<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>raya &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/raya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 Jul 2023 08:51:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>raya &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>DPUPRBM Kota Batu Anggarkan Rp 200 Juta untuk Drainase Jalan Raya Tlekung</title>
		<link>https://memontum.com/dpuprbm-kota-batu-anggarkan-rp-200-juta-untuk-drainase-jalan-raya-tlekung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Jul 2023 04:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[anggarkan]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[DPUPRBM]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[juta]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[raya]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[tlekung]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194641</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Bina Marga (DPUPRBM) Kota Batu menganggarkan dana senilai Rp 200 juta untuk membangun gorong-gorong atau drainase baru di Jalan Raya Tlekung, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Anggaran pembangunan dana itu, nantinya berasal dari Belanja Tak Terduga (BTT). Kepala DPUPRBM Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Bina Marga (DPUPRBM) Kota Batu menganggarkan dana senilai Rp 200 juta untuk membangun gorong-gorong atau drainase baru di Jalan Raya Tlekung, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Anggaran pembangunan dana itu, nantinya berasal dari Belanja Tak Terduga (BTT).</p>



<p>Kepala DPUPRBM Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menyampaikan rencana pembuatan gorong-gorong yang akan dibangun tersebut adalah permintaan warga yang sudah lama. Karena ketika memasuki musim penghujan, biasanya air akan meluber ke jalan.</p>



<p>&#8220;Terhitung mulai Sabtu (29/07/2023) kemarin, kami membangun gorong-gorong saluran air yang baru di Jalan Raya Tlekung. Di sini, dianggarkan Rp 200 juta,&#8221; terangnya di Jalan Raya Tlekung, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Senin (31/07/2023) tadi.</p>



<p>Gorong-gorong yang dibangun itu, ujarnya, memiliki panjang sekitar 95 meter dengan dimensi lebar satu meter serta kedalaman satu meter. Dengan adanya pengerjaan itu, diharapkan nantinya air sudah tidak meluber lagi ke jalan.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Jadi, anggaran Rp 200 juta untuk pembangunan gorong-gorong ini berasal dari BTT dari BPBD Kota Batu. Karena, pengadaan ini memang tidak terduga,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk perencanaannya, kata Alfi, sudah dilakukan sejak Juni 2023. Karena, anggaran dari BPBD turun pada Mei 2023. Dari jalannya waktu dilaksanakan pengadaan dan hingga dimulainya pekerjaan Juli 2023, ini sudah bisa dikerjakan dan ditargetkan selesai pada September 2023.</p>



<p>&#8220;Ini wujud Pemkot Batu melalui DPUPRBM memberikan kontribusi kepada warga Desa Tlekung, yang terdampak atas adanya TPA Tlekung. Kami berharap saat hujan turun, sudah tidak ada lagi genangan air di jalan yang posisinya tepat di bawah TPA Tlekung,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194641</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Malang Raya di Kepung Kelangkaan LPG 3 Kg</title>
		<link>https://memontum.com/malang-raya-di-kepung-kelangkaan-lpg-3-kg</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jul 2023 12:18:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kelangkaan]]></category>
		<category><![CDATA[kepung]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[raya]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194230</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Masyarakat Malang Raya mengeluhkan kelangkaan LPG 3 Kg. Tidak hanya warga di Kota Batu, namun kondisi serupa juga dialami warga di Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kepada memontum.com, seorang warga Lilis, menyampaikan bahwa pihaknya telah mencari kemana-mana untuk bisa membeli LPG 3 Kg. Bahkan, selama empat hingga lima hari belakangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Masyarakat Malang Raya mengeluhkan kelangkaan LPG 3 Kg. Tidak hanya warga di Kota Batu, namun kondisi serupa juga dialami warga di Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.</p>



<p>Kepada memontum.com, seorang warga Lilis, menyampaikan bahwa pihaknya telah mencari kemana-mana untuk bisa membeli LPG 3 Kg. Bahkan, selama empat hingga lima hari belakangan ini, pihaknya terus mencari karena memang beberapa tempat sedang kosong.</p>



