<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>PSC 119 &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/psc-119/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Jul 2022 10:24:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>PSC 119 &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Forkopimda Kabupaten Malang Launching Optimalisasi Layanan PSC 119</title>
		<link>https://memontum.com/forkopimda-kabupaten-malang-launching-optimalisasi-layanan-psc-119</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2022 10:21:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[PSC 119]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=171765</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, H M Sanusi bersama Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat, Dandim 0818 Kabupaten Malang-Batu, Letkol Inf Taufik Hidayat, dan Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi, secara langsung melaunching Public Safety Center (PSC) 119 di Gedung Sanika Satyawada Polres Malang, Selasa (05/07/2022) tadi. Kegiatan yang dirangkai dengan Peringatan Hari Bhayangkara ke-76 itu, diikuti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, H M Sanusi bersama Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat, Dandim 0818 Kabupaten Malang-Batu, Letkol Inf Taufik Hidayat, dan Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi, secara langsung melaunching Public Safety Center (PSC) 119 di Gedung Sanika Satyawada Polres Malang, Selasa (05/07/2022) tadi.</p>



<p>Kegiatan yang dirangkai dengan Peringatan Hari Bhayangkara ke-76 itu, diikuti sejumlah tamu undangan baik secara langsung maupun virtual. Salah satunya, seperti yang diikuti melalui halaman Stadion Kanjuruhan Kepanjen.</p>



<p>&#8220;Terima kasih kepada semua pihak atas komitmen, kerja keras dan dedikasinya dalam rangka optimalisasi pelayanan Public Safety Center (PSC) 119. Semoga, ini dapat menjadi spirit baru bagi kita semua dan semoga keberadaan PSC 119 Kabupaten Malang, bisa menjadi platform pendukung sekaligus penunjang dalam penyelenggaraan pelayanan kegawatdaruratan terpadu di wilayah Kabupaten Malang,&#8221; kata Bupati Sanusi.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dalami-laporan-pelayanan-mbg-dprd-kota-malang-akan-panggil-sppg">Dalami Laporan Pelayanan MBG, DPRD Kota Malang Akan Panggil SPPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-sampaikan-lkpj-2025-dprd-akan-dalami-sumber-surplus-anggaran">Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025, DPRD Akan Dalami Sumber Surplus Anggaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antrean-pasar-murah-membludak-meski-munculkan-kecewa-diskopindag-kota-malang-bakal-lakukan-evaluasi">Antrean Pasar Murah Membludak Meski Munculkan Kecewa, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Evaluasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kualitas-indek-pelayanan-publik-pemkab-lumajang-kian-meningkat-dan-masuk-kategori-sangat-tinggi">Kualitas Indek Pelayanan Publik Pemkab Lumajang Kian Meningkat dan Masuk Kategori Sangat Tinggi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-lantik-67-pejabat-administrator-dan-pengawas">Wali Kota Probolinggo Lantik 67 Pejabat Administrator dan Pengawas</a></li>
</ul>


<p>Dirinya juga menjelaskan, bahwa PSC 119 Kabupaten Malang hadir sebagai respon positif akan kegawat-daruratan yang ada di masyarakat. Dengan, berupaya akselerasi pelayanan publik, serta bentuk komitmen kita bersama, yang diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor untuk menyelenggarakan pelayanan bidang kegawatdaruratan yang mudah, cepat, dan semakin dekat dengan masyarakat.</p>



