<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Privasi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/privasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Aug 2024 10:57:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Privasi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kemenkominfo Libatkan Pelajar di Ngawi Webinar Bahas Tips dan Trik Jaga Keamanan Privasi secara Digital</title>
		<link>https://memontum.com/kemenkominfo-libatkan-pelajar-di-ngawi-webinar-bahas-tips-dan-trik-jaga-keamanan-privasi-secara-digital</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Aug 2024 04:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[libatkan]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[Privasi]]></category>
		<category><![CDATA[secara]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212926</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Ngawi &#8211; Faktor keamanan digital masih menjadi persoalan bagi para pengguna digital yang memanfaatkan internet untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Selain keamanan perangkat, kompetensi kecakapan digital diyakini mampu menjaga dan melindungi keamanan privasi data dan informasi secara digital. Untuk mendapatkan tips dan trik ihwal menjaga keamanan privasi secara digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Ngawi</strong> &#8211; Faktor keamanan digital masih menjadi persoalan bagi para pengguna digital yang memanfaatkan internet untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Selain keamanan perangkat, kompetensi kecakapan digital diyakini mampu menjaga dan melindungi keamanan privasi data dan informasi secara digital.</p>



<p>Untuk mendapatkan tips dan trik ihwal menjaga keamanan privasi secara digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (14/08/2024) besok mulai pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Tips dan Trik Menjaga Keamanan Privasi Secara Digital&#8217;, diskusi virtual akan diikuti pelajar dan tenaga pendidik secara nonton bareng (Nobar) dari sekolah masing-masing itu, rencananya menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah Manajer Marketing Compass Publishing Indonesia, Femikhirana Widjaja, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, M Fachrudin, penyanyi Inta Oceania sebagai key opinion leader dan Chichi Zakaria selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti secara gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftaranngawi1408" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaranngawi1408</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Selasa (13/08/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan, semakin canggih sebuah teknologi tidak berarti ia semakin aman. Karena bisa jadi justru akan semakin banyak pula hal yang dapat mengancam kehidupan. Untuk itu, sikap waspada dan hati-hati perlu terus dikedepankan saat berada di dunia digital.</p>



<p>”Berhati-hatilah di mana pun Anda berada, tak terkecuali di dunia digital. Apalagi, saat ini banyak terjadi kejahatan seperti pencurian data, uang dan sebagainya yang dilakukan secara online,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menjaga privasi secara digital, sambung Kemenkominfo, merupakan sebuah upaya wajib bagi siapa pun yang beraktivitas di dunia digital. ”Demi menjamin kehidupan yang lebih tentram dan privasi lebih terjaga,” tegasnya.</p>



<p>Adapun tips dan trik untuk menjaga keamanan privasi secara digital, menurut Kemenkominfo, yakni gunakan password yang sulit ditebak, nyalakan autentifikasi dua faktor (2FA), perbarui software yang digunakan, gunakan software antivirus, dan gunakan website yang aman.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Ngawi-Jatim, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212926</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tips dan Trik Jaga Keamanan Privasi secara Digital Jadi Tema Webinar Kemenkominfo di Magetan</title>
		<link>https://memontum.com/tips-dan-trik-jaga-keamanan-privasi-secara-digital-jadi-tema-webinar-kemenkominfo-di-magetan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jun 2024 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Magetan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[magetan,]]></category>
		<category><![CDATA[Privasi]]></category>
		<category><![CDATA[secara]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210543</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Magetan &#8211; Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Magetan, Selasa (11/06/2024) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Mengusung tema &#8216;Tips dan Trik Menjaga Keamanan Privasi secara Digital&#8217;, diskusi virtual untuk siswa dan tenaga pendidik itu rencananya akan menghadirkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Magetan</strong> &#8211; Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Magetan, Selasa (11/06/2024) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Tips dan Trik Menjaga Keamanan Privasi secara Digital&#8217;, diskusi virtual untuk siswa dan tenaga pendidik itu rencananya akan menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah Manajer Pemasaran Compass Publishing Indonesia, Femikhirana, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan, Irawan, praktisi IT, Ardiansyah dan Anissa Rilia selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftaranmagetan1106" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaranmagetan1106</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet sebesar Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Senin (10/06/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan bahwa semakin canggih sebuah teknologi, bukan berarti akan terbebas dari ancaman kejahatan. Ancaman privasi digital selalu membayangi kehidupan dan secara bersama-sama mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi yang ada.</p>