<p>“Ini sudah empat atau lima hari mencari kemana-mana. Tetapi, memang sedang tidak ada. Jadinya, sekarang sulit untuk bisa memasak. Jika biasanya bisa membeli di sekitar sini, maka sekarang sudah tidak ada,&#8221; ujarnya, Selasa (25/07/2023) tadi</p>



<p>Hal yang sama, juga dirasakan oleh pemilik warung di Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Zuriyah. Dirinya menyampaikan, bahwa sudah seharian penuh mencoba mencari LPG 3 Kg. Namun, tidak kunjung mendapatkan LPG melon itu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Susah sekali cari LPG 3 Kg. Bahkan, saya sampai keliling mencari juga belum menemukan. Sampai-sampai, anak saya mencari hinggake Wagir (kabupaten), tapi belum ketemu juga,&#8221; keluhnya.</p>



<p>Akibat tidak adanya LPG 3 Kg, dirinya pun harus berhenti sementara untuk berjualan. Karena, semua makanan yang dijualkan perlu dimasak dan dihangatkan terlebih dahulu.</p>



<p>“Sekarang tidak ada gas. Jadi, sementara tidak bisa melakukan apa pun,” lanjutnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, seorang warga Karangploso, Kabupaten Malang, Endah Yuniarti, pun juga mengalami hal yang serupa. Selama tiga hari belakangan ini, susah mencari tabung gas LPG 3 Kg tersebut. Akibatnya, dirinya tidak bisa melakukan aktivitas memasak. Bahkan, sudah berkeliling dimana-mana juga tidak dapat mendapatkan.</p>



<p>“Sudah keliling cari kemana-mana itu tidak ada. Biasanya beli di pengecer depan rumah, tapi sekarang susah. Mau cari di pangkalan resmi, juga bingung di mana aja tempatnya. Sehingga, menghambat kalau mau masak,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194230</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Wartawan Memontum.com bersama 30 Peserta UKW PWI Malang Raya Lulus Berkompeten</title>
		<link>https://memontum.com/dua-wartawan-memontum-com-bersama-30-peserta-ukw-pwi-malang-raya-lulus-berkompeten</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Jul 2023 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berkompeten]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[lulus]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Memontum.com]]></category>
		<category><![CDATA[Peserta]]></category>
		<category><![CDATA[raya]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194015</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo Kampus C Kota Malang, berakhir Minggu (23/07/2023) tadi. Dari total peserta yang mengikuti UKW itu, terdapat dua wartawan Memontum.com, Putut Priyono dan Roisyatul Mufidah, yang akhirnya dinyatakan kompeten sebagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo Kampus C Kota Malang, berakhir Minggu (23/07/2023) tadi. Dari total peserta yang mengikuti UKW itu, terdapat dua wartawan <a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum.com</a>, Putut Priyono dan Roisyatul Mufidah, yang akhirnya dinyatakan kompeten sebagai wartawan tingkat Muda.</p>



<p>Sekretaris PWI Jawa Timur (Jatim), Eko Pamuji, mengumumkan bahwa dari total 35 peserta UKW yang terbagi tingkat muda, madya dan utama, 32 diantaranya kompeten dan dua belum kompeten serta satu peserta tidak kompeten karena sakit. Tentunya, ada beberapa alasan yang mendasari.</p>



<p>“Peserta UKW angkatan ke 51, terdiri dari lima utama, enam madya dan 24 muda. Yang dinyatakan peserta belum kompeten, sebanyak satu orang utama dan satu orang muda. Untuk satu peserta dari muda, tidak kompeten dan itu karena sakit,” ujar Eko saat pengumuman kelulusan peserta UKW.</p>



<p>Kemudian, pihaknya juga memberikan beberapa pesan kepada para peserta yang telah berkompeten, agar menjaga marwah dari PWI ketika bekerja di lapangan. Untuk yang belum berkompeten, menurutnya tidak perlu berkecil hati. Sebab, nantinya bisa mengikuti UKW mendatang yang akan diselenggarakan.</p>



