<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>raksasa &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/raksasa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Mar 2026 11:54:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>raksasa &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Balon Udara Raksasa Jatuh di Pemukiman Warga Pamekasan dan Viral</title>
		<link>https://memontum.com/balon-udara-raksasa-jatuh-di-pemukiman-warga-pamekasan-dan-viral</link>
					<comments>https://memontum.com/balon-udara-raksasa-jatuh-di-pemukiman-warga-pamekasan-dan-viral#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[pemukiman]]></category>
		<category><![CDATA[raksasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231329</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Viral sebuah video menunjukkan balon udara raksasa berisi petasan jatuh di pemukiman warga di Dusun Blingi, Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan, Sabtu (28/03/2026) tadi. Dalam video yang beredar itu, warga terlihat berlarian dan juga terlihat menarik balon yang hendak jatuh ke rumah warga karena gagal terbang dan masih berisi petasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Viral sebuah video menunjukkan balon udara raksasa berisi petasan jatuh di pemukiman warga di Dusun Blingi, Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan, Sabtu (28/03/2026) tadi. Dalam video yang beredar itu, warga terlihat berlarian dan juga terlihat menarik balon yang hendak jatuh ke rumah warga karena gagal terbang dan masih berisi petasan utuh.</p>



<p>Kapolsek Palengaan, AKP Muh Syaiful Bahri, saat dikonfirmasi mengatakan tidak mengetahui asal muasal balon tersebut. Karenanya, saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.</p>



<p>“Kami masih menyelidikinya. Warga setempat pun tidak mengetahui datangnya balon udara dari mana,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya memastikan, bahwa balon udara tersebut tidak menimpa rumah warga. &#8220;Dari keterangan saksi balon udara hampir jatuh di atas rumah, namun segera ditarik dan terjatuh di tanah kosong,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, salah satu warga, Andri, mengatakan bahwa peristiwa ini terjadi pada pagi hari. Asal balon sendiri, datang dari arah Barat.</p>



<p>“Kejadiannya tadi pagi dan hampir terjatuh ke rumah warga. Di balon juga ada petasan dan untungnya tidak meledak,&#8221; ujarnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/balon-udara-raksasa-jatuh-di-pemukiman-warga-pamekasan-dan-viral/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231329</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Desa Ngudirejo Jombang Kibarkan Bendera Merah Putih Ukuran Raksasa</title>
		<link>https://memontum.com/masyarakat-desa-ngudirejo-jombang-kibarkan-bendera-merah-putih-ukuran-raksasa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Aug 2024 03:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Bendera]]></category>
		<category><![CDATA[Kibarkan]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[ngudirejo]]></category>
		<category><![CDATA[raksasa]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213053</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Pemerintah Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, menggelar upacara dan kibarkan Bendera Merah Putih berukuran raksasa, dalam peringatan HUT ke-79 Republik Indonesia. Upacara dipimpin langsung Kepala Desa Ngudirejo, Lantarno dan diikuti masyarakat di Lapangan Canggon, Desa Ngudirejo, Sabtu (17/08/2024) tadi. Kepala Desa Ngudirejo, Lantarno, menyampaikan bahwa pengibaran Bendera Merah Putih berukuran raksasa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Pemerintah Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, menggelar upacara dan kibarkan Bendera Merah Putih berukuran raksasa, dalam peringatan HUT ke-79 Republik Indonesia. Upacara dipimpin langsung Kepala Desa Ngudirejo, Lantarno dan diikuti masyarakat di Lapangan Canggon, Desa Ngudirejo, Sabtu (17/08/2024) tadi.</p>



