<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pupuk organik &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pupuk-organik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 May 2023 04:56:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pupuk organik &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dorong Swasembada Pangan, Pemkab Jember Dirikan Pupuk Organik untuk Petani</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-swasembada-pangan-pemkab-jember-dirikan-pupuk-organik-untuk-petani</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 May 2023 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab jember]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk organik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189361</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, memulai gerakan pemupukan organik ke lahan persawahan warga, Rabu (24/05/2023) tadi. Bahkan, dirinya memulai gerakan pemupukan organik di Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. “Kami harapkan semua petani di Kabupaten Jember, itu bisa secara bertahap mulai beralih ke pupuk organik,” kata Bupati Hendy Siswanto. Bupati juga menerangkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, memulai gerakan pemupukan organik ke lahan persawahan warga, Rabu (24/05/2023) tadi. Bahkan, dirinya memulai gerakan pemupukan organik di Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember.</p>



<p>“Kami harapkan semua petani di Kabupaten Jember, itu bisa secara bertahap mulai beralih ke pupuk organik,” kata Bupati Hendy Siswanto.</p>



<p>Bupati juga menerangkan bahwa pengaplikasian pupuk kimia selama puluhan tahun, akan mengakibatkan produktivitas tanah menurun dan tanah tidak gembur lagi. Sehingga, perlunya pemanfaatan pupuk organik untuk mengatasi kondisi itu.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sasar-224-pemudik-dishub-kota-malang-tambah-kuota-mudik-gratis-jadi-enam-bus">Sasar 224 Pemudik, Dishub Kota Malang Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi Enam Bus</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/musrenbang-rkpd-2027-bupati-ipuk-sebut-fokus-penguatan-sdm-ekonomi-berbasis-hirilisasi-dan-pariwisata">Musrenbang RKPD 2027, Bupati Ipuk Sebut Fokus Penguatan SDM, Ekonomi Berbasis Hirilisasi dan Pariwisata</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-sanksi-tegas-untuk-sppg-yang-langgar-sop">Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-korupsi-pengadaan-jasa-outsourcing-kpk-tetapkan-bupati-pekalongan-sebagai-tersangka">Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
</ul>


<p>“Perlahan, ayo kita beralih ke pupuk organik. Jika punya lahan satu hektar, ayo dimulai seperempatnya dahulu diaplikasikan pupuk organik agar tanah kembali subur alami,” urai Bupati Hendy.</p>



<p>Gerakan pemupukan organik ini, imbuhnya, merupakan salah satu rangkaian misi Pemkab Jember, untuk mewujudkan swasembada pangan dan swasembada pupuk. Sehingga, petani tidak dihadapkan dengan kelangkaan pupuk.</p>



<p>“Untuk swasembada pupuk, Pemkab Jember akan mendirikan pabrik pupuk organik. Tujuannya, agar petani Jember terjamin pupuknya,” tambahnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189361</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dukung Pangan Sehat, Pemkot Malang Fasilitasi Tani Organik</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-pangan-sehat-pemkot-malang-fasilitasi-tani-organik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2021 12:38:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk organik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=144891</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan), memiliki perhatian besar terhadap tanaman organik. Salah satunya, dengan melakukan pendampingan teknis budidaya pertanian organik. &#8220;Selain itu, kami juga berikan bantuan sarana prasarana media tanam dan benih, serta pendampingan serifikasi produk organik. Sertifikat organik dikeluarkan oleh berbagai lembaga, diantaranya LeSOS, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang &#8211;</strong> Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan), memiliki perhatian besar terhadap tanaman organik. Salah satunya, dengan melakukan pendampingan teknis budidaya pertanian organik.</p>



