<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>PT Garam &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pt-garam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 May 2021 17:17:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>PT Garam &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Bantu Masyarakat Kurang Mampu melalui Baznas Didukung PT Garam dan Paguyuban Tambak Udang</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-bantu-masyarakat-kurang-mampu-melalui-baznas-didukung-pt-garam-dan-paguyuban-tambak-udang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 May 2021 17:17:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Bantu]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat Kurang Mampu]]></category>
		<category><![CDATA[melalui Baznas]]></category>
		<category><![CDATA[PT Garam]]></category>
		<category><![CDATA[tambak udang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=142401</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Upaya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep dalam mengumpulkan Zakat, Infaq dan Sedekah patut diapresiasi oleh berbagai pihak. Itu dibuktikan dengan tingginya animo masyarakat untuk menyerahkan zakat pada pemerintah melalui Baznas. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, cukup apresiatif dengan kinerja Baznas Sumenep. Pasalnya, pengumpulan zakat terus mengalir. Seperti serah terima zakat dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sumenep</strong> &#8211; Upaya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep dalam mengumpulkan Zakat, Infaq dan Sedekah patut diapresiasi oleh berbagai pihak. Itu dibuktikan dengan tingginya animo masyarakat untuk menyerahkan zakat pada pemerintah melalui Baznas.</p>



<p>Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, cukup apresiatif dengan kinerja Baznas Sumenep. Pasalnya, pengumpulan zakat terus mengalir. Seperti serah terima zakat dari PT Garam sebesar Rp 30 juta dan zakat dari paguyuban petambak udang dengan beras 1 ton di Pendopo Keraton, Senin, (10/05).</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/puluhan-pelukis-nusantara-meriahkan-festival-seni-lukis-madura">Puluhan Pelukis Nusantara Meriahkan Festival Seni Lukis Madura</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-sumenep-kemas-pameran-pembangunan-dalam-madura-night-vaganza">Pemkab Sumenep Kemas Pameran Pembangunan Dalam Madura Night Vaganza</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/gunakan-energi-bersih-rec-pemkab-sumenep-nota-kesepahaman-dengan-pln">Gunakan Energi Bersih REC, Pemkab Sumenep Nota Kesepahaman dengan PLN</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cari-15-orang-abk-kapal-putra-sumber-mas-basarnas-kerahkan-dua-kapal-di-perairan-sumenep">Cari 15 Orang ABK Kapal Putra Sumber Mas, Basarnas Kerahkan Dua Kapal di Perairan Sumenep</a></li>
</ul>


<p>Suami Kurnia Fauzi ini menyampaikan, bahwa Baznas sebagai salah satu pengelola zakat, infaq dan sedekah diharapkan dapat mengurangi kemiskinan di Sumenep. “Terimakasih Baznas telah menyerahkan zakat pada anak yatim dan kaum duafa,” katanya.</p>



<p>Bupati berharap, Baznas bisa membuat program terobosan yang konstruktif bagi pengembangan Baznas dan aksi nyata dalam pengelolaan zakat, infaq dan sedekah di masa mendatang.</p>



<p>“Jangan hanya bantuan sosial (Bansos) yang sifatnya jangka pendek. Baznas perlu membuat program produktif yang bisa bermanfaat kepada masyarakat untuk jangka panjang,” ungkapnya.</p>



<p>Dijelaskan, dukungan PT Garam dan paguyuban petambak udang bisa menjadi ajang percontohan bagi paguyuban lainnya ke depan untuk ikut berpartisipasi dalam penyerahan zakatnya.</p>



<p>&#8220;Saya tegaskan pada pengusaha atau investor dari dalam maupun luar daerah. Jika mau berbisnis, buka lapangan usaha atau mau berinvestasi di Kabupaten Sumenep harus bisa membangun Sumenep. Kalau tidak, gak usah diurus ijinnya. Ijin usaha/perusahaan bisa keluar jika perusahaan mau membangun Sumenep juga,&#8221; katanya blak-blakan.</p>



<p>Jadi, perusahaan jangan hanya berbisnis disini tapi hanya untuk keuntungan perusahaannya saja. &#8220;Kalau mau berbisnis di Sumenep juga harus berkontribusi nyata dalam memajukan Sumenep. Indikatornya bisa bantu beasiswa, bangun RTLH, bantu anak yatim dan kaum duafa,&#8221; bebernya.</p>



<p>Berdasarkan realisasi dalam pengumpulan zakat oleh Baznas, tahun 2019 sebesar Rp 800 juta, sedangkan tahun 2020 berjumlah Rp 1,8 milyar. Dari data Baznas Sumenep, juga ada penyerahan zakat fitrah dari Dandim 0827 Sumenep 30 paket, DPR RI sebanyak 55 paket dan Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, sebanyak 50 ribu paket zakat fitrah plus untuk 50 ribu orang dengan jumlah total Rp 2,5 milyar. “Ini yang sudah masuk ke Baznas Sumenep,” jelasnya.</p>



