polsek wongsorejo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polsek-wongsorejo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Aug 2020 15:03:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>polsek wongsorejo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Setubuhi Anak Dibawah Umur Tolak Diciduk Polisi</title>
		<link>https://memontum.com/setubuhi-anak-dibawah-umur-tolak-diciduk-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2020 15:03:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[asusila]]></category>
		<category><![CDATA[dibawah umur]]></category>
		<category><![CDATA[polsek wongsorejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/121389-setubuhi-anak-dibawah-umur-tolak-diciduk-polisi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Diduga melakukan persetubuhan anak dibawah. Tolak (28), warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Wongsorejo diciduk Unit Reskrim Polsek Wongsorejo. Sebut saja Mawar (9) yang masih tetangga pelaku, masih duduk di bangku kelas 3 di salah satu Sekolah Dasar (SD) di kecamatan tersebut mau melayani permintaan pelaku karena dipaksa. &#8220;Pelaku memaksa korban agar mau melayani [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi </strong>&#8211; Diduga melakukan persetubuhan anak dibawah. Tolak (28), warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Wongsorejo diciduk Unit Reskrim Polsek Wongsorejo.</p>
<p>Sebut saja Mawar (9) yang masih tetangga pelaku, masih duduk di bangku kelas 3 di salah satu Sekolah Dasar (SD) di kecamatan tersebut mau melayani permintaan pelaku karena dipaksa. &#8220;Pelaku memaksa korban agar mau melayani nafsunya di tengah sawah, yang berdekatan dengan permukiman warga,&#8221; ujar Kapolsek Wongsorejo, AKP Kusmin.</p>
<p>Menurut AKP Kusmin, terungkapnya kasus dugaan persetubuhan ini ketika warga memergoki pelaku sedang menarik tangan korban kemudian dibawa ke daerah persawahan.</p>
<p>&#8220;Kejadiannya pada hari Jum&#8217;at (31/7/2020) sekitar pukul 13.00 siang, saat itu saksi M melihat pelaku menarik tangan korban secara paksa. Kemudian korban dibawa ke area persawahan yang tidak jauh dari perkampungan penduduk,&#8221; terang Kapolsek Wongsorejo, Selasa (10/8/2020).</p>
<p>Setelah itu, lanjut AKP Kusmin, saksi melihat pelaku keluar dari area persawahan tanpa bersama dengan korban. Sekitar 15 menit kemudian korban baru keluar. Bahkan, saksi menaruh curiga ketika melihat korban jalannya tertatih-tatih. &#8220;Melihat kondisi korban, saksi memanggil korban dan diajak pulang,&#8221; bebernya.</p>
<p>Kemudian, kata nomor satu dijajaran Polsek Wongsorejo, sesampainya di rumah korban. Saksi menanyai korban dan korban mengaku kalau dirinya habis dipaksa melayani nafsu pelaku.</p>
<p>&#8220;Kepada saksi, korban mengaku kalau habis disetubuhi oleh tersangka saat diajak di persawahan itu,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Atas pengakuan tersebut, saksi langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wongsorejo. Dan pihaknya langsung merespon laporan tersebut dan membekuk pelaku. “korban itu hidup bersama neneknya. Dan kedua orang tua korban kerja diluar kota,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Lanjutnya, selain mengamankan terduga pelaku persetubuhan pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti berupa pakaian milik korban maupun milik pelaku.</p>
<p>&#8220;Saat ini tersangka kami amankan, dan menjalani pemeriksaan di Polsek Wongsorejo,&#8221; pungkasnya.<strong> (kur/mzm)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">121389</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Anaknya Dihajar Tanpa Sebab Orang Tua Korban Lapor Polisi</title>