<p>&#8220;PSC 119 menjadi salah satu bentuk nyata sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Malang, Kepolisian, dan juga dengan TNI, bersama berbagai unsur terkait lainnya. PSC 119 ini adalah pusat pelayanan yang menjamin kebutuhan masyarakat dalam hal-hal yang berhubungan dengan kegawatdaruratan, dengan respon cepat dan tanggap,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Beberapa kejadian atau kasus yang nantinya akan dilayani PSC 119, diantaranya yakni kecelakaan lalu lintas, layanan pengaduan, informasi Kepolisian, kegawat-daruratan ibu dan anak, serangan jantung, kondisi kritis, trauma, keluhan medis lainnya dan juga pelayanan informasi kesehatan. &#8220;Secara khusus, mekanisme pelayanan PSC 119 ini menggunakan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). SPGDT ini merupakan suatu mekanisme pelayanan korban atau pasien gawat darurat yang terintegrasi dan berbasis call center dengan menggunakan kode akses telekomunikasi 119,&#8221; terangnya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">171765</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Usai Pemakaman Covid-19, Anggota PSC 119 Kota Malang Tewas Kecelakaan</title>
		<link>https://memontum.com/usai-pemakaman-covid-19-anggota-psc-119-kota-malang-tewas-kecelakaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2021 07:31:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[laka lantas]]></category>
		<category><![CDATA[PSC 119]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=146468</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pengendara motor N Max Nopol N 2840 DN, Christayoga Ardy Pratama (24) warga Jl Danau Tondano Dalam III, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Senin (28/06) dini hari, mengalami kecelakaan laku lintas di Simpang Empat Jl Danau Kerinci Raya &#8211; Jalan Danau Bratan, Kelurahan Sawojajar. Motor yang dikendarainya menabrak Truk Box [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pengendara motor N Max Nopol N 2840 DN, Christayoga Ardy Pratama (24) warga Jl Danau Tondano Dalam III, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Senin (28/06) dini hari, mengalami kecelakaan laku lintas di Simpang Empat Jl Danau Kerinci Raya &#8211; Jalan Danau Bratan, Kelurahan Sawojajar.</p>



<p>Motor yang dikendarainya menabrak Truk Box Mitsubishi Nopol L-9199-CB yang dikemudikan Fernando Indhar Wibowo (22) warga Jl Makam, Kelurahan Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Akibat dari kejadian ini, Christayoga tewas di lokasi kejadian dengan luka parah di kepala. Kejadian ini masih dalam penanganan petugas Laka Lantas Polresta Malang Kota.</p>



<p><span style="text-decoration: underline">Baca juga:</span></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antrean-pasar-murah-membludak-meski-munculkan-kecewa-diskopindag-kota-malang-bakal-lakukan-evaluasi">Antrean Pasar Murah Membludak Meski Munculkan Kecewa, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Evaluasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kualitas-indek-pelayanan-publik-pemkab-lumajang-kian-meningkat-dan-masuk-kategori-sangat-tinggi">Kualitas Indek Pelayanan Publik Pemkab Lumajang Kian Meningkat dan Masuk Kategori Sangat Tinggi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antrean-mengular-di-pasar-murah-lowokwaru-sejumlah-warga-kecewa-tidak-kebagian-paket">Antrean Mengular di Pasar Murah Lowokwaru, Sejumlah Warga Kecewa Tidak Kebagian Paket</a></li>
</ul>


<p>Informasi Memontum.com bahwa korban adalah relawan PSC 119 Kota Malang dan bertugas sebagai pengawal ambulans pembawa jenazah Covid-19.</p>



<p>Sebelum kejadian, korban mengendarai motor Yanaha N MAX melaju sari arah timur ke barat. Sesampainya di simpang empat lokasi kejadian, melaju truk yang dikemudikan Fernando yang melaju dari utara ke selatan.</p>



<p>Karena motor melaju cukup kencang hingga bertabrakan denga truk tersebut. Benturan keras pun terjadi, hingga korban tewas di lokasi kejadian. Petugas Laka Lantas dengan cepat tiba di lokasi kejadian. Jenazahnya kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang untuk mendapatkan untuk mendapatkan visum.</p>



<p>Kanit Laka Lantas Satlantas Polresta Malang Kota, Iptu Saiful Ilmi mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan.</p>



<p>&#8220;Sesampainya di lokasi kejadian, korban diduga tidak mendahulukan kendaraan truk yang berjalan di jalur utama. Sehingga, korban tertabrak truk tersebut dan langsung meninggal dunia di lokasi kejadian. Kecelakaan ini masih dalam penanganan petugas Laka Lantas Polresta Malang Kota&#8221; ujar Iptu Syaiful.</p>



