<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Prasasti &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/prasasti/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jun 2025 13:40:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Prasasti &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kunjungi Museum Daerah, Mas Dhito Ingin Pulangkan Prasasti Harinjing yang Jadi Identitas Cikal Bakal Kediri</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungi-museum-daerah-mas-dhito-ingin-pulangkan-prasasti-harinjing-yang-jadi-identitas-cikal-bakal-kediri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[harinjing]]></category>
		<category><![CDATA[identitas]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Prasasti]]></category>
		<category><![CDATA[pulangkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223106</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, berharap Prasasti Harinjing asli dapat menjadi koleksi museum yang berlokasi di Desa Menang, Kecamatan Pagu. Prasasti Harinjing yang ditemukan di Desa Siman, Kecamatan Kepung, itu sangat penting karena menjadi cikal bakal hari jadi Kabupaten Kediri. Saat ini, Prasasti Harinjing disimpan di Museum Nasional, Jakarta. &#8220;Karena inti museum [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, berharap Prasasti Harinjing asli dapat menjadi koleksi museum yang berlokasi di Desa Menang, Kecamatan Pagu. Prasasti Harinjing yang ditemukan di Desa Siman, Kecamatan Kepung, itu sangat penting karena menjadi cikal bakal hari jadi Kabupaten Kediri.</p>



<p>Saat ini, Prasasti Harinjing disimpan di Museum Nasional, Jakarta. &#8220;Karena inti museum itu, ya Prasasti Harinjing yang asli. Nah, itu yang akan kita pikirkan bagaimana nanti memulangkan,&#8221; kata Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, seusai mengunjungi dan melihat pameran temporer pre launching museum, Rabu (18/06/2025) tadi.</p>



<p>Terkait koleksi museum nantinya, Mas Dhito berharap bisa ditata dengan memperhatikan storyline yang berurutan. Dalam hal ini, setiap ruang penyimpanan koleksi memiliki kerangka cerita tersendiri.</p>



<p>Sebagai tempat koleksi benda-benda bernilai sejarah, Mas Dhito menekankan pengamanan museum harus dilakukan ekstra. Pihaknya pun menyebut, pembangunan fisik museum tahun 2025 ini akan diteruskan untuk pagar museum.</p>



<p>&#8220;Museum ini harus menjadi salah satu tempat yang nantinya menjadi ikon Kabupaten Kediri,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menambahkan bahwa pameran kontemporer pre launching museum digelar pada 17 hingga 21 Juni 2025 mendatang. Dalam pameran tersebut, diakui hanya memajang sebagian kecil benda koleksi dan menjadi gambaran awal museum yang nantinya ditampilkan. Dari koleksi yang dipamerkan, salah satu yang menjadi masterpiece yakni kepala Bodhisatwa.</p>



<p>&#8220;Tahun kemarin (2024) kita telah membuat storyline. Artefak yang kita temukan itu disusun berdasarkan history dan dituangkan dalam DED (Detail Engineering Design),&#8221; urainya.</p>



<p>Dari pelaksanaan pameran selama satu pekan tersebut, diharapkan ada masukan yang muncul dan akan mendasari desain interior museum. Ditargetkan, DED museum tersebut dapat selesai tahun 2025 ini.</p>



<p>Mustika menyebut, museum yang berdiri dua lantai itu akan dioperasionalkan secara bertahap. Sesuai rencana lantai bawah mulai bisa dilakukan soft launching pada penghujung tahun dan 2026 dilanjutkan untuk lantai atas.</p>



<p>&#8220;Rencana kita akhir tahun ini bisa kita operasional kan untuk lantai bawah, tapi secara keseluruhan Insya Allah tahun depan,&#8221; paparnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223106</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Motivasi Atlet Muda, Pj Wali Kota Batu Bangun Tugu Prasasti Kampung Juara Paralayang</title>
		<link>https://memontum.com/motivasi-atlet-muda-pj-wali-kota-batu-bangun-tugu-prasasti-kampung-juara-paralayang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Nov 2023 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Paralayang]]></category>
		<category><![CDATA[Prasasti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200982</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Tugu Prasasti RT 02/RW 03 Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu, sebagai Kampung Juara Paralayang, Minggu (05/11/2023) tadi. Pembangunan tugu Kampung Juara itu, karena di lokasi tersebut memiliki para atlet paralayang yang berprestasi. Setidaknya, ada 20 atlet yang notabene memiliki prestasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Tugu Prasasti RT 02/RW 03 Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu, sebagai Kampung Juara Paralayang, Minggu (05/11/2023) tadi. Pembangunan tugu Kampung Juara itu, karena di lokasi tersebut memiliki para atlet paralayang yang berprestasi.</p>



