<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>produk &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/produk/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 May 2026 10:55:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>produk &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Belum Sentuh 50 Persen, Produk Pangan Lokal Kota Malang Masih Minim Terserap Program MBG</title>
		<link>https://memontum.com/belum-sentuh-50-persen-produk-pangan-lokal-kota-malang-masih-minim-terserap-program-mbg</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[sentuh]]></category>
		<category><![CDATA[terserap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232400</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang hingga kini belum banyak menyerap produk pangan lokal. Hal itu, dikatakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan. Pria yang akrab disapa Slamet, itu mengatakan bahwa serapan produk pangan lokal Kota Malang untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang hingga kini belum banyak menyerap produk pangan lokal. Hal itu, dikatakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pria yang akrab disapa Slamet, itu mengatakan bahwa serapan produk pangan lokal Kota Malang untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih belum optimal. Bahkan, diperkirakan masih jauh dari angka 50 persen kebutuhan dapur SPPG.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Baik itu dari kelompok tani, urban farming, peternak hingga pembudidaya ikan memang belum banyak terserap. Kami belum menghitung persentasenya secara pasti. Tapi kalau ditanya apakah sudah menyentuh 50 persen, sepertinya belum sampai,” ujar Slamet, Kamis (14/05/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rendahnya penyerapan tersebut, menurutnya, bukan karena minim produksi masyarakat, melainkan adanya standar ketat bahan pangan yang ditetapkan masing-masing dapur SPPG. Baik itu dari sisi kualitas, kuantitas, maupun kontinuitas pasokan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak awal pelaksanaan MBG, Dispangtan Kota Malang sebenarnya telah berupaya menjembatani pelaku pertanian lokal dengan pengelola dapur program nasional tersebut. Sosialisasi dilakukan kepada kelompok tani, komunitas urban farming, peternak hingga pembudidaya ikan agar hasil produksi mereka bisa masuk ke rantai pasok MBG.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">“Kami sudah memperkenalkan kelompok tani, urban farming, pembudidaya ikan maupun peternak kepada pengelola SPPG supaya hasil mereka bisa terserap,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun di lapangan, sebagian besar dapur SPPG telah memiliki pemasok tetap. Kondisi itu membuat produk pangan lokal harus bersaing untuk bisa masuk sebagai penyedia bahan pangan MBG.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Di Kota Malang sendiri sebenarnya ada 115 kelompok urban farming. Nanti akan kami satukan dalam satu koordinator agar hasilnya bisa dikumpulkan dan punya daya tawar lebih kuat ke dapur SPPG,&#8221; lanjutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut dikatakannya, bahwa mayoritas urban farming di Kota Malang menghasilkan komoditas sayur-mayur. Beberapa kelompok bahkan mengembangkan sistem terpadu, seperti budidaya ikan dalam ember (budikdamber). <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232400</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Produk Lebaran Aman, Pemkot Malang Cek Kedaluwarsa Parsel di Pusat Perbelanjaan</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-produk-lebaran-aman-pemkot-malang-cek-kedaluwarsa-parsel-di-pusat-perbelanjaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[kedaluwarsa]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[parsel]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[perbelanjaan]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230937</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Pemerintah Kota Malang melakukan pengecekan masa kedaluwarsa produk makanan yang dikemas dalam parsel, di salah satu pusat perbelanjaan Kota Malang, Kamis (13/03/2026) tadi. Pengecekan itu dilakukan, untuk memastikan produk yang dijual dalam kondisi aman dan memiliki masa kedaluwarsa yang cukup panjang. Pria yang akrab disapa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Pemerintah Kota Malang melakukan pengecekan masa kedaluwarsa produk makanan yang dikemas dalam parsel, di salah satu pusat perbelanjaan Kota Malang, Kamis (13/03/2026) tadi. Pengecekan itu dilakukan, untuk memastikan produk yang dijual