<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>primadona &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/primadona/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 13 Nov 2025 11:10:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>primadona &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Watu Semeru Jadi Primadona Kolektor Batu Mancanegara</title>
		<link>https://memontum.com/watu-semeru-jadi-primadona-kolektor-batu-mancanegara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2025 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[kolektor]]></category>
		<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[primadona]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227700</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Dari lereng Gunung Semeru, sebuah kekayaan alam muncul dengan cara yang diam-diam tapi memikat. Watu Semeru, batu khas Lumajang, kini menjadi primadona bagi kolektor mancanegara. Warna yang memikat, motif yang unik dan cerita tentang energi alam yang terkandung di dalamnya, membuat batu ini lebih dari sekadar benda. Namun, seolah menyimpan jiwa gunung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Dari lereng Gunung Semeru, sebuah kekayaan alam muncul dengan cara yang diam-diam tapi memikat. Watu Semeru, batu khas Lumajang, kini menjadi primadona bagi kolektor mancanegara.</p>



<p>Warna yang memikat, motif yang unik dan cerita tentang energi alam yang terkandung di dalamnya, membuat batu ini lebih dari sekadar benda. Namun, seolah menyimpan jiwa gunung tertinggi di Jawa.</p>



<p>“Yang sekarang paling diminati itu, Badar Besi Semeru dan Manik Gajah Semeru. Warnanya unik, karakternya beda dari batu lain. Bahkan banyak yang percaya batu ini menyimpan energi alam Semeru,” kata pengrajin sekaligus pegiat batu asal Lumajang, Jhony Kumato, Kamis (13/11/2025) tadi.</p>



<p>Bagi Jhony, setiap batu bukan sekadar barang jualan. Namun saksi bisu sejarah Semeru, hasil dari jutaan tahun aktivitas vulkanik yang membentuk warna dan motifnya. Dari Senduro, Tempursari, Pronojiwo, hingga Candipuro, setiap aliran sungai dan lereng gunung menyimpan batu-batu yang berbeda satu sama lain.</p>



<p>“Semeru itu sakral sejak zaman Jawa kuno. Tiap batu punya motif unik, tidak ada yang sama. Itu yang bikin kolektor luar negeri jatuh cinta,” lanjutnya sambil menunjukkan batu berkilau keperakan.</p>



<p>Jhony memulai perjalanan dengan hati-hati. Dari menelusuri sungai hingga memoles batu di bengkel kecilnya, setiap langkah dijalani dengan penuh ketelatenan. Polesannya tidak menghapus karakter alami batu, tapi justru menonjolkan keindahan asli yang sudah ada.</p>



<p>Sejak 2014, Jhony menekuni dunia batu, tapi baru pada 2024, dirinya mulai membagikan prosesnya lewat media sosial. Foto-foto dan video tentang pencarian batu di lereng gunung hingga proses pemolesannya perlahan menarik perhatian kolektor internasional.</p>



<p>“Awalnya mereka cuma lihat di media sosial, tapi lama-lama ada yang pesan, bahkan datang langsung ke Lumajang untuk melihat sumber batunya,” kata Jhony.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Peminat Watu Semeru kini datang dari Jepang, Amerika, hingga Eropa. Bagi mereka, batu ini bukan sekadar koleksi, tapi juga diyakini sebagai grounding energy, alat untuk menyeimbangkan pikiran dan emosi dengan energi bumi.</p>



<p>Fenomena ini, memberi angin segar bagi Lumajang. Selain pariwisata alam yang sudah dikenal, kini kerajinan batu juga mulai menonjol sebagai identitas daerah yang bisa dibanggakan. Bagi warga sekitar, batu juga punya nilai spiritual. Dalam budaya Jawa, batu dianggap saksi bisu hubungan manusia dengan alam. Watu Semeru pun dipandang sebagai simbol keselarasan antara manusia dan kekuatan alam. “Batu itu ibarat titipan Semeru untuk manusia. Kalau dirawat dengan hati, batu itu bisa membawa rezeki,” ujar Jhony.</p>



<p>Bengkel kecilnya kini, menjadi tempat belajar bagi para pemuda desa. Mereka datang untuk memahami teknik pemolesan sekaligus belajar menghargai nilai budaya di balik Watu Semeru. Jhony ingin agar warisan ini terus hidup, tidak hanya berhenti di tangannya.</p>



<p>“Saya ingin anak-anak muda tahu, Lumajang punya kekayaan luar biasa. Bukan hanya hasil bumi, tapi juga batu yang menyimpan sejarah alam Semeru,” tambahnya.</p>



<p>Pemerintah daerah mulai merespons. Program pendampingan bagi pengrajin batu sedang dirancang, mulai dari pelatihan desain, pengemasan, hingga promosi digital. Harapannya, Watu Semeru bisa menjadi produk unggulan yang mendunia.</p>



