<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>produksi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/produksi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Apr 2026 12:43:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>produksi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Panen Raya Padi MT 1, Kabupaten Banyuwangi Berhasil Produksi 160.239 Ton</title>
		<link>https://memontum.com/panen-raya-padi-mt-1-kabupaten-banyuwangi-berhasil-produksi-160-239-ton</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[160.239]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231824</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa Kabupaten Banyuwangi tetap menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Bahkan memasuki Panen Raya Padi Masa Tanam I (MT1), Januari-Maret 2026, dari total luas lahan 24.652 hektare, produksi padi di Bumi Blambangan mencapai 160.239 ton. Pelaksanaan panen raya ini, tersebar hampir di seluruh Kecamatan di Banyuwangi. Termasuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa Kabupaten Banyuwangi tetap menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Bahkan memasuki Panen Raya Padi Masa Tanam I (MT1), Januari-Maret 2026, dari total luas lahan 24.652 hektare, produksi padi di Bumi Blambangan mencapai 160.239 ton.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelaksanaan panen raya ini, tersebar hampir di seluruh Kecamatan di Banyuwangi. Termasuk salah satunya, di Dusun Salamrejo, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Alhamdulillah, kami bersyukur Banyuwangi menjadi salah satu daerah lumbung pangan nasional. Hasil panen para petani, alhamdulilah baik,&#8221; kata Bupati Ipuk, Senin (20/04/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Danang Hartanto, menambahkan bahwa produktivitas padi di Banyuwangi mencapai 6,8 ton hingga 7 ton perhektar. &#8220;Begitupun dengan hasil panen di desa-desa lainnya, rata-rata produktivitas padi petani mencapai 6,8 ton hingga 7 ton perhektare. Pemkab terus mendorong peningkatan produktivitas tersebut,&#8221; ujar Danang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga menjelaskan, pada 2025 lalu, total produksi beras daerah mencapai 546.923 ton dengan surplus sebesar 383.258 ton, setelah dikurangi kebutuhan konsumsi masyarakat. &#8220;Kita optimis tahun ini Banyuwangi kembali surplus. Itu karena, tiap tahun trennya memang selalu surplus,&#8221; jelas Danang. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231824</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Genjot Kemandirian Industri, Gubernur Bengkulu Tinjau Produksi Minyak Goreng Lokal</title>
		<link>https://memontum.com/genjot-kemandirian-industri-gubernur-bengkulu-tinjau-produksi-minyak-goreng-lokal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[genjot]]></category>
		<category><![CDATA[goreng,]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[kemandirian]]></category>
		<category><![CDATA[minyak]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231809</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bengkulu &#8211; Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, meninjau langsung rumah produksi minyak goreng sawit Bumi Merah Putih (BMP) di Kelurahan Sawah Lebar, Senin (20/04/2026) tadi. Kunjungan itu dilakukan, menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu dalam mendorong kemandirian daerah melalui pengolahan sumber daya alam (SDA) lokal. Dalam kesempatan itu, gubernur menegaskan akan pentingnya menghasilkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Bengkulu</strong> &#8211; Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, meninjau langsung rumah produksi minyak goreng sawit Bumi Merah Putih (BMP) di Kelurahan Sawah Lebar, Senin (20/04/2026) tadi. Kunjungan itu dilakukan, menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu dalam mendorong kemandirian daerah melalui pengolahan sumber daya alam (SDA) lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesempatan itu, gubernur menegaskan akan pentingnya menghasilkan produk sendiri dari potensi daerah, khususnya komoditas unggulan seperti kelapa sawit. Dirinya menyebut, seluruh proses produksi minyak goreng BMP dilakukan di Bengkulu, mulai dari bahan baku hingga pengolahan akhir menjadi minyak goreng siap konsumsi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita ingin daerah kita menghasilkan produk sendiri dari SDA kita, seperti sawit. Ini produk Bengkulu, bahan bakunya dari Bengkulu dan diolah menjadi minyak goreng Bumi Merah Putih,” kata Gubernur Helmi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga mengajak masyarakat, untuk menggunakan produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi daerah. Menurutnya, kebanggaan terhadap produk daerah harus dibangun melalui penggunaan dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain mendorong kemandirian ekonomi, Gubernur Helmi juga menyampaikan bahwa industri ini turut memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja. Sebagian besar, tenaga kerja berasal dari masyarakat setempat, sehingga membantu menekan angka pengangguran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen, untuk terus mendukung pengembangan produk ini agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk ke luar daerah. Ke depan, berbagai produk turunan seperti sabun, perawatan kulit, dan parfum juga akan dikembangkan di bawah label Merah Putih sebagai bagian dari penguatan industri lokal. <strong>(kom/bkl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231809</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</title>
