<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ranugrati &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ranugrati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Apr 2024 06:52:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ranugrati &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemkot Malang Bakal Berlakukan Pembatasan Kendaraan Besar Melintas di Jalan Ranugrati</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-bakal-berlakukan-pembatasan-kendaraan-besar-melintas-di-jalan-ranugrati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Apr 2024 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berlakukan]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melintas,]]></category>
		<category><![CDATA[pembatasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[ranugrati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208558</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang berencana akan membatasi kendaraan besar yang melintas di Jalan Ranugrati, Kelurahan Sawojajar, Kota Malang. Hal itu dilakukan, karena munculnya beberapa peristiwa seperti kerusakan pipa hingga membuat aspal ambles, yang disinyalir akibat dari beban kendaraan melebihi kapasitas jalan. Bahkan, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meminta agar Dinas Perhubungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang berencana akan membatasi kendaraan besar yang melintas di Jalan Ranugrati, Kelurahan Sawojajar, Kota Malang. Hal itu dilakukan, karena munculnya beberapa peristiwa seperti kerusakan pipa hingga membuat aspal ambles, yang disinyalir akibat dari beban kendaraan melebihi kapasitas jalan.</p>



<p>Bahkan, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meminta agar Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, dapat segera menerapkan langkah-langkah pembatasan kendaraan yang sesuai dengan ketentuan kelas jalan. &#8220;Saya sudah minta ke Pak Kadishub untuk diberlakukan pembatasan dan nanti akan dibantu dengan Satlantas Polresta. Saya minta mulai diketati lagi pembatasan terkait kendaraan dengan tonase yang tidak sesuai dengan kelas jalan,&#8221; ujar Wahyu, ditemui usai meninjau jalan ambles di perempatan Ranugrati, Jumat (19/04/2024) tadi.</p>



<p>Apalagi di dalam Pasal 19 ayat 2, UU Nomor 22 Tahun 2009, telah tertuang mengenai kriteria kelas-kelas jalan yang dibagi menjadi empat kelas, yakni mulai dari Kelas I, II, III dan Khusus. Untuk di Kawasan Jalan Ranugrati sendiri, merupakan jalan kelas II yang dapat dilalui kendaraan bermotor, termasuk kendaraan dengan muatan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 18.000 milimeter dan muatan sumbu terberat yang diizinkan adalah 10 ton.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Frekuensi jalan kendaraan yang melewati sini sangat tinggi sekali. Jalan ini seharusnya di lewati kendaraan kelas II, tapi di lewati oleh kelas III. Maka dari itu mempengaruhi kekuatan jalan, sehingga menjadi ambles seperti ini,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra.</p>



<p>Kemudian, ditambahkan Jaya jika selain Jalan Ranugrati, Jalan Ki Ageng Gribig dan Jalan Mayjen Sungkono, Kecamatan Kedungkandang juga banyak dilintasi oleh kendaraan besar. Apalagi beberapa kendaraan tersebut banyak yang menuju atau keluar dari Exit Tol Madyopuro.</p>



<p>&#8220;Di Jalan Ki Ageng Gribig dan Mayjen Sungkono itu kelas Jalan untuk kelas II tapi dilewati oleh kendaraan Kelas III. Nah hal ini pula berakibat pada Jalan Ranugrati, kemudian juga di Jalan Sulfat, sehingga mempengaruhi nilai perawatan jalannya, usia bangunan jalannya juga semakin pendek,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Akibat peristiwa tersebut, menurutnya perlu dilakukan koordinasi antara berbagai pihak terkait, termasuk Forum Lalu lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Selain itu, juga diperlukan koordinasi bersama dengan Dishub Provinsi Jawa Timur, untuk mencari solusi yang tepat guna mengatasi masalah tersebut. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208558</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Hal Ini Jadi Penyebab Sambungan Pipa Transmisi di Kelurahan Ranugrati Rusak</title>
		<link>https://memontum.com/dua-hal-ini-jadi-penyebab-sambungan-pipa-transmisi-di-kelurahan-ranugrati-rusak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Apr 2024 03:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab]]></category>
		<category><![CDATA[ranugrati]]></category>
		<category><![CDATA[sambungan]]></category>
		<category><![CDATA[transmisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208543</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sambungan pipa air transmisi milik Perumda Tugu Tirta Kota Malang, yang berada di pertigaan Jalan Ranugrati, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, mengalami kerusakan dan mengakibatkan kebocoran. Itu terjadi, pada Jumat (19/04/2024) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Saat dikonfirmasi, Plt Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Handi Priyanto, menyampaikan jika penyebab [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sambungan pipa air transmisi milik Perumda Tugu Tirta Kota Malang, yang berada di pertigaan Jalan Ranugrati, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, mengalami kerusakan dan mengakibatkan kebocoran. Itu terjadi, pada Jumat (19/04/2024) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.</p>



<p>Saat dikonfirmasi, Plt Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Handi Priyanto, menyampaikan jika penyebab kerusakan pipa itu karena dua hal. Pertama, karena usia pipa yang sudah mencapai 30 tahun dan kedua karena sering dilewati oleh kendaraan bertonase tinggi.</p>



<p>“Jadi sambungan yang ada di pipanya ini lepas, kemudian diatasnya itu ada mobil, nah itu keinjek lalu pecah. Kejadiannya ini sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tadi. Ini memang usia pipanya sudah 30 tahun dan memang tidak kuat menahan beban. Apalagi ditambah saat libur lebaran ada rekayasa lalu lintas, yang membuat jalan di sini jadi padat,” jelas Handi.</p>