dalam kondisi aman dan memiliki masa kedaluwarsa yang cukup panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa dari hasil tinjauannya tersebut produk makanan kaleng dalam parsel, memiliki masa kedaluwarsa yang cukup lama. “Hari ini saya ingin mengecek terkait kedaluwarsa beberapa parsel yang akan dijual. Kemarin kita sudah melihat dari sisi harga, sekarang kita mengecek masa kedaluwarsanya. Tadi kita rata-rata kedaluwarsanya masih jauh, sekitar satu tahun lebih,” jelas Wali Kota Wahyu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga menegaskan, bahwa pengecekan tersebut dilakukan agar masyarakat tidak membeli produk yang masa kedaluwarsanya sudah mendekati habis, ketika parsel dibuka oleh penerima. Karenanya, pengecekan tersebut tidak hanya dilakukan di satu lokasi, melainkan di berbagai toko modern yang menjual parsel Lebaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">“Ini hanya salah satu sampel saja. Nanti tim akan turun, baik dari Polresta, Kodim maupun tim dari Pemkot untuk mengecek parsel-parsel yang akan dijual, terutama terkait kedaluwarsa,” tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut disampaikan, bahwa pengecekan itu dilakukan juga berkaca dari temuan pada tahun sebelumnya. Yang mana, terdapat produk dalam parsel yang masa kedaluwarsanya sudah mendekati habis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tahun lalu memang ada yang masa kedaluwarsanya sudah mendekati. Sekarang kita cek lagi dan alhamdulillah kedaluwarsanya lebih lama, sehingga kemungkinan parsel dibuka dalam tempo yang lebih lama masih memungkinkan,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230937</post-id>	</item>
		<item>
		<title>2025 Nilai Ekspor Tembus Rp 3,9 Triliun, Pemkab Banyuwangi Terus Dorong Produk Unggulan</title>
		<link>https://memontum.com/2025-nilai-ekspor-tembus-rp-39-triliun-pemkab-banyuwangi-terus-dorong-produk-unggulan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2026 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<category><![CDATA[triliun]]></category>
		<category><![CDATA[unggulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229544</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, terus mendorong produk-produk unggulan Kabupaten Banyuwangi bisa dipasarkan di mancanegara. Itu karena di sepanjang tahun 2025, nilai ekspor dari ujung timur Pulau Jawa ini menembus 232 juta dolar AS atau setara Rp 3,9 triliun. Sekedar diketahui, capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024, yang tercatat sebesar 196 juta dolar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, terus mendorong produk-produk unggulan Kabupaten Banyuwangi bisa dipasarkan di mancanegara. Itu karena di sepanjang tahun 2025, nilai ekspor dari ujung timur Pulau Jawa ini menembus 232 juta dolar AS atau setara Rp 3,9 triliun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekedar diketahui, capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024, yang tercatat sebesar 196 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,3 triliun. Secara persentase, kenaikan nilai ekspor Banyuwangi mencapai 18,33 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Ipuk mengatakan, bahwa produk-produk asal Banyuwangi kini telah menembus pasar global di berbagai belahan dunia. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, total ada 80 negara tujuan ekspor dari Banyuwangi. Pasarnya tersebar di Asia, Afrika, Eropa, Amerika, hingga Australia,” kata Bupati Ipuk, Minggu (17/01/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, menambahkan komoditas yang diekspor sangat beragam dan mencakup 27 produk unggulan. Diantaranya, seperti ikan hias, batu apung, koral, ikan kaleng, olahan rempah, produk pertanian, kerajinan, hingga buah segar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nanin menjelaskan, komoditas dengan nilai ekspor terbesar masih didominasi produk perikanan, khususnya ikan kaleng. Salah satu eksportir utamanya adalah Pacific Harvest, perusahaan pengolahan ikan yang beroperasi di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pengirimannya berbasis kontrak dengan negara tujuan. Sekali kirim bisa puluhan ton. Bahkan dalam kondisi tertentu bisa mencapai 40 kontainer per hari,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, Pemkab Banyuwangi terus mendorong peningkatan volume dan nilai ekspor dengan memperkuat ekosistem industri, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing produk. “Upaya ini sekaligus membuka peluang investasi bagi perusahaan besar maupun menengah untuk menanamkan modal di Banyuwangi, seiring dengan ketersediaan bahan baku, infrastruktur pendukung dan iklim usaha yang semakin kondusif,” terang Nanin. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229544</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Resmikan Koperasi Desa Merah Putih di Banyuwangi, Menkop Ferry Ingatkan Angkat Hasil Produk Lokal</title>
