<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Proklim &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/proklim/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jan 2026 07:02:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Proklim &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Lima RW di Kota Malang Raih Penghargaan Proklim, Arjosari Borong Trophy Utama</title>
		<link>https://memontum.com/lima-rw-di-kota-malang-raih-penghargaan-proklim-arjosari-borong-trophy-utama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[arjosari,]]></category>
		<category><![CDATA[borong]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[Proklim]]></category>
		<category><![CDATA[trophy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229524</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara langsung menyerahkan penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) kepada lima RW Kota Malang, di Balai Kota Malang, Senin (19/01/2026) tadi. Dari lima RW tersebut, satu RW berhasil meraih Penghargaan Proklim Utama Trophy, yakni RW 02 Kelurahan Arjosari, sementara empat RW lainnya menerima Penghargaan Proklim Utama Sertifikat. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara langsung menyerahkan penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) kepada lima RW Kota Malang, di Balai Kota Malang, Senin (19/01/2026) tadi. Dari lima RW tersebut, satu RW berhasil meraih Penghargaan Proklim Utama Trophy, yakni RW 02 Kelurahan Arjosari, sementara empat RW lainnya menerima Penghargaan Proklim Utama Sertifikat.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasinya kepada sejumlah RW-RW. Itu karena, mereka telah peduli dengan iklim dan lingkungan hidup yang penerapannya sangat bergantung pada kesadaran masyarakat.</p>



<p>“RW-RW yang mendapatkan penghargaan ini sudah menerapkan upaya nyata dalam menjaga lingkungan. Di Arjosari misalnya, sudah ada sumur resapan, sumur injeksi, ruang terbuka hijau yang terjaga, serta pemanfaatan bantaran sungai sebagai sarana edukasi lingkungan,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari keterlibatan aktif warga yang tumbuh dari kesadaran sendiri, bukan karena instruksi pemerintah. Karenanya, dirinya berharap capaian tersebut dapat menjadi contoh bagi RW lainnya di Kota Malang agar menerapkan langkah serupa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Warga sadar bahwa menjaga lingkungan adalah kewajiban bersama. Dampaknya kembali ke mereka sendiri, mulai dari udara bersih hingga meminimalisir banjir. Namun, pastinya peran serta masyarakat yang menjadi poin utama,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, berharap agar dari empat kelurahan penerima penghargaan dapat mempertahankan kinerja lingkungannya. Sehingga, ke depan bisa diusulkan ke tingkat nasional.</p>



<p>&#8220;Dari 5 RW tersebut yang menerima penghargaan, Pemkot Malang memberikan apresiasi masing-masing 15 juta untuk dana pembinaan. Kemudian dari Provinsi memberikan bantuan tempat sampah termasuk juga sepeda motor roda tiga untuk pengangkutan sampah,&#8221; tutur Raymond.</p>



<p>Lebih lanjut Raymond berharap, agar tiga kecamatan lainnya, yakni Klojen, Sukun dan Lowokwaru, dapat meningkatkan partisipasi dalam Proklim. “Kebersihan dan kelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab DLH atau Pemkot, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Kota Malang,” imbuh Raymond.</p>



<p>Sebagai informasi, empat RW yang meraih Penghargaan Proklim Utama Sertifikat, diantaranya RW 03 Kelurahan Kotalama, RW 13 Kelurahan Madyopuro, RW 02 dan RW 09 Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229524</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang dan Komunitas Proklim Raih Penghargaan Nasional, Wali Kota Wahyu Konsistensi Komitmen Iklim</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-dan-komunitas-proklim-raih-penghargaan-nasional-wali-kota-wahyu-konsistensi-komitmen-iklim</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[konsistensi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[Proklim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228322</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama komunitas Program Kampung Iklim (Proklim) kembali membuahkan prestasi. Adalah dua penghargaan sekaligus, yang berhasil diraih dalam ajang apresiasi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), yang digelar di Jakarta, Senin (01/12/2025) tadi. Penghargaan pertama, diterima langsung oleh Wali Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama komunitas Program Kampung Iklim (Proklim) kembali membuahkan prestasi. Adalah dua penghargaan sekaligus, yang berhasil diraih dalam ajang apresiasi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), yang digelar di Jakarta, Senin (01/12/2025) tadi.</p>



