<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Ramah Lingkungan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ramah-lingkungan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Mar 2021 06:56:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Ramah Lingkungan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Presiden Dorong Penerapan Perekonomian Berbasis Inovasi dan Teknologi</title>
		<link>https://memontum.com/presiden-dorong-penerapan-perekonomian-berbasis-inovasi-dan-teknologi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2021 06:56:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Inovator]]></category>
		<category><![CDATA[Kesejahteraan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Ramah Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Rapat Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Revolusi Industri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136275</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Presiden Joko Widodo, mendorong penerapan perekonomian yang dilaksanakan dengan berbasiskan inovasi dan teknologi. Hal tersebut, disampaikannya saat membuka Rapat Kerja Nasional Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Tahun 2021, di Istana Negara, Jakarta, Senin (08/03) tadi. “Kita harus bergeser, dari ekonomi yang berbasis komoditi menuju ekonomi yang berbasis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Presiden Joko Widodo, mendorong penerapan perekonomian yang dilaksanakan dengan berbasiskan inovasi dan teknologi. Hal tersebut, disampaikannya saat membuka Rapat Kerja Nasional Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Tahun 2021, di Istana Negara, Jakarta, Senin (08/03) tadi.</p>



<p>“Kita harus bergeser, dari ekonomi yang berbasis komoditi menuju ekonomi yang berbasis inovasi dan berbasis teknologi,” tegasnya dalam sambutan yang juga ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Kabinet.</p>



<p>Presiden mengungkapkan, bahwa Indonesia dianugerahkan sumber kekayaan alam yang melimpah yang harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kesejahteraan masyarakat. Penguasaan teknologi adalah keharusan untuk dapat memaksimalkan pemanfaatan kekayaan alam tersebut.</p>



<p>“Kita wajib bersyukur atas anugerah Tuhan berupa sumber daya alam yang melimpah. Kita wajib menjaganya dan memanfaatkannya secara bijak untuk kesejahteraan masyarakat kita. Tetapi, tanpa penguasaan dan pemanfaatan teknologi yang bijak, anugerah tersebut tidak akan memberikan manfaat yang maksimal untuk rakyat,” ujarnya.</p>



<p>Baca Juga : <strong><a href="https://memontum.com/135923-dukung-program-unggulan-kapolri-polres-malang-launching-aplikasi-inovasi-sim-malang-presisi" data-type="URL" data-id="https://memontum.com/135923-dukung-program-unggulan-kapolri-polres-malang-launching-aplikasi-inovasi-sim-malang-presisi" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Dukung Program Unggulan Kapolri, Polres Malang Launching Aplikasi Inovasi SIM Malang Presisi</a></strong></p>



<p>Lebih lanjut Presiden menekankan, Indonesia harus terus meningkatkan kapasitas sebagai produsen teknologi sekaligus meningkatkan kedaulatan teknologi bangsa. “Para peneliti, para inovator, para industriawan Indonesia semuanya harus bekerja bersama-sama mengembangkan teknologi masa depan. Teknologi berbasis revolusi industri jilid 4, teknologi hijau yang ramah lingkungan, teknologi yang menyejahterakan rakyat kita,” jelasnya.</p>



<p>Presiden juga berharap, BPPT dapat menjadi otak perekonomian yang berbasis inovasi dan teknologi tersebut. “Saya berharap agar BPPT bisa menjadi lembaga yang extraordinary, terus menemukan cara-cara baru, cara-cara inovatif dan kreatif, menghasilkan karya nyata, yang kontributif untuk kemajuan bangsa,” ucapnya.</p>



