<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Psikiater &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/psikiater/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Jan 2022 11:47:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Psikiater &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kasus Pembunuh Bapak Kandung Dampit, Polres Malang Tunggu Hasil Psikiater RSJ</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-pembunuh-bapak-kandung-dampit-polres-malang-tunggu-hasil-psikiater-rsj</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2022 11:47:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Bunuh Bapak Kandung]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang]]></category>
		<category><![CDATA[Psikiater]]></category>
		<category><![CDATA[RSJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=161323</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Petugas Polres Malang masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan terhadap Suradi (65), warga Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, yang diduga dilakukan oleh anaknya sendiri, Hudi Cahyono (37). Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Bara&#8217;langi, pada Kamis (06/01/2022) menjelaskan, bahwa terkait kejiwaan terduga pelaku, pihaknya masih menunggu hasil dari dokter, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Petugas Polres Malang masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan terhadap Suradi (65), warga Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, yang diduga dilakukan oleh anaknya sendiri, Hudi Cahyono (37).</p>



<p>Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Bara&#8217;langi, pada Kamis (06/01/2022) menjelaskan, bahwa terkait kejiwaan terduga pelaku, pihaknya masih menunggu hasil dari dokter, psikiater dan tim medis dari RSJ Lawang. Nantinya, hasil tersebut akan digelarkan bersama dengan tim penyidik Sat Reskrim Polres Malang.</p>



<p>&#8220;Untuk pemeriksaan kejiwaan dalam artian asesment terhadap pelaku yang diduga mengalami gangguan kejiwaan, sampai dengan saat ini kami menunggu hasil dari pihak psikiater RSJ Lawang. Selanjutnya dari hasil tersebut, akan kami gelarkan dengan para penyidik,&#8221; ujar AKP Donny.</p>



<p>Untuk penanganan terhadap salah satu korban yang mengalami luka berat, yang merupakan saksi kunci dalam peristiwa tersebut, pihak kepolisian masih menunggu kondisi korban atau kakak tersangka yang juga anak korban, membaik terlebih dahulu. Baru kemudian, akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.</p>



<p>Menurut AKP Donny, untuk kondisi korban yang merupakan kakak kandung dari terduga pelaku, juga sudah berangsur membaik. Akan tetapi, masih belum bisa dimintai keterangan. &#8220;Bahwa korban atau kakak kandung dari pelaku ini, sudah balik ke rumahnya untuk menjalani perawatan di rumah dan semua kondisi tubuhnya sudah mulai pulih dari luka sabetan di jarinya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-agenda-penting-jadi-fokus-pembahasan-banmus-dprd-trenggalek">Dua Agenda Penting Jadi Fokus Pembahasan Banmus DPRD Trenggalek</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/berkah-ramadan-opak-gambir-maharis-kota-malang-kewalahan-layani-orderan-premium">Berkah Ramadan, Opak Gambir Maharis Kota Malang Kewalahan Layani Orderan Premium</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sumur-bor-hasil-tmmd-di-dusun-templek-kediri-akhirnya-keluarkan-air-bersih">Sumur Bor Hasil TMMD di Dusun Templek Kediri Akhirnya Keluarkan Air Bersih</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-mudik-lebaran-mas-dhito-minta-dpupr-gerak-cepat-penanganan-jalan-berlubang">Jelang Mudik Lebaran, Mas Dhito Minta DPUPR Gerak Cepat Penanganan Jalan Berlubang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hari-kedua-pencarian-jenazah-bocah-hanyut-di-sungai-kasin-berhasil-ditemukan">Hari Kedua Pencarian, Jenazah Bocah Hanyut di Sungai Kasin Berhasil Ditemukan</a></li>
</ul>


<p>AKP Donny menyebut, bahwa memang dari awal terduga pelaku sudah ada indikasi gangguan kejiawaan. Yakni, sejak terduga pelaku kehilangan pekerjaan, selama kurang lebih sekitar satu tahun terakhir.</p>



<p>&#8220;Indikasinya ada, karena pernah beberapa bulan yang lalu terduga pelaku ini pernah didatangi oleh tim medis dari Puskesmas terdekat. Namun, yang bersangkutan melarikan diri. Memang ada gejala tersebut muncul semenjak yang bersangkutan indikasinya kehilangan pekerjaan. Saat ini pekerjaannya si terduga pelaku adalah buruh serabutan, sudah setahunan,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Untuk penanganan lebih lanjut, apabila benar terduga pelaku mengalami gangguan kejiwaan, pihak kepolisian akan koordinasi dengan pihak RSJ Lawang. &#8220;Kalau memang yang bersangkutan ada gangguan jiwa, kita akan gelarkan dan sepenuhnya akan kita serahkan kepada analisa tim medis dan psikiater. Apakah layak untuk kita tangani atau untuk sementara ditangani oleh tim rumah sakit jiwa yang ada di kecamatan Lawang, Kabupaten Malang,&#8221; ujar AKP Donny.</p>



