<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>protes nasabah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/protes-nasabah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Oct 2019 12:13:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>protes nasabah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Nasabah BAS Minta Pertanggungjawaban</title>
		<link>https://memontum.com/nasabah-bas-minta-pertanggungjawaban</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2018 13:34:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Sampang]]></category>
		<category><![CDATA[protes nasabah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/70808-nasabah-bas-minta-pertanggungjawaban</guid>

					<description><![CDATA[# Soal Sertifikat Hilang &#160; Momentum Sampang &#8211; Direktur Bank Artha Sejahtera (BAS) Sampang Marsudi berkilah bahwa sertifikat milik salah satu nasabah yang dijadikan agunan di BAS bukan hilang, melainkan tidak disetor oleh notaris PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) Ubaidillah. &#8220;Bukan hilang mas, tapi oleh notaris Ubaidillah sejak melakukan pengikatan sampai sekarang (27/12/18) tidak serahkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong># Soal Sertifikat Hilang</strong></h2>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Momentum Sampang</strong> &#8211; Direktur Bank Artha Sejahtera (BAS) Sampang Marsudi berkilah bahwa sertifikat milik salah satu nasabah yang dijadikan agunan di BAS bukan hilang, melainkan tidak disetor oleh notaris PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) Ubaidillah. </p>
<p>&#8220;Bukan hilang mas, tapi oleh notaris Ubaidillah sejak melakukan pengikatan sampai sekarang (27/12/18) tidak serahkan ke BAS, sudah kita layangkan surat somasi, tapi sampai saat ini belum juga disetor,&#8221;  kilah Marsudi.</p>
<p>Salah satu nasabah yang sertifikatnya tidak ada di BAS mempertanyakan pernyataan Marsudi bahwa sertifikatnya tidak hilang melainkan ada di notaris. </p>
<p>&#8220;Sejak kapan sertifikat itu belum disetor sama notaris? Terus kenapa kok nggak ada confirm sama pemilik sertifikat,&#8221; tegas nasabah pemilik sertifikat yg namanya enggan disebut namanya.  </p>
<p>&#8220;Kalau masalah ganti sertifikat yang baru sih gampang aja mas. Pertanyaan saya lagi setelah dibuatkan sertifikat baru suatu saat sertifikat yg lama muncul lalu berpindah tangan, apakah pihak bank siap untuk mempertanggungjawabkan,” lanjutnya.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, seorang nasabah BAS mempertanyakan keberadaan sertifikatnya yang menjadi jaminan di BAZ. Pasalnya saat dia mengecek, ternyata bukti autensi kepemilikan lahan tersebut tidak tersimpan di bank milik Pemkab Sampang tersebut. Ia khawatir dokumen penting tersebut hilang dan berakibat kepada status lahannya.  <strong>(emi/ono)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">70808</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nasabah BRI Blitar, Tabungannya Tiba-tiba Ludes</title>
		<link>https://memontum.com/nasabah-bri-blitar-tabungannya-tiba-tiba-ludes</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2018 14:58:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[BRI]]></category>
