<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>polsekta sukun &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polsekta-sukun/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Feb 2022 08:59:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>polsekta sukun &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Miliki 1 Kg Ganja, Warga Singosari Ditangkap Petugas Polsek Sukun</title>
		<link>https://memontum.com/miliki-1-kg-ganja-warga-singosari-ditangkap-petugas-polsek-sukun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2022 08:59:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Ditangkap Polisi]]></category>
		<category><![CDATA[ganja]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta sukun]]></category>
		<category><![CDATA[Singosari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=163293</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tersangka kasus narkoba, MJ alias Juned (37) warga Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Rabu (09/02/2022), dirilis di Polresta Malang Kota. Sebelumnya, dia ditangkap petugas Polsek Sukun karena kedapatan 1,08 kg ganja kering. Informasi Memontum.com bahwa penangkapan ini berawal setelah petugas Polsek Sukun mendapay informasi adanya transaksi ganja di sekitaran Jl [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tersangka kasus narkoba, MJ alias Juned (37) warga Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Rabu (09/02/2022), dirilis di Polresta Malang Kota. Sebelumnya, dia ditangkap petugas Polsek Sukun karena kedapatan 1,08 kg ganja kering.</p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa penangkapan ini berawal setelah petugas Polsek Sukun mendapay informasi adanya transaksi ganja di sekitaran Jl Yulius Usman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Atas informasi itu, petugas berhasil menangkap Juned di kawasan tersebut. Saat itu Juned tidak bisa mengelak karena kedapatan tas kresek warna hitam berisi 1,08 kg dan timbangan digital awrta ponsel.</p>



<p>Wakapolresta Malang Kota, AKBP Deny Heryanto menjelaskan, bahwa sebelumnya tersangka mendapatkan pesan Whatsapp dari seseorang yang bernama Imam alias Punjul. Pesan Whatsapp itu berisi, agar tersangka mengambil narkoba ganja di sekitar bawah pohon di daerah Comboran, Kota Malang. &#8220;Tersangka ini membeli narkoba dengan sistem ranjau,&#8221; ujar AKBP Deny.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hut-112-kota-malang-pemkot-malang-segera-tetapkan-logo-baru">HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pengawasan-menyeluruh-thr-pemprov-jatim-buka-54-titik-posko-pelayanan-pengaduan">Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kolaborasi-dengan-pihak-swasta-pemkot-malang-gelar-mudik-gratis-tahun-2026">Kolaborasi dengan Pihak Swasta, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Tahun 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ikuti-hlm-tpid-dan-tp2dd-jawa-timur-ini-langkah-pemkab-kediri-cegah-inflasi">Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jawa Timur, Ini Langkah Pemkab Kediri Cegah Inflasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dukung-ketahanan-pangan-bupati-malang-ikuti-hlm-tpid-dan-tp2dd-jatim-2026">Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Malang Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jatim 2026</a></li>
</ul>


<p>Tersangka kemudian mengambil narkoba tersebut. Saat melintas di Jl Yulius Usman, Juned langsung ditangkap petugas Polsek Sukun. &#8220;Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui bahwa Imam alias Punjul yang melakukan kontak WA dengan tersangka. Lalu, berdasarkan bentuk ganja dan model pengemasannya, kemungkinan ganja itu berasal dari wilayah Aceh,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Atas perbuatannya tersebut, tersangka Juned dikenakan Pasal 111 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun penjara.  Kepada petugas, Juned mengaku bahwa ganja miliknya akan dipakai sendiri. Dia mengaku kenal dengan Imam Panjul karena teman sejak kecil. Panjul terjerat kasus narkoba dan hingga kini masih menjalani sisa hukumannya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">163293</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dikira Pulang Kampung, Marketing Perumahan Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar Kos</title>
		<link>https://memontum.com/dikira-pulang-kampung-marketing-perumahan-ditemukan-tewas-membusuk-di-kamar-kos</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jul 2021 13:18:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta sukun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=148305</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Setelah tidak terlihat selama empat hari, Yurike Niki Dahlia (28), warga Desa Kebonsari, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, ditemukan tewas di kamar kosnya Jl Keben II, RT 5/RW 7, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Sabtu (17/07). Karyawati marketing di salah satu perumahan di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, ditemukan dalam kondisi sudah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Setelah tidak terlihat selama empat hari, Yurike Niki Dahlia (28), warga Desa Kebonsari, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, ditemukan tewas di kamar kosnya Jl Keben II, RT 5/RW 7, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Sabtu (17/07).</p>



