<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>polsekta blimbing &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polsekta-blimbing/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Nov 2020 14:30:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>polsekta blimbing &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Juru Langsir PT KAI Diduga Bunuh Diri, Tewas Dilindas KA Tawang Alun</title>
		<link>https://memontum.com/juru-langsir-pt-kai-diduga-bunuh-diri-tewas-dilindas-ka-tawang-alun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2020 14:30:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[Olah TKP]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta blimbing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=127856</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pegawai PT KAI Unit OPS Juru Langsir, Suryo AP (30) warga Jl Cisadane, Kepanjen Kidul, Blitar, Rabu (18/11/2020) pukul 16.10 WIB, ditemukan tewas Rel KA Lintasan 68 lambung 47 (depan Lapas Lowokwaru) Jl Letjend Sutoyo RT 11/ RW 01 Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Tubuhnya terlindas Kereta Api (KA) Tawang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pegawai PT KAI Unit OPS Juru Langsir, Suryo AP (30) warga Jl Cisadane, Kepanjen Kidul, Blitar, Rabu (18/11/2020) pukul 16.10 WIB, ditemukan tewas Rel KA Lintasan 68 lambung 47 (depan Lapas Lowokwaru) Jl Letjend Sutoyo RT 11/ RW 01 Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.</p>
<p>Tubuhnya terlindas Kereta Api (KA) Tawang Alun jurusan Malang-Banyuwangi. Akibatnya korban tewas di lokasi dengan tangan kiri dan kepala lepas dari badan. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Blimbing hingga jenazah korban dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa sebelum kejadian Andreas (61) dan Tutik (58), istrinya sedang bersantai di sekitar lokasi kejadian. Saat itu keduanya melihat korban berjalan menyusuri jalanan rel KA.</p>
<p>Saat KA Tawang Alun melaju dari selatan (Stasiun Malang) mengarah ke utara, korban terlihat berdiri di tengah rel. Saat jaraknya semakin dekat, korban bukannya menghindar malah tengkurap di tengah rel. &#8220;Korban malah tengkurap di tengah rel saat kereta api semakin dekat,&#8221; ujar Tutik.</p>
<p>Akibatnya korban pun terlindas kereta api hingga tangan kiri dan kepalanya terlepas dari badan. Kereta api sempat berhenti dan masinisnya sempat turun. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.</p>
<p>Kejadian ini mengundang perhatian warga sekitar hingga memadati lokasi kejadian. Petugas Polsekta Blimbing dan petugas Polresta Malang Kota mendatangi lokasi kejadian segera melakukan olah TKP dan penyelidikan. Saat itu di tubuh korban ditemukan HT dan HP serta Order Langsir Stasiun Besar Malang diduga Korban turun piket.</p>
<p>Kapolsekta Blimbing, Kompol Hery W Widodo saat dikonfirmasi Memontum.com membenarkan adanya kejadian ini. &#8220;Kami masih melakukan penyelidikan. Dari keterangan saksi, bahwa diduga korban sengaja jalan kaki menyusuri rel kereta api untuk mengakhiri hidupnya. Jenazahnya saat ini sudah dibawa ke.kamar jenazah RSSA Malang,&#8221; ujar Kompol Hery. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127856</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nyamar Jadi Teknisi CCTV, Beraksi di Perumahan Elit</title>
		<link>https://memontum.com/nyamar-jadi-teknisi-cctv-beraksi-di-perumahan-elit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2020 14:56:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta blimbing]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Blimbing Indah]]></category>
		<category><![CDATA[teknisi cctv]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126788</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Selalu berhati-hati terhadap banyaknya modus kejahatan. Jangan sekali-kali membiarkan orang asing tak dikenal masuk ke dalam rumah. Meskipun mengaku atas suruhan pemilik rumah, sebaiknya lakukan konfirmasi terlebih dahulu kebenarannya. Kali ini pelaku kejahatan beraksi di rumah Deka Ramanta (31) warga Pondok Blimbing Indah C 7 No. 7 RT 5 RW 5 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Selalu berhati-hati terhadap banyaknya modus kejahatan. Jangan sekali-kali membiarkan orang asing tak dikenal masuk ke dalam rumah. Meskipun mengaku atas suruhan pemilik rumah, sebaiknya lakukan konfirmasi terlebih dahulu kebenarannya.</p>
