<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Proyek RSI Unisma &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/proyek-rsi-unisma/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Jan 2021 08:19:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Proyek RSI Unisma &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Akhirnya Unisma Gelar Wisuda Periode Ke-64 Secara Daring</title>
		<link>https://memontum.com/akhirnya-unisma-gelar-wisuda-periode-ke-64-secara-daring</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2021 08:18:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek RSI Unisma]]></category>
		<category><![CDATA[wisuda daring]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132157</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Mengacu pada SE (Surat Edaran) Wali Kota Malang Nomor 30 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin Dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan Dan Pengendalian Covid-19, Universitas Islam Malang (Unisma) akan menggelar wisuda secara daring. Wisuda periode ke-64 ini diputuskan daring setelah melalui voting yang disebar ke seluruh calon wisudawan/wisudawati. Wakil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Mengacu pada SE (Surat Edaran) Wali Kota Malang Nomor 30 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin Dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan Dan Pengendalian Covid-19, Universitas Islam Malang (Unisma) akan menggelar wisuda secara daring. Wisuda periode ke-64 ini diputuskan daring setelah melalui voting yang disebar ke seluruh calon wisudawan/wisudawati.</p>



<p>Wakil Rektor I Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, MPd., Ph., D., mengatakan sebenarnya wisuda periode ke-64 ini sudah siap dilaksanakan sejak pertengahan Desember 2020 lalu. &#8220;Awalnya kami sudah siap luring dengan mekanisme 4 kali tahapan. Hanya saja karena pandemi dan keluar SE dari pemerintah, maka kami harus mentaati dengan menunda wisuda periode 64,&#8221; ungkapnya (15/01).</p>



<p>Tidak sampai disitu, pihak kampus memberikan pilihan kepada mahasiswanya yang akan mengikuti wisuda. Pilihan tersebut antara lain wisuda daring (dalam jaringan) yang bisa dilaksanakan secepatnya, atau wisuda luring (luar jaringan) yang baru bisa berlangsung setelah kondisi memungkinkan. &#8220;Dari hasil voting tersebut, ternyata mayoritas mahasiwa kami menginginkan wisuda daring.&nbsp; Akhirnya kami atur mekanismenya, dengan 1 kali pelaksanaan,&#8221; terangnya.</p>



<p>Nantinya para wisudawan/wisudawati akan mengikuti prosesi wisuda di lokasi masing-masing. Namun tetap ada perwakilan masing-masing Prodi (Program Studi) yang hadir di tempat upacara. Pasalnya, rapat senat terbuka tetap dilaksanakan secara luring.</p>



<p>&#8220;Total mahasiswa kami yang akan mengikuti wisuda adalah 1401. Sedangkan nanti ada 30 perwakilan tiap Prodi yang mengikuti wisuda luring ditambah komponen senat, total sekitar 50 orang. Penyelenggaraannya di auditorium, yang berkapasitas 7000 orang, namun hanya kami isi maksimal 50 orang, &#8221; tandasnya.</p>



<p>Berkaitan dengan berubahnya metode prosesi wisuda dari luring menjadi daring, Prof. Junaidi menegaskan ada pengembalian biaya wisuda kepada mahasiswa. &#8220;Pengembalian mencapai 50 persen. Tidak semua dikembalikan karena perlu diketahui, biaya wisuda tidak hanya sebatas untuk prosesi saja. Melainkan cetak ijazah, yudisium, dan fasilitas penunjang kelulusan wisuda lainnya,&#8221; paparnya.</p>



<p>Untuk mekanisme pengembalian, dia menjelaskan, mahasiswa diwajibkan menyerahkan nomor rekening bank. Kemudian validasi dengan mengirim foto buku tabungan, sehingga bagian keuangan Unisma segera mentransfer pengembalian biaya.</p>



<p>Diakui Wakil Rektor berkacamata ini, pelaksanaan wisuda akan dioptimalkan dengan durasi maksimal 170 menit.</p>



<p>&#8220;Kita upayakan selesai secepat mungkin, jadi pemberian reward wisudawan terbaik sudah kita rekam tadi,&#8221; terangnya</p>



<p>Salah satu wisudawati terbaik yang pagi (15/01) itu menerima reward dari Universitas sempat menceritakan kesannya menempuh pendidikan di Unisma.</p>



<p>&#8220;Disini saya mendapatkan ilmu agama yang lebih. Jadi ketika selesai profesi dokter, kami bisa mengembangkan ilmu kami dan ilmu agama. Itu sangat membantu ketika sudah terjun ke masyarakat,&#8221; ungkap wisudawati terbaik Program Profesi Dokter, Ike Ummi Mahmudatul Atiqoh.</p>



<p>Lulus dengan IPK 3.7 dirinya bercerita sempat mengalami masa sulit ketika menjalani kuliah. &#8220;Saat ayah saya meninggal, saya harus berjuang membiayai biaya sehari-hari saat kuliah. Meski ada bantuan dari keluarga besar, namun saya tidak ingin merepotkan, sambil kuliah saya kerja serabutan,&#8221; ceritanya. Dengan perjuangannya itu, wanita asli Probolinggo berhasil lulus dengan predikat “dengan pujian”.</p>