<p>Lantaran keterbatasan personil hanya beberapa program kegiatan yang terealisasi. Organisasi keagamaan yang hanya bisa membagikan kepada 1000 masjid dan Musala yang tersebar di kabupaten Sumenep. “Alhamdulillah sudah di support oleh Bank Jatim dan BPRS,” katanya. Sementara, dibidang ekonomi, menurutnya, sudah membagi 1.016 paket buka puasa dan sahur dibagi 13 warung yang diberdayakan. “kita order per warung ada 30 paket untuk dibagi kepada kaum dhu’afa di sekitar warung tersebut. Itu selama 14 hari,” jelasnya. <strong>(roz/edo/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142401</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Garam, Kekayaan Alam Sumenep yang Potensial</title>
		<link>https://memontum.com/garam-kekayaan-alam-sumenep-yang-potensial</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2020 07:58:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Garam]]></category>
		<category><![CDATA[Garam Beryodium]]></category>
		<category><![CDATA[Pabrik Breket Garam]]></category>
		<category><![CDATA[PT Garam]]></category>
		<category><![CDATA[PT Garam Kalianget]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=128902</guid>

					<description><![CDATA[Lahirnya Kantor PT Garam Kalianget Memontum Sumenep &#8211; Potensi kekayaan alam yang terkandung di Kabupate Sumenep tidak hanya potensial untuk tanaman tembakau, melainkan juga produktif untuk lahan pegaraman. Garam menjadi sumber pendapatan potensial lainnya di masyarakat Sumenep sejak Mbah Anggosuto pertama kali menemukan kandungan alam yang potensial terciptanya garam. Menurut Wawan, warga Kalianget,, garam awalnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>Lahirnya Kantor PT Garam Kalianget</h3>
<p><span id="more-128902"></span></p>
<p><strong>Memontum Sumenep</strong> &#8211; Potensi kekayaan alam yang terkandung di Kabupate Sumenep tidak hanya potensial untuk tanaman tembakau, melainkan juga produktif untuk lahan pegaraman. Garam menjadi sumber pendapatan potensial lainnya di masyarakat Sumenep sejak Mbah Anggosuto pertama kali menemukan kandungan alam yang potensial terciptanya garam.</p>
<p>Menurut Wawan, warga Kalianget,, garam awalnya muncul di ladang-ladang pertanian yang dikelola secara tradisional. Namun melihat potensi garam membuat bangsa Eropa dibawah kolonial Belanda menciptakan industry atau pabrik garam di bawah bendera Pabrik Breket Garam di Kalianget.</p>
<p>Namun pada perkembangannya, lanjut Wawan, industri Garam Indonesia terus berkembang. Kini, industri garam yang dibawah naungan PT Garam berkantor di Kalianget, Kabupaten Sumenep. Bahkan menjadi salah satu sektor industri yang potensial menopang roda perekonomian keluarga atau masyarakat Indonesia. Sebab, kebutuhan akan garam tiap tahun makin meningkat.</p>
<p>“Dari mulai berupa material garam kasar (krosok), industri garam di Indonesia memproduksi berbagai jenis garam untuk memenuhi berbagai keperluan akan garam. Baik untuk kebutuhan rumah tangga, maupun kebutuhan industri, peternakan dan pertanian dan lain sebagainya,” terang Wawan.</p>
<p>Namun demikian, kata dia, industri garam di Indonesia bukan berarti berjalan mulus tanpa hambatan dan kendala. Kualitas garam yang belum maksimal, ketidakstabilan harga garam, proses produksi yang masih bersifat tradisional, dan persaingan dengan komoditi garam dari luar negeri merupakan tantangan dari  sekian banyak masalah garam di Indonesia.</p>
<p>“Perlu ada pembenahan yang berkelanjutan sehingga ada peningkatan kualitas melalui industri garam Indonesia. Garam di dalamnya terkandung senyawa Kalium Iodat (Garam Beryodium), salah satu nutrisi penting yang harus dikonsumsi secara teratur oleh manusia.Jumlah garam yang harus dikonsumsi per hari untuk setiap orang kurang lebih adalah 9 gram,” terang Wawan yang sering sharing dengan para petinggi PT Garam Kalianget.</p>
<p>Untuk masyarakat di negara berkembang seperti Indonesia, selain untuk memenuhi nutrisi tubuh, konsumsi garam ditujukan juga untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan yodium. Proses produksi garam ada yang dihasilkan oleh petani garam, ada juga yang  melalui proses industri garam. <strong>(ADV/edo)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">128902</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kota Tua Kalianget sebagai Pusat Peradaban di Madura</title>
		<link>https://memontum.com/kota-tua-kalinget-sebagai-pusat-peradaban-di-madura</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2020 14:17:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Tua Kalianget]]></category>
		<category><![CDATA[PT Garam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=127290</guid>

