<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pulau &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pulau/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Jan 2024 09:05:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pulau &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Terlibat Jaringan Narkoba Antar Pulau, Pria Asal Lumajang Dibekuk Polres Pamekasan</title>
		<link>https://memontum.com/terlibat-jaringan-narkoba-antar-pulau-pria-asal-lumajang-dibekuk-polres-pamekasan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jan 2024 08:57:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[dibekuk]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[pulau]]></category>
		<category><![CDATA[terlibat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204616</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Pria berinisial IN (46), warga asal Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, ditangkap petugas Polres Pamekasan di Jalan Cokroatmojo, Kelurahan Parteker, Kabupaten Pamekasan, Senin (08/01/2024) lalu. IN harus berurusan dengan petugas, karena diduga hendak mengedarkan barang haram di wilayah hukum Polres Pamekasan. “Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat, dimana tersangka berada di sebuah rumah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Pria berinisial IN (46), warga asal Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, ditangkap petugas Polres Pamekasan di Jalan Cokroatmojo, Kelurahan Parteker, Kabupaten Pamekasan, Senin (08/01/2024) lalu. IN harus berurusan dengan petugas, karena diduga hendak mengedarkan barang haram di wilayah hukum Polres Pamekasan. “Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat, dimana tersangka berada di sebuah rumah di Jalan Cokroatmojo, yang diduga dijadikan sebagai tempat transit,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Jazuli Dani Iriawan, saat konferensi pers di Gedung Bhayangkara Polres Pamekasan, Rabu (17/01/2024) tadi.</p>



<p>Dilanjutkan Kapolres, dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti (BB), diantaranya Narkoba jenis sabu siap edar. Serta, mengamankan enam klip poket dengan berat 498,88 gram sabu.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>“Peredaran Narkoba yang kita amankan ini merupakan jaringan antar pulau. Yakni jaringan dari Sumatera, Jawa dan selanjutnya dibawa ke Madura,” jelasnya.</p>



<p>Menurut AKBP Jazuli, pihaknya masih terus mendalami dan melakukan penyidikan. Termasuk, mencari jaringan bandar dari tersangka.</p>



<p>“Pengakuan tersangka, dia diberikan upah sebesar Rp 1 juta, untuk mengantar barang. Sementara dari penangkapan ini, lokasi atau pemilik yang dijadikan sebagai tempat transit, juga akan kita dalami. Karena ada dugaan, tersangka kenal dengan pemilik tempat tersebut,” tambahnya.</p>



<p>Dari kejadian itu, tersangka IN diancam dengan Pasal 114 Ayat (2) dan Pasal 112 Ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal seumur hidup atau denda maksimal Rp 1 miliar. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204616</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pantai Waecicu, Hamparan Pasir Putih dan Biru serta Pulau Pulau Kecil Eksotis Indah Terlihat</title>
		<link>https://memontum.com/pantai-waecicu-hamparan-pasir-putih-dan-biru-serta-pulau-pulau-kecil-eksotis-indah-terlihat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Sep 2023 00:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[eksotis]]></category>
		<category><![CDATA[hamparan]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[pasir putih]]></category>
		<category><![CDATA[pulau]]></category>
		<category><![CDATA[terlihat]]></category>
		<category><![CDATA[waecicu,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197861</guid>

					<description><![CDATA[Memontum NTT &#8211; Pantai Waecicu, yang berada di Labuan Bajo, Komodo, masuk ke dalam wilayah Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Lokasi pantai ini, berada dengan jarak 10 km dari Labuan Bajo. Pantai Waecicu sendiri, menjadi spot liburan yang menarik untuk di kunjungi, karena pesona alamnya yang fantastis. Jika datang ke pantai ini, wisatawan akan betah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum NTT</strong> &#8211; Pantai Waecicu, yang berada di Labuan Bajo, Komodo, masuk ke dalam wilayah Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Lokasi pantai ini, berada dengan jarak 10 km dari Labuan Bajo.</p>



<p>Pantai Waecicu sendiri, menjadi spot liburan yang menarik untuk di kunjungi, karena pesona alamnya yang fantastis. Jika datang ke pantai ini, wisatawan akan betah berlama-lama bersantai bersama keluarga dan orang-orang tercinta. Termasuk, mengabadikan setiap momen yang indah dan nyaman dalam bentuk fotografi. Bahkan, wisatawan akan betah dan merasa di pulau pribadi yang menenangkan pikiran.</p>