<p>Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji membenarkan bahwa anggota PSC 119 meninggal akibat kecelakan lalu lintas. &#8220;Korban hendak pulang usai memakamkan jenazah Covid-19 TPU Sukun,&#8221; ujar Drs Sutiaji.<strong> (gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146468</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rencana Pulang ke Mojokerto, Kakek Ini Tewas Mendadak di Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/rencana-pulang-ke-mojokerto-kakek-ini-tewas-mendadak-di-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2021 11:27:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Blimbing]]></category>
		<category><![CDATA[PSC 119]]></category>
		<category><![CDATA[RSSA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133866</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Amrullah Fauzaki (60) warga asal Kalimati, Mojodadi, Kabupaten Mojokerto, Rabu (3/2/2031) pukul 08.00, tewas mendadak di depan sebuah Koperasi Serba Usaha Jl Candi Kalasan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kejadian itu sempat mengejutkan warga sekitar sebab Fauzaki tiba-tiba tersungkur dan meninggal dunia. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Blimbing hingga petugas mendatangi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Amrullah Fauzaki (60) warga asal Kalimati, Mojodadi, Kabupaten Mojokerto, Rabu (3/2/2031) pukul 08.00, tewas mendadak di depan sebuah Koperasi Serba Usaha Jl Candi Kalasan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.</p>
<p>Kejadian itu sempat mengejutkan warga sekitar sebab Fauzaki tiba-tiba tersungkur dan meninggal dunia. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Blimbing hingga petugas mendatangi lokasi kejadian. Jenazahnya kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa sehari-hatinya Fauzaki bekerja sebagai pedagang di Kota Malang. Sebelum kejadian, Fauzaki mendatangi rumah Dewi Masito (42) warga Jl Candi Kalasan, RT 02/RW 10, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/133690-kasus-pembunuhan-karyawan-bengkel-ac-family-pihak-keluarga-belum-bisa-maafkan-pelaku">Kasus Pembunuhan Karyawan Bengkel AC Family, Pihak Keluarga Belum Bisa Maafkan Pelaku</a></strong></p>
<p>Saat itu Fauzaki meminjam uang Rp 200 ribu untuk digunakan ongkos pulang ke Mojokerto. Setelah Dewi meminjaminya uang, Fauzaki betjalan ke arah utara. Namun baru beberapa meter saja, dia tersungkur.</p>
<p>Kejadian itu mengundang warga sekitar hingga melakukan pertolongan. Tubuh Fauzaki kemudian diangkat dan ditaruh di atas kursi panjang di pinggir jalan depan warung kopi jahe. Saat itu kondisinya sudah tidak bergerak.</p>
<p>Karena merasa kuatir, warga kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Blimbing. Petugas Polsek Blimbing tim Inafis Polresta Malang Kota, Tim PSC 119 dan PMI Kota Malang segera tiba di lokasi. Saat itu dipastikan bahwa Fauzaki sudah dalam kondisi meninggal dunia.</p>
<p>Kapolsek Blimbing Kompol Hery W Widodo mengatakan bahwa korban meninggal karena sakit. &#8220;Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga meninggal dunia karena sakit. Pada saku korban ditemukan surat anjuran kontrol dokter spesialis jantung di RSU Muhammadiyah Malang. Jenazahnya dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang dan saat ini sudah diambil oleh pihak keluarga,&#8221; ujar Kompol Hery. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133866</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengeroyokan Terhadap Tim Pemakaman Covid-19, Berakhir Damai</title>
		<link>https://memontum.com/pengeroyokan-terhadap-tim-pemakaman-covid-19-berakhir-damai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2021 12:39:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[PSC 119]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133616</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dua pelaku pengeroyokan terhadap terhadap Alfa (29), anggota PSC 119 Kota Malang, yakni BHO (26) warga Jl Peltu Sujono, Gang Cilung, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang dan MNH alias Nofal (21) warga kawasan Jl Janti Barat Gang III, Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, akhirnya dipulangkan dari Polresta Malang Kota. Hal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dua pelaku pengeroyokan terhadap terhadap Alfa (29), anggota PSC 119 Kota Malang, yakni BHO (26) warga Jl Peltu Sujono, Gang Cilung, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang dan MNH alias Nofal (21) warga kawasan Jl Janti Barat Gang III, Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, <a href="https://memontum.com/133441-viral-salah-jenazah-ini-klarifikasi-rssa-malang">Kota Malang</a>, akhirnya dipulangkan dari Polresta Malang Kota.</p>



