<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>produsen &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/produsen/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 Mar 2024 17:39:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>produsen &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bahan Baku Sulit, Produsen Cincau di Kota Malang Kebanjiran Permintaan selama Ramadan</title>
		<link>https://memontum.com/bahan-baku-sulit-produsen-cincau-di-kota-malang-kebanjiran-permintaan-selama-ramadan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Mar 2024 05:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[cincau]]></category>
		<category><![CDATA[kebanjiran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[permintaan]]></category>
		<category><![CDATA[produsen]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[selama]]></category>
		<category><![CDATA[sulit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205038</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Bulan Ramadan membawa berkah tersendiri produsen Cincau di Kota Malang. Adalah Hariyati, yang mengaku merasakan berkah itu, meskipun di satu sisi juga kesulitan mencari bahan baku daun cincau. Diterangkannya, salah satu sulitnya bahan baku karena dipengaruhi oleh musim penghujan. Sehingga, dirinya harus mendapatkan dari kota lain. Apalagi, bahan baku sagu yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Bulan Ramadan membawa berkah tersendiri produsen Cincau di Kota Malang. Adalah Hariyati, yang mengaku merasakan berkah itu, meskipun di satu sisi juga kesulitan mencari bahan baku daun cincau.</p>



<p>Diterangkannya, salah satu sulitnya bahan baku karena dipengaruhi oleh musim penghujan. Sehingga, dirinya harus mendapatkan dari kota lain. Apalagi, bahan baku sagu yang digunakannya, pun saat ini sedang mengalami peningkatan harga.</p>



<p>“Secara keuntungannya turun 4 persen. Itu karena, saat ini daun caunya sulit didapatkan. Kalaupun ada, itu mahal, sepertinya karena pengaruh cuaca, hujan terus. Kita pakai daun caunya ini dari Ponorogo. Kualitasnya bagus, hitam dan kenyal,&#8221; katanya, Jumat (15/03/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga;</strong></p>





<p>Di Ramadan ini, Hariyati tidak menapik jika dirinya kebanjiran permintaan. Perharinya, dirinya dapat memproduksi cincau sebanyak 250 hingga 300 blek. Sedangkan, di hari biasa hanya memproduksi 30 sampai 40 blek.</p>



<p>“Tentu berbeda jauh ketika hari biasa dengan Ramadan. Karena permintaan saat Ramadan, ini luar biasa. Kalau biasanya itu hanya 30 sampai 40, sekarang per hari sampai 300 blek. Kalau cuacanya hujan, tidak mendukung hanya 250 blek saja,” ujarnya.</p>



<p>Ditambahkannya, jika cincau-cincau tersebut dipasarkan ke beberapa pasar tradisional yang ada di Kota Malang. Seperti, Pasar Bunulrejo, Pasar Kebalen, Pasar Blimbing, hingga Pasar Gadang. Untuk satu bleknya dihargai Rp 50 ribu, dengan berat 25 kg.</p>



<p>“Meskipun sekarang sudah banyak yang meniru kita, tetapi bersyukur semua langganan itu masih datang ke kita, rezekinya kita,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, dalam proses pembuatan cincau tersebut membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima jam per 20 blek. Dalam pengerjaannya, Hariyati dibantu dengan empat orang pegawainya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205038</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Atasi Permasalahan Sampah di Jember, Bupati Hendy Kunjungi Produsen Manggot Terbesar di Asia</title>
		<link>https://memontum.com/atasi-permasalahan-sampah-di-jember-bupati-hendy-kunjungi-produsen-manggot-terbesar-di-asia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Mar 2024 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[manggot]]></category>
		<category><![CDATA[permasalahan]]></category>
		<category><![CDATA[produsen]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[terbesar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206697</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, didampingi Dandim 0824 Jember, Letkol Inf Rahmat Cahyo Dinarso dan Sekda Jember Hadi Sasmito, mengunjungi produsen maggot skala besar yaitu PT Bio Cycle Indo di Jalan Teratai Raya Desa Sei Putih, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Jumat (01/03/2024) tadi. Sekedar diketahui, perusahaan ini selain besar juga sudah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, didampingi Dandim 0824 Jember, Letkol Inf Rahmat Cahyo Dinarso dan Sekda Jember Hadi Sasmito, mengunjungi produsen maggot skala besar yaitu PT Bio Cycle Indo di Jalan Teratai Raya Desa Sei Putih, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Jumat (01/03/2024) tadi. Sekedar diketahui, perusahaan ini selain besar juga sudah beberapa kali melakukan transaksi komoditas maggot dalam skala nasional maupun internasional. Tidak hanya raw material berupa hewan maggot, perusahaan ini juga memproduksi produk turunan, salah satunya yang menarik ialah pupuk berbahan dasar maggot.</p>



<p>Dalam kunjungan ini, Bupati Jember bersama rombongan dipandu langsung oleh pemilik perusahaan PT Bio Cycle Indo, Budi Tanaka, guna meninjau berbagai tahapan produksi maggot. &#8220;Saya dipandu langsung oleh owner PT Bio Cycle Indo, produsen maggot terbesar di Asia. Luar biasa, mudah-mudahan Jember sebentar lagi punya pabrik seperti ini juga. Amin,” kata Bupati Hendy Siswanto.</p>



<p>Sementara itu, pemilik PT Bio Cycle Indo, Budi Tanaka, menyampaikan bahwa budidaya maggot terbilang cukup menjanjikan. Karena, maggot merupakan alternatif sumber protein yang relatif lebih murah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga mengatakan, maggot dapat menekan biaya pakan dalam industri peternakan, yang berkontribusi sekitar 70 hingga 75 persen dari total biaya produksi. Bahkan, untuk mencapai hasil yang optimal, kebutuhan sampah untuk pakan maggot bisa mencapai 1:8. Artinya, untuk 1 kg maggot, dapat mengurai kurang lebih 8 kg sampah organik dalam 24 jam. Angka tersebut, tentunya bisa saja berubah sesuai kondisi.</p>



<p>“Jika pembudidaya ingin meraih hasil lebih baik, asupan pakan bisa ditingkatkan. Begitu pula sebaliknya,” kata Budi Tanaka.</p>



<p>Diketahui, bahwa Bupati Jember Hendy Siswanto sejak 2022 telah menjajaki industri maggot untuk menjadi solusi permasalahan sampah dan bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat Kabupaten Jember. Mengingat, hewan maggot dapat mengurai sampah organik dengan cepat. Kemudian setelah maggot besar, bisa dijadikan pakan ternak dan produk turunan lainnya yang pastinya memiliki manfaat ekonomi. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206697</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
