<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>QNet &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/qnet/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Oct 2019 09:18:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>QNet &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kapolres Lumajang：Kemana Para Member Harus Transfer Pembeliannya ke QNet ?</title>
		<link>https://memontum.com/kapolres-lumajang%ef%bc%9akemana-para-member-harus-transfer-pembeliannya-ke-qnet</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Oct 2019 09:18:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolres Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Money Game]]></category>
		<category><![CDATA[QNet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98501-kapolres-lumajang%ef%bc%9akemana-para-member-harus-transfer-pembeliannya-ke-qnet</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Dalam sistem usahanya, perusahaan QNET (PT QN INTERNATIONAL INDONESIA) menjanjikan 2 jenis komisi untuk diberikan kepada mitra usahanya sesuai yang tercantum dalam staterkitnya. Namun penerapan dilapangan tidak demikian, karena muncul satu jenis model bonus yang tidak tertera didalam staterkit yaitu pemberian bonus dengan terlebih dahulu harus memiliki member di kaki kanan dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Dalam sistem usahanya, perusahaan QNET (PT QN INTERNATIONAL INDONESIA) menjanjikan 2 jenis komisi untuk diberikan kepada mitra usahanya sesuai yang tercantum dalam staterkitnya. Namun penerapan dilapangan tidak demikian, karena muncul satu jenis model bonus yang tidak tertera didalam staterkit yaitu pemberian bonus dengan terlebih dahulu harus memiliki member di kaki kanan dan di kaki kiri.</p>
<p>Sistem bonus yang ketiga ini tercium adanya aroma pelanggaran kode etik yang mengarah kepada kejahatan skema piramida. Perusahaan QNET (PT QN INTERNATIONAL INDONESIA) dalam praktiknya menerapkan 3 jenis komisi Sehingga ditengarai sistem bonus yang ke tiga mengandung money game dengan skema Piramida</p>
<p>Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menjelaskan didalam Starter kit PT QN INTERNATIONAL INDONESIA menjelaskan hanya terdapat 2 sistem bonus yang diberikan kepada mitra usahanya.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/29266-qnet-money-game-kapolres-lumajang-bisnis-semacam-ini-harus-segera-dibongkar-dan-diruntuhkan" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Qnet Money Game, Kapolres Lumajang: Bisnis Semacam ini Harus Segera Dibongkar dan Diruntuhkan</a></p>
<p>&#8220;Namun dalam praktiknya kenapa terdapat 3 sistem pemberian bonus kepada membernya. disamping itu, di staterkit juga saya cari nomor rekening perusaan QNet juga tidak tertera sama sekali,&#8221; jelas Putra Makasar itu.</p>
<p>&#8220;Jadi kemana para member harus mentransfer pembeliannya. Hal ini yang perlu kami pertanyakan kepada perusahaan QNet,” ungkapnya.</p>
<p>Dijelaskannya, 2 jenis Sistem bonus yang ada di dalam starter kit yakni :</p>
<p>1. komisi retail, yaitu komisi yang diperoleh dari selisih antara harga retail dengan harga IR, dari pembelian pertama kali yang digunakan oleh referral langsung.</p>
<p>2. komisi penjualan berulang/ RSP, yaitu komisi yang diperoleh berdasarkan hitungan RSP poin atas pembelian barang.</p>
<p>Sedangkan yang tidak ada didalam staterkit tapi yang masif berjalan di masyarakat adalah sistem Bonus yang ke 3 yang menggunakan istilah PV. dimana untuk mendapat bonus harus 3000 PV kaki kanan dan 3000 PV kaki kiri.</p>
<p>&#8220;Tidak semua barang ada nilai PVnya. untuk produk yang memiliki nilai PV semuanya berharga mahal dan produknya harus dikirim langsung dari hongkong&#8221;, pungkasnya. <strong>(adi/yan)</strong></p>
<p><strong><br />