<p>Setidaknya, ada 20 atlet yang notabene memiliki prestasi nasional maupun internasional, yang sangat membanggakan Kota Batu. &#8220;Tugu prasasti ini dibangun dengan tujuan agar bisa dikenang sebagai Kampung Juara dari kampung paralayang. Maka, kita buat tempatnya supaya lebih representatif dan bisa dilihat orang banyak,&#8221; ujar Pj Wali Kota Aries, saat didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu dan Lurah Songgokerto di area Landing Paralayang Lapangan Songgomaruto, Kelurahan Songgokerto.</p>



<p>Ditambahkan, dibangunnya tugu prasasti tersebut untuk memotivasi para atlet muda agar terus berprestasi di tingkat nasional dan internasional. &#8220;Maka, kita buat tugu prasasti ini,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih dari itu, Aries menegaskan, akan menyempurnakan area landing Songgomaruto dengan mengembangkan menjadi lebih bagus lagi. Apalagi, pada 2025 mendatang, bakal menjadi Venue Porprov Jawa Timur.</p>



<p>&#8220;Pada 2024 nanti, akan kita susun anggaran untuk membuat lebih bagus lagi area landing paralayang Lapangan Songgomaruto. Karena, di sini menjadi ikon baru Kota Batu yaitu kampung juara,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Lurah Songgokerto, Arsyam Dhian Ramadhan, mengatakan bahwa kampung yang dinobatkan menjadi Kampung Juara ini berada di RT 02/RW 03. &#8220;Kampung Juara ini diambil karena di lingkungan ini mayoritas para juara paralayang. Tempat tinggal atlet tersebut dekat dengan landing paralayang di Lapangan Songgomaruto. Serta, tidak jauh dari take off paralayang di Gunung Banyak Kota Batu,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Arsyam menambahkan, nama atlet seperti Ardiansyah, Rika Wijayanti dan Jafro Megawanto, Joni Effendi, Roni Pratama, Ike Ayu Wulandari adalah atlet paralayang yang membanggakan Kota Batu. &#8220;Adanya Kampung Juara ini, maka nantinya untuk area landing Lapangan Songgomaruto dan Fasul, akan dilakukan penambahan. Dari awal kita sudah koordinasi dengan pihak paralayang dan KONI untuk membangun. Tujuannya, supaya tidak menggangu turbolansi termal di area landing ini,&#8221; jelasnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200982</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puncak Peringatan Harjad Ke-828 Trenggalek Disuguhi dengan Arak-arakan 31 Tumpeng dan Prasasti Kamulan</title>
		<link>https://memontum.com/puncak-peringatan-harjad-ke-828-trenggalek-disuguhi-dengan-arak-arakan-31-tumpeng-dan-prasasti-kamulan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Aug 2022 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Prasasti]]></category>
		<category><![CDATA[prasasti kamulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=174555</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Hari ini atau 31 Agustus 2022, tepat Kabupaten Trenggalek genap berusia 828 tahun. Peringatan itu, ditandai dengan upacara adat yang digelar secara khidmat dan kental dengan Budaya Jawa. Bertempat di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, didampingi Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardiny, mengenakan pakaian adat Jawa berwarna [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Hari ini atau 31 Agustus 2022, tepat Kabupaten Trenggalek genap berusia 828 tahun. Peringatan itu, ditandai dengan upacara adat yang digelar secara khidmat dan kental dengan Budaya Jawa.</p>



<p>Bertempat di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, didampingi Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardiny, mengenakan pakaian adat Jawa berwarna Ungu. Tampak terlihat pula, seluruh jajaran Forkopimda dan sejumlah tamu undangan, kompak mengenakan pakaian adat Jawa.</p>



