<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Ramadan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ramadan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Mar 2026 09:03:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Ramadan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>DLH Kota Malang Ungkap Timbulan Sampah Turun saat Ramadan dan Lebaran 2026</title>
		<link>https://memontum.com/dlh-kota-malang-ungkap-timbulan-sampah-turun-saat-ramadan-dan-lebaran-2026</link>
					<comments>https://memontum.com/dlh-kota-malang-ungkap-timbulan-sampah-turun-saat-ramadan-dan-lebaran-2026#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2026 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[timbulan]]></category>
		<category><![CDATA[ungkap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231283</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat bahwa timbulan sampah di Kota Malang selama Ramadan hingga libur Idul Fitri tahun 2026, mengalami penurunan dibandingkan hari normal. Kondisi tersebut, dipengaruhi berkurangnya aktivitas masyarakat, terutama mahasiswa yang pulang kampung. Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan bahwa jumlah sampah yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat bahwa timbulan sampah di Kota Malang selama Ramadan hingga libur Idul Fitri tahun 2026, mengalami penurunan dibandingkan hari normal. Kondisi tersebut, dipengaruhi berkurangnya aktivitas masyarakat, terutama mahasiswa yang pulang kampung.</p>



<p>Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan bahwa jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, tidak mengalami lonjakan selama periode Lebaran. “Tidak ada peningkatan, malah cenderung sedikit berkurang. Karena lebih dari 50 persen mahasiswa mudik, sehingga aktivitas kota menurun,” ujar Raymond, Jumat (27/03/2026) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa biasanya volume sampah yang masuk ke TPA Supit Urang mencapai 550 hingga 600 ton perhari. Namun, selama Ramadan dan Lebaran, rata-rata hanya berada di kisaran 500 ton perhari.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Karena memang kondisi di Kota Malang ini jumlah mahasiswanya hampir sama dengan jumlah penduduk asli. Ketika mereka mudik, otomatis produksi sampah ikut berkurang,” jelasnya.</p>



<p>Meski secara umum mengalami penurunan, namun untuk peningkatan sampah juga tetap terjadi di beberapa titik keramaian. Seperti, kawasan Kayutangan Heritage serta lokasi pelaksanaan Salat Idul Fitri.</p>



<p>DLH Kota Malang sendiri, lanjutnya, telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan menyiagakan personel kebersihan sejak pagi hari. &#8220;Di kawasan Masjid Jami’ Kota Malang pada saat itu disiapkan 30 petugas kebersihan lengkap dengan dua unit dump truck. Kemudian, di Masjid Sabilillah, tambahan 20 personel diterjunkan untuk mempercepat penanganan sampah. Hasilnya sebelum pukul 10.00 WIB seluruh area sudah bersih,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut, untuk di Kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang yang menjadi pusat kunjungan masyarakat selama libur Lebaran juga dipadati pengunjung. Namun, volume sampah tetap terkendali. &#8220;Pengunjung memang banyak, tetapi karena kami sudah menempatkan 15 petugas kebersihan yang terbagi tiga shift jadi jumlah sampah tetap normal,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/dlh-kota-malang-ungkap-timbulan-sampah-turun-saat-ramadan-dan-lebaran-2026/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231283</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Efek Bukber Selama Ramadan, Pajak Restoran Kota Malang Diprediksi Naik 20 hingga 30 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/efek-bukber-selama-ramadan-pajak-restoran-kota-malang-diprediksi-naik-20-hingga-30-persen</link>
					<comments>https://memontum.com/efek-bukber-selama-ramadan-pajak-restoran-kota-malang-diprediksi-naik-20-hingga-30-persen#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bukber]]></category>
		<category><![CDATA[diprediksi]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[restoran]]></category>
		<category><![CDATA[selama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231264</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Momen Buka puasa Bersama (Bukber) selama Ramadan tahun 2026 di Kota Malang, diperkirakan berdampak positif terhadap penerimaan pajak restoran. Bahkan, kenaikan penerimaan diproyeksi mencapai 20 hingga 30 persen dibandingkan bulan biasa. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang, Handi Priyanto, mengatakan bahwa laporan pajak restoran untuk periode Ramadan masih menunggu pelaporan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Momen Buka puasa Bersama (Bukber) selama Ramadan tahun 2026 di Kota Malang, diperkirakan berdampak positif terhadap penerimaan pajak restoran. Bahkan, kenaikan penerimaan diproyeksi mencapai 20 hingga 30 persen dibandingkan bulan biasa.</p>



