<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pulang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pulang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Mar 2026 16:05:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pulang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Aspal di Jember Mulus Sambut Pemudik, Pulang Kampung Jadi Makin Nyaman</title>
		<link>https://memontum.com/aspal-di-jember-mulus-sambut-pemudik-pulang-kampung-jadi-makin-nyaman</link>
					<comments>https://memontum.com/aspal-di-jember-mulus-sambut-pemudik-pulang-kampung-jadi-makin-nyaman#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[nyaman]]></category>
		<category><![CDATA[Pemudik]]></category>
		<category><![CDATA[pulang]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230934</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember saat ini tengah melakukan perbaikan besar-besaran untuk kondisi jalan berlubang. Melalui Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang, Pemkab Jember tancap gas melakukan kerja bakti berskala besar. Langkah ini dilakukan, untuk memastikan seluruh jalur utama maupun penghubung di Jember tidak hanya tampak bersih dan asri, tetapi juga memiliki standar keamanan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember saat ini tengah melakukan perbaikan besar-besaran untuk kondisi jalan berlubang. Melalui Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang, Pemkab Jember tancap gas melakukan kerja bakti berskala besar. Langkah ini dilakukan, untuk memastikan seluruh jalur utama maupun penghubung di Jember tidak hanya tampak bersih dan asri, tetapi juga memiliki standar keamanan yang layak bagi para pengendara.</p>



<p>Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Jember, Jupriono, menegaskan bahwa Gerakan Indonesia Asri ini bukanlah kampanye estetika belaka. Dirinya ingin, masyarakat Jember merasakan perubahan fungsional yang nyata pada infrastruktur jalan.</p>



<p>&#8220;Gerakan ini adalah wujud kehadiran kami secara nyata di tengah masyarakat. Kami menyadari bahwa menjelang Lebaran, mobilitas warga akan meningkat berkali-kali lipat. Oleh karena itu, kami ingin menghadirkan lingkungan yang nyaman dan jalanan yang layak huni bagi semua,&#8221; jelas Jupriono, saat meninjau salah satu lokasi pengerjaan, Kamis (12/03/2026) tadi.</p>



<p>Agar perbaikan ini efektif, ujarnya, Satgas telah memetakan 10 titik kerusakan utama yang menjadi prioritas pengerjaan. Di wilayah perkotaan, fokus utama tertuju pada kawasan padat aktivitas di Tawangmangu, Kecamatan Sumbersari. Mengingat, wilayah ini adalah jantung kegiatan ekonomi dan pendidikan.</p>



<p>Perbaikan di Tawangmangu sendiri, diharapkan dapat mengurai potensi kemacetan akibat jalan rusak. Mengingat, perhatian pemerintah tidak berhenti di tengah kota. Sementara, perbaikan sendiri merata hingga ke pelosok-pelosok kecamatan agar tidak ada wilayah yang merasa dianaktirikan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Bagi warga wilayah timur, jalur penghubung Lembengan hingga Cumedak di Ledokombo kini sedang dalam tahap pengaspalan ulang. Begitu pula dengan ruas Gayasan menuju Jatirejo di Kecamatan Jenggawah yang juga sudah menjadi lebih halus,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Bergeser ke wilayah selatan dan barat, Tim Satgas melakukan penambalan intensif sepanjang jalur Ambulu hingga Mangli, yang kemudian dilanjutkan ke arah Sukoreno di Kecamatan Kalisat. Akses penting lainnya, seperti Jalan Basuki Rahmat di Kecamatan Jombang dan jalur Kemuningsari Lor menuju Tamansari di Bangsalsari juga mendapatkan porsi perbaikan yang sama seriusnya.</p>



<p>Tidak ketinggalan, lintasan Kertosari-Antirogo di Kecamatan Pakusari serta ruas Kasiyan-Grenden di Kecamatan Puger, juga masuk dalam daftar pemeliharaan rutin. Perbaikan juga menyasar jalur Karangbayat menuju Mangungan di Kecamatan Sumberbaru, yang menjadi titik batas pemerataan infrastruktur di berbagai penjuru Kabupaten Jember.</p>



