<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pria &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pria/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 Jul 2023 12:45:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pria &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Setubuhi Adik Ipar yang Masih SD hingga Hamil, Pria di Pamekasan Dibekuk</title>
		<link>https://memontum.com/setubuhi-adik-ipar-yang-masih-sd-hingga-hamil-pria-di-pamekasan-dibekuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Jul 2023 09:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[adik]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[dibekuk]]></category>
		<category><![CDATA[hamil,]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[ipar]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[masih]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[setubuhi]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194680</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Bejad. Kata itulah yang pas diarahkan untuk S (24), warga Pamekasan. Dirinya dibekuk petugas Polres Pamekasan, karena diduga telah setubuhi gadis di bawah umur, yang tak lain adalah adik iparnya. Akibat perbuatannya yang berlangsung sekitar dua tahun, membuat korban yang tengah sekolah di sekolah dasar (SD), pun hamil. Kontan perbuatan itulah yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Pamekasan</strong> &#8211; Bejad. Kata itulah yang pas diarahkan untuk S (24), warga Pamekasan. Dirinya dibekuk petugas Polres Pamekasan, karena diduga telah setubuhi gadis di bawah umur, yang tak lain adalah adik iparnya.</p>



<p>Akibat perbuatannya yang berlangsung sekitar dua tahun, membuat korban yang tengah sekolah di sekolah dasar (SD), pun hamil. Kontan perbuatan itulah yang kemudian dilaporkan kepada petugas.</p>



<p>Diperoleh keterangan, bahwa aksi bejad pelaku ini kali pertama dilakukan saat tengah malam. Terduga tersangka mendatangi kamar korban dengan di iming-imingi uang, agar perlakuan kejinya terpenuhi. Dalam keadaan dipaksa, korban kemudian disetubuhi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kejadian itu, siapa sangka hingga berulang kali. Bahkan, sampai kurun waktu dua tahun. Sementara atas perbuatan S, membuat korban merasa trauma dan ketakutan.</p>



<p>&#8220;Proses penanganan perkaranya saat ini masih sudah tahap penyidikan. Kami juga sudah menangkap pelaku,&#8221; kata Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Tomy Prambana, Senin (31/07/2023) tadi.</p>



<p>Dirinya menambahkan, saat ini korban diberikan pendampingan dengan pihak psikolog supaya tidak trauma. Sementara pelaku, harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di balik jeruji besi.</p>



<p>&#8220;Korban saat ini diberikan pendampingan supaya tidak ada trauma. Untuk usia korban, sekarang sekitar 11 sampai 12 tahun,&#8221; tambahnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194680</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terseret Ombak saat Mancing, Pria Paruh Baya di Probolinggo Ditemukan Tak Bernyawa</title>
		<link>https://memontum.com/terseret-ombak-saat-mancing-pria-paruh-baya-di-probolinggo-ditemukan-tak-bernyawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jul 2023 04:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[baya,]]></category>
		<category><![CDATA[bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Mancing]]></category>
		<category><![CDATA[ombak]]></category>
		<category><![CDATA[paruh]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[saat]]></category>
		<category><![CDATA[terseret]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192924</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Naas menimpa Budianto (66) warga Desa Liprak, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Korban yang sudah paruh baya itu, ditemukan tidak bernyawa setelah sempat dilaporkan terseret ombak saat memancing, Senin (10/07/2023) malam. Informasi memontum.com, korban awalnya memancing bersama tiga rekannya dan satu anaknya di tepi pantai di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Naas menimpa Budianto (66) warga Desa Liprak, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Korban yang sudah paruh baya itu, ditemukan tidak bernyawa setelah sempat dilaporkan terseret ombak saat memancing, Senin (10/07/2023) malam.</p>