<p>Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang, Handi Priyanto, mengatakan bahwa laporan pajak restoran untuk periode Ramadan masih menunggu pelaporan dari wajib pajak. Karena itu, angka kenaikan tersebut secara resmi baru dapat diketahui pada April 2026 mendatang.</p>



<p>“Pelaporannya kan bulan berikutnya. Maret nanti dilaporkan di bulan April, jadi kenaikannya baru terlihat di April. Tetapi kalau dihitung kasar, ada kenaikan antara 20 sampai 30 persen dibanding bulan-bulan normal,” jelas Handi, Kamis (26/03/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="424" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/03/Efek-Bukber-Selama-Ramadan-Pajak-Restoran-Kota-Malang-Diprediksi-Naik-20-hingga-30-Persen-2.jpg?resize=600%2C424&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-231266" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/03/Efek-Bukber-Selama-Ramadan-Pajak-Restoran-Kota-Malang-Diprediksi-Naik-20-hingga-30-Persen-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/03/Efek-Bukber-Selama-Ramadan-Pajak-Restoran-Kota-Malang-Diprediksi-Naik-20-hingga-30-Persen-2.jpg?resize=300%2C212&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /><figcaption class="wp-element-caption">BUBER: Ilustrasi pelaksanaan buka bersama (Bukber) yang dilakukan restoran. (ist)</figcaption></figure></div>


<p></p>



<p>Handi menambahkan, perhitungan detail belum bisa dilakukan secara cepat karena jumlah restoran di Kota Malang mencapai sekitar 3.000 usaha. Sehingga, rekapitulasi harus dilakukan satu per satu berdasarkan laporan yang masuk. Menurutnya, lonjakan aktivitas buka bersama menjadi faktor utama meningkatnya transaksi di sektor kuliner selama Ramadan.</p>



<p>“Rata-rata restoran memang penuh saat bukber,” katanya.</p>



<p>Sementara itu, hingga 16 Maret 2026, realisasi pendapatan pajak restoran yang telah masuk tercatat sebesar Rp 40,1 miliar dari target total pajak daerah tahun 2026 sebesar Rp 872,9 miliar. &#8220;Sehingga nanti dapat diketahui peningkatan pajak restoran akibat Ramadan dapat diketahui setelah batas akhir pelaporan wajib pajak pada 10 April 2026,&#8221; imbuh Handi. <strong>(rsy/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/efek-bukber-selama-ramadan-pajak-restoran-kota-malang-diprediksi-naik-20-hingga-30-persen/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231264</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Kabupaten Jember Perkuat Komitmen Inklusi Sosial melalui Agenda Ramadan di Hati</title>
		<link>https://memontum.com/pemerintah-kabupaten-jember-perkuat-komitmen-inklusi-sosial-melalui-agenda-ramadan-di-hati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 12:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[agenda]]></category>
		<category><![CDATA[inklusi]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[melalui]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231096</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyelenggarakan agenda buka puasa bersama dan pemberian santunan bertajuk Ramadhan di Hati, yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (16/03/2026) tadi. Acara ini, dihadiri ratusan anak yatim dan penyandang disabilitas dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember. Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyelenggarakan agenda buka puasa bersama dan pemberian santunan bertajuk Ramadhan di Hati, yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (16/03/2026) tadi. Acara ini, dihadiri ratusan anak yatim dan penyandang disabilitas dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember.</p>



<p>Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial keagamaan, melainkan bentuk manifestasi kehadiran negara di tengah masyarakat. Kehadiran Ketua Baznas Provinsi Jawa Timur, KH Ali Maschan Moesa, semakin mempertegas sinergi lintas instansi yang solid antara pemerintah daerah dan lembaga amil zakat dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur.</p>