		<link>https://memontum.com/resmikan-koperasi-desa-merah-putih-di-banyuwangi-menkop-ferry-ingatkan-angkat-hasil-produk-lokal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[menkop]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228604</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Menteri Koperasi (Menkop) RI, Ferry Juliantono, meresmikan Koperasi Desa Merah Putih (KDSP) yang berada di Kelurahan Tukang Kayu, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (09/12/2025) tadi. Koperasi yang diresmikan ini, merupakan satu dari total 217 KDMP di seluruh desa atau kelurahan di Banyuwangi. Sekedar diketahui, koperasi tersebut memiliki sejumlah lini usaha untuk melayani [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Menteri Koperasi (Menkop) RI, Ferry Juliantono, meresmikan Koperasi Desa Merah Putih (KDSP) yang berada di Kelurahan Tukang Kayu, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (09/12/2025) tadi. Koperasi yang diresmikan ini, merupakan satu dari total 217 KDMP di seluruh desa atau kelurahan di Banyuwangi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekedar diketahui, koperasi tersebut memiliki sejumlah lini usaha untuk melayani anggota dan masyarakat. Diantaranya, seperti gerai penjualan Sembako dan produk UMKM dan simpan pinjam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Alhamdulillah, saya bisa hadir secara langsung dan meresmikan koperasi di Banyuwangi. Peresmian ini menandai beroperasinya KDMP Tukang Kayu,” kata Menkop.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkan Menkop Ferry, pemerintah menargetkan pembentukan 80 ribu KDMP se Indonesia, yang merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo untuk menguatkan ekonomi kerakyatan. Semua KDMP, akan dikelola secara modern dengan menekankan digitalisasi, integrasi usaha produktif desa dan kelurahan serta berperan sebagai pusat layanan ekonomi desa, memperkuat ketahanan pangan, menyediakan akses pembiayaan sekaligus menjadi wadah sosial dan kesehatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">“Seperti KDMP Tukang kayu ini, pengelolaan modern sudah kelihatan berjalan meskipun belum ideal. Tentunya, ini akan ada perbaikan ke depan. Kita juga meminta, Koperasi Kelurahan Tukang Kayu bisa mengangkat hasil produk lokal. UMKM didampingi, diajarkan memproduksi berbagai produk kebutuhan, dibiayai, hingga difasilitasi penjualannya,” imbuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi, Guntur Priambodo, mengatakan bahwa pemerintah daerah siap mendukung berjalannya koperasi desa merah putih di daerah. Bahkan, Pemkab akan melakukan pendampingan, baik kelembagaan maupun proses bisnisnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami akan membantu mencarikan jaringan usaha hingga mengarahkan potensi usaha yang akan dijadikan unggulannya. Sehingga seluruh koperasi ini bisa berjalan sesuai aturan,” kata Sekda Guntur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengelola KDMP Tukang Kayu, Imam Maskun, menambahkan bahwa saat ini terdapat 600 anggota yang telah terinput resmi di Sistem Informasi Koperasi Desa (Simkopdes). Dengan UMKM yang tergabung, ada sebanyak 23 UMKM.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kami memfasilitasi penjualan produk-produk UMKM mulai makanan, kerajinan dan komoditi. Kami juga memiliki merek kolektif yang bisa digunakan bersama untuk mendukung penjualan,” ujarnya. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228604</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Produk UMKM Situbondo Naik Kelas di Ajang Apkasi Otonomi Expo 2025</title>
		<link>https://memontum.com/produk-umkm-situbondo-naik-kelas-di-ajang-apkasi-otonomi-expo-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[APKASI]]></category>