<p>Penghargaan pertama, diterima langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, sebagai Pembina Proklim. Predikat itu diberikan, atas kebijakan dan keberpihakan Wali Kota Wahyu dalam mendorong mitigasi serta adaptasi masyarakat menghadapi perubahan iklim.</p>



<p>Sementara, untuk penghargaan kedua diserahkan kepada komunitas Proklim RW 02 Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, yang dinilai berhasil mengeksekusi kebijakan kepala daerah melalui aksi nyata dalam memperkuat ketahanan iklim dan menekan emisi gas rumah kaca. Atas pencapaian tersebut, pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang itu, menyampaikan apresiasi sekaligus mengingatkan pentingnya prinsip fundamental dalam menjaga keberlanjutan di tengah tantangan iklim global.</p>



<p>“Selamat kepada Proklim RW 02 Arjosari. Ini merupakan pencapaian yang bisa menjadi tolok ukur. Namun ada tantangan yang harus disikapi dengan baik, yakni kebijakan yang berkelanjutan dan konsistensi terhadap komitmen yang sudah dibangun,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menegaskan, bahwa penerapan kebijakan Proklim harus merata di seluruh kelurahan. Hal itu, menjadi bukti komitmen kuat dari hulu ke hilir serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.</p>



<p>“Ini bagian dari salah satu dasa bhakti, yaitu Ngalam Seger. Kami akan perluas di 57 kelurahan, semua punya Proklim. Harapan saya, kebijakan ini berkelanjutan, tidak parsial, semua melakukan,” tegasnya.</p>



<p>Selain itu, Wali Kota Wahyu juga menekankan pentingnya kontinuitas dalam menjaga komitmen bersama. Semua pihak, mulai dari Pemkot Malang hingga komunitas dan masyarakat, disebutnya harus memiliki cara pandang dan visi yang sama.</p>



<p>“Karena itu, saya mengajak semua masyarakat untuk bersama menjaga dan merawat Kota Malang. Melalui dasa bhakti, saya bersama Wakil Wali Kota akan terus berupaya menyelesaikan berbagai persoalan sebagai wujud tanggung jawab kepada masyarakat,” imbuh Wahyu. <strong>(kom/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228322</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DLH Kota Malang Dorong 10 RW Masuk Proklim, Targetkan Arjowinangun Capai Kelas Lestari 2026</title>
		<link>https://memontum.com/dlh-kota-malang-dorong-10-rw-masuk-proklim-targetkan-arjowinangun-capai-kelas-lestari-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Arjowinangun]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[lestari]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Proklim]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227057</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang tengah mempersiapkan 10 RW untuk mengikuti Program Kampung Iklim (Proklim) di tahun 2025 dan 2026. Program tersebut, merupakan upaya Nasional pengendalian perubahan iklim berbasis masyarakat yang dinilai langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan DLH Kota Malang, Tri Santoso, menyampaikan bahwa lima [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang tengah mempersiapkan 10 RW untuk mengikuti Program Kampung Iklim (Proklim) di tahun 2025 dan 2026. Program tersebut, merupakan upaya Nasional pengendalian perubahan iklim berbasis masyarakat yang dinilai langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan DLH Kota Malang, Tri Santoso, menyampaikan bahwa lima RW yang akan diajukan untuk Proklim Utama, diantaranya adalah di RW 02 Kelurahan Arjosari, RW 03 Kelurahan Kotalama, RW 13 Kelurahan Madyopuro, RW 02 dan RW 09 Kelurahan Arjowinangun. Untuk di RW 5 Arjowinangun, disiapkan menuju kelas Lestari, level tertinggi dalam Proklim setelah kelas Pratama, Madya dan Utama.</p>



