<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>populasi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/populasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Apr 2025 12:34:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>populasi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kendalikan Populasi Tikus secara Alami, Pemkab Lumajang Bakal Perbanyak Rubuha</title>
		<link>https://memontum.com/kendalikan-populasi-tikus-secara-alami-pemkab-lumajang-bakal-perbanyak-rubuha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2025 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[alami]]></category>
		<category><![CDATA[kendalikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[perbanyak]]></category>
		<category><![CDATA[populasi]]></category>
		<category><![CDATA[rubuha]]></category>
		<category><![CDATA[secara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221592</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kabupaten Lumajang telah berhasil membangun sebanyak sekitar 268 rumah burung hantu (Rubuha) dan akan terus bertambah. Pembangunan Rubuha ini, sebagai upaya efektif dalam mengatasi hama tikus yang sering merusak tanaman pertanian. Langkah ini, tidak hanya bertujuan untuk mengendalikan populasi tikus secara alami, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian dan mendukung program [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kabupaten Lumajang telah berhasil membangun sebanyak sekitar 268 rumah burung hantu (Rubuha) dan akan terus bertambah. Pembangunan Rubuha ini, sebagai upaya efektif dalam mengatasi hama tikus yang sering merusak tanaman pertanian.</p>



<p>Langkah ini, tidak hanya bertujuan untuk mengendalikan populasi tikus secara alami, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian dan mendukung program swasembada pangan di daerah tersebut. Keterangan ini, disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat beraudiensi dengan Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Muhammad Mujiburrahman, di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Rabu (30/04/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam pertemuan tersebut, Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, menyampaikan bahwa penggunaan burung hantu sebagai predator alami tikus terbukti efektif mengurangi kerugian yang dialami petani akibat serangan hama tersebut. Karenanya, ke depan pemerintah daerah berencana untuk menambah jumlah Rubuha dengan menggandeng perusahaan kayu di Lumajang melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).</p>



<p>Perusahaan-perusahaan tersebut, tambahnya, akan menyuplai bahan kayu untuk pembuatan Rubuha, yang akan melibatkan petani setempat dalam proses pembuatannya. Langkah ini, diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, yakni mengatasi masalah hama tikus serta memberdayakan petani lokal.</p>



<p>Dengan upaya ini, paparnya, diharapkan hasil pertanian di Lumajang akan semakin optimal. Termasuk, mampu membantu meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung ketahanan pangan nasional melalui penerapan metode ramah lingkungan dan berkelanjutan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221592</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Komisi II DPRD Trenggalek Dorong Pemkab Tingkatkan Dukungan Anggaran untuk Populasi Sapi Nggalekan</title>
		<link>https://memontum.com/komisi-ii-dprd-trenggalek-dorong-pemkab-tingkatkan-dukungan-anggaran-untuk-populasi-sapi-nggalekan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Nov 2024 03:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi]]></category>
		<category><![CDATA[nggalekan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[populasi]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216634</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Keberlanjutan populasi Sapi Trenggalek (Nggalekan) menjadi sorotan Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek. Diketahui, populasi sapi Nggalekan saat ini terancam punah. Oleh karena itu, dalam rapat klarifikasi perencanaan kegiatan tahun 2025, sejumlah program terkait pelestarian sapi lokal ini mendapat perhatian khusus Komisi II. &#8220;Dari data yang ada, sapi Trenggalek hanya tersisa sekitar 28 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Keberlanjutan populasi Sapi Trenggalek (Nggalekan) menjadi sorotan Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek. Diketahui, populasi sapi Nggalekan saat ini terancam punah. Oleh karena itu, dalam rapat klarifikasi perencanaan kegiatan tahun 2025, sejumlah program terkait pelestarian sapi lokal ini mendapat perhatian khusus Komisi II.</p>



<p>&#8220;Dari data yang ada, sapi Trenggalek hanya tersisa sekitar 28 ekor saja. Dan sapi-sapi itu saat ini masih dipelihara oleh Dinas Peternakan Trenggalek,&#8221; kata Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Mugiyanto, saat dikonfirmasi Senin (18/11/2024) tadi.</p>



<p>Menurutnya, hal itu merupakan masalah serius yang memerlukan perhatian lebih. Untuk itu, Komisi II mendorong pemerintah agar memberikan dukungan anggaran yang cukup agar populasi sapi Trenggalek dapat bertahan dan berkembang.</p>



