<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>porang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/porang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Nov 2021 14:04:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>porang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Manfaatkan Lahan Tak Produktif, Petani Jember Mulai Budidaya Tanaman Porang</title>
		<link>https://memontum.com/manfaatkan-lahan-tak-produktif-petani-jember-mulai-budidaya-tanaman-porang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2021 12:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten jember]]></category>
		<category><![CDATA[porang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=157265</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Memanfaatkan lahan tidak produktif seluas satu hektare di Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger, petani di wilayah selatan Kabupaten Jember membudidayakan Tanaman Porang.  Budidaya tanaman alternatif pengganti beras ini, telah dilakukan anggota kelompok tani yang tergabung dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember. Tanaman Porang diyakini memiliki potensi ekonomi tersendiri. Banyak jenis produk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Memanfaatkan lahan tidak produktif seluas satu hektare di Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger, petani di wilayah selatan Kabupaten Jember membudidayakan Tanaman Porang. </p>



<p>Budidaya tanaman alternatif pengganti beras ini, telah dilakukan anggota kelompok tani yang tergabung dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember. Tanaman Porang diyakini memiliki potensi ekonomi tersendiri. Banyak jenis produk dihasilkan dari olahan tanaman ini, seperti membuat bahan kosmetik.&nbsp;</p>



<p>Menurut Sekretaris HKTI Jember Hendro Saputro, terkait pemanfaatan lahan tidak produktif untuk ditanami Tanaman Porang, sebagai langkah awal dan percontohan wilayah pertanian di Jember.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hut-112-kota-malang-pemkot-malang-segera-tetapkan-logo-baru">HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pengawasan-menyeluruh-thr-pemprov-jatim-buka-54-titik-posko-pelayanan-pengaduan">Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kolaborasi-dengan-pihak-swasta-pemkot-malang-gelar-mudik-gratis-tahun-2026">Kolaborasi dengan Pihak Swasta, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Tahun 2026</a></li>
</ul>


<p>Nantinya Tanaman Porang ini akan dikembangkan di wilayah selatan Jember sekitar Kecamatan Puger dan kawasan Jember Utara di Kecamatan Jelbuk. Kemudian nanti akan dikembangkan di wilayah pertanian Jember lainnya.</p>



<p>&#8220;Karena memang untuk menanam Tanamanan Porang itu lahannya yang tidak produktif, bukan lahan sawah yang produktif. Misalkan di lahan bekas Pohon Sengon ataupun Pohon Pepaya,&#8221; ucap Hendro, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Senin (01/11/2021).&nbsp;</p>



<p>Lebih lanjut Hendro menjelaskan, dengan budidaya Porang dapat menambah penghasilan petani setempat. Selanjutnya dari budidaya Tanaman Porang ini, menjadi upaya percontohan dari potensi tanaman baru di Jember.</p>



<p>&#8220;Ditingkat petani sendiri, sudah kami lakukan pelatihan. Selanjutnya sudah kami bekali terkait teknik budi dayanya dan segala macamnya. Untuk awal, di Jember (yang sudah mencoba menanam untuk pembelajaran), yakni di Desa Tanggul, Sumberbaru, dan Patrang,&#8221; ungkapnya.&nbsp;</p>



<p>Penanaman Tanaman Porang ini akan terua dikembangkan untuk kelompok tani. &#8220;Karena masih dalam masa percontohan, kami mengajak satu kelompok petani. Sebenarnya ada 2 kelompok. Pertama kelompok petaninya di daerah kami (Kasian Timur) dan satunya lagi dari kelompok petani daerah utara Jember, tepatnya di Kecamatan Jelbuk,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Hendro juga menyampaikan, untuk Tanaman Porang ini memiliki banyak manfaat. &#8220;Bisa dipakai untuk bahan kosmestik, bahan pengganti beras (makanan pokok) yang sifatnya rendah kalori, dan juga dibuat alternatif untuk kesehatan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Namun demikian, diakui oleh Hendro, terkait pemasaran Tanaman Porang saat ini masih belum mendapat dukungan dari pemerintah setempat. &#8220;Tapi saya mendengar, bahwa Dinas terkait sudah mulai belajar soal pemasaran Porang di beberapa daerah lain. Sehingga nantinya bisa membantu untuk pangsa pasarnya,&#8221; kata Hendro.</p>



<p>Perlunya dukungan pemerintah daerah, lanjut pria yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama Kencong, karena nantinya terkait investor dari potensi Tanaman Porang ini butuh sentuhan tangan pemerintah.</p>