<p>Tidak kalah menariknya, wisudawan terbaik asal Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Andri jamaul Rifiyani, lulus dengan IPK sempurna, 4.0. Dirinya pun turut menceritakan pengalaman selama berkuliah di Unisma. &#8220;Saat kuliah saya pernah ikut pertukaran pelajar di Taiwan selama 1 semester, ambil mata kuliah linguistik. Selain itu sering ikut lomba menulis esai,&#8221; terangnya. Pria yang akrab disapa Andri ini pun menceritakan awal keputusannya masuk jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. &#8220;Selepas lulus SMA saya tidak ketrima SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri), akhirnya saya ke Pare belajar Bahasa Inggris. Dari situ saya ingin memperdalam ilmu dengan masuk jurusan ini,&#8221; tutupnya. <strong>(cw1/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132157</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jatuh Dari Lantai 5 Proyek RSI Unisma, 4 Tewas 6 Luka Parah</title>
		<link>https://memontum.com/jatuh-dari-lantai-5-proyek-rsi-unisma-4-tewas-6-luka-parah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2020 11:46:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Jatuh Dari Lantai 5]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek RSI Unisma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=123724</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kecelekaan kerja terjadi di proyek pembangunan RSI Unisma, Selasa (8/9/2020) pukul 12.30. Sebanyak 11 pekerja bangunan terjatuh dari lift rakitan lantai 5 proyek pembangunan gedung baru. Dari 11 orang yang terjatuh 4 diantaranya tewas seketika dan 6 lainnya mengalami luka berat, sedangkan 1 orang selamat karena berhasil melompat dan berbepagangan pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kecelekaan kerja terjadi di proyek pembangunan RSI Unisma, Selasa (8/9/2020) pukul 12.30. Sebanyak 11 pekerja bangunan terjatuh dari lift rakitan lantai 5 proyek pembangunan gedung baru. Dari 11 orang yang terjatuh 4 diantaranya tewas seketika dan 6 lainnya mengalami luka berat, sedangkan 1 orang selamat karena berhasil melompat dan berbepagangan pada besi.</p>
<p>Adapun identitas para korban meninggal dunia diantaranya Lukman (35) warga ,Pakis, Kasianto, (40) warga Pakis, Subeki (30) warga Jabung dan Agus P (30) warga Pakis, Kabupaten Malang. Kasus kecelakaan kerja ini masih dalam penanganan petugas Reskrim Polresta Malang Kota. Diduga kecelakaan ini akibat seling besi lift rakitan terputus karena tidak kuat menyangga beban berat muatan. Jenazah ke 4 korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.</p>
<p><div id="attachment_123725" style="width: 777px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-123725" decoding="async" class=" wp-image-123725" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-08-at-18.31.42.jpeg?resize=740%2C555&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="555" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-08-at-18.31.42.jpeg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-08-at-18.31.42.jpeg?resize=1024%2C768&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-08-at-18.31.42.jpeg?resize=768%2C576&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-08-at-18.31.42.jpeg?resize=600%2C450&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-08-at-18.31.42.jpeg?resize=200%2C150&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-08-at-18.31.42.jpeg?w=1032&amp;ssl=1 1032w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-123725" class="wp-caption-text">Persiapan jenazah korban saat akan dibawa ambulan. (gie)</p></div></p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa kejadian ini terjadi saat para pekerja bangunan ini selesai istirahat makan siang. Mereka kemudian berencana kembali bekerja ke lantai 5 dengan menaiki lift rakitan. Namun saat mereka sudah berada di lantai 5 mendadak seling besi terputus.</p>
<p>Para karyawan bangunan ini pun terjatuh secara bersamaan. Mengetahui kejadian itu para pekerja bangunan yang masih berada di bawah segera melakukan pertolongan. Saat itu Lukman, Kasianto, Subeki dan Agus sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan luka parah pada bagian kepala. Sedangkan 6 lainnya luka parah langsung dibawa ke IGD RSI Unisma.</p>
<p>Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SIK MH saat ditemui Memontum.com di lokasi kejadian membenarkan adanya kecelakaan kerja ini. &#8221; Kejadian pukul 12.30. Korban ada 10 orang. Sebanyak 6 luka parah dan 4 meninggal dunia. Untuk yang luka-luka masih dalam perawatan di RSI Unisma,&#8221; ujar AKP Azi.</p>
<p>Saat ditanya apakah adanya kelalaian kerja karena kurang safety, AKP Azi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan.  &#8220;Apakah Human Error, masih dalam penyelidikan. Para saksi, mandor atau pengawasnya akan kita panggil. Dugaan sementara selingnya putus hingga pijakan roboh,&#8221; ujar AKP Azi. <strong>(gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123724</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