<p>Hal itu setelah terjadinya perdamaian dan pencabutan perkara dalam kasus ini. Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH mengatakan bahwa perkembangan terakhir antara korban dan keluarga para pelaku sudah menemukan solusi untuk berdamai.</p>



<p>&#8220;Kemarin mereka sudah menunjukan surat perdamaian, pencabutan perkara dan tidak menuntut diperkarakan,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus, Minggu (31/1/2021) siang.</p>



<p>Dalam perkara ini memang dimungkinkan adanya Alternative Dispute Resolution (ADR) atau juga Restorative Justice.</p>



<p>&#8220;Jadi kita lebih kepada penegakan hukum ultimum remedium (Bahwa hukum pidana hendaklah dijadikan upaya terakhir dalam hal penegakan hukum). Kami hanya mendorong untuk diselesaikan baik-baik. Saat ini korban sudah sehat dan sudah diperbolehkan pulang. Sedangkan dua pelaku juga sudah kembali dari Mapolresta Malang Kota,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus.</p>



<p>Tentunya kejadian ini tidak perlu terulang lagi dan menjadi pelajaran bagi masyarakat &#8220;Saya sudah sampaikan bahwa ini adalah contoh pembelajaran supaya tidak terulang lagi. Siapapun yang akan melakukan kekerasan ataupun melakukan ancaman kepada petugas yang melakukan tugas-tugas pemulasaraan maupun juga pemakaman Covid-19, itu ada ancaman pidananya,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/133444-ini-akibatnya-jika-salah-kirim-jenazah-tim-psc-mengaku-kena-pukul">Baca Juga: Ini Akibatnya Jika Salah Kirim Jenazah, Tim PSC Mengaku Kena Pukul</a></strong></p>



<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, dua tersangka pengeroyokan terhadap Alfa (29), anggota PSC 119 Kota Malang, berhasil dengan cepat diamankan oleh petugas Polresta Malang Kota.</p>



<p>Mereka adalah BHO (26) dan MNH alias Nofal (21) warga kawasan Jl Janti Barat Gang III, Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.</p>



<p>Perlu diketahui bahwa Nofal adalah anak alm Wakhid, pasien dengan pemakaman protokol kesehatan. Sedangkan BHO adalah kakak sepupunya.</p>



<p>Penganiayaan terhadap Alfa ini terjadi tak jauh dari pintu masuk TPU Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Kamis (28/1/2021) pukul 15.15, setelah terjadi kesalahan saat mengantar jenazah untuk dimakamkan secara protokol kesehatan.</p>



<p>Saat itu jenazah Alm Wakhid tertukar dengan jenazah pasien lain saat hendak dimakamkan di TPU Kasin hingga membuat Nofal dan BHO, sepupunya marah hingga terjadi pengeroyokan.</p>



<p>Petugas Polresta Malang Kota yang mendapat laporan ini akhirnya berhasil mengamankan BHO berhasil ditangkap pada Kamis pukul 23.30 di Jl Kolonel Sugiono, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, sedangkan MNH ditangkap pada Jumat (29/1/2021) pukul 10.30 di depan Puskesmas Janti. Kini keduanya dikenakan Pasal 170 KUHP.</p>