<p>&#8220;Karena memang pangsa pasar harus juga dibantu oleh pemerintah setempat. Juga ada beberapa investor yang sudah melirik di wilayah Jember untuk membuat pabrik yang siap memproduksi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Hendro juga menambahkan, untuk lahan yang bisa ditamani Porang di lahan yang tidak produktif. &#8220;Seperti lahan tegal yang kering yang biasanya ditanami Pohon Sengon dan Pepaya. Jadi sifatnya tanaman tahunan. Jadi nantinya di bawahnya bisa ditanami Tanaman Porang. Jember sangat potensial dengan lahannya. Tanaman porang ini juga menguntungkan, selain manfaatnya. Karena saat panen 2 tahun sekali. Per 1 biji porang ini, umbinya bisa mencapai berat 2 Kg,&#8221; imbuh Hendro. <strong>(ark/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">157265</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Trenggalek Tawarkan Skema Bisnis Investasi Porang</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-trenggalek-tawarkan-skema-bisnis-investasi-porang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2021 16:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bupati trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[porang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=151877</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, berikan tawaran menarik untuk skema bisnis bagi investor yang mau masuk ke Trenggalek. Mau tau skemanya seperti apa? Bisnis Porang tidak mungkin hanya berkutat pada jual beli bibit, perlu ada inovasi menarik untuk pertahankan komoditas ini. Baca Juga: Dikatakan menarik, karena menurut Bupati Trenggalek karena usaha turunan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, berikan tawaran menarik untuk skema bisnis bagi investor yang mau masuk ke Trenggalek. Mau tau skemanya seperti apa?</p>



<p>Bisnis Porang tidak mungkin hanya berkutat pada jual beli bibit, perlu ada inovasi menarik untuk pertahankan komoditas ini.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pansus-iii-dprd-trenggalek-matangkan-raperda-fasilitasi-penyelenggaraan-ponpes-dan-madrasah">Pansus III DPRD Trenggalek Matangkan Raperda Fasilitasi Penyelenggaraan Ponpes dan Madrasah</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/proses-izin-rumit-iai-cabang-trenggalek-hearing-dengar-pendapat-bersama-dprd">Proses Izin Rumit, IAI Cabang Trenggalek Hearing Dengar Pendapat bersama DPRD</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dprd-trenggalek-bersama-eksekutif-bahas-raperda-perlindungan-jaminan-sosial-ketenagakerjaan">DPRD Trenggalek bersama Eksekutif Bahas Raperda Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan</a></li>
</ul>


<p>Dikatakan menarik, karena menurut Bupati Trenggalek karena usaha turunan dari komoditas Porang cukup banyak. Jadi masih banyak peluang yang bisa dikembangkan.</p>



<p>&#8220;Komitmen pemerintah yaitu mempersiapkan lahan bagi siapapun yang akan investasi di sini. Jadi investor tidak perlu lagi pusing memikirkan beli lahan. Artinya datang ke sini tinggal setup pabriknya, dan itu sudah bisa jalan,&#8221; ungkap Bupati Arifin saat dikonfirmasi, Rabu (25/08).</p>



<p>Dengan begitu, investor tidak perlu lagi mencari lahan. Karena pemerintah memiliki lahan yang clear untuk usaha tersebut.</p>



<p>&#8220;Selain itu proporsi prosentase yang pas dinilai bisa saling menguntungkan serta menumbuhkan rasa saling memiliki mulai dari petani hingga industrinya. Mungkin nanti mekanismenya bisa 50:30:20. Artinya investor 50 %, kita yang 30% karena yang punya lahan dan 20% kita kembalikan ke kelompok. Sehingga bila ada added value atau hasil yang bisa dijejaringkan ke petani,&#8221; lanjut Bupati.</p>



<p>Melalui skema ini, para petani juga akan loyal kepada perusahaan dan tidak mencari ke pabrik-pabrik yang lain.</p>



<p>&#8220;Tentunya karena ada rasa memiliki. Coba kita konsepkan sehingga sosialisme, shuttle ekonomi pancasilanya itu benar benar ada,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Dengan demikian, tidak serta merta tawar-menawar harga. Lalu kedepannya, kerjasamanya terputus dan pabriknya kemudian bangkrut.</p>



<p>&#8220;Terus ada yang diinjak dari sisi harga, kita tidak inginkan itu. Ini tadi yang saya obrolkan dengan pak Wamen dan akan kita tindak lanjuti. Di Jakarta kita akan ngobrol-ngobrol mengenai bagaimana mekanisme yang sesuai dan cocok untuk Trenggalek,&#8221; jelas Mas Ipin sapaan akrabnya.</p>



<p>Masih terang Suami Novita Hardiny ini, untuk hilirisasi yang belum ada di daerah lain, pihaknya ingin spesifikasi pruduk turunan Porang jenis apa.</p>



<p>Sehingga nanti ada diferensiasi dari tempat-tempat lain. Sehingga semua usaha Porang di Indonesia nanti jalan, tidak cuma di Trenggalek saja yang bisa jalan.</p>