<p>&#8220;Selain itu, kami juga berikan bantuan sarana prasarana media tanam dan benih, serta pendampingan serifikasi produk organik. Sertifikat organik dikeluarkan oleh berbagai lembaga, diantaranya LeSOS, INOFICE dan lainnya,” ujar Plt Kepala Dispangtan Kota Malang, Sri Winarni, Jumat (11/06) tadi.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
</ul>


<p>Sri Winarni menambahkan, sampai saat ini sudah ada beberapa petani organik Kota Malang, yang telah mendapat sertifikat organik. &#8220;Contohnya, ada Vigur Organik milik Titik di Kelurahan Cemorokandang, Abang Sayur milik Diah di Kelurahan Cemorokandang, dan Kurnia Kitri Ayu milik Hari di Kelurahan Sukun. Mereka adalah petani organik yang telah memperoleh sertifikat organik,&#8221; terangnya.</p>



<p>Disamping itu, tambahnya, melihat suksesnya para petani organik, seperti warga Kelurahan Pandanwangi, Imam Syafi’i, pun ikut bertani sayur-mayur organik. Menurutnya, sayur-mayur organik lebih sehat dibanding sayur yang diberi pupuk pestisida.</p>



<p>“Belum lama kami membuka kebun sayur organik ini, kira-kira masih dua bulan,” jelas Imam.</p>



<p>Berbeda dengan pertanian konvensional yang menggunakan pupuk kimia, pertanian organik diakui Imam memang lebih sulit. Termasuk dalam hal pengendalian hama, hanya diusir dengan bahan pembasmi alami.</p>



<p>&#8220;Cara pertanian konvensional mengendalikan hama tinggal disemprot dan hamanya mati, untuk pertanian organik tidak boleh. Hama hanya kami usir saja tidak kami matikan, inilah seninya bertani secara organik,” tegas Imam.</p>



<p>Meski dari segi penanganan lebih rumit, bagi Imam dalam pemasaran dan harga, pertanian organik justru lebih menguntungkan. Terlebih untuk masyarakat di perkotaan seperti di Kota Malang.</p>



<p>“Kota Malang sangat cocok untuk menjadi pasar sayuran organik. Kesadaran masyarakat untuk mendapatkan sayur yang sehat sangat besar. Keadaan ini tentu menjadikan peluang usaha sayur organik semakin besar, karena permintaannya banyak namun petaninya sangat terbatas,&#8221; tuturnya. <strong>(mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144891</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Hasil Panen Kopi, Pemdes Sukodono Dampit Kedepankan Pupuk Organik</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-hasil-panen-kopi-pemdes-sukodono-dampit-kedepankan-pupuk-organik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2020 10:46:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[desa sukodono]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk organik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=108559</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Untuk tetap mempertahankan nama kopi yang kini sudah menduduki sejumlah pasar di luar negeri, kini Pemerintah Desa (Pemdes) Sukodono Kecamatan Dampit Kabupaten Malang terus &#8220;beredukasi&#8221; bersama petani sekitar. Selain menekankan petik kopi merah juga melakukan pengurangan penggunaan pupuk kimia yakni dengan mengedepankan pupuk organik baik dalam bentuk padat maupun cair. Suharto, Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Untuk tetap mempertahankan nama kopi yang kini sudah menduduki sejumlah pasar di luar negeri, kini Pemerintah Desa (Pemdes) Sukodono Kecamatan Dampit Kabupaten Malang terus &#8220;beredukasi&#8221; bersama petani sekitar.</p>
<p>Selain menekankan petik kopi merah juga melakukan pengurangan penggunaan pupuk kimia yakni dengan mengedepankan pupuk organik baik dalam bentuk padat maupun cair.</p>
<p><div id="attachment_108561" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-108561" decoding="async" class="size-full wp-image-108561" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200315-WA0049-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Suharto Kepala Desa Sukodono. (Sur) " width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200315-WA0049-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200315-WA0049-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200315-WA0049-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200315-WA0049-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-108561" class="wp-caption-text">Suharto Kepala Desa Sukodono. (Sur)</p></div></p>