<p>“Tentu ini momentum untuk merubah sikap para wartawan di lapangan. Kalau kemarin-kemarin perilakunya masih jelek, ini bisa diubah. Kita hijrah merubah untuk lebih baik. Untuk yang belum berkompeten, tidak perlu berkecil hati. Karena masih terbuka jalan dan bisa dilalui dengan baik,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, yang juga turut hadir dalam penutupan UKW, menyampaikan apresiasinya serta memberikan pesan kepada para peserta yang telah lulus berkompeten. &#8220;Selamat buat teman-teman yang sudah dinyatakan berkompeten. Tentu UKW ini sangat penting, untuk kualitas masing-masing wartawan di media. Apalagi, saat ini media sosial sangat marak, maka dibutuhkan peran-peran dari para wartawan yang berkompeten,” tutur Made.</p>



<p>Lebih lanjut, Ketua PWI Malang Raya, Cahyono, menyampaikan bahwa yang masih belum berkompeten nantinya bisa mengikuti UKW yang akan diselenggarakan oleh PWI Malang Raya, pada Desember 2023 mendatang. Dimana, pada Oktober sudah mulai dibuka pendaftarannya.</p>



<p>“Bagi yang belum berkompeten tidak perlu berkecil hati. Nantinya di Desember, kami akan membuka lagi. Di bulan ini, sebenarnya ada 50 peserta yang mendaftar. Akan tetapi karena kuotanya terbatas, maka akan diikutkan di Desember,” ujar Cahyono.</p>



<p>Sekedar diketahui, selain ada dua peserta dari <a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum.com</a>, juga ada beberapa nama yang tergabung dalam Memo X Grup. Diantaranya, Taufiq dari <a href="http://memox.co.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">MemoX.co.id</a> yang mengikuti jenjang madya, Wulan Nanda dari <a href="http://seru.co.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seru.co.id</a>, serta Fuad dari <a href="http://suaragong.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Suaragong.com</a>, mengikuti jenjang muda. Khusus Taufiq, telah menjadi peserta terbaik dalam UKW angkatan 51 jenjang madya dari enam orang peserta.</p>



<p>Sementara dalam gelaran UKW angkatan 51, didukung oleh beberapa pihak. Diantaranya, SKK Migas, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Pemkot Malang, Pemkab Malang, Kominfo Kota Malang, Humas Pemkot Malang, Polresta Malang Kota, Polres Malang, Korem 083/Baladhika Jaya, Kodim 0833/Kota Malang, DPRD Kota Malang, Pertamina Patra Niaga, Anang Family Karaoke, NK Cafe, Perumda Tugu Tirta, Bank Indonesia, BRI, BPF Malang, Sekjen PKB Hasannudin Wahid.</p>



<p>Selanjutnya, KORMI Kota Malang, BPN Kota Malang, Polinema, Jatim Park, BPJS Kesehatan, Perumda Tirta Kanjuruhan, MAN 2 Kota Malang, Optik Internasional, DPC PKS Kota Malang, Universitas Negeri Malang (UM), ITN Malang, Alfamart dan Tychi Hotel. <strong>(rsy/put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194015</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Beri Motivasi Peserta UKW Angkatan 51 PWI Malang Raya</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-beri-motivasi-peserta-ukw-angkatan-51-pwi-malang-raya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Jul 2023 09:52:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkatan]]></category>
		<category><![CDATA[beri]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Peserta]]></category>
		<category><![CDATA[raya]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[wali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193863</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Saat ini media memiliki tantangan luar biasa dengan berkembangnya dunia digital yang luar biasa. Maka, wartawan harus memiliki ketrampilan khusus dengan turut menjalani Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Hal itu disampaikan Wali Kota Malang, Sutiaji, ketika memberikan motivasi kepada 35 peserta UKW Ke 51 yang digelar PWI Malang Raya di IKIP Budi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Saat ini media memiliki tantangan luar biasa dengan berkembangnya dunia digital yang luar biasa. Maka, wartawan harus memiliki ketrampilan khusus dengan turut menjalani Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Hal itu disampaikan Wali Kota Malang, Sutiaji, ketika memberikan motivasi kepada 35 peserta UKW Ke 51 yang digelar PWI Malang Raya di IKIP Budi Utomo, Kota Malang, Jumat (21/07/2023) tadi.</p>