<p>Kali ini pelaku kejahatan beraksi di rumah Deka Ramanta (31) warga Pondok Blimbing Indah C 7 No. 7 RT 5 RW 5 Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing, Kota Malang.</p>
<p>Pelaku mengaku teknisi CCTV memperdayai pembantu korban pada, Jumat (30/10/2020) pukul 09.00 WIB. Dalam aksinya itu pelaku membobol kamar korban dan berhasil mencuri uang Rp 15 juta.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa saat kejadian Deka sedang berada di Lumajang. Pagi itu saat pembantu korban sedang membersihkan halaman depan rumah. Datang dua pelaku mengendarai motor Honda Vario.</p>
<p>Salah satu pelaku kemudian mengatakan bahwa dirinya akan memasang CCTV. Saat dijawab kalau di rumah sudah ada CCTV, pelaku kemudian mengaku atas perintah atas perintah pemilik rumah.</p>
<p>Bahkan pelaku menelphon seseorang yang berpura-pura sebagai pemilik rumah. Tentunya hal itu adalah akal-akalan pelaku untuk mengelabui pembantu korban. Pelaku cukup pintar berkomunikasi hingga pembantu korban percaya.</p>
<p>Selanjutnya satu pelaku mengajak pembantu korban ke lantai dua rumah dengan alasan pengukuran pemasangan CCTV. Sedangkan satu pelaku menunggu di lantai satu.</p>
<p>Saat di lantai dua, pelaku terus menyibukan pembantu korban memintanya memegangkan meteran. Diduga saat itu pelaku yang berada di lantai satu melakukan aksinya masuk ke dalam kamar korban. Pelaku kemudian mencongkel almari hingga berhasil mencuri uang Rp 15 juta.</p>
<p>Pembantu korban sempat mendengar suara gaduh hingga berencana turun. Namun saat itu dicegah oleh pelaku sambil mengatakan kalau ada pemasangan CCTV di lantai satu.</p>
<p>Sukses melakukan aksinya, pelaku yang berada di lantai satu memanggil temannya yang berada di lantai dua. Selanjutnya kedua pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi. Tak lama kemudian, pembantu korban melihat pintu kamar terbuka ada bengkas congkelan. Almari milik korban sudah terbuka.</p>
<p>Karena ada yang tidak beres, kejadian ini selanjutnya dilaporkan kepada korban. Saat korban pulang segera dilakukan pengecekan hingga diketahui kalau uang Rp 15 juta miliknya yang berada di dalam almari telah hilang.</p>
<p>Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Blimbing sekitar pukul 17.00. Hingga Minggu (1/11) petugas masih terus melakukan penyelidikan untuk menangkap pelakunya. &#8220;Kami masih terus melakukan penyelidikan,&#8221; ujar Kapolsekta Blimbing Kompol Hery W Widodo. <strong>(gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126788</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berawal Nongkrong di Warung Kopi, Warga Kedawung Dibacok</title>
		<link>https://memontum.com/berawal-nongkrong-di-warung-kopi-warga-kedawung-dibacok</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2020 13:09:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Blimbing]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta blimbing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=125957</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Purnomo (55) warga Jl Kedawung I, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang hingga Minggu (18/10/2020) siang, masih merasakan sakit akibat luka bacok di tangan kanannya. Luka itu akibat bacokan clurit yang dilakukan oleh Joko alias Yoko, alamat tidak diketahui, saat berada di Jl Karya Timur, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Purnomo (55) warga Jl Kedawung I, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang hingga Minggu (18/10/2020) siang, masih merasakan sakit akibat luka bacok di tangan kanannya.</p>