BACA JUGA : </strong><a href="https://hukrim.memontum.com/28083-dua-bocah-keluhkan-rekrutmen-member-qnet-kota-malang-digrebek" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Dua Bocah Keluhkan Rekrutmen Member, QNet Kota Malang Digrebek</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98501</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Qnet Money Game, Kapolres Lumajang: Bisnis Semacam ini Harus Segera Dibongkar dan Diruntuhkan</title>
		<link>https://memontum.com/qnet-money-game-kapolres-lumajang-bisnis-semacam-ini-harus-segera-dibongkar-dan-diruntuhkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2019 01:53:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolres Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Money Game]]></category>
		<category><![CDATA[QNet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/92460-qnet-money-game-kapolres-lumajang-bisnis-semacam-ini-harus-segera-dibongkar-dan-diruntuhkan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Ramainya kasus Qnet menciptakan pro kontra di media sosial. Banyak pihak yang mendukung langkah Kapolres namun ada pula yang mencaci serta kontra terhadap tindakan pengungkapan Qnet yang di lakukan Tim Cobra Polres Lumajang. Postingan akun ilham puji wahyuda di group facebook sahabat M.A.S yang mengatakan “Ada yg mw nglaporin bapak arsal guys [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Memontum Lumajang &#8211; Ramainya kasus Qnet menciptakan pro kontra di media sosial. Banyak pihak yang mendukung langkah Kapolres namun ada pula yang mencaci serta kontra terhadap tindakan pengungkapan Qnet yang di lakukan Tim Cobra Polres Lumajang.</p>
<p>Postingan akun ilham puji wahyuda di group facebook sahabat M.A.S yang mengatakan “Ada yg mw nglaporin bapak arsal guys ke kapolda jatim tentang pernyataan bapak tentang money game&#8230;.kita harus dukung bpak arsal..biar beliau terus menyelidiki kasus money game ini”</p>
<p>akun Ilham menyertakan screenshoot dari akun agung Nuggroho. dimana akun agung menyertakan screenshoot juga yang berisi postingan dari akun Firman Akirya yang mengatakan “anda tau gk kenapa bapak arsal nanya betul tentang Qnet sampe ngepost pertanyaannya di Grub..???</p>
<p>sedangkan dalam video beliau sudah kayak orang tau betul tentang Qnet … malah mengatakan Qnet money game.. ternyata itu salah. Sedangkan video beliau yang mengatakan Qnet money game sudah tersebar di medsos sampe ke menejer perusahaan Qnet zona topas tower Jakarta (kantor pusat)..</p>
<p>maneger Qnet menuntut ke kapolda jatim tentang pernyataan kapolres tersebut… sehingga bapak tersebut terancam mutasi .. paham gak ? makanya beliau terpukul sehingga menanyakan betul apa Qnet sebenarnya…”</p>
<p>Postingan tersebut kemudan ditanggapi oleh ratusan warganet yang mendukung kinerja AKBP arsal untuk jangan gentar menangani kasus money games tersebut.<br />
dari akun saifuddin “Polisi hebat polisi kuat bersama Rakyat”, kemudian akun arief andreas mengatakan “Semoga..komandan???di lindungi Ama Allah ..sukses terus komandan”</p>
<p>Menanggapi pernyataan tersebut, AKBP DR M Arsal Sahban,, Rabu (11/09/2019). Mengungkapkan pihaknya tidak akan mundur selama ia benar, banyak sekali korban yang merasa tertipu. Bisnis semacam ini harus segera dibongkar dan diruntuhkan karena kasihan korban yang termakan bujuk rayu bisnis money games sampai ada yang mau bunuh diri, sedangkan para pelakunya dapat tidur nyenyak bergelimang harta.</p>
<p>&#8220;Saya akan memaksimalkan penyelidikan ini agar dapat segera membongkar praktik penipuan bersekala nasional yang korbannya termonitor ada di semua provinsi di Indonesia” terang Kapolres.</p>