<p>Dalam orasi kemanusiaannya, Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, menyampaikan pesan mendalam mengenai kesetaraan peluang. &#8220;Keterbatasan fisik maupun latar belakang sosial tidak boleh menjadi variabel penghambat bagi seseorang untuk meraih puncak kesuksesan,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Gus Fawait memproyeksikan, bahwa anak-anak luar biasa yang hadir di pendopo hari ini, adalah calon-calon pemimpin masa depan yang akan membawa Indonesia menuju kemajuan. Sektor pendidikan, menjadi poin krusial dalam arahan Bupati Jember.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menginstruksikan, agar seluruh anak, termasuk siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) dan anak yatim, tidak menghentikan langkah pendidikan mereka hanya di tingkat dasar. &#8220;Pendidikan tinggi adalah shortcut atau jalan pintas paling efektif dalam memutus rantai kemiskinan struktural. Untuk mendukung visi tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember telah mengalokasikan program beasiswa kuliah inklusif, yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat Jember tanpa diskriminasi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain pendidikan, aspek kesejahteraan kesehatan juga menjadi sorotan. Pemkab Jember terus memperkuat kebijakan layanan kesehatan gratis yang hanya memerlukan verifikasi kartu identitas (KTP).</p>



<p>&#8220;Hal ini diharapkan mampu meringankan beban finansial masyarakat sehingga mereka dapat lebih fokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia di lingkungan keluarga masing-masing,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Melalui momentum Ramadan ini, Pemkab Jember berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga demi mewujudkan Jember yang lebih mandiri dan berdaya saing. <strong>(rio/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231096</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sambut Ramadan, BRI Regional 13 Malang Gelar Bazar UMKM Binaan Plus Beragam Promo Menarik</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-ramadan-bri-regional-13-malang-gelar-bazar-umkm-binaan-plus-beragam-promo-menarik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 03:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[beragam]]></category>
		<category><![CDATA[binaan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[regional]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230881</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan yang identik dengan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Regional 13 Malang kembali menggelar Bazar Ramadan 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Kegiatan bazar itu, dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Rabu dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan yang identik dengan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Regional 13 Malang kembali menggelar Bazar Ramadan 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Kegiatan bazar itu, dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Rabu dan Kamis (12/03/2026) besok, di Halaman Parkir Kantor BRI Regional 13 Malang.</p>



<p>Pelaksanaan acara ini, sedikitnya diikuti 15 merchant UMKM yang menghadirkan beragam produk, mulai dari kuliner hingga produk fashion. Sejumlah pelaku UMKM yang turut berpartisipasi, diantaranya dari sektor kuliner seperti Onde-onde Sukun, Baksoku, Wazzoup Soup, dan Kopi Jaya, serta pelaku UMKM di bidang fashion seperti Milescraf dan Kayn Heejab.</p>



<p>Kehadiran para pelaku usaha tersebut, diharapkan dapat memberikan pilihan produk yang beragam bagi masyarakat sekaligus memperluas jangkauan pemasaran UMKM. Melalui kegiatan ini, BRI memberikan ruang bagi para pelaku UMKM binaan untuk memperluas akses pasar serta meningkatkan visibilitas produk kepada masyarakat. Selain menjadi sarana promosi produk, bazar ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha para pelaku UMKM, khususnya di momentum Ramadan yang identik dengan meningkatnya permintaan produk kuliner maupun kebutuhan masyarakat lainnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Regional Funding &amp; Retail Transaction Banking Head BRI Regional 13 Malang, Triyoga Agung Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan Bazar Ramadan ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendukung pemberdayaan dan pengembangan UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional. “Bazar Ramadan ini merupakan salah satu bentuk dukungan BRI dalam memberikan ruang bagi UMKM binaan untuk memasarkan dan memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meningkatkan penjualan sekaligus memperluas jaringan pemasaran para pelaku UMKM,” ujar Triyoga, Rabu (11/03/2026) tadi.</p>



<p>Salah satu merchant kuliner Siomay &amp; Batagor &#8216;OB&#8217; Pasming, Agus, menyampaikan terima kasih kepada BRI karena telah diberikan wadah untuk memasarkan produknya. “Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada BRI Regional 13 Malang telah mengadakan Bazzar Ramadan, selain cepat habis produk saya jadi lebih dikenal konsumen,” ungkapnya.</p>