<p>Luka itu akibat bacokan clurit yang dilakukan oleh Joko alias Yoko, alamat tidak diketahui, saat berada di Jl Karya Timur, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (15/10/2020) siang.</p>
<p>Kasus penganiayaan ini sudah dilaporkan ke Polsekta Blimbing pada Jumat (16/10/2020) pagi. Hingga saat ini petugas masih melakukan pencarian terhadap Yoko. Sebab pasca kejadian, Yoko menghilang dan alamat rumahnya juga tidak jelas.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa sebelum kejadian, Purnomo dan Yoko berada di warung kopi yang sama di Jl Karya Timur. Saat itu Yoko terlihat terus memandangi Purnomo dengan tatapan sinis. Karena merasa risih terus dipandang, Purnomo pun mencoba menegurnya dengan sopan.</p>
<p>Namun hal itu malah membuat Yoko emosi hingga sempat terjadi adu mulut. Karena situasi memanas, kejadian itu pun dilerai oleh teman-temannya. Usai kejadian itu Purnomo tetap di warung kopi sedangkan Yoko memilih untuk pergi.</p>
<p>Yoko pergi dengan perasaan emosi hingga menunggu Purnomo di luar warung kopi. Saat Purnomo pulang mengendarai motornya, tiba-tiba dipepet oleh Yoko yang juga mengendarai motor.</p>
<p>Tanpa banyak kata, Yoko menyabetkan cluritnya hingga mengenai lengan kanan Purnomo. Usai melakukan pembacokan, Yoko langsung tancap gas pergi meninggalkan lokasi. Sementara itu Purnomo pergi ke klinik untuk mengobatkan lukanya dan melapor ke Polsekta Blimbing.</p>
<p>Kapolsekta Blimbing Kompol Hery W Widodo membenarkan adanya kejadian itu. &#8220;Kami masih melakukan penyelidikan. Saat ini pelaku masih dalam pengejaran. Tempat tinggalnya tidak tetap. Kami akan terus melakukan pencarian,&#8221; ujar Kompol Hery Widodo saat dikonfirmasi Memontum.com pada Minggu malam. <strong>(gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">125957</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satroni Polehan, Residivis Maling HP Babak Belur</title>
		<link>https://memontum.com/satroni-polehan-residivis-maling-hp-babak-belur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2020 13:05:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Maling Hp]]></category>
		<category><![CDATA[Polehan]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta blimbing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=123451</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pelaku pencurian HP, Abdul Rocman (22) warga Jl Muharto Gang V B, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, Sabtu (5/9/2020) pukul 09.00, babak belur dihajar massa. Residivis kasus pencurian yang baru bebas dari penjara Juni 2020 ini kembali berulah mencuri HP Redmi Note V, milik Sukur Mulyadi (46) di kawasan Jl [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pelaku pencurian HP, Abdul Rocman (22) warga Jl Muharto Gang V B, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, Sabtu (5/9/2020) pukul 09.00, babak belur dihajar massa. Residivis kasus pencurian yang baru bebas dari penjara Juni 2020 ini kembali berulah mencuri HP Redmi Note V, milik Sukur Mulyadi (46) di kawasan Jl Werkudoro, RT 02/RW 02, Kelurahan Polehan, Kota Malang.</p>
<p>Dalam aksinya itu, Rachman berhasil ditangkap warga sekitar hingga sempat merasakan beberapa bogem mentah mendarat di wajahnya. Saat ini, Rochman masih meringkuk dibalik jeruji besi Polsekta Blimbing. Petugas sendiri masih terus melakukan pengembangan karena selain melaukan pencurian, Rochman juga melakukan penjambretan di beberapa lokasi di Kota Malang.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa sebelum kejadian pagi itu, Rocman dan FR, DPO beraksi di Jl Werkudoro. Rochman kemudian melihat rumah korban dalam kondisi terbuka. Rochman pun kemudian menyelinap masuk dan mencuri HP Redmi yang berada di atas salon ruang tamu rumah.</p>
<p>Setelah berhasil menguasai ponsel tersebut, Rochman bergegas keluar. Namun saat itu korban mengetahuinya dan meneriaki pelaku. &#8220;Saya kejar. Saya tanya ngapain kamu. HP saya kemudian dibuang,&#8221; ujar Mulyadi.</p>