<p>Wali Kota Sutiaji menyampaikan, dengan perkembangan era digital, maka masyarakat lebih tahu dahulu momen yang terjadi. Untuk itu, dituntut kecerdasan sebuah media dengan menjaga pejabat publik.</p>



<p>&#8220;Saat ini media memiliki tantangan luar biasa. Maka, wartawan harus memiliki ketrampilan khusus dengan menjalani UKW,&#8221; terangnya di hadapan peserta UKW.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Lebih dari itu, menurut Wali Kota Sutiaji, untuk mengetahui momen yang sebenarnya dalam pemberitaan, wartawan diwajibkan melakukan investigasi. &#8220;Makanya, sekali lagi butuh ketrampilan khusus dengan mengikuti kompetensi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ditambahkan Wali Kota, bahwa Pers menjadi pilar penyangga demokrasi. Oleh sebab itu, Pers harus kuat menyuarakan kebenaran. &#8220;Yang jelas, wartawan harus punya bekal kompetensi. Dan, semua pejabat publik wajib hukumnya terbuka untuk melayani masyarakat,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, mengatakan bahwa UKW yang digelar ini merupakan angkatan Ke 51. Dimana, untuk peserta UKW diikuti sebanyak 35 peserta.</p>



<p>&#8220;Tentunya, di sini saya berharap bagi teman-teman yang belum berkesempatan untuk mengikuti UKW, agar bisa memanfaatkan momen yang ada. Sehingga, dalam menjalankan profesi bisa tetap melakukan kode etik, norma dan kaidah yang ada,&#8221; paparnya.<strong>&nbsp;(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193863</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kapolresta Malang Kota Resmi Buka Uji Kompetensi Wartawan Angkatan Ke-51 PWI Malang Raya</title>
		<link>https://memontum.com/kapolresta-malang-kota-resmi-buka-uji-kompetensi-wartawan-angkatan-ke-51-pwi-malang-raya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Jul 2023 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkatan]]></category>
		<category><![CDATA[buka]]></category>
		<category><![CDATA[kapolresta]]></category>
		<category><![CDATA[ke-51]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[Kompetensi]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[raya]]></category>
		<category><![CDATA[resmi]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193840</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, secara resmi membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan Ke 51 tahun 2023 di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo Kampus C, Kota Malang, Jumat (21/07/2023) pagi. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Dirut Tirta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, secara resmi membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan Ke 51 tahun 2023 di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo Kampus C, Kota Malang, Jumat (21/07/2023) pagi. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Dirut Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Samsul Hadi, Rektor IKIP Budi Utomo, Nucholis Sunuyeko, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur (Jatim), Lutfil Hakim, Ketua PWI Malang Raya dan peserta UKW.</p>



<p>Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, dalam sambutannya menyampaikan beberapa pesan penting kepada seluruh peserta UKW angkatan 51 tahun 2023 tersebut. Menurutnya, para jurnalis harus memiliki keahlian, pengetahuan dan sikap yang baik dan itu tentunya merupakan kesatuan yang tidak dapat terpisahkan.</p>



<p>“Jadi tiga hal ini, yaitu skill (keahlian, red), knowladge (pengetahuan, red) dan attitude (sikap, red) kesatuan yang tidak bisa terpisah secara parsial. Tentu, itu juga mengacu pada kode etik jurnalistik,” ujar Buher-sapaan akrab Kapolresta Malang Kota.</p>