		<category><![CDATA[protes nasabah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/31674-nasabah-bri-blitar-tabungannya-tiba-tiba-ludes</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Maraknya peristiwa saldo nasabah BRI yang hilang secara misterius beberapa hari terakhir ini di beberapa daerah, juga terjadi pada salah seorang nasabah BRI Cabang Blitar. Luckas Purwanto (27), warga Wlingi Kabupaten Blitar mengaku, jika saldo tabungannya di BRI yang semula Rp. 39,5 juta, kini hanya tersisa Rp.328.183. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211;  Maraknya peristiwa saldo nasabah BRI yang hilang secara misterius beberapa hari terakhir ini di beberapa daerah, juga terjadi pada salah seorang nasabah BRI Cabang Blitar. Luckas Purwanto (27), warga Wlingi Kabupaten Blitar mengaku, jika saldo tabungannya di BRI yang semula Rp. 39,5 juta, kini hanya tersisa Rp.328.183.</p>
<p>Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Blitar, yang bekerja di Malaysia ini mengaku, mengetahui saldo tabungannya berkurang pada Selasa (13/03/2018) sore. Padahal dua hari sebelumnya, istri Luckas melakukan penarikan dan saldo masih tersisa sekitar Rp. 39.500.000.</p>
<p>“Dua hari seblum kejadian, istri saya di Blitar mengambil uang di ATM. Saldo saat itu masih sekitar Rp 39,5 juta”, kata Luckas melalui WhatsApp (WA), Rabu (14/03/2018).</p>
<p>Luckas menambahkan, sebelumnya dia juga mengalami kejadian serupa yaitu sebesar Rp. 4 juta. Bahkan kejadian tersebut juga sudah dilaporkan kepada staff teller kantor BRI cabang Blitar, namun tidak ada jawaban maupun penggantian sampai detik ini. Karena kesal akhirnya Luckas menyampaikan keluhannya di grup Facebook Info Cegatan Blitar. Dia memposting kronologi peristiwa itu yang disertai foto saldo tabungan di sebuah ATM. Dalam postingan itu, Luckas juga menyertakan nomor ponsel.</p>
<p>“Padahal semua itu hasil kerja saya selama 2 tahun di luar negeri dan saya mengirim hanya di 1 nomer rekening ini. Saya ada semua kwitansi pengirimannya”, jelas Luckas.</p>
<p>Lebih lanjut Luckas menyampaikan, bahkan pada Rabu (14/03/2018) saldonya yang tinggal sekitar Rp. 328.000 tersebut, setelah dilakukan pengecekan saldonya hanya tersisa sekitar Rp. 76.000.</p>
<p>“Saldo kari 328.000 kok yo kari 76.000 arep dijukuk wae kok yo wes kedisikan uwong to yo. Ngono yo ra dijukuk kabeh ben aku iso urun sawur okeh. (Saldo tinggal 328.00, kok sekarang tinggal 76.000. Akan saya ambil saja kok sudah keduluan orang ya. Kenapa kok gak diambil semuanya saja, biar saya bisa urun banyak”, keluh Luckas di akun facebooknya, Rabu (14/03/2018) sore.</p>
<p>(<strong>baca juga :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/12152-uang-di-rekening-lenyap-puluhan-nasabah-luruk-kantor-bri-ngadiluwih" rel="noopener" target="_blank">Uang di Rekening Lenyap, Puluhan Nasabah Luruk Kantor BRI Ngadiluwih</a> )</p>
<p>Menurut Luckas, kejadian tersebut berawal ketika akan mengirim uang ke rekeningnya, dan meminta tolong adiknya untuk mengecek saldo tabungannya di ATM. Selama ini, kartu ATM tabungannya dipegang istrinya di Blitar. Karena kebetulan saat itu istrinya sedang pulang kampung di Trenggalek, dan kartu ATM-nya ditinggal di rumah di Wlingi.</p>
<p>Setelah dicek adiknya, saldo tabungan Luckas tinggal Rp 328.000, bahkan adiknya sempat memotret sisa saldo tabungannya yang muncul di mesin ATM. Melihat ini, Luckas terkejut, karena sisa saldo tabungannya tinggal Rp 328.000. Selanjutnya dia segera menghubungi istrinya.</p>
<p>“Saat istri saya hubungi, dia mengaku kalau sisa saldo tabungannya masih lebih dari Rp 39,5 juta. Sebab, dua hari sebelumnya, istri saya mengambil uang di ATM sebesar Rp 2 juta. Saya kaget kok saldo di tabungan habis, hanya sisa Rp 328.000&#8243;, ungkap Luckas.</p>
<p>Selama ini, Luchas mengirim uang hasil kerja di Malaysia ke rekening BRI yang dipegang istrinya. Tiap bulan sekali, dia mengirim uang ke rekening tersebut sekitar Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta.</p>