<p>Selain menghadirkan berbagai produk UMKM, pengunjung bazar juga dapat menikmati beragam promo menarik yang ditawarkan selama kegiatan berlangsung. Mulai dari potongan harga untuk pembelian dengan minimal transaksi Rp 50 ribu, hingga hadiah langsung bagi pengunjung yang melakukan transaksi menggunakan aplikasi BRImo.</p>



<p>Dengan adanya berbagai promo tersebut, diharapkan kegiatan Bazar Ramadan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi para pelaku UMKM, tetapi juga menghadirkan pengalaman berbelanja yang menarik bagi masyarakat. Melalui berbagai program pemberdayaan UMKM, BRI terus berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan usaha mikro serta memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan, sekaligus memberikan kemudahan transaksi digital melalui layanan perbankan seperti BRImo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230881</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Olahan Ikan Jeng Ayud Laris Saat Ramadan, Menu Praktis Jadi Buruan untuk Sahur dan Berbuka</title>
		<link>https://memontum.com/olahan-ikan-jeng-ayud-laris-saat-ramadan-menu-praktis-jadi-buruan-untuk-sahur-dan-berbuka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 06:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[berbuka]]></category>
		<category><![CDATA[buruan]]></category>
		<category><![CDATA[olahan]]></category>
		<category><![CDATA[praktis,]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230823</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Permintaan makanan praktis untuk sahur dan berbuka puasa membawa berkah bagi pelaku UMKM olahan ikan, Jeng Ayud. Selama Ramadan, penjualan berbagai produk olahan ikan milik usaha tersebut tetap ramai, terutama karena banyak masyarakat mencari menu yang mudah diolah. Owner Jeng Ayud, Anto, mengatakan usaha yang dirintis sejak 2018 itu menyediakan berbagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Permintaan makanan praktis untuk sahur dan berbuka puasa membawa berkah bagi pelaku UMKM olahan ikan, Jeng Ayud. Selama Ramadan, penjualan berbagai produk olahan ikan milik usaha tersebut tetap ramai, terutama karena banyak masyarakat mencari menu yang mudah diolah.</p>



<p>Owner Jeng Ayud, Anto, mengatakan usaha yang dirintis sejak 2018 itu menyediakan berbagai produk olahan ikan siap masak. Mulai dari bandeng presto, bandeng cabut duri, hingga aneka katsu dari ikan dori, kakap dan fillet belut.</p>



<p>“Selama Ramadan ini, alhamdulillah penjualannya bagus. Biasanya orang mencari menu yang praktis untuk berbuka atau sahur, tinggal goreng atau dipanaskan saja,” kata Anto, Minggu (08/03/2026) tadi.</p>



<p>Selain olahan ikan, Jeng Ayud juga menjual produk lain seperti teri nasi. Bahan baku ikan yang digunakan sebagian berasal dari budidaya sendiri, terutama ikan nila merah yang dibudidayakan di Bangil, Pasuruan.</p>



<p>Anto menjelaskan, untuk pemasaran selama Ramadan, pihaknya lebih banyak mengandalkan penjualan secara online serta toko yang berada di rumah produksi. “Kami sebenarnya lebih fokus penjualan online. Kebetulan tahun ini juga diundang Bank Jatim untuk ikut bazar Ramadan,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meski penjualan cukup baik, Anto mengakui omzet Ramadan tahun ini masih belum melampaui tahun sebelumnya. Dirinya menduga kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat ikut memengaruhi jumlah transaksi.</p>



<p>“Kalau dibandingkan Ramadan tahun lalu, memang masih lebih tinggi tahun kemarin. Mungkin karena kondisi ekonomi sekarang juga berpengaruh,” jelasnya.</p>



<p>Tidak hanya melayani pembeli ritel, Jeng Ayud juga menyuplai berbagai jenis ikan ke sejumlah restoran dan hotel. Di Kota Malang saja, ada sekitar empat restoran yang rutin menerima pasokan ikan dari usaha tersebut. Pengiriman juga dilakukan hingga luar kota.</p>



<p>“Kalau frozen pernah kirim sampai Bandung. Selama ekspedisinya punya freezer box atau bisa lewat kereta, masih bisa kami kirim,” tambahnya.</p>