<p>&#8220;Tidak ada persaingan yang kurang baik atau yang lainnya,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Ide menarik ini mendapatkan tanggapan menarik Wakil Menteri Pertanian RI, Harvick Hasnul Qolbi. Menurutnya ini sesuai dengan konsen Presiden Jokowi yang tidak ingin Porang ini diawal baik namun ditengah bahkan diakhir menghilang.</p>



<p>&#8220;Kita sangat senang melihat tadi bapak Bupati Trenggalek akan konsen hilirisasi Porang di daerahnya. Karena itemnya cukup banyak dan tidak cukup kita bahas di sini,&#8221; ujar Wamentan Harvick.</p>



<p>Ia berpesan kepada para kepala daerah, untuk lebih meningkatkan hilirisasi. Dan bisa lebih dikembangkan sehingga mampu menjadi pilot-pilot projek kedepannya.</p>



<p>Perlu diketahui, di Trenggalek sendiri komoditas Porang tercatat ada seluas 4 ribu hektare dengan tonase sekitar 280 ribu ton. Angka yang cukup lumayan dan tentunya bisa terus berkembang. Melalui potensi tersebut, bisnis Porang tidak bisa hanya berkutat pada proses jual beli bibit saja. Melainkan perlu pengembangan usaha turunan untuk bisa menjaga stabilisasi harga dan mendorong kesejahteraan bagi para petani. <strong>(mil/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">151877</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Situbondo Hadiri Panen Perdana Budidaya Tanaman Porang di Semambung</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-situbondo-hadiri-panen-perdana-budidaya-tanaman-porang-di-semambung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jun 2021 14:31:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bung karna]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[porang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=144732</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Bupati Situbondo, Karna Suswandi, optimis budidaya tanaman Porang bisa berkembang di Kabupaten Situbondo. Pasalnya, tanaman jenis umbi-umbian ini memiliki nilai ekonomis yang cukup menjanjikan, bahkan lebih menguntungkan dari tanaman jagung. &#8220;Kita jangan hanya tertumpu dengan jagung saja, namun kita harus mencoba tanaman porang ini. Yang hasilnya lebih banyak dari pada jagung,&#8221; ujar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo </strong>&#8211; Bupati Situbondo, Karna Suswandi, optimis budidaya tanaman Porang bisa berkembang di Kabupaten Situbondo. Pasalnya, tanaman jenis umbi-umbian ini memiliki nilai ekonomis yang cukup menjanjikan, bahkan lebih menguntungkan dari tanaman jagung.</p>



<p>&#8220;Kita jangan hanya tertumpu dengan jagung saja, namun kita harus mencoba tanaman porang ini. Yang hasilnya lebih banyak dari pada jagung,&#8221; ujar Bung Karna, sapaan akrab Bupati Karna Suswandi, saat melakukan panen perdana tanan porang di Desa Semambung, Kecamatan Jatibanteng Situbondo Rabu, (09/06) tadi.</p>



<p>baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hut-112-kota-malang-pemkot-malang-segera-tetapkan-logo-baru">HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pengawasan-menyeluruh-thr-pemprov-jatim-buka-54-titik-posko-pelayanan-pengaduan">Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kolaborasi-dengan-pihak-swasta-pemkot-malang-gelar-mudik-gratis-tahun-2026">Kolaborasi dengan Pihak Swasta, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Tahun 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ikuti-hlm-tpid-dan-tp2dd-jawa-timur-ini-langkah-pemkab-kediri-cegah-inflasi">Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jawa Timur, Ini Langkah Pemkab Kediri Cegah Inflasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dukung-ketahanan-pangan-bupati-malang-ikuti-hlm-tpid-dan-tp2dd-jatim-2026">Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Malang Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jatim 2026</a></li>
</ul>


<p>Dalam hitungan kasar, tambahnya, jika satu hektare bisa menghasilkan 30 ton porang, maka jika dikalikan dengan Rp 7 ribu per kilogram, maka hasilnya akan lumayan. &#8220;Tanaman porang mempunyai nilai komoditi tinggi. Sehingga, menjadi bahan ekspor yang menjanjikan. Ini bisa menjadikan porang sebagai produk unggulan di Kabupaten Situbondo&#8221; ujar Bung Karna.</p>