<p>&#8220;Kami sampaikan bahwa kami tetap berkomitmen untuk memberikan pengamanan kepada seluruh petugas yang melaksanakan tugas pemakaman. Baik itu tim pemulasaran, maupun dari tenaga kesehatan, maupun juga pihak dokter. Polresta Malang Kota berkomitmen untuk terus menjaga dan mengamankan seluruh rangkaian kegiatan. Kami juga menyampaikan, ada hal-hal yang perlu diperbaiki sehingga juga tidak memicu pada peristiwa yang akan datang,&#8221; ujar Kombes Pol Dr Leonardus.<strong> (gie)</strong></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133616</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ditetapkan Tersangka Pengeroyok Anggota Salah Ambil Jenazah, Pelaku Minta Maaf dan Khilaf</title>
		<link>https://memontum.com/ditetapkan-tersangka-pengeroyok-anggota-salah-ambil-jenazah-pelaku-minta-maaf-dan-khilaf</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2021 11:01:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[PSC 119]]></category>
		<category><![CDATA[RSSA]]></category>
		<category><![CDATA[salah ambil jenazah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133466</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Polresta Malang berhasil mengamankan keluarga almarhum (Alm) W, yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap Alfa (29), anggota PSC 119 Kota Malang. Mereka yang diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka itu, adalah BHO (26) warga Jl Peltu Sujono, Gang Cilung, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang dan MNH alias Nofal (21) warga kawasan Jl [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Polresta Malang berhasil mengamankan keluarga almarhum (Alm) W, yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap Alfa (29), anggota PSC 119 Kota Malang.</p>



<p>Mereka yang diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka itu, adalah BHO (26) warga Jl Peltu Sujono, Gang Cilung, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang dan MNH alias Nofal (21) warga kawasan Jl Janti Barat Gang III, Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.</p>



<p>Perlu diketahui bahwa Nofal adalah anak Alm W, pasien dengan pemakaman protokol kesehatan. Sedangkan BHO adalah kakak sepupunya. Penganiayaan terhadap Alfa ini, terjadi tidak jauh dari pintu masuk TPU Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang, pada Kamis (28/1/2021) pukul 15.15.</p>



<p>Peristiwa sendiri, terjadi setelah kesalahan saat mengantar jenazah untuk dimakamkan secara protokol kesehatan. Saat itu, jenazah Alm W tertukar dengan jenazah pasien lain, saat hendak dimakamkan di TPU Kasin. Hingga akhirnya, membuat Nofal dan BHO, sepupunya marah.</p>



<p>Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH, mengatakan bahwa pada Kamis (28/01) dini hari, pihak keluarga Alm W mendapat informasi dari Kapolsek Klojen bahwa pemakaman Alm W secara protokol kesehatan dan mendapatkan nomor urut (antrian) 2. Dengan estimasi waktu, pukul 10.00 hingga pukul 11.00.</p>



<p>Namun, tambah Kapolresta, setelah dilakukan koordinasi dengan yang berwenang, akhirnya Alm W mendapatkan giliran pemakamam nomor 4.</p>



<p>&#8220;Tersangka BHO sekitar pukul 12.37, mendapat telepon dari petugas PSC 119. Isinya, menyampaikan bahwa pada jam tersebut jenazah nomor urut 3 dalam proses pemakaman. Pihak PSC memberikan saran, untuk ke rumah sakit RSSA dan langsung menunggu di TPU Kasin, karena akan segera dilakukan pemakaman terhadap Alm W,&#8221; ujar Kombes Pol Dr Leonardus.</p>



<p>Pukul 13.00, tersangka BHO dan Nofal datang ke ruang jenazah RSSA Malang. Namun, tidak lama kemudian ambulan datang. Hanya saja, bukan untuk mengantar jenazah Alm W. Ternyata, jenazah Alm W menjadi nomor urut 5, dengan alasan untuk menyelesaikan yang satu lokasi.</p>



<p>Pukul 12.20, datang ambulan yang sama. Namun, memberikan keterangan bukan akan membawa jenazah Alm W. Sehingga, sempat terjadi keributan di ruang depan kamar jenazah RSSA Malang. Tersangka BHO, meminta supaya segera memakamkan jenazah Alm W, namun permintaan itu ditolak.</p>



<p>&#8220;Ternyata pada saat terjadi klarifikasi itu, ada konflik yang terjadi perdebatan dan ada sedikit benturan fisik yang menyebabkan salah satu tersangka merasa kesal. Lalu akhirnya, diputuskan dimakamkan. Kurang lebih pukul 15.00, setelah sampai di TPU Kasin, terjadi lagi satu peristiwa. Dari salah satu tersangka ini, mengetahui bahwa di peti itu bukan tertulis atas nama Alm W. Tetapi, atas nama Alm S,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus.</p>



