<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>purbakala &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/purbakala/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Feb 2026 12:04:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>purbakala &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Eksplorasi Jalur Wisata Berbasis Alam, Bupati Malang Offroad dari Turen ke Situs Purbakala Candi Jawar</title>
		<link>https://memontum.com/eksplorasi-jalur-wisata-berbasis-alam-bupati-malang-offroad-dari-turen-ke-situs-purbakala-candi-jawar</link>
					<comments>https://memontum.com/eksplorasi-jalur-wisata-berbasis-alam-bupati-malang-offroad-dari-turen-ke-situs-purbakala-candi-jawar#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berbasis]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[eksplorasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Offroad]]></category>
		<category><![CDATA[purbakala]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230300</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, melaksanakan kegiatan offroad dan bakti sosial dalam rangka eksplorasi dan promosi jalur wisata berbasis alam di wilayah Kabupaten Malang, Senin (16/02/2026) tadi. Turut hadir dalam pelaksanaan itu, jajaran Forkopimda, seperti Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi, Dandim 0818 Malang-Batu, Letkol Czi Bayu Nugroho hingga Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, melaksanakan kegiatan offroad dan bakti sosial dalam rangka eksplorasi dan promosi jalur wisata berbasis alam di wilayah Kabupaten Malang, Senin (16/02/2026) tadi. Turut hadir dalam pelaksanaan itu, jajaran Forkopimda, seperti Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi, Dandim 0818 Malang-Batu, Letkol Czi Bayu Nugroho hingga Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Malang, serta Camat se-Kabupaten Malang.</p>



<p>Gelaran offroad sendiri, start dari Pendopo Pabrik Keripik Lumba- Lumba, Kecamatan Turen, dan finish di Situs Purbakala Candi Jawar, Kecamatan Ampelgading. Sementara Bupati Sanusi, dalam momen itu menaiki kendaraan offroad 4&#215;4 Toyota Landcruiser.</p>



<p>Selama eksplor berlangsung, jalur menantang yang memacu adrenalin tersaji di setiap lintasan. Termasuk, jalur Pohon Jati yang berliku-liku, hamparan lahan tebu yang luas dan jalur ekstrem yang penuh dengan rintangan bebatuan.</p>



<p>&#8220;Rute yang dipilih merupakan ajang promosi jalur pariwisata berbasis alam menuju Candi Jawar Lereng Gunung Semeru. Ini, sekaligus mengenalkan kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan menikmati keindahan alam Kabupaten Malang,&#8221; kata Bupati Sanusi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, dalam kegiatan bakti sosial, Bupati Sanusi bersama istri, Anis Zaidah, mengunjungi tiga titik di tiga wilayah kecamatan yang menjadi rute panjang dari jalur offroad eksplorasi dan promosi wisata ini.</p>



<p>Dalam eksplorasi itu, seusai start dari Pendopo Keripik Lumba-lumba, Kecamatan Turen, rombongan berkunjung ke SDN 1 Bumirejo, Kecamatan Dampit, untuk menyerahkan bantuan kepada 30 orang penerima di Balai Desa Bumirejo. Dalam kesempatan itu, Bupati Sanusi dan istri juga tampak penuh keakraban menyapa warga setempat.</p>



<p>Disela-sela melintasi jalur offroad melintasi wilayah Kecamatan Tirtoyudo, bupati juga berkunjung ke Masjid At Taqwa Tirtoyudo, untuk menyerahkan bantuan kepada 30 orang penerima dari warga Desa Sukorejo. Rombongan kemudian istirahat sejenak dan salat berjamaah.</p>



<p>Bupati Malang bersama rombongan kemudian lanjut ke Kantor Desa Tamansari, Kecamatan Ampelgading, untuk menyerahkan paket bantuan kepada 30 orang penerima. Setelahnya, bupati dan rombongan melanjutkan perjalanan offroad dan finish di Candi Jawar Purbakala, Kecamatan Ampelgading.</p>



