<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>polsekta klojen &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polsekta-klojen/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 Jan 2021 09:20:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>polsekta klojen &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Lama Tinggal Sendiri di Masa Tuanya, Warga Oro-Oro Dowo Gantung Diri</title>
		<link>https://memontum.com/lama-tinggal-sendiri-di-masa-tuanya-warga-oro-oro-dowo-gantung-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2021 09:19:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kompol Fani]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta klojen]]></category>
		<category><![CDATA[Suud]]></category>
		<category><![CDATA[Tewas Gantung Diri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132462</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Diduga depresi karena faktor ekonomi, Suud (77) warga Jl BS Riadi IV, RT 12/RW 02, Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (19/1/2021) pukul 06.00, ditemukan dalam kondisi gantung diri di area belakang kamar mandi umum, tak jauh dari rumahnya. Kejadian ini pertama kali diketahui oleh Ardi Mulyono (45) tetangganya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Diduga depresi karena faktor ekonomi, Suud (77) warga Jl BS Riadi IV, RT 12/RW 02, Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (19/1/2021) pukul 06.00, ditemukan dalam kondisi gantung diri di area belakang kamar mandi umum, tak jauh dari rumahnya.</p>



<p>Kejadian ini pertama kali diketahui oleh Ardi Mulyono (45) tetangganya saat melintas di kamar mandi umum. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke RT setempat hingga diteruskan ke Polsek Klojen dan PMI Kota Malang. Jenazahnya kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang dengan menggunakan ambulan RJT.</p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa sehari-harinya Suud tinggal sendiri di rumahnya. Bahkan KK (Kartu Keluarganya) tertera hanya sendiri. Informasinya bahwa Suud memiliki riwayat sakit sesak nafas dan tidak ada biaya untuk berobat.</p>



<p>Diduga Suud melakukan aksinya pada Selasa jelang pagi saat kondisi lokasi masih sepi. Dengan berpijak pada pinggiran sumur, dia pun melakukan aksinya.</p>



<p>Saat ditemukan, Suud dalam kondisi meninggal dengan leher terikat tali tampar warna biru yang diikatkan pada kayu blandar kamar mandi. Kejadian itu membuat geger warga sekitar apalagi lokasi kejadian cukup padat penduduk.</p>



<p>Petugas Polsekta Klojen yang mendapat laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan para saksi. Jenazah Suud kemudian dibawa oleh oleh petugas ke kamar jenazah.</p>



<p>Kapolsek Klojen Kompol A Fani Rakhim SIK membenarkan adanya periatiwa gantung diri tersebut. &#8220;Korban sehari-harinya tinggal sendiri. Saat ditemukan kondisinya sudah meninggal. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan,&#8221; ujar Kompol Fani. <strong>(gie)</strong></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132462</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tas Beserta HP Raib Digondol Maling Saat Asyik Berswafoto, Total Kerugian Rp 5,9 Juta</title>
		<link>https://memontum.com/tas-beserta-hp-raib-digondol-maling-saat-asyik-berswafoto-total-kerugian-rp-59-juta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2021 11:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta klojen]]></category>
		<category><![CDATA[Swafoto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=131540</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Adelia Mega Insan Putri (22) warga Jl Lesanpuro XII, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Minggu (3/1/2021) pukul 12.00, menjadi korban pencurian. Tas miliknya yang berisikan HP iPhone, HP Samsung A 50, dan dompet berisi uang tunai Rp 150 ribu, dicuri maling saat betada di Jl Welirang, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Informasi Memontum.com [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Adelia Mega Insan Putri (22) warga Jl Lesanpuro XII, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Minggu (3/1/2021) pukul 12.00, menjadi korban pencurian.</p>