<p>Kepala Desa Ngudirejo, Lantarno, menyampaikan bahwa pengibaran Bendera Merah Putih berukuran raksasa ini sebagai salah satu cara untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. &#8220;Pengibaran bendera raksasa menjadi agenda masyarakat dan sudah dilaksanakan selama 4 tahun terakhir. Ini merupakan ikon Desa Ngudirejo, sekaligus menjadi agenda rutin setiap 17 Agustus. Kegiatan ini, tidak lepas dari peran serta masyarakat Desa Ngudirejo,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kalau tahun sebelumnya bendera yang dikibarkan berukuran 15&#215;20 meter, lanjutnya, pada tahun ini bendera yang dikibarkan berukuran 10&#215;15 meter. &#8220;Ukuran bendera raksasa ini mengikuti situasi yang ada. Termasuk, kekuatan angin serta kekuatan tiang yang digunakan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Pembuatan bendera memakan waktu sekitar 10 hingga 15 hari dan dikerjakan oleh tiga orang masyarakat Ngudirejo yang bekerja sebagai penjahit. &#8220;Proses pengerjaan bendera raksasa ini tidak dilakukan tiap hari. Namun, disesuaikan dengan kondisi yang ada,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Bendera raksasa ini di arak mulai dari Masjid Dusun Canggon sampai Lapangan Canggon dan yang membawa seluruhnya adalah perempuan. &#8220;Makna yang ingin disampaikan, bahwa perjuangan yang dilakukan tidak lepas dari peran perempuan. Ini sekaligus untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat perempuan. Apalagi saat ini perempuan dan laki-laki itu duduk sama rendah berdiri sama tinggi,&#8221; tambahnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213053</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelorakan Semangat Juang, Bupati Sumenep Turut Kirab Bendera Raksasa Merah Putih</title>
		<link>https://memontum.com/gelorakan-semangat-juang-bupati-sumenep-turut-kirab-bendera-raksasa-merah-putih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Aug 2023 05:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Bendera]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[gelorakan]]></category>
		<category><![CDATA[juang,]]></category>
		<category><![CDATA[raksasa]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196870</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, melakukan kirab Bendera Merah Putih sepanjang 78 meter yang dikemas dengan Jalan-jalan Santai (JJS) Kemerdekaan, Minggu (27/08/2023) tadi. Apa yang tersebut, sebagai bagian tingginya rasa nasionalisme. Dari pantauan di lapangan, pelaksanaan ini sangat menyita perhatian masyarakat. Bahkan, peserta diperkirakan mencapai ribuan sehingga memanjang mencapai 2 kilometer hingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, melakukan kirab Bendera Merah Putih sepanjang 78 meter yang dikemas dengan Jalan-jalan Santai (JJS) Kemerdekaan, Minggu (27/08/2023) tadi. Apa yang tersebut, sebagai bagian tingginya rasa nasionalisme.</p>



<p>Dari pantauan di lapangan, pelaksanaan ini sangat menyita perhatian masyarakat. Bahkan, peserta diperkirakan mencapai ribuan sehingga memanjang mencapai 2 kilometer hingga ke Lapangan GOR A Yani hingga seolah menjadi lautan manusia.</p>



<p>Pasukan Merah Putih ini melakukan kirab Bendera Merah Putih. Sejumlah peserta, berasal dari ribuan warga dari berbagai elemen masyarakat yang langsung turun mengikuti kirab.</p>



<p>Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan bahwa kirab bendera raksasa Merah Putih ini ingin mewariskan semangat juang para pahlawan kemerdekaan. Supaya, generasi muda semangatnya berapi-api dan tidak gampang menyerah.</p>



<p>“Melalui kirab Merah Putih ini diharapkan masyarakat Kabupaten Sumenep, memiliki jiwa nasionalisme yang semakin bergelora untuk cinta tanah air, bangsa dan negara,” kata Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo di sela-sela kirab dan JJS Kemerdekaan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kirab Merah Putih ini, paparnya, sebagai simbol untuk merawat kebhinekaan dalam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sehingga, seluruh elemen menjaga dan merawat persatuan dan kesatuan, guna menciptakan iklim yang kondusif dan sejuk di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat.</p>



<p>“Kami mengajak masyarakat menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila secara utuh dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya, tentu untuk menciptakan kerukunan di tengah kemajemukan masyarakat Kabupaten Sumenep,” tutur Bupati Sumenep.</p>



<p>Bupati mengharapkan, tentunya masyarakat mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif. Itu agar memberikan dampak yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, khususnya untuk mendorong memajukan pembangunan daerah di segala sektor.</p>



<p>“Masyarakat berperan serta mendukung proses pembangunan dan itu wujud menghargai jasa-jasa para pahlawan untuk meneruskan cita-citanya membangun bangsa dan negara termasuk Kabupaten Sumenep,” paparnya.</p>



<p>Dalam pelaksanaan itu, bupati mengikuti Kirab Bendera sepanjang 78 meter bersama Wakil Bupati, Dewi Khalifah, Sekretaris Daerah (Sekda) Edi Rasiyadi, Forkopimda, Ketua TP PKK, Nia Kurnia Fauzi, Kepala OPD dan camat. <strong>(edo/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196870</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