<p>Untuk menjaga kualitas, produk segar biasanya hanya bertahan sekitar 12 jam di suhu ruang. Namun jika disimpan dalam pendingin dapat bertahan hingga tiga hari, sementara produk beku bisa disimpan lebih lama di freezer. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230823</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</title>
		<link>https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[kiriman]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[masuki]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[pertengahan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230765</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Transaksi pengiriman uang Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Kantor Pos Cabang Utama Malang, mengalami penurunan di tahun 2026 ini. Hal itu, dikatakan oleh Manajer Operasi Pelayanan Kantor Pos Cabang Utama Malang, Wahyu R Wibowo. Disampaikan Wahyu, jika dibandingkan tahun lalu pada pertengahan Ramadan, transaksi untuk kiriman dari luar negeri sudah mencapai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Transaksi pengiriman uang Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Kantor Pos Cabang Utama Malang, mengalami penurunan di tahun 2026 ini. Hal itu, dikatakan oleh Manajer Operasi Pelayanan Kantor Pos Cabang Utama Malang, Wahyu R Wibowo.</p>



<p>Disampaikan Wahyu, jika dibandingkan tahun lalu pada pertengahan Ramadan, transaksi untuk kiriman dari luar negeri sudah mencapai 1534 item. Sedangkan, hingga di pertengahan Ramadan tahun ini, masih di sekitar 917 item.</p>



<p>&#8220;Kurang lebih ada penurunan sekitar 617 yang mungkin dikirim, tetapi tidak melalui kantor pos,&#8221; kata Wahyu, Jumat (06/03/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, nilai uang yang dikirimkan juga mengalami penurunan. Pada periode yang sama tahun lalu, total remitansi yang masuk melalui Kantor Pos Malang mencapai sekitar Rp 7,3 miliar. Sementara, pada Ramadan tahun ini, nilai remitansi tercatat sekitar Rp 5,2 miliar.</p>



<p>&#8220;Sehingga ada penurunan sekitar Rp 1,8 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Mungkin karena sebagian PMI menggunakan layanan pengiriman uang lain di luar Kantor Pos,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Meski begitu, Kantor Pos memprediksi transaksi pengiriman uang masih berpotensi meningkat menjelang akhir Ramadan. Lonjakan tersebut umumnya dipicu meningkatnya kebutuhan keluarga di Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri.</p>



<p>“Biasanya lonjakan terjadi di minggu ketiga Ramadan. Mulai pekan ini biasanya mulai meningkat,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230765</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</title>
		<link>https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[hunian]]></category>
		<category><![CDATA[kondusif]]></category>
		<category><![CDATA[pengamanan]]></category>
		<category><![CDATA[perketat]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230685</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban selama Bulan Suci Ramadan, Rutan Kelas IIB Situbondo mengintensifkan langkah deteksi dini melalui kegiatan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (03/03/2026) tadi. Langkah ini dilakukan, sebagai bentuk komitmen jajaran Rutan untuk memastikan suasana Ramadan berlangsung aman, tertib dan kondusif. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban selama Bulan Suci Ramadan, Rutan Kelas IIB Situbondo mengintensifkan langkah deteksi dini melalui kegiatan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (03/03/2026) tadi. Langkah ini dilakukan, sebagai bentuk komitmen jajaran Rutan untuk memastikan suasana Ramadan berlangsung aman, tertib dan kondusif.</p>



<p>Sidak tersebut, dilaksanakan oleh Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) bersama Regu Pengamanan (Rupam). Pemeriksaan menyasar langsung kamar hunian WBP serta barang-barang pribadi yang berada di dalam.</p>



<p>Pelaksanaan kegiatan sendiri, dipimpin langsung Kepala KPR dengan mengedepankan pendekatan humanis dan profesional. Petugas tetap menghormati hak-hak WBP serta menjalankan prosedur pemeriksaan sesuai standar operasional yang berlaku.</p>



<p>Kepala Rutan Situbondo, Suwono, menegaskan bahwa peningkatan pengawasan selama Bulan Ramadan merupakan langkah preventif yang rutin dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan di dalam Rutan. &#8220;Bulan Ramadan adalah momentum pembinaan spiritual bagi WBP. Karena itu, kami memastikan situasi tetap kondusif agar seluruh warga binaan dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman,&#8221; ujar Suwono.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya menambahkan, kegiatan Sidak bukan semata-mata penindakan, melainkan juga bagian dari upaya pembinaan dan pencegahan agar WBP tetap berada dalam lingkungan yang tertib dan disiplin. Disampaikan, keamanan dan ketertiban yang terjaga akan berdampak langsung pada keberhasilan program pembinaan, khususnya kegiatan keagamaan yang semakin intens dilaksanakan selama Ramadhan.</p>