<p>Tas miliknya yang berisikan HP iPhone, HP Samsung A 50, dan dompet berisi uang tunai Rp 150 ribu, dicuri maling saat betada di Jl Welirang, Kecamatan Klojen, Kota Malang.</p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa saat kejadian, Adelia bersama temannya sedang foto-foto di Jl Welirang. Sedangkan tas miliknya berada di atas motor tak jauh dari tempat Adelia sedang asik berfoto.</p>



<p>Diduga saat itu tas tersebut mengundang pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya. Sebab tas tersebut berada di atas motor terlihat tak terjaga. Apalagi saat itu korban dan temannya berada diseberang jalan.</p>



<p>Pelaku mengendarai motor mulai mendekati motor korban yang di parkir di pinggir jalan. Saat jaraknya cukup dekat, pelaku langsung membawa kabur tas tersebut. Korban dan temannya sempat melakukan pengejaran, namun pelaku berhasil kabur.</p>



<p>Akibat kejadian ini korban alami kerugian sebesar Rp 5,9 juta hingga kejadian ini segera dilaporkan ke Polsekta Klojen. Hingga Rabu (6/1) siang, kasus ini masih dalam penyelidikan petugas.</p>



<p>Kapolsek Klojen, Kompol Akhmad Fani Rakhim membenarkan adanya kejadian tersebut. &#8220;Kami masih kelakukan penyelidikan. Kami imbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada saat meletakan barang berharga. Jangan ditinggal dalam kondisi tak terjaga. Jangan berikan kesempatan pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya,&#8221; ujar Kompol Fani. <strong>(gie)</strong></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">131540</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diduga Sakit Prostat Tak Kunjung Sembuh, Usman Nekat Gantung Diri</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-sakit-prostat-tak-kunjung-sembuh-usman-nekat-gantung-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2020 16:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[gantung diri]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan Sukoharjo]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta klojen]]></category>
		<category><![CDATA[Prostat]]></category>
		<category><![CDATA[Sakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=127671</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Usman (74), seorang pengemis yang tinggal di rumah bedeng Jl Kyai Tamin, Gang I, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (15/11/2020) pukul 20.00 WIB, ditemukan dalam kondisi tewas gantung diri. Jenazah nya pertama kali ditemukan oleh relawan yang rutin memberikan makanan kepada korban. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Klojen [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Usman (74), seorang pengemis yang tinggal di rumah bedeng Jl Kyai Tamin, Gang I, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (15/11/2020) pukul 20.00 WIB, ditemukan dalam kondisi tewas gantung diri. Jenazah nya pertama kali ditemukan oleh relawan yang rutin memberikan makanan kepada korban.</p>
<p>Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Klojen hingga petugas bersama tim Inafis Polresta Malang Kota mendatangi lokasi kejadian. Saat itu kondisi korban masih mengantung tali warna hijau di balik pintu rumah. Jenazah korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa sehari-harinya Usman memiliki anak angkat bernama Yulia (14). Usman merawat Yuli sejak umurnya masih 6 tahun setelah ditinggal ibunya meminggal dunia. Sejak setahun ini Usman menderita Prostat yang tidak kunjung sembuh.</p>
