<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>puasa, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/puasa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Feb 2026 12:15:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>puasa, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Petugas Kebersihan Kota Malang dan Ibadah Puasa, Berangkat saat Warga Terlelap dan Sahur di Lokasi Kerja</title>
		<link>https://memontum.com/petugas-kebersihan-kota-malang-dan-ibadah-puasa-berangkat-saat-warga-terlelap-dan-sahur-di-lokasi-kerja</link>
					<comments>https://memontum.com/petugas-kebersihan-kota-malang-dan-ibadah-puasa-berangkat-saat-warga-terlelap-dan-sahur-di-lokasi-kerja#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[berangkat]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[kebersihan]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[petugas]]></category>
		<category><![CDATA[puasa,]]></category>
		<category><![CDATA[terlelap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230348</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Di tengah menjalankan Ibadah Bulan Suci Ramadan, Dedi Wijayadi (20) tetap harus bekerja sebagai petugas kebersihan sampah. Bahkan, dirinya harus memulai aktivitasnya sejak pukul 02.00 dini hari, saat sebagian warga masih terlelap atau baru bersiap untuk sahur. Dedi-sapaan akrabnya, bekerja sebagai petugas pengangkut sampah di wilayah Mojolangu, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Di tengah menjalankan Ibadah Bulan Suci Ramadan, Dedi Wijayadi (20) tetap harus bekerja sebagai petugas kebersihan sampah. Bahkan, dirinya harus memulai aktivitasnya sejak pukul 02.00 dini hari, saat sebagian warga masih terlelap atau baru bersiap untuk sahur.</p>



<p>Dedi-sapaan akrabnya, bekerja sebagai petugas pengangkut sampah di wilayah Mojolangu, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, sejak tahun 2018. Selama hampir delapan tahun itu, dirinya selalu berpuasa penuh setiap Ramadan, meski pekerjaannya menuntut tenaga ekstra.</p>



<p>&#8220;Berat sih. Soalnya pekerjaannya memang berat. Tapi alhamdulillah, tetap puasa,” ujar Dedi, saat ditemui di sela-sela dirinya bekerja, Jumat (20/02/2026) tadi.</p>



<p>Karena harus mulai aktivitas sebelum Subuh, Dedi mengaku, untuk waktu sahur dirinya dilakukan di tempat kerja. Untuk itu, dirinya membawa bekal dari rumah untuk dimakan di sela-sela aktivitas mengangkut sampah.</p>



<p>“Sahurnya bawa dari rumah, untuk makannya di sini,” katanya.</p>



<p>Setiap hari, Dedi bertugas mengangkut sampah rumah tangga hingga limbah usaha kuliner di kawasan Jalan Borobudur dan sekitarnya. Jam kerjanya bisa berlangsung hingga pukul 08.00 pagi, bahkan tidak jarang hingga sampai 11.00 siang, tergantung kondisi armada pengangkut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dedi mengaku, bahwa beban kerja sekarang terasa semakin berat karena keterbatasan truk pengangkut. Satu kendaraan harus bolak-balik hingga beberapa kali, sementara volume sampah terus menumpuk.</p>



<p>“Truknya kurang. Satu truk bisa kembali tiga kali, itu pun masih ada sisa,” ucapnya.</p>



<p>Di TPS Borobudur, diketahui ada sekitar 50 petugas kebersihan menangani sampah campuran dari rumah tangga, restoran, hingga kafe. Kawasan tersebut, termasuk salah satu titik dengan volume sampah tinggi yang ada di Kota Malang.</p>



<p>Meski kondisi kerja berat, Dedi mengaku penghasilannya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, walau belum mencapai Upah Minimum Regional (UMR). &#8220;Alhamdulillah cukup untuk keluarga. Biasanya kalau menjelang lebaran ada bingkisan tapi dari warga sekitar,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Di Bulan Ramadan ini, harapan Dedi cukup sederhana, yakni tetap sehat agar bisa bekerja, beribadah dan berkumpul dengan orang-orang terdekat. Selain itu, dirinya juga berharap agar Pemerintah Kota Malang dapat memberi perhatian lebih kepada para petugas kebersihan yang bekerja di lapangan setiap hari.</p>