<p>Korban kemudian dibantu warga lainnya mengejar pelaku hingga berhasil menangkap Rocman. Sedangkan satu pelaku lainnya berinisial FR kabur. Rekaman penangkapan Rochman ini sempat di posting di media sosial Facebook. Rocman sempat dibawa ke Polsekta Kedungkandang. Namun karena lokasi kejadiannya di kawasan Blimbing, Rochman kemudian dilimpahkan ke Polsekta Blimbing.</p>
<p>Ternyata sebelum melakukan pencurian di Jl Werkudoro, Rochman juga telah melakukan aksi penjambretan HP Redmi 4A di kawasan Velodrom Kedungkandang. Selain itu Rochman juga terlibat beberapa aksi penjambretan lainnya di Kota Malang, usai keluar penjara Juni 2020. Saat ini Rocman masih dalam pengembangan petugas Polsekta Blimbing.</p>
<p>Kapolsekta Blimbing Kompol Hery W Widodo saat dikonfirmasi Memontum.com, membenarkan bahwa pihaknya masih melakukan pengembangan. &#8220;Kami masih melakukan pengembangan,&#8221; ujar Kompol Hery. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123451</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Usai Kirim Motor, Sopir Truk Tewas Mendadak</title>
		<link>https://memontum.com/usai-kirim-motor-sopir-truk-tewas-mendadak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2020 10:06:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal mendadak]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta blimbing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/118498-usai-kirim-motor-sopir-truk-tewas-mendadak</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sarki (41) sopir truk, warga Cikampung, Kecamatan Sesong, Kabupaten Cirebon, Senin (6/7/2020) pukul 07.20, ditemukan tewas di dalam truknya yang sedang di parkir di Jl Tenaga Baru I, Kelurahan Blimbing, Kota Malang. Informasi Memontum.com bahwa Sarki berangkat dari Jakarta mengirim motor di gudang MPM Malang. Bongkar muat sudah dilakukan pada Sabtu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sarki (41) sopir truk, warga Cikampung, Kecamatan Sesong, Kabupaten Cirebon, Senin (6/7/2020) pukul 07.20, ditemukan tewas di dalam truknya yang sedang di parkir di Jl Tenaga Baru I, Kelurahan Blimbing, Kota Malang.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa Sarki berangkat dari Jakarta mengirim motor di gudang MPM Malang. Bongkar muat sudah dilakukan pada Sabtu (4/7/2020) malam. Nampaknya Sarki tidak langsung kembali ke Jakarta melainkan memilih untuk istirahat di Kota Malang.</p>
<div id="attachment_118500" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-118500" decoding="async" class="size-full wp-image-118500" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200706-WA0182-copy.jpg?resize=740%2C555&#038;ssl=1" alt="Jenazah Sarki saat akan dievakuasi. (ist)" width="740" height="555" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200706-WA0182-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200706-WA0182-copy.jpg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200706-WA0182-copy.jpg?resize=600%2C450&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200706-WA0182-copy.jpg?resize=200%2C150&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-118500" class="wp-caption-text">Jenazah Sarki saat akan dievakuasi. (ist)</p></div>
<p>Pada Minggu (5/7/2020) pukul 17.00, dia memarkir truknya di Jl Tenaga dia kemudian membeli makan di warung milik Yusak (53) yang berada tak jauh dari lokasi parkir. Saat itu, Sarki sempat bercerita kalau kurang enak badan.</p>
<p>Usai mengeluhkan sakit, Sarki kemudian menuju ke truknya untuk istirahat tidur. Pada Senin (6/7/2020) pukul 06.30, Yusak melihat bahwa truk yang disopiri Sarki masih berada di lokasi. Saat Yusak melihat ke dalam truk, terlihat Sarki masih seperti tertidur.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-118499" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200706-WA0181-copy.jpg?resize=740%2C359&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="359" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200706-WA0181-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200706-WA0181-copy.jpg?resize=300%2C146&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200706-WA0181-copy.jpg?resize=600%2C291&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200706-WA0181-copy.jpg?resize=200%2C97&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Yusak pun kemudian membangunkan Sarki hingga diketahui sudah dalam kondisi tak bernyawa. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Blimbing hingga petugas datangi lokasi kejadian. Jenazah Sarki kemudian dievakuasi ke kamar mayat RSSA Malang. Karena saat ini musim pandemi, sempat dilakukan penyemprotan disinfektan di sekitar lokasi.</p>