<p>Arsal sangat memahami tentang model bisnis money games karena mengambil S3 bidang hukum bisnis dan menulis makalah tentang money games saat pendaftaran masuk S3 di UNPAD.<strong> (adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">92460</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Korban Lowongan Kerja Dipulangkan, Leader QNet Diminta Tidak Membuat Info Loker Menyesatkan di Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/korban-lowongan-kerja-dipulangkan-leader-qnet-diminta-tidak-membuat-info-loker-menyesatkan-di-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jul 2019 08:43:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang kota]]></category>
		<category><![CDATA[QNet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/88941-korban-lowongan-kerja-dipulangkan-leader-qnet-diminta-tidak-membuat-info-loker-menyesatkan-di-kota-malang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Para member QNet yang sempat diamankan ke Polres Malang Kota, akhirnya diperbolehkan pulang pada Rabu (24/7/2019) pukul 23.00. Namun sebelum mereka pulang, leader/ senior QNet yang dianggap bertanggung jawab terkait permasalahan ini, diminta terlebih dahulu untuk membuat surat pernyataan. Intinya tidak aoan lagi membuat informasi Loker (Lowongan kerja) yang tidak benar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Para member QNet yang sempat diamankan ke Polres Malang Kota, akhirnya diperbolehkan pulang pada Rabu (24/7/2019) pukul 23.00. Namun sebelum mereka pulang, leader/ senior QNet yang dianggap bertanggung jawab terkait permasalahan ini, diminta terlebih dahulu untuk membuat surat pernyataan. Intinya tidak aoan lagi membuat informasi Loker (Lowongan kerja) yang tidak benar di Kota Malang.</p>
<p>Hal itu seperti yang dijelaskan oleh Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna saat dihubungi Memontum.com melalui ponselnya Kamis (25/7/2019) siang.</p>
<p>&#8220;Tidak ada unsur pidananya sebab orang-orang yang kita data semalam, yangbl sudah membeli produknya tidak melakukan komplain dan merasa tidak dirugikan. Namun leader atau seniornya, kita berikan imbauan dan kami minta membuat surat pernyataan. Intinya tidak membuat informasi lowongan kerja yang tidak benar. Tidak menyesatkan informasi lowongan kerja di Kota Malang,&#8221; ujar AKP Komang.</p>
<p>Sedangkan 2 anak bawah umur yakni Adr (16) warga asal Bandung dan Mnd (17) warga asal Kediri, sudah dipulangkan oleh pihak kepolisian.</p>
<p>&#8220;Untuk Adr dan Mnd sudah kami pulangkan ke rumahnya masing-masing. Sebelumnya, keduanya datang karena tertarik dengan informasi Loker yang ditawarkan. Namun setelah datang mereka ediberikan presentasi selama 2 hari untuk membeli produk seharga Rp 8 juta. Mereka tidak mau karena memang lowongan kerja tidak sesuai dan tidak memiliki uang. Jadi kita imbau kepada mereka semua sebelum kita pulangkan semalam supaya tidak lagi membuat informasi Loker yang tidak benar. Jika memnuat info loker harus sesui kontennya,&#8221; ujar AKP Komang.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, lokasi perekrutan member QNet di Kota Malang yang betada di kawasan Ruko Soekarno-Hatta Indah, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Selasa (23/7/2019) malam, digrebek petugas Polres Malang Kota. Hal itu terjadi setelah ada curhatan di media sosial dari anak bawah umur berinisil Adr(16) asal Bandung.</p>
<p>Adr jauh-jauh dari Bandung ke Kota Malang dijanjikan pekerjaan. Namun nyatanya setelah di lokasi, dia malah ditawari untuk membeli produk berbentuk piringan seharga Rp 8,2 juta. Bahkan dia merasa gerak geriknya dibatasi hingga merasa disekap.</p>
<p>Dalam penggrebekan itu, petugas mengamankan 40 orang. Selain Adr, petugas kepolisian juga menemukan Amd (17) seorang gadis bawah umur asal Kediri. Seperti halnya Adr, Amd juga tertarik dengan lowongan pekerjaan di media sosial yang ditawarkan oleh salah satu member QNet. Yakni dijanjikan bekerja di E-komers dibagian pengetikan.</p>