<p>“Tolong lihat tukang sampah itu, susahnya bagaimana. Minta perhatiannya saja,” imbuhnya pelan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/petugas-kebersihan-kota-malang-dan-ibadah-puasa-berangkat-saat-warga-terlelap-dan-sahur-di-lokasi-kerja/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230348</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sambut Puasa, Pemkab Pasuruan Mulai Gencarkan Monitoring Harga di Pasar Tradisional</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-puasa-pemkab-pasuruan-mulai-gencarkan-monitoring-harga-di-pasar-tradisional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[gencarkan]]></category>
		<category><![CDATA[Monitoring]]></category>
		<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[puasa,]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229884</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Menjelang Bulan Suci Ramadan 1446 H, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Pasuruan menggelar monitoring harga daging sapi, daging ayam dan telur, di sejumlah pasar tradisional, Jumat (30/01/2026) tadi. Beberapa pasar yang jadi sasaran, seperti di wilayah Kecamatan Bangil, Pandaan hingga Purwosari. Kepala Bidang (Kabid) Peternakan DKP3 Kabupaten Pasuruan, Mukhamad [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Menjelang Bulan Suci Ramadan 1446 H, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Pasuruan menggelar monitoring harga daging sapi, daging ayam dan telur, di sejumlah pasar tradisional, Jumat (30/01/2026) tadi. Beberapa pasar yang jadi sasaran, seperti di wilayah Kecamatan Bangil, Pandaan hingga Purwosari.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Peternakan DKP3 Kabupaten Pasuruan, Mukhamad Syaifi, mengatakan bahwa tujuan digelarnya monitoring tidak lain untuk melakukan cek dan ricek perkembangan harga produk-produk peternakan yang dijual di pasar tradisional. &#8220;Ini kegiatan rutin setiap seminggu sekali, yang bertujuan untuk melihat perkembangan harga produk peternakan di pasar-pasar,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari monitoring itu, Syaifi menegaskan bahwa seluruh harga daging ayam, daging sapi dan telur di Kabupaten Pasuruan, untuk perkilogramnya masih di bawah standart harga produk peternakan secara nasional. Untuk daging sapi murni, dijual seharga Rp 120 ribu perkg, kemudian telur ayam 27 ribu serta daging ayam 32 ribu.</p>



<p>&#8220;Setelah berkeliling, kami simpulkan bahwa seluruh produk peternakan yang dijual di banyak pasar tradisional Kabupaten Pasuruan masih di bawah harga standart nasional,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dengan masih stabilnya harga ketiga komoditas ini, Syaifi berharap transaksi pembelian di pasar tradisional di Kabupaten Pasuruan akan ikutan stabil, seiring stok yang masih cukup. &#8220;Mudah-mudahan semakin banyak warga yang datang ke pasar. Kita ramaikan pasar di wilayah kita masing-masing demi meningkatkan nilai perekonomian sekitar kita,&#8221; harapnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229884</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bulan Puasa, Menu MBG di Banyuwangi Diganti Makanan Kering untuk Buka Puasa</title>
		<link>https://memontum.com/bulan-puasa-menu-mbg-di-banyuwangi-diganti-makanan-kering-untuk-buka-puasa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2025 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[diganti]]></category>
		<category><![CDATA[kering,]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[puasa,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219994</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Selama Bulan Puasa, Program Makan Siang Bergizi (MBG) di Banyuwangi tetap diberikan pada siswa. Khusus selama Ramadan, menu MBG diganti dengan makanan kering agar bisa dibawa pulang untuk buka puasa. “Program MBG berjalan lancar dan jangkauan terus bertambah. Selama Bulan Puasa, program ini juga masih tetap bergulir dan tentu dengan penyesuaian yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Selama Bulan Puasa, Program Makan Siang Bergizi (MBG) di Banyuwangi tetap diberikan pada siswa. Khusus selama Ramadan, menu MBG diganti dengan makanan kering agar bisa dibawa pulang untuk buka puasa.</p>