		<link>https://memontum.com/anaknya-dihajar-tanpa-sebab-orang-tua-korban-lapor-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2020 13:26:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[polsek wongsorejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/113803-anaknya-dihajar-tanpa-sebab-orang-tua-korban-lapor-polisi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Saat patrol membangunkan orang sahur, tiba-tiba remaja di Banyuwangi dipukuli seseorang yang mengakibatkan luka robek kepala bagian belakang. Tidak terima anaknya dipukuli dan melihat luka di kepala anaknya, Misnari (65) orang tua korban, warga Dusun Karangbaru RT 05 RW 01, Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo melaporkan kasus pemukulan atas dugaan tindakan kekerasan ke [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Saat patrol membangunkan orang sahur, tiba-tiba remaja di Banyuwangi dipukuli seseorang yang mengakibatkan luka robek kepala bagian belakang.</p>
<p>Tidak terima anaknya dipukuli dan melihat luka di kepala anaknya, Misnari (65) orang tua korban, warga Dusun Karangbaru RT 05 RW 01, Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo melaporkan kasus pemukulan atas dugaan tindakan kekerasan ke Polsek Wongsorejo, Selasa (5/5/2020) siang.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-113804" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/IMG-20200505-WA0117-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/IMG-20200505-WA0117-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/IMG-20200505-WA0117-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/IMG-20200505-WA0117-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/IMG-20200505-WA0117-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/IMG-20200505-WA0117-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/IMG-20200505-WA0117-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Seperti biasa, ketika bulan suci Ramadan, banyak warga atau sekumpulan anak muda melakukan patrol untuk membangunkan orang yang tidur agar sahur. Sayangnya, aksi mulia Jauhari (18) ini dipandang sebelah mata oleh Krisna bersama kelompoknya yang masih tetangga korban, tanpa sebab memukuli korban.</p>
<p>&#8220;Setiap bulan suci Ramadan anak-anak muda dikampung saya selalu menggelar patrol untuk membangun orang agar sahur. Anak saya (Jauhari) saat itu bersama kawan-kawannya menggelar patroli tiba-tiba datang kelompoknya Krisna. Tahu-tahu memukuli anak saya,&#8221; ujar Misnari.</p>
<p>&#8220;Kejadiannya sekitar pada Selasa, pukul 02.00 dini hari,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Menurut Misnari, saat kepela anaknya dihajar pakai benda tumpul oleh Krisna, Jauhari sempat tersungkur, dan kepalanya bersimbah darah.</p>
<p>&#8220;Kepala bagian belakang Jauhari robek. Saya duga anak saya itu dipukul dengan benda tumpul,&#8221; beber Misnari.</p>
<p>Melihat kondisi anaknya yang luka parah, korban (Jauhari) diantar dua temannya Mathari dan Hariono, kedua anggota Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) yang juga tetangga korban melaporkan kasus ini ke Mapolsek Wongsorejo.</p>
<p>&#8220;Karena pelaku melakukan tindakan melawan hukum. Ya kasus ini saya laporkan ke penegak hukum, agar pelaku tidak semena-mena. Dan pelaku harus dihukum sesuai dengan perbuatannya,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara Kapolsek Wongsorejo AKP Kusmin melalui Aiptu Agus Suprayitno membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan warga Desa Alasbuluh.</p>
<p>&#8220;Benar ada laporan dugaan penganiayaan, dengan terlapor bernama Krisna,&#8221; kata Aiptu Agus Suprayitno saat dikonfirmasi wartawan.<br />
Lanjut Aiptu Agus Supriyanto atas laporan tersebut pihaknya akan memeriksa korban, saksi dan pelaku.</p>
<p>&#8220;Kita akan memanggil korban, saksi maupun pelaku untuk diperiksa. Selanjutnya akan dilakukan proses hukum,&#8221; pungkasnya. <strong>(kur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">113803</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemuda Pengangguran di Banyuwangi Cabuli Bocah Usia 7 Tahun</title>
		<link>https://memontum.com/pemuda-pengangguran-di-banyuwangi-cabuli-bocah-usia-7-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2020 08:43:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[asusila]]></category>
		<category><![CDATA[dibawah umur]]></category>