<p>Panorama yang disuguhkan di pantai ini, pun tidak kalah menarik untuk di eksplorasi. Deretan pasir putih memanjang menjadi pesona menawan yang dapat dinikmati pengunjung. Terlebih, dari titik ini bisa terlihat pemandangan deretan pulau-pulau kecil yang eksotis.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Pantai Waecicu terkenal akan pemandangan alamnya yang indah dan memikat. Hamparan pasir putih berpadu dengan birunya lautan. Kelebihan lain dari destinasi indah ini juga terletak dari perairan yang cenderung dangkal. Jadi berenang menjadi aktivitas yang seru untuk dilakukan. Demikian pula dengan snorkling untuk melihat pesona bawah laut. Koral dengan biota laut indah akan semakin memanjakan mata pengunjung.</p>



<p>Perlu diketahui bahwa pengunjung yang berkenan datang maka harus memanfaatkan sewa kapal. Hal tersebut mengingat pantai ini layaknya sebuah destinasi pribadi yang terpisah dari tempat lain. Tertarik untuk menikmati surga lautan, wisatawan bisa langsung menuju ke Pantai Waecicu yang sudah terkenal keindahannya hingga mancanegara.</p>



<p>Berkunjung ke pantai memang paling lengkap dengan melihat sunset. Panorama matahari terbenam akan menjadi tak terlupakan ketika melihatnya dari pantai cantik ini. Abadikan momen indahnya untuk dikenang sepanjang massa.<strong> (gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197861</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tokoh Arema di Balik Nama Pulau Singo Edan di NTT, Purnawirawan Brigjen Marinir Siswoyo Berpulang</title>
		<link>https://memontum.com/tokoh-arema-di-balik-nama-pulau-singo-edan-di-ntt-purnawirawan-brigjen-marinir-siswoyo-berpulang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Jul 2023 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Arema]]></category>
		<category><![CDATA[balik]]></category>
		<category><![CDATA[berpulang]]></category>
		<category><![CDATA[brigjen]]></category>
		<category><![CDATA[edan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Marinir]]></category>
		<category><![CDATA[nama]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[pulau]]></category>
		<category><![CDATA[purnawirawan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[singo]]></category>
		<category><![CDATA[siswoyo]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194051</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tokoh asal Malang, Purnawirawan Brigjen Marinir Siswoyo Hari Santoso, berpulang, Minggu (23/07/2023). Mantan Komandan Lantamal VII, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Paviliun Melati RSAL Dr Mintoharjo sejak Senin (17/07/2023) lalu. Kabar duka ini, dibenarkan oleh sahabat almarhum, Ade ‘dKross’ Herawanto. Dirinya mengaku, mendapat informasi bahwa almarhum akan dimakamkan di Taman [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tokoh asal Malang, Purnawirawan Brigjen Marinir Siswoyo Hari Santoso, berpulang, Minggu (23/07/2023). Mantan Komandan Lantamal VII, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Paviliun Melati RSAL Dr Mintoharjo sejak Senin (17/07/2023) lalu.</p>



<p>Kabar duka ini, dibenarkan oleh sahabat almarhum, Ade ‘dKross’ Herawanto. Dirinya mengaku, mendapat informasi bahwa almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Bahagia (TMB) Pondok Aren Tangerang, Minggu (23/07/2023) sore.</p>



<p>&#8220;Beliau ini meninggal pada Minggu (23/07/2023) pukul 10.17 dalam usia 61 tahun. Sosok yang dikenal sebagai pembina Arema Batavia, yang saat ini tinggal di Jakarta&#8221; ungkap Sam Ade, sapaan akrabnya.</p>



<p>Secara pribadi dan mewakili komunitas d&#8217;Kross, Ade menyampaikan turut berbelasungkawa yang sangat dalam atas meninggalnya tokoh kelahiran Malang 15 Februari 1962 ini. &#8220;Kami menyampaikan duka cita sangat mendalam. Semoga, Cak Sis mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan dapat tabah ditinggalkan sosok yang sangat dicintai,’’ tuturnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Diketahui, bahwa Brigjen Marinir (Purn) Siswoyo Hari Santoso memiliki jasa yang sangat besar dalam karirnya di dunia militer. Bahkan, sosoknya juga sangat dikenal Arek-arek Malang saat menjabat Danlantamal VII dengan pemberian nama Pulau Singo Edan, salah satu pulau terluar yang berbatasan dengan Australia, di wilayah Kepulauan Nusa Tenggara timur (NTT) serta merupakan garis depan dekat Timor Leste.</p>