<p>Tidak hanya itu, pihaknya juga menyambut baik dan sudah keempat kalinya, mendukung kegiatan UKW di Malang Raya. Terlebih, para jurnalis menurutnya selalu memberikan informasi terkini, terpercaya dan terupdate.</p>



<p>“Jurnalis ini sudah menjadi seperti keluarga. Kami dari Polresta Malang Kota selalu membuka diri bagi teman-teman,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Pihaknya berharap, dalam pelaksanaan UKW tersebut nantinya bisa berjalan dengan lancar, dengan baik dan bermanfaat. Apalagi asas utama yaitu kebermanfaatan.</p>



<p>Sementara itu, Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, menyampaikan bahwa dengan pelaksanaan UKW tersebut tentu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk standarisasi terhadap para jurnalis. Apalagi di Malang Raya sendiri, menurutnya sudah lebih dari 300 orang yang menjadi jurnalis.</p>



<p>“Sertifikasi ini perlu, karena di Malang Raya sendiri sudah ada 300 jurnalis dan yang sudah lulus sertifikasi lebih dari 50 persen. Ini suatu kesempatan yang luar biasa bagi para peserta dan sejak ada dewan pers mengeluarkan kewajiban sertifikasi dan diperbarui 2017,” kata Lutfil.</p>



<p>Lebih lanjut Lutfil Hakim juga menyampaikan, bahwa para peserta harus bersyukur bisa mengikuti sertifikasi UKM tersebut. Sebab, selain ilmunya bertambah, tanggung jawab juga harus terus dijaga.</p>



<p>“Jurnalistik kalau sudah dilabeli kompeten, jangan sampai perilakunya tidak mencerminkan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Karena anda juga harus bertanggungjawab moral,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, dalam pembukaan UKW tersebut juga dilakukan penyematan kartu peserta secara simbolis kepada para peserta UKW jenjang muda, madya dan utama. Sedangkan untuk total peserta UKW kali ini, diikuti 35 orang yang terdiri dari Tingkat Utama lima orang, Madya enam orang dan Muda 24 orang.&nbsp;<strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193840</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PWI Malang Raya Gelar Technical Meeting Jelang UKW Angkatan 51</title>
		<link>https://memontum.com/pwi-malang-raya-gelar-technical-meeting-jelang-ukw-angkatan-51</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jul 2023 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkatan]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meeting]]></category>
		<category><![CDATA[raya]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[technical]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193799</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang akan berlangsung sejak Jumat (21/07/2023) besok hingga Minggu (23/07/2023) mendatang, puluhan peserta dari sejumlah wartawan mengikuti Technical Meeting (TM) di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya di Jalan Raya Sawojajar Kota Malang, Kamis (20/07/2023) tadi. Ketua PWI Malang Raya, Ir Cahyono, menyampaikan jika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang akan berlangsung sejak Jumat (21/07/2023) besok hingga Minggu (23/07/2023) mendatang, puluhan peserta dari sejumlah wartawan mengikuti Technical Meeting (TM) di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya di Jalan Raya Sawojajar Kota Malang, Kamis (20/07/2023) tadi.</p>



<p>Ketua PWI Malang Raya, Ir Cahyono, menyampaikan jika pelaksanaan tersebut dilakukan sebagai upaya penghantarkan seluruh peserta ujian agar dapat lulus sesuai dengan harapan. Karenanya, di pandang perlu untuk menyampaikan beberapa pesan kepada peserta UKW.</p>



<p>“PWI Malang Raya ini memiliki misi untuk dapat membekali kompetensi seluruh wartawan melalui UKW secara gratis. Dari kelulusan UKW itu, mereka nanti memiliki tiket untuk bergabung menjadi anggota PWI,” kata Cahyono.</p>



<p>Ditambahkannya, ketika nanti para peserta sudah menjadi anggota PWI, diharapkan bisa menjaga marwah organisasi kewartawanan dari ketidak kompetensinya seorang jurnalis. Terlebih, saat ini PWI Malang Raya telah sukses menelorkan sembilan angkatan UKW.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Alhamdulillah, PWI Malang Raya telah sukses menelorkan sembilan angkatan UKW. Itu, ditargetkan sampai akhir tahun 2023 ini dapat menghelat UKW hingga 10 angkatan,” tambahnya.&nbsp;</p>