<p>Pemkab Jember menargetkan, seluruh perbaikan teknis ini tuntas pada 19 Maret 2026. Pemilihan tanggal ini, bukan tanpa alasan. Itu karena, tim ingin memastikan aspal sudah kering sempurna dan stabil sebelum dilalui ribuan kendaraan pemudik.</p>



<p>Jupriono berharap, dengan kondisi jalan yang mantap, risiko kecelakaan akibat lubang jalan dapat ditekan hingga ke titik terendah. &#8220;Selama masa perbaikan ini, mohon untuk tetap bersabar dan berhati-hati saat melintasi area yang sedang dikerjakan. Kurangi kecepatan kendaraan demi keselamatan bersama,&#8221; imbuhnya. <strong>(rio/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/aspal-di-jember-mulus-sambut-pemudik-pulang-kampung-jadi-makin-nyaman/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230934</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pulang Umroh, Bupati Sanusi Gelar Tasyakuran dan Doa Bersama untuk Kabupaten Malang</title>
		<link>https://memontum.com/pulang-umroh-bupati-sanusi-gelar-tasyakuran-dan-doa-bersama-untuk-kabupaten-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2025 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pulang]]></category>
		<category><![CDATA[Sanusi]]></category>
		<category><![CDATA[Tasyakuran]]></category>
		<category><![CDATA[Umroh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227349</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, bersama istri yang sekaligus menjabat sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Hj Anis Zaidah, menggelar tasyakuran pasca menjalani ibadah umroh selama 10 hari di Tanah Suci. Gelaran itu, dikemas sederhana di dalam komplek Rumah Dinas Bupati Malang, Sabtu (01/11/2025) tadi. Hadir dalam pelaksanaan itu, Wakil Bupati Malang, Hj [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, bersama istri yang sekaligus menjabat sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Hj Anis Zaidah, menggelar tasyakuran pasca menjalani ibadah umroh selama 10 hari di Tanah Suci. Gelaran itu, dikemas sederhana di dalam komplek Rumah Dinas Bupati Malang, Sabtu (01/11/2025) tadi.</p>



<p>Hadir dalam pelaksanaan itu, Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib dan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar. Selain itu, hadir pula tamu undangan, seperti Ketua DPRD Kabupaten Malang, Dandim 0818 Kabupaten Malang, perwakilan Polres Malang serta seluruh Kepala OPD dan Camat Kabupaten Malang.</p>



<p>&#8221;Mudah-mudahan mulai besok, saya memulai kegiatan lagi di Pemerintah Kabupaten Malang. Diawali dengan kegiatan Shubuh Keliling (Shuling) di Kecamatan Wonosari. Saya minta kepada semua OPD yang tidak ada tugas lain, untuk semua hadir di Kecamatan Wonosari,&#8221; kata Bupati Sanusi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga mengajak semua, untuk berdoa bersama untuk Kabupaten Malang. &#8220;Mari berdoa bersama kepada Allah SWT. Semoga semua yang akan dilakukan dan direncanakan, mendapat ridho dan pertolongan-Nya. Baik program Pemerintah Kabupaten Malang, Polres Malang, Kodim 0818 Kabupaten Malang, DPRD Kabupaten Malang serta program dari seluruh Kepala OPD mendapat petunjuk dan ridho dari Allah SWT,&#8221; jelas Bupati Malang.</p>