<p>Pada 12 November 2020, Usman meminta tolong Supartinah (45) penjual kopi keliling untuk merawat Yulia. Hal itu dilakukan oleh Usman karena dirinya sudah tua dan tidak sanggup lagi membiayai hidup Yulia. Selain itu sejak setahun ini dirinya juga menderita sakit Prostat.</p>
<p>Mendapat amanah tersebut, Supartinah pun menyetujuinya untuk merawat Yulia. Apalagi dia juga tinggal tak jauh dari rumah bedeng Usman. Sejak saat itu Yulia pun dirawat oleh Supartinah.</p>
<p>Pada, Minggu (15/11) pukul 14.30 WIB, Yulia berkunjung ke rumah Usman. Saat itu Usman baik-baik saja. Kemudian Yulia baru pulang ke rumah ibu angkatnya sekitar pukul 15.00 WIB. Namun sekitar pukul 19.30 WIB. Saat relawan datang ke rumah Usman untuk mengantar makanan namun tidak ada jawaban dari dalam rumah.</p>
<p>&#8220;Saat itu saya mendatangi rumah korban memberitahukan bahwa ada orang mengantar makanan. Dari sela-sela pintu tangan korban terlihat namun tidak menjawab panggilan saya,&#8221; ujar Supartinah.</p>
<p>Karena curiga, Supartinah meminta tolong Parto, tukang becak untuk mengecek kondisi Usman. Saat pintu didobrak diketahui Usman sudah dalam kondisi tewas gantung diri di balik pintu rumahnya. Saat itu kondisi nya telanjang dan sudah dalam kondisi tak bernyawa.</p>
<p>Kejadian itu membuat geger warga sekitar hingga mendatangi lokasi kejadian. Petugas Polsekta Klojen dan Polresta Malang Kota melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban hingga dugaanya Usman tewas murni gantung diri.</p>
<p>Kapolsek Klojen AKP Akhmad Fani Rakhim SIK saat dikonfirmasi Memontum.com membenarkan adanya kejadian ini. &#8220;Saat ini korban sudah dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang,&#8221; ujar AKP Fani. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127671</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Demi Upah Rp 50 Ribu, Nekat Jadi Kurir Pil LL</title>
		<link>https://memontum.com/demi-upah-rp-50-ribu-nekat-jadi-kurir-pil-ll</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2020 07:46:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[kurir]]></category>
		<category><![CDATA[Pil LL]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta klojen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126861</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tersangka peradaran Pil LL berinisial NK alias Nur Kholis (32) kuli bangunan, warga warga Jl KH Malik Dalam, Kelurahan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (3/11/2020) siang, dirilis Polresta Malang Kota. Sebelumnya, dia ditangkap petugas Polsek Klojen di kawasan jembatan Jl KH Malik Dalam. Meskipun kedapatan memiliki tiga box Pil LL dengan total [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tersangka peradaran Pil LL berinisial NK alias Nur Kholis (32) kuli bangunan, warga warga Jl KH Malik Dalam, Kelurahan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (3/11/2020) siang, dirilis Polresta Malang Kota. Sebelumnya, dia ditangkap petugas Polsek Klojen di kawasan jembatan Jl KH Malik Dalam.</p>
<p>Meskipun kedapatan memiliki tiga box Pil LL dengan total 3000 butir, namun Kholis mengaku bahwa dirinya bukan pengedar. Dia mengatakan bahwa dirinya adalah kurir yang bekerja kepada S, yang hingga saat ini masih dalam pengejaran. Apapun alasannya, karena telah mengedarkan Pil LL, Kholis harus tetap mempertanggung jawabkan perbuatannya di balik jeruji besi.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa sebelum penangkapan petugas Polsek Klojen mendapat informasi kalau ada peredaran Pil LL di wilayah Buring, Kecamatan Kedungkandang. Kapolsek Klojen AKP Akhmad Fani Rakhim SIK bersama anggotanya segera bergerak. Dikarenakan saat itu Kholis sedang melakukan transaksi di sekitaran jembatan KH Malik Dalam.</p>