<p>Sementara itu terkait materi UKW, Sekretaris PWI Malang Raya, Muhaimin, menambahkan jika peserta perlu menyiapkan hal-hal teknis untuk mengikuti pelaksanaan UKW. Seperti, para peserta harus mengikuti seluruh rangkaian pelaksanaan UKW sampai dengan penutupan dan diwajibkan menyiapkan laptop serta flashdisk.</p>



<p>“TM ini sebagai pembekalan materi bagi peserta UKW. Terutama, bagi peserta jenjang Muda yang baru pertama kali mengikuti uji kompetensi,” kata Muhaimin.</p>



<p>Sebagai informasi, UKW angkatan 51 PWI membuka kuota nasional. Diikuti wartawan dari berbagai kota seperti Surabaya, Situbondo dan Ponorogo. Termasuk, Jakarta dan Malang Raya. Sedangkan, total peserta UKW kali ini diikuti 35 orang peserta, yang terdiri dari Tingkat Utama lima orang, Madya enam orang dan Muda 24 orang. <strong>(rsy/put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193799</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Yayasan Jannaka Indonesia Gandeng Influencer Ternama Beri Inspirasi Perempuan di Malang Raya</title>
		<link>https://memontum.com/yayasan-jannaka-indonesia-gandeng-influencer-ternama-beri-inspirasi-perempuan-di-malang-raya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Jul 2023 11:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[beri]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Influencer]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[jannaka]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[raya]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[ternama]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193398</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kegiatan bincang asik bersama Yayasan Jannaka Indonesia, dengan menggandeng salah satu influencer perempuan ternama yaitu Rachel Venya, berlangsung di salah satu cafe Kota Malang, Sabtu (15/07/2023) tadi. Founder Yayasan Jannaka Indonesia, Rino Lande, menyampaikan jika dengan melibatkan salah satu influencer, pihaknya ingin memberikan sebuah inspirasi pada perempuan-perempuan yang sedang menjalankan sebuah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kegiatan bincang asik bersama Yayasan Jannaka Indonesia, dengan menggandeng salah satu influencer perempuan ternama yaitu Rachel Venya, berlangsung di salah satu cafe Kota Malang, Sabtu (15/07/2023) tadi.</p>



<p>Founder Yayasan Jannaka Indonesia, Rino Lande, menyampaikan jika dengan melibatkan salah satu influencer, pihaknya ingin memberikan sebuah inspirasi pada perempuan-perempuan yang sedang menjalankan sebuah bisnis. Apalagi, pihaknya meyakini jika usaha yang dijalankan oleh perempuan memiliki potensi bertahan lebih lama.</p>



<p>“Kami sangat percaya teori the power of emak emak (kekuatan ibu-ibu,red), karena perempuan ini lebih amanah. Sehingga, tidak ada usaha yang gagal dari mereka. Meskipun mayoritas usaha yang dijalankan masih sebatas usaha informal dalam skala kecil,” kata Rino Lande.</p>



<p>Apalagi dalam salah satu program yang telah dijalankan, yaitu warung bergulir dengan memberdayakan para perempuan agar lebih mandiri. Seperti salah satunya, yaitu menggandeng para guru TK di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.</p>



<p>“Program tersebut ditandai dengan bantuan modal dan pendampingan usaha bagi guru TK yang mayoritas adalah kaum perempuan. Di tahun 2022, dari program tersebut mampu melahirkan satu usaha, kemudian mengalami peningkatan signifikan yakni tiga usaha baru muncul setiap bulanya,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Namun, menurutnya pengembangan usaha masih terbentur dengan pola hidup sosial yang membuat kegelisah para perempuan. Karena, terkadang para perempuan sering kali bimbang antara mengurus rumah tangga atau memulai mengembangkan usaha dengan konsekuensi membutuhkan waktu dan perhatian lebih.</p>