<p>Petugas kemudian memboyong mereka semua ke Mapolre Malang Kota. Petugas juga melakukan pemeriksaan kepada mereka aatu persatu. Bahkan hingga Rabu (24/7/2019) siang, petugas sudah melakukan pemeriksaan sekitar 20 orang.</p>
<p>&#8221; Janjinya pekerjaan dibagian pengetikan perusahaan E-komers. Ternyata setelah ada prenentasi dari mereka, pekerjaan itu tidak sesuai. Saya disuruh membeli varang senilai Rp 8,2 juta. Saya tidak mau karena tidak minat. Sudah 5 hari ini saya disini dan rencananya mau pulang. Pemerjaan yang tidak ditawarkan tidak sesuai, jelas saya kecewa,&#8221; ujar Amd di Polres Malang Kota, Rabu siang.</p>
<p><strong>Baca :</strong><a href="https://hukrim.memontum.com/28083-dua-bocah-keluhkan-rekrutmen-member-qnet-kota-malang-digrebek" target="_blank" rel="noopener noreferrer"> Dua Bocah Keluhkan Rekrutmen Member, QNet Kota Malang Digrebek</a></p>
<p>Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna SH, mengatakan bahwa informasi awal adanya penyekapan.</p>
<p>&#8221; Info awal ada penyekapan. Saat kami datang ke lokasi ada 30 orang berkimpul rapat evaluasi penjualan suatu produk. Salah satu orang merasa tidak nyaman menginformasikan ke media sosial karena aktifitasnya terus diawasi selama di lokasi,&#8221; ujar AKP Komang.</p>
<p>Menurut AKP Komang, bahwa perekrutan member mereka menyalahi aturan. Karena menawarkan pekerjaan yang tidak sesuai.</p>
<p>&#8221; Ke 2 anak bawah umur itu dijanjikan pekerjaan. Namun setelah datang malah disuruh beli produk senilai Rp 8 juta. Darinhasil pemeriksaan, tidak ada pemaksaan, spikis.maupun fisik. Adr dan Amd akan dipulangkan. Kami sudah gelar perkara terkait permasalah ini,&#8221; ujar AKP Komang. <strong>(gie/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88941</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Bocah Keluhkan Rekrutmen Member, QNet Kota Malang Digrebek</title>
		<link>https://memontum.com/dua-bocah-keluhkan-rekrutmen-member-qnet-kota-malang-digrebek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jul 2019 04:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Digrebek]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang kota]]></category>
		<category><![CDATA[QNet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/88910-dua-bocah-keluhkan-rekrutmen-member-qnet-kota-malang-digrebek</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Lokasi perekrutan member QNet di Kota Malang yang berada di kawasan Ruko Soekarno-Hatta Indah, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Selasa (23/7/2019) malam, digrebek petugas Polres Malang Kota. Hal itu terjadi setelah ada curhatan di media sosial dari anak bawah umur berinisial Adr (16) asal Bandung. Adr jauh-jauh dari Bandung ke Kota Malang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Lokasi perekrutan member QNet di Kota Malang yang berada di kawasan Ruko Soekarno-Hatta Indah, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Selasa (23/7/2019) malam, digrebek petugas Polres Malang Kota. Hal itu terjadi setelah ada curhatan di media sosial dari anak bawah umur berinisial Adr (16) asal Bandung.</p>
<p>Adr jauh-jauh dari Bandung ke Kota Malang dijanjikan pekerjaan. Namun nyatanya setelah di lokasi, dia malah ditawari untuk membeli produk berbentuk piringan seharga Rp 8,2 juta. Bahkan dia merasa gerak geriknya dibatasi hingga merasa disekap.</p>
<div id="attachment_88911" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-88911" decoding="async" class="size-full wp-image-88911" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190724-WA0153-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt=" 2 anak bawah umur yang berhasil diselamatkan petugas kepolisian. (ist)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190724-WA0153-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190724-WA0153-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190724-WA0153-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190724-WA0153-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190724-WA0153-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-88911" class="wp-caption-text"><strong>2 anak bawah umur yang berhasil diselamatkan petugas kepolisian. (ist)</strong></p></div>