<p>Prosesi Hari Jadi (Harjad) diawali dengan kirab pusaka yang dipimpin oleh Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, beserta istri Fatihatur Rohmah dari Desa Kamulan ke Pendopo Kabupaten Trenggalek. Selanjutnya, pusaka dikirab mengelilingi Alun-alun, dengan iring-iringan puluhan foto bupati dan wakil bupati yang pernah memimpin Trenggalek, juga air suci dan tumpeng agung (raksasa).</p>



<p>&#8220;Prosesi Hari Jadi Trenggalek kali ini hampir sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Diawali dengan jamasan (pembersihan) pusaka Trenggalek, kemudian diinapkan semalam di Desa Kamulan. Dan hari ini diarak (kirab) dari Desa Kamulan ke Pendopo Trenggalek oleh Wakil Bupati Trenggalek beserta istri,&#8221; terang Bupati Arifin saat dikonfirmasi, Rabu (31/08/2022) siang.</p>



<p>Dalam rangkaian Hari Jadi Trenggalek tahun ini, tambahnya, juga tidak lepas dari arak-arakan tumpeng raksasa sebagai simbol kemakmuran masyarakat. Jika di tahun sebelumnya, tumpeng raksasa hanya ada satu, maka di tahun ini Pemerintah Daerah Trenggalek menyiapkan 30 tumpeng mini yang nantinya akan dipersembahkan kepada seluruh masyarakat Trenggalek.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/waspada-penipuan-modus-file-apk-jelang-periode-libur-lebaran-bri-minta-nasabah-untuk-ekstra-waspada">Waspada Penipuan Modus File APK Jelang Periode Libur Lebaran, BRI Minta Nasabah untuk Ekstra Waspada</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jalin-kebersamaan-baznas-kota-probolinggo-gelar-doa-bersama-ulama-dan-umaroh">Jalin Kebersamaan, Baznas Kota Probolinggo Gelar Doa Bersama Ulama dan Umaroh</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sambut-lebaran-healing-asyik-di-lereng-argopuro-dari-kebun-teh-hingga-jejak-purba">Sambut Lebaran, Healing Asyik di Lereng Argopuro dari Kebun Teh hingga Jejak Purba</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/lindungi-pemudik-dari-hujan-ektrem-pemprov-jatim-siapkan-operasi-modifikasi-cuaca">Lindungi Pemudik dari Hujan Ektrem, Pemprov Jatim Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/operasi-ketupat-semeru-2026-polres-pasuruan-siapkan-4-pospam-2-posyan-dan-1-pos-terpadu">Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Pasuruan Siapkan 4 Pospam, 2 Posyan dan 1 Pos Terpadu</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Selain satu tumpeng raksasa, kita juga tambah 30 tumpeng mini di tahun ini. Ini dilakukan, supaya jadi pengingat tanggal Hari Jadi Trenggalek yang jatuh tepat hari ini atau 31 Agustus. Dengan demikian, masyarakat yang hadir pun bisa kebagian keberkahan dari tumpeng-tumpeng yang sebelumnya sudah dilakukan doa bersama,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Adapun yang berbeda dari prosesi Hari Jadi tahun ini, ujarnya, adalah dalam pelaksanaan ini bisa memboyong pusaka yakni Prasasti Kamulan. Pusaka ini, sebelumnya ada di Museum Kabupaten Tulungagung. Dan tepat di Ulang Tahun ke 828 ini, prasasti itu sudah ada di Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Kira juga sudah buatkan Joglo Kamulyan di area Pendopo Trenggalek. Semoga, ini bisa menjadi simbol kemuliaan bagi masyarakat di Trenggalek,&#8221; kata Mas Ipin-sapaan akrabnya.</p>



<p>Suami Novita Hardiny ini berharap, sesuai tema Hari Jadi Trenggalek tahun 2022 ini yakni &#8216;Natas Nitis Netes&#8217;. Yang artinya, semua rencana bisa tuntas (tatas) dan tepat sasaran (titis) sehingga membuahkan karya atau hasil yang terbaik (netes) untuk kemajuan Kabupaten Trenggalek.</p>



<p>Disinggung terkait kedatangan Sri Sultan Hamengku Buwono X ke Kota Keripik Tempe, Mas Ipin menjelaskan, akan hadir Kamis (01/09/2022) besok. &#8220;Sri Sultan Hamengku Buwono X (Ngarso Dalem) direncanakan hadir beserta rombongan besok (Kamis). Kemudian, akan menandai malam puncak kerja sama antar daerah yaitu Pemerintah Kabupaten Trenggalek dengan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),&#8221; paparnya.</p>