<p>Pada kegiatan tersebut, Presiden antara lain didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro, dan Kepala BPPT Hammam Riza.<strong> (hms/kom/aye)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136275</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ubah Gulma Ranu Pani jadi Energi Listrik Ramah Lingkungan</title>
		<link>https://memontum.com/ubah-gulma-ranu-pani-jadi-energi-listrik-ramah-lingkungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Apr 2019 11:54:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Gulma]]></category>
		<category><![CDATA[Ramah Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/82912-ubah-gulma-ranu-pani-jadi-energi-listrik-ramah-lingkungan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Lima mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) yang tergabung dalam tim Electric Green Innovation (EGI) menjadikan kiambang (Salvinia Molesta M.) menjadi energi listrik ramah lingkungan berbasis konservasi di kawasan perairan Danau Ranu Pani Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Pengembangan energi listrik tersebut menggunakan teknologi pengembangan Dye-Sensitized [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Lima mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) yang tergabung dalam tim Electric Green Innovation (EGI) menjadikan kiambang (Salvinia Molesta M.) menjadi energi listrik ramah lingkungan berbasis konservasi di kawasan perairan Danau Ranu Pani Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Pengembangan energi listrik tersebut menggunakan teknologi pengembangan Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) berbahan gulma air kiambang.</p>
<p>&#8220;Bagian dari kiambang yang dimanfaatkan berupa klorofil karena dapat mengkonversikan energi matahari menjadi energi listrik. Penambahan Cyanobacteria hasil eksplorasi di Danau Ranu Pani dalam komponen DSSC, berpotensi menambah daya keluaran listrik, karena bakteri ini mampu berfotosintesis serta mengandung klorofil a dan pigmen warna lainnya yang berpotensi dijadikan dye, dan toleran terhadap sinar UV,&#8221; beber Aditya Permana Putra, salah satu anggota tim EGI.</p>
<p>Selain itu, bakteri ini mampu mengkonversikan foton yang lebih tinggi secara efisien. Pengembangan DSSC dipilih, karena merupakan sel surya dengan pemanfaatan bahan organik yang mudah ditemukan, harga relatif terjangkau, dan memiliki kestabilan kimia yang konstan. &#8220;Pemilihan kedua bahan tersebut, dikarenakan sangat berlimpah pada daerah tertentu, mudah dikembangkan, berkelanjutan, dan sebagai upaya pemberantasan gulma air di Danau Ranu Pani,&#8221; tambah Restu Rizkyta Kusuma, S.P., M.P., M.Sc, pembimbing tim.</p>
<p>Kiambang merupakan tumbuhan air yang tumbuh di permukaan air dengan karakteristik laju biak yang sangat cepat dengan sifat adaptasi yang tinggi di berbagai kondisi lingkungan, terutama pada air buangan kegiatan industri, limbah domestik, maupun limbah pertanian.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang didapat, populasi kiambang di Danau Ranu Pani saat ini sangat melimpah. Observasi yang dilakukan pada tahun 2018 menyatakan bahwa populasi kiambang di Danau Ranu Pani jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya, dan hampir seluruh permukaan danau tertutupi oleh gulma air. Hal ini tentunya menimbulkan berbagai macam permasalahan lingkungan, berupa pencemaran air.</p>
<p>Tim EGI yang dibimbing oleh Restu Rizkyta Kusuma, S.P., M.P., M.Sc berhasil meraih Silver Medal dalam kategori Invention. Aditya Permana Putra, Aditya Aji Novtara, Arvi Wahyu Lestari, Bita Pitaloka, dan Alwan Afif Fadhillah bersaing dengan 175 tim dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam. <strong>(rhd)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">82912</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ramah Lingkungan, Lahan Kopi Organik Lumajang Akan di Perluas</title>