		<link>https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[dihasilkan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[lumbang]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230387</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu daerah di Jawa Timur, yang setiap kecamatannya memiliki potensi dan pengembangan yang saling melengkapi antara satu dengan yang lain. Seperti di Kecamatan Lumbang misalnya, selain terkenal akan potensi buah durian, beberapa desa seperti Desa Welulang, Banjarimbo, Panditan, hingga Desa Watulumbung, ternyata berpuluh-puluh tahun masih konsisten dengan aktifitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu daerah di Jawa Timur, yang setiap kecamatannya memiliki potensi dan pengembangan yang saling melengkapi antara satu dengan yang lain. Seperti di Kecamatan Lumbang misalnya, selain terkenal akan potensi buah durian, beberapa desa seperti Desa Welulang, Banjarimbo, Panditan, hingga Desa Watulumbung, ternyata berpuluh-puluh tahun masih konsisten dengan aktifitas budidaya lebah penghasil madu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satunya adalah Tiagus (45), warga Desa Welulang. Dirinya mengaku sudah sekitar 20 tahun, menjadi peternak madu, khususnya untuk madu randu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Madu randu sendiri dipilihnya, karena madu yang dihasilkan dari nektar bunga ini paling banyak disenangi masyarakat. Karena selain unggul dalam aroma rasa dan warna, juga pada efek positif saat mengkonsumsi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Seperti ada khasnya, rasanya lebih segar dan ke tenggorokan langsung hangat. Jadi efeknya lebih cepat terasa saat diminum,&#8221; ungkap Agus, di sela-sela memanen madu randu, Sabtu (21/02/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk menghasilkan madu randu yang berkualitas, Tiagus membudidayakan ratusan ribu lebah berjenis Apis Mellifera. Lebah jenis ini terbukti bisa menghasilkan madu dalam jumlah banyak setiap musim panen raya madu. Yakni antara 4 hingga 5 kwintal madu segar yang dihasilkan dari 100 kotak koloni lebah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dalam satu reet yang isinya sekitar 100 kotak koloni lebah, bisa menghasilkan madu sampai 5 kwintal persekali panen,&#8221; imbuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Dijelaskan Agus, rasa dan kekentalan madu murni yang dihasilkan lebah bisa berbeda. Sebab, hal itu dapat dipengaruhi oleh vegetasi pendukung atau bunga liar yang ada dan juga pengaruh cuaca saat musim bunga, seperti bunga randu, vernonia, mangga, karet, kopi hingga kesambi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tergantung nektar dari alamnya. Kalau madu mellifera bisa dipanen dalam 15 hari. Kalau yang lain cukup lama, makanya saya milih madu ini ketimbang dari bunga yang lain,&#8221; terangnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut Agus menegaskan, bahwa menjadi pembudidaya lebah madu harus benar-benar siap dengan resiko dan kendalanya. Mulai dari cuaca buruk yang mengakibatkan bunga bergururan sehingga gagal panen madu hingga pencurian oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kalau pencurian jarang sih, kebanyakan rejeki-rejekian, pas cuaca bagus ya bagus, tapi kalau sering hujan ya gak maksimal karena bunga banyak yang rontok duluan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ditanya harga madu yang dipanennya, Agus mengaku menjualnya dalam bentuk partai maupun eceran. Dalam satu kilogramnya, ia membrandol dengan harga Rp 65 ribu untuk ukuran partai. Sedangkan harga ecernya lebih mahal, yakni Rp 80 ribu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jadi peternak ada suka dukanya. Dukanya kalau gak dapat ya belum rejekinya. Tapi kalau sudah rejeki, 15 hari bisa panen 5 kwintal madu,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Camat Lumbang, Didik Surianto menjelaskan dari empat desa penghasil, Desa Welulang menjadi wilayah paling banyak budidaya lebah madu. Aktifitas budidaya lebah madu, terbukti sangat prospek dalam membantu perekonomian warga. Lebih-lebih saat Pandemi Covid-19 tahun 2020-2021, permintaan madu yang diproduksi di Kecamatan Lumbang sangat tinggi sampai membuat para peternak kewalahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Madu ini banyak penyukanya, apalagi pas zamannya covid stoknya hingga kurang-kurang. Semua peternak kewalahan mengejar musim bunga, untuk bisa produksi lebah mellifera. Jadi masyarakat tidak sampai jual keluar dan konsumen dari daerah justru datang sendiri,&#8221; papatnya. <strong>(kom/pas/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230387</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ketua TP PKK Kota Probolinggo Senam Sehat dan Tinjau Produksi Tempe di Kampung Tempe Sumber Taman</title>
