<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Posko Covid-19 &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/posko-covid-19/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Jun 2020 02:53:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Posko Covid-19 &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Posko Covid-19 di Sidoarjo Disulap Jadi  Lokasi Pernikahan</title>
		<link>https://memontum.com/posko-covid-19-di-sidoarjo-disulap-jadi-lokasi-pernikahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2020 02:53:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Posko Covid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/115828-posko-covid-19-di-sidoarjo-disulap-jadi-lokasi-pernikahan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Sepasang mempelai Agus Triana dan Umi Nadziroh warga asal Dusun Semampir, Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Sidoarjo terpaksa menjalankan pernikahannya di tengah pandemi Covid-19. Kendati demikian, raut wajah terpancar bahagia dari pasangan baru itu meski harus melangsungkan pernikahan di Posko Kampung Tangguh desanya atau Pos Komando Pusat dan Informasi Covid-19 Balai RW 06, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Sepasang mempelai Agus Triana dan Umi Nadziroh warga asal Dusun Semampir, Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Sidoarjo terpaksa menjalankan pernikahannya di tengah pandemi Covid-19. Kendati demikian, raut wajah terpancar bahagia dari pasangan baru itu meski harus melangsungkan pernikahan di Posko Kampung Tangguh desanya atau Pos Komando Pusat dan Informasi Covid-19 Balai RW 06, Jumat (6/6/2020).</p>
<p>Dalam pernihakan itu, semua peserta harus mengikuti protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19. Semua yang mengikuti prosesi pernikaham ini diwajibkan memakai masker dan menjaganjarak (physical distancing), mencuci tangan hingga pemeriksaan suhu tubuh masing-masing yang hadir di pernikahan itu.</p>
<p>Kendati harus menjalani protokol kesehatan panjang, dan hanya diizinkan melangsungkan prosesi pernikahan di posko Kampung Tangguh RW 06 itu, kedua mempelai merasa haru bercampur bahagia, lantarah akhirnya secara sah menjadi pasangan suami (pasutri).</p>
<p>&#8220;Hubungan kami sudah terjalin dua tahun. Meski ribet, harus melalui protokol kesehatan demi menjaga kesehatan bersama. Alhamdulillah, sekarang saya resmi menjadi suami istri,&#8221; ujar Agus Trianto suami Umi Nadziroh usai melangsungkan akad nikah, Jumat (5/6/2020).</p>
<p>Agus menambahkan prosesi pernikahan di posko ini menjadi momen sakral baginya. Proses pernikahan itu, bakal dikenang kedua mempelai dan keluarga sepanjang masa.</p>
<p>&#8220;Karena prosesi pernikahan kami dalam situasi dan kondisi di tengah pandemi Covid-19,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Ketua RW 06 Dusun Semampir, Sutrisno mengungkapkan untuk warganya yang akan melangsungkan pernikahan di dusun ini sudah diatur dalam Peraturan Dusun (Perdus). Pernikahan diperbolehkan akan tetapi tetap dengan menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan protokol kesehatan.</p>
<p>&#8220;Karenanya untuk mempelai putra dibatasi maksimal diiringi lima orang. Begitu juga untuk untuk mempelai putri juga diiringi lima orang keluarganya saja,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Selain itu, kata anggota Kodim 0816 Sidoarjo ini, menguraikan jika yang mengikuti prosesi pernikahan itu lebih dari 10 orang maka wajib dilaksanakan di Posko Kampung Tangguh itu.</p>
<p>&#8220;Semua ini dilakukan agar warga RW 06 benar-benar sterial dari penyebaran Covid-19,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara orangtua mempelai perempuan, Suki mengaku sangat terharu melihat pernikahan anak saya (Umi Nadziroh). Menurutnya, meski harus menjalani protokol kesehatan dan aturan yang ditetapkan desanya, pihaknya mengikuti semua peraturan desa itu.</p>
<p>&#8220;Mau bagaimana lagi. Semua demi keluarga pengantin dan warga sekitar agar selamat dari penularan virus Corona,&#8221; tandasnya. <strong>Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">115828</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Kartini, Petugas Posko Covid-19 Desa Pondok Agung Kenakan Baju Adat Untuk Refresh Semangat</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-kartini-petugas-posko-covid-19-desa-pondok-agung-kenakan-baju-adat-untuk-refresh-semangat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2020 10:15:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Pondok Agung]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Posko Covid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/112608-peringati-hari-kartini-petugas-posko-covid-19-desa-pondok-agung-kenakan-baju-adat-untuk-refresh-semangat</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) tidak menyurutkan semangat masyarakat dalam merayakan Hari Kartini yang jatuh pada Selasa (21/4/2020) ini. Hal itu seperti terlihat di Posko Gugus Tugas Covid-19, Desa Pondok Agung, Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang. Para personel yang bertugas di posko tersebut merayakan Hari Kartini dengan menggunakan baju adat, baik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) tidak menyurutkan semangat masyarakat dalam merayakan Hari Kartini yang jatuh pada Selasa (21/4/2020) ini. Hal itu seperti terlihat di Posko Gugus Tugas Covid-19, Desa Pondok Agung, Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang. Para personel yang bertugas di posko tersebut merayakan Hari Kartini dengan menggunakan baju adat, baik bagi petugas laki-laki maupun petugas perempuan.</p>
<p>Salah seorang petugas Posko Gugus Tugas Covid-19 Desa Pondok Agung Kecamatan Kasembon, Sudarmanto mengatakan, pemakaian baju adat saat bertugas di posko Covid-19 tersebut dimaksudkan untuk merefresh semangat rekan-rekannya yang tengah bertugas di tengah pandemi Covid-19 ini.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-112609" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200421-WA0170-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200421-WA0170-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200421-WA0170-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200421-WA0170-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200421-WA0170-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Hari ini (Selasa 21/4) merupakan hari ke 18 kami bertugas, untuk merefreshnya, kami menggunakan baju ala Kartini, karena dirasa dapat meredam kepanikan di internal petugas Posko tersendiri,&#8221; ujar Sudarmanto.</p>
<p>Pria yang juga akrab disapa Mbah Darmo ini mengatakan, dengan penggunaan baju ala Kartini bagi 25 petugas Posko tersebut, lanjut Mbah Darmo, selain itu juga dapat merubah suasana Posko yang berada di Desa Pondokagung, Kasembon.</p>
<p>&#8220;Dengan 25 Petugas mengenakan baju ala Kartini-an ini membawa pandangan berbeda bagi masyarakat yang akan di periksa,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Selain itu, tambah Mbah Darmo, di hari Kartini ini, masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan perilaku pola hidup bersih dan sehat, terutama mencuci tangan dengan sabun, mandi secara rutin, serta mengonsumsi makanan yang bergizi dan suplemen sesuai kebutuhan.</p>
<p>&#8220;Selain menerapkan pola hidup bersih dan sehat, masyarakat juga juga harus tetap menghindari berkumpul dengan orang dan mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap di rumah,&#8221; pungkasnya.<strong> (iki/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">112608</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
