<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>rasakan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/rasakan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Jul 2024 08:04:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>rasakan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Menparekraf Rasakan Sensasi Wisata Petik Jeruk Siam Madu Desa Wisata Wringinanom Malang</title>
		<link>https://memontum.com/menparekraf-rasakan-sensasi-wisata-petik-jeruk-siam-madu-desa-wisata-wringinanom-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jul 2024 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Menparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[rasakan]]></category>
		<category><![CDATA[sensasi]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wringinanom]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212338</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menjajal pengalaman Wisata Petik Jeruk Siam Madu di Desa Wisata Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Sabtu (27/07/2024) tadi. Desa Wisata Wringinanom sendiri, merupakan salah satu dari 50 desa yang terpilih dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Desa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menjajal pengalaman Wisata Petik Jeruk Siam Madu di Desa Wisata Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Sabtu (27/07/2024) tadi.</p>



<p>Desa Wisata Wringinanom sendiri, merupakan salah satu dari 50 desa yang terpilih dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Desa ini juga merupakan salah satu Desa Penyangga wilayah TNBTS yang berada di Kabupaten Malang.</p>



<p>Desa Wringinanom berada di dataran tinggi memiliki tanah yang subur untuk segala jenis pertanian atau perkebunan, serta peternakan. Salah satunya adalah adalah jeruk. “Saya berkesempatan untuk mencoba Wisata Petik Jeruk di Desa Wisata Wringinanom. Ternyata sangat menyenangkan,” kata Menparekraf Sandiaga.</p>



<p>Ketua Pokdarwis Desa Wisata Wringinanom, Galuh Prasetyo, menjelaskan Wisata Petik Jeruk Siam Madu di desa ini bermula dari kegelisahan para pelaku pariwisata desa yang dahulunya menyediakan Wisata Petik Apel. Dari kegelisahan karena biaya perawatannya yang mahal, namun harga jual yang rendah, akhirnya memunculkan inovasi ini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Jadi petani banyak yang merugi dan pada akhirnya banyak yang dibongkar untuk diganti dengan budidaya jeruk. Hal itu, karena jeruk biaya operasionalnya lebih murah daripada apel dan harga jualnya tidak kalah bagus. Harga jual jeruk ini selalu tinggi, petani pasti dapat untung. Maka dari yang awalnya apel terus sekarang 100 persen sudah tergantikan dengan Wisata Petik Jeruk,” kata Galuh.</p>



<p>Dirinya juga menjelaskan bahwa wisatawan yang ingin melakukan Wisata Petik Jeruk di Desa Wisata Wringinanom, ini hanya perlu membayar Rp 25 ribu. Wisatawan kemudian bisa memetik buah Jeruk Madu Siam dengan sepuasnya. Namun, jika ingin membawa pulang sebagai oleh-oleh,.wisatawan dikenakan Rp 25 ribu untuk per kilogramnya.</p>



<p>“Jadi nanti jeruk yang dipetik juga bisa dibuat olahan es jeruk, jeruk hangat dan perasan jeruk,” kata Galuh.</p>



<p>Galuh berharap dengan kehadiran Menparekraf ke Desa Wisata Wringinanom bisa meningkatkan wisatawan untuk berkunjung ke desa ini. “Terima kasih untuk Menparekraf, semoga dengan kehadiran Pak Menteri bisa memicu wisatawan untuk mencoba Wisata Petik Jeruk di sini,” kata Galuh.&nbsp;</p>



<p>Hadir mendampingi Menparekraf, Staf Khusus Menparekraf Bidang Pengamanan Destinasi Wisata dan Isu-isu Strategis, Ario Prawiseso, Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf/ Baparekraf, Florida Pardosi dan Kadisbudpar Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari. Serta turut hadir Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto bersama OPD Kabupaten Malang. <strong>(kom/raf/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212338</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gempa Berkekuatan 6,0 SR Guncang Tuban Jawa Timur, Kota Malang Rasakan Getaran</title>
		<link>https://memontum.com/gempa-berkekuatan-60-sr-guncang-tuban-jawa-timur-kota-malang-rasakan-getaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Mar 2024 05:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berkekuatan]]></category>
		<category><![CDATA[Getaran]]></category>
		<category><![CDATA[guncang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[rasakan]]></category>
		<category><![CDATA[timur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207590</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Gempa bumi berkekuatan 6,0 SR (Skala Richter) mengguncang wilayah Jawa Timur, Jumat (22/03/2024) pukul 11.22 WIB. Titik gempa yang berada di 132 km Timur Laut Tuban-Jawa Timur, dengan kedalaman 10 km, itu untuk getarannya terasa hingga berbagai kota di Jawa Timur, khususnya di Kota Malang. Salah satu warga yang merasakan getaran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Gempa bumi berkekuatan 6,0 SR (Skala Richter) mengguncang wilayah Jawa Timur, Jumat (22/03/2024) pukul 11.22 WIB. Titik gempa yang berada di 132 km Timur Laut Tuban-Jawa Timur, dengan kedalaman 10 km, itu untuk getarannya terasa hingga berbagai kota di Jawa Timur, khususnya di Kota Malang.</p>



<p>Salah satu warga yang merasakan getaran itu, Santi Wahyu (24), mengaku sangat terkejut. Apalagi dirinya saat sedang bersantai. &#8220;Iya, tadi waktu di kamar tetiba terasa goyang-goyang (gempa, red). Pas saya cek ke teman-teman, memang ternyata ada gempa,” kata Santi.</p>



<p>Namun, getaran yang dirasakan menurutnya tidak terlalu kencang dan tidak lama. Hanya beberapa detik saja. “Tidak terlalu kencang, hanya kerasa goyang saja paling sekitar dua detik,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kejadian tersebut, pun juga dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) di akun sosial media X nya. Masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi. “Gempa ini, dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat dan saran dari BMKG harus tetap berhati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” tulis BMKG pada X.</p>



<p>Sebagai informasi, beberapa wilayah yang merasakan gempa tersebut diantaranya, Bawean, Jepara, Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Surabaya, Kudus, Blora, Pekalongan, Nganjuk, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Sidoarjo, Madiun, Pasuruan, Malang, Semarang, Yogyakarta. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207590</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