<p>Kerja sama yang dimaksud, sambungnya, dalam hal muhibah budaya yang tidak menutup kemungkinan akan ditindaklanjuti dengan berbagai macam kerja sama. Baik di bidang ekonomi, sosial dan lainnya.</p>



<p>&#8220;Salah satu yang spesial pada Hari Jadi kali ini, yaitu disupport dengan berbagai macam kegiatan yakni muhibah budaya dari Provinsi DIY,&#8221; terang Bupati Arifin. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">174555</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Tandatangani Prasasti The Shalimar Boutique Hotel Jadi Cagar Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-tandatangani-prasasti-the-shalimar-boutique-hotel-jadi-cagar-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jun 2022 11:42:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Cagar Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Prasasti]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=170769</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, melakukan penandatangan Prasasti The Shalimar Boutique Hotel Malang sebagai Heritage Kota Malang, Selasa (14/06/2022) sore. Bangunan itu, dianggap sebagai cagar budaya yang harus terus dilestarikan dan sebagai bagian kekuatan wisata Kota Malang. Dalam sambutannya, Wali Kota Sutiaji, mengatakan bahwa pihaknya menghargai bangunan dan karya bangsa. Itu harus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, melakukan penandatangan Prasasti The Shalimar Boutique Hotel Malang sebagai Heritage Kota Malang, Selasa (14/06/2022) sore. Bangunan itu, dianggap sebagai cagar budaya yang harus terus dilestarikan dan sebagai bagian kekuatan wisata Kota Malang.</p>



<p>Dalam sambutannya, Wali Kota Sutiaji, mengatakan bahwa pihaknya menghargai bangunan dan karya bangsa. Itu harus terus dikuatkan oleh The Shalimar Boutique Hotel Malang untuk mempertahankan bangunannya.</p>



<p>“Kami ucapkan terima kasih untuk owner The Shalimar Boutique Hotel Malang, yang menjadi heritage. Karya ini perlu dikuatkan. Jangan sampai, hanya jadi simbol. Ini dijadikan komitmen bersama dan implementasi di lapangan,” jelas Sutiaji, Selasa (14/06/2022).</p>



<p>Dalam penetapan sebagai cagar budaya, tentu dapat mempromosikan warisan budaya di Kota Malang kepada masyarakat luar. Sehingga, daya tarik wisatawan di Kota Malang kian meningkat, dengan adanya Heritage.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/waspada-penipuan-modus-file-apk-jelang-periode-libur-lebaran-bri-minta-nasabah-untuk-ekstra-waspada">Waspada Penipuan Modus File APK Jelang Periode Libur Lebaran, BRI Minta Nasabah untuk Ekstra Waspada</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jalin-kebersamaan-baznas-kota-probolinggo-gelar-doa-bersama-ulama-dan-umaroh">Jalin Kebersamaan, Baznas Kota Probolinggo Gelar Doa Bersama Ulama dan Umaroh</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sambut-lebaran-healing-asyik-di-lereng-argopuro-dari-kebun-teh-hingga-jejak-purba">Sambut Lebaran, Healing Asyik di Lereng Argopuro dari Kebun Teh hingga Jejak Purba</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/lindungi-pemudik-dari-hujan-ektrem-pemprov-jatim-siapkan-operasi-modifikasi-cuaca">Lindungi Pemudik dari Hujan Ektrem, Pemprov Jatim Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/operasi-ketupat-semeru-2026-polres-pasuruan-siapkan-4-pospam-2-posyan-dan-1-pos-terpadu">Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Pasuruan Siapkan 4 Pospam, 2 Posyan dan 1 Pos Terpadu</a></li>
</ul>


<p>“Dengan adanya heritage ini sebagai daya tarik wisatawan. Dimana harus menghargai warisan bangsa, dari menghargai ini juga dapat berimbas pada perbaikan moral penerus-penerus kita,” katanya.</p>



<p>Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, untuk mempertahankan legalitas cagar budaya, pihaknya menyinggung terkait Peraturan Daerah (Perda) mengenai intensif dan disinsentif cagar budaya. &#8220;Perda Cagar Budaya terus kita godok, sehingga tidak sekedar penentuan dan penetapan saja. Tapi kelestariannya dijaga, misal perawatannya dan pajaknya gimana,” lanjutnya.</p>