<p>Karyawati marketing di salah satu perumahan di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, ditemukan dalam kondisi sudah membusuk hingga menimbulkan bau tidak sedap. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sukun hingga jenazah korban dievakuasi ke kamar jenazah RSSA Malang.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hut-112-kota-malang-pemkot-malang-segera-tetapkan-logo-baru">HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pengawasan-menyeluruh-thr-pemprov-jatim-buka-54-titik-posko-pelayanan-pengaduan">Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kolaborasi-dengan-pihak-swasta-pemkot-malang-gelar-mudik-gratis-tahun-2026">Kolaborasi dengan Pihak Swasta, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Tahun 2026</a></li>
</ul>


<p>Informasi Memontum.com bahwa Sabtu pukul 11.30, penghuni kos mencium bau menyengat. Setelah ditelusuri ternyata berasal dari dalam kamar korban. &#8220;Korban ditemukan dalam kondisi terlentang di dalam kamarnya,&#8221; ujar Wira (38), menantu pemilik kos.</p>



<p>Diceritakan oleh Wira, bahwa dirinya terakhir kontak dengan korban sekitar empat hari lalu. &#8220;Saat itu korban bilang sakit tipes, dengan gejala batuk. Saat itu saya sarankan untuk istirahat. Setelah itu saya tidak melihatnya lagi,&#8221; ujar Wira.</p>



<p>Pada Rabu (14/07), Wira sempat chat WhatsApp, namun tidak ada balasan. &#8220;Pada Rabu kemarin saya sempat menanyakan kabar korban melalui chat WhatsApp. Namun tidak ada jawaban. Saya cek kamarnya, masih terkunci. Saya kemudian mengira kalau korban sedang pulang kampung karena lampu kamar mandi menyala,&#8221; ujar Wira.</p>



<p>Sabtu sekitar pukul 11.30N Wira mendapat laporan dari penghuni kos telah mencium bau menyengat. &#8220;Dapat laporan dari anak kos, kalau mencium bau busuk dari dalam kamar korban. Saat diintip dari jendela, diketahui korban sudah meninggal. Kami kemudian melapor ke pihak kepolisian,&#8221; ujar Wira. Kini petugas masih melakukan penyelidikan terkait tewasnya korban.<strong> (gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">148305</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Geger! Bayi Perempuan Dibunuh, Mulut Disumpal Kain Dilempar ke Sungai</title>
		<link>https://memontum.com/geger-bayi-perempuan-dibunuh-mulut-disumpal-kain-dilempar-ke-sungai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2021 06:10:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[bayi dibunuh]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta sukun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=140474</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sesosok mayat bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan di Sungai Simpang Kepuh, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang Selasa (20/4/2021) pukul 07.00. Kondisinya sangat mengenaskan yakni ditemukan dalam tas di aliran sungai. Mulut tersumpal kain dan badan terikat selimut. Jenazahnya pertama kali ditemukan Ngatin (54), asisten rumah tangga (ART) di sekitar lokasi, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sesosok mayat bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan di Sungai Simpang Kepuh, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang Selasa (20/4/2021) pukul 07.00. Kondisinya sangat mengenaskan yakni ditemukan dalam tas di aliran sungai. Mulut tersumpal kain dan badan terikat selimut.</p>



<p>Jenazahnya pertama kali ditemukan Ngatin (54), asisten rumah tangga (ART) di sekitar lokasi, warga asal Jl Sawahan, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sukun hingga petugas segera datang ke lokasi melakukan penyelidikan. Mayat bayi itu kemudian di evakuasi dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.</p>



<h5 class="has-text-color wp-block-heading" style="color:#a31200"><strong><em>Baca juga:</em></strong></h5>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hut-112-kota-malang-pemkot-malang-segera-tetapkan-logo-baru">HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pengawasan-menyeluruh-thr-pemprov-jatim-buka-54-titik-posko-pelayanan-pengaduan">Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kolaborasi-dengan-pihak-swasta-pemkot-malang-gelar-mudik-gratis-tahun-2026">Kolaborasi dengan Pihak Swasta, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Tahun 2026</a></li>
</ul>


<p>Informasi Memontum.com bahwa pagi itu Ngatin berbelanja sayur. Saat pulang, dia melintas di jembatan sungai di sekitar lokasi kejadian. Karena tas nya cukup bagus, Ngatin pun tertarik untuk mengambilnya. </p>