<p>Informasi memontum.com, korban awalnya memancing bersama tiga rekannya dan satu anaknya di tepi pantai di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Saat itu, korban hendak ke muara yang saat itu kondisi airnya sedang surut. Kemudian, korban sempat diingatkan oleh rekannya karena ditakutkan air tiba-tiba pasang.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Hanya saja, korban tetap menuju ke muara. Tidak berselang lama itulah, tiba-tiba air pasang. Sehingga, korban pun terbawa ombak pantai.</p>



<p>Kejadian itu, pun kemudian dilaporkan ke petugas. Sehingga, bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo serta lainnya, melakukan pencarian.</p>



<p>Anggota TRC BPBD Kabupaten Probolinggo, Zubaidillah, mengatakan bahwa setelah beberapa jam dilakukan pencarian, akhirnya korban berhasil ditemukan. Meskipun, nyawa korban tidak berhasil ditolong.</p>



<p>&#8220;Korban saat ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia,&#8221; terangnya, Selasa (11/07/2023) tadi. <strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192924</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pria Paruh Baya Asal Kotaanyar Probolinggo Ditangkap karena Hendak Angkut Kayu Hutan</title>
		<link>https://memontum.com/pria-paruh-baya-asal-kotaanyar-probolinggo-ditangkap-karena-hendak-angkut-kayu-hutan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Jul 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[angkut]]></category>
		<category><![CDATA[asal]]></category>
		<category><![CDATA[baya,]]></category>
		<category><![CDATA[Ditangkap]]></category>
		<category><![CDATA[hendak]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[hutan]]></category>
		<category><![CDATA[karena]]></category>
		<category><![CDATA[kayu]]></category>
		<category><![CDATA[kotaanyar]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[paruh]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192540</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Polsek Paiton mengamankan pria paruh baya bernama Pardi, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, Selasa (04/07/2023), sekitar pukul 16.00. Pria yang diketahui berumur 65 tahun tersebut, diamankan petugas kepolisian lantaran kedapatan mengangkut kayu balok yang diduga dari dalam hutan. Kapolsek Paiton, AKP Maskur Anshori, mengatakan bahwa Pardi diamankan setelah pihaknya mendapatkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Polsek Paiton mengamankan pria paruh baya bernama Pardi, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, Selasa (04/07/2023), sekitar pukul 16.00. Pria yang diketahui berumur 65 tahun tersebut, diamankan petugas kepolisian lantaran kedapatan mengangkut kayu balok yang diduga dari dalam hutan.</p>



<p>Kapolsek Paiton, AKP Maskur Anshori, mengatakan bahwa Pardi diamankan setelah pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat. Yakni tentang adanya dugaan penebangan pohon di Hutan KRPH Matikan Petak 18 E-2 di Desa Binor, Kecamatan Paiton.</p>



<p>Dari informasi itu, pihaknya kemudian mendatangi lokasi dan mendapati Pohon Jati, diantaranya sudah dalam keadaan roboh. Selain itu, pihaknya juga mendapati Pardi mencoba kabur berlari saat petugas tiba di lokasi.</p>



<p>&#8220;Dari laporan awal itu, kami mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Saat itu, didapati seseorang yang berusaha kabur,&#8221; terangnya, Kamis (06/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Setelah dilakukan pemeriksaan, tambahnya, Pardi mengaku dihubungi seseorang bernama Rud warga Desa Kotaanyar, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, untuk membantu mengangkut empat kayu balok Gamelina sepanjang 1,1 meter berdiameter 6,1 cm. Kayu tersebut, akan digunakan untuk kandang merpati.</p>



<p>Kepada petugas, tambahnya, Pardi menjelaskan bahwa saat tiba di lokasi, telah melihat Rud membawa gergaji dan menunjuk empat balok kayu yang akan diangkut. &#8220;Jadi saat masuk ke dalam hutan, terlapor sudah melihat Kayu Jati dan Gamelina dalam keadaan roboh,&#8221; terangnya.</p>



<p>Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, yaitu berupa satu unit sepeda motor merk Yamaha Vega ZR warna merah hitam tanpa TNKB. Satu unit motor merk KTM, warna hitam tanpa TNKB. Dan gergaji potong manual, dua balok Kayu Jati gelondongan panjang 2,10 meter, dengan diameter 65 cm dan sepanjang 1,5 meter dengan diameter 5,8 cm.</p>