<p>Dari kesalahan ini, ujarnya, memicu kemarahan pihak keluarga. &#8220;Ini akhirnya memicu kembali kemarahan keluarga. Mengingat, sudah ada benturan sebelumnya hingga salah satu tersangka ini mengejar supir ambulan. Dipegang, lalu tersangka lain memukul mengenai kepala. Sehingga, korbannya pingsan, dan saat ini dirawat di RKZ,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus.</p>



<p>Petugas Polresta Malang Kota yang mendapat laporan ini, akhirnya berhasil mengamankan BHO pada Kamis pukul 23.30 di Jl Kolonel Sugiono, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun. Sedangkan MNH, ditangkap pada Jumat (29/1/2021) pukul 10.30 di depan Puskesmas Janti. Kini keduanya dikenakan Pasal 170 KUHP.</p>



<p>&#8220;Kami sampaikan bahwa kami tetap berkomitmen untuk memberikan pengamanan kepada seluruh petugas yang melaksanakan tugas pemakaman. Baik itu tim pemulasaran, tenaga kesehatan, maupun juga pihak dokter. Polresta Malang Kota berkomitmen untuk terus menjaga dan mengamankan seluruh rangkaian kegiatan. Kami juga menyampaikan, ada hal-hal yang perlu diperbaiki sehingga juga tidak memicu pada peristiwa yang akan datang,&#8221; ujar Kombes Pol Dr Leonardus.</p>



<p>Tersangka Nofal dalam keterangannya, mengaku bahwa saat itu merasa emosi. Apalagi, saat di kamar jenazah, bapaknya tidak kunjung diberangkatkan ke TPU Kasin.</p>



<p>&#8220;Harusnya, bapak saya yang dibawa. Tetapi, kenapa tidak kunjung diangkat malah diloncatin lagi nomer selanjutnya. Dari situ, ada petugas yang karena capek, mereka emosi seakan-akan saya melawan petugas. Padahal, saya menjelaskan tentang sebenarnya kloter bapak yang harus berangkat,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/133444-ini-akibatnya-jika-salah-kirim-jenazah-tim-psc-mengaku-kena-pukul">Baca Juga: Ini Akibatnya Jika Salah Kirim Jenazah, Tim PSC Mengaku Kena Pukul</a></strong></p>



<p>Kami ingin, tambah Nofal, membawa sendiri jenazah bapak ke makam. &#8220;Dengan catatan, bapak saya keluar dari peti biar kami angkat sendiri. Sempat terlontar kata tidak pantas. Sehingga, sampai satu petugas PSC menabrakan badannya ke saya,&#8221; ujar Nofal.</p>



<p>Dirinya kian khilaf, tambahnya, setelah mengetahui ada kekeliruan jenazah. &#8220;Dari situ itu, saya pulang menuju makam. Saya menunggu di makam hingga jenazah datang. Saya bersama keluarga lain, mensolati di makam. Dari sini, saya belum mengetahui tentang kekeliruan jenazah yang dibawa. Namun, ternyata terjadi kekeliruan jenazah. Akhirnya, kakak saya mencoba keluar dan mencari yang katanya penanggung jawab dan koordinator. Tapi tidak ada di situ, sementara yang ada justru orang lain dengan marah-marah. Kami terpancing emosinya. Kakak saya menabrak salah satu petugas. Sementara saya, spontan emosi dan khilaf, saya memukul salah satu petugas secara spontan,&#8221; ujar Nofal menyesal. <strong>(gie/sit)</strong></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133466</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ini Akibatnya Jika Salah Kirim Jenazah, Tim PSC Mengaku Kena Pukul</title>
		<link>https://memontum.com/ini-akibatnya-jika-salah-kirim-jenazah-tim-psc-mengaku-kena-pukul</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2021 08:20:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[PSC 119]]></category>
		<category><![CDATA[RSSA]]></category>
		<category><![CDATA[salah ambil jenazah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133444</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Media sosial digegerkan oleh viralnya aksi salah kirim jenazah yang hendak dimakamkan. Tidak hanya itu, dalam kejadian tersebut, siapa sangka juga terjadi aksi pemukulan yang dialami tim PSC (Public Safety Center) 119 Kota Malang, oleh keluarga korban Covid-19. Hal itu, tentunya dipicu lantaran tim PSC, salah mengambil peti jenazah dan diketahui [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Media sosial digegerkan oleh viralnya aksi salah kirim jenazah yang hendak dimakamkan. Tidak hanya itu, dalam kejadian tersebut, siapa sangka juga terjadi aksi pemukulan yang dialami tim PSC (Public Safety Center) 119 Kota Malang, oleh keluarga korban Covid-19.</p>