		<category><![CDATA[otonomi]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225659</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Stand UMKM Pemkab Situbondo berhasil menjadi salah satu yang paling populer dan menarik perhatian ribuan pengunjung, dalam gelaran Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Otonomi Expo 2025, di ICE BSD Tangerang, Provinsi Banten, pada tanggal 28 hingga 30 Agustus 2025. Hal ini, tentunya sangat membanggakan, karena ajang pameran ini diikuti 416 pemerintah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Stand UMKM Pemkab Situbondo berhasil menjadi salah satu yang paling populer dan menarik perhatian ribuan pengunjung, dalam gelaran Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Otonomi Expo 2025, di ICE BSD Tangerang, Provinsi Banten, pada tanggal 28 hingga 30 Agustus 2025. Hal ini, tentunya sangat membanggakan, karena ajang pameran ini diikuti 416 pemerintah kabupaten se-Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam gelaran itu, bahkan Ketua Apkasi, Bursah Zarnubi, yang juga Bupati Lahat, turut mengapresiasi kerajinan kerang Situbondo. Khususnya, seperti sistem keranjang yang dinilainya sangat menarik dan unik. Keberhasilan ini, tidak lepas dari peran Pemkab Situbondo melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Situbondo, yang memamerkan berbagai produk unggulan dari beberapa UMKM ternama. Diantaranya, Kopi Kopral Sumbermalang, serta kerajinan tangan seperti Batik Maronggi dan kerajinan kerang dari wilayah Kecamatan Panarukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apkasi Otonomi Expo 2025 sendiri, dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, beserta sejumlah Mentri Kabinet Merah Putih. Gelaran ini, menjadi ajang bergengsi bagi kabupaten se Indonesia. Bahkan, Presiden Prabowo secara langsung mengapresiasi produk-produk daerah yang dipamerkan para pelaku UMKM.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Partisipasi Kabupaten Situbondo di ajang ini, tidak hanya mendapat pengakuan, tetapi juga membuka lebar peluang jaringan pemasaran dan investasi. Seperti Presiden Direktur PT Turkodom Investasi Konsorsium, mengatakan ketertarikannya pada kopi dan kerajinan kerang Kabupaten Situbondo. Bahkan, pihaknya berencana memperkenalkan kopi Situbondo kepada pembeli potensial di Jepang dan mengagendakan kunjungan langsung ke Kabupaten Situbondo.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, beberapa pemerintah kabupaten lain juga menunjukkan minat untuk menjalin kerja sama dengan Kabupaten Situbondo. Seperti, Kabupaten Sleman, Tapanuli Utara dan Jombang. Beberapa kabupaten tersebut, tertarik untuk mempelajari manajemen UMKM di Situbondo, terutama terkait pengembangan Kopi Arabika.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Diskoperindag Situbondo, H Edy Wiyono, mengatakan bahwa pameran ini berhasil memperkenalkan produk-produk unggulan daerah Kabupaten Situbondo ke pasar yang lebih luas. &#8220;Beberapa kepala daerah yang berkunjung ke stand UMKM Pemkab Situbondo tertarik untuk menjalin kerja sama dengan pengusaha UMKM Situbondo,&#8221; kata Edy Wiyono, Senin (01/09/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dijelaskan Edy, produk yang menarik perhatian para pengunjung stand UMKM Situbondo, yakni Tembakau Thambeng, Mangga, Rengginang, aneka abon Ikan Cakalang, Tuna dan Ayam, serta kerajinan Kayu Jati dan Udang Vanamei. &#8220;Ketertarikan dari berbagai pihak ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi pengusaha UMKM Situbondo. Mengingat Kabupaten Situbondo telah dinobatkan sebagai satu-satunya Kabupaten UMKM,&#8221; terang Edy.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberhasilan menarik para pengusaha ke stand UMKM Situbondo tersebut, menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Situbondo memiliki potensi besar untuk terus memajukan perekonomian daerah melalui produk-produk unggulan dan pelaku UMKM yang inovatif. &#8220;Pada ajang Apkasi Otonomi Expo 2025 di Kabupaten Tanggerang, Provinsi Banten ini stand produk-produk unggulan UMKM Situbondo menjadi primadona para pengunjung dan para pengusaha,&#8221; imbuh Edy Wiyono. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225659</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dorong UMKM Naik Kelas, Bupati Lamongan Launching 10 Produk UMKM Asli Lamongan di Ritel Modern</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-umkm-naik-kelas-bupati-lamongan-launching-10-produk-umkm-asli-lamongan-di-ritel-modern</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[kelas]]></category>
		<category><![CDATA[launching]]></category>