<p>&#8220;Sebenarnya ada beberapa kandidat kami untuk menuju Lestari. Namun untuk prosesnya, itu tidak bisa dilakukan dalam satu atau dua tahun. Ini butuh waktu dan tahapan panjang. Sehingga, saat ini baru satu RW yang kami uji coba, sambil melihat progresnya karena kandidat lain juga sedang kami persiapkan. Setiap kali ada kegiatan ke kampung Proklim di RW 5 Arjowinangun, antusiasmenya luar biasa,&#8221; ujar Trisan-sapaannya, Jumat (24/10/2025) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa untuk naik ke kelas Lestari, sebuah wilayah harus meraih kelas Utama setelah 3 tahun, kemudian baru bisa dinaikkan ke Lestari. Dengan memiliki 10 kampung binaan. Dalam hal ini, DLH Kota Malang terus mendampingi mulai dari tahap administrasi, pengisian data daring, hingga pendokumentasian kegiatan seperti kerja bakti, pengelolaan sampah dan urban farming.</p>



<p>&#8220;Bahkan kami menyediakan tenaga untuk pengisian form onlinenya. Kemudian kami membantu mengarahkan apa yang kurang tepat, misalnya pendokumentasiannya kurang, seperti itu,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain itu, DLH Kota Malang juga mendorong inovasi berjenjang melalui Kampung Bersinar (Bersih dan Asri) di tingkat kota. Kemudian, Berseri di tingkat provinsi, hingga Proklim di tingkat nasional. Saat ini, Kota Malang memiliki sekitar 25 hingga 30 RW yang sudah masuk level Proklim, dengan satu kandidat disiapkan menuju Lestari 2026.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Proklim ini bukan sulapan atau lomba sesaat. Mereka bergerak bertahun-tahun, bahkan sejak 2020 sudah aktif di program Bersinar. Untuk penilaian proklim itu ada tiga indikator, ada adaptasi, mitigasi dan kelembagaan,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain manfaat lingkungan, program ini menurutnya juga menciptakan ekonomi sirkular di masyarakat. Yakni melalui pengelolaan bank sampah, produk minuman lokal seperti bunga telang dan kerajinan berbahan daur ulang.</p>



<p>DLH berharap, Proklim menjadi gerakan sosial lintas generasi.</p>



<p>&#8220;Ini soal perubahan mindset. Kami ingin konservasi dan pengelolaan lingkungan menjadi gaya hidup warga, sejalan dengan semangat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut, dalam mendukung Proklim di Kota Malang menurutnya juga datang dari Forum CSR, perguruan tinggi, serta pelaku usaha seperti hotel yang menyalurkan bantuan. Untuk bentuk bantuannya disebutkan tidak berupa uang, melainkan fasilitasi alat, pendampingan dan program pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kebutuhan warga.</p>



<p>&#8220;Jadi masyarakat sendiri yang cerita apa yang mereka butuhkan ke pihak CSR tersebut. Seperti, kemarin kami dihubungi oleh salah satu hotel yang kemudian pihak hotel itu kami ajak survei ke lapangan langsung, melihat sendiri dan akhirnya menyanggupi untuk memberikan CSR mereka untuk kampung Proklim,&#8221; imbuh Trisan.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk lima RW menuju Utama di tahun 2026 diantaranya RW 11 Kelurahan Merjosari, RW 06 Balearjosari, RW 01 Tunjungsekar, RW 13 Pandanwangi dan RW 06 Karangbesuki. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227057</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DLH Kota Malang Bidik Penambahan Kampung Proklim di Tiap Kecamatan</title>
		<link>https://memontum.com/dlh-kota-malang-bidik-penambahan-kampung-proklim-di-tiap-kecamatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penambahan]]></category>
		<category><![CDATA[Proklim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223682</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang terus mendorong penguatan Program Kampung Iklim (Proklim) sebagai upaya peningkatan kesadaran lingkungan masyarakat. Tahun 2025 ini, direncanakan akan menambah kampung binaan Proklim di setiap kecamatan. Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaja, menyampaikan bahwa pihaknya masih akan terus melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan Proklim. Termasuk, menyelaraskan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang terus mendorong penguatan Program Kampung Iklim (Proklim) sebagai upaya peningkatan kesadaran lingkungan masyarakat. Tahun 2025 ini, direncanakan akan menambah kampung binaan Proklim di setiap kecamatan.</p>