<p>Sementara itu, Owner The Shalimar Boutique Hotel Malang, Lily Jessica Tjokrosetio, mengatakan bahwa pihaknya sangat bangga dan senang menjadi bagian dari sejarah Kota Malang yang harus terus melestarikan gedung berserajah. &#8220;Pedoman yang harus kita pegang yakni melestarikan gedung dan sejarah Kota Malang ini. Membangun cagar budaya ini perlu adanya kesadaran bersama. Karena perawatan cagar budaya perlu usaha ekstra,” ucap Lily.</p>



<p>Selain itu, dirinya juga mengungkapkan, jika warisan budaya tersebut harus dijaga. Harapannya, melalui pelestarian budaya tersebut menjadi salah satu daya tarik wisatawan Kota Malang.</p>



<p>“Saya percaya apa yang terjadi hari ini, karena sejarah harus diingat. Sehingga cerita dan sejarah gedung ini tidak akan dilupakan,” imbuhnya. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">170769</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tandai Pemindahan Prasasti Kamulan, Pemkab Trenggalek Gelar Wayang Kulit dan Ruwatan Murwakala</title>
		<link>https://memontum.com/tandai-pemindahan-prasasti-kamulan-pemkab-trenggalek-gelar-wayang-kulit-dan-ruwatan-murwakala</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Dec 2021 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Prasasti]]></category>
		<category><![CDATA[prasasti kamulan]]></category>
		<category><![CDATA[Wayang Kulit]]></category>
		<category><![CDATA[Wayang Ruwatan Murwokolo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=160826</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Menandai pemindahan Prasasti Kamulan yang menjadi dasar penetapan Hari Jadi Trenggalek yang telah resmi dipindahkan dari Museum Wajakensis Tulungagung ke Kabupaten Trenggalek, Pemkab Trenggalek mengadakan ruwatan murwakala melalui pagelaran wayang kulit secara daring dari Pendopo Manggala Praja Nugraha. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Menandai pemindahan Prasasti Kamulan yang menjadi dasar penetapan Hari Jadi Trenggalek yang telah resmi dipindahkan dari Museum Wajakensis Tulungagung ke Kabupaten Trenggalek, Pemkab Trenggalek mengadakan ruwatan murwakala melalui pagelaran wayang kulit secara daring dari Pendopo Manggala Praja Nugraha.</p>



<p>Dalam sambutannya, Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu memulangkan Prasasti Kamulan. Termasuk dalam hal ini, Bupati Tulungagung yang telah berbesar hati memberi kesempatan Pemkab Trenggalek untuk merawat Prasasti Kamulan.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, berkat kebesaran hati seluruh pejabat yang ada di Kabupaten Tulungagung, kita yang ada di Kabupaten Trenggalek ini diberi kesempatan untuk merawat dan memelihara (Prasasti Kamulan). Maka dari itu, kita memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk bisa memanfaatkan,&#8221; ungkap Wabup Syah, Senin (27/12/2021) pagi.</p>



<p>Dirinya berharap, ke depan keberadaan Prasasti Kamulan yang saat ini di letakkan di area Pendopo Manggala Praja Nugraha, juga dapat dijadikan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Sehingga, lebih mengenal bahwa Trenggalek memiliki sejarah panjang yang tidak bisa hanya diceritakan dalam satu malam.</p>