<p>Pemberian nama Pulau Singo Edan ini atas persetujuan Surat Keputusan Gubernur NTT tanggal 13 Mei 2016. Usulan ini berawal pada 27 Maret 2016 lalu, saat d’Kross -Aremania mengemban misi damai ke Bumi Loro Sae, Flores. Mereka bertemu dengan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.</p>



<p>Kedatangan mereka dari Kota Malang adalah untuk menjelaskan misi perdamaian terkait kondisi di Malang pasca perkelahian antar kelompok mahasiswa antar pulau serta warga yang berujung korban jiwa. Keberadaan Brigjend Marinir Siswoyo dalam pertemuan antara d’Kross Community dengan Gubernur NTT saat itu adalah sebagai mediator.</p>



<p>Saat mendampingi rombongan d’Kross di atas Kapal Perang KRI Leuser, Brigjend Marinir Siswoyo mengutarakan tentang banyaknya pulau yang masih belum ada nama dan sangat rentan terhadap pencaplokan negara tetangga, Timor Timur dan Australia. Dan Lantamal VII ini, menyatakan jika sudah memetakan pulau-pulau tersebut.</p>



<p>Saat itu, spontan Ade d&#8217;Kross dan ’Cak Jenderal’ panggilan akrab Brigjend Marinir Siswoyo, mengusulkan nama salah satu pulau tersebut dengan nama Singo Edan, julukan kebanggan arek arek Malang atau Arema, yang disambut baik Gubernur NTT dan hingga terbitlah Surat Keputusan pada 13 Mei 2016.</p>



<p>Ade menjelaskan jika Singo Edan ada di garis depan NKRI, dan hal tersebut menjadi sebuah momen bersejarah. Membuktikan jika Arema ada dimana-mana. Ia pun sangat antusias menyambut kabar ini. Karena itu, dia memastikan hadir sebagai salah satu undangan dari perwakilan Tokoh Arema. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194051</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pesona Eksotis dari Pulau Merah Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/pesona-eksotis-dari-pulau-merah-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Jul 2023 14:00:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[eksotis]]></category>
		<category><![CDATA[merah,]]></category>
		<category><![CDATA[pesona]]></category>
		<category><![CDATA[pulau]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192276</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pulau Merah adalah objek wisata pantai yang berada di Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Salah satu daya tarik lokasi wisata ini, yakni hamparan pasir putih di pinggiran laut biru yang membentang luas. Tidak salah, jika wisatawan tengah berkunjung ke Banyuwangi, bisa mendatangi destinasi wisata yang satu ini.  Di pantai ini, terdapat sebuah bukit [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pulau Merah adalah objek wisata pantai yang berada di Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Salah satu daya tarik lokasi wisata ini, yakni hamparan pasir putih di pinggiran laut biru yang membentang luas. Tidak salah, jika wisatawan tengah berkunjung ke Banyuwangi, bisa mendatangi destinasi wisata yang satu ini. </p>



<p>Di pantai ini, terdapat sebuah bukit hijau kecil dengan tanah berwarna merah, yang terletak di dekat bibir pantai. Bukit tersebut, dapat dikunjungi dengan berjalan kaki saat air laut surut. Tinggi pulaunya hanya sekitar 200 meter.</p>



<p>Dengan tanah berwarna merah itu, membuat pulau tersebut terlihat berwarna kemerahan jika dilihat dari kejauhan. Dari sinilah, pantai ini akhirnya dikenal sebagai Pantai Pulau Merah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Di Pulau Merah ini, terdapat pura yang digunakan pemeluk Agama Hindu, untuk melaksanakan ibadah ataupun upacara Mekiyis. Pada hari-hari tertentu, juga masih digunakan sebagai tempat ibadah.</p>



<p>Berkunjung ke lokasi ini di saat sore atau saat sunset, akan kian terlihat lebih romantis dengan cahaya kemerahan yang merona. Ombak pantai juga pas digunakan untuk berselancar oleh wisatawan.</p>



<p>Terutama, peswlancar pemula, juga bisa lebih memilih Pantau Pulau Merah, sebagai lokasi tujuan. Ombaknya yang tidak terlalu tinggi, tentu bakal menjadi pengalaman beda. Spot-spot foto menarik juga sangat bagus dan alami, bisa diambil di kawasan wisata satu ini. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192276</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