<p>&#8221; Kami masih melakukan penyelidikan. Dugaan awal karena kelelahan setelah perjalanan jauh,&#8221; ujar Kapolsekta Blimbing Kompol Hery W Widodo SH. <strong>(gie/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">118498</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinggalkan Surat Pemberitahuan Sakit Lambung, Kakek Polowijen Tewas Gantung Diri</title>
		<link>https://memontum.com/tinggalkan-surat-pemberitahuan-sakit-lambung-kakek-polowijen-tewas-gantung-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2020 12:55:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[gantung diri]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta blimbing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=117282</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Diduga karena sakit lambung yang tak kunjung sembuh, Misdiono (68) warga Jl Polowijen, Gang I, Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (22/6/2020) sekitar pukul 16.30, ditemukan tewas dalam kondisi gantung diri di kamar mandi rumahnya. Jenazahnya pertama kali ditemukan oleh Agung Rahmadi (26) karyawan bengkel, warga Jl Cakalang, Kelurahan Polowijen. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Diduga karena sakit lambung yang tak kunjung sembuh, Misdiono (68) warga Jl Polowijen, Gang I, Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (22/6/2020) sekitar pukul 16.30, ditemukan tewas dalam kondisi gantung diri di kamar mandi rumahnya. Jenazahnya pertama kali ditemukan oleh Agung Rahmadi (26) karyawan bengkel, warga Jl Cakalang, Kelurahan Polowijen.</p>
<p>Saat itu leher korban terikat tali ban kipas mobil. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Blimbing hingga petjgas segera datang ke lokasi melakukan penyelidikan. Saat itu di saku korban ditemukan kertas yang bertuliskan sakit lambung. Jenazahnya kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa korban memiliki 2 anak perempuan. Keduanya sudah berumah tangga hingga tidak tinggal lagi bersama korban. Korban pernah diajak oleh anaknya, namun lebih memilih tinggal sendiri di rumah. Bahkan dia sudah tinggal sendirian sejak.10 tahun ini.</p>
<p>Pada Senin (22/6/2020) pukul 10.00, Agung Rahmadi yang saat itu hendak membuka bengkel di depan rumah korban sempat bertemu. Saat itu korban sempat cerita kalau perutnya terasa sangat mules. Saat itu Agung sempat menyarankan agar korban berobat. Namun saat itu korban mengatakan kalau dirinya sudah meminum obat.</p>
<p>Setelah itu korban masuk ke dalam rumah aedangkan Agung melanjutkan aktifitasnya membuka bengkel. Namun sekitar pukul 16.30, saat Agung hendak berpamitan pulang, namun rumah dalam kondisi sepi.</p>
<p>Agung kemudian bersama 2 temannya mencari kotban hingga menemukannya di kamar mandi. Terang saja Agung dan kedua temannya langsung shock dikarenakan korban dalam kondisi menggantung. Mereka segera bergegaa meminta tolong hingga warga berdatangan ke lokasi. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Blimbing. Jenazah korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.</p>
<p>&#8220;Informasi yang kami dapat bahwa korban memiliki riwayat sakit lambung. Bahkan di saku bajunya juga ditemukan tulisan sakit lambung,&#8221; ujar Kapolsekta Blimbing Kompol Hery W Widodo SH.<strong> (gie/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">117282</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sebelum Lebaran, Mantan Napi Narkoba Asal Madura Curi Motor, Hasilnya&#8230; Benjut</title>