		<link>https://memontum.com/ramah-lingkungan-lahan-kopi-organik-lumajang-akan-di-perluas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Apr 2019 01:02:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Lahan Kopi Organik Lumajang Akan di Perluas]]></category>
		<category><![CDATA[Ramah Lingkungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=82836</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang –Di era ketika segala hal yang dikonsumsi dan dipakai seringnya merujuk pada kata ‘organik’. Kesadaran manusia tentang hal organik ini memanglah baik karena memengaruhi kesehatan dan ramah lingkungan. Bicara organik pastilah tak lepas dari kopi. Kopi pun kini telah masuk ke ranah organik karena masyarakat yang mengonsumsinya sadar akan pentingnya kopi organik. Oleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang –</strong>Di era ketika segala hal yang dikonsumsi dan dipakai seringnya merujuk pada kata ‘organik’. Kesadaran manusia tentang hal organik ini memanglah baik karena memengaruhi kesehatan dan ramah lingkungan. Bicara organik pastilah tak lepas dari kopi. Kopi pun kini telah masuk ke ranah organik karena masyarakat yang mengonsumsinya sadar akan pentingnya kopi organik. Oleh karena itu Kawasan kopi organik di kabupaten Lumajang, Jawa timur, akan terus diperluas. Hal itu disampaikan Budi Santoso, S.P., Kabid perkebunan Dinas Pertanian Pemkab Lumajang, Kamis (11/4/2019).</p>
<p>Menurut Budi, kopi organik berbeda dengan non-organik, karena biasanya yang non organik dicelupkan dalam larutan kimia supaya awet, Sementara kopi organik sama sekali nggak mengandung bahan kimia dan bukan hanya itu, saat ditanampun, kopi non-organik setiap hari dihujani dengan pestisida dan herbisida. Dari sini, kopi itu sudah mengandung bahan kimia. &#8220;Bayangin betapa banyaknya zat kimia yang terkandung dalam secangkir kopi yang kita minum. Dengan memilih kopi organik, kita artinya sudah membantu para petani kopi organik yang memilih untuk tidak menggunakan zat kimia demi kesehatan penikmat kopinya&#8221; ujarnya.</p>
<p>Masih kata Budi, Produksi kopi non-organik itu sebenarnya merusak lingkungan, baik tanah, orang yang tinggal di sekitar perkebunan kopi itu, juga hewan ternak yang ada di sana. Bukan hanya hari ini, tapi juga bahaya dalam jangka panjang. Karena itu pihaknya akan terus memperluas penanaman kopi organik, Untuk sementara ini kelompok yang terdata sebanyak tujuh, sedangkan lahan yang ada seluas 565 ha. Namun rencana nya nanti yang terdata akan di tambah sebanyak 1200 ha, dengan jenjang waktu tiga tahun dari tahun 2018 – 2020. “Untuk sekarang ini, kelompok yang ada Sebanyak tujuh kelompok seluas 565 ha, dan semuanya berada di kecamatan Pasrujambe”, jelasnya.</p>
<p>Sedangkan untuk tahun ini rencananya akan menambah atau memperluas kawasan ke wilayah kecamatan Senduro dan kecamatan Gucialit. “Namun untuk tahun ini, sasaran tarjet belum turun di desa burno kecamatan Senduro, ada empat kelompok yang mau digabungkan ke kelompok yang sudah ada, dari beberapa kelompok itu masih setengahnya yang bisa digarap, dari kesemuanya itu, diharapkan tidak memakai bahan kimia sama sekali, murni pupuk organik,” pungkas Budi Santoso.(adi/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">82836</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Semen Indonesia Komitmen Dukung Pengembangan Wisata Ramah Lingkungan</title>
		<link>https://memontum.com/semen-indonesia-komitmen-dukung-pengembangan-wisata-ramah-lingkungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Apr 2018 13:20:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gresik]]></category>