<p>“Program MBG berjalan lancar dan jangkauan terus bertambah. Selama Bulan Puasa, program ini juga masih tetap bergulir dan tentu dengan penyesuaian yang sesuai,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (07/03/2025) tadi.</p>



<p>Saat ini, lanjutnya, program MBG telah menjangkau 39 sekolah dengan jumlah penerima program sebanyak 5.639 siswa. Sementara untuk selama Ramadan, menu MBG yang didapatkan oleh para siswa bukan seperti makanan siap saji yang dikonsumsi di sekolah biasanya. Namun, diganti dengan makanan kering untuk berbuka puasa yang bisa dibawa pulang. Seperti kurma, susu, telur, makanan ringan dan buah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Program MBG di Banyuwangi secara resmi dimulai pada 3 Februari 2025 lalu. Kini, pelaksanaan MBG telah menjangkau 39 sekolah di Banyuwangi, mulai dari jenjang TK, SD, SMP negeri dan swasta. Saat ini, di Banyuwangi sudah ada tiga dapur umum SPPG (satuan pelayanan pemenuhan gizi) yang berada di wilayah kecamatan Rogojampi, Sempu dan Banyuwangi.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno, menambahkan bahwa pendistribusian makanan selama Bulan Puasa ke sekolah-sekolah tersebut tetap berlangsung setiap hari. “Selama Bulan Puasa pendistribusian makanan tetap dilakukan oleh pihak SPPG ke sekolah-sekolah setiap hari. Dan dari hasil pantauan kami, anak-anak sangat antusias menerima MBG yang bisa dibawa pulang untuk berbuka puasa,” terangnya. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219994</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Berbuka Puasa, Gudang di Probolinggo Tetiba Kobarkan Api</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-berbuka-puasa-gudang-di-probolinggo-tetiba-kobarkan-api</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Mar 2024 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[berbuka]]></category>
		<category><![CDATA[Gudang]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[kobarkan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[puasa,]]></category>
		<category><![CDATA[tetiba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207892</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Kebakaran hebat terjadi di Jalur Lingkar Utara, atau Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jumat (29/03/2024) malam. Adalah gudang rongsokan, yang menjadi sasaran bara api. Informasi yang diperoleh, kebakaran terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, bara api awalnya tidak terlalu besar. Namun, tidak berselang lama atau karena angin di lokasi cukup kencang, membuat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Kebakaran hebat terjadi di Jalur Lingkar Utara, atau Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jumat (29/03/2024) malam. Adalah gudang rongsokan, yang menjadi sasaran bara api.</p>



<p>Informasi yang diperoleh, kebakaran terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, bara api awalnya tidak terlalu besar. Namun, tidak berselang lama atau karena angin di lokasi cukup kencang, membuat api makin cepat membesar dan meluas. Sementara di lokasi, banyak barang yang mudah terbakar.</p>



<p>Akibat kejadian itu, petugas pemadam kebakaran menerjunkan lima mobil pemadam. Selain itu, mobil bantuan penyuplai air dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat juga dilibatkan.</p>



<p>&#8220;Di lokasi kebetulan banyak kardus hingga plastik. Sehingga, api dengan cepet membesar, ujar warga setempat, Ismail.</p>



<p>Lurah Mayangan, Iwan Arif Afandi, mengatakan jika gudang barang rongsokan itu milik Hasyim, warga setempat. Dalam kejadian itu, meski bara api hingga membesar, namun tidak sampai merembet ke pemukiman sekitar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kebetulan gudang barang rongsokannya berada di sebelah Utara jalan. Sementara di sekitar lokasi, jauh dari pemukiman,&#8221; kata Lurah Iwan, saat meninjau lokasi kejadian.</p>



<p>Untuk memadamkan api, lanjut Lurah Iwan, total ada enam kendaraan pemadam. Sementara arus lalu lintas, sempat ditutup untuk memudahkan pemadaman api.</p>



<p>&#8220;Untuk penyebab kebakarannya, masih belum diketahui,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kapolsek Mayangan, AKP Heri Sugianto, mengatakan untuk penyebab terjadinya kebakaran masih dalam penyelidikan anggota. Di lokasi, petugas juga membantu untuk proses pemadaman.</p>