<p>&#8220;Kita berharap, ke depan dengan hadirnya prasasti ini sejarah kita menjadi lebih terang, menjadi lebih detail dan juga memantik para sejarahwan, pegiat kebudayaan untuk bisa menulis sejarah kita yang lebih rinci dan lebih baik lagi,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Seperti yang diketahui, pemindahan prasasti sudah menjadi kesepakatan bersama. &#8220;Pemindahan prasasti ini, semata-mata karena kesepakatan antara Bupati Trenggalek dan Bupati Tulungagung. Yang sebenarnya, memang prasasti yang kita sebut Prasasti Kamulan itu berada di Museum Tulungagung,&#8221; kata Wabup Syah.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/waspada-penipuan-modus-file-apk-jelang-periode-libur-lebaran-bri-minta-nasabah-untuk-ekstra-waspada">Waspada Penipuan Modus File APK Jelang Periode Libur Lebaran, BRI Minta Nasabah untuk Ekstra Waspada</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jalin-kebersamaan-baznas-kota-probolinggo-gelar-doa-bersama-ulama-dan-umaroh">Jalin Kebersamaan, Baznas Kota Probolinggo Gelar Doa Bersama Ulama dan Umaroh</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sambut-lebaran-healing-asyik-di-lereng-argopuro-dari-kebun-teh-hingga-jejak-purba">Sambut Lebaran, Healing Asyik di Lereng Argopuro dari Kebun Teh hingga Jejak Purba</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/lindungi-pemudik-dari-hujan-ektrem-pemprov-jatim-siapkan-operasi-modifikasi-cuaca">Lindungi Pemudik dari Hujan Ektrem, Pemprov Jatim Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/operasi-ketupat-semeru-2026-polres-pasuruan-siapkan-4-pospam-2-posyan-dan-1-pos-terpadu">Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Pasuruan Siapkan 4 Pospam, 2 Posyan dan 1 Pos Terpadu</a></li>
</ul>


<p>Suami Fatihatur Rohmah ini menjelaskan, prasasti ini memiliki sejarah panjang di mana kawasan di Daerah Trenggalek, khususnya Kamulan memang dulu wilayah Tulungagung. Pada zaman Kolonial Belanda, benda-benda itu dipindahkan ke Pendopo Kabupaten Tulungagung yang sekarang disimpan di Museum Tulungagung.</p>



<p>&#8220;Ini sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga dan melestarikan cagar budaya asli Trenggalek. Agar nantinya, anak cucu kita juga bisa ikut melihat dan menikmati budaya-budaya daerah,&#8221; paparnya.</p>



<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, Prasasti Kamulan ini merupakan peninggalan jaman Kerajaan Kediri. Oleh Raja Kertajaya, diperuntukkan untuk masyarakat disekitar Kamulan yang memiliki jasa membantu raja dalam peperangan ketika Raja Kediri diserang dari kawasan Timur. Atas jasa-jasa penduduk Kamulan dan sekitarnya, maka daerah ini mendapatkan tanah kemerdekaan dan dibebaskan dari pajak.</p>



<p>Sebelumnya, Pemkab Trenggalek telah melakukan berbagai upaya dan komunikasi baik dengan Pemkab Tulungagung maupun pihak BPCB Jawa Timur, terkait maksud pemindahan prasasti tersebut ke Kabupaten Trenggalek. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">160826</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Setelah Lama di Museum Wajakensis Tulungagung, Prasasti Kamulan Akhirnya Kembali ke Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/setelah-lama-di-museum-wajakensis-tulungagung-prasasti-kamulan-akhirnya-kembali-ke-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Dec 2021 09:31:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Wajakensis]]></category>
		<category><![CDATA[Prasasti]]></category>
		<category><![CDATA[prasasti kamulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=160499</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Setelah tersimpan cukup lama di Museum Daerah Wajakensis Tulungagung, Prasasti Kamulan atau penanda diperingatinya Hari Jadi Trenggalek, akhirnya diboyong kembali ke tempat asalnya. Prasasti Kamulan ini, rencananya akan ditempatkan khusus di sebuah bangunan di Depan Gedung Bhawarasa Trenggalek. Dimana, lokasinya masih diseputaran Pendopo Manggala Praja Nugraha. Kepulangan Prasasti Kamulan ini, tentunya tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Setelah tersimpan cukup lama di Museum Daerah Wajakensis Tulungagung, Prasasti Kamulan atau penanda diperingatinya Hari Jadi Trenggalek, akhirnya diboyong kembali ke tempat asalnya. Prasasti Kamulan ini, rencananya akan ditempatkan khusus di sebuah bangunan di Depan Gedung Bhawarasa Trenggalek. Dimana, lokasinya masih diseputaran Pendopo Manggala Praja Nugraha.</p>



<p>Kepulangan Prasasti Kamulan ini, tentunya tidak lepas dari peran serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta restu Bupati Tulungagung, yang memperbolehkan benda cagar budaya itu bisa diboyong ke Trenggalek. &#8220;Iya, kami turut berterimakasih kasih kepada Provinsi Jawa Timur dan juga Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Juga oleh Wakil Bupati yang sudah melakukan komunikasi awal. Kemudian, melakukan komunikasi lanjutan dengan Bupati Tulungagung, yang akhirnya kita diperbolehkan untuk memboyong Prasasti Kamulan ini,&#8221; ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (20/12/2021) siang.</p>