<p>Tasyakuran ini digelar, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT pasca selesai melaksanakan ibadah umroh selama 10 hari. Bupati Sanusi juga menceritakan, bahwa perjalanan ibadah umroh selama di Tanah Suci berjalan lancar. Meskipun, saat hendak ke Tanah Air, rencana perjalanannya tertunda dan mundur karena adanya masalah teknis dari pihak maskapai saat sudah berada di bandara.<strong> (pro/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227349</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hendak Pulang PKD, Kader PMII Pamekasan Dikeroyok OTK</title>
		<link>https://memontum.com/hendak-pulang-pkd-kader-pmii-pamekasan-dikeroyok-otk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jun 2024 09:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[dikeroyok]]></category>
		<category><![CDATA[hendak]]></category>
		<category><![CDATA[pulang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211059</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Rofiqul Amin (23), kader PMII Komisariat UIM Pamekasan asal Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal (OTK). Kejadian pengeroyokan itu, terjadi saat korban hendak pulang dari Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang diadakan oleh PMII Komisariat UIM di Balai Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Rofiqul Amin (23), kader PMII Komisariat UIM Pamekasan asal Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal (OTK). Kejadian pengeroyokan itu, terjadi saat korban hendak pulang dari Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang diadakan oleh PMII Komisariat UIM di Balai Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Senin (24/06/2024) sekitar pukul 04.30.</p>



<p>Diperoleh informasi, bahwa PMII Komisariat UIM Pamekasan mengadakan PKD mulai Jumat (20/06/2024) hingga Minggu (23/06/2024) malam. &#8220;Saat itu saya hendak pulang dari acara. Kemudian, datang sekitar tujuh pemuda memukul saya,&#8221; katanya, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Senin (24/06/2024) tadi.</p>



<p>Rofiqul Amin menambahkan, akibat pemukulan itu, beberapa anggota tubuhnya memar. Atas pengeroyokan tersebut, dirinya juga melaporkan kejadian itu ke Mapolres Pamekasan. &#8220;Dahi dan kepala memar, mas. Saya sudah lakukan visum ke RSUD Smart Pamekasan,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu saat dikonfirmasi, Kapolres Pamekasan melalui Kasi Humas Polres Pamekasan, AKP Sri Sugiarto, membenarkan kejadian itu. Pihaknya saat ini telah melakukan pemeriksaan dan penyelidikan.</p>



<p>&#8220;Melalui laporan ini, yang jelas penyidik segera menindaklanjuti dengan memeriksa pelapor. Termasuk saksi-saksi dan pastinya berbagai pihak akan dimintai keterangan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Terpisah, Ketua Umum PC PMII Pamekasan, Homaidi, mengatakan akan terus mengawal kejadian ini. Selain itu, juga menunggu proses hukum yang sedang berjalan di Polres Pamekasan. &#8220;Kami akan bekerja sama dengan pihak kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya untuk menjamin bahwa proses hukum berjalan dengan transparan dan adil,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Homaidi berharap, kejadian itu tidak terulang dan menjadi pelajaran bagi semua kader PMII Kabupaten Pamekasan. &#8220;Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua, tentang pentingnya menjaga kerukunan dan kedamaian dalam bermasyarakat, serta menghormati hak setiap individu untuk berkumpul,&#8221; tambahnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211059</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pulang Mudik, Megawati Megatron Sambangi Bupati Jember Usai Memperkuat Tim Red Sparks</title>
		<link>https://memontum.com/pulang-mudik-megawati-megatron-sambangi-bupati-jember-usai-memperkuat-tim-red-sparks</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Apr 2024 10:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[megatron]]></category>
		<category><![CDATA[megawati]]></category>
		<category><![CDATA[memperkuat]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik]]></category>
		<category><![CDATA[pulang]]></category>
		<category><![CDATA[sambangi]]></category>
		<category><![CDATA[sparks]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208283</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Atlet voli putri asal Jember yang menempati posisi opposite hitter, Megawati &#8216;Megatron&#8217; Hangestri Pertiwi pulang kampung. Kesempatan itu, pun dimanfaatkan Bupati Jember, Hendy Siswanto, untuk mengundangnya ke rumah dinas, Minggu (07/04/2024) tadi. Dalam kesempatan itu, Bupati Hendy Siswanto pun berbincang dengan Megawati yang didampingi Ibu dan keluarganya. Sekedar diketahui, Megawati sebelumnya bergabung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Atlet voli putri asal Jember yang menempati posisi opposite hitter, Megawati &#8216;Megatron&#8217; Hangestri Pertiwi pulang kampung. Kesempatan itu, pun dimanfaatkan Bupati Jember, Hendy Siswanto, untuk mengundangnya ke rumah dinas, Minggu (07/04/2024) tadi.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Hendy Siswanto pun berbincang dengan Megawati yang didampingi Ibu dan keluarganya. Sekedar diketahui, Megawati sebelumnya bergabung dengan tim Daejeon CheongKwanJang Red Sparks asal Korea Selatan dan berhasil membawa tim yang sempat puasa peringkat itu hingga ke posisi tiga kompetisi.</p>