<p>&#8220;Untuk penyebab terjadinya kebakaran, masih belum kita ketahui. Sementara ini kami masih melakukan penyelidikan,&#8221; terangnya. <strong>(nun/pix/sit</strong>)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207892</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Stok Aman Jelang Puasa, Pj Wali Kota Malang Tinjau Ternak Ayam Broiler</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-stok-aman-jelang-puasa-pj-wali-kota-malang-tinjau-ternak-ayam-broiler</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Feb 2024 11:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[broiler]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[puasa,]]></category>
		<category><![CDATA[ternak]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206446</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pastikan stok daging ayam di Kota Malang tetap terjaga hingg menjelang puasa Ramadan, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau salah satu peternak ayam broiler di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Senin (26/02/2024) tadi. Dalam pelaksanaan itu, dirinya juga menyampaikan bahwa pasokan daging ayam tersebut memang bukan hanya untuk warga Kota Malang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pastikan stok daging ayam di Kota Malang tetap terjaga hingg menjelang puasa Ramadan, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau salah satu peternak ayam broiler di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Senin (26/02/2024) tadi. Dalam pelaksanaan itu, dirinya juga menyampaikan bahwa pasokan daging ayam tersebut memang bukan hanya untuk warga Kota Malang. Sehingga, perlu dilakukan tinjauan agar dapat mengetahui stok dan kebutuhan daging ayam di Kota Malang.</p>



<p>“Walaupun ini tidak hanya untuk sekitar warga Kota Malang, tetapikan bertempat di Kota Malang. Karenanya, perlu juga dipantau untuk mengetahui stok dan kebutuhan daging ayam,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Ditambahkan Pj Wali Kota, bahwa ternak ayam broiler tersebut menjadi salah satu peternakan modern yang ada di Kota Malang. Bahkan, itu juga memiliki perbedaan yang signifikan dengan peternakan tradisional. Sebab, mampu menampung 40 ribu ekor ayam broiler.</p>



<p>“Ini ada 40 ribu ekor dan ada empat tingkat. Jadi seperti Rusunawa. Untuk pergerakannya, ini memang hanya menerima dari yang kecil sampai besar sampai dengan waktu 32 hari. Setelah 32 hari, itu dikirim lalu lima hari berikutnya dilakukan proses pembersihan dan disinfektan. Setelah itu, menerima ternak yang baru lagi,” terangnya.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya jika kelebihan dari peternakan modern itu, yakni mulai dari pemberian makanan, air hingga kelembapan suhu itu semua diatur. Sehingga sangat terkontrol dan secara efisien ruangan lebih kecil. Namun, pastinya menghasilkan daging yang berkualitas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kemudian juga terkait dengan kotoran dan luasannya, kalau peternakan tradisional itu lebih luas. Kha kalau ini, lebih kecil dan hasilnya juga baik. Dari 40 ribu ini, sangat bagus pengelolaannya,” ujarnya.&nbsp;</p>



<p>Sebagai informasi, untuk jumlah peternakan di Kota Malang sendiri, saat ini ada sekitar 28. Satu dengan peternakan modern dan 27 lainnya peternakan tradisional. Dengan masing-masing memiliki luas dan kapasitas yang berbeda.</p>



<p>Sementara itu, pemilik dan pengelola ternak ayam broiler, Hudan Suryo, menyampaikan bahwa cuaca menjadi salah satu kendala untuk peternakan modern tersebut. Itu mempengaruhi pada berat badan ayam broiler.</p>



<p>“Seperti hari ini tadi awalnya kan panas kemudian hujan, lha itu berpengaruh ke pembesaran daging. Beratnya itu bisa turun tidak sesuai dengan grafik,” ucap Hudan.</p>



<p>Lebih lanjut, Hudan menyampaikan jika waktu panen daging ayam tersebut yakni pada usia 28 sampai 35 hari. Untuk per bulannya rata-rata hasil ternak ayam broiler tersebut yakni 82 hingga 87 ton. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206446</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
