<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>preventif &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/preventif/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Dec 2024 11:04:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>preventif &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Anak Sekolah Terjerat Judi Online, Pemkot Malang Siapkan Langkah Preventif</title>
		<link>https://memontum.com/anak-sekolah-terjerat-judi-online-pemkot-malang-siapkan-langkah-preventif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Dec 2024 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[langkah]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[preventif]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[terjerat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217483</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang mencatat bahwa sejumlah anak di Kota Malang, ada yang telah terjerat kecanduan judi online. Hal itu, pun dibenarkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, saat dikonfirmasi wartawan. Pria yang kerap disapa Erik, itu menyampaikan bahwa pihaknya prihatin dengan kondisi tersebut. Akan tetapi, dirinya tidak bisa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang mencatat bahwa sejumlah anak di Kota Malang, ada yang telah terjerat kecanduan judi online. Hal itu, pun dibenarkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, saat dikonfirmasi wartawan.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Erik, itu menyampaikan bahwa pihaknya prihatin dengan kondisi tersebut. Akan tetapi, dirinya tidak bisa membeberkan lebih jauh mengenai jumlah anak yang terlibat dalam judi online tersebut.</p>



<p>&#8220;Memang sudah saya dengar laporannya. Tetapi karena ini kasus anak, jadi ada beberapa yang tidak bisa saya sampaikan,” kata Sekda Erik, Rabu (11/12/2024) tadi.</p>



<p>Tentunya, tambahnya, laporan tersebut juga telah ditanggapi dengan serius oleh Pemkot Malang. Dalam hal ini tengah disiapkan strategi pencegahan dan penanganan dengan menggandeng sejumlah pihak terkait. Termasuk juga memberikan imbauan bagi orangtua agar lebih menjaga anak-anaknya dari bahaya judi online.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Pergaulan yang salah sebagai salah satu penyebab anak-anak terjerumus dalam judi online. Saya telah meminta pada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, untuk menaruh perhatian serius. Karena lingkungan sekolah memiliki andil juga untuk melindungi anak-anak dari bahaya apa pun, termasuk judi online,” jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Malang, Joko Nunang, juga mengungkapkan keprihatinannya. Menurutnya, akses yang mudah ke judi online menjadi salah satu faktor utama penyebarannya di kalangan anak-anak.</p>



<p>“Judi online tidak hanya menjangkau orang dewasa saja. Anak SMP dan SMA bertaruh di sana. Karena hanya dengan sambungan internet, anak-anak dapat mengakses platform judi online. Ditambah dengan iming-iming hadiah besar, mereka semakin tergiur untuk mencoba,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Sebagai langkah preventif, LPA Kota Malang pernah mengusulkan pemberlakuan jam malam bagi pelajar. Usulan ini diajukan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dengan tujuan membatasi interaksi anak-anak dengan dunia malam yang berpotensi membawa pengaruh buruk.</p>



<p>“Kadang mereka bertemu orang baru di tempat tongkrongan, dari sana bisa saja dibagikan informasi tentang judi online. Dengan pembatasan ini, anak-anak bisa lebih terlindungi,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217483</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jadi Tim Percepatan Penurunan Stunting, Dinsos P3AP2KB Kota Malang Siapkan Upaya Preventif</title>
		<link>https://memontum.com/jadi-tim-percepatan-penurunan-stunting-dinsos-p3ap2kb-kota-malang-siapkan-upaya-preventif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 May 2024 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinsos]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[P3AP2KB]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan]]></category>
		<category><![CDATA[percepatan]]></category>
		<category><![CDATA[preventif]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209445</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Upaya penanganan stunting di Kota Malang, diperlukan langkah kolaborasi dan kongkret. Sementara Dinas Sosial dan Permberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, sebagai bagian Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), juga telah menyiapkan beragam upaya preventif. Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menyampaikan bahwa upaya tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Upaya penanganan stunting di Kota Malang, diperlukan langkah kolaborasi dan kongkret. Sementara Dinas Sosial dan Permberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, sebagai bagian Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), juga telah menyiapkan beragam upaya preventif.</p>