<p>Hal itu, tentunya dipicu lantaran tim PSC, salah mengambil peti jenazah dan diketahui oleh keluarga pada saat sudah memasuki liang kubur. Berkaitan dengan itu, Koordinator PSC 119 Kota Malang, Dhana Setiawan, membeberkan kronologi sebenarnya, Jumat (29/1) siang.</p>



<p>&#8220;Kemarin (28/1), kejadian sekitar pukul 14.45, atau setelah Ishoma (istirahat, sholat, dan makan). Tim pemakaman menuju kamar jenazah RSSA (Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar) untuk mengambil jenazah, yang akan dimakamkan di TPU Sukun. Ada tiga jenazah yang harus dimakamkan secara bergantian,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Setelah menyelesaikan pemakaman dua jenazah, tim kembali ke RSSA, untuk memakamkan jenazah berikutnya. Dari situlah, mulai terjadi perselisihan.</p>



<p>&#8220;Keluarga jenazah atas nama Alm W, yang memiliki nomor antrian 4, meminta untuk segera dilakukan pemakaman, setelah nomor antrian 3. Namun, karena diundur menjadi antrean nomor 5, karena tim pemakaman akan menyelesaikan pemakaman jenazah di wilayah Sukun, untuk antrian nomor 3 dan nomor 5, keluarga almarhum tidak terima,&#8221; lanjut Dhana.</p>



<p>Lantaran tidak sabar menunggu, pihak keluarga Alm W, pun sampai beradu mulut dengan dua anggota pemakaman bernama Tri Erwanto dan Alfa.</p>



<p>&#8220;Setelah itu, keluarga tidak berkenan kalau jenazah Alm W, dimakamkan oleh tim. Mereka memutuskan, untuk memanggil ambulance sendiri karena merasa sakit hati. Bahkan, pihak keluarga sempat mengumpat kepada salah satu anggota kami,&#8221; ceritanya.</p>



<p>Karena tidak terima dengan umpatan yang dilontarkan pada anggota PSC 119 atas nama Tri, rekannya bernama Alfa membenturkan badan ke salah satu anggota keluarga Alm. Wakid.</p>



<p>&#8220;Karena kondisi memanas, Bhabinkamtibmas Bandungrejosari, sekaligus penjaga kamar jenazah, Aiptu Budi Setyo, berusaha menengahi dan akhirnya jenazah dibawa menuju pemakaman. Sesampainya di pemakaman, salah satu anggota keluarga Alm W menyadari bahwa peti yang dibawa, bukan jenazah keluarganya. Melainkan jenazah Alm S, atau bukan keluarganya,&#8221; terang Dhana.</p>



<p>Makin tidak terima, keluarga Alm W akhirnya kembali adu mulut dengan tim pemakaman dan memukul Alfa hingga pingsan dan harus dilarikan ke RKZ. &#8220;Anggota tim pemakaman yang lain kembali menuju RSSA, untuk mengambil jenazah Alm W,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kepala UPT Pemakaman, Takroni Akbar, mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut. &#8220;Memang benar ada kesalahan dari kami, tapi saya rasa itu manusiawi. Kami sehari sebelumnya, kerja seharian dengan diguyur hujan, demi tugas kemanusiaan,&#8221; katanya.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Takroni ini berharap, kesalahan kali ini jangan sampai mencederai dan merusak apa yang sudah dilakukannya bersama tim hampir 1 tahun belakangan, berkaitan dengan pemulasaran dan pemakaman jenazah pasien Covid-19.</p>



