<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>prasmanan, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/prasmanan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Apr 2026 12:22:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>prasmanan, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Uji Coba MBG Prasmanan, SPPG Unit Gadang 2 Layani 1.300 Porsi di MIN 2 Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/uji-coba-mbg-prasmanan-sppg-unit-gadang-2-layani-1-300-porsi-di-min-2-kota-malang</link>
					<comments>https://memontum.com/uji-coba-mbg-prasmanan-sppg-unit-gadang-2-layani-1-300-porsi-di-min-2-kota-malang#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[gadang]]></category>
		<category><![CDATA[layani]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[prasmanan,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231443</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di Kota Malang, mulai dilakukan. Dalam pelaksanaan perdana tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Malang Unit Gadang 2 menyiapkan sebanyak 1.300 porsi makanan bagi siswa dan tenaga pendidik di MIN 2 Kota Malang. Kepala SPPG Kota Malang Gadang 2, Ita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di Kota Malang, mulai dilakukan. Dalam pelaksanaan perdana tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Malang Unit Gadang 2 menyiapkan sebanyak 1.300 porsi makanan bagi siswa dan tenaga pendidik di MIN 2 Kota Malang.</p>



<p>Kepala SPPG Kota Malang Gadang 2, Ita Herlistyawati, mengatakan bahwa penyajian prasmanan merupakan tindak lanjut arahan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menguji efektivitas distribusi MBG di sekolah. “Ini uji coba pertama kali di SPPG kami. Sekaligus untuk melihat apakah sistem prasmanan efektif diterapkan atau masih perlu evaluasi,” ujar Ita, Kamis (02/04/2026) tadi.</p>



<p>1.300 paket makanan tersebut, disiapkan dengan menu bernuansa Lebaran. Diantaranya, ayam, krecek, sayur labu siam dan tempe, telur kecap, serta es buah sebagai pelengkap minuman bergizi. Berbeda dengan sistem reguler, pada metode prasmanan siswa mengambil makanan secara mandiri melalui beberapa jalur antrean yang telah disiapkan.</p>



<p>“Anak-anak mengambil sendiri, tetapi tetap ada pengawas tim pemorsian, guna menjaga standar gizi dan pemerataan porsi,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ita mengakui, penyajian prasmanan membutuhkan persiapan lebih kompleks, terutama dalam distribusi makanan yang dibawa dalam wadah besar dan langsung ditata di lokasi sekolah. &#8220;Harapannya kalau dalam uji coba ini efektif, kedepannya kemungkinan akan ada prasmanan, namun tetap menunggu arahan lagi dari Kabadan. Tapi kalau misal tidak, berati ada kendalanya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala SPPI Kota Malang, Athoillah, menegaskan bahwa pelaksanaan MBG tetap mengutamakan keamanan pangan dan standar gizi. Setiap SPPG, melibatkan sekitar 47 petugas yang memastikan kualitas makanan tetap terjaga. Pengawasan gizi juga dilakukan langsung di lokasi menggunakan sendok takar khusus serta pendampingan ahli gizi agar angka kecukupan gizi siswa tetap terpenuhi.</p>



<p>“Kami ingin memastikan makanan tetap fresh, hangat, dan sesuai standar gizi. Efisiensi waktu pelaksanaan masih kami evaluasi,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/uji-coba-mbg-prasmanan-sppg-unit-gadang-2-layani-1-300-porsi-di-min-2-kota-malang/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231443</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DPRD Kota Malang Tegaskan Pentingnya Manajemen Waktu dalam Uji Coba MBG Prasmanan</title>
		<link>https://memontum.com/dprd-kota-malang-tegaskan-pentingnya-manajemen-waktu-dalam-uji-coba-mbg-prasmanan</link>
					<comments>https://memontum.com/dprd-kota-malang-tegaskan-pentingnya-manajemen-waktu-dalam-uji-coba-mbg-prasmanan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Pentingnya]]></category>
		<category><![CDATA[prasmanan,]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231422</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan yang baru pertama kali diuji coba di Kota Malang, mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Suryadi. Menurutnya, sistem prasmanan dapat menjadi salah satu alternatif pelaksanaan MBG, selama manajemen waktunya diatur secara tepat. Itu karena, model penyajian tersebut berpotensi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan yang baru pertama kali diuji coba di Kota Malang, mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Suryadi. Menurutnya, sistem prasmanan dapat menjadi salah satu alternatif pelaksanaan MBG, selama manajemen waktunya diatur secara tepat. Itu karena, model penyajian tersebut berpotensi memerlukan waktu lebih lama karena siswa harus mengantre dan makan secara bergiliran.</p>



<p>&#8220;Sistem prasmanan dapat memakan waktu hingga satu jam, jika tidak diatur dengan baik. Karena itu, evaluasi secara menyeluruh penting dilakukan, mengingat program tersebut masih dalam tahap uji coba,&#8221; katanya.</p>



<p>Dalam hal ini Suryadi menegaskan agar pelaksanaan MBG prasmanan tersebut tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah. Menurutnya, kegiatan pembelajaran tetap harus menjadi prioritas yang utama.</p>



<p>&#8220;Jangan sampai waktu belajar tersita karena proses persiapan maupun pelaksanaan makan yang membutuhkan waktu cukup panjang,” tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Suryadi juga menyarankan, agar penerapan sistem prasmanan tidak harus dilakukan setiap hari. Menurutnya, pola tersebut dapat dijadwalkan pada hari-hari tertentu agar lebih efektif dan lebih efisien.</p>