<p>Saat ini, lanjut Bupati, dirinya berharap dinas terkait dan camat dapat menyampaikan kepada masyarakat, bahwa tanaman porang ini sangat menjanjikan dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. &#8220;Menurut rencana ke depan akan dibangun pabrik Porang di Kabupaten Situbondo, dengan harapan pabrik ini mampu menampung hasil panen petani porang dengan harga yang diberikan bersahabat,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Ketua Perhimpunan Petani Porang Situbondo (P3Si), Junaedi si Bos Cilik, mengatakan Panen porang kali ini merupakan perdana di Kabupaten Situbondo dan langsung dihadiri Bupati Situbondo. &#8220;Ini merupakan titik awal, komunitas porang ini berkembang di Kabupaten Situbondo. Dengan hadirnya Pak Bupati Karna kami sangat berharap dukungan dari Pemkab Situbondo, agar program budidaya porang ini dapat diminati masyarakat dan mampu menopang ekonomi warga,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Junaedy berharap, kepada teman petani porang untuk mengikuti jejaknya sebagai petani porang, karena Situbondo memiliki lahan LMDH dan KTH yang cukup luas. Lahan areal hutan yang cukup besar untuk menanam porang yang dibutuhkan bagi tanaman porang. <strong>(her/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144732</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ketum P3SI Tularkan Budidaya Porang Sekaligus Buka Bersama Petani</title>
		<link>https://memontum.com/ketum-p3si-tularkan-budidaya-porang-sekaligus-buka-bersama-petani</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2021 16:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[p3si]]></category>
		<category><![CDATA[porang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=140744</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Budidaya dan pengembangan Tanaman Porang yang kian diminati di masyarakat, menjadi perhatian serius Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Drs H Hadi Wiyono dan Ketua Umum (Ketum) Perkumpulan Petani Porang Situbondo (P3SI), Junaidi. Merespon animo itu, kolaborasi mengenalkan cara menanam Porang, kapan Porang bisa di panen oleh petani porang atau budidaya, pun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Budidaya dan pengembangan Tanaman Porang yang kian diminati di masyarakat, menjadi perhatian serius Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Drs H Hadi Wiyono dan Ketua Umum (Ketum) Perkumpulan Petani Porang Situbondo (P3SI), Junaidi.</p>



<p>Merespon animo itu, kolaborasi mengenalkan cara menanam Porang, kapan Porang bisa di panen oleh petani porang atau budidaya, pun diperkenalkan dengan mengemasnya dalam acara buka bersama, Kamis (22/04) tadi.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><div class="wp-block-latest-posts__featured-image"><img width="150" height="150" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/02/HUT-112-Kota-Malang-Pemkot-Malang-segera-Tetapkan-Logo-Baru.jpg?resize=150%2C150&amp;ssl=1" class="attachment-thumbnail size-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" style="" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/02/HUT-112-Kota-Malang-Pemkot-Malang-segera-Tetapkan-Logo-Baru.jpg?resize=150%2C150&amp;ssl=1 150w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/02/HUT-112-Kota-Malang-Pemkot-Malang-segera-Tetapkan-Logo-Baru.jpg?resize=80%2C80&amp;ssl=1 80w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/02/HUT-112-Kota-Malang-Pemkot-Malang-segera-Tetapkan-Logo-Baru.jpg?zoom=2&amp;resize=150%2C150&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/02/HUT-112-Kota-Malang-Pemkot-Malang-segera-Tetapkan-Logo-Baru.jpg?zoom=3&amp;resize=150%2C150&amp;ssl=1 450w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" /></div><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hut-112-kota-malang-pemkot-malang-segera-tetapkan-logo-baru">HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru</a></li>
<li><div class="wp-block-latest-posts__featured-image"><img width="150" height="150" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/02/Pengawasan-Menyeluruh-THR-Pemprov-Jatim-Buka-54-Titik-Posko-Pelayanan-Pengaduan.jpg?resize=150%2C150&amp;ssl=1" class="attachment-thumbnail size-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" style="" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/02/Pengawasan-Menyeluruh-THR-Pemprov-Jatim-Buka-54-Titik-Posko-Pelayanan-Pengaduan.jpg?resize=150%2C150&amp;ssl=1 150w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/02/Pengawasan-Menyeluruh-THR-Pemprov-Jatim-Buka-54-Titik-Posko-Pelayanan-Pengaduan.jpg?resize=80%2C80&amp;ssl=1 80w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/02/Pengawasan-Menyeluruh-THR-Pemprov-Jatim-Buka-54-Titik-Posko-Pelayanan-Pengaduan.jpg?zoom=2&amp;resize=150%2C150&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/02/Pengawasan-Menyeluruh-THR-Pemprov-Jatim-Buka-54-Titik-Posko-Pelayanan-Pengaduan.jpg?zoom=3&amp;resize=150%2C150&amp;ssl=1 450w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" /></div><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pengawasan-menyeluruh-thr-pemprov-jatim-buka-54-titik-posko-pelayanan-pengaduan">Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan</a></li>
<li><div class="wp-block-latest-posts__featured-image"><img width="150" height="150" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/02/Kolaborasi-dengan-Pihak-Swasta-Pemkot-Malang-Gelar-Mudik-Gratis-Tahun-2026.jpg?resize=150%2C150&amp;ssl=1" class="attachment-thumbnail size-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" style="" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/02/Kolaborasi-dengan-Pihak-Swasta-Pemkot-Malang-Gelar-Mudik-Gratis-Tahun-2026.jpg?resize=150%2C150&amp;ssl=1 150w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/02/Kolaborasi-dengan-Pihak-Swasta-Pemkot-Malang-Gelar-Mudik-Gratis-Tahun-2026.jpg?resize=80%2C80&amp;ssl=1 80w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/02/Kolaborasi-dengan-Pihak-Swasta-Pemkot-Malang-Gelar-Mudik-Gratis-Tahun-2026.jpg?zoom=2&amp;resize=150%2C150&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/02/Kolaborasi-dengan-Pihak-Swasta-Pemkot-Malang-Gelar-Mudik-Gratis-Tahun-2026.jpg?zoom=3&amp;resize=150%2C150&amp;ssl=1 450w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" /></div><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kolaborasi-dengan-pihak-swasta-pemkot-malang-gelar-mudik-gratis-tahun-2026">Kolaborasi dengan Pihak Swasta, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Tahun 2026</a></li>
</ul>