<p>Dia kemudian mengambil kayu pengait untuk mengambil tas motif tersebut. Ngatin kemudian mengangkat nya dari pinggir sungai. Karena terasa berat, dia lantas penasaran dan memnuka isi tas tersebut.</p>



<p>Namun saat dibuka, Ngatin langsung kaget dikarenakan isinya sesosok bayi. Namun dia sempat mengira boneka hingga meminta tolong Sunarmi (58) warga sekitar untuk memastikannya. Setelah keduanya melihat isi dalam tas itu, Ngatin dan Sunarmi langsung yakin bahwa yang ditemukannya tersebut adalah mayat bayi.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="740" height="416" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/04/TKP-Bayi-Perempuan-Dibunuh-Mulut-Disumpal-Kain-Dilempar-ke-Sungai.jpg?resize=740%2C416&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-140477" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/04/TKP-Bayi-Perempuan-Dibunuh-Mulut-Disumpal-Kain-Dilempar-ke-Sungai.jpg?resize=1024%2C576&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/04/TKP-Bayi-Perempuan-Dibunuh-Mulut-Disumpal-Kain-Dilempar-ke-Sungai.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/04/TKP-Bayi-Perempuan-Dibunuh-Mulut-Disumpal-Kain-Dilempar-ke-Sungai.jpg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/04/TKP-Bayi-Perempuan-Dibunuh-Mulut-Disumpal-Kain-Dilempar-ke-Sungai.jpg?resize=400%2C225&amp;ssl=1 400w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/04/TKP-Bayi-Perempuan-Dibunuh-Mulut-Disumpal-Kain-Dilempar-ke-Sungai.jpg?w=1200&amp;ssl=1 1200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><figcaption>Lokasi kejadian. (ist)</figcaption></figure>



<p>Bayi itu kondisi mulut tersumpal kain warna merah, wajah sebelah kiri alami luka lebam, badan terikat selimut dan masih lengkap dengan air-arinya. Karena yang ditemukan adalah mayat bayi, keduanya selanjutnya melaporkan kejadian ini ke RT setempat.</p>



<p>Penemuan ini cukup mengundang perhatian warga sekitar hingga mendatangi lokasi. Banyak yang menyayangkan peristiwa ini. Sebab diduga bayi tersebut baru saja dibunuh orang tuanya dan dibuang ke sungai untuk menghilangkan jejak.</p>



<p>Kapolsekta Sukun Kompol Suyoto SH MH mengatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. &#8220;Diduga bayi itu hasil hubungan gelap dan dibuang oleh orang tuanya. Kami masih melakukan penyelidikan,&#8221; ujar Kompol Suyoto.<strong> (gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">140474</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lewat Undercover Buy, Pengedar Ganja dan Sabu Tak Berkutik Saat Dibekuk Polisi</title>
		<link>https://memontum.com/lewat-undercover-buy-pengedar-ganja-dan-sabu-tak-berkutik-saat-dibekuk-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2021 14:35:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[ganja]]></category>
		<category><![CDATA[Narkotika]]></category>
		<category><![CDATA[pengedar]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta sukun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=131424</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tersangka Mdr alias Dori (41) warga Jl Mayjen Wiyono, Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Selasa (5/1/2021) siang, masih menjalani pemeriksaan di Polsekta Sukun. Dia ditangkap pada Senin (4/1/2021) sore, di tepi jalan Gang IV Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Saat ditangkap, Dori tidak bisa lagi mengelak karena kedapatan 6 bungkus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tersangka Mdr alias Dori (41) warga Jl Mayjen Wiyono, Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Selasa (5/1/2021) siang, masih menjalani pemeriksaan di Polsekta Sukun.</p>



<p>Dia ditangkap pada Senin (4/1/2021) sore, di tepi jalan Gang IV Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.</p>



<p>Saat ditangkap, Dori tidak bisa lagi mengelak karena kedapatan 6 bungkus ganja seberat 41,73 gram, 1 bungkus Sabu-Sabu (SS) seberat 0,38 gram, tas pinggang warna hijau, 1 pak papir dan HP Xiomi Redmi 6A yang digunakan untuk bertransaksi.</p>



<p>Akibat perbuatannya ini, Dori harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi Polsekta Sukun.</p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa penangkapan ini berawal dari petugas Polsekta Sukun melakukan penyelidikan terkait peredaran narkotika di kawasan Sukun. Dari sinilah petugas kemudian melakukan undercover buy.</p>