<p>Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menyampaikan bahwa upaya tersebut diantaranya dengan melakukan pencegahan pernikahan dini, pemberian vitamin B untuk remaja putri, hingga dilakukan sosialisasi oleh Duta Generasi Berencana (Genre) ke tiap-tiap sekolah. &#8220;Disamping itu, ada juga yang namanya dapur Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting) di beberapa kelurahan, kemudian ada sekolah hebat dan beberapa program turunan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN),” kata Donny, Rabu (15/05/2024) tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa untuk mekanisme di dapur dashat itu sendiri ada tim pendamping keluarga. Sebab, di dalamnya mencakup edukasi perbaikan gizi dan konsumsi pangan ibu hamil, ibu menyusui serta balita.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Karena stunting itu juga terkait dengan pengasuhan. Maka kegiatan pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting sangat penting. Jadi angka berisiko stunting di Kota Malang itu ada tiga ribuan, kalau yang stunting sedikit. Jadi bagaimana agar yang risiko stunting ini tidak masuk menjadi stunting,” tambahnya.</p>



<p>Selain itu, disebutkan bahwa 10 program arahan Pj Wali Kota Malang, juga ditekankan. Mulai dari bimbingan perkawinan terintegrasi, pemeriksaan kesehatan calon pengantin dan pedampingan calon pengantin minimal tiga bulan pra nikah, pemberian tablet penambah darah, hingga kelurahan sebagai garda terdepan penanganan stunting di tiap wilayah.</p>



<p>“Pendampingan keluarga risiko stunting mulai calon pengantin, pasangan usia subur, ibu hamil, ibu pasca salin dan balita, kemudian peningkatan capaian Keluarga Berencana, itu juga ditekankan dan 10 program itu sangat efektif. Masing-masing wilayah juga menjadi garda terdepan,” imbuh Donny. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209445</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kapolresta Malang Kota dan Wali Kota Siapkan Upaya Preventif Cegah Konflik Sosial hingga Perguruan Tinggi</title>
		<link>https://memontum.com/kapolresta-malang-kota-dan-wali-kota-siapkan-upaya-preventif-cegah-konflik-sosial-hingga-perguruan-tinggi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jun 2023 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[cegah]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kapolresta]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perguruan]]></category>
		<category><![CDATA[preventif]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[upaya]]></category>
		<category><![CDATA[wali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192171</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji bersama Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, menyiapkan beberapa upaya preventif untuk mencegah terjadinya konflik sosial. Langkah preventif ini, adalah hasil rapat koordinasi (Rakor) antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), menyusul adanya aksi bentrok yang berujung sweping di Kota Malang. Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji bersama Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, menyiapkan beberapa upaya preventif untuk mencegah terjadinya konflik sosial. Langkah preventif ini, adalah hasil rapat koordinasi (Rakor) antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), menyusul adanya aksi bentrok yang berujung sweping di Kota Malang.</p>



<p>Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan jika pihaknya akan melakukan evaluasi lebih lanjut untuk mengantisipasi konflik yang berbasis Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA). Karena hal tersebut, dianggap paling krusial dan perlu diwaspadai ke depannya.</p>



<p>“Ke depan, kami akan mengkaji kembali terkait upaya untuk bisa menahan diri dan yang paling kita antisipasi adalah konflik SARA. Karena, itu yang paling penting,” kata Buher-sapaan Kapolresta Malang Kota, Jumat (30/06/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Pihaknya juga menyampaikan, jika bentrok yang telah terjadi itu, adalah masalah dari sesama organisasi daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Jadi, bukan dengan masyarakat lokal Kota Malang. Konflik tersebut, juga sudah diselesaikan dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Malang.</p>



<p>“Itu sudah dilakukan Rakor oleh Pak Wali. Terpenting bagi kita, untuk memahami bahwa konflik yang dimaksud bukanlah konflik dengan masyarakat, tetapi antar organisasi daerah NTT,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, meminta kepada perguruan tinggi yang ada di Kota Malang, untuk menyisipkan kurikulum yang mendorong sikap sosial yang baik di dalam setiap mata kuliah. Sehingga, ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang bertanggung jawab dan berkontribusi positif kepada masyarakat.</p>