<p>&#8220;Juga satu buah balok Kayu Gamelina gelondongan dengan panjang 1,1 meter dan diameter 6,1 cm,&#8221; terangnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192540</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pria Asal Pakuniran Probolinggo Ditemukan Tak Bernyawa di Tepi Sawah</title>
		<link>https://memontum.com/pria-asal-pakuniran-probolinggo-ditemukan-tak-bernyawa-di-tepi-sawah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Jul 2023 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[asal]]></category>
		<category><![CDATA[bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pakuniran]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Sawah]]></category>
		<category><![CDATA[tepi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192312</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Seorang Lansia yang diketahui bernama Jamil (74), warga Desa Triwungan, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, ditemukan tergeletak tak bernyawa di tepi sawah Desa Sumber Kembar, Kecamatan Pakuniran, Minggu (02/07/2023) tadi. Tubuh korban, kali pertama ditemukan oleh warga setempat bernama Sub, saat hendak mencari rumput. Mengetahui ada orang yang diduga meninggal, saksipun segera meminta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Seorang Lansia yang diketahui bernama Jamil (74), warga Desa Triwungan, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, ditemukan tergeletak tak bernyawa di tepi sawah Desa Sumber Kembar, Kecamatan Pakuniran, Minggu (02/07/2023) tadi. Tubuh korban, kali pertama ditemukan oleh warga setempat bernama Sub, saat hendak mencari rumput.</p>



<p>Mengetahui ada orang yang diduga meninggal, saksipun segera meminta tolong kepada warga. Termasuk, meneruskan laporan ke pihak kepolisian.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saat dilakukan pengecekan terhadap korban, diketahui bahwa korban sudah meninggal dunia,&#8221; kata Kanitreskrim Polsek Pakuniran, Ipda Adi Pradana.</p>



<p>Ditambahkannya, dari hasil identifikasi terhadap tubuh korban, petugas tidak mendapati tanda-tanda kekerasan. Sementara keluarga korban, juga menolak dilakukan otopsi. Korban sendiri menurut pihak keluarganya, itu memiliki riwayat penyakit asma.</p>



<p>&#8220;Korban kemudian dievakuasi menuju ke Rumah Sakit Waluyojati. Termasuk, membuat surat keterangan mengenai meninggalnya korban,&#8221; paparnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192312</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seorang Pria Ditemukan Tewas Terperosok di Tebing Sungai Metro, Diduga Akibat Pengaruh Miras</title>
		<link>https://memontum.com/seorang-pria-ditemukan-tewas-terperosok-di-tebing-sungai-metro-diduga-akibat-pengaruh-miras</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jun 2023 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[metro,]]></category>
		<category><![CDATA[Miras]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[tebing]]></category>
		<category><![CDATA[terperosok]]></category>
		<category><![CDATA[tewas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191677</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Warga Pisang Candi Barat, Kecamatan Sukun, Kota Malang, dihebohkan dengan penemuan seorang pria yang tergeletak meninggal di tebing Sungai Metro, Jumat (23/06/2023) sekitar pukul 13.30. Dugaan sementara, pria tersebut tewas setelah terperosok ke tebing Sungai Metro, yang memiliki kedalaman hingga 50 meter. Salah satu pemilik warung di sekitar lokasi, Ningsih, mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum </a>Kota Malang</strong> &#8211; Warga Pisang Candi Barat, Kecamatan Sukun, Kota Malang, dihebohkan dengan penemuan seorang pria yang tergeletak meninggal di tebing Sungai Metro, Jumat (23/06/2023) sekitar pukul 13.30. Dugaan sementara, pria tersebut tewas setelah terperosok ke tebing Sungai Metro, yang memiliki kedalaman hingga 50 meter.</p>