<p>“Sapi Trenggalek, yang merupakan salah satu jenis sapi asli daerah ini, kini berada dalam ancaman kepunahan. Kedepan, upaya pelestarian akan dilakukan dengan mengembangkan kawin silang dengan berbagai jenis sapi. Namun, hasil yang diharapkan masih jauh dari maksimal,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Saat ini, sambung Obeng-sapaan akrabnya, ketersediaan anggaran untuk memelihara dan mengembangkan sapi Trenggalek hanya sekitar 200 juta rupiah. Untuk memastikan kelangsungan hidup sapi tersebut, Komisi II menyarankan agar anggaran tersebut ditambah, terutama untuk kebutuhan nutrisi dan obat-obatan yang tepat, agar sapi-sapi tersebut dapat berkembang dengan lebih baik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami berharap, ada penambahan anggaran yang lebih memadai supaya program pelestarian ini bisa berjalan maksimal,” tambah Obeng.</p>



<p>Selain itu, Komisi II juga menyoroti alokasi anggaran untuk bantuan ternak yang disalurkan melalui program Musrenbang. Mereka menduga, bahwa bantuan tersebut sering kali tidak tepat sasaran. Komisi II juga menyarankan agar bantuan ternak tersebut dialihkan kepada program yang lebih prioritas dan tepat sasaran.</p>



<p>&#8220;Bantuan ternak yang kami lihat sering kali tidak menyasar masyarakat yang membutuhkan, terutama yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Kami meminta agar bantuan ternak ini disalurkan kepada masyarakat miskin dan yang benar-benar membutuhkan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Masih terang Politisi Partai Demokrat ini, langkah tersebut diambil untuk memastikan keberlanjutan sapi Trenggalek. Sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat yang berhak menerima bantuan ternak dengan lebih efektif.</p>



<p>&#8220;Dengan dukungan anggaran yang lebih besar dan program yang tepat sasaran, diharapkan sapi Trenggalek dapat dilestarikan dan menjadi bagian penting dari warisan budaya serta ekonomi peternakan di Kabupaten Trenggalek,&#8221; papar Obeng. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216634</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rekor..Tekan Over Populasi Kucing Non Ras, Polresta Malang Kota Gelar Steril Gratis untuk Ratusan Kucing</title>
		<link>https://memontum.com/rekor-tekan-over-populasi-kucing-non-ras-polresta-malang-kota-gelar-steril-gratis-untuk-ratusan-kucing</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Aug 2024 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Kucing]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[polresta]]></category>
		<category><![CDATA[populasi]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<category><![CDATA[rekor..tekan]]></category>
		<category><![CDATA[steril]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212830</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Polresta Malang Kota bersama Animal Defenders Indonesia dan Klinik Hewan Satwa Sehat Indonesia, menggelar steril (kebiri) gratis kucing non ras, di Ballroom Sanika Satyawada Polresta Malang Kota, Sabtu (10/08/2024) tadi. Pelaksanaan ini dilakukan, guna menekan angka over populasi kucing non ras di masyarakat. Cukup jarangnya pelaksanaan ini, kontan disambut antusias pecinta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Polresta Malang Kota bersama Animal Defenders Indonesia dan Klinik Hewan Satwa Sehat Indonesia, menggelar steril (kebiri) gratis kucing non ras, di Ballroom Sanika Satyawada Polresta Malang Kota, Sabtu (10/08/2024) tadi. Pelaksanaan ini dilakukan, guna menekan angka over populasi kucing non ras di masyarakat.</p>



<p>Cukup jarangnya pelaksanaan ini, kontan disambut antusias pecinta dan pemerhati kucing. Bahkan, tidak kurang hingga sebanyak 1.200 ekor kucing, yang didaftarkan untuk disteril. Hanya saja, karena keterbatasan tenaga, akhirnya hanya mampu menampung 500 sampai 600 ekor kucing. Itupun, dengan prioritas kucing jantan non ras.</p>



<p>Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto melalui Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan karena banyaknya aduan kekerasan terhadap kucing. Karenanya, sebagai bentuk perhatian maka menggelar pelaksanaan steril.</p>



<p>&#8220;Pendaftaran steril kucing gratis itu dibuka mulai 23 Juli sampai dengan 31 Juli 2024 lalu. Pendaftarannya, melalui link pendaftaran di website. Ternyata, animo pemilik kucing yang ingin mengikuti kegiatan ini cukup tinggi. Sebanyak 1.200 ekor kucing, terdaftar untuk mengikuti. Namun, karena kuotanya juga terbatas, maka diberikan batasan sesuai dengan ketentuan,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Masih menurut Kasi Humas, tingginya animo masyarakat dalam mengikuti gelaran steril, tidak menutup kemungkinan kegiatan serupa bakal kembali dilaksanakan. Tentunya, dengan kuota yang lebih besar. Bahkan, tidak hanya melakukan steril, namun juga memberikan edukasi tentang pemeliharaan dan kesejahteraan hewan.</p>