<p>Atas kejadian tersebut, Perumda Tugu Tirta Kota Malang segera mengganti pipa tersebut dengan ukuran 6 meter. Handi mengaku jika tidak menghitung kerugian dari kejadian tersebut, yang terpenting menurutnya pelanggan segera mendapatkan layanan air bersih.</p>



<p>“Kami tidak menghitung kerugian, yang penting kita sesegera mungkin bisa mengalirkan air ke pelanggan. Karena masyarakat yang terdampak kejadian ini sangat luas,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bahkan menurutnya, kejadian tersebut seharusnya dapat segera terselesaikan pada pukul 07.00 WIB pagi tadi. Namun, karena adanya mobil yang terdampak dan butuh dievakuasi, maka membutuhkan waktu yang cukup lama.</p>



<p>“Yang lama tadi kan karena evakuasi mobilnya. Setelah mobil dievakuasi, saat ini temen-temen sedang melakukan pembenahan antara tiga sampai 4 jam ke depan, mudah-mudahan sebelum Salat Jumat sudah selesai,” harap Handi.</p>



<p>Dari kejadian tersebut, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, melakukan tinjauan langsung. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).</p>



<p>“Saya sudah minta pada Plt Dirut Perumda Tugu Tirta untuk segera menyelesaikan sebelum Salat Jumat. Kemudian juga minta pak Kadishub untuk melakukan pengalihan arus lalu lintas dan Pak Kadis PUPR untuk segera menyelesaikan pemadatan tanah, agar tidak berongga dan kemudian segera diaspal,” ujar Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Lebih lanjut, dalam mengatasi persoalan tersebut, menurutnya juga melibatkan Satlantas Polresta Malang Kota. Agar mengetati pembatasan terkait dengan tonase yang tidak sesuai dengan kelas jalan.</p>



<p>“Kalau memang ini semua mengikuti ketentuan-ketentuan itu tidak ada kejadian ini. Ditargetkan sebelum Jumatan air sudah mengalir. Saya minta dipercepat, karena yang terdampak ini sekitar tiga ribu sambungan rumah,” tegas Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208543</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diduga Overheat, Mobil di Jembatan Jalan Ranugrati Kota Malang Tetiba Kobarkan Api</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-overheat-mobil-di-jembatan-jalan-ranugrati-kota-malang-tetiba-kobarkan-api</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Oct 2023 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[kobarkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[overheat,]]></category>
		<category><![CDATA[ranugrati]]></category>
		<category><![CDATA[tetiba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200503</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Mobil berjenis Mazda Astina berwarna kuning dengan Nomor Polisi N 1197 GR, mendadak terbakar di sekitar Jembatan Jalan Ranugrati, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (27/10/2023) sekitar pukul 12.40. Pengemudi mobil, Maria Ulfa, menyampaikan jika dirinya mengendarai mobil bersama dengan dua penumpang lainnya dari Jabung, Kabupaten Malang menuju salah satu Supermarket yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Mobil berjenis Mazda Astina berwarna kuning dengan Nomor Polisi N 1197 GR, mendadak terbakar di sekitar Jembatan Jalan Ranugrati, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (27/10/2023) sekitar pukul 12.40.</p>



<p>Pengemudi mobil, Maria Ulfa, menyampaikan jika dirinya mengendarai mobil bersama dengan dua penumpang lainnya dari Jabung, Kabupaten Malang menuju salah satu Supermarket yang berada di Kawasan Klojen, Kota Malang. Diceritakannya, jika pada awalnya mobil berjalan dengan normal. Namun ketika melintas di Jembatan Jalan Ranugrati, tercium bau bensin menyengat dari bagian mesin.</p>



<p>&#8220;Di dalam mobil ada tiga orang, yaitu saya, adik dan anak saya. Sesampainya di Jembatan Ranugrati, tercium seperti bau bensin. Sesaat kemudian, terdengar bunyi bluk-bluk (letupan) dan muncul kepulan asap,&#8221; kata Maria.</p>



<p>Kemudian, dengan adanya kepulan asap tersebut, membuatnya dan dua penumpang lainnya memutuskan langsung keluar dari mobil. Tidak lama kemudian, kepulan asap itu berubah menjadi kobaran api dan membakar mobil tersebut.</p>



<p>&#8220;Api muncul dari bagian bawah mesin dan langsung membesar. Saya kurang tahu penyebab kebakarannya, karena apa. Padahal, saya tidak menyalakan AC dan radio. Sedangkan, aki baru ganti dalam kondisi baru beberapa hari lalu,&#8221; ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Operasional Pemadam Kebakaran Kota Malang, Anang Yuwono, menyampaikan jika pihaknya menerima laporan kejadian mobil terbakar pada pukul 12.42. Kemudian, ditindaklanjuti dengan menurunkan sejumlah dua unit mobil pemadam beserta 12 personel.</p>



<p>“Saat kami tiba di lokasi, api sudah membesar. Kami kemudian segera bergerak melakukan pemadaman. Lama pemadaman sekitar 12 menit, atau selesai sekitar pukul 13.00. Dalam peristiwa ini, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka,” terangnya.</p>



<p>Ditambahkannya, untuk dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari selang bensin yang bocor. Dimana itu membuat aliran bensin mengenai bagian mesin dan langsung terbakar atau terjadi overheat.</p>



<p>&#8220;Itu dugaan sementara terkait penyebab kebakaran. Kondisi mobil sendiri sekitar 80 persen hangus terbakar. Yang terlihat utuh, itu hanya bagian belakang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selanjutnya, mobil dievakuasi dan dibawa menggunakan kendaraan towing agar tidak mengganggu arus lalu lintas. &#8220;Selain itu, kami juga dibantu pihak kepolisian untuk menutup sementara lokasi jalan, mempermudah proses pemadaman,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200503</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