		<category><![CDATA[polsek wongsorejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/111743-pemuda-pengangguran-di-banyuwangi-cabuli-bocah-usia-7-tahun</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Diduga cabuli bunga (7) nama samaran, Firman (19) pemuda pengangguran asal Desa Wongsorejo, Kecamatan Wongsorejo diamankan Polisi. Aksi tidak senonoh yang dilakukan Firman dikamar korban dipergoki langsung oleh orang tua korban. Melihat kejadian itu, orang tua korban langsung murka dan melaporkannya ke Desa Wongsorejo. Mendapat laporan tersebut, perangkat desa bersama Babinsa Desa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Diduga cabuli bunga (7) nama samaran, Firman (19) pemuda pengangguran asal Desa Wongsorejo, Kecamatan Wongsorejo diamankan Polisi.</p>
<p>Aksi tidak senonoh yang dilakukan Firman dikamar korban dipergoki langsung oleh orang tua korban. Melihat kejadian itu, orang tua korban langsung murka dan melaporkannya ke Desa Wongsorejo.</p>
<div id="attachment_111744" style="width: 860px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-111744" decoding="async" class="size-full wp-image-111744" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Pemuda-Pengangguran-di-Banyuwangi-Cabuli-Bocah-Usia-7-Tahun.jpg?resize=740%2C392&#038;ssl=1" alt="Terduga pelaku pencabulan Firman di sel tahanan Mapolsek Wongsorejo. (ist)" width="740" height="392" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Pemuda-Pengangguran-di-Banyuwangi-Cabuli-Bocah-Usia-7-Tahun.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Pemuda-Pengangguran-di-Banyuwangi-Cabuli-Bocah-Usia-7-Tahun.jpg?resize=300%2C159&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Pemuda-Pengangguran-di-Banyuwangi-Cabuli-Bocah-Usia-7-Tahun.jpg?resize=768%2C407&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Pemuda-Pengangguran-di-Banyuwangi-Cabuli-Bocah-Usia-7-Tahun.jpg?resize=600%2C318&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Pemuda-Pengangguran-di-Banyuwangi-Cabuli-Bocah-Usia-7-Tahun.jpg?resize=200%2C106&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-111744" class="wp-caption-text">Terduga pelaku pencabulan Firman di sel tahanan Mapolsek Wongsorejo. (ist)</p></div>
<p>Mendapat laporan tersebut, perangkat desa bersama Babinsa Desa Wongsorejo, Guratno langsung mengamankan pelaku agar tidak terjadi amukan massa.</p>
<p>DD (39) orang tua korban mengatakan, kejadian sekitar pukul 09.00 pagi. Yang melihat kejadian itu istrinya yang kebetulan berada di rumah.</p>
<p>&#8220;Saya minta kepada penegak hukum agar mengukum pelaku seberat-beratnya,&#8221; ujarnya kepada Memontum.com.</p>
<p>Menurut DD, pelaku masih satu dusun, dan tidak bekerja. Setiap harinya dia hanya mondar-mandir dilingkungan ini.</p>
<p>&#8220;Dia (pelaku) masih satu dusun dengan saya, dia pemuda pengangguran,&#8221; katanya.</p>
<p>Kejadian tidak senonoh dan mengegerkan Desa Wongsorejo tersebut membuat gerah tokoh masyarakat setempat. Apalagi yang disetubuhi anak bau kencur yang masih berumur 7 tahun.</p>
<p>&#8220;Pelaku ini sangat mencoreng Desa Wongsorejo, dan saya meminta kepada penegak hukum agar mengukum seberat-beratnya pelaku itu,&#8221; ujar Ahmad Sabari dengan tegas.</p>
<p>Takut menjadi amukan massa, orang tua korban bersama pengkat Desa Wongsorejo didampingi Babinsa langsung membawa pelaku ke Polsek Wongsorejo agar diproses secara hukum.</p>
<p>&#8220;Orang tua korban melaporkan kasus ini ke Polsek Wongsorejo agar diproses secara hukum,&#8221; kata Babinsa Wongsorejo, Guratno.</p>
<p>Kapolsek Wongsorejo AKP Kusmin melalui Kanitreskrim Aiptu Bambang Edy Sumantri membenarkan adanya dugaan kasus pencabulan anak dibawah umur. Menurutnya, saat ini pihaknya masih memeriksa pelaku maupun korban untuk dimintai keterangan.</p>
<p>&#8220;Pelaku kami tahan untuk dua puluh hari kedepan. Dan pelaku ditahan di Mapolsek Wongsorejo,&#8221; kata Aiptu Bambang Sumantri. <strong>(kur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">111743</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dokter Gadungan Disergap Polsek Wongsorejo, Ngaku Bisa Sembuhkan Covid-19?</title>
		<link>https://memontum.com/dokter-gadungan-disergap-polsek-wongsorejo-ngaku-bisa-sembuhkan-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2020 10:54:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Gadungan]]></category>