					<description><![CDATA[Kompleks Perumahan Berarsitektur Eropa Modern Memontum Sumenep &#8211; Menelusuri jejak-jejak sejarah Kota Tua Kalianget di Kabupaten Sumenep tentu saja tidak akan pernah terlepas dari bangunan bersejarah di Kecamatan Kalianget, areal Kantor Pusat PT Garam Sumenep. Banyak bangunan peninggalan sejarah yang membuktikan bahwa Kalianget pernah berjaya. Budayawan Sumenep Ibnu Hajar membeberkan kemajuan Kecamatan Kalianget yang ditandai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Kompleks Perumahan Berarsitektur Eropa Modern</strong></h3>
<p><strong>Memontum Sumenep</strong> &#8211; Menelusuri jejak-jejak sejarah Kota Tua Kalianget di Kabupaten Sumenep tentu saja tidak akan pernah terlepas dari bangunan bersejarah di Kecamatan Kalianget, areal Kantor Pusat PT Garam Sumenep. Banyak bangunan peninggalan sejarah yang membuktikan bahwa Kalianget pernah berjaya.</p>
<p>Budayawan Sumenep Ibnu Hajar membeberkan kemajuan Kecamatan Kalianget yang ditandai dengan berdirinya bangunan Pabrik Garam Briket semasa Pemerintahan Hindia Belanda. Madura yang saat itu kental dengan bangunan joglonya yang menghadap ke selatan, justru di Kalianget sudah berjejer bangunan berupa kompleks perumahan berasitektur modern pertama di Madura atau bahkan bisa saja di Jawa Timur.</p>
<p>“Julukan Kota Tua Kelianget menandakan jika pernah terjadi masa kejayaan di areal pabrik Garam Briket Kalianget. Di saat daerah lain masih bernuansa keratin atau kerajaan yang sarat berbau kultur dan kental adat budayanya, tapi di Kalianget saat itu sudah jauh melampaui zamannya kala itu. Terbukti, pabrik modern berdiri di Kota Tua Kalianget kala itu,&#8221; terang Ibnu.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2020/11/gedung-pembangkit-listrik.jpg?ssl=1"><img decoding="async" width="740" height="392" class="wp-image-127292 size-full" src="https://i0.wp.com/s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2020/11/gedung-pembangkit-listrik.jpg?resize=740%2C392&#038;ssl=1" alt="&quot;Gedung" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/gedung-pembangkit-listrik.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/gedung-pembangkit-listrik.jpg?resize=300%2C159&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/gedung-pembangkit-listrik.jpg?resize=768%2C407&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/gedung-pembangkit-listrik.jpg?resize=600%2C318&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/gedung-pembangkit-listrik.jpg?resize=200%2C106&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Sejarah mencatatkan Kota Tua Kalianget meninggalkan peradaban yang luar biasa. Lanjut Ibnu, saat itu alat-alat yang digunakan masyarakat masih serba tradisional tapi Kalianget sudah menggunakan teknologi modern. Terbukti ada Lori kereta sebagai sarana trasportasi untuk mengangkut garam dan karyawan pabrik. Padahal sarana transportasi Madura kala itu masih mengandalkan dokar atau yang lebih keren disebut Delman di kalangan Hindia Belanda kala itu.</p>
<p>Itu sebuah tuntutan prasejarah modern di abad 19 kala itu. Dengan dibangunnya pabrik garam briket Kalianget membuktikan bahwa layak Kalianget menyandang julukan Kota tua. Sebab telah terjadi kemajuan pesat diantaranya dibangunnya Gedung Pembangkit Listrik, Pabrik Garam Briket, kompleks perumahan berarsitektur Eropa, lori kereta, pelabuhan dan kapal pengangkut garam.</p>
<p>&#8220;Sekali lagi saya mau katakan bahwa di Kota Tua itu telah terjadi pusat peradaban kala itu. Indikasinya jadi pusat perdagangan, pusat industri garam, pusat ekspor garam dan lain sebagainya. Karena industri garam yang dimiliki Belanda pada saat itu, sehingga prakemerdekaan, Belanda berupaya mencengkramkan kekuasaan ekonominya dalam hal ini tentang garam,&#8221; terang budayawan berskala nasional ini. <strong>(adv/edo)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127290</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