<p>Dalam perbincangan keduanya, Bupati Hendy bertanya seputar kehidupan Megawati selama di Korea Selatan.</p>



<p>Megawati mengaku, selama di negeri ginseng itu, dirinya sangat dihormati. Termasuk, saat melaksanakan kegiatan keagamaan hingga saat berpuasa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Mereka sangat menghormati, termasuk kegiatan keagamaan saya juga dihormati. Seperti saya salat, saya berpuasa, saya hanya mau makan yang halal, itu semua mereka hormati,” kata Megawati.</p>



<p>Bupati Hendy menegaskan, pihak Pemkab Jember siap mendukung untuk prestasi Megawati di cabang olah raga voli. Dirinya juga berpesan, agar Megawati untuk senantiasa menjaga kebugaran dan kesehatan.</p>



<p>Usai bergabung sebagai anggota tim Daejeon CheongKwanJang Red Sparks Korea Selatan, Megawati untuk sementara akan berkarir di Indonesia. Bahkan, dirinya akan bergabung di klub Jakarta BIN dalam kompetisi Proliga 2024. Hal ini, juga telah diumumkan oleh Jakarta BIN Volleyball Club melalui akun Instagram resmi yang diunggah pada Senin (1/4/24) lalu.</p>



<p>“Introducing the opposite of Jakarta BIN for Proliga 2024 (Memperkenalkan oppsite hitter Jakarta BIN untuk Proliga 2024),” bunyi unggahan di akun @bin_volleyballclub.</p>



<p>Selain Megawati, BIN Volleyball Club juga menyebutkan tiga opposite hitter lainnya yang bergabung bersama mereka. Ketiga perempuan itu adalah Dian Wijayanti, Alya Annastasya, dan Ni Nyoman Haniawati. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208283</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diperbolehkan Pulang, Bocah Korban Kekerasan Ditempatkan di LKSA Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/diperbolehkan-pulang-bocah-korban-kekerasan-ditempatkan-di-lksa-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Oct 2023 08:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diperbolehkan]]></category>
		<category><![CDATA[ditempatkan]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pulang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200303</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Setelah menjalani perawatan selama dua minggu, bocah laki-laki korban kekerasan berinisial DN (7), akhirnya sudah diperbolehkan pulang dari RSUD dr Saiful Anwar, Senin (23/10/2023) tadi. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, Donny Sandito, menyampaikan jika korban dipulangkan untuk menuju salah satu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang &#8211;</strong> Setelah menjalani perawatan selama dua minggu, bocah laki-laki korban kekerasan berinisial DN (7), akhirnya sudah diperbolehkan pulang dari RSUD dr Saiful Anwar, Senin (23/10/2023) tadi.</p>



<p>Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, Donny Sandito, menyampaikan jika korban dipulangkan untuk menuju salah satu Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang ada di Kota Malang. Sebab, dari pihak keluarga dianggap masih belum mampu untuk menjaga korban.</p>