		<category><![CDATA[polsek wongsorejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=111411</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Mengaku menjadi dokter dan bisa menyembuhkan segala penyakit, Ahmad alias Mulyono (45) warga Dusun Balak, Desa Balak, Kecamatan Songgon diamankan Polsek Wongsorejo. Terbongkarnya kedok dokter gadungan ini, tidak kunjung sembuhnya penyakit benjolan dan bernanah di payudara sebelah kiri Ulfa anak Yanti Aktovia (36) salah seorang warga Dusun Possumur, Desa Bengkak, Wongsorejo. Kapolsek [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Mengaku menjadi dokter dan bisa menyembuhkan segala penyakit, Ahmad alias Mulyono (45) warga Dusun Balak, Desa Balak, Kecamatan Songgon diamankan Polsek Wongsorejo. Terbongkarnya kedok dokter gadungan ini, tidak kunjung sembuhnya penyakit benjolan dan bernanah di payudara sebelah kiri Ulfa anak Yanti Aktovia (36) salah seorang warga Dusun Possumur, Desa Bengkak, Wongsorejo.</p>
<p>Kapolsek Wongsorejo AKP Kusmin melalui Kanitreskrim Aiptu Bambang Edy Sumantri mengatakan, kedatangan tersangka Ahmad dirumah Yanti, setelah berkenalan dengan suami Yanti Oktavia. Kepada keluarga Yanti Oktavia tersangka mengaku seorang dokter dan mampu menyembuhkan segala penyakit.</p>
<div id="attachment_111413" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-111413" decoding="async" class="size-full wp-image-111413" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200408-WA0083-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Tersangka Ahmad saat diamankan anggota unit Reskrim Polsek Wongsorejo di rumah korban. (kur) " width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200408-WA0083-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200408-WA0083-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200408-WA0083-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200408-WA0083-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-111413" class="wp-caption-text">Tersangka Ahmad saat diamankan anggota unit Reskrim Polsek Wongsorejo di rumah korban. (kur)</p></div>
<p>&#8220;Tersangka diduga melakukan tindak pidana penipuan, dengan berdalih menjadi seorang dokter untuk melakukan penipuan terhadap korban yang memiliki penyakit dibagian bahunya,&#8221; ujar Aiptu Bambang Sumantri, Rabu (08/04/2020) siang.</p>
<p>Tersangka Ahmad kata Aiptu Bambang orang yang baru dikenal oleh keluarga korban. Saat berkenalan dengan suami korban, tersangka mengaku seorang dokter yang mampu menyembuhkan segala penyakit, dan mampu menyembuhkan benjolan dan bernanah yang diderita korban.</p>
<p>&#8220;Ngakunya, tersangka ini bisa menyembuhkan benjolan dibagian payudara sebelah kiri korban. Untuk menyembuhkan penyakit itu korban meminta uang sebesar Rp 20 juta,&#8221; terang Kanitreskrim Polsek Wongsorejo.</p>
<p>Setelah itu lanjut Aiptu Bambang tersangka mulai mengobati korban, usai memeriksa dan mengobati korban, tersangka memberikan obat berupa pil bulat berwarna coklat sebanyak 10 butir, 2 butir kapsul warna hijau serta obat cair untuk diminum.</p>
<p>&#8220;Obat yang diberikan oleh tersangka ini tidak ada hasilnya, dan korban tidak kunjung sembuh. Apalagi setiap datang ke korban, tersangka selalu meminta sejumlah uang,&#8221; kata Aiptu Bambang Sumantri.</p>
<p>Merasa dirugikan, dan janji bisa menyembuhkan penyakit namun tidak ada hasilnya sama sekali. Korban langsung mengadu ke tetangganya, oleh tetangganya diteruskan ke Polsek Wongsorejo.</p>
<p>&#8220;Saat tersangka datang kerumah korban yang akan memeriksa penyakit korban kami langsung bergerak dan mengamankan tersangka,&#8221; bebernya.</p>
<p>Dari penangkapan terduga dokter Gadungan tersebut, Reskrim Polsek Wongsorejo berhasil mengamankan barang bukti berupa, obat cair, sejumlah uang, dan beberapa pil berukuran kecil.</p>
<p>&#8220;Obat-obat ini akan kami koordinasikan dengan balai POM, dan Laboratorium Forensik,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Hingga berita ini ditulis, tersangka Ahmad yang diduga sebagai dokter gadungan masih dalam pemeriksaan Reskrim Polsek Wongsorejo.<strong> (kur/tut/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">111411</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Usai Mancing, Makan Ikan Buntal, 3 Warga Banyuwangi Tewas, Pasutri dan Mertua Jadi Korban</title>