		<category><![CDATA[modern]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225193</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, melaunching 10 produk UMKM asli Kabupaten Lamongan di ritel modern atau tepatnya Alfamart di Jalan Veteran, Kabupaten Lamongan, Selasa (19/08/2025) tadi. Diantaranya produk UMKM yang dilaunching, yaitu Opak Ladusing (Sito Bandeng), Kembang Goyang (Ar Rayyan Sejahtera), Kerupuk Singkong (Navid Snack), Tempe Kriuk (Lisfood), Rengginang (Jajanan Ibu), Stick Balado [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, melaunching 10 produk UMKM asli Kabupaten Lamongan di ritel modern atau tepatnya Alfamart di Jalan Veteran, Kabupaten Lamongan, Selasa (19/08/2025) tadi. Diantaranya produk UMKM yang dilaunching, yaitu Opak Ladusing (Sito Bandeng), Kembang Goyang (Ar Rayyan Sejahtera), Kerupuk Singkong (Navid Snack), Tempe Kriuk (Lisfood), Rengginang (Jajanan Ibu), Stick Balado (2R Snack), Seblak Krispi (Mama Iin), Teri Krezz (Kirana Food Indonesia), Cotton Candy Arumanis (Ratita Snack) dan Keripik Seledri (Dins Snack).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Yuhronur mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan upaya Pemkab Lamongan dalam merealisasikan program prioritas UMKM Naik Kelas. Karena dukungan dan fasilitasi terhadap UMKM, diyakini dapat menaikkan pertumbuhan ekonomi Lamongan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Pemkab Lamongan terus bekerja sama dengan ritel modern untuk mendukung produk UMKM terus berkembang. Salah satunya adalah sepuluh produk yang hari ini dilaunching. Ini menunjukkan produk UMKM Lamongan terus mengalami peningkatan dalam segi kualitas,&#8221; kata Bupati Yuhronur.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Sebelum masuk ke ritel modern, terangnya, seluruh produk UMKM Lamongan telah melewati proses kurasi yang dilakukan langsung oleh PT Sumber Alfaria Trijaya. Kurasi dilakukan, untuk memastikan produk memiliki kualitas yang baik, memenuhi standar keamanan dan perizinan, serta memiliki kemasan yang menarik dan informatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk bisa mencapai kriteria kurasi, Pemkab Lamongan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan terus memberikan pendampingan mulai dari perencanaan, produksi, sampai dengan pemasaran. Dimana, bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk UMKM Lamongan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di pemerintahan Kabupaten Lamongan ini juga melakukan penandatanganan MoU Program Kemitraan bersama Branch Manager PT Sumber Alfaria Trijaya, Nurcahyo Rahutomo. Disampaikan Nurcahyo, bahwa komitmennya melangsungkan kolaborasi adalah dalam rangka memberikan dukungan UMKM agar terus berkembang. Dirinya mengatakan, bahwa untuk memajang produk UMKM di Alfamart tidak dipungut biaya, melainkan harus memenuhi kriteria kurasi yang telah ditetapkan. <strong>(kom/son/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225193</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ajak Generasi Muda Cintai Produk Lokal, Malang BI Youth Tiful Festival 2025 Kembali Digelar </title>
		<link>https://memontum.com/ajak-generasi-muda-cintai-produk-lokal-malang-bi-youth-tiful-festival-2025-kembali-digelar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[cintai]]></category>
		<category><![CDATA[digelar]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224459</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Gelaran Malang BI Youth Tiful Festival 2025, kembali digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, di salah satu Mal Kota Malang, Rabu (30/07/2025) tadi. Dengan mengajak para generasi muda agar lebih mencintai dan bangga pada produk Indonesia, event tahunan tersebut menyajikan kolaborasi lintas sektor.&#160; Kepala KPwBI Malang, Febrina, menyampaikan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Gelaran Malang BI Youth Tiful Festival 2025, kembali digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, di salah satu Mal Kota Malang, Rabu (30/07/2025) tadi. Dengan mengajak para generasi muda agar lebih mencintai dan bangga pada produk Indonesia, event tahunan tersebut menyajikan kolaborasi lintas sektor.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala KPwBI Malang, Febrina, menyampaikan bahwa gelaran tersebut merupakan bagian dari rangkaian road to Karya Kreatif Indonesia (KKI) dan Fest Year di Surabaya. Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini MBF menggandeng lebih banyak mitra dan peserta. Diantaranya, 38 pelaku UMKM, tiga pondok pesantren, dua lembaga halal center, tujuh Dekranasda dari Malang Raya hingga Probolinggo, serta dukungan dari perbankan dan berbagai instansi lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Konsepnya masih sama, branding tetap BI Youth Tiful, karena kita ingin membangkitkan semangat generasi muda untuk mencintai produk lokal. Tapi tahun ini lebih besar jangkauannya, karena kita juga menggali kekayaan budaya lokal dalam bentuk desain produk UMKM seperti kriya, fesyen dan kuliner,” ujar Febrina.