<p>“Saya sudah meminta kepada perguruan tinggi dan tolong agar ada kurikulum. Jadi, mata kuliah (Matkul) apapun itu disisipkan bagaimana dia bisa bersosial yang baik kepada masyarakat. Ini yang terpenting. Kemarin sudah kita ajukan,” jelas Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Kemudian, pihaknya juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh berita hoaks yang beredar. Dimana, menyebutkan bahwa Kota Malang masih dalam situasi mencekam dan akan ada tindakan sweeping lainnya.</p>



<p>“Berita yang tersebar tidak memiliki dasar yang kuat dan masyarakat sebaiknya tidak menghiraukan berita tersebut,” lanjutnya.</p>



<p>Diakhir, pihaknya menegaskan bahwa situasi di Kota Malang saat ini telah kondusif dan damai. “Artinya saat ini masyarakat sudah damai, situasi terjada dengan baik, dan saya yakin tidak akan berimbas,” imbuh Sutiaji. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192171</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Operasi Zebra Semeru 2020, Polisi Kurangi Stasioner System</title>
		<link>https://memontum.com/operasi-zebra-semeru-2020-polisi-kurangi-stasioner-system</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2020 13:58:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi Zebra Semeru]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[preventif]]></category>
		<category><![CDATA[Satlantas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126634</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Operasi Zebra Semeru 2020 di masa pandemi Covid-19, ada beberapa perubahan. Diantaranya mengurangi stasioner system untuk menghindari kerumunan. Petugas lebih banyak melakukan hunting system supaya protokol kesehatan tetap terjaga. Bahkan pada tahun ini penindakan hukum hanya 20%, selebihnya preemtif 40% dan preventif 40%. Dalam penindakan hukum petugas melakukan hunting system mencari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Operasi Zebra Semeru 2020 di masa pandemi Covid-19, ada beberapa perubahan. Diantaranya mengurangi stasioner system untuk menghindari kerumunan. Petugas lebih banyak melakukan hunting system supaya protokol kesehatan tetap terjaga. Bahkan pada tahun ini penindakan hukum hanya 20%, selebihnya preemtif 40% dan preventif 40%.</p>
<p>Dalam penindakan hukum petugas melakukan hunting system mencari pelanggaran kasat mata. Kasat Lantas Polresta Malang Kota AKP Ramadhan Nasution SH SIK saat dikonfirmasi Memontum.com melalui ponselnya membenarkan bahwa saat ini pihaknya mengurangi sistem stasioner.</p>
<p>&#8220;Operasi Zebra Semeru 2020, salah satu targetnya mencegah penyebaran Covid-19 dan pendisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan. Stasioner masih digunakan di Polsek-Polsek karena polisi-nya sedikit dan tidak menghentikan kendaraan terlalu banyak,&#8221; ujar AKP Ramadhan, Rabu (28/10/2020) sore.</p>
<p>Untuk petugas Lantas Polresta Malang Kota lebih melakukan penegakan hukum dengan hunting. &#8220;Kalau Polresta, kita gunakan hunting system, karena hasilnya banyak dan yang ditemukan adalah kesalahan kasat mata. Kami lakukan dengan skala prioritas dari pelanggaran yang tampak. Sehingga, physical distancing tetap bisa terjaga karena tidak ada kerumunan,&#8221; ujar AKP Ramadan.</p>
<p>Petugas mengedepankan preemtif 40% dan preventif 40 % dengan demikian banyak memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tertib berlalu lintas. &#8220;Kami berikan imbauan-imbauan agar masyarakat selalu tertib berlalu lintas. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama disiplin protokol kesehatan. Untuk hari ke 3 Operasi Zebra Semeru 2020, penindakan ada 113 lembar,&#8221; ujar AKP Rama. <strong>(gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126634</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