<p>“Secara fisik dan psikis yang dialami korban, itu kini sudah mulai membaik. Jadi, nanti akan kami titipkan di salah satu LKSA atau kalau dahulu itu Panti Sosial. Penanganannya ini akan kami tangani, dalam artian masih belum bisa kita kembalikan ke keluarga. Sehingga, tanggung jawab itu diambil alih oleh pemerintah, dalam hal ini Pemkot Malang melalui Dinsos P3AP2KB,” jelas Donny, Senin (23/10/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, jika sebelumnya Pemkot Malang telah mendapatkan arahan dari provinsi Jawa Timur mengenai dua tempat LKSA, yakni di UPT Sidoarjo dan UPT Sukoharjo, Solo. Namun, karena dua tempat tersebut berada di luar kota dan pertimbangan dari Provinsi Jatim dan Pemkot Malang, maka hal itu urung dilakukan.</p>



<p>“Maka kami pilih di salah satu LKSA yang ada di Kota Malang. Dari empat atau lima yang ada, itu juga untuk mendekatkan DN dengan tempat tinggalnya, yaitu agar jangan terlalu jauh. Korban sendiri juga belum pernah ke luar kota,” katanya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Untuk LKSA yang akan ditempati oleh DN tersebut, Donny secara detail dan spesifik, enggan menjelaskan. Hal itu dilakukan, untuk menjaga dan memberi ruang pada DN.</p>



<p>“Ada di wilayah Kota Malang, kami tidak menyampaikan detailnya. Untuk di LKSA nanti sampai batas waktu yang belum bisa kami tentukan. Tapi tentunya kami melaksanakan pendampingan. Setiap hari akan kita turunkan konselor dan nanti puskesmas terdekat juga akan mengontrol korban secara rutin, selama di LKSA,” tuturnya.</p>



<p>Kemudian, mengenai pendidikan dari korban sendiri, menurutnya akan dicarikan sekolah yang bedekatan dengan LKSA yang ditempati. Namun, hal itu baru bisa dilakukan pada tahun depan karena saat ini tengah memasuki pertengahan semester.</p>



<p>“Dia sudah umur 7 tahun nanti akan kita kordinasikan lagi, akan kami carikan sekolah yang dekat dengan LKSA. Tentu tidak sekarang karena sudah pertengahan semester. Insyaallah tahun depan. Lokasinya yang terdekat dengan LKSA,” bebernya.</p>



<p>Saat disinggung mengenai ibu kandung korban, paparnya, hingga saat ini juga masih belum kunjung ditemukan. Pihaknya pun juga masih melakukan koordinasi bersama dengan kelurahan dan kecamatan setempat.&nbsp;<strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200303</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pulang Kegiatan Keagamaan, Seorang Tetangga di Probolinggo Ditikam hingga Meregang Nyawa</title>
		<link>https://memontum.com/pulang-kegiatan-keagamaan-seorang-tetangga-di-probolinggo-ditikam-hingga-meregang-nyawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Oct 2023 16:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[ditikam]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[meregang]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[pulang]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<category><![CDATA[tetangga,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199515</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Tosari (59) warga Dusun Pendo, Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, menjadi sasaran penusukan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia, Senin (09/10/2023) malam. Tragisnya, kejadian tragis itu dialami korban seusai pulang dari kegiatan keagamaan dan diduga dilakukan oleh tetangga sendiri, yakni Holili Abdianto (23). Akibat peristiwa itu, korban sempat dievakuasi menggunakan mobil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Tosari (59) warga Dusun Pendo, Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, menjadi sasaran penusukan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia, Senin (09/10/2023) malam. Tragisnya, kejadian tragis itu dialami korban seusai pulang dari kegiatan keagamaan dan diduga dilakukan oleh tetangga sendiri, yakni Holili Abdianto (23).</p>



<p>Akibat peristiwa itu, korban sempat dievakuasi menggunakan mobil patroli Polsek Banyuanyar ke RSUD Waluyojati Kraksaan. Hanya saja, akibat luka serius membuat nyawa korban tidak berhasil ditolong.</p>