<p>Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaja, menyampaikan bahwa pihaknya masih akan terus melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan Proklim. Termasuk, menyelaraskan dengan program lingkungan Pemkot Malang dan Pemkab Malang.</p>



<p>“Terkait Proklim, itu kemarin masih terus kami sosialisasikan. Termasuk, bagaimana konsep yang telah menjadi mandatory Pemkot dengan Pemkab. Sekarang kami sedang mencari dan mendorong wilayah untuk bisa menambah jumlah kampung Proklim,” ujar Rahman, Sabtu (05/07/2025) tadi.</p>



<p>Dikatakan Rahman, penambahan kampung Proklim penting untuk menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap perilaku ramah lingkungan. Selain itu, DLH Kota Malang juga mendorong penyediaan struktur dan infrastruktur pendukung yang sesuai dengan konsep berkelanjutan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Ini perlu kesadaran masyarakat terkait perilaku berlingkungan yang baik. Termasuk juga bagaimana menyediakan infrastruktur yang mendukung kegiatan lingkungan,” katanya.</p>



<p>Adapun target penambahan kampung Proklim di tahun 2025 ini diproyeksikan mencapai lima hingga enam kampung di setiap kecamatan. &#8220;Harapan kami, setiap kecamatan bisa mengusulkan lima sampai enam kampung. Itu jumlahnya akan terus bertambah setiap tahunnya,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Meski demikian, Rahman mengakui bahwa partisipasi masyarakat dan penyebaran informasi terkait Proklim belum merata. Oleh karena itu, DLH Kota Malang terus melakukan pendekatan dan edukasi agar cakupan program semakin luas.</p>



<p>“Bentuk sosialisasi dan keikutsertaan masyarakat memang masih belum merata. Harapannya, ke depan bisa lebih banyak yang terlibat,” imbuh Rahman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223682</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lima Wilayah di Lumajang Terima Penghargaan Proklim Kategori Utama</title>
		<link>https://memontum.com/lima-wilayah-di-lumajang-terima-penghargaan-proklim-kategori-utama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Sep 2024 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kategori]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[Proklim]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214002</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Lima wilayah di Kabupaten Lumajang ditetapkan menjadi Desa atau Kelurahan Proklim (Program Kampung Iklim) Kategori Utama di Gedung Graha Wisata Surabaya, Selasa (10/09/2024) tadi. Penghargaan penetapan itu, diberikan dalam kegiatan &#8216;Sosialisasi dan Penyerahan Penghargaan Program Kampung Iklim Kategori Utama Sertifikat dan Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Jawa Timur&#8217; oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Lima wilayah di Kabupaten Lumajang ditetapkan menjadi Desa atau Kelurahan Proklim (Program Kampung Iklim) Kategori Utama di Gedung Graha Wisata Surabaya, Selasa (10/09/2024) tadi. Penghargaan penetapan itu, diberikan dalam kegiatan &#8216;Sosialisasi dan Penyerahan Penghargaan Program Kampung Iklim Kategori Utama Sertifikat dan Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Jawa Timur&#8217; oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur. Lima penerima itu, diantaranya Desa Pakel-Kecamatan Gucialit, RW 01 Kelurahan Ditotrunan-Kecamatan Lumajang, RW 28 Kelurahan Tompokersan-Kecamatan Lumajang, Desa Sidomulyo-Kecamatan Pronojiwo dan Desa Pandansari-Kecamatan Senduro.</p>



