<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pupuk Selalu Jadi Kendala Petani Tebu &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pupuk-selalu-jadi-kendala-petani-tebu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Jul 2021 15:53:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pupuk Selalu Jadi Kendala Petani Tebu &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Terkendala Kemarau Basah, DTPHP Lamongan Berikan Solusi bagi Petani Tebu</title>
		<link>https://memontum.com/terkendala-kemarau-basah-dtphp-lamongan-berikan-solusi-bagi-petani-tebu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2021 15:53:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berikan Solusi]]></category>
		<category><![CDATA[DTPHP Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau Basah]]></category>
		<category><![CDATA[Pupuk Selalu Jadi Kendala Petani Tebu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=146881</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Meski masih mengalami peningkatan penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Lamongan, petani tanaman perkebunan tetap eksis. Hingga saat ini, tanaman perkebunan di Kabupaten Lamongan diketahui sudah ada beberapa jenis yang di berdayakan, di antaranya tanaman tebu, tanaman tembakau, tanaman wijen dan tanaman kenaf. Hal itu diungkapkan Kasi Tanaman dan Perkebunan Dinas TPHP Lamongan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Meski masih mengalami peningkatan penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Lamongan, petani tanaman perkebunan tetap eksis. Hingga saat ini, tanaman perkebunan di Kabupaten Lamongan diketahui sudah ada beberapa jenis yang di berdayakan, di antaranya tanaman tebu, tanaman tembakau, tanaman wijen dan tanaman kenaf. Hal itu diungkapkan Kasi Tanaman dan Perkebunan Dinas TPHP Lamongan, Suryo Putro, Kamis (01/07).</p>



<p>&#8220;Adapun tanaman yang mengalami peningkatan perkembangannya di beberapa bulan ini adalah perkebunan tebu. Tanaman tebu dibilang meningkat dikarenakan petani tebu lagi masa tebang,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-lamongan-terus-konsisten-tingkatkan-perbaikan-infrastruktur-jalan">Pemkab Lamongan Terus Konsisten Tingkatkan Perbaikan Infrastruktur Jalan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dorong-kemajuan-pendidikan-pemkab-lamongan-sambut-kedatangan-713-mahasiswa-unair">Dorong Kemajuan Pendidikan, Pemkab Lamongan Sambut Kedatangan 713 Mahasiswa Unair</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lamongan-kick-off-sppt-pbb-p2-tahun-2026">Bupati Lamongan Kick Off SPPT PBB P2 Tahun 2026</a></li>
</ul>


<p>Namun, kata Suryo biasa ia disapa, di tengah perjalanan penebangan tanaman tebu tidak dapat berjalan seperti rencana disebabkan adanya hambatan yang menghalangi para penebang saat melakukan kegiatan penebangan.</p>



<p>&#8220;Penyebab terjadinya hambatan yang di dapati para penebang di karenakan musim yang kurang mendukung bagi penebang dan petani tebu yakni musim kemarau basah,&#8221; bebernya.</p>



<p>Melihat kejadian itu, Suryo menegaskan, Dinas Tanaman Pangan, Holtikutura Dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Lamongan turut serta membantu mengarahkan kepada para petani tebu agar melakukan penebangan di pinggir jalan terdahulu.</p>



<p>&#8220;Arahan tersebut di harapkan bisa memberikan solusi bagi para petani tanaman tebu, sehingga para petani dapat meminimalisir beban biaya yang di keluarkan saat melakukan penebangan, ucapnya.</p>



<p>Selain itu, Suryo Putro berkata, hingga saat ini, tanaman tebu yang berada di kawasan Kabupaten Lamongan siap panen seluas 3.200 hektar. Bahkan, Ia menyebut pasca panen penebangan tebu para petani melakukan penjualan kepada beberapa pabrikan bukan melalui Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Lamongan.</p>



<p>&#8220;Para petani tebu siap panen menjual hasilnya ke beberapa pabrikan diantaranya ada PT Kebun Tebu Mas (KTM) Ngimbang dan pabrik gula Gempolkerep kecamatan Gedek, Kabupaten Mojokerto,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Tak hanya itu, Suryo menjelaskan, para petani tebu melakukan penjualan hasil panen di lakukan secara langsung bekerjasama dengan pihak pabrikan. Sehingga Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura Dan Perkebunan (DTPHP) tidak mengetahui jumlah penjualan hasil tanaman perkebunan tebu tersebut.</p>



<p>&#8220;Terus terang kami juga tidak mangatur apalagi mengetahui hasil panen dan penjualan oleh petani tebu . Karena penjualan di lakukan para petani secara langsung bekerjasama dengan pabrikan. Bahkan kami juga merasa kebingungan, tatkala terdapat konflik bagi para petani tebu,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Adapun metode pembayaran hasil penjualan penebangan tanaman tebu, menurut Suryo dilakukan dengan cara diangsur antara lain PT KTM melakukan pembayaran kepada para petani dengan pembayaran dua kali per minggu.</p>