<p>Petugas segera berhasil menangkap Kholis dengan Barang Bukti (BB) satu box Pil LL berisi 1000 butir. Petugas kemudian melakukan pengembangan hingga berhasil mendapati dua box Pil LL lagi di rumah Kholis. Masing-masing box berisi 1000 butir Pil LL. Serta 1 bungkus tokok berisi 31 butir Pil LL</p>
<p>Kepada petugas, Kholis mengaku hanya sebagai kurir atas perintah S. Untuk satu box Pil LL 1000 butir dijual seharga Rp 1,3 juta.</p>
<p>&#8220;Saya dijanjikan komisi Rp 50 ribu jika bisa mengantar satu box Pil LL. Saya tergiur komisi Rp 50 ribu hingga mau jadi kurir. Saya baru pertama kali ini mengantar Pil LL. Namun sebelumnya saya juga sering konsumsi 2 butir perhari,&#8221; ujar Kholis saat rilis.</p>
<p>Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH mengatakan bahwa tersangka NK ditangkap karena peredaran Pil LL. &#8220;Tersangka kami kenakan Pasal 197 subs Pasal 196 KUHP subs Pasal 198 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancamanan 10 tahun penjara,&#8221; ujar Kombes Pol Dr Leonardus. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126861</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lanjutan Penganiayaan Nenek, Polisi Lacak Keberadaan Pelaku di Lawang</title>
		<link>https://memontum.com/lanjutan-penganiayaan-nenek-polisi-lacak-keberadaan-pelaku-di-lawang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2020 12:03:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan nenek]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta klojen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126419</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Terkait video viral penganiayaan nenek yang terjadi di kawasan Mergan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, petugas Polresta Malang Kota masih terus melakukan penyelidikan. Meskipun si perempuan yang menjadi pelaku belum berhasil ditangkap, namun petugas sudah mendapat titik terang. Diketahui bahwa hubungan korban dan pelaku adalah ibu dan anak yang tinggal di kawasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Terkait video viral penganiayaan nenek yang terjadi di kawasan Mergan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, petugas Polresta Malang Kota masih terus melakukan penyelidikan.</p>
<p>Meskipun si perempuan yang menjadi pelaku belum berhasil ditangkap, namun petugas sudah mendapat titik terang. Diketahui bahwa hubungan korban dan pelaku adalah ibu dan anak yang tinggal di kawasan Lawang, Kabupaten Malang.</p>
<p>Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SH SIK mengatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan pencarian terhadap korban dan pelaku. &#8220;Informasinya bahwa hubungan korban dan pelaku adalah ibu dan anak. Korban tinggal di kawasan Lawang, Kabupaten Malang. Kami masih melakukan pencarian,&#8221; ujar AKP Azi, Minggu (25/10/2020) siang.</p>
<p>Terkait kabar bahwa si pelaku alami gangguan jiwa tidak menyurutkan petugas kepolisian untuk melakukan pencarian. &#8220;Gangguan jiwa atau tidak, kita cari dulu pelakunya. Kita belum ketahuai apakah pelakunya tinggal di Lawang juga atau tidak. Kami masih terus melalukan pencarian,&#8221; ujar AKP Azi.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, Sebuah video penganiayaan beredar di media sosial Facebook dan Instagram. Seorang wanita muda tampak menganiaya seorang wanita tua yang saat itu sedang berteduh dari hujan. Video itu diunggah pada Kamis (22/10/2020) malam. Beberapa kali nenek tua tersebut didorong tanpa perlawanan. Mulut sempat dibekap mulutnya hingga jualan sayur si nenek jatuh ke tanah.</p>
<p>Netizen berakun @ir_kartika membagikannya ke @infomalangraya. “Kejadian di dekat pasar Mergan. Kota Malang. Ibu tua dipukuli. Saat kejadian, sebenarnya saya hendak menghampiri kedua orang tersebut. Guna klarifikasi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh orang yang berbaju biru terhadap ibu tua,” ujarnya dalam tulisan</p>