<p>Terjadi transaksi di Jl Gang IV Tanjungrejejo, Kecamatan Sukun. Nampaknya Dori berencana untuk meranjau narkobanya.</p>



<p>Namun saat itu petugas reskrim Polsekta Sukun segera bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap Dori. Saat digeledah, Dori kedapatan SS dan ganja hingga hanya bisa pasrah saat digelendeng ke Mapolsekta Sukun.</p>



<p>Belum diketahui pasti berapa lama Dori mengedarkan narkotika. Sampai ini petugas masih terus melakukan pengembangan. Termasuk mencari keberadaan orang yang telah memasok narkotika kepada Dori.</p>



<p>Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH melalui Kapolsekta Sukun Kompol Suyoto SH MH saat dikonfirmasi Memontum.com membenarkan adanya penangkapan tersebut.</p>



<p>&#8220;Tersangka Dr kami kenakan Pasal Pasal 111 ayat (1) dan 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 Tentang Narkotika. Saat ini kami masih terus makukan pengembangan,&#8221; ujar Kompol Suyoto.<strong> (gie)</strong></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">131424</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sopir Mikrolet AMG Ditemukan Tewas di Pasar Gadang</title>
		<link>https://memontum.com/sopir-mikrolet-amg-ditemukan-tewas-di-pasar-gadang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2020 12:03:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mikrolet AMG]]></category>
		<category><![CDATA[pasar gadang]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta sukun]]></category>
		<category><![CDATA[Sopir Tewas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=125396</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sopir mikrolet jalur AMG, Sugeng Purwantoro (56) warga Dusun Krajan, Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Minggu (11/10/2020) pukul 10.15, ditemukan tewas. Dia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa tertelungkup di jok sopir mikroletnya di area Pasar Gadang Jl Kolonel Sugiono, Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Informasi Memontum.com bahwa siang itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sopir mikrolet jalur AMG, Sugeng Purwantoro (56) warga Dusun Krajan, Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Minggu (11/10/2020) pukul 10.15, ditemukan tewas. Dia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa tertelungkup di jok sopir mikroletnya di area Pasar Gadang Jl Kolonel Sugiono, Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa siang itu, Sugeng sedang menunggu penumpang di Pasar Gadang. Kholil (50) warga Gadang, temannya sesama sopir Mikrolet AMG mencoba membangunkan. Kondisinya tertelungkup di jok sopir.</p>
<p>Saat itu Kholil mencoba membangunkan Sugeng dengan beberapa kali memanggil namanya. Namun sama sekali tidak ada respon. Karena curiga dan merasa kuatir, Kholil segera meminta tolong warga sekitar dan melaporkan kejadian ini ke Pos Polisi Gadang hingga diteruskan ke Polsekta Sukun.</p>
<p>Petugas kemudian melakukan pengecekan hingga diketahui kalau Sugeng sudah dalam kondisi tak bernyawa. Jenazah Sugeng kemudian dievakuasi oleh petugas PMI Kota Malang. Dugaan sementara Sugeng meninggal akibat serangan jantung.</p>
<p>Dari hasil penyelidikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Sugeng. &#8220;Diduga korban meninggal karena sakit. Dari keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat sakit gula darah,&#8221; ujar Kapolsekta Sukun Kompol Suyoto SH MH. <strong>(gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">125396</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hindari Kereta Api, Dua Mahasiwa Loncat ke Sungai</title>
		<link>https://memontum.com/hindari-keretaapi-dua-mahasiwa-loncat-ke-sungai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2020 14:55:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Hindari Kereta]]></category>
		<category><![CDATA[lompat dari Rel]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta sukun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=124278</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Fransiska Nita (21) mahasiswi di Kota Malang warga asal Dusun Leminang, Desa Naga Manoko, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat yang kos di Jl Keben Gang II Timur, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang dan Basilius Yanuarius (21) mahasiswa, warga Dusun Puntu, Desa Torok Golo, Kecamatan Rana Mase, Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Fransiska Nita (21) mahasiswi di Kota Malang warga asal Dusun Leminang, Desa Naga Manoko, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat yang kos di Jl Keben Gang II Timur, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang dan Basilius Yanuarius (21) mahasiswa, warga Dusun Puntu, Desa Torok Golo, Kecamatan Rana Mase, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, kos di Jl Klatan Gang III, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis (24/9/2020) pukul 16.30, melompat dari Rel KA jembatan Jl. Satsuit Tubun Gang I, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.</p>
