<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>potongan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/potongan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Jan 2025 14:40:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>potongan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Potongan Kepala Korban Mutilasi Asal Blitar Ditemukan di Aliran Sungai Desa Slawe Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/potongan-kepala-korban-mutilasi-asal-blitar-ditemukan-di-aliran-sungai-desa-slawe-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jan 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[aliran]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[kepala]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[mutilasi]]></category>
		<category><![CDATA[potongan]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218706</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Potongan kepala perempuan asal Blitar korban mutilasi, ditemukan terbungkus plastik di bawah jembatan di Kabupaten Trenggalek. Saat ini, barang bukti itu dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RSUD dr Iskak Tulungagung. Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro, membenarkan adanya penemuan potongan kepala tersebut. &#8220;Benar, temuan barang bukti potongan kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Potongan kepala perempuan asal Blitar korban mutilasi, ditemukan terbungkus plastik di bawah jembatan di Kabupaten Trenggalek. Saat ini, barang bukti itu dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RSUD dr Iskak Tulungagung.</p>



<p>Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro, membenarkan adanya penemuan potongan kepala tersebut. &#8220;Benar, temuan barang bukti potongan kepala tersebut berdasarkan petunjuk pelaku. Saat ditemukan, potongan kepala berada di bawah jembatan kecil tepi aliran sungai masuk Desa Slawe, Kecamatan Watulimo, Trenggalek. Potongan kepala itu dibungkus plastik warna putih,&#8221; katanya, Minggu (26/01/2025) tadi.</p>



<p>Sebelumnya, Satreskrim Polres Trenggalek diminta mendampingi tim penyidik dari Polda Jatim untuk melakukan pencarian barang bukti yaitu potongan kepala. Barang bukti berupa kepala korban ini, ditemukan sekira pukul 08.00. Temuan barang bukti ini juga atas petunjuk pelaku, setelah diinterogasi oleh anggota Jatanras Polda Jatim.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>AKP Eko menjelaskan, proses pencarian tidak memakan waktu lama dan tanpa kendala. &#8220;Karena, barang bukti potongan kepala masih berada di lokasi sesuai keterangan pelaku. Sehingga pencarian oleh tim tidak lama, yaitu di pinggir jalan raya bawah jembatan dekat sungai kecil. Barang bukti itu langsung dibawa ke laboratorium forensik oleh tim penyidik Polda Jatim,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sebelumnya, potongan bagian tubuh korban mutilasi dimasukkan dalam koper ditemukan di wilayah Kabupaten Ngawi. Jenazah korban mutilasi ditemukan dalam koper merah, di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Kamis (23/01/2025) lalu.</p>



<p>Diketahui, korban perempuan bernama Uswatun Khasanah (29) warga Desa Sidodadi, Kecamatan Garum Kabupaten Blitar. Korban dibunuh dan dimutilasi oleh suami sirinya, Rochmat Tri Hartanto atau Antok (32). Potongan tubuh korban dibuang ke sejumlah wilayah, yakni Ponorogo, Trenggalek dan Ngawi. Antok melakukan pembunuhan itu di salah satu hotel yang berlokasi di Kediri pada Minggu (19/01/2025) lalu. Dirinya check in bersama Uswatun di kamar 301 hotel. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218706</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Potongan Tubuh Manusia Ditemukan Tergeletak di Sungai Bango Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/potongan-tubuh-manusia-ditemukan-tergeletak-di-sungai-bango-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Oct 2023 12:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[potongan]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[tergeletak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200754</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Potongan tubuh manusia dari bagian pinggul sampai dengan lutut dengan menggunakan celana hitam, ditemukan tersangkut bebatuan pinggiran Sungai Bango belakang Rusunawa Buring I, Jalan Mayjend Sungkono, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (31/10/2023) tadi. Saat ditemukan, kondisinya hanya menyisakan tulang belulang bercelana hitam dan bercelana dalam warna biru gelap. Kejadian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Potongan tubuh manusia dari bagian pinggul sampai dengan lutut dengan menggunakan celana hitam, ditemukan tersangkut bebatuan pinggiran Sungai Bango belakang Rusunawa Buring I, Jalan Mayjend Sungkono, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (31/10/2023) tadi.</p>



<p>Saat ditemukan, kondisinya hanya menyisakan tulang belulang bercelana hitam dan bercelana dalam warna biru gelap. Kejadian itu, selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kedungkandang hingga petugas kepolisian segera tiba di lokasi kejadian melakukan penyelidikan dan evakuasi jenazah korban ke Kamar Mayat RSSA Malang.</p>



<p>Saksi mata, David Budiono (40) mengatakan bahwa penemuan jenazah tersebut sekitar pukul 13.00. Dijelaskan, awalnya ada warga yang sedang mencari rumput di sekitar lokasi kejadian.</p>