<p>Suharto, Kepala Desa Sukodono mengatakan, untuk sistem yang ia terapkan saat ini yakni dengan melakukan peneliharaan kambing dalam kawasan kebun kopi.</p>
<p>&#8220;Dengan pemeliharaan kambing dalam kawasan kebun kopi itu cukup menguntungkan para petani. Pertama, kulit kopi paska giling determentasi untuk makanan kambing.Sedang dari kotoran kambing itu bisa difungsikan untuk pupuk, &#8221; terang Suharto, Minggu (15/3/2020) siang.</p>
<p>Program tersebut sudah berjalan di desa yang terdiri dari 2000 KK dengan lahan tanaman kopi seluas 800 hektar ini. Hal yang dianggap perlu, sebagai pelindung tanaman kopi itu, petani juga menyertakan berbagai tanaman sosial seperti pisang, alpukat, durian dan jahe.</p>
<p>&#8220;Dengan produk unggulan kopi, kami berharap Sukodono kedepan menjadi desa kopi organik yang bekerjasama dengan BUMDes Raharja yang ada disini,&#8221; ulas Suharto.</p>
<p>Seperti diketahui, BUMDes Raharja Sukodono Dampit didapuk Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) di ajang Kampung Kreasi 2019 lalu di Royal Plaza Surabaya.</p>
<p>Dengan mengusung produk andalannya Kopi Robusta, Bumdes Raharja menjadi satu-satunya wakil untuk Provinsi Jawa Timur di ajang pameran produk unggulan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat itu.</p>
<p>Koordinator Pendamping Desa (PD) Kecamatan Dampit Moch. Sutanto mengatakan, dipilihnya Bumdes Raharja merupakan bagian dari dari tindak lanjut Program Inkubasi Inovasi Desa Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID PEL) Kemendesa PDTT.</p>
<p>Hal ini juga merupakan perwujudan dari ruang lingkup Program Inovasi Desa yang dituliskan pada dokumen Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 48 tahun 2018 tentang Pedoman Umum Program Inovasi Desa. Program PIID-PEL dimaksudkan untuk memberikan dana stimulan dan technical assistant kepada Desa terpilih agar dapat mengembangkan produktivitas perekonomiannya.</p>
<p>&#8220;Mendorong pengembangan mata rantai kopi robusta untuk dapat menjalin kemitraan dengan sektor swasta dalam pemasaran dengan pendekatan nilai rantai kopi yang berkelanjutan,” katanya.</p>
<p>Lanjut Sutanto, BUMDes Raharja juga melakukan kerjasama dengan Koperasi Sridonoretno Makmur Bersama dalam hal budidaya kopi, pengolahan paska panen dan pemasaran bersama.</p>
<p>Kerjasama ini merupakan bentuk kemitraan strategis di tingkat akar rumput untuk perbaikan posisi tawar yang lebih baik terhadap aktor-aktor kunci dalam penentuan harga dan peningkatan mutu kopi.</p>
<p>Kopi dari Sukodono lebih dikenal nama Kopi Java Robusta Dampit. Karena berada di kawasan lereng gunung api Semeru dan terletak di sisi laut pantai selatan.</p>
<p>&#8220;Kopi Sukodono memiliki keunggulan tersendiri dengan proses petik merah (pemetikan selektif). Dengan proses basah (Full Washed) dan proses kering (Natural) membuat kopi SDR beraroma lebih kuat, biji sudah<br />
digrade, dan bercita rasa cokelat karamel,” urainya.</p>
<p>Ditambahkannya, saat ini ada kurang lebih 121 kepala keluarga (KK) yang tersebar di lima kelompok tani bergabung dengan Bumdes Raharja Desa Sukodono. Mereka juga telah mendapatkan pelatihan SLPHT (Sekolah Lapang Pengendalihan Hama Terpadu) dimulai pada tahun 2000-2003.</p>
<p>&#8220;Pada saat ini yang mengikuti paska panen Petik merah kurang lebih 30% dari jumlah anggota yang bergabung di kelompok tani,” pungkasnya. <strong>(sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">108559</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Labuh Tani, Bupati Arifin Ajak Petani Trenggalek Gunakan Pupuk Organik</title>
