<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>radius &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/radius/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Nov 2025 11:40:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>radius &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gunung Semeru Keluarkan Awan Panas Guguran Capai Radius 17 Kilometer</title>
		<link>https://memontum.com/gunung-semeru-keluarkan-awan-panas-guguran-capai-radius-17-kilometer</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[guguran]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[keluarkan]]></category>
		<category><![CDATA[kilometer]]></category>
		<category><![CDATA[radius]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227873</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, sekaligus Ex Officio BPBD Lumajang, Agus Triyono, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi terkait aktivitas Gunung Semeru, yang kini meningkat menjadi Level IV (Awas), sejak Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 17.00. Diketahui, bahwa sebelumnya status berada di Level II (Waspada) dan Level III (Siaga). Peningkatan status [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, sekaligus Ex Officio BPBD Lumajang, Agus Triyono, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi terkait aktivitas Gunung Semeru, yang kini meningkat menjadi Level IV (Awas), sejak Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 17.00. Diketahui, bahwa sebelumnya status berada di Level II (Waspada) dan Level III (Siaga). Peningkatan status ini, bersifat antisipatif.</p>



<p>BPBD merekomendasikan, agar masyarakat tidak berada dalam radius 8 kilometer dari kawah, serta memperhatikan sektor selatan hingga tenggara sejauh 20 kilometer dari pusat aktivitas. Pemantauan intensif terus dilakukan, untuk memastikan keselamatan warga.</p>



<p>Sebelumnya, saat berada di Level III (Siaga) pukul 16.00 , awan panas guguran Semeru terpantau sejauh 17 kilometer hingga area Gladak Perak. Masyarakat diminta tetap tenang, tidak mendekati kawasan rawan dan memahami informasi resmi yang disampaikan oleh BPBD.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sekda Agus menekankan, bahwa setiap kenaikan status adalah langkah kesiapsiagaan, bukan untuk menakut-nakuti. “Dengan kesiapsiagaan sederhana dan mengikuti arahan resmi, kita bisa menghadapi kondisi ini dengan tenang dan aman,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Rabu (19/11/2025) tadi.</p>



<p>BPBD Lumajang akan terus memperbarui informasi melalui kanal resmi dan media lokal. Warga diingatkan, untuk mengandalkan informasi resmi dan menghindari rumor yang belum terverifikasi.</p>



<p>“Pengetahuan dan kesiapsiagaan adalah kunci menjaga keselamatan dan ketenangan masyarakat,” imbuhnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227873</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gunung Semeru Erupsi, Masyarakat Dilarang Aktivitas di Sektor Tenggara Dalam Radius 8 Kilometer</title>
		<link>https://memontum.com/gunung-semeru-erupsi-masyarakat-dilarang-aktivitas-di-sektor-tenggara-dalam-radius-8-kilometer</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[dilarang]]></category>
		<category><![CDATA[erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[kilometer]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[radius]]></category>
		<category><![CDATA[sektor]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[tenggara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221177</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Aktivitas vulkanik Gunung Semeru mengalami peningkatan dengan terjadinya erupsi, Kamis (17/04/2025) sekitar pukul 09.17 WIB. Meski demikian, status gunung tertinggi di Pulau Jawa, itu masih berada pada Level II atau Waspada. Pemerintah dan relawan kebencanaan, juga terus melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan keselamatan masyarakat sekitar. Kolom abu erupsi sendiri, terpantau mencapai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Aktivitas vulkanik Gunung Semeru mengalami peningkatan dengan terjadinya erupsi, Kamis (17/04/2025) sekitar pukul 09.17 WIB. Meski demikian, status gunung tertinggi di Pulau Jawa, itu masih berada pada Level II atau Waspada. Pemerintah dan relawan kebencanaan, juga terus melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan keselamatan masyarakat sekitar.</p>



<p>Kolom abu erupsi sendiri, terpantau mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau mengarah ke timur dan tenggara dengan intensitas tebal. Erupsi tersebut, terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi hampir dua menit. Kendati begitu, aktivitas masyarakat di beberapa wilayah terdampak tetap berjalan dengan tenang di bawah pemantauan petugas.</p>



<p>Anggota Destana (Desa Tangguh Bencana) Desa Sumberwuluh, Samsul Arifin, menegaskan bahwa masyarakat di sekitar lereng Gunung Semeru saat ini tetap kondusif dan tidak menunjukkan kepanikan. &#8220;Kami terus memantau perkembangan situasi dan meminta warga untuk tidak panik. Proses evakuasi dan penanganan risiko dilakukan secara hati-hati. Masyarakat juga kami imbau untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari petugas setempat,&#8221; kata Samsul.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, pemerintah telah mengeluarkan rekomendasi, agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 8 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta menghindari aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai karena potensi aliran awan panas dan lahar bisa menjangkau hingga 13 kilometer. Aktivitas di radius 3 kilometer dari kawah atau puncak juga sangat tidak disarankan karena bahaya lontaran material pijar.</p>



<p>Upaya mitigasi terus dilakukan bersama-sama, baik oleh pihak pemerintah, relawan, maupun warga yang telah dibekali pelatihan kesiapsiagaan. Edukasi dan penyebaran informasi terkini secara berkala, juga dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan tidak terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi.</p>



<p>Dengan kondisi yang masih terkendali, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terpancing isu dan senantiasa waspada terhadap potensi bahaya lanjutan. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221177</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