<p>Hal itu dilakukan untuk menghindari Kereta Api (KA) pengangkut barang yang melintas jurusan Stasiun Kota Lama menuju Stasiun Pakisaji, Kabupaten Malang. Karena jembatan cukup dalam, Nita alami luka yang cukup parah. Yakni luka di bagian kaki dan dagu serta mati rasa. Saat ini dalam perawatan di RST Soepraoen. Sedangkan Yanuarius alami luka di pelipis bagian kanan, kaki sebelah kanan.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa sebelum kejadian, kedua korban dan teman-temannya olah raga joging melintasi jembatan KA Jl Satsuit Tubun Gang I. Saat teman-temannya sudah berhasil melalui jembatan, tampak keduanya masih berusaha menuju ke ujung jembatan.</p>
<p><div id="attachment_124279" style="width: 235px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2020/09/Petugas-Polsekta.jpeg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-124279" decoding="async" class="size-medium wp-image-124279" src="https://i0.wp.com/s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2020/09/Petugas-Polsekta-225x300.jpeg?resize=225%2C300&#038;ssl=1" alt="Petugas Polsekta Sukun saat berada di lokasi kejadian. (ist)" width="225" height="300" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/Petugas-Polsekta.jpeg?resize=225%2C300&amp;ssl=1 225w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/Petugas-Polsekta.jpeg?resize=200%2C267&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/Petugas-Polsekta.jpeg?w=400&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 225px) 100vw, 225px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-124279" class="wp-caption-text">Petugas Polsekta Sukun saat berada di lokasi kejadian. (ist)</p></div></p>
<p>Saat itu KA pengangkut barang melaju dari utara ke selatan. Sekitar jarak 20 meter sudah membunyikan klakson. Karena masih berada di jembatan, kedua korban memilih untuk melompat ke sungai menghindari KA barang yang melintas.</p>
<p>Teman-teman korban termasuk Sarlota Ariani (20) mahasiswi, asal NTT berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. Teriakan itu didengar warga hingga berdatangan memberikan pertolongan. Saat itu Nita terlihat tergeletak tak sadarkan diri sedangkan Yanurius juga tergelatak, namun masih dalam kondisi sadar. Warga kemudian melakukan pertolongan membawa kedua korban ke RST Soepraoen.</p>
<p>Kapolsekta Sukun Kompol Suyoto SH MH saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. &#8220;Korban melompat dari jembatan untuk menghindari Kereta Api yang melintas. Kini korban masih dalam perawatan di RS Soepraoen,&#8221; ujar Kompol Suyoto.<strong> (gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">124278</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ungkap Peredaran Narkoba 5,7 kg Ganja, Polsekta Sukun Dapatkan Piagam Penghargaan</title>
		<link>https://memontum.com/ungkap-peredaran-narkoba-57-kg-ganja-polsekta-sukun-dapatkan-piagam-penghargaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2020 09:47:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta sukun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=123849</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH, Kamis (17/9/2020) pagi, secara langsung menberikan piagam penghargaan kepada dua karyawan PT. Tunas Artha Gardatama (TAG) dan sembilan petugas Polsekta Sukun. Dua masyarakat umum yang mendapat penghargaan ini adalah Indra Kurnia Wardana sebagai satpam PT TAG dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH, Kamis (17/9/2020) pagi, secara langsung menberikan piagam penghargaan kepada dua karyawan PT. Tunas Artha Gardatama (TAG) dan sembilan petugas Polsekta Sukun.</p>
<p>Dua masyarakat umum yang mendapat penghargaan ini adalah Indra Kurnia Wardana sebagai satpam PT TAG dan Riko Yurizal sebagai petugas maintenance PT TAG. Keduanya telah menganggalkan aksi perampokan di ATM Mandiri Jl Kawi, Kecamatan Klojen, Kota Malang, pada 31 Agustus 2020 pukul 22.05. Saat itu pelaku membawa senjata jenis pistol (Airsoft gun) berencana merampok Riko yang sedang memperbaiki ATM. Meskipun keduanya ditodong pistol, namun masih melakukan perlawanan hingga pelaku kabur tanpa berhasil membawa barang jarahan.</p>