<p>Turut hadir dalam serangkaian pelaksanaan itu, Pembina Asosiasi Alam Tani, Mohammad Saleh, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Jatibanteng Ferdian Setiawan, serta juga tamu undangan Koodinator Desa (Kordes) LMDH se Kabupaten Situbondo.</p>



<p>Ketum P3SI, Junaidi, yang juga dijuluki Boss Cilik, mempersilahkan petani Porang untuk belajar tentang budidaya tanaman Porang. Di mana, tanaman yang dulunya masyarakat tidak banyak mengenal, kini menjadi tren.</p>



<p>&#8220;Tanaman Porang terbilang mudah dan murah, karena tidak memerlukan banyak perlakuan khusus. Tanaman Porang mudah tumbuh dalam berbagai kondisi tanah. Bahkan, di lahan yang kritis sekalipun,&#8221; katanya.</p>



<p>Pohon Porang sangat bermanfaat sebagai bahan baku, kosmetik, pengental, lem, penjernih air hingga jelly. Tanaman ini, pun beberapa tahun ini kerap di Ekspor ke luar negeri, seperti ke Jepang dan China. Sementara harga Porang, dipasaran Ekspor juga terus meningkat.</p>



<p>Selanjutnya, Ketum P3SI Boss Cilik berharap, agar masyarakat bisa lebih dekat serta akan menambah wawasan tentang hal menanam Porang dan. “Yang dahulu tidak mengenal, akhirnya mengetahui dan merasakan keuntungan dan manfaat tanaman Porang yang bisa meningkatkan ekonomi para petani Porang tersebut,” ucapnya.</p>



<p>P3SI sendiri, pun siap menampung dan memfasilitasi dalam pengiriman hasil panen Porang ke pabrik Porang Asia Prima Komjak (ABK). <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">140744</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tanaman Porang Kian Diminati Masyarakat Situbondo</title>
		<link>https://memontum.com/tanaman-porang-kian-diminati-masyarakat-situbondo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2021 11:11:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[APPSI]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[porang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=137944</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Pasca penanaman tanaman porang oleh Bupati Situbondo, Karna Suswandi yang akrab disapa Bung Karna beberapa waktu lalu di lahan Perhutani di Desa Semambung, Kecamatan Jatibanteng, Kini masyarakat kian antusias dan bersemangat menanam pohon yang dulunya dianggap parasit oleh orang. Tanaman umbi-umbian budidaya porang semakin diminati masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Pasca penanaman tanaman porang oleh Bupati Situbondo, Karna Suswandi yang akrab disapa Bung Karna beberapa waktu lalu di lahan Perhutani di Desa Semambung, Kecamatan Jatibanteng, Kini masyarakat kian antusias dan bersemangat menanam pohon yang dulunya dianggap parasit oleh orang. Tanaman umbi-umbian budidaya porang semakin diminati masyarakat.</p>



<p>Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang pembudidaya atau petani porang Situbondo, Junaedy yang sering dipanggil Bos cilik oleh orang-orang sekitarnya.</p>



<p>Bertolak dari antusiasme masyarakat tersebut, Ketua Umum Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Drs. H. Wiyono, dan Ketua Asosiasi Petani Porang Situbndo (APPSI), Junaedie atau Bos Cilik mengundang seluruh elemen masyarakat dalam sebuah seminar yang bertajuk ‘Mencetak Petani Milyader’ yang bertempat di rumah Ketua Umum LMDH.</p>



<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://memontum.com/135051-tanaman-porang-menjadi-primadona-baru-bisnis-di-kawasan-hutan-situbondo">Tanaman Porang menjadi Primadona Baru Bisnis di Kawasan Hutan Situbondo</a></strong></p>