<p>Kondisi ini, tambahnya, menjadi satu hal yang spesial. Pusaka Trenggalek bisa kembali ke Trenggalek. Sehingga, benar-benar membuktikan bahwa Trenggalek itu ada dan bukan Trenggalek itu di Tulungagung.</p>



<p>&#8220;Semoga nanti ini menjadi simbol kebangkitan Trenggalek. Karena pusakanya, jiwanya atau ruhnya kembali. Tentunya bukan hanya menjadi benda sejarah, tetapi ini bisa menjadi spirit baru dan awal kebangkitan dari Trenggalek. Dan nanti akan kita letakkan di Pendopo,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Kordinator Wilayah Balai Pemeliharaan Cagar Budaya (BPCB) Jatim wilayah Tulungagung-Trenggalek, Haryadi, menambahkan pemindahan prasasti sudah menjadi kesepakatan bersama. &#8220;Pemindahan prasasti ini karena kesepakatan antara Bupati Trenggalek dan Bupati Tulungagung. Yang sebenarnya, memang prasasti yang kita sebut Prasasti Kamulan itu berada di Museum Tulungagung,&#8221; terang Haryadi.</p>



<p>Dirinya menerangkan, prasasti ini memiliki sejarah panjang di mana kawasan di Daerah Trenggalek, khususnya Kamulan memang dulu wilayah Tulungagung. Pada Jaman Kolonial Belanda, benda-benda itu dipindahkan ke Pendopo Kabupaten Tulungagung, yang sekarang disimpan di Museum Tulungagung.</p>



<p>&#8220;Karena memang atas permohonan Bupati Trenggalek, Prasasti Kamulan memiliki dasar berdirinya Kabupaten Trenggalek. Tentu permohonan itu, dipertimbangkan oleh Bupati Tulungagung. Kita ketahui, benda ini adalah milik atau pemeliharaan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan. Namun, pengelolan dan perawatnya adalah Museum Tulungagung,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/waspada-penipuan-modus-file-apk-jelang-periode-libur-lebaran-bri-minta-nasabah-untuk-ekstra-waspada">Waspada Penipuan Modus File APK Jelang Periode Libur Lebaran, BRI Minta Nasabah untuk Ekstra Waspada</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jalin-kebersamaan-baznas-kota-probolinggo-gelar-doa-bersama-ulama-dan-umaroh">Jalin Kebersamaan, Baznas Kota Probolinggo Gelar Doa Bersama Ulama dan Umaroh</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sambut-lebaran-healing-asyik-di-lereng-argopuro-dari-kebun-teh-hingga-jejak-purba">Sambut Lebaran, Healing Asyik di Lereng Argopuro dari Kebun Teh hingga Jejak Purba</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/lindungi-pemudik-dari-hujan-ektrem-pemprov-jatim-siapkan-operasi-modifikasi-cuaca">Lindungi Pemudik dari Hujan Ektrem, Pemprov Jatim Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/operasi-ketupat-semeru-2026-polres-pasuruan-siapkan-4-pospam-2-posyan-dan-1-pos-terpadu">Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Pasuruan Siapkan 4 Pospam, 2 Posyan dan 1 Pos Terpadu</a></li>
</ul>


<p>Menurut Haryadi, prasasti ini merupakan peninggalan Zaman Kerajaan Kediri. Oleh Raja Kertajaya, diperuntukkan untuk masyarakat di sekitar Kamulan, yang memiliki jasa membantu raja dalam peperangan ketika Raja Kediri diserang dari kawasan Timur. Atas jasa-jasa penduduk Kamulan dan sekitarnya, maka daerah ini mendapatkan tanah kemerdekaan dan dibebaskan dari pajak.</p>



<p>&#8220;Jadi daerah ini punya masa lalu yang sagat luar biasa dulunya,&#8221; katanya.</p>



<p>Pemindahan Prasasti Kamulan dari Museum Daerah Wajakensis ke Trenggalek, ternyata cukup memakan waktu yang panjang. Pasalnya, memang dibutuhkan kehati-hatian agar prasasti ini tidak mengalami kerusakan dalam proses pemindahan.</p>