		<link>https://memontum.com/labuh-tani-bupati-arifin-ajak-petani-trenggalek-gunakan-pupuk-organik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Sep 2019 10:46:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bupati trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Labuh Tani]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk organik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/91871-labuh-tani-bupati-arifin-ajak-petani-trenggalek-gunakan-pupuk-organik</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Sebagai bentuk upaya meningkatkan kesejahteraan petani, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin lembaga ilmu tentang cara pembuatan pupuk organik secara mandiri. Diketahui dengan cara membuat pupuk organik secara mandiri mampu menekan biaya produksi para petani. Cara membuat pupuk organik tersebut dijelaskan Bupati saat acara Labuh Tani di Trenggalek Agropark. Didampingi Sekretaris Daerah Daerah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Sebagai bentuk upaya meningkatkan kesejahteraan petani, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin lembaga ilmu tentang cara pembuatan pupuk organik secara mandiri. Diketahui dengan cara membuat pupuk organik secara mandiri mampu menekan biaya produksi para petani.</p>
<p>Cara membuat pupuk organik tersebut dijelaskan Bupati saat acara Labuh Tani di Trenggalek Agropark. Didampingi Sekretaris Daerah Daerah Daerah Kabupaten Trenggalek, Bupati Nur Arifin juga berkesempatan untuk memanen beberapa jenis tanaman serta menanam kembali lahan yang sudah kosong dengan tanaman baru.</p>
<p>Dikonfirmasi terkait kegiatan tersebut, Bupati termuda ini mengajak masyarakat untuk bersyukur atas hasil panen yang ada di Agropark Trenggalek.</p>
<p>&#8220;Kita hanya mensyukuri hasil panen di Agropark ini. Dan sekaligus kita undang penyuluh dan kelompok tani untuk membagikan ilmu cara membuat pupuk dan pestisida organik, &#8221; ucap Bupati, Rabu (04/09/2019).</p>
<p>Bupati berharap, hal tersebut tidak dianggap sebagai percobaan atau dalam tanda kutip dianggap membantu marketing pupuk tersebut.</p>
<p>&#8220;Kita mau bagaimana caranya petani itu bisa bikin pupuk sendiri dan pestisida sendiri. Dengan harapan, para petani bisa berproduksi secara murah. Sehingga tidak tergantung pada pupuk-pupuk yang ada di pasaran, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Dijelaskan Bapak 3 anak ini, petani di Trenggalek sudah cukup familiar terhadap keberadaan pupuk organik. Tahun ini cakupan pupuk organik kurang lebih mencapai angka 20 persen yang mencakup beberapa tempat di 14 Kecamatan di Trenggalek.</p>
<p>Pihaknya menargetkan dengan mengajarkan cara membuat pupuk organik tersebut, tahun depan cakupannya bisa mencapai angka 40 persen.</p>
<p>&#8220;Pupuk ini sangat murah karena menggunakan bahan yang murah serta peralatan bekas pakai. Jadi tidak perlu membeli pupuk lain yang harganya jauh lebih mahal, &#8221; tegas Arifin.</p>
<p>Masih terang Suami Novita Hardiny ini, di Trenggalek Agropark sendiri telah diterapkan panen kejujuran, dimana pengunjung diperbolehkan memetik sendiri tanaman yang sudah siap panen dengan harga tertentu yang kemudian uangnya dimasukkan ke dalam kotak yang telah disediakan.<strong> (mil/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91871</post-id>	</item>
		<item>
		<title>UPPO Koramil Jetis Jadi Pelayanan Kesehatan Ternak Terpadu</title>
		<link>https://memontum.com/uppo-koramil-jetis-jadi-pelayanan-kesehatan-ternak-terpadu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 May 2018 17:23:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[kodim 0815]]></category>
		<category><![CDATA[koramil 0815/07]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk organik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=40907</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) Kodim 0815 Mojokerto, yang berlokasi di halaman belakang Makoramil 0815/07 Jetis, Kabupaten Mojokerto menjadi sasaran kegiatan pelayanan kesehatan hewan terpadu, Rabu (02/05/2018). Kegiatan pelayanan kesehatan terpadu yang diselenggarakan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, dipimpin drh. Agus. Di awal kegiatan, Tim Pelayanan Kesehatan (Yankes) menyasar sejumlah Poktan dan Peternak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) Kodim 0815 Mojokerto, yang berlokasi di halaman belakang Makoramil 0815/07 Jetis, Kabupaten Mojokerto menjadi sasaran kegiatan pelayanan kesehatan hewan terpadu, Rabu (02/05/2018).</p>