<p>Kasat Reskrim juga menyampaikan, bahwa dengan kondisi kejiwaan terduga pelaku saat ini tidak menggugurkan proses hukum yang sudah berjalan. &#8220;Untuk proses hukum tetap berjalan, karena namanya kondisi kejiwaan itu kan suatu saat bisa pulih, apabila pulih prosesnya kita lanjutkan, seperti itu. Jadi tidak menggugurkan proses hukum yang kita tangani,&#8221; ujarnya. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">161323</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Psikiater UNAIR Ungkap Generasi Milenial Rentan Alami Gangguan Mental</title>
		<link>https://memontum.com/psikiater-unair-ungkap-generasi-milenial-rentan-alami-gangguan-mental</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jul 2021 07:36:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan mental]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Milenial]]></category>
		<category><![CDATA[Psikiater]]></category>
		<category><![CDATA[UNAIR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=149399</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya – Generasi milenial faktanya rentan mengalami stres karena usia ini sangat dinamis dan sangat mengikuti perubahan. Tepatnya, generasi muda atau produktif yang lahir tahun 1981-1995 atau yang sekarang berusia 24-39 tahun. Baca Juga: Menanggapi hal itu, pakar kesehatan jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), dr Damba Bestari, mengatakan bahwa kesehatan mental adalah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> – Generasi milenial faktanya rentan mengalami stres karena usia ini sangat dinamis dan sangat mengikuti perubahan.</p>



<p>Tepatnya, generasi muda atau produktif yang lahir tahun 1981-1995 atau yang sekarang berusia 24-39 tahun.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/serapan-perum-bulog-jatim-tembus-di-angka-200-ribu-ton-beras-per-februari">Serapan Perum Bulog Jatim Tembus di Angka 200 Ribu Ton Beras Per Februari</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/lindungi-anak-di-ruang-digital-dp3ak-jatim-bersama-plato-foundation-gelar-safer-internet-day">Lindungi Anak di Ruang Digital, DP3AK Jatim bersama Plato Foundation Gelar Safer Internet Day</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pengelolaan-pemerintahan-dan-penguatan-ekonomi-pemprov-jatim-terima-kunjungan-gubernur-sherly">Pengelolaan Pemerintahan dan Penguatan Ekonomi, Pemprov Jatim Terima Kunjungan Gubernur Sherly</a></li>
</ul>


<p>Menanggapi hal itu, pakar kesehatan jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), dr Damba Bestari, mengatakan bahwa kesehatan mental adalah saat suatu kondisi pikiran, perilaku, dan perasaan mengalami kesejahteraan atau wellbeing,</p>



<p>Sehingga, jiwa dan raga dapat berfungsi dengan baik, baik secara sosial, pekerjaan, pendidikan, dan perawatan.</p>



<p>“Sehat secara mental bukan suatu kondisi yang seratus persen bebas stres, itu suatu hal yang tidak mungkin, namun bagaimana cara untuk menghadapi stres itu,” ungkap dr Damba Bestari atau dr Dona sapaan akrabnya, Sabtu (31/07).</p>



<p>Selain itu, dr Dona menjelaskan bahwa stres suatu kondisi yang menuntut seseorang untuk menyesuaikan diri terhadap segala perubahan. Jadi sebenarnya bukan selalu hal yang negatif, tetapi juga bisa positif.</p>



<p>“Pernikahan dan punya anak adalah suatu hal yang menyenangkan atau positif. Tapi itu adalah suatu perubahan besar dalam hidup, jadi itu juga disebut sebagai stressor,” jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, dr Dona menjelaskan stres adalah hal yang sangat penting, karena dengan adanya stres seseorang bisa menghasilkan zat kortisol dan adrenalin untuk melindungi diri agar tetap produktif.</p>



<p>“Misal saya disuruh mengisi webinar dengan peserta yang banyak, di situ saya ada stressor sehingga saya terpicu untuk menampilkan materi dengan sebaik mungkin,” jelasnya.</p>



<p>Namun, lanjutnya lagi, ketika stressor terlalu kuat maka mekanisme otak akan kacau sehingga menyebabkan gangguan.</p>



<p>Gangguan itu tidak hanya ke masalah psikis atau mental tetapi juga ke masalah tubuh. Dampak gangguan fungsi bisa setara dengan asma berat dan hepatitis B. Sementara stres atau pasca trauma setara dengan orang lumpuh.</p>



<p>“Kenapa kita sering mendengar untuk menjaga imunitas tubuh kita harus pintar mengelola stres, hal itu karena kortisol dapat merusak ke tingkat seluler jika diproduksi secara berlebihan,” jelasnya.</p>



<p>Menurutnya, generasi milenial adalah generasi yang rentan stres, tapi mereka memiliki fleksibilitas yang masih baik, sehingga itu menjadi daya tahan mereka terhadap stres.</p>



<p>Dengan semakin banyak konten media sosial yang membahas kesehatan mental, hal itu dapat meningkatkan kesadaran mereka terhadap kesehatan mental.</p>



<p>Sebaliknya hal tersebut bisa menjadi bumerang bagi mereka. Karena semakin tinggi kesadaran akan kesehatan mental, banyak generasi milenial yang melakukan diagnosis sendiri (self diagnosis) sehingga dapat menyebabkan Cyberchondriasis atau khawatir berlebihan terhadap suatu penyakit karena mencari info kesehatan melalui internet, bukan langsung datang ke profesional.</p>



<p>“Meskipun saya psikiater, tapi saya tidak mendiagnosis diri sendiri, jadi harus melalui konfirmasi orang lain, karena ada yang namanya distorsi kognitif atau unsur emosional yang cenderung melebihkan atau mengurangi gejala,” terangnya</p>



<p>Sementar itu, ia berpesan datang ke profesional seperti psikiater atau psikolog tidak harus saat sakit, namun jika hanya ingin mengobrol atau curhat itu sangat diperbolehkan.</p>



<p>Selain profesional, ada orang lain yang dapat membantu seperti keluarga, teman, dan support group.</p>



<p>“Kalau pada saat darurat tengah malam, Anda bingung cerita ke siapa, sekarang ada banyak platform kesehatan mental yang tersedia 24 jam, Anda bisa memanfaatkan itu,” ujar Dona. <strong>(ade/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">149399</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