<p>&#8220;Kami imbau agar jangan ada kekerasan terhadap hewan. Karena semua sudah ada ketentuan perundang-undangnya dan ada hukumnya. Segala perbuatan yang melanggar hak dan kesejahteraan hewan seperti menyiksa, menganiaya dan menelantarkan, tentunya ada sanksinya,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, Pendiri Klinik Hewan Satwa Sehat Indonesia, drh Albiruni Haryo, menjelaskan jika pihaknya melibatkan sedikitnya 15 dokter hewan di acara gratis tersebut. Termasuk, juga melibatkan sekitar 250 volunteer dalam kegiatan ini.</p>



<p>&#8220;Ada 15 dokter hewan, baik dari klinik kami maupun dari Animal Defenders Indonesia. Termasuk, mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Malang dan juga profesional. Semuanya adalah volunteer dan bergabung untuk membantu dalam kegiatan ini. Mereka tidak dibayar dan hanya ingin membantu dalam kegiatan ini,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Pendiri Animal Defenders Indonesia, Doni Herdaru Tona, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah kolaborasi unik yang didesikasikan untuk masyarakat. &#8220;Ini adalah rekor di Kota Malang. Ada sebanyak 500 ekor kucing yang dilakukan steril selama sehari. Ini gratis demi kepentingan masyarakat Malang Raya,&#8221; ujarnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212830</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tekan Populasi Lalat saat Musim Hujan, DLH Kota Malang Upayakan Penyemprotan</title>
		<link>https://memontum.com/tekan-populasi-lalat-saat-musim-hujan-dlh-kota-malang-upayakan-penyemprotan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Dec 2023 12:36:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Penyemprotan]]></category>
		<category><![CDATA[populasi]]></category>
		<category><![CDATA[upayakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202778</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Populasi lalat yang meningkat saat musim penghujan dan terjadi di sekitar TPA Supit Urang, Kota Malang, mendapat perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Untuk mengantisipasi atau meminimalisir itu, DLH pun melakukan beberapa langkah. Plt Kepala UPT Pengelolaan Sampah TPA, Heru Toto Prasetyo, menyampaikan jika pengendalian lalat itu dilakukan dengan menyemprotkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Populasi lalat yang meningkat saat musim penghujan dan terjadi di sekitar TPA Supit Urang, Kota Malang, mendapat perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Untuk mengantisipasi atau meminimalisir itu, DLH pun melakukan beberapa langkah.</p>



<p>Plt Kepala UPT Pengelolaan Sampah TPA, Heru Toto Prasetyo, menyampaikan jika pengendalian lalat itu dilakukan dengan menyemprotkan obat. Dalam penyemprotannya, pun ada dua jenis. Yakni, penyemprotan jenis bakteri untuk mengendalikan bau dan pertumbuhan atau berkembangbiak lalat.</p>



<p>“Untuk di TPA Supit Urang, dilakukan penyemprotan dengan dua jenis. Itu dilakukan selama tiga kali sepekan dan menggunakan cairan bakteri,” kata Heru, saat dihubungi, Senin (04/12/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sedangkan, ujarnya, untuk di pemukiman warga sendiri juga dilakukan penyemprotan obat pembasmi lalat. Penyemprotan itu, dilakukan karena banyak keluhan dari masyarakat, terkait dengan serbuan lalat yang masuk dalam rumah. Selain mengganggu, lalat juga bisa membawa penyakit.</p>



<p>“Karena itu, perlu adanya obat pembasmi di wilayah pemukiman warga, terutama di Jedong dan Rawisari. Sebelum dilakukan penyemprotan, tentu kami koordinasi dengan RT dan RW. Beruntung di hari ini tadi, sudah berkurang lalatnya. Kalau kami semprot harus didampingi warga,” jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, penyemprotan obat lalat tersebut akan terus dilakukan untuk mengendalikan pertumbuhan dan berkembangnya lalat di musim hujan dan musim buah. &#8220;Tetap akan kami semprot sesuai jadwal. Tapi kalau muncul banyak lalat lagi ya UPT Pengelolaan Sampah akan ke sana,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202778</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jaga Populasi Ikan Perairan Darat, Bupati Trenggalek dan Istri Tebar Benih di Kedung Robot Kampak</title>
		<link>https://memontum.com/jaga-populasi-ikan-perairan-darat-bupati-trenggalek-dan-istri-tebar-benih-di-kedung-robot-kampak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Nov 2023 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[darat,]]></category>
		<category><![CDATA[kampak]]></category>
		<category><![CDATA[kedung]]></category>
		<category><![CDATA[perairan]]></category>
		<category><![CDATA[populasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202538</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Demi menjaga populasi dan keberadaan ikan perairan darat, tentunya dapat dilakukan dengan cara-cara melarang penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Kemudian, juga melakukan re-stocking ikan atau seperti sama yang dilakukan oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin beserta istri, Novita Hardiny, saat berada di Kedung Robot, Desa Bogoran, Kecamatan Kampak. Pasangan suami istri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Demi menjaga populasi dan keberadaan ikan perairan darat, tentunya dapat dilakukan dengan cara-cara melarang penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Kemudian, juga melakukan re-stocking ikan atau seperti sama yang dilakukan oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin beserta istri, Novita Hardiny, saat berada di Kedung Robot, Desa Bogoran, Kecamatan Kampak.</p>