<p>Batu ini pun kini bukan sekadar pajangan, melainkan juga menjadi duta budaya, membawa pesan bahwa Lumajang adalah tanah yang kaya energi dan keindahan alam. Keunikan Watu Semeru juga menarik perhatian peneliti geologi. Mereka menelusuri kandungan mineral dan pola batu, menyingkap cerita panjang tentang letusan dan aktivitas vulkanik Semeru di masa lalu.</p>



<p>Seniman pun melihatnya sebagai kanvas alami. Guratan dan warnanya bagaikan lukisan abstrak yang hanya bisa dibuat oleh alam. Tiap batu adalah karya yang unik, tidak bisa ditiru. Di pasar seni dan pameran batu di luar negeri, nama Watu Semeru from Lumajang, East Java mulai terdengar. Batu ini membawa aroma vulkanik, kehangatan budaya dan kisah tentang gunung yang menjadi atap pulau Jawa.</p>



<p>“Bismillah, semoga lancar. Harapan saya sederhana, semoga Watu Semeru bisa membawa nama Lumajang ke panggung dunia,” imbuh Jhony.</p>



<p>Diantara kabut, batu dan keheningan lereng gunung, Lumajang menunjukkan dirinya. Subur bukan hanya karena tanahnya, tapi juga karena jiwa yang terus memoles keindahan menjadi kebanggaan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227700</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PT Gudang Garam Tbk Jadi Primadona dalam Pawai Bunga dan Parade Budaya Surabaya Vaganza 2024</title>
		<link>https://memontum.com/pt-gudang-garam-tbk-jadi-primadona-dalam-pawai-bunga-dan-parade-budaya-surabaya-vaganza-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 May 2024 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Gudang]]></category>
		<category><![CDATA[parade]]></category>
		<category><![CDATA[primadona]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[vaganza!]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209860</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Kontingen PT Gudang Garam Tbk jadi primadona Pawai Mobil Bunga dan Parade Budaya Surabaya Vaganza 2024, Minggu (26/05/2024) tadi. Mengusung tema Kingdom Era (zaman kerajaan), penampilan mereka mampu menghipnotis ribuan warga yang memadati arena pawai. Mengambil start di Monumen Tugu Pahlawan pukul 13.00 WIB, kontingen PT Gudang Garam Tbk langsung mencuri perhatian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Kontingen PT Gudang Garam Tbk jadi primadona Pawai Mobil Bunga dan Parade Budaya Surabaya Vaganza 2024, Minggu (26/05/2024) tadi. Mengusung tema Kingdom Era (zaman kerajaan), penampilan mereka mampu menghipnotis ribuan warga yang memadati arena pawai.</p>



<p>Mengambil start di Monumen Tugu Pahlawan pukul 13.00 WIB, kontingen PT Gudang Garam Tbk langsung mencuri perhatian penonton. Termasuk, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama istri, serta jajaran Pemerintah Kota Surabaya. Di depan tenda VIP, kontingen ini menampilkan atraksi tari dengan koreografi indah selama sekitar 15 menit.</p>



<p>Atraksi sendiri, diakhiri dengan penyerahan buket bunga oleh pemeran Raden Wijaya, sebagai simbol penghormatan kontingen Gudang Garam kepada Wali Kota Eri Cahyadi.</p>



<p>&#8220;Kami menggunakan truk trailer sepanjang 30 meter dalam parade ini dengan membawa 50 personil. Ini kendaraan paling besar, selama kami mengikuti event ini,&#8221; kata Kabid Humas PT Gudang Garam Tbk, Iwhan Tricahyono.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kendaraan besar itu, didesain sedemikian rupa hingga membentuk istana kerajaan. Selain arsitektur bangunan yang indah, berbagai bunga dipasang mengelilingi miniatur istana sebagai dekorasi.</p>



<p>Sosok Patih Gajah Mada yang gagah dengan ukuran raksasa terpajang di depan kendaraan. Perwujudan Mahapatih yang terkenal dengan Sumpah Palapa ini begitu sempurna, menunjukkan keseriusan kontingen PT Gudang Garam Tbk dalam mempersiapkan event ini.</p>



<p>Tidak hanya kendaraan, penampilan Tribhuwana Tunggadewi sebagai pemimpin Kerajaan Majapahit beserta personil kerajaan turut mengundang kekaguman. Selain pemilihan talent yang gagah dan cantik, kostum yang dikenakan sangat elegan dan megah. Tepuk tangan penonton pecah ketika iring-iringan tersebut melintas di depan mereka.</p>