		<link>https://memontum.com/ketua-tp-pkk-kota-probolinggo-senam-sehat-dan-tinjau-produksi-tempe-di-kampung-tempe-sumber-taman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2025 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227558</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr Evariani Aminuddin, bersama ratusan kader Posyandu dan PKK, mengikuti pelaksanaan senam sehat di Kampung Tempe, Kelurahan Sumber Taman, Minggu (09/11/2025) tadi. Tidak hanya senam bersama, Evariani juga sekaligus meninjau pembuatan tempe di kelurahan itu. Dalam momen itu, dirinya juga menyampaikan berbagai pesan, yang salah satunya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr Evariani Aminuddin, bersama ratusan kader Posyandu dan PKK, mengikuti pelaksanaan senam sehat di Kampung Tempe, Kelurahan Sumber Taman, Minggu (09/11/2025) tadi. Tidak hanya senam bersama, Evariani juga sekaligus meninjau pembuatan tempe di kelurahan itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam momen itu, dirinya juga menyampaikan berbagai pesan, yang salah satunya mengenai pentingnya memajukan pendidikan dan ekonomi sejak dari keluarga. “Semua berawal dari rumah. Keluarga yang sehat, terdidik dan berdaya akan membawa lingkungan ikut maju,” kata istri Wali Kota Probolinggo ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Dokter Evariani juga mengingatkan, mengenai semangat berolahraga yang punya dampak positif. Selain untuk kesehatan, bersilaturahmi hingga mengurangi stres. Usai berolahraga bersama, Ketua TP PKK melihat proses pembuatan tempe mulai dari perendaman kedelai hingga siap edar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dokter Eva mengapresiasi para pengrajin dan mendorong agar produksi tempe lokal, agar dapat terus berkembang. Pada kesempatan itu, dirinya juga membagi-bagikan tempe gratis untuk warga sekitar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dengan adanya Makan Bergizi Gratis (MBG), produk lokal juga harus ikut berkontribusi. Produksi ditambah dan distribusinya diperluas. Ketua RW, lurah, dan camat juga harus membantu menyiapkan data pemasaran. Karena MBG itu mengangkat bahan pangan lokal, jangan sampai kita ambil dari luar,” papar Dokter Eva. <strong>(kom/pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227558</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kabupaten Lamongan Menempati Peringkat Pertama Produksi GKG di Jawa Timur</title>
		<link>https://memontum.com/kabupaten-lamongan-menempati-peringkat-pertama-produksi-gkg-di-jawa-timur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[menempati]]></category>
		<category><![CDATA[peringkat]]></category>
		<category><![CDATA[pertama]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227414</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Kabupaten Lamongan tercatat menempati peringkat pertama pada produksi padi Gabah Kering Giling (GKG) se Provinsi Jawa Timur. Data ini, merupakan akumulasi dari penanaman padi selama tahun 2025. Tercatat pada tahun 2025, produksi padi mencapai 904,928 ton GKG. Selain menjadi nomor satu di Jawa Timur, produksi padi di Lamongan di tahun 2025, juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Kabupaten Lamongan tercatat menempati peringkat pertama pada produksi padi Gabah Kering Giling (GKG) se Provinsi Jawa Timur. Data ini, merupakan akumulasi dari penanaman padi selama tahun 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tercatat pada tahun 2025, produksi padi mencapai 904,928 ton GKG. Selain menjadi nomor satu di Jawa Timur, produksi padi di Lamongan di tahun 2025, juga mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, produksi padi di Kabupaten Lamongan mencapai angka 776,29 ton GKG.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Berdasarkan berita resmi statistik Provinsi Jawa Timur hasil pengamatan September 2025, Kabupaten Lamongan menempati posisi pertama se-Jawa Timur pada produksi padi,&#8221; kata Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat berada di ruang kerjanya, Selasa (04/11/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Capaian ini, lanjutnya, didukung gencarnya Program Luas Tambah Tanam (LTT), jaminan ketersediaan pupuk yang lebih mudah diakses oleh petani, penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) hingga jaminan sosial petani (asuransi). Termasuk, pendampingan dan pelatihan serta masih banyak lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fasilitasi tersebut, paparnya, tidak hanya ditujukan