<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jatim, Jempin Marbun, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa Program Kampung Iklim merupakan bukti partisipasi masyarakat terhadap perubahan iklim. Masyarakat diajak untuk berpartisipasi dalam mewujudkan perubahan iklim yang lebih baik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Bagaimana kita dilibatkan, bagaimana masyarakat dilibatkan, dilakukan penanaman pohon, pengolahan sampah ini supaya apa? Supaya emisi dapat dikendalikan. Kita tahu iklim kita juga tidak baik-baik saja. Ini yang harus kita lakukan untuk memperbaiki keadaan,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Hertutik, yang juga hadir mengaku bersyukur atas raihan Kabupaten Lumajang, yang telah mendapatkan lima penghargaan Proklim Kategori Utama Sertifikat dan empat penghargaan Adiwiyata Tingkat Provinsi Jatim.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, ini keberhasilan kita semua. Tentu ini juga harus ditingkatkan terus sebagai langkah untuk menciptakan kondisi bumi yang lebih baik ke depan. Jaga lingkungan, jaga bumi kita,&#8221; jelasnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214002</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Raih Penghargaan Proklim Utama, Ketua Proklim Sumberwuluh Lumajang Sebut Semangat Kolektif Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/raih-penghargaan-proklim-utama-ketua-proklim-sumberwuluh-lumajang-sebut-semangat-kolektif-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Aug 2024 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[kolektif]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[Proklim]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[sumberwuluh]]></category>
		<category><![CDATA[utama,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212881</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, baru-baru ini berhasil menerima kehormatan besar dengan dianugerahi Penghargaan Tropi Program Kampung Iklim (Proklim) Utama oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Penghargaan prestisius tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, dalam sebuah upacara bergengsi di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (09/08/2024) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, baru-baru ini berhasil menerima kehormatan besar dengan dianugerahi Penghargaan Tropi Program Kampung Iklim (Proklim) Utama oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Penghargaan prestisius tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, dalam sebuah upacara bergengsi di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (09/08/2024) lalu.</p>



<p>Penghargaan Tropi Proklim Utama ini, merupakan bentuk pengakuan atas komitmen dan dedikasi luar biasa masyarakat Desa Sumberwuluh, dalam upaya pelestarian lingkungan. Program Kampung Iklim yang diinisiasi oleh KLHK, bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui upaya adaptasi dan mitigasi yang berkelanjutan di tingkat lokal.</p>



<p>Ketua Proklim Desa Sumberwuluh, Samsul Arifin, saat dikonfirmasi menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian yang diterima oleh desanya. Termasuk, ucapan terima kasih untuk masyarakat, pemerintah daerah dan pemerintah pusat.</p>



<p>&#8220;Kami awalnya mengikuti Proklim untuk menambah pengalaman. Tetapi alhamdulillah, kami berhasil mendapat penghargaan ini. Ini adalah hasil kerja keras dan gotong royong seluruh masyarakat Desa Sumberwuluh,&#8221; katanya, Senin (12/08/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Cak Sul-panggilan akrab Samsul Arifin, juga menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja sama dan semangat kolektif masyarakat desa dalam berbagai aktivitas lingkungan. Salah satunya, seperti kegiatan penanaman pohon, pengelolaan sampah berbasis komunitas serta pemanfaatan energi terbarukan. Semuanya bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.</p>



<p>&#8220;Saya merasa terhormat, dapat mewakili masyarakat Desa Sumberwuluh dalam menerima penghargaan ini. Selain itu, kesempatan ini juga memperluas jaringan kami dengan pelaku lingkungan di seluruh Indonesia,&#8221; katanya.</p>



<p>Dirinya berharap, penghargaan tersebut bisa memotivasi desa-desa lain untuk berinovasi dan aktif dalam melestarikan lingkungan. Acara penganugerahan tersebut dihadiri oleh pejabat tinggi negara, organisasi lingkungan dan perwakilan desa-desa partisipan Program Kampung Iklim.</p>