<p>“Bisa saja menjadi opsi yang diterapkan bergiliran atau di hari tertentu. Tinggal bagaimana pengaturan manajemen dan penataannya supaya tetap efisien,” ucapnya.</p>



<p>Dari sisi kualitas menu, Suryadi menilai sajian MBG telah memenuhi standar gizi yang ditetapkan pemerintah. Menu yang disajikan terdiri dari makanan basah maupun kering sesuai standar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).</p>



<p>“Standarisasi menu sudah ada. SPPG di Kota Malang harus mengikuti standar tersebut agar kualitas gizi tetap terjaga,” imbuh Suryadi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/dprd-kota-malang-tegaskan-pentingnya-manajemen-waktu-dalam-uji-coba-mbg-prasmanan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231422</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Uji Coba MBG Prasmanan, Wali Kota Malang Nilai Menu Lebih Hangat dan Variatif</title>
		<link>https://memontum.com/uji-coba-mbg-prasmanan-wali-kota-malang-nilai-menu-lebih-hangat-dan-variatif</link>
					<comments>https://memontum.com/uji-coba-mbg-prasmanan-wali-kota-malang-nilai-menu-lebih-hangat-dan-variatif#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 05:10:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[hangat]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[prasmanan,]]></category>
		<category><![CDATA[variatif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231415</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung pelaksanaan uji coba penyajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di MIN Malang 2 Kota Malang, Kamis (02/04/2026) tadi. Pelaksanaan ini, tentunya menjadi uji coba pertama yang dilaksanakan di Kota Malang. Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa metode prasmanan memberikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung pelaksanaan uji coba penyajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di MIN Malang 2 Kota Malang, Kamis (02/04/2026) tadi. Pelaksanaan ini, tentunya menjadi uji coba pertama yang dilaksanakan di Kota Malang.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa metode prasmanan memberikan sejumlah kelebihan dibandingkan model sebelumnya yang menggunakan ompreng. Bahkan, dirinya juga melihat langsung respons siswa terhadap pola penyajian baru tersebut.</p>



<p>&#8220;Dengan prasmanan ini menunya lebih hangat, porsinya bisa menyesuaikan kebutuhan siswa dan variasinya lebih lengkap. Tadi saya dialog dengan siswa Kelas 6 dan mereka merasa puas karena makanannya enak serta pilihannya banyak,&#8221; ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Menurutnya, menu MBG yang disajikan juga telah memenuhi unsur gizi seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, buah-buahan hingga minuman bergizi. Namun, dirinya juga menilai ada aspek teknis yang perlu menjadi perhatian, khususnya terkait pengaturan waktu belajar di sekolah.</p>



<p>“Karena sistemnya antre, tentu membutuhkan waktu makan lebih lama. Ini yang nanti harus diatur lagi dengan sekolah supaya tidak mengganggu jam pelajaran,” katanya.</p>



<p>Dari sisi pengawasan makanan, Wali Kota Wahyu menilai model prasmanan justru memiliki keunggulan karena makanan disajikan lebih terbuka dan tidak mengalami perubahan kualitas akibat tertutup terlalu lama selama distribusi. “Kalau ompreng kan setelah dimasak langsung ditutup, kadang berair. Kalau prasmanan lebih natural, rasa makanannya lebih terjaga,” tambahnya.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa usai uji coba tersebut, nantinya Pemkot Malang akan melakukan evaluasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) melalui koordinasi wilayah MBG. “Hasil evaluasi akan kami laporkan. Kebijakan ini terstruktur, jadi nanti apakah model ini bisa diperluas atau tidak, menunggu arahan dari BGN,” tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk sekolah lain, menurutnya tetap berpeluang menerapkan sistem serupa, namun harus mempertimbangkan kesiapan fasilitas dan manajemen waktu belajar.</p>



<p>Sementara itu, Kepala MIN Malang 2 Kota Malang, Nanang Sukmawan, mengapresiasi pelaksanaan program MBG yang merupakan bagian dari program nasional Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, sekolah ditunjuk sebagai lokasi uji coba karena memiliki area yang memadai untuk penyajian prasmanan.</p>



<p>“Kami sangat mendukung program MBG ini. Orang tua siswa juga menyambut baik karena anak-anak bisa mengambil porsi sesuai kebutuhan dan lauknya lebih fresh,” ucap Nanang.</p>



<p>Untuk menyesuaikan pelaksanaan prasmanan, pihak sekolah pun melakukan penataan ulang jadwal istirahat tanpa mengurangi jam belajar siswa. Pada istirahat pertama tetap berlangsung 15 menit, sedangkan istirahat kedua diperpanjang menjadi 30 menit agar siswa memiliki waktu antre dan makan dengan nyaman.</p>



<p>“Tidak mengganggu pembelajaran. Hanya waktu pulang mundur sekitar 10 menit,” lanjutnya.&nbsp;</p>



<p>Nanang juga memastikan, siswa telah dibiasakan budaya antre melalui program pembentukan karakter di sekolah. Sehingga, pelaksanaan MBG prasmanan tetap berjalan tertib.</p>



<p>“Kami tanamkan kepada anak-anak bahwa ini program bersama. Ambil secukupnya agar semua teman mendapatkan haknya,” imbuh Nanang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/uji-coba-mbg-prasmanan-wali-kota-malang-nilai-menu-lebih-hangat-dan-variatif/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231415</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