<p>&#8221;Alhamdulillah, kegiatan hari ini berjalan lancar. Terima kasih kepada semuanya, yang sudah turut serta. Kegiatan offroad promosi potensi wisata di Kabupaten Malang hari ini adalah yang terakhir, sebelum memasuki Ramadan. Selamat menyambut dan menjalankan ibadah puasa Ramadan. Kita bertemu kembali di kegiatan offroad berikutnya, seusai Lebaran mendatang. Kita agendakan ke Wisata Budug Asu, di wilayah Kecamatan Lawang,&#8221; ungkap Bupati Malang. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/eksplorasi-jalur-wisata-berbasis-alam-bupati-malang-offroad-dari-turen-ke-situs-purbakala-candi-jawar/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230300</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dispbudparpora Kota Kediri Gelar Seminar Kajian Koleksi Guna Dorong Pelestarian Benda Purbakala</title>
		<link>https://memontum.com/dispbudparpora-kota-kediri-gelar-seminar-kajian-koleksi-guna-dorong-pelestarian-benda-purbakala</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 09:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dispbudparpora]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[pelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[purbakala]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228652</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri – Pelestarian benda purbakala dan peninggalan sejarah, menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga identitas budaya bangsa. Selain memiliki nilai historis, sejumlah peninggalan tersebut juga menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi generasi mendatang. Termasuk, memperkuat rasa kebanggaan nasional serta berpotensi mendukung sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Sebagai upaya menjaga warisan budaya, Dinas Kebudayaan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> – Pelestarian benda purbakala dan peninggalan sejarah, menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga identitas budaya bangsa. Selain memiliki nilai historis, sejumlah peninggalan tersebut juga menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi generasi mendatang. Termasuk, memperkuat rasa kebanggaan nasional serta berpotensi mendukung sektor pariwisata dan ekonomi lokal.</p>



<p>Sebagai upaya menjaga warisan budaya, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kota Kediri menggelar Seminar Kajian Koleksi, yang melibatkan para pemuda dan mahasiswa pemerhati budaya. Kegiatan tersebut, berlangsung di Museum Airlangga Kota Kediri, Kamis (11/12/2025) tadi.</p>



<p>Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Bambang Priambodo, dalam sambutannya mengatakan bahwa seminar ini tidak hanya menjadi simbol jati diri daerah, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat. “Seminar ini menjadi simbol sekaligus petunjuk jati diri suatu daerah. Peninggalan sejarah adalah bukti nyata tradisi, nilai-nilai leluhur, dan identitas kolektif bangsa,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bambang menjelaskan, bahwa peninggalan sejarah berperan penting sebagai media pembelajaran konkret bagi generasi muda. “Benda-benda peninggalan menjadi sumber belajar langsung tentang peradaban, budaya, dan peristiwa masa lalu. Ini membantu generasi muda memahami sejarah secara nyata,” tambahnya.</p>



<p>Melalui pelaksanaan seminar ini, Bambang berharap para pelajar dan pemuda terus mendalami ilmu budaya. Dirinya juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Kediri, yang telah menyelamatkan sejumlah arca dan benda sejarah untuk kemudian ditempatkan dan dirawat di Museum Airlangga.</p>



<p>“Harapan kami, generasi muda tidak berhenti mempelajari budaya. Pemerintah Kota Kediri telah menyelamatkan berbagai arca dan peninggalan sejarah, yang kini ditempatkan di Museum Airlangga untuk dipelajari bersama,” paparnya. <strong>(pan/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228652</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penemuan Benda Purbakala Gegerkan Kamulan, Disparbud Trenggalek Sebut Desa Kamulan Pusat Peradaban Zaman</title>
		<link>https://memontum.com/penemuan-benda-purbakala-gegerkan-kamulan-disparbud-trenggalek-sebut-desa-kamulan-pusat-peradaban-zaman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 May 2023 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan]]></category>
		<category><![CDATA[purbakala]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189667</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Penemuan benda purbakala yang diduga adalah arca Durga Mahisasuramardhini, berhasil ditemukan Slamet Riyadi, warga Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Benda itu, ditemukan saat melakukan penggalian untuk membuat pondasi rumah, tepat di samping rumahnya dengan kedalaman sekitar 50 cm. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Sunyoto, mengatakan bahwa saat ditemukan kondisi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum </strong><a href="https://trenggalek.memontum.com"><strong>Trenggalek</strong> </a>&#8211; Penemuan benda purbakala yang diduga adalah arca Durga Mahisasuramardhini, berhasil ditemukan Slamet Riyadi, warga Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Benda itu, ditemukan saat melakukan penggalian untuk membuat pondasi rumah, tepat di samping rumahnya dengan kedalaman sekitar 50 cm.</p>



<p>Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Sunyoto, mengatakan bahwa saat ditemukan kondisi benda purbakala itu sudah tidak utuh. Beberapa bagian tubuh sudah hilang.</p>



<p>&#8220;Saat ditemukan, kondisinya sudah tidak utuh. Kepalanya tidak ada dan hanya berbentuk badan ke bawah. Kemungkinan, benda purbakala itu adalah arca Durga Mahisasuramardhini, karena memiliki ciri-ciri tangan kanan memegang buntut sapi dan tangan kanannya memegang kepala raksasa,&#8221; terang Sunyoto, saat dikonfirmasi Senin (29/05/2023) siang.</p>