<p>Salah satu pemilik warung di sekitar lokasi, Ningsih, mengatakan jika korban tersebut bernama Kholil. Sebelum ditemukan tidak bernyawa, korban diduga dalam kondisi terpengaruh minuman keras (Miras). Karenanya, sampai terperosok ke tebing.</p>



<p>&#8220;Dia (korban, red) itu sudah biasa mabuk. Bahkan sebelum ditemukan meninggal, korban sempat ke warung untuk pesan makan. Lalu, duduk-duduk di pinggiran sungai itu,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dari situ, ujarnya, korban kemudian tidur-tiduran di sekitar lokasi. Hanya saja, bagaimana korban bisa terjatuh, dirinya tidak paham.</p>



<p>Masih menurut Ningsih, bahwa dirinya juga telah sering memperingatkan Kholil, untuk tidak duduk-duduk di pinggiran sungai tersebut. Namun, karena korban juga sedang mabuk, maka ya tetap duduk dan diam tidak memperdulikan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Tadi sudah tak peringatkan, supaya dia (korban, red) tidak duduk di pinggir sungai. Sudah saya suruh pindah juga, malahan. Dia cuma iya dan iya saja,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pisang Candi, Bripka Rizky Andi Septiawan, menyampaikan jika pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat setempat setelah Salat Jumat. Yakni, laporan adanya seseorang pria yang duduk di bawah pohon bambu terperosok ke sungai.</p>



<p>“Orang tersebut terpeleset dan jatuh kebelakang. Kemudian, terperosok ke dalam tebing sungai sekitar 50 meter dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Bripka Rizky.</p>



<p>Saat ditanya mengenai identitas korban, dirinya menyampaikan jika masih belum mengetahui secara jelas. Korban berhasil dievakuasi pukul 15.00 dan sudah dibawa ke RSSA untuk dilakukan otopsi.</p>



<p>“Pihak rescue sudah berhasil mengangkat jenazah dari bawah hingga ke atas dan saat ini sudah diangkut ambulan untuk dilakukan otopsi,” imbuhnya.</p>



<p>Kapolsek Sukun, Kompol Nyoto Gelar, saat dikonfirmasi Memontum.com mengatakan masih melakukan penyelidikan. Pihaknya juga mengaku masih belum memastikan terperosoknya korban hingga sampai ke tebing Sungai Metro, apakah karena pengaruh Miras atau tidak.</p>



<p>&#8220;Informasi sementara, korban bernama Kholil, umur sekitar 40 tahun, warga Gadingkasri, Kota Malang. Mabuk atau tidak, nanti yang menentukan dari dokter forensik. Sementara ini masih dalam proses penyelidikan,&#8221; tegasnya. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191677</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bawa Bahan Peledak untuk Mercon hingga 1 Kg, Pria Paruh Baya asal Gading Probolinggo Digelandang</title>
		<link>https://memontum.com/bawa-bahan-peledak-untuk-mercon-hingga-1-kg-pria-paruh-baya-asal-gading-probolinggo-digelandang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jun 2023 08:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[asal]]></category>
		<category><![CDATA[bahan]]></category>
		<category><![CDATA[bawa]]></category>
		<category><![CDATA[baya,]]></category>
		<category><![CDATA[digelandang]]></category>
		<category><![CDATA[gading]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kg]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Mercon]]></category>
		<category><![CDATA[paruh]]></category>
		<category><![CDATA[peledak]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191644</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Budan (55), warga Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, ditangkap petugas Polres Probolinggo. Pria paruh baya ini harus digelandangan ke Mapolres, karena kedapatan membawa serbuk bahan peledak mercon atau petasan. Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi, mengatakan bahwa pria tersebut kedapatan petugas sedang membawa bahan peledak mercon seberat 1 Kg di Desa Sentong, Kecamatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Budan (55), warga Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, ditangkap petugas Polres Probolinggo. Pria paruh baya ini harus digelandangan ke Mapolres, karena kedapatan membawa serbuk bahan peledak mercon atau petasan.</p>