<p>“Tetapi keadaan saat itu hujan deras. Dan saya perhatikan dahulu sembari merekam secara sembunyi-sembunyi dibalik mobil yang sedang parkir. Ketika saya rasa tindakan orang berbaju biru itu sudah terlalu berlebihan. Saya pun segera mematikan HP dan hendak menghampiri kedua orang tersebut,” ujarnya.</p>
<p>“Ketika saya mematikan hape, datang seorang pengendara sepeda motor. Ketiga orang tersebut (termasuk ibu tua) terlihat saling ngobrol. Dan akhirnya pergi berboncengan meninggalkan tempat kejadian,” tutupnya.</p>
<p>Postingan ini langsung viral. Petugas Resmob Polresta Malang Kota dan Polsekta Klojen langsung diterjunkan ke lokasi pada Jumat (23/10) pagi. Lokasi penganiayaan sudah ditemukan. Namun sampai saat ini petugas masih melakukan pelacakan terhadap korban dan pelaku.</p>
<p>Kasat Reskrim AKP Azi Pratas Guspitu SH SIK saat dikonfirmasi Memontum.com pada Jumat siang mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan. &#8221; Kita masih lidik. Kami tindak lanjuti . Dari Polsek Klojen dan Anggota Resmob Polresta Malang Kota sudah cek TKP. Memang benar TKP nya ada sesuai dalam video tersebut. Kita masih mencari saksi, korban dan juga pelakunya. Saat ini anggota kami masih ada di lapangan. Karena korban tidak tinggal di sekitar lokasi kejadian,&#8221; ujar AKP Azi. <strong>(gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126419</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemancing Hanyut di Sungai Brantas</title>
		<link>https://memontum.com/pemancing-hanyut-di-sungai-brantas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2020 10:48:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta klojen]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Brantas]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam di sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=125858</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Mustakim (64) warga Jl Mayjend Panjaitan Gang XVIII, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (16/10/2020) pagi ditemukan tewas hanyut di Sungai Brantas, Kelurahan Penanggungan. Informasi Memontum.com bahwa pada Jumat sekitar pukul 06.00, Mustakim berpamitan kepada salah satu keluarganya untuk memancing di Sungai Brantas tak jauh dari rumahnya. Namun sekitar pukul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Mustakim (64) warga Jl Mayjend Panjaitan Gang XVIII, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (16/10/2020) pagi ditemukan tewas hanyut di Sungai Brantas, Kelurahan Penanggungan.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa pada Jumat sekitar pukul 06.00, Mustakim berpamitan kepada salah satu keluarganya untuk memancing di Sungai Brantas tak jauh dari rumahnya. Namun sekitar pukul 07.30, tubuhnya ditemukan hanyut oleh warga sekitar. Saat dilakukan pertolongan, Mustakim sudah dalam kondisi tak bernyawa.</p>
<p>Kejadian ini cukup mengagetkan warga sekitar hingga banyak yang mendatangi lokasi kejadian. Tentunya warga cukup mengenal Mustakim karena rumahnya berada tak jauh dari lokasi penemuan. Kejadian ini dengan cepat terdengar oleh pihak keluarganya.</p>
<p>Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Klojen hingga petugas segera datangi lokasi kejadian bersama petugas PMI Kota Malang. Jenazah Mustakim yang saat itu sudah berada di tepian sungai kemudian dievakuasi dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang.</p>
<p>Kapolsekta Klojen AKP Akhmad Fani melalui Kanitreskrim Poksekta Klojen AKP Yoyok Ucuk saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adany kejadian itu. Dugaan sementara, korban meninggal murni hanyut di sungai.</p>
<p>&#8220;Tempat nya memancing tak jauh dari rumahnya. Korban terpeleset karena ada dugaan sakit epilepsinya kambuh. Ada jejak kaki korban yang mengarah ke sungai. Di tempat korban biasanya memancing, pijakannya tanah terlihat kalau terpelset,&#8221; ujar AKP Yoyok.</p>