<p>Kepala Dusun Pendo, Desa Liprak Kidul, Nur Hasan, mengatakan bahwa kejadian berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB. Korban saat itu baru pulang dan tiba-tiba ditikam oleh pelaku.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-4-3 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Pulang Kegiatan Keagamaan, Seorang Tetangga di Probolinggo Ditikam hingga Meregang Nyawa" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/R4jKYiRKWqA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>&#8220;Awalnya korban dicegat. Lalu, pelaku langsung menusuk korban di bagian belakang. Meski sudah ditusuk pakai pisau, korban memang sempat melarikan diri. Tetapi karena mungkin banyak kehilangan darah, ketika sampai di puskesmas Banyuanyar, korban sudah meninggal dunia,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara itu, keponakan korban, Zainal Abidin, mengatakan bahwa saat itu korban dan pelaku seorang diri. Saat kejadian, sebenarnya korban hendak sampai di rumahnya.</p>



<p>&#8220;Korban sebenarnya hendak sampai di rumah. Namun, terjadi peristiwa itu. Korban sempat mencoba kabur, namun jatuh akibat luka tikaman. Akibatnya, korban ditikam lagi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu ipar korban, Sarupi (52), mengatakan bahwa dirinya sempat melerai keduanya setelah korban sempat tersungkur. Hanya saja, usahanya tidak bisa menyelamatkan nyawa korban.</p>



<p>&#8220;Saya sempat berusaha melerai. Namun, korban sudah dalam kondisi luka,&#8221; paparnya.</p>



<p>Akibat peristiwa itu, petugas kepolisian dari Polsek Banyuanyar dan Satreskrim Polsek Probolinggo, turun ke lokasi kejadian. Sementara pelaku, diamankan warga dan diserahkan ke Polsek.&nbsp;<strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199515</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengguna Jalan Keluhkan Kemacetan saat Jam Antar dan Pulang Sekolah di Depan Sekolah Jalan Bandung</title>
		<link>https://memontum.com/pengguna-jalan-keluhkan-kemacetan-saat-jam-antar-dan-pulang-sekolah-di-depan-sekolah-jalan-bandung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Sep 2023 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[keluhkan]]></category>
		<category><![CDATA[kemacetan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengguna]]></category>
		<category><![CDATA[pulang]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198950</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Padatnya arus lalu lintas yang kerap kali terjadi di depan komplek sekolah di Jalan Bandung, Kota Malang, menuai keluhan pengendara. Terlebih, saat memasuki pengantaran dan penjemputan anak sekolah. Salah satu pengendara yang sering melewati Jalan tersebut, Santi Wahyu, pun mengaku merasa terganggu dan terhambat. Jika seharusnya bisa mencapai tempat tujuan lebih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Padatnya arus lalu lintas yang kerap kali terjadi di depan komplek sekolah di Jalan Bandung, Kota Malang, menuai keluhan pengendara. Terlebih, saat memasuki pengantaran dan penjemputan anak sekolah.</p>



<p>Salah satu pengendara yang sering melewati Jalan tersebut, Santi Wahyu, pun mengaku merasa terganggu dan terhambat. Jika seharusnya bisa mencapai tempat tujuan lebih tepat waktu, pihaknya harus merasakan dampak dari kemacetan itu.</p>



<p>“Sering banget lewat di situ, karena tujuannya mau ke arah pulang di Jalan Sigura-gura. Apalagi kalau di waktu jam pulang sekolah, padat sekali. Mau maju susah, karena ramai. Penjemputnya pun rata-rata bawa mobil, sehingga penuh,” kata Santi, Kamis (28/09/2023) tadi.</p>



<p>Tidak hanya itu, Lutfia Indah, juga merasakan dampak yang sama. Menurutnya, kepadatan itu terjadi tidak hanya di satu ruas jalan saja. Namun, dua ruas jalan dipenuhi oleh kendaraan dari orang tua siswa.</p>