<p>Penghargaan selanjutnya diberikan kepada 9 petugas Polsekta Sukun yang telah berhasil mengungkap peredaran narkoba dengan Barang-Bukti (BB) ganja seberat 5,7 kg. Petugas kepolisian yang mendapatkan penghargaan tersebut adalah Kompol Suyoto sebagai Kapolsek Sukun.</p>
<p>Iptu Maruf sebagai Kanitreskrim Polsek Sukun, Aiptu Eko Setyo Budi sebagai PS. Panit 1 Reskrim Polsek Sukun, Aiptu Lasmono sebagai PS. Panit 2 Reskrim Polsek Sukun, Aipda Musa Sabana sebagai anggota Polsek Sukun, Bripka Bagus Utoro sebagai anggota Polsek Sukun, Bripka Randy Kusuma Affandi sebagai anggota Polsek Sukun, Bripka Arif Fauzi sebagai anggota Polsek Sukun dan Brigadir Sutanto sebagai anggota Polsek Sukun.</p>
<p>Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus mengatakan pemberian piagam penghargaan merupakan konsep manajemen sumber daya manusia untuk meningkatkan motivasi dan presrasi personil.</p>
<p>&#8220;Ini meningkatkan motivasi dan prestasi personil. Diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan tugas yang dibebankan. Target atau tujuan yang ingin dicapai, dapat terlaksana dengan baik. Petugas Polsekta Sukun kami berikan penghargaan atas prestasinya berhasil mengungkap peredaran narkoba dengan total BB 5,7 kg ganja. Ini adalah prestasi luar biasa di tengah pandemi Covid-19. Selalu meningkatkan prestasi ungkap kasus yang meresahkan masyarakat,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus. <strong>(gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123849</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PNS Petugas Kebersihan Meninggal Mendadak di Pasar Bareng</title>
		<link>https://memontum.com/3pns-petugas-kebersihan-meninggal-mendadak-di-pasar-bareng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2020 12:51:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Bareng]]></category>
		<category><![CDATA[PNS]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta sukun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=123591</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hariya Wasis (46) PNS Dinas Kebersihan Kota Malang, warga Desa Sumbersuko, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Senin (7/9/2020) pukul 12.30, meninggal mendadak di kawasan Pasar Bareng Jl Terusan Ijen, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Diduga, Wasis meninggal akibat serangan jantung. Sebab saat itu, tiba-tiba Wasis roboh hingga diketahui telah meninggal dunia. Kejadian ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hariya Wasis (46) PNS Dinas Kebersihan Kota Malang, warga Desa Sumbersuko, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Senin (7/9/2020) pukul 12.30, meninggal mendadak di kawasan Pasar Bareng Jl Terusan Ijen, Kecamatan Klojen, Kota Malang.</p>
<p>Diduga, Wasis meninggal akibat serangan jantung. Sebab saat itu, tiba-tiba Wasis roboh hingga diketahui telah meninggal dunia. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Klojen. Jenazah Wasis kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa sehari-harinya Wasis bekerja sebagai tukang kebersihan di Pasar Bareng. Seminggu lalu Wasis sempat meminta ijin karena sakit. Dia kembali masuk kerja pada Minggu (6/9/2020), meskipun hanya setengah hari. Sedangkan pada Senin (7/9/2020) pagi Wasis kembali bekerja seperti biasanya.</p>
<p>&#8220;Sempat disarankan oleh para pedagang, supaya korban istirahat saja kalau masih sakit. Kemudian dijawab oleh korban gak apa apa, gak enak sama teman yang lain kalau istirahat terus,&#8221; ujar Taufik, saksi mata.</p>
<p>Selanjutnya Wasis sempat Salat Dzuhur berjamaah di Masjid Kuba. Setelah selesai salat, Wasis kembali ke area pasar. &#8221; Korban mengeluh sakit kemudian meminta dipijat kepada salah satu pedagang pasar. Saat menunggu dipijat, korban mendadak jatuh dari tempat duduknya. Semula masih terlihat sadar, namun tak lama kemudian meninggal dunia. Kejadian ini langsung dilaporkan ke pihak kepolisian,&#8221; ujar Rubaiyah, pedagang pasar.</p>
<p>Kapolsekta Klojen Kompol Fatkhur Rokhman SH membenarkan kejadian ini. &#8221; Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Korban meninggal karena sakit. Diduga sakit jantung. Sebelum meninggal korban mengeluhkan pusing dan meminta dipijat. Saat ini jenazahnya sudah kami bawa ke kamar jenazah RSSA Malang,&#8221; ujar Kompol Fatkhur Rokhman. <strong>(gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123591</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Jambret HP Raisa, Ngaku Untuk Tambahan Uang Jajan</title>