		<link>https://memontum.com/usai-mancing-makan-ikan-buntal-3-warga-banyuwangi-tewas-pasutri-dan-mertua-jadi-korban</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2020 13:30:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ikan Buntal]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[polsek wongsorejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/108283-usai-mancing-makan-ikan-buntal-3-warga-banyuwangi-tewas-pasutri-dan-mertua-jadi-korban</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Konsumsi ikan buntal sepasang suami istri dan ibu mertua, warga Dusun Krajan II, Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo tewas, Selasa (10/03/2020) pagi. Ahmad Saifullah, kerabat korban mengatakan, korban merupakan sepasang suami istri dan ibu mertuanya meninggal dunia setelah mengkonsumsi ikan buntal hasil memancing di laut. Menurut Saifullah, setelah mendapat ikan buntal, ikan tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Konsumsi ikan buntal sepasang suami istri dan ibu mertua, warga Dusun Krajan II, Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo tewas, Selasa (10/03/2020) pagi.</p>
<p>Ahmad Saifullah, kerabat korban mengatakan, korban merupakan sepasang suami istri dan ibu mertuanya meninggal dunia setelah mengkonsumsi ikan buntal hasil memancing di laut.</p>
<p>Menurut Saifullah, setelah mendapat ikan buntal, ikan tersebut dimasak dengan bumbu santan.</p>
<p>&#8220;Kabar yang saya dalat, pada Senin kemarin, setelah mendapat ikan hasil mencing langsung dimasak dengan kuah santan. Pada hari Selasanya ikan sudah dimasak itu dipanasi, dan dimakan telur dan hatinya. Padahal hari dan telur ikan buntal itu mengandung racun,&#8221; ujar Saifullah kepada sejumlah wartawan, Selasa (10/03/2010) di rumah duka.</p>
<p>Tiga korban tersebut, yakni Muhlis Hartono (65), dan Dewi Ambarwati (50), dan Siti Absyah (80), warga Dusun Krajan II, Desa Alas Buluh, Kecamatan Wongsorejo.</p>
<p>Kapolsek Wongsorejo, AKP Kusmin membenarkan adanya tiga orang meninggal dunia yang diduga akibat mengkonsumsi ikan buntal. Menurutnya, Muhlis dan istrinya, Dewi, dimakamkan di TPU Desa Alas Buluh. Sementara mertuanya dimakamkan di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah.</p>
<p>&#8220;Siti Absyah dibawa ke Bakungan atas permintaan keluarga,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara, Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin SIK menjelaskan, para korban sempat dibawa berobat ke Puskesmas Wongsorejo. Tapi nyawanya tetap tak tertolong.</p>
<p>&#8220;Langkah &#8211; langkah kepolisian telah melakukan visum et repertum. Hasilnya menguatkan dugaan meninggal dunia akibat keracunan ikan,&#8221; ungkap Kapolresta.</p>
<p>Aparat juga mengamankan sisa ikan buntal yang dimasak kuah santan. Barang bukti itu dibawa untuk dilakukan uji laboratorium.</p>
<p>Sekedar diketahui, kronologis kejadian tersebut bermula saat Muhlis pulang dari memancing dan membawa sejumlah ikan. Sekitar pukul 12.30, satu keluarga tersebut didapati tergeletak lemas akibat muntah-muntah.</p>
<p>Setelah itu, ketiganya dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Namun, belum sempat tertolong, ketiganya sudah menghembuskan nafas terakhirnya. <strong>(ras/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">108283</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ngeri, Kakak Ipar Kapak Kepala Adik Ipar</title>
		<link>https://memontum.com/ngeri-kakak-ipar-kapak-kepala-adik-ipar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Nov 2019 11:35:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[polsek wongsorejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100795-ngeri-kakak-ipar-kapak-kepala-adik-ipar</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Sungguh tragis nasib Asminto (62) warga Dusun Pancoran, Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo harus dilarikan ke RSUD Blambangan gara-gara dipukul kapak SP saat membenahi genteng atap rumah tetangga, Jumat (29/11/2019) siang. Sarina (42) istri korban mengaku terkejut mendengar suaminya terkapar dengan luka di bagian kepala, leher dan punggung. &#8220;Kejadiannya sekitar pukul 06.00 pagi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Sungguh tragis nasib Asminto (62) warga Dusun Pancoran, Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo harus dilarikan ke RSUD Blambangan gara-gara dipukul kapak SP saat membenahi genteng atap rumah tetangga, Jumat (29/11/2019) siang.</p>
