<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>produk olahan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/produk-olahan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Nov 2018 13:05:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>produk olahan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kelompok Wanita Tani Jatirejo jadi Percontohan Olahan Buah Salak</title>
		<link>https://memontum.com/kelompok-wanita-tani-jatirejo-jadi-percontohan-olahan-buah-salak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Nov 2018 13:05:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Kelompok Tani]]></category>
		<category><![CDATA[Percontohan]]></category>
		<category><![CDATA[produk olahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/64226-kelompok-wanita-tani-jatirejo-jadi-percontohan-olahan-buah-salak</guid>

					<description><![CDATA[Dipaparkan ke Peserta UPT Dinas Pertanian Jawa Timur &#160; Memontum Jombang &#8211; Salak merupakan salah satu tanaman unggulan dan memberikan kontribusi ekonomi yang cukup tinggi bagi masyarakat. Namun seringkali petani salak sering dihadapkan pada permasalahan ketika terjadi panen raya di tangan kelompok Wanita Tani Jatirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Salak di olah menjadi Minuman Kemasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Dipaparkan ke Peserta UPT Dinas Pertanian Jawa Timur</strong></h2>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Memontum Jombang </strong>&#8211; Salak merupakan salah satu tanaman unggulan dan memberikan kontribusi ekonomi yang cukup tinggi bagi masyarakat. Namun seringkali petani salak sering  dihadapkan pada permasalahan ketika terjadi panen raya di tangan kelompok Wanita Tani Jatirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Salak di olah menjadi Minuman Kemasan dan Jajanan daerah yakni Jenang salak.</p>
<p>Karenanya, Upt pelatihan dan pengembangan dinas pertanian provinsi jawa timur memilih Kelompok tani salak Jatirejo sebagai praktek dan kunjung lapang bagi peserta  UPT dinas pertanian Jawa timur kali ini, Kamis (15/11/2018).</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/11/IMG20181115101737-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-64228" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/11/IMG20181115101737-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/11/IMG20181115101737-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Kami memilih jombang karena  mendapat rekomendasi dari dinas Pertanian dan   ketahanan pangan Jawa timur,&#8221; Ujar Agus Syuhada pelatih yang ditunjuk oleh Upt dinas pertanian Jawa Timur.</p>
<p>Lebih lanjut, Agus mengatakan, kunjungan lapangan ini diikuti oleh 30 peserta dari 14 Kabupaten. Kunjugan lapangan ini untuk melengkapi pelatihan selain teori yang telah kita berikan di kampus ( balai UPT dinas pertanian.red) yang sudah telah berlangsung selama enam hari. Kunjungan ini bermaksud untuk memberi wawasan dan pengalaman kepada peserta, sehingga nanti ketika peserta dikembalikan  ke daerahnya masing-masing ereka mampu mengembangkannya.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/11/IMG20181115102257-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-64227" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/11/IMG20181115102257-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/11/IMG20181115102257-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Nanti pelatihan ini diakhiri dihari sabtu dan peserta di bebankan untuk membuat laporan, setelah itu mereka dikembalikan ke daerahnya untuk melakukan pengembangan disana. Kami memilih jombang karena  mendapat rekomendasi dari dinaspertanian  ketahanan pangan dan petunjuk dari dinas pertanian profinsi,&#8221; pungkas Agus.</p>
<p>Salah satu peserta pelatihan asal Magetan, Nurhayati mengaku merasa  berkesan, saat di perkenalkan dengan cara memilih bibit salak , penananamnya,sampai pada pengolahan buah salak, dan itu memotivasinya untuk dikembangkan di magetan mengingat salak tidak ada didaerahnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">64226</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kota Malang Dorong Produk Olahan Hasil Pertanian</title>
		<link>https://memontum.com/kota-malang-dorong-produk-olahan-hasil-pertanian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Oct 2018 12:31:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pangan se Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[produk olahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/60566-kota-malang-dorong-produk-olahan-hasil-pertanian</guid>

					<description><![CDATA[* Unjuk Diri di Barito Kuala, Hari Pangan se Dunia ke-38 Tingkat Nasional &#160; Memontum Kota Malang &#8211; Dipusatkan di kabupaten Banjarbaru dan kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan, Hari Pangan se Dunia ke-38 Tingkat Nasional digelar (18-21/10/2018). Mengangkat tema &#8220;Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Lebak dan Pasang Surut Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045&#8221;, peringatan dibuka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>* Unjuk Diri di Barito Kuala, Hari Pangan se Dunia ke-38 Tingkat Nasional</strong></h2>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dipusatkan di kabupaten Banjarbaru dan kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan,  Hari Pangan se Dunia ke-38 Tingkat Nasional digelar (18-21/10/2018). Mengangkat tema &#8220;Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Lebak dan Pasang Surut Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045&#8221;, peringatan dibuka dan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Ikut hadir Walikota Malang Sutiaji, Ketua TP PKK Kota Malang,  Hj. Widayati Sutiaji dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang Sri Winarni. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181019-WA0003-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-60568" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181019-WA0003-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181019-WA0003-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Kota Malang memang bukan daerah pertanian,  karena lahan yang kita miliki hanya  lebih kurang 1.104 Ha. Namun aspek ketahanan pangan menjadi salah satu fokus perhatian kota Malang,&#8221; ujar Sutiaji disela sela meninjau stand produk pertanian kota Malang. Data dari Disperta kota Malang, untuk 1 kali musim tanam di kota Malang, produksi padi dihasilkan 6-7 ton per hektar. Ada pun koefisien tanam di kota Malang ada pada kisaran 2,3 per tahun.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181019-WA0011-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-60567" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181019-WA0011-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181019-WA0011-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Urban farming (pertanian perkotaan)  dan pengolahan hasil produk pertanian menjadi salah satu garapan yang dititipkan Walikota Malang kepada Disperta bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK kota Malang. Sri Winarni, Kadisperta Kota Malang menguatkan, bahwa produk produk olahan pertanian kota Malang telah masuk dalam IKM dan UMKM. Seperti dawet lele,  crispy kemangi,  kripik bayem,  permen kayu putih,  manisan kering kencur,  dan yang lainnya. Sementara itu,  Widayati Sutiaji akan menggandeng perguruan tinggi.</p>
<p> &#8220;Kita (kota Malang) ada lebih 60 perguruan tinggi. Itu harus kita manfaatkan secara optimal, khususnya di bidang riset. Agar makin banyak lagi produk olahan makanan dari hasil pertanian yang dimininati sekaligus kompetitive di pasaran, &#8220;ujar Widayati. Keinginan dan ketertarikan Ketua TP PKK Kota Malang yang juga istri Walikota Malang tersebut, makin kuat saat melihat banyaknya pengunjung yang tertarik sekaligus berbelanja produk olahan hasil pertanian kota Malang yang digeber pada ajang pameran produk pertanian se Indonesia.<strong>(hms/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">60566</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