<p>Kegiatan pelayanan kesehatan terpadu yang diselenggarakan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, dipimpin drh. Agus. Di awal kegiatan, Tim Pelayanan Kesehatan (Yankes) menyasar sejumlah Poktan dan Peternak Sapi dan Kerbau di Dusun Dadapan, Desa Mojolebak, Kecamatan Jetis.</p>
<p>Sasaran pelayanan kesehatan hewan terpadu ini meliputi, pemeriksaan kesehatan sapi dan kerbau, pemeriksaan sapi bunting, pemberian vaksin, pemberian vitamin, pemberian obat cacing usus dan obat perangsang makanan serta pencatatan hasil pemeriksaan sebagai bahan evaluasi saat pelaksanaan pelayanan kesehatan ternak di periode mendatang. </p>
<p>Danramil 0815/07 Jetis Kapten Inf Hari Subiyanto mengatakan, kegiatan pelayanan kesehatan ternak terpadu yang diselenggarakan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto merupakan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto Tahun 2018.</p>
<p>Selama ini di UPPO Makoramil Jetis, lanjutnya, kegiatan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kesehatan sapi sejumlah 15 ekor, pemberian suntikan vitamin ke semua sapi dan pemberian obat cacing secara berkala, pemberian vaksin untuk sapi yang berpontensi kena penyakit tertentu. </p>
<p>“Selain melakukan pemeriksaan, Tim Kesehatan Hewan dari Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, juga memberikan kiat-kiat beternak sapi sehingga hasilnya lebih optimal,&#8221; pungkas Danramil. </p>
<p>Hadir dalam kegiatan tersebut, Koordinator PPL Jetis Haryono SP., Kades Mojolebak Akhmad Riyanto, Para Mantri Hewan, Para Kapoktan se-Desa Mojolebak , Peternak Sapi dan Kerbau. <strong>(gan/ono)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40907</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Komisi II Korek Keterangan DTPHP Situbondo Terkait Pengadaan Pupuk</title>
		<link>https://memontum.com/komisi-ii-korek-keterangan-dtphp-situbondo-terkait-pengadaan-pupuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 May 2018 12:33:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[DTPHP Kabupaten Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk organik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=40500</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo – Komisi II DPRD Kabupaten Situbondo kemarin (30/05) memanggil Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPHP). Tujuannya, untuk klarifikasi dugaan korupsi pengadaan pupuk organik bokashi dan mikro organisme lokal (MOL) tahun anggaran 2017. Wakil Ketua Komisi II, Hadi Priyanto mengatakan, dalam kesempatan itu, Komisi II meminta keterangan dari DTPHP secara detail program tersebut. “Kita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo</strong> – Komisi II DPRD Kabupaten Situbondo kemarin (30/05) memanggil Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPHP). Tujuannya, untuk klarifikasi dugaan korupsi pengadaan pupuk organik bokashi dan mikro organisme lokal (MOL) tahun anggaran 2017.</p>
<p>Wakil Ketua Komisi II, Hadi Priyanto mengatakan, dalam kesempatan itu, Komisi II meminta keterangan dari DTPHP secara detail program tersebut. </p>
<p>“Kita evaluasi semua bagaimana realisasinya,” ujarnya.</p>
<p>Dari pertemuan kemarin, Hadi mengaku, Komisi II belum berani memastikan adanya kejanggalan dari program pengadaan pupuk organik. Sebab, secara teknis administratif, DTPHP melaporkan sudah dijalankan dengan baik. </p>
<p>“Mungkin kami akan melakukan kunjungan lapangan untuk mempertegas apakah program ini berjalan dengan baik atau tidak,” tambahnya.</p>
<p>(<strong>baca juga : </strong><a href="https://memontum.com/40488-kadis-dtphp-situbondo-yakini-pengadaan-pupuk-organik-sesuai-regulasi" rel="noopener" target="_blank">Kadis DTPHP Situbondo Yakini Pengadaan Pupuk Organik Sesuai Regulasi</a> )</p>