<p>&#8220;Sedangkan dari Gempolkrep melakukannya dengan mengangsur sepulu hari sekali,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Suryo juga menuturkan saat ini para petani perkebunan cenderung mengalami peningkatan jika dibandingkan yang lainnya. Pernyataan tersebut berdasarkan perbedaan harga maupun jenis tanaman, selain itu di sebabkan karena tidak semua wilayah bisa menanam perkebunan seperti tebu dan jenis lainnya. &#8220;Sedangkan para petani perkebunan sudah berjalan di jalannya masing-masing, semua petani sudah memilih jalannya apa yang harus di tanam dalam berkebun, dan komoditi sendiri sudah berjalan dengan cukup bagus,&#8221; kata Kasi Tanaman dan Perkebunan Dinas TPHP Lamongan.<strong> (zud/zen/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146881</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pupuk Selalu Jadi Kendala Petani Tebu</title>
		<link>https://memontum.com/pupuk-selalu-jadi-kendala-petani-tebu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Dec 2017 13:14:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pupuk Selalu Jadi Kendala Petani Tebu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=14208</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang&#8212;Ketersediaan Pupuk bersubsidi di Kabupaten Lumajang Langka, ketika sedang dibutuhkan para petani tebu. Petani tebu sampai saat ini masih selalu berhadapan dengan sulitnya mendapatkan pupuk saat musim tanam tiba. Petani tebu harus membeli pupuk jenis Urea dan ZA dipasaran umum untuk memenuhi kebutuhan, walaupun harga dipasaran lebih tinggi. Hal ini disampaikan oleh H. M. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang&#8212;</strong>Ketersediaan Pupuk bersubsidi di Kabupaten Lumajang Langka, ketika sedang dibutuhkan para petani tebu.<br />
Petani tebu sampai saat ini masih selalu berhadapan dengan sulitnya mendapatkan pupuk saat musim tanam tiba.</p>
<p>Petani tebu harus membeli pupuk jenis Urea dan ZA dipasaran umum untuk memenuhi kebutuhan, walaupun harga dipasaran lebih tinggi. Hal ini disampaikan oleh H. M. Harun, Seorang Petani Tebu.pada Media, Rabu (20/12/2017).</p>
<p>Menurutnya, jika memang ketersediaan pupuk bersubsidi sulit untuk didapatkan petani, maka sebaiknya pemerintah menghapus subsidi tersebut, dan dananya dialihkan kepada harga gula petani, sehingga petani tetap bisa diuntungkan saat musim panen.</p>
<p>&#8220;Sebagai Petani Tebu Saya jarang mendapatkan pupuk bersubsidi. Sehingga setiap musim tanam saya selalu membeli dengan harga umum yang ada dipasaran, yang harganya sangat fluktuativ,&#8221; kata H. Harun.</p>
<p>H Harun menceritakan, membeli pupuk dengan harga yang ada dipasaran menjadi pilihan satu-satunya ketika pupuk bersubsidi sulit didapatkan. harga pupuk dipasaran lebih mahal dibandingkan dengan pupuk bersubsisi, namun Petani tetap beli karena kebutuhan, agar ketepatan waktu pemupukan dapat dilakukan.</p>
<p>Hal lain disampaikan H Harun adalah soal harga gula. Ditengah tingginya harapan agar petani tebu meningkatkan produktivitasnya, namun ketika panen masih berhadapan dengan rendahnya harga gula.</p>
<p>&#8220;Kita Sekarang ini sedang dibayangi oleh turunnya harga gula untuk tahun depan. Jika dari pemerintah tidak mengambil kebijakan yang menguntungkan petani terkait harga gula, bisa dipastikan petani akan mengalami kerugian,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Direktur operasioal PTPN 11 DR Daniyanto ST, Dalam acara Gathring Petani Tebu di Puslit Tebu Sukosari Jatiroto, pada hari Selasa (19/12/2017). mengatakan, untuk mengatasi masalah tersebut pihaknya sedang melakukan sosialisasi aplikasi android yang bisa memungkinkan petani memesan pupuk secara online.</p>
<p>&#8220;Saat ini Kita mencoba mengintegrasikan produsen pupuk dengan petani melalui layanan online. Pada bulan Januari tahun depan kita berharap semuanya sudah berjalan. Karena sekarang kita sedang bicara dengan produsen agar ketersediaan pupuk tersebut bisa lebih baik,&#8221; terang Daniyanto.</p>
<p>Untuk Aplikasi online milik PTPN XI ini bisa didownload di Playstore dengan nama Go Tani, Go Pupuk dan Go Traktor dan Go Bibit. Untuk sementara aplikasi ini baru bisa digunakan oleh petani yang namanya sudah teresgistrasi di PTPN XI.</p>
<p>&#8220;Harapan kita Kedepan masyarakat umum juga bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk keperluan pertaniannya,&#8221; pungkas Daniyanto.(adi/yan)</p>
<p>&#8212;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">14208</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