<p>&#8220;Warga itu melihat jenazah tersebut dan memberitahukan kepada saya. Kami kemudian melakukan pengecekan turun ke bawah. Ternyata benar, kondisinya hanya tinggal,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kejadian itu cukup mengejutkan warga sekitar hingga berdatangan ke lokasi kejadian. Petugas Polsek Kedungkandang dan Petugas Inafis Polresta Malang Kota juga segera tiba di lokasi. Ketika dilakukan proses evakuasi, ternyata jenazah tersebut hanya menyisakan tulang belakang serta dua tulang paha. Sedangkan bagian tengkorak dan tulang lainnya, tidak ditemukan. Selain itu, tidak ditemukan kartu identitas apapun pada jenazah.</p>



<p>Kapolsek Kedungkandang, AKBP Agus Siswo Hariyadi, membenarkan adanya kejadian tersebut. &#8220;Jenazah berupa potongan tulang pinggul sampai lutut dan tidak ditemukan bagian tubuh lainya. Jenis kelaminya laki-laki, namun tidak ditemukan identitas lainnya. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Petugas terus melakukan penyelidikan hingga menemukan informasi kalau jenazah tersebut sidah berada di lokasi kejadian sejak seminggu lalu. &#8220;Dari informasi yang kami peroleh, bahwa seminggu lalu sudah ada salah seorang warga yang melihat jenazah tersebut, namun tidak melapor ke petugas kepolisian karena takuti. Saat ini jenazah korban sudah kami bawa ke RSSA Malang,&#8221; jelasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200754</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pink Beach Labuan Bajo, Potongan Surga Keindahan Pantai Nan Mempesona</title>
		<link>https://memontum.com/pink-beach-labuan-bajo-potongan-surga-keindahan-pantai-nan-mempesona</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Sep 2023 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[keindahan]]></category>
		<category><![CDATA[labuan]]></category>
		<category><![CDATA[mempesona,]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[potongan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197790</guid>

					<description><![CDATA[Memontum NTT &#8211; Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki destinasi wisata pantai yang terbilang sangat menajubkan. Bahkan karena keindahan dari pantainya, banyak pantai-pantai di Labuan Bajo, yang sudah terkenal hingga mancanegara. Salah satunya, seperti adalah Pink Beach atau Pantai Pink. Di pantai ini, memperlihatkan pemandangan yang tidak biasa. Karena, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> NTT</strong> &#8211; Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki destinasi wisata pantai yang terbilang sangat menajubkan. Bahkan karena keindahan dari pantainya, banyak pantai-pantai di Labuan Bajo, yang sudah terkenal hingga mancanegara.</p>



<p>Salah satunya, seperti adalah Pink Beach atau Pantai Pink. Di pantai ini, memperlihatkan pemandangan yang tidak biasa. Karena, hamparan pantai di kawasan ini pasirnya bewarna merah muda.</p>



<p>Sedangkan, untuk datang ke pantai ini, wisatawan harus melakukan penerbangan menuju Bandara Labuan Bajo, yang merupakan pintu masuk ke Pulau Komodo. Setelah sampai di Labuan Bajo, wisatawan akan melanjutkan perjalanan laut menuju Pulau Komodo. Di sini wisatawan bisa langsung menuju pelabuhan di Pink Beach. Atau memilih berlabuh di sisi pulau, kemudian berjalan kaki selama kurang lebih empat jam untuk menuju pantai.</p>



<p>Pantai Pink ini cukup populer dan jadi tempat wisata ikonis yang wajib masuk daftar saat jalan-jalan ke Labuan Bajo. Di Pink Beach wisatawan juga bisa snorkeling menikmati alam bawah lautnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak jarang warna pasir Pink Beach yang unik membuat wisatawan ingin membawa pulang pasir ataupun terumbu karang sebagai kenang-kenangan. Namun, perlu diingat, wisatawan tidak boleh membawa pulang benda-benda, seperti pasir, karang, ataupun kerang dari Pink Beach.</p>



<p>Hal ini sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Bagi wisatawan yang melanggar akan dikenakan denda maksimal Rp 200 juta dan penjara paling lama 10 tahun.</p>



<p>Pantai merah muda atau Pink Beach adalah tujuan rekreasi pantai yangg menyenangkan. Butiran pasirmya berwarna kemerahan terlihat indah. Sangat cocok sebagai tujuan berlibur bersama ana- anak dan orang-orang tercinta.</p>



<p>Pemandangan pantainya sangat indah, sangat cocok untuk digunakan mengabadikan diri dalam bingkai fotografi. Datang ke pantai ini pastinya menyenangkan. Foto-foto hasilnya indah pemandangan dan juga bisa menikmati makanan makanan yang nikmat di tempat tersebut. Pastinya hasil fotografi di pantai ini sangat eksotis dan ikonik karena warna pasirnya jarang dimiiki pantai-pantai lainnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197790</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