<p>Sarina (42) istri korban mengaku terkejut mendengar suaminya terkapar dengan luka di bagian kepala, leher dan punggung.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-100797" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191129-WA0215-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191129-WA0215-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191129-WA0215-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191129-WA0215-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191129-WA0215-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Kejadiannya sekitar pukul 06.00 pagi. Saat itu suami saya ikut kerja bakti menurunkan genteng atap rumah tetannga saya,&#8221; ujar Sarina saat menunggu suaminya di RSUD Blambangan.</p>
<p>Sarina mengaku, saat kejadian dirinya tidak tahu, saat itu sedang berada di rumahnya. Dirinya mendengar kabar dari tetangganya kalau suaminya mengalami luka-luka cukup serius setelah dikapak SP. Terima kabar yang tidak mengenakkan tersebut, Sarina langsung bergegas menuju ke tempat terjadinya perkara.</p>
<p>&#8220;Sesampai di lokasi, warga sudah berkerumun, dan saya melihat kondisi suami saya yang tidak sadarkan diri, dengan penuh darah,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Menurut Sarina, saat itu SP dan korban sedang kerja bakti, keduanya sama-sama berada di atap rumah tetangganya untuk membetulkan genteng. Entah apa Pemicunya, tiba-tiba SP berbuat keji terhadap suaminya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-100796" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191129-WA0216-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191129-WA0216-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191129-WA0216-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191129-WA0216-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191129-WA0216-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Padahal, lanjut Sarina SP itu bukan orang lain. Melainkan istri dari kakak kandungnya sendiri, dan bukan orang lain.</p>
<p>&#8220;Kok tega dia berbuat seperti itu kepada suami saya, saya ini adiknya SP,&#8221; ucap Sarina.</p>
<p>Sarina menceritakan, beberapa hari sebelum terjadi insiden tersebut, antara SP dan korban tidak tegur sapa. Dan saat bertatap muka juga saling buang muka. Dan masalah ini, Sarina pernah mengungkapkan ke istri SP, namun istri SP juga tidak tahu permasalahan tersebut.</p>
<p>&#8220;Saya pernah menanyakan ke istri SP, ada permasalahan apa antara SP dengan suami saya. Kakak saya cuma menjawab tidak tahu,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Terpisah, Kapolsek Wongsorejo Iptu Kusmin membenarkan adanya kejadian pemukulan mempergunakan kapak.</p>
<p>&#8220;Benar, kejadiannya pagi,&#8221; kata Iptu Kusmin.</p>
<p>Lanjut Iptu Kusmin pihaknya masih belum tahu secara pasti permasalahannya. Dari keterangan yang diperoleh, saat itu keduanya sedang kerja bakti membetulkan atap tetangganya.</p>
<p>&#8220;Informasi yang kami dapat, keduanya ikut kerja banti membetulkan atap genteng rumah tetangganya,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dari laporan warga, kata Iptu Kusmin pihaknya sudah mengamankan SP dan langsung membawanya ke Mapolresta Banyuwangi untuk menjalani pemeriksaan.</p>
<p>&#8220;Kalau informasi yang kami dapat korban tahu-tahu di bacok. Kemungkinan ada dendam atau apa, sehingga melampiaskan di tempat itu. Dan korban langsung dilarikan ke RSUD Blambangan agar mendapat perawatan secara medis,&#8221; pungkas Kapolsek Wongsorejo, Iptu Kusmin.<strong> (ras/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100795</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rampok Gagal, Kepala Korban Dikepruk Kursi</title>