<p>Yang pasti, terang Hadi, program pengadaan pupuk organik merupakan bagian dari program pengembangan padi unggul yang dianggarkan sebesar Rp.2 miliar lebih. </p>
<p>“Program ini terbagi dalam tiga kegiatan. Salah satunya, pengadaan pupuk,” jelasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40500</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kadis DTPHP Situbondo Yakini Pengadaan Pupuk Organik Sesuai Regulasi</title>
		<link>https://memontum.com/kadis-dtphp-situbondo-yakini-pengadaan-pupuk-organik-sesuai-regulasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 May 2018 12:28:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[DTPHP Kabupaten Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk organik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=40488</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Situbondo, Ir.Farid Kuntadi meyakini pengadaan pupuk organik atau bokashi dan mikro organisme lokal (MOL) sesuai regulasi yang ada. &#8220;Kami sudah memanggil pelaksana atau kontraktor pengadaan bokashi dan organisme lokal (MOL), dan mereka menyampaikan sudah sesuai dan tidak menyalahi aturan yang telah disepakati, yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Situbondo, Ir.Farid Kuntadi meyakini pengadaan pupuk organik atau bokashi dan mikro organisme lokal (MOL) sesuai regulasi yang ada.</p>
<p>&#8220;Kami sudah memanggil pelaksana atau kontraktor pengadaan bokashi dan organisme lokal (MOL), dan mereka menyampaikan sudah sesuai dan tidak menyalahi aturan yang telah disepakati, yang artinya tidak ada indikasi &#8220;mark up&#8221; harga pupuk,&#8221; katanya, saat ditemui Memontum.com di kantornya, Senin (30/4/2018).</p>
<p><div id="attachment_40494" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/40488-kadis-dtphp-situbondo-yakini-pengadaan-pupuk-organik-sesuai-regulasi/img-20180501-wa0239-copy" rel="attachment wp-att-40494"><img aria-describedby="caption-attachment-40494" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0239-copy.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="Ir.Farid Kuntadi, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Situbondo.(im)" width="650" height="400" class="size-full wp-image-40494" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0239-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0239-copy.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0239-copy.jpg?resize=600%2C369&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0239-copy.jpg?resize=200%2C123&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-40494" class="wp-caption-text"><em><strong>Ir.Farid Kuntadi, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Situbondo.(im)</strong></em></p></div></p>
<p>Ia menegaskan, tidak ada indikasi &#8220;mark up&#8221; atau penggelembungan harga pembelian pupuk organik atau bokashi dan MOL karena harga satuan atau HPS dalam kontrak kerja juga sudah sesuai regulasi.</p>
<p>Selain itu, katanya, terkait dengan kualitas pupuk organik juga sudah teruji di laboratorium dan hasilnya memenuhi standar, dan standar kualitas pupuk sesuai yang dikeluarkan oleh rekomendasi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 70.</p>
<p>&#8220;Jadi jika sudah tidak menyimpang dari rekomendasi yang diatur di dalam Peraturan Kementerian Pertanian Nomor 70, kualitas bokashi dan MOL tidak ada masalah,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Namun demikian, lanjut Farid, kualitas pupuk organik tersebut harus dipertahankan selama beberapa tahun ke depan dan kemudian dilakukan uji laboratorium lagi untuk konsistensi pada uji laboratorium awal atau sebelumnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40488</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Produksi, LIPI dan DPR RI ajak Petani Sidoarjo Produksi Pupuk Organik</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-produksi-lipi-dan-dpr-ri-ajak-petani-sidoarjo-produksi-pupuk-organik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Feb 2018 14:54:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[LIPI]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk organik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/29184-tingkatkan-produksi-lipi-dan-dpr-ri-ajak-petani-sidoarjo-produksi-pupuk-organik</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8212; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Komisi VII DPR RI mengajak seluruh petani Sidoarjo untuk memproduksi pupuk secara mandiri. Yakni dengan memproduksi pupuk organik cair dengan alat produksi pupuk organik temuan LIPI. Alasannya, selain dapat menghemat biaya, pupuk cair organik hasil temuan LIPI ini juga dapat meningkatkan hasil produksi (panen) antara 30 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8212; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Komisi VII DPR RI mengajak seluruh petani Sidoarjo untuk memproduksi pupuk secara mandiri. Yakni dengan memproduksi pupuk organik cair dengan alat produksi pupuk organik temuan LIPI. Alasannya, selain dapat menghemat biaya, pupuk cair organik hasil temuan LIPI ini juga dapat meningkatkan hasil produksi (panen) antara 30 sampai 50 persen dari hasil produksi sebelumnya.</p>
<p>Ajakan itu disampaikan Kepala LIPI, Bambang Subiyanto dan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Syaikhul Islam Ali saat acara Diseminasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan tema Pemanfaatan dan Penerapan Iptek Untuk di Daerah di Kantor Desa Lajuk, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo bersama ratusan petani asal Kecamatan Porong, Rabu (28/2/2018).</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180228-WA0058-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-29185" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180228-WA0058-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180228-WA0058-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180228-WA0058-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180228-WA0058-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Alat produksi pupuk organik yang menghasil pupuk organik cair temuan LIPI ini sudah terbukti di seluruh Indonesia minus Papua. Contohnya di Ngawi dan Banyuwangi. Di kedua wilayah ini setelah menggunakan pupuk cair produksi LIPI hasil panen padi yang sebelumnya 8 ton per hektar meningkat jadi 12 ton per hektar. Ini tidak hanya untuk tanaman padi tapi juga bisa buat melon, semangka, tomat atau buah lainnya,&#8221; terang Kepala LIPI, Bambang Subiyanto kepada Memo X (Grup Memontum.com), Rabu (28/2/2018).</p>
<p>Oleh karenanya, LIPI memberikan bantuan alat produksi pupuk organik seharga Rp 10 juta itu untuk Desa Lajuk, Kecamatan Porong. Sedangkan komposisi penggunaan pupuk cair itu 50 persen dari kebutuhan tanam. Sisa separonya memakai pupuk kimia. </p>
<p>&#8220;Tujuan kami agar petani bisa memproduksi pupuk sendiri. Biayanya lebih mudah dan murah serta bisa lebih menguntungkan petani yang selama ini kurang beruntung,&#8221; imbuh pria asli Sukodono, Sidoarjo ini.</p>
<p>Usai memberikan alat produksi pupuk organik itu, lanjut Bambang tim LIPI juga diajari cara membuatnya. Hal inj agar selanjutnya ditularkan ke petani lainnya. Bahan bakunya untuk membuat pupuk organik cair itu ada di sekitar petani. Diantaranya kelapa muda, kecambah (tauge), telor, tetes,  dedak dan ditambah organik mikroba dari LIPI.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">29184</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pupuk Organik &#8211; Biogas Produk UPPO Kodim 0815 Mojokerto Disalurkan Untuk Poktan</title>
		<link>https://memontum.com/pupuk-organik-biogas-produk-uppo-kodim-0815-mojokerto-disalurkan-untuk-poktan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2018 10:49:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[biogas]]></category>
		<category><![CDATA[kodim 0815]]></category>