<p>&#8220;Kami sudah upayakan kerja sebaik mungkin, lelah, kecapekan, kadang tidak sempat makan karena saking banyak proses pemakaman yang harus kami kerjakan. Meski nyaris fatal kejadian kemarin, tapi sudah teratasi. Alhamdulillah,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/133441-viral-salah-jenazah-ini-klarifikasi-rssa-malang">Baca Juga: Viral Salah Jenazah, Ini Klarifikasi RSSA Malang</a></strong></p>



<p>Meski begitu, dirinya memohon maaf kepada pihak yang merasa dirugikan, atas insiden yang terjadi kemarin. Dia juga meminta kepada keluarga korban Covid-19, jangan menekan petugas ketika sedang menjalankan misi kemanusiaan ini.</p>



<p>&#8220;Saya mohon juga pengertian dari keluarga korban, petugas jangan ditekan, jangan disuruh buru-buru. Sabarlah, tetap akan kami layani berapapun banyaknya. Bahkan dahulu, sehari 17 (pemakaman) saja kami layani, dari pagi hingga subuh,&#8221; terangnya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133444</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Kabupaten Malang Perlu Lebih Kenal PSC 119</title>
		<link>https://memontum.com/masyarakat-kabupaten-malang-perlu-lebih-kenal-psc-119</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jan 2020 14:44:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[PSC 119]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/103978-masyarakat-kabupaten-malang-perlu-lebih-kenal-psc-119</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Sejak diluncurkan pada malam pergantian tahun beberapa hari lalu ternyata Public Safety Center (PSC) 119 Kabupaten Malang belum banyak dikenal masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo mengakui jika hingga saat ini pihaknya perlu lebih intensif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat. &#8220;Ada 60 jadwal sosialisasi kepada semua masyarakat di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Sejak diluncurkan pada malam pergantian tahun beberapa hari lalu ternyata Public Safety Center (PSC) 119 Kabupaten Malang belum banyak dikenal masyarakat.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo mengakui jika hingga saat ini pihaknya perlu lebih intensif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat.</p>
<p>&#8220;Ada 60 jadwal sosialisasi kepada semua masyarakat di Kabupaten Malang, dalam jangka waktu enam bulan. Mulai Januari sampai akhir Juni. Harapannya, paling tidak dalam enam bulan kita sosialisasi, 20 % masyarakat paham, bagaimana kalau menghubungi PSC 119,&#8221; kata Arbani, Jumat (10/1/2020) siang.</p>
<p>Lanjut Arbani, sosialisasi kepada masyarakat memang membutuhkan jangka waktu yang tidak sebentar. Hal itu, kata Arbani, juga berdasarkan pengalaman yang terjadi pada PSC 119 Kabupaten Tulungagung.</p>
<p>&#8220;Memang perlu sosialisasi terus menerus. Pengalaman yang dilakukan oleh Tulungagung, selama enam tahun itu masih 40 %. Makanya kita harus punya konsep atau strategi sosialisasi yang dapat segera diterima masyarakat,&#8221; terangnya.</p>
<p>Mantan Direktur Utama RSUD Lawang ini juga menyampaikan, sejauh ini PSC 119 baru menangani 3 kejadian berdasarkan laporan dari masyarakat.</p>
<p>&#8220;Ada tiga, mereka langsung memencet Emergency Button, kemudian diterima oleh call center, dalam jangka waktu ya kalau sekarang lebih dari 15 menit kita bisa maklum ya, karena masih baru,&#8221; ungkap Arbani.</p>
<p>Arbani pun menyarankan agar masyarakat mengunduh aplikasi Emergency Button Malang-Kab di Google PlayStore bagi pengguna Android untuk mendapatkan pelayanan kedaruratan dari PSC 119 Kabupaten Malang. Disamping itu, masyarakat juga bisa mengirim pesan singkat melalui WhatsApp atau melakukan panggilan di nomor 081-365-000-119.<strong> (Sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103978</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