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, ditambahkannya bahwa kegiatan tersebut juga menjadi ajang penguatan akselerasi ekonomi di wilayah Jawa Timur, khususnya pada sektor UMKM. Meskipun tidak mematok target pertumbuhan angka secara spesifik, namun Febrina berharap gelaran tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi pergerakan ekonomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Rata-rata target pertumbuhan ekonomi masih berkisar 4,7 hingga 5,5 persen dan kami ikut mendukung tercapainya target tersebut,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim, M Noor Nugroho, menyampaikan bahwa penguatan UMKM dilakukan melalui pengembangan kelembagaan, sumber daya manusia (SDM), dan pembinaan UMKM di berbagai klaster seperti pangan, fesyen, kerajinan dan produk halal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sebanyak 245 UMKM binaan ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Kami ingin menguatkan ketahanan ekonomi regional, termasuk melalui pengendalian inflasi dan penguatan ekonomi syariah, seperti modest fashion dan produk halal berbasis lingkungan rumah tangga,” tutur Nugroho.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di akhir, Nugroho menegaskan pentingnya sinergi dari seluruh stakeholder dalam membangun ekonomi daerah. “Semangat kolaborasi regional berbasis potensi lokal ini harus kita rawat bersama. Ini menjadi momentum awal tumbuhnya perubahan besar bagi UMKM dan perekonomian Jawa Timur,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224459</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Promosi Ekonomi Kreatif, UMKM dan Produk Unggulan, Pandalungan Festival di Jember Berlangsung Meriah</title>
		<link>https://memontum.com/promosi-ekonomi-kreatif-umkm-dan-produk-unggulan-pandalungan-festival-di-jember-berlangsung-meriah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2025 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berlangsung]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Meriah]]></category>
		<category><![CDATA[pandalungan]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[promosi]]></category>
		<category><![CDATA[unggulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223709</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama jajaran Forkopimda Jember menghadiri penutupan Pandalungan Festival bertajuk Gebyar UMKM Bank Jatim yang berlangsung meriah di Alun-Alun Jember Nusantara, Minggu (06/07/2025) malam. Festival yang menjadi ajang promosi ekonomi kreatif dan pemberdayaan pelaku UMKM, ini telah berlangsung sejak Kamis (03/07/2025) lalu. Dalam pelaksanaan ini, sedikitnya menghadirkan berbagai kegiatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama jajaran Forkopimda Jember menghadiri penutupan Pandalungan Festival bertajuk Gebyar UMKM Bank Jatim yang berlangsung meriah di Alun-Alun Jember Nusantara, Minggu (06/07/2025) malam. Festival yang menjadi ajang promosi ekonomi kreatif dan pemberdayaan pelaku UMKM, ini telah berlangsung sejak Kamis (03/07/2025) lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pelaksanaan ini, sedikitnya menghadirkan berbagai kegiatan menarik serta produk-produk unggulan dari 100 UMKM terbaik se-Kabupaten Jember. Gelaran juga menyuguhkan beragam rangkaian acara, seperti night run, turnamen basket, e-sport Mobile Legends, marching band, lomba kopi kekinian, talk show, bazar UMKM, hingga konser musik yang dimeriahkan oleh musisi lokal dan nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan komitmennya untuk terus menghidupkan kembali geliat ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Jember. Salah satunya, melalui penyelenggaraan berbagai event besar secara berkala.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">“Saya menyampaikan terima kasih kepada Bank Jatim atas dukungannya. Setelah ini kita akan teruskan dengan event-event besar lainnya. Termasuk Jember Fashion Carnaval (JFC) dan setiap bulan akan ada kegiatan berskala besar di Kabupaten Jember, seperti acara malam ini,” kata Bupati Fawait.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga mengingatkan, bahwa sekitar 15 tahun lalu, Jember pernah menjadi pusat event-event besar di wilayah Tapal Kuda. Oleh karena itu, dirinya bertekad bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Jember untuk mengembalikan kejayaan itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya ingin setiap acara juga menghadirkan artis-artis nasional, terutama yang berasal dari Kabupaten Jember. Ini menjadi bagian dari upaya membangun identitas dan kebanggaan daerah kita,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan suksesnya gelaran Pandalungan Festival ini, Pemerintah Kabupaten Jember berharap dapat terus mendorong kemajuan UMKM. Terutama dalam menjadikan Jember sebagai destinasi unggulan kegiatan seni, budaya, olahraga dan ekonomi kreatif di Jawa Timur. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223709</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lihat Produk UMKM, Wapres Gibran Dibuat Kagum Hasil Produk Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/lihat-produk-umkm-wapres-gibran-dibuat-kagum-hasil-produk-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dibuat]]></category>
		<category><![CDATA[gibran]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[wapres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223267</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming, dibuat terkagum saat melihat produk UMKM buatan ibu-ibu di Banyuwangi. Menurut Wapres Gibran, bahwa produk UMKM Banyuwangi potensial untuk naik kelas. Hal tersebut, disampaikan Wapres Gibran seusai melihat produk-produk UMKM, di RTH Maron, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Senin (23/06/2025) tadi. Dalam momen itu, Wapres Gibran sempat menilik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming, dibuat terkagum saat melihat produk UMKM buatan ibu-ibu di Banyuwangi. Menurut Wapres Gibran, bahwa produk UMKM Banyuwangi potensial untuk naik kelas. Hal tersebut, disampaikan Wapres Gibran seusai melihat produk-produk UMKM, di RTH Maron, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Senin (23/06/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam momen itu, Wapres Gibran sempat menilik produk dan berbincang dengan beberapa pelaku UMKM, yang hadir di sana. Menurutnya, produk-produk yang dijual baik dan penjualannya juga relatif mengesankan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di kesempatan itu, ada puluhan pelaku UMKM yang hadir dalam acara bertajuk &#8216;Silaturrahmi Wapres bersama Peserta dan Pendamping Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar)&#8217;, yang merupakan nasabah Permodalan Nasional Madani (PNM). &#8220;Ini bagus dan bisa ditingkatkan lagi. Di naik kelaskan lagi. Tadi ada produk keripik pisang yang penjualannya 500 pack perminggu. Itu bisa dinaikkan menjadi 500 pack perhari. Saya lihat tadi, ibu-ibu di sini juga luar biasa semangatnya,&#8221; kata Wapres Gibran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkannya, dengan pendampingan akan membuat produk mereka lebih berkualitas. Wapres Gibran juga menyebut, bahwa tingkat non-performing loan (NPL) atau kredit macet nasabah PNM di Banyuwangi cukup rendah, yakni 1,3 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Karena NPL rendah, potensi untuk dinaik kelaskan sangat besar,&#8221; tambah Wapres Gibran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Wapres terhadap UMKM Banyuwangi. Dirinya juga mengatakan, bahwa di Banyuwangi terdapat berbagai program peningkatan dan pendampingan UMKM.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Di Banyuwangi terdapat Teman Usaha Rakyat, yang mendampingi pelaku UMKM untuk naik kelas. Selain itu juga, ada modal dan bantuan alat usaha,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu pelaku UMKM, Fatimah Nurul Widat, mengaku sudah tiga tahun berjualan aneka jenis minuman seperti es dawet dan kopyor. Warga Kecamatan Genteng, itu biasa berjualan di depan kantor kepolisian setempat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya sudah tiga tahun jadi nasabah dan mendapat pendampingan,&#8221; kata Fatimah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fatimah mendapat pinjaman modal senilai Rp 3 juta dari PNM. Uang itu, dirinya gunakan antara lain untuk mengembangkan usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sebelumnya, pinjaman saya Rp 2 juta. Lalu naik jadi Rp 3 juta,&#8221; terangnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Operasional Permodalan PT PNM, Sunar Basuki, menjelaskan bahwa jumlah nasabah PNM di Banyuwangi hingga akhir Mei 2025 mencapai 139 ribu ibu-ibu. Mereka berasal dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sekitar 62 persen dari sektor perdagangan. Mulai dari penjual jam, perajin batik, peracik sambal rumahan, hingga pelaku usaha makanan ringan yang kini mampu menembus pasar global,&#8221; katanya. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223267</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