<p>Dalam acara tersebut, pihak penyelenggara seminar mengundang sejumlah organisasi masyarakat, dan tokoh masyarakat.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah mas, minat dan semangat masyarakat sampai hari ini sudah kian meningkat untuk menanam tanaman porang,&#8221; ujar Hadi Wiyono, Minggu (28/03).</p>



<p>Sementara itu menurut Ketua APPSI Situbondo, saat dihubungi via telepon Whatsapp mengatakan, bahwa dalam acara seminar itu dia menandatangani MoU, dan masyarakat kian banyak yang akan menanam porang.</p>



<p>Lebih lanjut, Junaedy mengatakan, bahwa tanaman porang merupakan tanaman umbi-umbian yang cocok dengan kultur dan topografi di area hutan desa. Hebatnya tanaman multiguna tersebut sebagai bahan baku tepung kosmetik, penjernih air, pembuat jelly, lem ramah lingkungan dan bahkan dibuat komponen pesawat, perawatannya mudah dan tidak dimakan hewan seperti tikus dan babi hutan.</p>



<p>“Saya pribadi sudah memulai 6 hektar sebagai langkah awal,&#8221; ujar Junaedi, si Bos cilik sembari mengakui kalau masyarakat di desanya juga akan turut serta melakukan budidaya, tanaman porang yang bakal mendongkrak pendapatan petani dan pendapatan asli daerah (PAD). <strong>(her/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">137944</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Budidaya Porang Masuk Program Kerja 100 Hari Bupati Situbondo</title>
		<link>https://memontum.com/budidaya-porang-masuk-program-kerja-100-hari-bupati-situbondo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2021 15:09:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[bupati situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Tanaman Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Masyarakat Desa Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[Perhutani]]></category>
		<category><![CDATA[porang]]></category>
		<category><![CDATA[Secara Simbolis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135693</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Budidaya porang masuk dalam program 100 hari kerja Bupati Situbondo, Karna Suswandi. Hal tersebut, diungkapkannya saat pelaksanaan secara simbolis penanaman Porang, Minggu (28/02) tadi. Bung Karna-sapaan akrabnya, mengatakan dalam waktu dekat akan ada MoU antara Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), investor pabrikan porang, Perbankan dan Dinas Tanaman Pangan Holticultura dan Perkebunan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Budidaya porang masuk dalam program 100 hari kerja Bupati Situbondo, Karna Suswandi. Hal tersebut, diungkapkannya saat pelaksanaan secara simbolis penanaman Porang, Minggu (28/02) tadi.</p>



<p>Bung Karna-sapaan akrabnya, mengatakan dalam waktu dekat akan ada MoU antara Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), investor pabrikan porang, Perbankan dan Dinas Tanaman Pangan Holticultura dan Perkebunan Kabupaten Situbondo.</p>



<p>&#8220;Yang pertama saya ingin, ada MOU tentang budidaya porang. Disitu ada Perhutani, LMDH, investor, bank dan Dinas Pertanian,&#8221; ujar Bupati Situbondo, Karna Suswandi.</p>



<p><strong>Baca Juga : Usai Dilantik, Bung Karna Lakukan Penanaman Porang Secara Simbolis</strong></p>



<p>Lebih lanjut Bung Karna mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo akan menjadi leading sektor kerjasama tersebut.&nbsp; Sehingga budidaya tanaman porang di Kota Santri bisa berjalan baik. Dan menjadikan Kabupaten Situbondo sebagai wilayah penghasil beras porang terbesar di Indonesia.</p>



<p>&#8220;Kemudian Pemkab yang berusaha merajud semuanya, biar bisa bekerjasama dengan baik,&#8221; ucapannya.</p>



<p>Mantan Kadis PUPR Lumajang ini menjelaskan, tahun 2021 Pemkab Situbondo menyiapkan 6 ribu hektar lahan untuk budidaya porang. Dengan begitu slogan Situbondo Siratake bisa dikenal masyarakat luas. &#8220;6 ribu hektar yang sudah kita siapkan, dan itu sudah bisa menggaungkan Situbondo Siratake,&#8221; ucapnya. <strong>(her/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135693</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tanaman Porang menjadi Primadona Baru Bisnis di Kawasan Hutan Situbondo</title>
		<link>https://memontum.com/tanaman-porang-menjadi-primadona-baru-bisnis-di-kawasan-hutan-situbondo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2021 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[komoditas pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[KTH]]></category>
		<category><![CDATA[LMDH]]></category>
		<category><![CDATA[porang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135051</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Umbi porang kini tengah naik pamor. Komoditas yang sebelumnya tidak pernah mendapat perhatian khusus ini, sekarang justru banyak dicari karena manfaatnya yang sangat besar. Tentu saja, juga karena nilai jualnya yang lebih menjanjikan. Bahkan, komoditas ini sudah menembus pasar mancanegara. Masyarakat memilih mengembangkan tanaman porang, karena perawatannya yang simpel dan harganya yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com/tag/kabupaten-situbondo">Memontum</a> Situbondo </strong>&#8211; Umbi porang kini tengah naik pamor. Komoditas yang sebelumnya tidak pernah mendapat perhatian khusus ini, sekarang justru banyak dicari karena manfaatnya yang sangat besar. Tentu saja, juga karena nilai jualnya yang lebih menjanjikan.</p>