<p>Penampilan kontingen dari PT Gudang Garam Tbk sendiri menjadi momen puncak perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731. Tak ada yang berkedip saat mobil hias beserta iring-iringan Kerajaan Majapahit, ini melintas di sepanjang rute Tugu Pahlawan hingga Balai Pemuda.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat dalam gelaran Surabaya Vaganza 2024. Senang dan bangga telah menjadi bagian dari peringatan HJKS ke-731 serta menghibur masyarakat luas,&#8221; tambah Iwhan Tricahyono. <strong>(pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209860</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Serambi MyPertamina dan Modular Dispenser BBM Jadi Primadona Selama Libur Lebaran di Jatim</title>
		<link>https://memontum.com/serambi-mypertamina-dan-modular-dispenser-bbm-jadi-primadona-selama-libur-lebaran-di-jatim</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Apr 2024 08:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dispenser]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[modular]]></category>
		<category><![CDATA[mypertamina]]></category>
		<category><![CDATA[primadona]]></category>
		<category><![CDATA[selama]]></category>
		<category><![CDATA[serambi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208503</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pertamina Patra Niaga menyediakan dua titik shelter istirahat pemudik bertajuk Serambi MyPertamina dan 15 Modular Dispenser BBM, baik di rest area Tipe A yang berguna untuk memecah antrian di SPBU, maupun ditempatkan di Rest Area Tipe B yang tidak memiliki existing SPBU. Perlu diketahui, bahwa di Jawa Timur (Jatim) sendiri memiliki [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pertamina Patra Niaga menyediakan dua titik shelter istirahat pemudik bertajuk Serambi MyPertamina dan 15 Modular Dispenser BBM, baik di rest area Tipe A yang berguna untuk memecah antrian di SPBU, maupun ditempatkan di Rest Area Tipe B yang tidak memiliki existing SPBU. Perlu diketahui, bahwa di Jawa Timur (Jatim) sendiri memiliki 25 Rest Area di jalur Tol dan Serambi MyPertamina dan Modular Dispenser BBM menjadi &#8216;jujugan&#8217; selama libur Lebaran.</p>



<p>Area Manager Comm, Rel &amp; CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan selama libur lebaran kemarin konsumen hingga stakeholder menaruh apresiasi tinggi terhadap keberadaan Modular Dispenser BBM dan Serambi MyPertamina. “Modular Dispenser BBM dengan realisasi tertinggi di Jatim terdapat di rest area 695A Mojokerto dengan rata-rata konsumsi BBM 3,4 kilo liter per hari,” ujar Ahad, Rabu (17/04/2024) tadi.</p>



<p>Serambi MyPertamina di KM 725A dan 66A, ujarnya, menarik perhatian tersendiri dengan beragam fasilitas serba gratis yang ditawarkan. Seperti, kursi pijat, area bermain anak, F&amp;B, pemeriksaan kesehatan hingga ambulance siaga.</p>



<p>“Serambi MyPertamina kami di rest area KM 66A menjadi salah satu shelter istirahat dengan pengunjung tertinggi dalam 2 minggu mencapai total 3077 pengunjung per hari ini,” tambah Ahad.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dijelaskannya, selain fasilitas rutin yang ada tiap tahun tersebut, tahun ini pihaknya bekerjasama dengan brand kerudung high end Buttonscarves. &#8220;Cukup dengan tukar poin MyPertamina bisa dapat kerudung tersebut. Di 725 A bahkan langsung sold out sejak tanggal 9 April,” tambahnya.</p>



<p>Selama periode arus mudik hingga arus balik, pemudik cenderung memilih BBM berkualitas dengan kenaikan untuk Pertamax Series sebesar 28 persen dan Produk Dex sebesar 12,2 persen dengan puncak konsumsi tertinggi pada arus mudik tanggal 6 April dan arus balik tanggal 15 April.</p>



<p>Terpisah, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, menyampaikan bahwa Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas Rafi) 2024 tetap aktif hingga 21 April. &#8220;Meski puncak arus balik terlewati, Pertamina Patra Niaga tetap siaga hingga akhir Satgas di 21 April nanti untuk memonitor kebutuhan BBM, LPG dan Avtur di lapangan hingga berakhirnya arus balik nanti. Ada 6 titik Serambi MyPertamina dan 64 Modular Dispenser BBM tetap akan siaga memanjakan konsumen,&#8221; jelas Irto.</p>



<p>Sementara itu, Warnaningsih, salah satu pengunjung Serambi MyPertamina KM 66A asal Yogyakarta mengaku dimanjakan fasilitas di dalamnya. &#8220;Fasilitasnya nyaman. Bahkan anak saya sampai krasan di Serambi MyPertamina. Saya lihat dia pijat gratis, saya coba dan malah ketiduran juga. Pulangnya masih dibekali medical kit dan obat kolesterol,” tuturnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208503</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