		<link>https://memontum.com/rampok-gagal-kepala-korban-dikepruk-kursi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Sep 2018 16:22:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[polsek wongsorejo]]></category>
		<category><![CDATA[rampok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/54624-rampok-gagal-kepala-korban-dikepruk-kursi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pertahankan perhiasan yang dipakai jadi incaran perampok, Romsia (45) perempuan tengah baya kepalanya dikepruk kursi oleh perampok hingga pingsan, dan kepala bercucuran darah. Kejadian yang menggegerkan warga Lingkungan Keramasan, Dusun Kebunrejo Rt.01 Rw. 01 Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Rabu (5/9/2018)siang, sekitar pukul 12.30 Wib. Menurut keterangan warga setempat, saat itu korban tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pertahankan perhiasan yang dipakai  jadi incaran perampok, Romsia (45) perempuan tengah baya kepalanya dikepruk kursi oleh perampok hingga pingsan, dan kepala bercucuran darah. Kejadian yang menggegerkan warga   Lingkungan Keramasan, Dusun Kebunrejo Rt.01 Rw. 01 Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo,  Rabu (5/9/2018)siang,  sekitar pukul 12.30 Wib. </p>
<p>Menurut keterangan warga setempat, saat itu korban tidak menaruh curiga kedatangan dua orang   yang mengaku akan membeli rumah. Namun setelah itu, dua orang tersebut hendak mengambil perhiasan yang  dipakainya, dan korban mempertahankan, karena tidak bisa mengambil perhiasan tersebut, pelaku memukul kepala korban. Dan pelaku berhasil menggondol 2 HP milik korban.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/hukrim.memontum.com/wp-content/uploads/sites/2/2018/09/IMG-20180905-WA0051-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-19250" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Romsia (korban) dipukul kursi, hingga kepalanya terluka, dan mengeluarkan darah, dan saat kejadian Rasidi (suami korban) tidak ada ditempat,&#8221;terangnya.</p>
<p>Mendengar adanya perampokan, warga setempat langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wongsorejo. Tidak lama berselang, rombongan Rerkrim Polsek Wongsorejo tiba di tempat kejadian.</p>
<p>Diungkapkan Kanit Reskrim Polsek Wongsorejo, Ipda Siswanto, diduga pelaku sudah mengetahui seluk beluk rumah korban.</p>
<p>&#8220;Dugaan kami, pelaku sudah mengetahui, jika siang hari suami korban tidak ada dirumah, sehingga dia (pelaku) melaksanakan aksinya di siang hari,&#8221;ujar Ipda Siswanto.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">54624</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dituduh Berilmu Santet, Mattawi di Sumpah Pocong</title>
		<link>https://memontum.com/dituduh-berilmu-santet-mattawi-di-sumpah-pocong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Aug 2018 12:26:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[polsek wongsorejo]]></category>
		<category><![CDATA[Santet]]></category>
		<category><![CDATA[Sumpah Pocong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/51638-dituduh-berilmu-santet-mattawi-di-sumpah-pocong</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Dituduh memiliki ilmu sihir atau dukun santet, Mattawi (56) warga Dusun Magelang, Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo turuti tantangan tetangganya untuk di sumpah pocong, bertempat di Masjid Nurul Jannah, Rabu (15/8/2018) siang. Mendengar adanya sumpah pocong tersebut, masjid Nurul Jannah langsung dibanjiri warga Desa Watukebo dan warga desa lainnya ingin melihat secara langsung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Dituduh memiliki ilmu sihir atau dukun santet, Mattawi (56) warga Dusun Magelang, Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo turuti tantangan tetangganya untuk di sumpah pocong, bertempat di Masjid Nurul Jannah, Rabu (15/8/2018) siang.</p>
<p>Mendengar adanya sumpah pocong tersebut,  masjid Nurul Jannah langsung  dibanjiri warga Desa Watukebo dan warga desa lainnya ingin melihat secara langsung  prosesi sumpah pocong tersebut.</p>