		<link>https://memontum.com/dua-jambret-hp-raisa-ngaku-untuk-tambahan-uang-jajan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2020 14:34:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[dimassa]]></category>
		<category><![CDATA[jambret]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 363]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta sukun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/119792-dua-jambret-hp-raisa-ngaku-untuk-tambahan-uang-jajan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dua pelaku jambret Gustia Ahmat Pero (23) warga asal Air Umban, Kecamatan Pino, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu dan Frans Syaputra (20) warga Deaa Sindang Bulan, Kecamatan Sugimin, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, Selasa (21/7/2020) pukul 15.00, akhirnya dirilis di Mapolresta Malang Kota. Dia adalah pelaku jambret yang dihajar massa pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dua pelaku jambret Gustia Ahmat Pero (23) warga asal Air Umban, Kecamatan Pino, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu dan Frans Syaputra (20) warga Deaa Sindang Bulan, Kecamatan Sugimin, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, Selasa (21/7/2020) pukul 15.00, akhirnya dirilis di Mapolresta Malang Kota.</p>
<p>Dia adalah pelaku jambret yang dihajar massa pada Sabtu (18/7/2020) pukul 20.30 di kawasan Puncak Villa Tidar, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Saat dirilis, dua warga perantauan ini mengaku nekat menjambret karena ada kesempatan setelah melihat korbannya sedang mengendarai motor sambil telp. Rencananya ponsel milik korban akan dijual untuk tambahan uang jajan sehari-hari. &#8221; Rencananya untuk tambahan kebutuhan sehari-hari,&#8221; ujar Gustia.</p>
<p>Wakapolresta Malang Kota AKBP Totok Mulyanto Dinoyo saat merilis kedua tersangka mengatakan bahwa tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. &#8221; Tersangka mengaku baru pertama kali melakukan aksi penjambretan. Dia kami kenakan Pasal 363 KUHP,&#8221; ujar AKBP Totok.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya Gustia dan Frans dihajar massa di kawasan Puncak Villa Tidar. Kedua pelaku yang sehari-harinya tinggal di Jl Pelabuhan Tanjung Perak, Kelurahan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, tertangkap basah saat melakukan penjambretan HP Samsung A7 milik Raisa (24) mahasiswi asal Banjarmasin, yang kos di kawasan Dinoyo Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Aksi penjambretan itu terjadi di Jl Puncak Mandala, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa malam itu Raisa mengendarai motornya. Saat itu dia menelphon temannya sambil berkendara. Ponsel diletakkan di telinga kirinya di dalam helm. Pelaku yang mengendarai motor metic secara berboncengan mengetahui hal itu hingga melakukan pengejaran dari arah belakang.</p>
<p>Salah satu pelaku berbadan gendut yang berada di boncengan beraksi sebagai eksekutor. Motor Raisa kemudian di pepet daei sebelah kiri. Tangan kanan pelaku dengan cepat merampas HP tersebut.</p>
<p>Usai menguasai HP korban, kedua pelaku tancap gas ke arah barat. Beruntung korban masih bisa meneriakinya jambret hingga warga berdatangan melakukan pengejaran. Para pelaku sempat hebeberapa kali terhalang portal.</p>
<p>Sebab saat ini banyak portal tutup dan pelaku nampaknya buta peta sekitar lokasi hingga beberapa kali harus putar balik. Para pelaku tertangkap di Villa Pincak Tidar, Kecamatan Sukun. Pelaku sempat mebuang ponsel hasil jarahannya. Namun percuma hal itu diketahui oleh warga yang berhasil menangkapnya.</p>
<p>Keduanya dihajar massa. Rekamannya sempat diposting di media sisial Facebook. Beruntung petugas Polsekta Sukun segera tiba di lokasi kejadian melakukan pengamanan. Keduanya kemudian dibawa ke Polsekta Sukun untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.</p>
<p>Kapolsekta Sukun Kompol Suyoto SH MH saat dikonfirmasi Memontum.com membenarkan adanya kejadian itu. &#8221; Ada 2 orang yang kami amankan. Kami masih melakukan pengembangan,&#8221; ujar Kompol Suyoto. <strong>(gie/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">119792</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