<p>Tubuhnya terseret 50 meter dari titik awal hanyut. Meskipun tidak ada tanda-tanda kekerasan, namun sesuai prosedur, jenazah korban tetap dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang untuk mendapatkan visum dokter. <strong>(gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">125858</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ngutil di Supermarket, Kuli Bangunan Disanksi Wajib Lapor</title>
		<link>https://memontum.com/ngutil-di-supermarket-kuli-bangunan-disanksi-wajib-lapor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2020 05:09:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kuli Bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Ngutil]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta klojen]]></category>
		<category><![CDATA[Supermarket]]></category>
		<category><![CDATA[Terekam CCTV]]></category>
		<category><![CDATA[wajib lapor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=124892</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Djuwarno (48) kuli bangunan, asal Dusun Ngatrep, Desa Kurungrejo, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, hingga Minggu (4/10/2020) siang, masih menjalani wajib lapor di Polsekta Klojen. Sebelumnya, dia tertangkap basah telah melakukan pencurian di supermatket di salah satu pusat perbelanjaan di Jl Veteran, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Kamis (1/10/2020) pukul 13.45. Aksinya ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Djuwarno (48) kuli bangunan, asal Dusun Ngatrep, Desa Kurungrejo, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, hingga Minggu (4/10/2020) siang, masih menjalani wajib lapor di Polsekta Klojen.</p>
<p>Sebelumnya, dia tertangkap basah telah melakukan pencurian di supermatket di salah satu pusat perbelanjaan di Jl Veteran, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Kamis (1/10/2020) pukul 13.45. Aksinya ini terekam CCTV hingga Djuwarno ditangkap oleh petugas keamanan. Saat itu Djuwarno tidak bisa mengelak dikarenakan kedapatan barang curian di tasnya, balik baju dan jaketnya.</p>
<p>Yakni kedapatan mencuri 10 buah Counterpain 15 Gram, 12 buah Counterpain 30 Gram, satu buah sabun cair merek Lux Aroma Aqua Deligh 250 ML, satu buah sabun cair merek Lux Aroma Velvet Jasmin 250 ML, satu buah sabun cair merek Lux Aroma Lavender Lush 250 ML, satu buah hair color warna blue safir merek Cultusia, satu buah hair color warna charming purple merek Cultusia, dan satu buah hair color warna titanium black merek Cultusia.</p>
<p>Informasinya, bahwa siang itu Djuwarno layaknya seorang pembeli memilih-milih barang yang ada di etalase. Merasa kondisi sepi, Djuwarno kemudian melakukan pencurian. Dia tidak menyadari bahwa aksinya itu terekam kamera pengintai hingga dengan santai nya melakukan pencurian.</p>
<p>Usai memilih barang yang dicuri, Djuwarno pun merasa aman karena tidak ada yang mengawasinya. Dengan santainya dia keluar tanpa melalui kasir. Namun baru melangkahkan kakinya keluar, Djuwarno langsung kaget. Saat itu petugas keamanan sudah menunggunya di depan pintu keluar. Dengan wajah kecut, Djuwarno langsung mengakui perbuatannya.</p>
<p>Djuwarno tidak sampai dihajar massa, namun dia langsung diserahkan ke Polsekta Klojen. Namun karena kerugiannya tidak sampai Rp 2,5 juta, Djuwarno dikenakan wajib lapor. &#8220;Pelaku baru pertama kali melakukan pencurian. Kerugian tidak sampai Rp 2,5 juta. Dia kami kenakan wajib lapor,&#8221; ujar Kapolsekta Klojen Kompol Fatkur Rahman. <strong>(gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">124892</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diduga Ada Permasalahan Keluarga, Nekat Iris Pergelangan Tangan Kiri</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-ada-permasalahan-keluarga-nekat-iris-pergelangan-tangan-kiri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2020 