<p>Bahkan, komoditas ini sudah menembus pasar mancanegara. Masyarakat memilih mengembangkan tanaman porang, karena perawatannya yang simpel dan harganya yang cukup menggiurkan. Apalagi, proses perawatannya juga tidak terlalu susah.</p>



<p>Tanaman ini, memang biasanya hidup di areal hutan. Karena itu, sangat cocok untuk masyarakat desa yang berbatasan dengan hutan.</p>



<p>Tanaman Porang merupakan tumbuhan herba dan menchun. Batang tegak, lunak, batang halus berwarna hijau atau hitam belang-belang (totol-totol) putih. Batang tunggal memecah menjadi tiga batang sekunder, dan akan memecah lagi sekaligus menjadi tangkai daun.</p>



<p>Pada setiap pertemuan batang akan tumbuh bintil atau katak berwarna coklat kehitam-hitaman, sebagai alat perkembangbiakan tanaman Porang.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/133877-penyerahan-masker-dan-penanaman-pohon-tandai-pembentukan-destana-desa-gadingan-situbondo">Penyerahan Masker dan Penanaman Pohon Tandai Pembentukan Destana Desa Gadingan Situbondo</a></strong></p>



<p>Tinggi tanaman ini, bisa dapat mencapai 1,5 meter. Tapi, sangat tergantung umur dan kesuburan tanah.<br>Porang dapat tumbuh dengan baik di lahan hutan jati, hutan sono, hutan mahoni dan di bawah tanaman jagung.</p>



<p>Karena itu porang sangat pantas jika diminati dan dibudidayakan masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan.</p>



<p>Ketua Asosiasi LMDH dan KTH Kabupaten Situbondo, Hadi Wiyono, mengatakan bahwa tanaman Porang belum dioptimalkan semaksimal mungkin oleh masyarakat. Baik itu masyarakat desa hutan atau petani hutan, yang biasa disebut pesanggem.</p>



<p>&#8220;Bupati terpilih, Karna Suswandi sudah menyampaikan kepada ketua umum asosiasi, agar ini dimasukkan program prioritas 100 hari kerja Bupati, setelah dilantik. Sebagai langkah lanjutan, asosiasi LMDH Situbondo telah siapkan lahan di tahap awal seluas 6.335 hektar,&#8221; papar Hadi Wiyono, Minggu (20/02) tadi.</p>



<p>Dari hasil, diketahui bahwa tanaman ini juga sudah dibudidaya di Kecamatan Banyuglugur atau Desa Kalisari dengan luasan sekitar 3 hektar.</p>



<p>Lalu, Kecamatan Arjasa atau Desa Kayumas seluas 100 hektar dan di Kecamatan Sumber Malang atau Desa Baderan dan sekitarnya seluas 75 hektar serta di Kecamatan Besuki atau Desa Widoropayung seluas 20 hektar. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135051</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Terpilih Situbondo Siap Temui Investor Dirikan Pabrik Porang</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-terpilih-situbondo-siap-temui-investor-dirikan-pabrik-porang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2021 16:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[bupati situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Investor]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Kelompok Tani]]></category>
		<category><![CDATA[LMDH]]></category>
		<category><![CDATA[porang]]></category>
		<category><![CDATA[Subsidi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133072</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Setelah ditetapkan sebagai Bupati Situbondo oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Situbondo, Karna Suswandi, langsung menggelar acara ngopi bareng dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di Desa Widoropayung, Kecamatan Besuki, Sabtu, (23/01) tadi. Dalam sambutannya, Karna Suswandi, mengatakan telah mengutus orang untuk menyampaikan kepada Dinas Tanaman Pangan, Holticultura dan Perkebunan, untuk mendorong [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum</strong><a href="https://memontum.com/132791-jadikan-situbondo-pusat-budidaya-sorgum-pemkab-gandeng-pt-sorgum-koltim-sejahtera" data-type="URL" data-id="https://memontum.com/132791-jadikan-situbondo-pusat-budidaya-sorgum-pemkab-gandeng-pt-sorgum-koltim-sejahtera" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong> Situbondo</strong> </a>&#8211; Setelah ditetapkan sebagai Bupati Situbondo oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Situbondo, Karna Suswandi, langsung menggelar acara ngopi bareng dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di Desa Widoropayung, Kecamatan Besuki, Sabtu, (23/01) tadi.</p>