		<link>https://memontum.com/sebelum-lebaran-mantan-napi-narkoba-asal-madura-curi-motor-hasilnya-benjut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2020 12:27:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Curanmor]]></category>
		<category><![CDATA[dimassa]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta blimbing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/115056-sebelum-lebaran-mantan-napi-narkoba-asal-madura-curi-motor-hasilnya-benjut</guid>

					<description><![CDATA[Ngaku Sekali, Mampir Surabaya Dulu Memontum, Kota Malang &#8211; M Irfan (27) warga Dusun Barat Pasar, Desa Socah, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan Madura, hingga Senin (25/5/2020) siang, harus lebaran jauh dari keluarga. Pasalnya dia saat ini berada di Polsekta Blimbing. Bukan karena tidak bisa mudik, melainkan karena mendekam di balik jeruji besi. Dia adalah pelaku [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Ngaku Sekali, Mampir Surabaya Dulu</h2>
<p><strong>Memontum, Kota Malang </strong>&#8211; M Irfan (27) warga Dusun Barat Pasar, Desa Socah, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan Madura, hingga Senin (25/5/2020) siang, harus lebaran jauh dari keluarga. Pasalnya dia saat ini berada di Polsekta Blimbing. Bukan karena tidak bisa mudik, melainkan karena mendekam di balik jeruji besi.</p>
<p>Dia adalah pelaku Curanmor yang dihajar massa di Perum Karanglo Indah, RT 08 RW 04 Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (23/5/2020) pukul 09.30. Aksinya mencoba mencuri motor Honda Vario Nopol N 4430 AAS milik Widyo (50) warga Perum Karanglo Indah.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa Irfan adalah residivis kasus narkoba di Bangkalan. Tepat sehari sebelum lebaran, dia bukannya semakin bertobat, melainkan malah melakukan aksi Curanmor.</p>
<p>Dengan berbekal obeng dan kunci T, dia beraksi di Perum Karanglo Indah. Saat mendapati motor korbannya yang terparkir di halaman dalam pagar rumah, Irfan segera beraksi. Namun saat mencoba merusak kunci kontak motor, aksinya dipergoki korban dan warga sekitar.</p>
<p>Apes, ia justru terkepung, Irfan pun benjut dihajar massa. Beruntung petugas Polsekta Blimbing segera tiba di lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan. Karena luka-lukanya lumayan parah, Irfan sempat dibawa ke IGD RSSA Malang.</p>
<p>Kapolsekta Blimbing Kompol Hery W Widodo SH mengatakan bahwa tersangka mengaku baru sekali ini melakukan aksi curanmor.</p>
<p>&#8220;Tersangka mengaku baru sekali ini melakukan aksi pencurian. Dia mengaku sempat mampir ke Surabaya kemudian menuju ke Kota Malang untuk berkunjung ke rumah temannya. Namun jika dilihat barang bukti yang dibawa, dia datang ke Kota Malang untuk mencuri motor. Kami masih terus melakukan pengembangan,&#8221; ujar Kompol Hery, Selasa (25/5/2020) sore. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">115056</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sempat Dihajar Massa Dikira Maling HP, &#8216;Jebule Sanjipak&#8217;</title>
		<link>https://memontum.com/sempat-dihajar-massa-dikira-maling-hp-jebule-sanjipak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2020 09:17:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[dimassa]]></category>
		<category><![CDATA[penggelapan]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta blimbing]]></category>
		<category><![CDATA[sanjipak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/112080-sempat-dihajar-massa-dikira-maling-hp-jebule-sanjipak</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Edo Perkasa alias Edo (18) warga Jl Kolonel Sugiono, Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (14/4/2020) malam, dihajar massa di kawasan Jl Hamid Rusdi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Dalam rekaman yang terrsebar di media sosial, Edo dihajar massa. Ada yang menyebutnya maling HP ada pula yang menyebutnya jambret HP. Bahkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang </strong>&#8211; Edo Perkasa alias Edo (18) warga Jl Kolonel Sugiono, Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (14/4/2020) malam, dihajar massa di kawasan Jl Hamid Rusdi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Dalam rekaman yang terrsebar di media sosial, Edo dihajar massa. Ada yang menyebutnya maling HP ada pula yang menyebutnya jambret HP.</p>