14:33:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[percobaan bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[Permasalahan Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta klojen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=124005</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Emanuel Tri Ariyanto (34) warga Dusun Pondok Kobong, Desa Sumber Petung, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Senin (21/9/2020) pukul 16.15, nekat melakukan percobaan bunuh diri di depan sebuah rumah di Jl Delima No 11, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Yakni dengan menyayat pergelangan tangan kirinya dengan sebilah pisau cutter. Beruntung kejadian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Emanuel Tri Ariyanto (34) warga Dusun Pondok Kobong, Desa Sumber Petung, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Senin (21/9/2020) pukul 16.15, nekat melakukan percobaan bunuh diri di depan sebuah rumah di Jl Delima No 11, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang.</p>
<p>Yakni dengan menyayat pergelangan tangan kirinya dengan sebilah pisau cutter. Beruntung kejadian itu segera diketahui oleh Sri Eni (38) istrinya yang menjadi baby sitter di rumah tersebut. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Klojen hingga Tri dilarikan dengan menggunakan mobil RJT ke RS Hermina Jl Tangkuban Perahu, Kecamatan Klojen Kota Malang.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa pada Senin pukul 11.00, Tri mendatangi Eni di rumah tempat kerjanya di Jl Delima No 11. Saat itu Tri menanyakan BPKB motor. Saat itu Tri juga mengatakan kalau dirinya ingin mati. Setelah mengatakan itu Tri langsung pergi meninggalkan lokasi.</p>
<p>Namun sekitar pukul 16.00, Tri kembali datang ke lokasi. Dia sempat bertemu salah satu teman istrinya. Dia meminta supaya istrinya dipanggil keluar. Sri Eni kemudian keluar rumah menemui Tri. Lagi-lagi Tri mengatakan ingin mati. Tak hanya itu dia mengatakan akan mati sambil menunjukan pisau cutter.</p>
<p>Melihat situasi itu, Sri Eni hanya bisa menasehati suaminya supaya istigfar dan menginggat kalau anaknya masih kecil. Setelah mencoba menenangkan suaminya, Sri Eni sempat masuk ke dalam rumah.</p>
<p>Namun tak lama kemudian suaminya mengetuk pintu sambil berteriak-teriak. Saat itulah Sri membukakan pintu dan melihat suaminya sudah berlumuran darah. Pergelangan tangan kirinya sudah dalam kondisi tersayat.</p>
<p>Mengetahui kejadian itu, Sri langsung panik meminta tolong hingga kejadian ini dilaporkan ke Polsekta Klojen. &#8220;Korban sudah dibawa ke rumah sakit dan saat ini masih dalam perawatan medis,&#8221; ujar Kapolsekta Klojen Kompol Fatkur Rokhman. <strong>(gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">124005</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lanjutan Wanita Miliki Uang Mainan Rp 1,3 Miliar</title>
		<link>https://memontum.com/lanjutan-wanita-miliki-uang-mainan-rp-13-miliar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2020 12:50:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta klojen]]></category>
		<category><![CDATA[wajib lapor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/121102-lanjutan-wanita-miliki-uang-mainan-rp-13-miliar</guid>

					<description><![CDATA[DiKenakan Wajib Lapor Memontum, Kota Malang &#8211; Wanita yang miliki uang mainan Rp 1,3 miliar, ternyata sama sekali tidak membawa identitas diri. Namun saat menjalani pemeriksaan di Polresta Malang Kota, sempat mengaku bernama Sri Wiwit Lestari (41) asal Jawa Barat. Wanita yang hanya lulusan SD ini bersikukuh bahwa uang mainan itu adalah milik temannya. Karena [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>DiKenakan Wajib Lapor</h2>