<p>“Iya, di ruas jalan yang satunya itu kadang juga ikut padat. Kalau lewat di situ, cuma bisa sabar dan menunggu paling lama 10 menitan. Tetapi itu kerasa banget, apalagi kalau cuaca lagi panas atau hujan. Jadi males kalau lewat Jalan Bandung situ,” tambah Lutfia.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan jika yang menjadi persoalan di kawasan tersebut, yakni butuh kesadaran dari para orang tua siswa. Salah satunya, menepikan kendaraan saat menjemput. Sehingga, tidak menyebabkan kepadatan yang cukup tinggi.</p>



<p>“Dahulu saya sudah menyampaikan, ada lokasi-lokasi yang sudah direkomendasikan untuk menunggu anak-anaknya. Kita taruh di Jalan Bogor dan sebagian di Jalan Jakarta. Yang menjadi masalah itu, orang tua tidak sabar. Kemudian menumpuk jadi baris,” ujar Jaya-sapaannya.</p>



<p>Ditambahkan Jaya, jika parkir yang ada di kawasan tersebut bukan parkir liar. Sebab, ada lahan untuk parkir, namun melebihi dari batas parkir yang sudah ditentukan.</p>



<p>“Bukan liar, tetapi di situ melebihi batasnya, sampai dua shaf di jalanan itu tidak bagus,” katanya.</p>



<p>Selain itu, pihaknya juga telah melakukan penertiban parkir yang tidak sesuai aturan di Jalan Bandung. Bahkan, juga dilakukan penindakan terhadap juru parkir (Jukir).</p>



<p>&#8220;Kita tertibkan pas operasi. Kita sepakat dengan sekolah juga dan pernah kita tindak Jukirnya yang ada di situ, setelah kami ingatkan. Bahkan, sampai pernah kita tipiring,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198950</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Malam Tak Pulang, Seorang Pria di Dringu Probolinggo Ditemukan Meninggal di Septic Tank</title>
		<link>https://memontum.com/malam-tak-pulang-seorang-pria-di-dringu-probolinggo-ditemukan-meninggal-di-septic-tank</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Sep 2023 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[dringu]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[pulang]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<category><![CDATA[septic]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198711</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Hafid Efendi (37), warga Desa Dalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, ditemukan meninggal di dasar lubang septic tank, Minggu (24/09/2023) tadi. Sebelumnya, korban sempat dicari oleh istrinya hingga akhirnya berhasil ditemukan sudah dalam kondisi meninggal di dalam lobang septic tank, yang terletak sekitar 15 meter dari rumahnya. Kapolsek Dringu, Iptu Anshori, mengatakan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Hafid Efendi (37), warga Desa Dalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, ditemukan meninggal di dasar lubang septic tank, Minggu (24/09/2023) tadi. Sebelumnya, korban sempat dicari oleh istrinya hingga akhirnya berhasil ditemukan sudah dalam kondisi meninggal di dalam lobang septic tank, yang terletak sekitar 15 meter dari rumahnya.</p>



<p>Kapolsek Dringu, Iptu Anshori, mengatakan bahwa dari keterangan beberapa saksi diperoleh bahwa awal mulanya, korban baru saja pulang dari tempat kerjanya dan memasukkan sepeda motor ke dalam rumahnya, Sabtu (23/09/2023) malam. &#8220;Korban ini sempat menaruh motor daulu di rumahnya, saat baru pulang kerja. Kemudian, korban keluar lagi dengan berjalan kaki,&#8221; katanya, Minggu (24/09/2023) tadi.</p>



<p>Iptu Anshori menambahkan, bahwa korban sempat menerima telepon dari seseorang. Diduga, saat sedang asyik mengangkat telepon, korban tidak menyadari ada lubang septic tank yang tidak jauh dari rumahnya hingga terperosok.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, istri korban pun melakukan pencarian, karena hingga malam korban belum pulang. Istrinya sempat menelepon, namun hanya ada nada sambung.</p>



<p>&#8220;Karena tidak kunjung pulang, malam itu istrinya juga sempat telepon. Namun, tidak diangkat. Pesan WhatsApp dari istrinya, juga tidak dibalas. Jadi, istrinya sempat mencari tetapi tidak ketemu,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Korban sendiri, kemudian ditemukan oleh warga setempat pada Minggu (24/09/2023) pagi, di dasar lubang septic tank dalam keadaan tidak bernyawa.</p>