<p>Pasangan suami istri itu, melakukan tebar benih ikan jenis Tawes dengan harapan bisa berkembang biak dan memberikan dampak ekologi dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ikan jenis Tawes sendiri dipilih, karena Tawes bukan jenis ikan predator. Sehingga, harapannya dapat menambah keberagaman ikan di sungai yang tengah dikembangkan oleh masyarakat sebagai destinasi wisata tersebut.</p>



<p>&#8220;Agenda hari ini kita restocking ikan. Ibu kepala Dinas Perikanan memberi tajuknya menebar kebaikan (tebar kembali benih ikan),&#8221; kata Bupati Arifin saat dikonfirmasi, Kamis (30/11/2023) tadi.</p>



<p>Bukan tanpa alasan, pihaknya memilih ikan air tawar jenis Tawes. Karena selama ini, banyak warga yang kebetulan nongkrong dan memancing di lokasi ini.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Kemudian nanti paling mancing, kalau dapat program stunting juga selain menjaga kelestarian alam. Ikan yang di tebar sendiri sebanyak 275.000 ekor,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Dijelaskan Mas Ipin-sapaan akrabnya, dalam kesempatan itu juga ada macam-macam bantuan kepada nelayan. Kemudian kepada kelompok warga miskin ekstrem, juga berupa budidaya ikan. Ada yang usaha lele, pengasapan, terus yang langsung berupa permakanan juga di delivery kepada warga yang memiliki putra putri yang memiliki prevalensi stunting. Baik itu Balita ataupun Batuta, tadi mendapatkan paket berupa permakanan di program Gemar ikan.</p>



<p>&#8220;Harapannya, ini dapat meningkatkan awareness masyarakat bahwa kalau lingkungannya lestari, juga menghasilkan ekonomi. Jadi tolong di sini, jangan potas-potas (racuni) ikan. Kemudian strum-strum ikan, terbukti kalau kedungnya bagus, airnya bersih dan lingkungannya terjaga, ada tempat nongkrong begini itu bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Kemudian ikannya nanti kalau sudah besar-besar, bisa dipancing dan dikonsumsi. Jadi nggak perlu serakahlah,&#8221; ujar Bupati Arifin di lokasi wisata yang lebih dikenal masyarakat Gubuk Pinggir Kali (Gupili) itu.</p>



<p>Senada dengan bupati, Novita Hardiny sangat mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Trenggalek, dalam menjaga ekologi. Menebar benih ikan menurutnya sangat perlu, karena selain menambah populasi ikan di perairan darat, diyakininya dapat memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat.</p>



<p>&#8220;Otomatis kalau ekosistem terjaga, ikan dapat berkembang biak dengan baik. Sehingga, tentunya masyarakat bisa mendapatkan dampak ekonomi dari ini,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Diketahui, kegiatan tebar benih ikan yang dilakukan oleh perangkat daerahnya dilakukan di 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Trenggalek. &#8220;Jadi, kita mencari tempat yang potensial. Ada air sepanjang tahun, apalagi cuaca saat ini sudah musim hujan, di 14 kecamatan akan kita tebar dan kondisikan secara proporsional,&#8221; kata Novita.</p>



<p>Tujuan utamanya tentu pengayaan sumberdaya ikan. Ketika di perikanan umum perairan darat itu ikannya menurun karena aktivitas penangkapan dan sebagainya. Ini harus di restock lagi supaya lebih banyak lagi sumberdaya ikan.</p>