<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Wanita yang miliki uang mainan Rp 1,3 miliar, ternyata sama sekali tidak membawa identitas diri. Namun saat menjalani pemeriksaan di Polresta Malang Kota, sempat mengaku bernama Sri Wiwit Lestari (41) asal Jawa Barat.</p>
<p>Wanita yang hanya lulusan SD ini bersikukuh bahwa uang mainan itu adalah milik temannya. Karena yang dibawanya itu adalah uang mainan, Sri tidak dilakukan penahanan, namun untuk sementara dikenakan wajib lapor.</p>
<p>Kasat Reskrim AKP Azi Pratas Guspitu SH SIK saat dikonfirmasi Memontum.com pada Senin (10/8/2020) siang, mengatakan bahwa pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap Sri.</p>
<p>&#8221; Masih kita dalami. Sebab uang palsu dan uang mainan sangat berbeda. Selama masih melakukan pendalaman penyelidikan, dia kami kenakan wajib lapor,&#8221; ujar AKP Azi.<br />
Kepada petugas, Sri mengaku bahwa dia datang ke Hotel Oline Garden Kota Malang bersama tiga teman laki-lakinya.</p>
<p>&#8221; Mereka berempat menyewa dua kamar. Satu untuk si perempuan dan satu kamar dihuni temannya tiga laki-laki.<br />
Sebelumnya, si perempuan ini dititipi oleh temannya tas warna biru (berisi uang mainan). Temannya berpesan supaya si perempuan ini tidak keluar dari kamar hotel dan menjaga tas tersebut,&#8221; ujar AKP Azi.</p>
<p>Karena temannya tiba-tiba tidak bisa dihubungi, Sri kemudian bertanya ke pihak resepsionis. &#8221; Kejadiannya sebelum Sabtu kemarin, dia sempat menanyakan keberadaan tiga temannya ke resepsionis. Saat hari Sabtu, pihak hotel menagih pembayaran sewa kamar. Hingga diketahui dalam tas biru itu diduga berisi uang palsu. Setelah kami periksa ternyata itu bukan uang palsu melainkan uang mainan. Pihak hotel sudah kami panggil kami beritahukan bahwa tidak ada tindak pidananya karena dalam tas itu berisi uang mainan,&#8221; ujar AKP Azi.</p>
<p>Sementara itu, saat Memontum.com datangi Hotel Olino Garden, untuk konfirmasi, pihak hotel enggan memberikan komentar. &#8221; Semuanya sudah kami serahkan ke pihak kepolisian. Suoaya pihak kepolisian saja yang memberikan keterangan,&#8221; ujar pria berbaju batik yang langsung bergegas pergi.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, seorang wanita asal Jawa Barat yang diperkirakan berusia 40 tahun sempat berurusan dengan petugas Polsekta Klojen, Sabtu (8/8/2020) sekitar pukul 14.00. Yakni berawal menginap di Hotel Olino Garden Kota Malang selama 14 hari tanpa bisa membayar. Di dalam tasnya ditemukan uang Rp 1,3 miliar. Ternyata uang tersebut palsu hingga kejadian ini dilaporkan ke Polsekta Klojen.</p>
<p>Namun setelah petugas melalukan pengamanan ternyata diketahui bahwa uang tersebut bukanlah uang palsu melainkan hanya uang mainan. Disudut pojok kanan bawah tertulis &#8221; uang mainan&#8221;. Yakni uang mainan yang menyerupai pecahan Rp 20 ribu, Rp 50 ribu dan 100 ribu.</p>
<p>Meskipun sempat menjalani pemeriksaan, namun kasus ini tidak bisa dilanjutkan karena memang bukan uang palsu melainkan hanya yang mainan. Wanita tersebut dikembalikan ke pihak hotel untuk menyelesaikan administrasinya pembayaran 14 hari menginap.</p>
<p><a href="https://kotamalang.memontum.com/6445-menginap-di-hotel-berbintang-ternyata-hanya-bawa-uang-mainan" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Baca :</strong> Menginap Di Hotel Berbintang, Ternyata Hanya Bawa Uang Mainan</a></p>
<p>Kapolsekta Klojen Kompol Fatkhur Rahman saat dikonfirmasi Memontum.com pada Minggu (9/8/2020) pagi mengatakan bahwa kasus ini tidak mengarah ke uang palsu tidak bisa ditindak lanjuti.</p>
<p>&#8221; Pihak hotel yang dirugikan. Masalahnya hanya belum bayar. Penyelesainnya dengan pihak hotel. Sedangkan dalam tas itu adalah uang-uangan mainan bukan upal sehingga tidak bisa ditindak lanjuti,&#8221; ujar Kompol Fatkhur. <strong>(gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">121102</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