untuk mempertahankan predikat lumbung pangan nasional. Melainkan juga, untuk mendukung kesejahteraan petani yang ada di Kabupaten Lamongan. <strong>(kom/son/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227414</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Produksi Tebu, Mas Dhito Siap Kawal Kebutuhan Pupuk Petani</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-produksi-tebu-mas-dhito-siap-kawal-kebutuhan-pupuk-petani</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2025 08:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224042</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, berkomitmen untuk mengawal ketersediaan pupuk guna menggenjot peningkatan produktivitas tebu di Kabupaten Kediri. Hal ini disampaikan, menyusul arahan dari Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, dalam acara sarasehan nasional bersama petani tebu di Perkebunan Jengkol, Plosoklaten, Selasa (15/07/2025) tadi. Dalam acara itu, Mentan mendorong peningkatan produktivitas tebu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, berkomitmen untuk mengawal ketersediaan pupuk guna menggenjot peningkatan produktivitas tebu di Kabupaten Kediri. Hal ini disampaikan, menyusul arahan dari Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, dalam acara sarasehan nasional bersama petani tebu di Perkebunan Jengkol, Plosoklaten, Selasa (15/07/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam acara itu, Mentan mendorong peningkatan produktivitas tebu di tiap daerah guna mewujudkan swasembada gula nasional. Bahkan, pemerintah siap membantu petani termasuk dalam mendukung pemenuhan pupuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang juga hadir dalam acara itu, menyampaikan bahwa Provinsi Jawa Timur menjadi penyumbang lebih dari setengah produksi gula di Indonesia. Produksi gula di Jawa Timur, menurut Wagub Emil, pada musim kemarau 2024 mencapai 52 persen atau 16,8 juta ton yang dihasilkan dari luasan tanam 245.000 hektare.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kabupaten Kediri ini adalah penghasil tebu terbesar ke dua di seluruh Jawa Timur. Total luas area per tahun di atas 20.000 hektare,&#8221; jelas Wagub Emil.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, mengatakan bahwa di Kabupaten Kediri, tebu menjadi salah satu komoditas perkebunan andalan. Pada tahun 2024, area tanam tebu mencapai 20.454 hektare dan ditargetkan naik 20.594 hektare pada tahun 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kabupaten Kediri sebagai produsen tebu terbesar nomor dua di Jawa Timur. Karenanya, permasalahan pupuk (harus bisa) diselesaikan. Nanti saya akan komunikasi intens dengan beliaunya (Mentan),&#8221; kata Mas Dhito.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diungkapkan Mas Dhito, saat ini produksi tebu di Kabupaten Kediri rata-rata antara 108-109 ton per hektare. Jumlah itu, sudah di atas rata-rata yang ditetapkan Mentan. Meskipun demikian, Mas Dhito menargetkan supaya rata-rata produksi tebu bisa naik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kita mau kejar sampai 110 ton (per hektare). Itu bagian dari swasembada kita,&#8221; imbuhnya. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224042</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dukung Swasembada Pangan 2025, Pemkab Banyuwangi Targetkan Produksi Beras 800 Ribu Ton</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-swasembada-pangan-2025-pemkab-banyuwangi-targetkan-produksi-beras-800-ribu-ton</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2025 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220992</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi menargetkan produksi beras mencapai 800 ribu ton di tahun 2025. Langkah ini dilakukan, untuk mendukung swasembada pangan dan sebagai kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan nasional, yang menjadi prioritas pemerintah pusat. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan bahwa untuk memenuhi target tersebut, dilakukan penambahan luasan area tanam padi secara signifikan. Tahun ini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi menargetkan produksi beras mencapai 800 ribu ton di tahun 2025. Langkah ini dilakukan, untuk mendukung swasembada pangan dan sebagai kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan nasional, yang menjadi prioritas pemerintah pusat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan bahwa untuk memenuhi target tersebut, dilakukan penambahan luasan area tanam padi secara signifikan. Tahun ini, Banyuwangi memperluas lahan tanam hingga 35 ribu hektare.