		<category><![CDATA[Ramah Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Semen Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=38788</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Gresik &#8212; Sebagai bentuk upaya yang dilakukan oleh menegemen PT. Semen Indonesia (SI) (Persero) Tbk, untuk meningkatkan penjualan salah satunya adalah mengandeng daerah wisata, kali ini Semen Indonesia mengajak beberapa awak media yang tergabung dalam wartawan Gresik berkunjung dibeberapa daerah wisata di pulau dewata bali pada Kamis (19-20/4/2018) kemarin. Salah satunya Desa Pinge Kecamatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Gresik </strong>&#8212; Sebagai bentuk upaya yang dilakukan oleh menegemen PT. Semen Indonesia (SI) (Persero) Tbk, untuk meningkatkan penjualan salah satunya adalah mengandeng daerah wisata, kali ini Semen Indonesia mengajak beberapa awak media yang tergabung dalam wartawan Gresik berkunjung dibeberapa daerah wisata di pulau dewata bali pada Kamis (19-20/4/2018) kemarin.</p>
<p>        Salah satunya Desa Pinge Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan Bali. Meski sudah ditetapkan sebagai desa wisata lewat SK Bupati Tabanan no 337 tanggal 18 Juli 2004, Desa Pinge sampai saat ini belum memiliki Balai Ekonomi Desa (balkondes) yang menjadi sarana unjuk hasil bumi atau kreativitas seni dan budaya warganya.</p>
<p>          Hal itu disampaikan Kepala Desa Pinge Drs I Made Denayasa, saat menerima rombongan dari PT Semen Indonesia (SI) (Persero) Tbk, yang dipimpin Sigit Wahono, Kepala Biro Aktivitas Perusahaan bersama wartawan Gresik.</p>
<p>           “Kita ada lahan yang siap untuk dibangun Balkondes, lokasinya persis di ujung desa bersampingan dengan pura desa. Di situ kelak kita bisa jual wisata membopong, numbuk padi yang bisa meniimbulkan nada serta cooking class khusus kuliner lokal,” ujar Denayasa bersemangat.</p>
<p>            Kenapa memerlukan balkondes, karena menurut Desanaya, desa yang memilki luas 145 ha dan dihuni 160 KK atau 815 jiwa, kata Denayasa, memiliki peninggalan budaya yang sampai sekarang masih dipertahankan warga.</p>
<p>           Di antaranya, terdapat benda purbakala di Pura Nalar Jemeng. Pola rumah warga seluruhnya masih tradisional, salah satu aturan yang tidak pernah dilanggar adalah tidak ada bangunan yang dibangun di atas bahkan melampui got. “Ada hukuman sosial bagi warga yang melanggarnya, tetapi sampai saat ini, tidak satupun warga kami berani melanggar aturan desa tersebut,” katanya.</p>
<p>             Menanggapi itu, Kepala Biro Aktivitas Perusahaan Semen Indonesia Sigit Wahono, mengatakan PT Semen Indonesia (SI) (Persero) Tbk dipastikan akan berpartisipasi terhadap pengembangan pelestarian kawasan cagar budaya dan pariwisata. Hal ini, untuk melindungi dan mengembangkan pariwisata Indonesia.<br />
Sebelumnya, tambah Sigit, Semen Indonesia telah memasang produk ramah lingkungan yaitu porous concrete atau beton poros dan flash concrete beton cepat kering.</p>
<p>            Beton poros tersebut, dicor oleh Semen Indonesia di area gerbang selamat datang, yakni area jalan dan Patung Gajah seluas total 225 meter persegi, serta flash concrete di area balkondes seluas 546 meter persegi. “Dengan keberadaan balkondes, kegiatan-kegiatan kebudayaan yang menarik pengunjung akan terpusat di area tersebut,” kata Sigit kepada wartawan dari Gresik, yang diajak secara khusus mengunjungi Desa Pinge.</p>
<p>             Dipakainya beton poros, kata Sigit, karena produk unggulan Semen Indonesia ini bisa menyerap air dengan cepat. Sebab prinsipnya, tanah harus tetap menyerap air sehingga tidak terjadi banjir.“Bantuan beton poros di Desa Pinge sebagai Desa Wisata Pinge, Tabanan ini untuk membantu pembangunan fasilitas untuk pengembangan pariwisata Desa Pinge,” katanya. <strong>(sgg/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">38788</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