<p>Berdasarkan keterangan pemilik rumah, tambahnya, penemuan arca itu pertama kali ditemukan oleh seseorang yang bekerja dirumahnya untuk menggali pondasi. Saat melakukan penggalian di kedalaman 50 cm, ditemukan batu yang menghalangi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Karena waktu itu dikira batu biasa, orang yang menggali ini berusaha menghancurkannya dengan palu besar seberat 5kilogram. Tapi, tidak hancur,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Penasaran dengan batu itu, paparnya, akhirnya dilakukan penggalian secara melingkar. Hingga diketahui, jika batu tersebut merupakan arca. Selanjutnya, pemilik rumah malaporkan penemuan itu ke Pemerintah Desa setempat dilanjutkan ke Disparbud Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Mendapat laporan itu, kami langsung melakukan peninjauan di lapangan untuk penanganan lebih lanjut. Dan saat ini, arca itu sudah disimpan di Balai Desa sambil menunggu proses penanganan berikutnya,&#8221; tutur Sunyoto.</p>



<p>Konon, arca Durga Mahisasuramardhini biasa terletak di sebuah candi tepatnya di tempat pemujaan. Diduga kuat, di sana ada candi yang tidak jauh dari lokasi penemuan arca.</p>



<p>Akan tetapi, paparnya, pihaknya belum bisa memastikan era kerajaan apa arca itu difungsikan masyarakat sekitar dalam peradaban saat itu. &#8220;Sebenarnya ada dua kemungkinannya dari penemuan itu. Yakni era Kerajaan Kediri akhir atau era Majapahit,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Masih terang Sunyoto, penemuan benda purbakala di Dusun Sendang, Desa Kamulan, ini bukan pertama kalinya. Sebelumnya, warga pernah menemukan ornamen kerajaan khas jaman dahulu di daerah itu. Disparbud Trenggalek menduga, dahulu daerah tersebut merupakan pusat peradaban zaman kerajaan.</p>



<p>&#8220;Di Desa Kamulan ini memang sering ditemukan benda-benda bersejarah, seperti prasasti maupun arca. Ini menunjukkan, bahwa di Desa Kamulan menyimpan banyak benda purbakala. Termasuk, Prasasti Kamulan yang saat ini sudah dipindahkan di area pendopo dimana menjadi tanda hari lahirnya Kabupaten Trenggalek,&#8221; papar Sunyoto.&nbsp;<strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189667</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Batu Bata Diperkirakan Zaman Kerajaan Mataram Kuno Ditemukan</title>
		<link>https://memontum.com/batu-bata-diperkirakan-zaman-kerajaan-mataram-kuno-ditemukan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2020 15:50:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[batu bata]]></category>
		<category><![CDATA[mataram kuno]]></category>
		<category><![CDATA[purbakala]]></category>
		<category><![CDATA[Singosari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=127066</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Penemuan benda purbakala di wilayah Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, tepatnya di Desa Langlang, kembali berhasil diketemukan, Jumat (6/11) tadi. Benda purbakala tersebut, berupa batu bata yang diperkirakan dari zaman Kerajaan Mataram Kuno. &#8220;Ini kemungkinan dari zaman Kerajaan Singosari Abad ke 9 Masehi. Untuk memastikan itu, sementara masih kita lakukan penggalian dengan melibatkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Penemuan benda purbakala di wilayah Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, tepatnya di Desa Langlang, kembali berhasil diketemukan, Jumat (6/11) tadi. Benda purbakala tersebut, berupa batu bata yang diperkirakan dari zaman Kerajaan Mataram Kuno.</p>
<p>&#8220;Ini kemungkinan dari zaman Kerajaan Singosari Abad ke 9 Masehi. Untuk memastikan itu, sementara masih kita lakukan penggalian dengan melibatkan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim. Batu bata tersebut berukuran sangat besar melebihi batu bata yang pernah ditemukan di Malang,&#8221; ujar Koordinator Penemuan Candi Malang, Haryoto.</p>
<p>Dari pengukuran sementara, panjang batu tersebut mencapai 39 sampai 40 cm dengan tebal 9 cm. Untuk usianya sendiri, hingga saat ini masih akan diteliti.</p>
<p>&#8220;Untuk usia batu bata ini masih akan kita teliti. Diperkirakan dari zaman kerajaan Mataram Kuno hingga kerajaan Singosari,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Saat ini, tambahnya, ada delapan orang petugas dari koordinator penemuan Candi Makang sudah diturunkan untuk terus menggali kedalamannya. &#8220;Sampai sekarang proses penggalian masih berjalan dan akan kita kaji terus untuk diketahui lebih lanjut,&#8221; ujarnya. <strong>(riz/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127066</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