<p>Dengan diraihnya Tropi Proklim Utama ini, Desa Sumberwuluh tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Tetapi juga, menjadi contoh inspiratif bagi desa-desa lain dalam mengimplementasikan program-program lingkungan yang berdampak positif. Keberhasilan tersebut, tentunya membuktikan bahwa dengan komitmen dan kerja keras, masyarakat dapat memainkan peran penting dalam menghadapi perubahan iklim dan menjaga bumi tetap hijau dan sehat. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212881</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pj Wali Kota Probolinggo Terima Raihan Penghargaan Apresiasi Pembinaan Proklim</title>
		<link>https://memontum.com/pj-wali-kota-probolinggo-terima-raihan-penghargaan-apresiasi-pembinaan-proklim</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Aug 2024 14:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[pembinaan]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Proklim]]></category>
		<category><![CDATA[raihan]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212827</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Pj Wali Kota Probolinggo, Nurkholis, menerima Penghargaan Apresiasi Pembinaan Proklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), atas partisipasi aktif dalam pembinaan Proklim di daerah, Jumat (09/08/2024) tadi. Penghargaan tersebut, diserahkan langsung oleh Menteri LHK Siti Nurbaya, pada puncak Festival LIKE 2 di Jakarta Convention Center (JCC). Tahun ini, KLHK membagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Pj Wali Kota Probolinggo, Nurkholis, menerima Penghargaan Apresiasi Pembinaan Proklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), atas partisipasi aktif dalam pembinaan Proklim di daerah, Jumat (09/08/2024) tadi. Penghargaan tersebut, diserahkan langsung oleh Menteri LHK Siti Nurbaya, pada puncak Festival LIKE 2 di Jakarta Convention Center (JCC).</p>



<p>Tahun ini, KLHK membagi dalam dua kategori nominasi yaitu Proklim Lestari dan Proklim Utama. Kategori Proklim ditetapkan berdasarkan nilai akhir yang merupakan hasil perhitungan nilai komponen kegiatan adaptasi, mitigasi dan dukungan keberlanjutan.</p>



<p>“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah komitmen mendukung Proklim selama ini. Semoga ke depan lebih banyak RW di kelurahan yang melakukan kegiatan serupa. Karena dampak perubahan iklim menjadi tanggung jawab bersama dalam melakukan aksi mitigasi secara berkelanjutan, demi generasi mendatang,” kata Pj Wali Kota Nurkholis, seusai mengikuti seremoni acara.</p>



<p>Ada pun wilayah di Kota Probolinggo yang menerima sertifikat utama Proklim, yaitu RW 3 Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, RW 2 Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan RW 6 Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok. Tahun ini, Trophy Proklim Lestari diberikan kepada 34 kampung iklim dan Trophy Proklim Utama kepada 55 kampung iklim. Selain trophy, diberikan juga penghargaan berupa Sertifikat Proklim Utama kepada 416 kampung iklim yang tersebar di Indonesia.</p>



<p>Apresiasi juga diberikan kepada pemerintah daerah yang telah menetapkan kebijakan atau peraturan Proklim di tingkat daerah dan melakukan pembinaan Proklim di wilayah. Apresiasi Pembina Proklim diberikan kepada 10 Pemerintah Daerah Provinsi dan 53 di tingkat kabupaten dan kota. Selain itu, KLHK juga memberikan apresiasi Pendukung Proklim kepada 40 instansi dan lembaga.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Diketahui, perubahan iklim merupakan salah satu isu yang saat ini sedang hangat diperbincangkan warga global. Pasalnya, dampak dari perubahan iklim sudah mulai terasa. Sehingga, penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi KLHK terhadap pihak terkait dalam pelaksanaan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.</p>



<p>Lewat penghargaan tersebut, diharapkan mampu mendorong banyak pihak untuk bersama mengatasi dampak dari perubahan iklim. Sehingga, bisa memastikan terjadinya keberlanjutan kehidupan dengan lingkungan yang terjaga bagi generasi mendatang.</p>



<p>Sekedar diketahui, Festival LIKE 2 merupakan agenda yang merangkum akumulasi kerja-kerja dan langkah korektif bidang Lingkungan Hidup, Iklim, Kehutanan dan Energi (khususnya energi terbarukan). Adapun tema yang diambil dalam festival ini yaitu &#8217;10 Tahun Kerja untuk Sustainabilitas&#8217;.</p>



<p>Sejumlah inovasi Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo yang mendukung Proklim, diantaranya seperti Aksi mitigasi adaptasi dengan gerakan perubahan iklim perbanyak lubang biopori lubang besar (Si Mak Ngebor Lober), Jemput sampah organik (Jepanik), Kemput sampah bank sampah (Jepanas), Jati kampung sayur (Kang Say), Sumber wetan pemanfaatan limbah kayu jadi alat rumah tangga.</p>