<p>Iptu Anshori menambahkan, bahwa pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi atas musibah yang menimpa korban. Namun, dirinya tetap akan melakukan penyelidikan untuk memastikan temuan mayat tersebut merupakan tindak kriminal atau tidak. &#8220;Keluarga korban sudah menerima sebagai musibah dan menolak otopsi. Tapi, kami tetap akan mencoba melakukan penyelidikan berdasarkan hasil visum dari pihak rumah sakit,&#8221; jelasnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198711</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masa Jabatan Habis, Bupati dan Wabup Lumajang Pulang dengan Didampingi Warga</title>
		<link>https://memontum.com/masa-jabatan-habis-bupati-dan-wabup-lumajang-pulang-dengan-didampingi-warga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Sep 2023 08:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[didampingi]]></category>
		<category><![CDATA[habis,]]></category>
		<category><![CDATA[jabatan]]></category>
		<category><![CDATA[pulang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198694</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Thoriqul Haq dan Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati, berpamitan pulang kembali ke rumah masing-masing dari rumah dinas, seiring telah habisnya masa jabatan keduanya per 23 September 2023. Kepulangan keduanya, turut diantar sejumlah warga yang mendampingi sejak dari depan Pendopo Arya Wiraraja, Kompleks Alun-alun Lumajang. Cak Thoriq-sapaan Bupati Lumajang, pulang ke [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Thoriqul Haq dan Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati, berpamitan pulang kembali ke rumah masing-masing dari rumah dinas, seiring telah habisnya masa jabatan keduanya per 23 September 2023. Kepulangan keduanya, turut diantar sejumlah warga yang mendampingi sejak dari depan Pendopo Arya Wiraraja, Kompleks Alun-alun Lumajang.</p>



<p>Cak Thoriq-sapaan Bupati Lumajang, pulang ke rumah orang tuanya di Desa Sukosari, Kecamatan Kunir. Sementara Bunda Indah-sapaan Wakil Bupati, pulang ke rumah pribadinya di Kelurahan Tompokersan Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Cak Thoriq mengatakan jika hari ini dirinya sudah berpamitan akan pulang. Atau, akan meninggalkan rumah dinas yang selama ini digunakan untuk menjalankan amanah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Pagi hari ini kami berdua pamit. Kami berdua akan kembali ke kediaman masing-masing dan sejak tadi kami berdua menerima penghormatan dari bapak ibu semua yang hadir,&#8221; terangnya, Sabtu (23/09/2023) tadi.</p>



<p>Sementara itu, Bunda Indah untuk kesekian kalinya juga menyampaikan bahwa dirinya bersama bupati meminta maaf jika dalam lima tahun menjabat, ada banyak kekurangan. &#8220;Bapak ibu, kami mohon maaf apabila selama lima tahun kami melayani masyarakat, ada kesalahan. Cak Thoriq dan saya sudah berupaya semaksimal mungkin melayani masyarakat dengan baik. Tapi, kami ini hanyalah manusia biasa yang penuh kekurangan. Oleh karena itu, apabila dalam masa lima tahun ini, ada pelayanan kami yang kurang memuaskan, bapak ibu sekalian kami mohon maaf,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Wabup juga menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh masyarakat Lumajang, yang selama bersama lima tahun telah membantu program-program visi-misi Cak Thoriq dan Indah Amperawati. &#8220;Oleh karena itu, sekali lagi kami terima kasih dan penghormatan yang setinggi-tingginya. Monggo, setelah tanggal 24 nanti, apabila bapak ibu akan bersilaturahmi atau lewat di depan rumah kami, monggo mampir kita terus akan menjalin silaturahim ini. Cak Thoriq dan Saya akan terus berupaya untuk kembali ke masyarakat dan bermanfaat untuk masyarakat,&#8221; paparnya. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198694</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