<p>&#8220;Istri dan kakak saya, saat ini masih mengurus masalah itu ke Kantor Cabang BRI Blitar. Katanya masih ditelusuri, saya belum dapat informasi lagi dari keluarga&#8221;, pungkas Luckas.</p>
<p>Sementara Pimpinan Kantor Cabang BRI Blitar di Jalan A Yani, Kota Blitar saat akan dikonfirmasi terkait kejadian ini, enggan untuk ditemui. Melalui sekuriti Kantor Cabang BRI Blitar, dikatakan jika pimpinannya sedang sibuk. Dia juga menyampaikan pesan dari pimpinan terkait informasi masalah uang tabungan nasabah yang berkurang, akan ditangani langsung oleh kantor pusat (Jakarta.red).</p>
<p>&#8220;Maaf, saat ini pimpinan sedang sibuk. Kalau soal masalah tabungan nasabah yang berkurang, kata pimpinan langsung ditangani kantor pusat. Yang berhak memberi informasi kantor pusat,&#8221; tandas sekuriti Kantor Cabang BRI Blitar di Jalan A Yani, Kota Blitar. <strong>(jar/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">31674</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Uang di Rekening Lenyap,  Puluhan Nasabah Luruk Kantor BRI Ngadiluwih</title>
		<link>https://memontum.com/uang-di-rekening-lenyap-puluhan-nasabah-luruk-kantor-bri-ngadiluwih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Mar 2018 12:52:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[BRI]]></category>
		<category><![CDATA[protes nasabah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/31136-uang-di-rekening-lenyap-puluhan-nasabah-luruk-kantor-bri-ngadiluwih</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8212; Puluhan nasabah Bank BRI meluruk Kantor BRI Unit Ngadiluwih, Kabupaten Kediri pada Senin (12/3/2018). Kedatangan mereka untuk memprotes menejemen BRI karena uangnya didalam ATM tiba-tiba hilang secara misterius. Para nasabah mengaku, mereka mengalami kehilangan uang dengan jumlah berfariatif, antara Rp. 1 &#8211; 4 juta rupiah. Namun, dari sebagian lainnya mengaku, uangnya masih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8212; Puluhan nasabah Bank BRI meluruk Kantor BRI Unit  Ngadiluwih, Kabupaten Kediri pada Senin (12/3/2018). Kedatangan mereka untuk memprotes menejemen BRI karena uangnya didalam ATM tiba-tiba hilang secara misterius.</p>
<p>Para nasabah mengaku, mereka mengalami kehilangan uang dengan jumlah berfariatif, antara Rp. 1 &#8211; 4 juta rupiah. Namun, dari sebagian lainnya mengaku, uangnya masih utuh dan aman, namun mereka khawatir, sehinggaeeeka ramai ramai untuk melakukan pemblokiran.</p>
<p>Seperti yang dialami Iriani (30) salah satu nasabah Bank BRI mengaku, kehilangan uangnya di dalam rekening sebesar Rp. 4 juta rupiah. Iriani yang seorang Perangkat Desa Tales Kecamatan Ngadiluwih itu datang ke Kantor BRI Cabang Ngadiluwih untuk meminta pemblokiran.&#8221;Kemarin tepatnya pukul 15.00 WIB saya mendapatkan pesan SMS dari BRI, yang isinya melakukan transaksi sebanyak tiga kali dengan jumlah nominal sebesar Rp. 4 juta. Padahal saya tidak melakukan transaksi apapun,&#8221; jelas Iriani.</p>
<p>Atas kejadian itu  puluhan nasabah BRI Unit Cabang Ngadiluwih itu meminta penjelasan kepada pihak Kantor Unit Cabang BRI Ngadiluwih untuk bertanggung jawab.</p>
<p>Sementara itu  penanggung jawab BRI Unit Cabang Ngadiluwih belum memberikan penjelasan terkait hilangnya uang nasabah secara misterius ini. Namun Satpam Bank BRI Ngadiluwih Egy mengatakan, keluhan nasabah dalam proses penyelidikan.&#8221;Nanti dari pihak Bank BRI Cabang Kediri yang akan memberikan penjelasan. Untuk sementara ini dalam proses penyelidikan kami,&#8221; jawabnya. <strong>(mid/aji/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">31136</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