<p>Dalam penggerebekan itu, petugas mengamankan 40 orang. Selain Adr, petugas kepolisian juga menemukan Amd (17) seorang gadis bawah umur asal Kediri. Seperti halnya Adr, Amd juga tertarik dengan lowongan pekerjaan di media sosial yang ditawarkan oleh salah satu member QNet. Yakni dijanjikan bekerja di E-komers dibagian pengetikan.</p>
<p>Petugas kemudian memboyong mereka semua ke Mapolres Malang Kota. Petugas juga melakukan pemeriksaan kepada mereka aatu persatu. Bahkan hingga Rabu (24/7/2019) siang, petugas sudah melakukan pemeriksaan sekitar 20 orang.</p>
<p>&#8221; Janjinya pekerjaan dibagian pengetikan perusahaan E-komers. Ternyata setelah ada prenentasi dari mereka, pekerjaan itu tidak sesuai. Saya disuruh membeli varang senilai Rp 8,2 juta. Saya tidak mau karena tidak minat. Sudah 5 hari ini saya disini dan rencananya mau pulang. Pemerjaan yang tidak ditawarkan tidak sesuai, jelas saya kecewa,&#8221; ujar Amd di Polres Malang Kota, Rabu siang.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna SH, mengatakan bahwa informasi awal adanya penyekapan. &#8221; Info awal ada penyekapan. Saat kami datang ke lokasi ada 30 orang berkimpul rapat evaluasi penjualan suatu produk. Salah satu orang merasa tidak nyaman menginformasikan ke media sosial karena aktifitasnya terus diawasi selama di lokasi,&#8221; ujar AKP Komang.</p>
<p>Dalam.pengrebekan itu, pihaknya menemukan 2 anak dibawah imur. &#8221; Kita ambil keterangan semua pihak. Ada 2 anak bawah.umur, Adr berasal dari Bandung dan Amd bersal dari Kediri. Setelah kami lakukan pemeriksaan tidak ada unsur penyekapan. Sebab rapat evaluasi itu pukul 21.00, agendanya selesai dan rencananya pulang ke kos masing-masing. Rata-rata mereka dari luar jawa. Rapat evaluasi penjualan barang yang menurut.mereka barang kesehatan,&#8221; ujar AKP Komang.</p>
<p>Menurut AKP Komang, bahwa perekrutan member mereka menyalahi aturan. Karena menawarkan pekerjaan yang tidak sesuai.</p>
<p>&#8221; Ke 2 anak bawah umur itu dijanjikan pekerjaan. Namun setelah datang malah disuruh beli produk senilai Rp 8 juta. Darinhasil pemeriksaan, tidak ada pemaksaan, spikis.maupun fisik. Adr dan Amd akan dipulangkan. Kami sudah gelar perkara terkait permasalah ini,&#8221; ujar AKP Komang.</p>
<p>Pihaknya juga sudah melakukan pengecekan terkait jenis usaha QNet. &#8220;Kita cek ke Dinas Penanaman Modal Kota Malang dan dikoordinasikan dengan pusat. Usaha nya terdaftar, namun cara perekrutannya yang salah. Kalau sejak awal dijanjikan pekerjaan harusnya sesuai. Harus disampaikan sejak awal tehnis bagaimana pekerjaanya. Jangan pas sudah datang malah disuruh beli produk dan pekerjaanya tidak sesuai yang dijanjikan. Bahkan Adr merasa terus diawasi, diikuti saat membuka HP, Chatting dan lain-lain hingga merasa tidak nyaman hingga menginformasikan ke media sosial,&#8221; ujar AKP Komang.</p>
<p>Sejauh ini unsur penipuan secara riil belum terpenuhi, sebab beberapa orang yang sudah membeli produk tersebut merasa tidak dirugikan.</p>
<p>&#8221; Ada yang sudah menyadari membeli produk itu hingga merasa tidak dirugikan. Produknya seperti kaca berbentuk piringan. Untuk 2 anak bawah umur Adr dan Amd akan kita pulangkan ke rumahnya.masing-masing. Kami masih melakukan pemeriksaan,&#8221; ujar AKP Komang. <strong>(gie/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88910</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