<p>Aksi desak-desakan warga yang ingin melihat maupun mengabadikan sumpah pocong inipun terjadi.<br />
Sumpah pocong yang dipimpin oleh Rois Syuriah Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Wongsorejo, KH. Hayatuk Ihsan, dan diamankan oleh Polsek Wongsorejo berjalan dengan cukup kondusif.</p>
<p>Sebelum acara dimulai, Mattawi tampak berbaring di atas kain kafan warna putih, setelah itu, petugas membungkus tubuh Mattawi dengan lain kafan tersebut, kayaknya mengkafani jenazah.</p>
<p>Setelah itu, prosesi sumpah pocong tersebut dimulai, Mattawi menirukan sumpah pocong  dibawah Al-Qur&#8217;an yang dipandu oleh KH. Hayatuk Ihsan.</p>
<p>Usai menjalani sumpah pocong, yang bersangkutan langsung menuju balai Desa menandatangani surat pernyataan yang isinya dirinya tidak memiliki ilmu sihir atau dukun santet. Seperti yang dituduhkan kepada dirinya oleh tetangganya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">51638</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nenek Saminem Nemu Bayi di Pinggir Hutan</title>
		<link>https://memontum.com/nenek-saminem-nemu-bayi-di-pinggir-hutan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jul 2018 17:47:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[bayi dibuang]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan bayi]]></category>
		<category><![CDATA[polsek wongsorejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/47522-nenek-saminem-nemu-bayi-di-pinggir-hutan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Hendak berkebun, Saminem (60) warga Dusun Pringgodani, Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo temukan bayi, berjenis kelamin perempuan di pinggir hutan, Senin (16/7/2018) Saat itu, Saminen hendak berkebun yang letaknya dipinggir hutan, saat melangkah menuju kebun, tiba-tiba dikejutkan suara bayi yang sedang menangis. Perempuan tengah baya tersebut lantas berhenti, mencari suara bayi yang sedang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi </strong>&#8211; Hendak berkebun, Saminem (60) warga Dusun Pringgodani, Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo temukan bayi, berjenis kelamin perempuan di pinggir hutan, Senin (16/7/2018)</p>
<p>Saat itu, Saminen hendak berkebun yang letaknya dipinggir hutan, saat melangkah menuju kebun, tiba-tiba dikejutkan suara bayi yang sedang menangis. Perempuan tengah baya tersebut lantas berhenti, mencari suara bayi yang sedang menangis tersebut.</p>
<div id="attachment_47525" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-47525" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180716-WA0089-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="Bayi Berjenis Kelamin perempuan tergeletak di pinggir jalan, saat ditemukan Saminem warga Dusun Pringgodani" width="650" height="333" class="size-full wp-image-47525" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180716-WA0089-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180716-WA0089-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-47525" class="wp-caption-text"><em>Bayi Berjenis Kelamin perempuan tergeletak di pinggir jalan, saat ditemukan Saminem warga Dusun Pringgodani</em></p></div>
<p>&#8220;Kebetulan saat itu Bu Saminen hendak berkebun, tiba-tiba dikejutkan suara bayi yang sedang menangis, lantas Bu Saminen mencari suara bayi tersebut, dan menemukan bayi berjenis kelamin perempuan yang diletakkan dipinggir jalan,&#8221;ujar Kapolsek Wongsorejo, Iptu Kusmin.</p>
<p>Menurut Kapolsek Wongsorejo, bayi berjenis kelamin perempuan yang ditemukan oleh warga kecamatan Wongsorejo tersebut, saat ditemukan dibungkus dengan kain handuk,&#8221;paparnya.</p>
<p>Oleh Saminem, bayi perempuan tersebut, saksi langsung memberi tahu Sadi (27) warga setempat, oleh Sadi dan Saminem, bayi berjenis kelamin perempuan itu langsung dibawa ke rumah Kepala Dusun Pringgodani, Sugiyanto. Dirumah Kadus Pringgodani ini, bayi tersebut langsung dibersihkan dan dibuatkan susu, lantas Kadus melaporkan kasus penemuan bayi ini ke Polsek Wongsorejo.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">47522</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