<p>&#8220;Dengan langkah ini, Rutan Kelas IIB Situbondo berharap seluruh rangkaian ibadah dan pembinaan Ramadan dapat berjalan lancar, aman, serta memberikan ketenangan bagi WBP maupun petugas,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dalam Sidak tersebut, petugas memastikan tidak terdapat barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Seperti alat komunikasi ilegal, senjata tajam, maupun benda lain yang dilarang berada di dalam lingkungan pemasyarakatan.</p>



<p>&#8220;Hasil Sidak menunjukkan situasi Rutan dalam kondisi aman dan terkendali. Tidak ditemukan barang terlarang yang berisiko menimbulkan gangguan Kamtib selama pelaksanaan kegiatan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Rutan Situbondo menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib dan kondusif, sejalan dengan upaya mewujudkan sistem pembinaan yang humanis dan berkelanjutan di wilayah Situbondo. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230685</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</title>
		<link>https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[penataan]]></category>
		<category><![CDATA[permanen]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230679</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang terus melakukan evaluasi penataan lalu lintas (Lalin) yang ada di Jalan Merdeka Selatan bersama dengan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ), Selasa (03/03/2026) tadi. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa hasil uji coba selama dua hari dalam dua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang terus melakukan evaluasi penataan lalu lintas (Lalin) yang ada di Jalan Merdeka Selatan bersama dengan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ), Selasa (03/03/2026) tadi.</p>



<p>Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa hasil uji coba selama dua hari dalam dua pekan terakhir, khususnya pada hari Sabtu, menyimpulkan tidak ada penutupan permanen di ruas tersebut. “Penataan arus Lalin tetap menggunakan badan jalan yang ada. Artinya, tidak dilakukan penutupan Jalan Merdeka Selatan,” ujar Jaya-sapaannya.</p>



<p>Dalam skema yang diterapkan saat ini, arus lalu lintas tetap dibuka. Pengalihan hanya bersifat situasional, terutama ketika dilakukan pemindahan titik parkir dari sisi selatan ke utara sesuai rencana penataan. Untuk penempatan PKL tetap berada di sisi utara atau merapat ke kawasan Alun-Alun. Sementara parkir kendaraan ditempatkan di depan Kantor Pos.</p>



<p>&#8220;Salah satu usulannya, supaya bisa lebih rapi dan lebih nyaman diupayakan PKL-nya itu menghadap ke selatan atau menghadap ke Kantor Pos dan trotoar. Dengan begitu pembeli dapat memanfaatkan trotoar. Namun, penataan ini sifatnya dinamis. Bisa saja suatu saat dilakukan penutupan sementara apabila kondisi sangat padat,” jelasnya.</p>



<p>Berdasarkan hasil evaluasi, dampak dari uji coba pertama dan kedua yaitu volume lalu lintas di Jalan Merdeka Selatan menurun 10 persen. Sebaliknya, di ruas Jalan S.W. Pranoto dan Sutan Syahrir mengalami kenaikan volume hingga 15 persen dengan tingkat pelayanan (level of service) C. Kemudian, indeks parkir di Jalan Merdeka Selatan mencapai 120 persen atau melebihi kapasitas satuan ruang parkir (SRP), meski kapasitas telah ditambah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Sejumlah faktor turut memicu tundaan dan hambatan lalu lintas, di antaranya tingginya aktivitas penyeberang jalan menuju kawasan Alun-Alun, keluar-masuk kendaraan parkir serta drop penumpang di kawasan Kantor Pos dan Hotel Pelangi, lalu aktivitas truk Kantor Pos pada pukul 16.30–19.30 WIB dan akses kendaraan darurat seperti ambulans dan mobil pemadam kebakaran,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Sehingga, Dishub menilai skema tersebut masih memungkinkan diterapkan saat Ramadan dan pasca-Lebaran, mengingat lonjakan kunjungan ke kawasan Alun-Alun dan Kayutangan diprediksi meningkat signifikan.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Luh Putu Eka, mengakui penataan PKL di kawasan tersebut belum berjalan maksimal. “Penataan yang kami lakukan bukan menambah pedagang baru, tetapi menata yang sudah ada di Merdeka Selatan,” ucap Eka-sapaannya.</p>