<p>Harapan lebih jauhnya lagi, ungkapnya, ikan-ikan ini harus dijaga dan ketika sudah berkembang biak nanti harapannya masyarakat sekitar dapat mendapatkan sisi ekonomi yang berkelanjutan. &#8220;Bisa dipancing atau ditangkap dengan alat-alat yang ramah lingkungan. Ikannya bisa dikonsumsi, kemudian bisa juga dijual dan menghasilkan uang. Jadi dengan menjaga lingkungan, ternyata dapat mendatangkan keuntungan ekonomi,&#8221; terangnya.<strong> (mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202538</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lindungi Populasi Burung dari Kepunahan, Bupati Kediri Minta Perhatian Lebih Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/lindungi-populasi-burung-dari-kepunahan-bupati-kediri-minta-perhatian-lebih-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Nov 2023 12:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[burung,]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kepunahan,]]></category>
		<category><![CDATA[lindungi]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[perhatian]]></category>
		<category><![CDATA[populasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202391</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri berkomitmen menjaga kelestarian satwa burung yang ada di Bumi Panjalu. Melindungi populasi burung dari ancaman kepunahan, pemerintah daerah selalu terbuka terhadap segala bentuk masukan dari masyarakat. Kabupaten Kediri yang wilayahnya diapit Gunung Kelud dan Gunung Wilis, memiliki kawasan hutan yang masih terjaga. Menjaga kelestarian alam khususnya keanekaragaman satwa burung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kediri</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri berkomitmen menjaga kelestarian satwa burung yang ada di Bumi Panjalu. Melindungi populasi burung dari ancaman kepunahan, pemerintah daerah selalu terbuka terhadap segala bentuk masukan dari masyarakat.</p>



<p>Kabupaten Kediri yang wilayahnya diapit Gunung Kelud dan Gunung Wilis, memiliki kawasan hutan yang masih terjaga. Menjaga kelestarian alam khususnya keanekaragaman satwa burung dibutuhkan peran aktif masyarakat. Hal ini sebagaimana disampaikan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, kepada organisasi Pelestari Burung Indonesia (PBI) saat membuka pelaksanaan Lomba Burung Piala Kerajaan Kediri 3 di Lapangan Pemkab Kediri, Senin (27/11/2023) tadi.</p>



<p>&#8220;Saya titip, kalau memang ada satwa burung yang langka atau perlu perawatan ekstra, treatment ekstra, tolong kami pemerintah diberitahu lokasinya dimana. Titiknya dimana, biar nanti akan kami rawat supaya tidak ada populasi satwa yang punah terutama burung dalam hal ini,&#8221; kata Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri.</p>



<p>Lomba Burung Piala Kerajaan Kediri 3 yang digelar PBI Cabang Kabupaten Kediri, ini diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di tanah air. Beragam burung dilombakan dalam event ini, seperti Murai Batu, Cucak Hijau, Kacer, Cendet dan berbagi jenis burung lain.</p>



<p>Melihat antusias peserta, bupati berharap perlombaan ini dapat terus digelar pada tahun-tahun mendatang. Pemerintah Kabupaten Kediri diakui siap mensuport pelaksaan perlombaan burung tersebut.</p>



<p>&#8220;Tahun ini (2023) sekitar 1000 peserta. Harapannya nanti tahun 2024, bisa 3000 sampai 5000 peserta,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Ketua Umum PBI Pusat, Bagiya Rakhmadi, mengapresiasi kegiatan perlombaan burung yang diinisiasi PBI Cabang Kabupaten Kediri. Dirinya menekankan PBI merupakan organisasi yang memiliki visi misi utama dalam pelestarian satwa burung di Indonesia.</p>



<p>&#8220;Yang utama adalah pelestarian satwa. Lomba burung itu hanya bagian untuk memperkenalkan hasil tangkaran,&#8221; terangnya.</p>



<p>Bagiya berharap, kelestarian satwa burung di alam liar maupun yang ada di penangkaran bisa berjalan seimbang. Hal ini, karena penangkaran burung berkicau telah menjadi usaha mulai banyak dilirik karena mampu menumbuhkan perekonomian warga.</p>



<p>&#8220;Saya berharap para penangkar binaan PBI Kabupaten Kediri bisa eksis. Bertambah banyak dan menghidupkan perekonomian di Kabupaten Kediri,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Ketua PBI Jawa Timur, Heri Soegihono, menambahkan bahwa dengan adanya perlombaan burung maka dapat mendongkrak pelaku UMKM seperti pengrajin sangkar. Terlebih, Kediri menjadi daerah yang memiliki cukup banyak pengrajin sangkar, termasuk peternak burung berkicau.</p>



<p>&#8220;Kediri termasuk gudangnya peternak murai batu, dan kenari,&#8221; terangnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202391</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