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan penambahan luasan tanam dan optimalisasi penggunaan lahan, Banyuwangi terus memperkuat posisinya sebagai salah satu lumbung padi nasional. Karenanya, Bupati Ipuk berharap produksi beras yang tinggi tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga menopang stabilitas pangan nasional dalam jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ada penambahan luasan lahan tanam hingga 35 ribu hektare, sehingga panen kita yang biasanya di angka 500 ribu ton, tahun ini bisa menambah cadangan kita hingga 800 ribu ton,&#8221; tambah Bupati Ipuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga menjelaskan, bahwa Luas Baku Sawah (LBS) mencapai 62.940 hektare, dengan capaian luas tanam padi pada 2024 mencapai 119.651 Hektar. Sementara target Luas Tambah Tanam (LTT) padi tahun 2025, seluas 151.048 Hektar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Target kita untuk Luas Tambah Tanam tahun 2025 mencapai 151.048 hektare. Hingga Maret kemarin, capaian kita sudah sekitar 24 persen, atau setara dengan 36.554 hektare,” imbuh Bupati Ipuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Banyuwangi, Ilham Juanda, mengatakan bahwa panen padi yang berlangsung dari Januari hingga Maret telah mencakup area seluas 21.075 hektare. Sebagian besar, hasil panen tersebut telah diserap oleh Perum Bulog untuk menjaga ketersediaan beras nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ilham juga memperkirakan, puncak panen raya akan terjadi pada April dan Mei, dengan estimasi luas panen masing-masing sebesar 14.987 hektare dan 11.506 hektare. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220992</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Produksi Padi dan Jagung, Dispangtan Kota Malang Targetkan Masa Tanam Tiga Kali Setahun</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-produksi-padi-dan-jagung-dispangtan-kota-malang-targetkan-masa-tanam-tiga-kali-setahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Jan 2025 11:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[Jagung]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<category><![CDATA[Setahun]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218853</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang menargetkan peningkatan intensitas masa tanam padi dan jagung hingga tiga kali dalam setahun pada 2025 ini. Hal ini dilakukan, untuk meningkatkan produksi pertanian di tengah keterbatasan lahan yang tidak bisa diperluas. Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan bahwa di tahun sebelumnya masa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang menargetkan peningkatan intensitas masa tanam padi dan jagung hingga tiga kali dalam setahun pada 2025 ini. Hal ini dilakukan, untuk meningkatkan produksi pertanian di tengah keterbatasan lahan yang tidak bisa diperluas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan bahwa di tahun sebelumnya masa tanam hanya mencapai 2 hingga 2,5 kali dalam setahun. &#8220;Sehingga harapan kami dari Dispangtan, ini ke depan para kelompok tani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) bisa mendorong peningkatan menjadi tiga kali dalam setahun untuk meningkatkan hasil produksi. Karena di Kota Malang ini lahan pertanian tidak bisa menambah luasan, yang bisa hanya menambah masa tanam,&#8221; jelas Slamet, Jumat (31/01/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun bukan kota produsen utama, Kota Malang tetap memiliki sektor pertanian yang aktif. Pada periode tanam akhir 2024 hingga pertengahan 2025, lahan tadah hujan masih bisa dimanfaatkan untuk produksi jagung dan padi. Itu dalam satu kali masa tanam yang berlangsung sekitar tiga hingga empat bulan, hasil panen jagung dapat mencapai 7 hingga 8 ton perhektar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tapi produksi ini bergantung pada ketersediaan lahan, terutama di wilayah Kedungkandang. Jika dilakukan tumpangsari, luas tanam bisa lebih besar. Namun, jika petani menanam satu jenis komoditas dalam satu hamparan, maka hasilnya akan menyesuaikan dengan komoditi yang dipilih,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Di tahun 2025 ini, Dispangtan Kota Malang juga memfasilitasi 600 kg benih jagung untuk 50 hektar lahan, sementara sisanya dipenuhi secara mandiri oleh petani. Selain itu, Kota Malang juga mengusulkan bantuan 2.000 kg benih padi untuk tahun 2025, sama seperti tahun sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Untuk mendukung produktivitas pertanian, pemerintah juga menyediakan pupuk subsidi dengan alokasi 501 ton urea dan 625 ton NPK pada awal 2025. Biasanya di akhir tahun akan ada tambahan alokasi setelah usulan dari petani, poktan, dan gapoktan dikirim ke provinsi, lalu ke pusat,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain pupuk, Dispangtan Kota Malang juga mengusulkan berbagai bantuan alat pertanian, seperti hand sprayer, hand tractor, jaring pengaman bulir padi, serta pestisida dan insektisida. Petani bisa mengajukan bantuan ini melalui poktan dengan mengirimkan surat atau proposal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Harapan kami dengan optimalisasi ini, produksi pertanian di Kota Malang dapat terus meningkat,&#8221; imbuh Slamet. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218853</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PMK Pasuruan Tak Pengaruhi Produksi Susu Segar, Tahun 2024 Hasilkan 97 Juta Liter</title>