<p>Tercatat, ada 38 pedagang yang ditata, dengan komoditas beragam, mulai dari makanan ringan hingga mainan. Seluruh PKL dipastikan berdomisili di Kota Malang dan wajib menunjukkan KTP asli. Ke depan, jika kebijakan itu dilanjutkan, penataan akan diperketat, termasuk larangan penggunaan trotoar sebagai area berdagang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230679</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Stabilkan Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok, Pemkab Lumajang Gelar Pasar Ramadan</title>
		<link>https://memontum.com/stabilkan-harga-dan-ketersediaan-bahan-pokok-pemkab-lumajang-gelar-pasar-ramadan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ketersediaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[pokok]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[stabilkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230673</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri dalam kondisi aman dan terkendali. Kepastian itu disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, sebagai bagian dari langkah strategis menjaga stabilitas harga selama Ramadan hingga Lebaran. Bupati Indah mengatakan bahwa pemantauan distribusi dan pasokan komoditas utama seperti beras, gula, minyak goreng, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri dalam kondisi aman dan terkendali. Kepastian itu disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, sebagai bagian dari langkah strategis menjaga stabilitas harga selama Ramadan hingga Lebaran.</p>



<p>Bupati Indah mengatakan bahwa pemantauan distribusi dan pasokan komoditas utama seperti beras, gula, minyak goreng, telur, daging ayam dan cabai dilakukan secara intensif. Berdasarkan hasil monitoring, stok di tingkat distributor dan pasar rakyat dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat.</p>



<p>“Stok aman. Yang ingin kita stabilkan adalah harganya. Karena itu operasi pasar dan Pasar Ramadan akan terus kita gencarkan agar masyarakat tetap bisa berbelanja dengan tenang menjelang Idul Fitri,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, Selasa (03/03/2026) tadi.</p>



<p>Sebagai bentuk intervensi langsung, Pemkab Lumajang menggelar Pasar Ramadan di kawasan timur Alun-Alun Lumajang selama 6 hari, atau 2 hingga 7 Maret 2026. Kegiatan ini, menyediakan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran guna menekan dampak kenaikan harga musiman.</p>



<p>Berbagai komoditas dijual, dengan harga lebih terjangkau. Antara lain, seperti beras Rp 55 ribu per 5 kilogram, telur ayam Rp 29 ribu perkilogram, gula pasir Rp 15.500 perkilogram, serta minyak goreng Rp14.500 per liter. Selain itu, tersedia pula sayuran segar dan kebutuhan dapur lainnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurut Bunda Indah, harga yang lebih rendah dapat diwujudkan melalui kerja sama dengan asosiasi dan produsen. Sehingga, distribusi lebih pendek dan efisien. Skema ini, menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.</p>



<p>Selain Pasar Ramadan, operasi pasar juga digelar di sejumlah titik untuk memperluas jangkauan intervensi. Langkah ini dilakukan, sebagai antisipasi meningkatnya permintaan menjelang Idul Fitri yang berpotensi memicu gejolak harga.</p>



<p>&#8220;Stabilitas harga bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan menyangkut rasa aman masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok. Dengan harga yang terkendali dan stok terjamin, warga dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Koordinasi lintas perangkat daerah bersama distributor dan pelaku usaha terus diperkuat guna memastikan kelancaran pasokan hingga tingkat pengecer. Pemerintah daerah juga melakukan pengawasan rutin untuk mencegah praktik penimbunan maupun spekulasi harga.</p>



<p>Pemkab Lumajang berkomitmen menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan keberlangsungan usaha pedagang. Intervensi dilakukan secara terukur agar pasar tetap sehat dan daya beli masyarakat terjaga.</p>



<p>Dengan kombinasi Pasar Ramadan dan operasi pasar berkelanjutan, pemerintah optimistis kebutuhan pokok masyarakat hingga Idul Fitri dapat terpenuhi secara memadai, sementara potensi lonjakan harga dapat ditekan seminimal mungkin. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230673</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