		<category><![CDATA[koramil 0815/07]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk organik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/21053-pupuk-organik-biogas-produk-uppo-kodim-0815-mojokerto-disalurkan-untuk-poktan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Pupuk organik dan biogas yang dihasilkan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) Kodim 0815 Mojokerto, yang berada di halaman belakang Makoramil 0815/07 Jetis sudah bisa dinikmati kelompok tani (Poktan) dan warga sekitar. Penyaluran pupuk organik dan hasil biogas ini, atas perintah Dandim 0815 Mojokerto, Letkol Kav Hermawan Weharima. &#8220;Sebenarnya, UPPO Kodim 0815 ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Pupuk organik dan biogas yang dihasilkan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) Kodim 0815 Mojokerto, yang berada di halaman belakang Makoramil 0815/07 Jetis sudah bisa dinikmati kelompok tani (Poktan) dan warga sekitar.</p>
<p>Penyaluran pupuk organik dan hasil biogas ini,  atas perintah Dandim 0815 Mojokerto,  Letkol Kav Hermawan Weharima. </p>
<p>&#8220;Sebenarnya, UPPO Kodim 0815 ini sudah menghasilkan biogas pada awal minggu kedua Januari tahun lalu, namun untuk sementara pemanfaatannya untuk Makoramil sendiri, baik untuk lampu penerangan maupun menyalakan kompor,&#8221; ucap Danramil 0815/07 Jetis Kapten Inf Hari Subiyanto di sela-sela kegiatan penyerahan pupuk organik bagi Poktan, Jum’at (19/01/2018). </p>
<p><div id="attachment_4060" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-4060" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180120-WA0046-copy.jpg?resize=500%2C300&#038;ssl=1" alt="Salah satu rumah warga yang mendapat saluran biogas produk UPPO kodim 0815 Mojokerto" width="500" height="300" class="size-full wp-image-21054" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180120-WA0046-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180120-WA0046-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180120-WA0046-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180120-WA0046-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-4060" class="wp-caption-text"><em>Salah satu rumah warga yang mendapat saluran biogas produk UPPO kodim 0815 Mojokerto</em></p></div>  </p>
<p>Penyerahan pupuk organik, sejumlah 40 sak, seberat 800 Kg (8 kwintal), bagi Poktan Sumber Makmur dilakukan Danramil 0815/07 Jetis Kodim 0815 Mojokerto Kapten Inf Hari Subiyanto dan diterima oleh anggota Poktan Sumber Makmur H. Khoirul Anam, alamat  RT 03 RW 04, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, yang mengelola lahan pertanian seluas 2400 meter.</p>
<p>&#8220;Hasil dari UPPO yang berupa biogas, sudah disalurkan ke rumah warga RT 03 RW 04, Desa Kupang, yang ada di belakang Makoramil, yakni Suwito (64), dan Sunatin (52), termasuk pemasangan pipa, instalasi dan kompor juga didukung Koramil,&#8221; ujar Danramil.</p>
<p>Sementara anggota Poktan Sumber Makmur, Khoirul Anam menyampaikan ucapan terima kasih kepada Danramil Jetis dan Kodim 0815 Mojokerto. Dirinya merasa senang dan sangat terbantu dalam  penyediaan pupuk khususnya pupuk organik. </p>
<p>&#8220;Dengan bantuan pupuk organik dari Koramil Jetis ini, kita dapat gunakan untuk pemupukan guna menjaga dan memulihkan kesuburan atau unsur hara tanah yang berkurang akibat penggunaan pupuk anorganik,&#8221; akuinya. </p>
<p>Dandim 0815 Mojokerto, melalui Pasiter Kodim 0815 Kapten Arh Supriyono, mengatakan, UPPO ini merupakan Program Kementerian Pertanian RI yang bertujuan untuk memasyarakatkan pupuk organik, sehingga para petani memiliki kemandirian dalam mengembangkan dan menggunakan pupuk organik yang dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan pada lahan sawah.  </p>
<p>&#8220;Saya berharap,  ke depan hasil produksi UPPO ini dapat disalurkan bagi semua Poktan secara bergantian guna membantu dalam pemenuhan kebutuhan pupuk organik serta ini merupakan salah satu sarana komunikasi sosial (Komsos) antara Koramil dengan masyarakat,&#8221; ungkapnya. </p>
<p>Penyerahan pupuk organik, disaksikan oleh Koordinator PPL Kecamatan Jetis Hariyono, SP, anggota PPL Jali, SP dan Rezi, SP., Kadus Kupang Hadiono, Babinsa Desa Kupang Sertu Slamet Sugiarto dan para Babinsa Koramil Jetis, serta Petugas UPPO Peltu Basuki dan Serka Sutikno. <strong>(gan/ono)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21053</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