<p>Serta, ada juga upaya mengatasi Perubahan Iklim Serap Emisi Gas Rumah Kaca dengan penanaman pohon. Melalui penanaman 1000 pohon Mangga di TWSL, penanaman 1000 Mangrove di BJBR lalu penanaman 5000 Mangrove dengan KTI dan Polresta, penanaman 1000 Mangrove bersama Pramuka, penanaman 100 pohon Tabebuya di Triwung Kidul, 1000 Mangrove bersama 200 fotografer dunia. <strong>(kom/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212827</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penilaian dan Verifikasi di Wilayah RW 02 Kebonsari, DLH Kota Malang Targetkan Penghargaan Proklim Utama</title>
		<link>https://memontum.com/penilaian-dan-verifikasi-di-wilayah-rw-02-kebonsari-dlh-kota-malang-targetkan-penghargaan-proklim-utama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jul 2024 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kebonsari,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[Penilaian]]></category>
		<category><![CDATA[Proklim]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<category><![CDATA[Verifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211324</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Empat wilayah di Kota Malang masuk dalam penilaian Program Kampung Iklim (Proklim) yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Salah satunya, yaitu wilayah RW 02 Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Selasa (02/07/2024) tadi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan bahwa penilaian itu dilakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Empat wilayah di Kota Malang masuk dalam penilaian Program Kampung Iklim (Proklim) yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Salah satunya, yaitu wilayah RW 02 Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Selasa (02/07/2024) tadi.</p>



<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan bahwa penilaian itu dilakukan guna untuk mendapatkan tropi atau penghargaan dengan predikat Proklim Utama. Sehingga, dilakukan verifikasi dan tinjauan langsung oleh penilai dari KLHK.</p>



<p>“Jadi memang ada tahapan-tahapan yang sebelumnya itu, sudah dilakukan dan nanti akan menerima penghargaan. Kebetulan RW 02 di Kelurahan Kebonsari, ini berkesempatan untuk masuk dalam nominasi. Harapannya, mudah-mudahan bisa meraih Proklim Utama,” kata Rahman.</p>



<p>Kemudian, disebutkannya bahwa Kota Malang masuk dalam Proklim unggulan dari 500 Proklim se Indonesia. Karena, mampu menyumbangkan 5 persen dari total peserta di Jawa Timur. Apalagi, Kota Malang juga konsisten dalam penyediaan peserta.</p>



<p>“Tiap tahunnya dari segi jumlah peserta kita terus menigkat. Kemudian juga karena keterlibatan berbagai pihak, baik dalam bentuk CSR ataupun kerjasama sosial,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan kelayakan dan berbagai inovasi yang dimiliki oleh setiap wilayah Proklim tersebut, DLH Kota Malang tentunya juga cukup bangga. Karena memiliki keunikan tersendiri. Seperti urban farming, yang menjadi urban smart farming dan berbagai pemanfaatan lainnya.</p>



<p>“Jadi ada beberapa teknologi yang dipakai. Kemudian ada konservasi teknologi, ada juga sumur resapan sampai juga membangun tadah hujan untuk menyimpan air. Bahkan, tadah hujannya ini malah terbesar di Jawa Timur yang dibangun oleh masyarakat RW 02 ini. Kemudian ada pemanfaatan karamba di sisi sungai itu. Ada banyak inovasi yang dilakukan oleh masyarakat RW,” jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut Rahman juga menyampaikan, bahwa DLH Kota Malang hanya sebagai pengawas dan pendamping Proklim di lingkungan Pemkot Malang. Karena hasil dan manfaat yang besar akan dirasakan sendiri oleh warga RW tersebut.</p>



<p>“Selain lingkungannya jadi bersih, rapi, indah dan ramah, itu juga sudah melakukan upaya aktif dalam rangka menghadapi perubahan iklim yang terjadi. Apalagi ada kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat, support CSR, hingga perguruan tinggi,” tuturnya.</p>