<p>”Itulah sebabnya kita harus tetap berhati-hati di mana pun berada, tidak terkecuali di dunia digital. Kini, banyak terjadi kasus kejahatan seperti pencurian data, uang dan sebagainya yang dilakukan secara online. Jaga keamanan digital agar hidup lebih tentram dan privasi lebih terjaga,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Secara umum, beberapa cara menjaga keamanan dan privasi digital, menurut Kemenkominfo, gunakan sandi untuk lockscreen, jangan sembarangan membuka link atau mengunduh sesuatu, hati-hati dalam memberikan izin aplikasi, aktifkan penghapusan data jarak jauh. ”Jangan lupa, lakukan back up data secara teratur, dan selalu perbarui operating system dan aplikasi,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemenkominfo menambahkan, bahwa saat ini banyak kasus penyalahgunaan privasi dan keamanan data yang terjadi karena seseorang lalai dalam menggunakan smartphone. Akibatnya, ia pun bisa mengalami kerugian besar, terutama dalam segi finansial.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Magetan, Jatim, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemkominfo. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Hingga akhir 2023, program #literasidigitalkominfo ini tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang, yang dimulai sejak 2017. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia sampai dengan akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Lebih jauh, program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif dan aman.</p>



<p>Kecakapan digital warga masyarakat menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Hasil survei APJII juga menyebutkan, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 berada pada angka 79,5 persen. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, ada peningkatan 1,4 persen. Terhitung sejak 2018, penetrasi internet Indonesia mencapai 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210543</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Digitalisasi Informasi Gerus Data Privasi Masyarakat Indonesia</title>
		<link>https://memontum.com/digitalisasi-informasi-gerus-data-privasi-masyarakat-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2019 14:45:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Privasi]]></category>
		<category><![CDATA[revolusi digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/77095-digitalisasi-informasi-gerus-data-privasi-masyarakat-indonesia</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Warga Indonesia dikenal sebagai negara pecandu smartphone dan internet. Banyaknya konsumsi smartphone pada sebagian besar masyarakat, ternyata juga berdampak pada realita kehidupan bahkan hingga fakta empiris yang terselip dalam digitalisasi informasi. Komisioner Dewan Pers terpilih Agus Sudibyo menyebut kini Indonesia memasuki fenomena revolusi digital, atau bisa dikatakan fenomena data besar (big data). [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Warga Indonesia dikenal sebagai negara pecandu smartphone dan internet. Banyaknya konsumsi smartphone pada sebagian besar masyarakat, ternyata juga berdampak pada realita kehidupan bahkan hingga fakta empiris yang terselip dalam digitalisasi informasi.</p>
<p>Komisioner Dewan Pers terpilih Agus Sudibyo menyebut kini Indonesia memasuki fenomena revolusi digital, atau bisa dikatakan fenomena data besar (big data). “Apa itu data besar? Berarti itu data kita semua,” katanya, di acara acara diskusi “Rembug Nasional Migas dan Media” di Hotel Kampi, Rabu (6/2/2019).</p>
<p>Sejauh ini ia melihat masyarakat Indonesia sangat aktif menggunakan smartphone yang ada internetnya. Jadi setiap hari masyarakat Indonesia dengan sukarela data pribadi mereka ditambang dengan perusahaan digital informasi.</p>
<p>Menurut riset terbaru orang Indonesia itu rata-rata hanya tujuh menit tahan tidak membuka smartphone. Tetapi berbanding terbalik jika ditanya berapa jam dalam sehari menggunakan smartphone internet tidak ingat lagi.</p>
<p>“Jadi kita ini terserang virus internet addiction atau kecanduan internet. Sehingga kita kemudian terus menerus menjadi pemasok data yang luar biasa, untuk Google, Facebook, Amazon, Alibaba dan lain-lain,”</p>
<p>Ia mengganggap Indonesia adalah bangsa yang baik. Karena ketika orang Jerman, itu sudah jaramg sekali dan berbondong-bondong menjahui smartphone dan internet, justru rakyat kita masih bersuka-ria dengan kedatangan teknologi ini.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">77095</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