<p>Dalam sambutannya, Karna Suswandi, mengatakan telah mengutus orang untuk menyampaikan kepada Dinas Tanaman Pangan, Holticultura dan Perkebunan, untuk mendorong LMDH (lembaga masyarakat desa hutan) menjadi kelompok tani hutan. Sehingga, bisa mengakses pupuk bersubsidi seperti petani pada umumnya.</p>



<p>&#8220;Saya mengutus Pak Hadi untuk komunikasi dengan dinas agar LMDH, agar bisa dapat pupuk seperti petani lain,&#8221; kata Karna Suswandi.</p>



<p>Menurut Karna, semua petani di Kabupaten Situbondo, berhak mendapatkan pupuk bersubsidi agar tanaman Porang bisa tumbuh subur. Sehingga, memiliki nilai ekonomis tinggi. Selain itu, dalam waktu dekat ini juga akan menemui investor yang ingin mendirikan pabrik Porang di Situbondo.</p>



<p>Ketua <a href="https://memontum.com/132819-dpc-askonas-situbondo-gelar-muscab" data-type="URL" data-id="https://memontum.com/132819-dpc-askonas-situbondo-gelar-muscab" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Asosiasi </a>Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kabupaten Situbondo, Hadi Wiyoto, mengungkapkan budidaya tanaman Porang di Kabupaten Situbondo adalah inisiatif dari Bupati terpilih Karna Suswandi. Bahkan, masuk dalam program 100 hari kerja.</p>



<p>Lebih lanjut Hadi menjelaskan, terdapat 6.335 hektar lahan yang sudah siap digunakan untuk budidaya tanaman Porang. Dia berharap kepada seluruh anggota LMDH untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan baik ini.</p>



<p>&#8220;Sementara ada 6.335 hektar lahan yang siap tanam. Pesan saya ke teman-teman harus optimis,&#8221; katanya.</p>



<p>Tidak hanya tanaman Porang saja yang digalakkan oleh Bupati Situbondo, namun juga menginginkan mengembangkan tanaman Vanili dan budidaya madu ternak dilahan LMDH. <strong>(her/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133072</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Khofifah Komitmen Perjuangkan Legalitas dan Perlindungan LMDH</title>
		<link>https://memontum.com/khofifah-komitmen-perjuangkan-legalitas-dan-perlindungan-lmdh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Mar 2019 15:14:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[LMDH]]></category>
		<category><![CDATA[porang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/80727-khofifah-komitmen-perjuangkan-legalitas-dan-perlindungan-lmdh</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Kawasan hutan di pelosok Kabupaten Nganjuk tepatnya di Desa Bendoasri Kecamatan Rejoso yang memiliki 600 hektar lahan tanaman porang menjadi jujugan kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Minggu (10/3/2019) sore. Bukan tanpa alasan, tanaman Porang ini merupakan produk unggulan Jawa Timur yang seratus persen hasilnya diekspor ke luar negeri. Tamanan jenis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Kawasan hutan di pelosok Kabupaten Nganjuk tepatnya di Desa Bendoasri Kecamatan Rejoso yang memiliki 600 hektar lahan tanaman porang menjadi jujugan kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Minggu (10/3/2019) sore.</p>
<p>Bukan tanpa alasan, tanaman Porang ini merupakan produk unggulan Jawa Timur yang seratus persen hasilnya diekspor ke luar negeri. Tamanan jenis umbi-umbian ini banyak digunakan untuk bahan baku tepung di Jepang, kosmetik, penjernih air, untuk bahan pembuatan lem, dan juga jelly.</p>
<p>Lahan tanaman yang dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Artomoro dan juga LMDH Trimulyo ternyata ditemukan banyak masalah dan siap difasilitasi oleh Pemprov Jawa Timur.</p>
<p>&#8220;Yang pertama, porang ini adalah komoditas yang bangak orang tidak ketahui, tapi ini sebenarnya adalah keunggulan Jawa Timur dan seratus persennya di ekspor,&#8221; kata Khofifah di tengah hutan yang ditanamani porang siap panen.</p>
<p>Gubernur perempuan pertama Jawa Timur itu limcah meninjau langsung dan melihat bagaimana tanaman porang dibudidayakan.</p>
<p>&#8220;Maka saya harap kataknya, yaitu biji yang nanti bisa ditanam lagi, jangan sampai dilepas ke luar. Sehingga kita akan fokus porang ini sebagai produk unggulan Jawa Timur,&#8221; tegas Khofifah.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">80727</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