<p>Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi, mengatakan bahwa pria tersebut kedapatan petugas sedang membawa bahan peledak mercon seberat 1 Kg di Desa Sentong, Kecamatan Semampir, Kabupaten Probolinggo. &#8220;Karena sebentar lagi Hari Raya Idul Adha 1444 H, biasanya masyarakat menyambutnya dengan euforia termasuk menyalakan petasan. Oleh karena itu, kami melakukan pencegahan dengan melaksanakan cipta kondisi yang aman dan nyaman. Di sini, kami berhasil mengamankan pria yang membawa serbuk bahan pembuat petasan,&#8221; kata Kapolres Probolinggo, Jumat (23/06/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Akibat perbuatannya, Budan dikenakan Pasal 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dan bahan peledak dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. &#8220;Tersangka terancam hukuman 20 tahun,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Kegiatan pengamanan tersebut, lanjut AKBP Arsya, agar saat perayaan Hari Raya Idul Adha, dalam kondisi kondusif. Keamanan dan kenyamanan masyarakat lebih terjamin, tanpa menggunakan atau menyalakan petasan.</p>



<p>&#8220;Kegiatan seperti Takbir Keliling menggunakan kendaraan bak terbuka, sangat kami larang. Itu karena, akan membahayakan masyarakat itu sendiri maupun orang lain. Lebih baik merayakannya di musala atau masjid terdekat,&#8221; paparnya.&nbsp;<strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191644</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pria Paruh Baya di Probolinggo Tewas Usai Ditabrak KA</title>
		<link>https://memontum.com/pria-paruh-baya-di-probolinggo-tewas-usai-ditabrak-ka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jun 2023 04:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[baya,]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[ditabrak]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[ka]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[paruh]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[tewas]]></category>
		<category><![CDATA[usai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190874</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Seorang pria yang diketahui bernama M Sidik (38), warga Dusun Talang, Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, meninggal setelah tertabrak Kereta Api (KA) Logawa, di perlintasan rel sebelah utara perlintasan KA Bayeman, Rabu (14/06/2023) pagi. Informasi Memontum.com, bahwa pagi itu sebelum kejadian, korban sempat mencari rumput untuk pakan ternaknya di sebelah utara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum </a>Probolinggo</strong> &#8211; Seorang pria yang diketahui bernama M Sidik (38), warga Dusun Talang, Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten <a href="https://probolinggo.memontum.com">Probolinggo</a>, meninggal setelah tertabrak Kereta Api (KA) Logawa, di perlintasan rel sebelah utara perlintasan KA Bayeman, Rabu (14/06/2023) pagi.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa pagi itu sebelum kejadian, korban sempat mencari rumput untuk pakan ternaknya di sebelah utara perlintasan KA Bayeman. Saat menyebrang rel KA, diduga korban tidak menyadari adanya Kereta Logawa (Jember-Purwokerto) yang hendak melintas. Alhasil, korban ditabrak KA hingga terserempet dari lokasi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Sementara itu, rumput hasil korban mencari pakan untuk ternak, pun berserakan di TKP. Korban meninggal di lokasi kejadian, dengan luka patah kaki sebelah kanan dan luka parah pada bagian kepala. Kejadian ini, selanjutnya dilaporkan ke Polsek Tongas hingga petugas segera tiba di lokasi.</p>



<p>Petugas kepolisian, pun kemudian mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas. &#8220;Korban diduga saat melintas kurang hati-hati hingga menyebabkan kecelakaan ini. Kita juga mengamankan motor bebek milik korban dan sejumlah barang bukti lainnya untuk bahan proses kelanjutan,&#8221; ujar Kapolsek Tongas, AKP Mugi.</p>



<p>Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian serta pihak PT KAI Daop 9 Jember menghimbau agar masyarakat hendak berhati-hati saat melintas di rel KA yang tanpa palang pintu. Hendaknya menoleh kanan kiri terlebih dahulu untuk memperhatikan keadaan sekitar.&nbsp;<strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190874</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