<p>Sedangkan untuk teknis pemindahan prasasti ini, dilakukan secara manual. Karena, memang benda yang dipindahkan memang bukan seperti benda-benda biasa.</p>



<p>&#8220;Benda ini sangat dilindungi dan sangat dilestarikan oleh negara. Sehingga, harus dijamin keamanannya maupun keterawatannya,&#8221; papar Haryadi.</p>



<p>Diketahui, dari tim Pelestarian Cagar Budaya, Provinsi Jatim, memulai pemindahan pada Minggu (19/12/2021) siang kemarin sekira pukul 13.00 sampai jam 24.00. Itu pun, baru sebatas bisa naik ke atas kendaraan truk dan baru bisa dibawa ke Trenggalek.</p>



<p>Ditegaskan oleh Haryadi, memang ada kekhususan dalam merawat benda-benda cagar budaya seperti Prasasti Kamulan ini. &#8220;Teman-teman konservasi dari Pemprov Jatim, juga akan terus memantau keterawatan dari cagar budaya ini,&#8221; terangnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">160499</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penemuan Prasasti Kuno, Diduga Sebelum Zaman Singhasari</title>
		<link>https://memontum.com/penemuan-prasasti-kuno-diduga-sebelum-zaman-singhasari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2020 02:45:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Langlang]]></category>
		<category><![CDATA[Prasasti]]></category>
		<category><![CDATA[Singhasari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/119952-penemuan-prasasti-kuno-diduga-sebelum-zaman-singhasari</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Penemuan prasasti kuno, di Desa Langlang Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, oleh warga desa diduga berasal dari pra kerajaan Singhasari. Berawal dari kegiatan pengukuran lahan perkebunan dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Untuk sertifikasi tanah secara massal di Desa Langlang tahun 2019. Ternyata ditemukan prasasti, berupa batu kuna. Juga beberapa pecahan gerabah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Penemuan prasasti kuno, di Desa Langlang Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, oleh warga desa diduga berasal dari pra kerajaan Singhasari. Berawal dari kegiatan pengukuran lahan perkebunan dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Untuk sertifikasi tanah secara massal di Desa Langlang tahun 2019.</p>
<p>Ternyata ditemukan prasasti, berupa batu kuna. Juga beberapa pecahan gerabah di salah satu kebun Singkong milik Roni (43) warga desa Langlang RW 1 RT 9. Setelah ditemukannya beberapa artefak itu, sejak Maret 2020 (5 bulan lalu). Akhirnya dilaporkan kepada Dinas Pariwisata dan budaya (Disparbud) dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB).</p>
<p>Saat BPCB meninjau Kamis(23/7/2020) Nugroho Harjo Lukito selaku PLT kasih pengembang dan pemanfaatan balai pelestarian cagar budaya Jawa timur, mengungkapkan bahwa setelah dilakukannya pengecekan secara seksama diduga struktur yang ditemukan memiliki kriteria cagar budaya.</p>
<p>&#8220;Kalau dilihat dari struktur ini bukan termasuk dalam struktur hunian, melainkan sebuah bangunan yang memiliki struktur untuk kegiatan religi pada masa itu,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Nugroho jika dilihat dari material yang ditemukan di kebun Roni tersebut diduga merupakan peninggalan pra-kerajaan shingasari, kemungkinan besar juga berasal dari Kerajaan Mataram Kuno menurut pandangan dalam segi analogi komperhensif.</p>
<p>&#8220;Dimensi batu bata yang ditemukan dengan ukuran lebar 28cm,panjang 38, dan tebal 10cm, hal itu juga didasari dari beberapa temuan dimalang sisi Utara hingga arah batu, ini merupakan salah satu kawasan linier,terhadap persebaran pada masa Mataram kuno dizaman empu sendok,&#8221; ulasnya.</p>
<p>Setelah ini bakal dilakukan perencanaan untuk ekskavasi diarea yang memiliki struktur bangunan bersejarah ini, berdasarkan rencana yang di buat oleh pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), paling lambat 2 bulan lagi.</p>
<p>Untuk sementara ini pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) bekerjasama dengan pihak warga untuk membantu menjaga, kawasan tersebut hingga ada penanganan selanjutnya.<strong> (mg2/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">119952</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