<p>Bahkan saat diamankan petugas kepolisian, Edo terlihat hanya memakai celana dalam dengan kondisi babak belur. Ternyata saat diamankan polisi, Edo bukanlah pelaku pencurian ataupun jambret. Melainkan pelaku kasus penipuan penggelapan sebuah Ponsel Merk Realme C3 warna biru milik RR (14) warga Jl LA Sucipto, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.</p>
<div id="attachment_112081" style="width: 860px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-112081" decoding="async" class="size-full wp-image-112081" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Sempat-Dihajar-Massa-Dikira-Maling-HP-Jebule-Sanjipak.jpg?resize=740%2C392&#038;ssl=1" alt="Edo saat ditangkap warga. (ist)" width="740" height="392" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Sempat-Dihajar-Massa-Dikira-Maling-HP-Jebule-Sanjipak.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Sempat-Dihajar-Massa-Dikira-Maling-HP-Jebule-Sanjipak.jpg?resize=300%2C159&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Sempat-Dihajar-Massa-Dikira-Maling-HP-Jebule-Sanjipak.jpg?resize=768%2C407&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Sempat-Dihajar-Massa-Dikira-Maling-HP-Jebule-Sanjipak.jpg?resize=600%2C318&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Sempat-Dihajar-Massa-Dikira-Maling-HP-Jebule-Sanjipak.jpg?resize=200%2C106&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-112081" class="wp-caption-text">Edo saat ditangkap warga. (ist)</p></div>
<p>Informasi Memontum.com, bahwa sebelum kejadian aksi kejahatan ini suda ndirencanakan DR (13), DV (14) dan RH (13) yangbtak lain masih teman-teman korban. Rencana ini dibuat karena bocah bawah umur ini mendapat tekanan dari Edo. Yakni akan dipukuli jika tidak berhasil menguasai ponsel milik korban.</p>
<p>Pada Selasa sore, DR kemudian mengajak korban untuk nongkrong Ngopi di Nineball Jl Imam Bonjol, Kecamatan Blimbing. DR kemudian menjemput korban untuk diajak ke Nineball. Saat asik nongkrong muncul muncul DV dan RH. Setelah beberapa saat nongkrong, DV mengajak korban untuk membeli sparepart motor.</p>
<p>Sebelum korban pergi, RH terlebih dahulu meminjam ponsel milik korban. Setelah DV dan korban berangkat, RH dan DR menaruh ponsel milik korban di lokasi yang sudah disepakati Edo. Ponsel itu kemudian dikuasai Edo yang berada tak jauh dari lokasi.</p>
<p>Saat korban datang, diapun menanyakan ponselnya kepada RH. Namun saat iti RH berbelit-belit hingga kejadian ini dilaporkan warga ke Polsekta Blimbing. Mengetahui ada polisi datang, Edo yang berada tak jauh dari lokasi memilih untuk kabur dengan cara berlari kawasan Jl Hamid Rusdi.</p>
<p>Petugas melakukan pengejaran, namun ternyata Edo malah bersembunyi. Namun apes, dia dipergoki warga hingga langsung dihajar hingga babak belur dan viral di media sosial. Beruntung saat itu petugas kepolisian segera melakukan pengamanan.</p>
<p>Kapolsekta Blimbing Kompol Hery W Widodo SH mengatakan bahwa Edo dikenakan sanksi Tipiring dan wajib lapor. &#8220;Setelah dilakukan pemeriksaan saksi saksi bukan pencurian, melainkan kasus penipuan kelompok temannya sendiri. Karena kerugian nilai nya di bawah Rp 2,5 juta, paku kami kenakan Sanksi Tipiring dan wajib lapor,&#8221; ujar Kompol Hery. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">112080</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Residivis Curanmor Dihajar Massa Baru 3 Hari Bebas Asimilasi dari Lapas Madiun</title>
		<link>https://memontum.com/residivis-curanmor-dihajar-massa-baru-3-hari-bebas-asimilasi-dari-lapas-madiun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2020 14:23:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Asimilasi]]></category>
		<category><![CDATA[Curanmor]]></category>