<p>Diakhir, Rahman berharap agar Proklim di wilayah tersebut nantinya dapat menjadi sebuah motivasi atau contoh untuk di wilayah lainnya. &#8220;Mudah-mudahan nanti wilayah lain dapat segera menyusul, karena memang juga ada beberapa wilayah yang siap. Seperti di Arjowinangun RW 05 dan beberapa daerah lainnya, semoga saja berikutnya akan menyusul seperti di RW 02 Kebonsari ini,&#8221; imbuh Rahman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211324</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Trenggalek Raih Penghargaan Pembinaan Program Proklim di Jakarta</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-trenggalek-raih-penghargaan-pembinaan-program-proklim-di-jakarta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Oct 2023 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pembinaan]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[Proklim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200392</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, kembali meraih penghargaan di bidang lingkungan hidup. Kali ini, penghargaan didapatkan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia (RI) atas pembinaan program Kampung Iklim (Proklim) tahun 2023 Menteri LHK, Siti Nurbaya, dalam kesempatan itu menyerahkan langsung penghargaan itu kepada Bupati Arifin. Penyerahan berlangsung di Festival [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, kembali meraih penghargaan di bidang lingkungan hidup. Kali ini, penghargaan didapatkan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia (RI) atas pembinaan program Kampung Iklim (Proklim) tahun 2023</p>



<p>Menteri LHK, Siti Nurbaya, dalam kesempatan itu menyerahkan langsung penghargaan itu kepada Bupati Arifin. Penyerahan berlangsung di Festival Iklim 2023 di Auditorium Dr Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti KLHK di Jakarta.</p>



<p>Adapun penghargaan yang diraih oleh Pemkab Trenggalek, yaitu piagam apresiasi terhadap pembinaan Proklim. Diantaranya, Dusun Bendogolor Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, yang menerima trofi Proklim Lestari dan Dusun Nglaban, Desa Gading, Kecamatan Tugu, menerima tropi Proklim Utama.</p>



<p>Pada kesempatan tersebut Mas Ipin-sapaan akrab Bupati Trenggalek, menyampaikan ucapan rasa syukur dan rasa bangga karena Pemkab Trenggalek, karena sudah meraih penghargaan tahun ini. &#8220;Saya ucapkan selamat dan kita, Kabupaten Trenggalek dianggap sebagai salah satu pembina Proklim terbaik secara nasional,&#8221; ungkapnya, Rabu (25/10/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, keberhasilan Pemkab Trenggalek dalam mendapatkan penghargaan Proklim dari KLHK ini tidak lepas dari peranan aktif seluruh lapisan masyarakat. &#8220;Ke depan, Proklim akan menjadi komunitas yang pro iklim. Yaitu dengan pendekatan secara komunitas. Untuk itu, kita minta agar gelaran Adipura Desa dimodifikasi sedemikian rupa, dengan salah satu penekanannya yaitu ada tidaknya komunitas yang ikut terlibat,&#8221; imbuhnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Lebih lanjut, suami Novita Hardiny ini mengungkapkan keberhasilan program Proklim ini bukan menjadi yang utama. Karena kedepannya, Proklim ini akan berbasis kepada komunitas yang pro iklim.</p>



<p>&#8220;Tadi juga launching logo terbaru Proklim. Ini menjadi penting, karena ternyata KLHK menginginkan satu gerakan civil society, bukan lagi nanti top down dari pemerintah atau aparat desanya. Tetapi nanti dinilai dari keaktifan komunitasnya,” terang Bupati Arifin.</p>



<p>Selain itu, dirinya mengatakan implementasi penting dalam memperoleh keberhasilan, yaitu berbasis komunitas, untuk itu Bupati Trenggalek berharap ini dapat menjadi momentum dan menjadi penyemangat dalam menjaga lingkungan. &#8220;Dan keberhasilan desa-desa ini sebenarnya basisnya juga basis komunitas. Makanya, nanti dengan Proklim yang di-rebranding baru dan harapannya nanti banyak komunitas aktif menjaga lingkungan di Kabupaten Trenggalek,&#8221; paparnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, untuk mendorong keberhasilannya lagi, Mas Ipin mengungkapkan juga akan siap memberikan insentif. Yang mana bagi masyarakat yang peduli lingkungan akan mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek.<strong> (mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200392</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