		<link>https://memontum.com/pmk-pasuruan-tak-pengaruhi-produksi-susu-segar-tahun-2024-hasilkan-97-juta-liter</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jan 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[hasilkan]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruhi]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<category><![CDATA[segar,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218095</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Munculnya kembali kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sejak akhir tahun 2024 lalu, tidak berdampak pada produksi susu dan daging sapi di Kabupaten Pasuruan. Hal ini, seperti disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Prasarana, Sarana dan Usaha Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, Muhammad Syaifi, Jumat (03/01/2025) tadi. Diterangkan, bahwa sapi-sapi yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Munculnya kembali kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sejak akhir tahun 2024 lalu, tidak berdampak pada produksi susu dan daging sapi di Kabupaten Pasuruan. Hal ini, seperti disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Prasarana, Sarana dan Usaha Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, Muhammad Syaifi, Jumat (03/01/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diterangkan, bahwa sapi-sapi yang dinyatakan positif PMK bukanlah sapi perah. Namun, melainkan sapi potong. Sehingga, untuk produksi susu sampai sekarang masih aman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Produksi susu sapi segar di Kabupaten Pasuruan, tetap aman. Tidak terlalu berdampak banyak, meski kasus PMK mulai merebak lagi di Kabupaten Pasuruan,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dijelaskannya, produksi susu sapi perah selama tahun 2024 kemarin, mencapai 97.112.202 liter. Dari jumlah tersebut, produksi paling banyak ada di wilayah Kecamatan Tutur. Totalnya, ada sebanyak 30.536.818 liter. Kemudian di wilayah Kecamatan Lekok, dengan 20.391.093 liter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, ada di wilayah Kecamatan Puspo dengan 15.765.314 liter dan 10 kecamatan penghasil lainnya, seperti Purwodadi, Purwosari, Lumbang, Pasrepan, Tosari, Rejoso, Grati, Pandaan, Kejayan dan Prigen. &#8220;Kalau sentra susu segar tetap ada di Kecamatan Tutur, Lekok dan Puspo. Total ada 13 wilayah kecamatan penghasil susu sapi segar,&#8221; jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain tidak berpengaruh pada produksi susu segar, tambahnya, harganya pun juga sama dengan sebelumnya. Hanya saja, untuk harga susu segar tergantung dari kualitas susu yang berasal dari peternak. Besarannya antara Rp 7 ribu sampai Rp 8 ribu perliter.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Harga susu segar ditentukan dari kualitas susu segar yang dihasilkan. Intinya di kisaran antara Rp 7 ribu sampai Rp 8 ribu persatu liter,&#8221; urainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu bagaimana dengan produksi daging sapi di Kabupaten Pasuruan, Syaifi menegaskan, bahwa selama setahun terakhir, produksi daging sapi potong mencapai 1.917.721 kilogram. Dari 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan, produksi paling besar ada di wilayah Kecamatan Prigen, yakni mencapai 281.217 kilogram. Kemudian Kecamatan Wonorejo dengan 145.465 kilogram, Kecamatan Sukorejo dengan 144.091 kilogram, Kecamatan Gempol dengan 113.906 kilogram dan kecamatan lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk sapi-sapi yang terkena PMK, kebanyakan sapi baru yang didatangkan dari luar Kabupaten Pasuruan. Sehingga, langsung dikarantina, diobati sampai sembuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Paling banyak sapi baru datang dari luar Kabupaten Pasuruan, mungkin terkontaminasi dan akhirnya seperti membawa virus dari luar daerah kemudian masuk di wilayah Kabupaten Pasuruan,&#8221; ucapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, tidak berdampaknya PMK pada produksi susu sapi segar, dibuktikan dengan semakin banyaknya permintaan dari Industri Pengolahan Susu (IPS) kepada koperasi susu di Kabupaten Pasuruan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, Bendahara KPSP Setia Kawan, Farhan Susanto, mengatakan dalam sehari, susu segar yang diproduksi mencapai 100.000 liter. Jumlah tersebut didapatkan dari 20 ribu ekor sapi dan dikirim ke 7 IPS, seperti Indolakto, Cimory, Frisian Flag, Freshland, Diamon, Greenfiled dan Sari Husada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami inginnya 130 ton per hari, tapi karena populasi sapinya turun , jadi masih kita pertimbangkan lagi untuk rencana berikutnya. Untuk harganya di atas Rp 8.800 per liternya,&#8221; ucapnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218095</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