		<category><![CDATA[dimassa]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta blimbing]]></category>
		<category><![CDATA[residivis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/111788-residivis-curanmor-dihajar-massa-baru-3-hari-bebas-asimilasi-dari-lapas-madiun</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Faizal alias Pras alias Prasnowo (43) warga Dusun Lesti Desa Dawuhan, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, ternyata mendapat Program asimilasi Menkumham dari Lapas Madiun. Dia baru bebas dari Lapas Madiun pada 9 April 2020. Nampaknya Pras tidak betah lama-lama berada di luar Lapas. Dia kembali melakukan aksi Curanmor pada Minggu (12/4/2020) pujul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang </strong>&#8211; Faizal alias Pras alias Prasnowo (43) warga Dusun Lesti Desa Dawuhan, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, ternyata mendapat Program asimilasi Menkumham dari Lapas Madiun. Dia baru bebas dari Lapas Madiun pada 9 April 2020.</p>
<p>Nampaknya Pras tidak betah lama-lama berada di luar Lapas. Dia kembali melakukan aksi Curanmor pada Minggu (12/4/2020) pujul 16.30. Yakni mencuri Motor Honda Beat Nopol N 5721 ABD warna hitam di halaman Parkir Indomart Jl Raden Intan, Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.</p>
<div id="attachment_111789" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-111789" decoding="async" class="size-full wp-image-111789" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200412-WA0153-copy.jpg?resize=740%2C493&#038;ssl=1" alt="Kunci T yang diamankan dari Pras. (ist)" width="740" height="493" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200412-WA0153-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200412-WA0153-copy.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200412-WA0153-copy.jpg?resize=600%2C400&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200412-WA0153-copy.jpg?resize=200%2C133&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-111789" class="wp-caption-text">Kunci T yang diamankan dari Pras. (ist)</p></div>
<p>Informasi Memontum.com bahwa sebelum kejadian korban yakni Helmi (42) warga Jl Teluk Etna, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, memarkir motor Honda Beat miliknya di halaman depan Indomaret.</p>
<p>Saat motor tidak terjaga muncul Pras melakukan aksinya merusak rumah kontak dengan kunci T. Namun saat itu aksinya kepergok hingga langsung dihajar massa. Beruntung petugas Polsekta Blimbing segera tiba di lokasi melakukan pengamanan. Prasnowo adalah residivis kambuhan yang sudah keluar masuk penjara karena kasus Curanmor.</p>
<p>Kapolsekta Blimbing Kompol Hery W Wododo mengatakan bahwa Tersangka baru keluar dari LapasNkelas II A Madiun. &#8220;Pelaku terhitung sejak tanggal 09 April 2020 menjalani asimilasi di rumah dari Lapas Kelas II A Madiun. Saat ini kami masih terus melakukan pengembangan,&#8221; ujar Kompol Hery.</p>
<p>Sementara itu Kalapas Klas 1 Malang Anak Agung Gde Krisna menjelaskan bahwa Faizal alias Pras bukan mendapat asimilasi dari Lapas Kelas I Malang. &#8220;Kalau dulu dia memang berada di Lapas Klas I Malang. Namun pada Agustus 2019, Pras dipindah ke Lapas Madiun,&#8221; ujar Anak Agung.</p>
<p>Napi yang sudah dibebaskan dari Program Asimilasi Menkumham dalam mengurangi penyebaran Covid 19, harusnya bisa memanfaatkan program ini sebaik-baiknya bukan malah kembali mengulangi aksi kejahatan.</p>
<p>&#8220;Warga Binaan yang sudah mendapat program asimilasi jika kembali melakukan tindak pidana, asimilasinya akan dicabut. Sebab sebelum mendapat program asimilasi mereka sudah membuat surat pernyataan tidak mengulangi aksi kejahatan. Ya mereka bakal rugi sendiri. Sebab dalam surat pernyataan itu sudah kami jelaskan jika sampai kembali melanggar hukum. Akan kami tambah pidananya, dicabut hak remisinya. Jika nantinya akan kami masukan ke ruang tutupan sunyi 14 hari,&#8221; ujar Anak Agung.<strong> (gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">111788</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