<p>“Karena kegelisahan itu lah saya menggandeng Rachel Venya, untuk memberikan inspirasi kepada kaum perempuan Malang Raya dalam rangka mengembangkan usahanya. Karena sosok Rachel Venya dipandang tepat yang patut diacungi jempol dalam hal berbisnis yang digelutinya,” tambah pria yang juga Politisi PKB ini.</p>



<p>Sementara itu, Rachel Venya, menyampaikan jika untuk menjawab kegelisahan para perempuan tersebut, menurutnya perlu dibutuhkan konsistensi dan inovasi. Apalagi dalam menjalankan sebuah bisnis, juga ditemui kegagalan.</p>



<p>“Misalnya jualan pisang goreng tidak laku, tapi terus jualan. Ya jangan, itu harus di upgrade dengan inovasi-inovasi yang sedang tren saat ini. Karena tiap tahun itu mesti berubah,” ucap Rachel, saat bincang asik.</p>



<p>Tidak hanya itu, Rachel juga menambahkan, jika saat ini teknologi semakin maju maka masyarakat pun juga perlu memanfaatkan media sosial yang ada, apalagi itu dapat diakses oleh siapa saja. Sehingga, pemasaran usaha bisa dikenal dengan masyarakat luas.</p>



<p>“Karena dalam mengembangkan dunia bisnis itu bisa melalui dunia online. Tinggal promosi di account, dan jangan takut. Dimulai dari followers sedikit tidak apa-apa yang penting tetap konsisten, dan bisa di share,” imbuh Rachel. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193398</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masuki Masa Panen Raya Tembakau, Pemkab Pamekasan Belum Tentukan Harga</title>
		<link>https://memontum.com/masuki-masa-panen-raya-tembakau-pemkab-pamekasan-belum-tentukan-harga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jul 2023 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[belum]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[masa]]></category>
		<category><![CDATA[masuki]]></category>
		<category><![CDATA[panen]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[raya]]></category>
		<category><![CDATA[Tembakau]]></category>
		<category><![CDATA[tentukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192956</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Genap dua bulan petani di Pamekasan, melakukan masa tanam tembakau. Sementara, pemerintah daerah masih belum menentukan break event point (BEP) Tahun 2023. Padahal, petani hendak memasuki masa panen. Salah satu petani asal Desa Palengaan Daja Muhammad Subti, mengatakan bahwa sudah genap dua bulan dirinya menanam tembakau. Sehingga, masa panen tembakau akan terjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Genap dua bulan petani di Pamekasan, melakukan masa tanam tembakau. Sementara, pemerintah daerah masih belum menentukan break event point (BEP) Tahun 2023. Padahal, petani hendak memasuki masa panen.</p>



<p>Salah satu petani asal Desa Palengaan Daja Muhammad Subti, mengatakan bahwa sudah genap dua bulan dirinya menanam tembakau. Sehingga, masa panen tembakau akan terjadi di beberapa bulan ke depan atau usia empat bulan pasca tanam.</p>



<p>&#8220;Tembakau itu, biasanya bisa dipanen itu ketika umur 100 hari atau empat bulan pasca ditanam,&#8221; paparnya, Selasa (11/07/2023) tadi.</p>



<p>Karenanya, dirinya berharap agar BEP tahun bisa dikeluarkan dan seimbang dengan biaya produksi petani. Itu karena, biaya pengolahan lahan sampai dengan panen, sangatlah tinggi. Bahkan, pupuk sulit untuk didapat.</p>



<p>Baca Juga :</p>





<p>&#8220;Harapan saya, harga tembakau tahun ini bisa tinggi daripada tahun sebelumnya. Apalagi, biaya dari pengolahan lahan, ongkos cangkus, bibit, sampai biaya panen sangatlah mahal,&#8221; paparnya.</p>



<p>Diketahui, bahwa kewenangan untuk menentukan harga tembakau tersebut berada di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKKP) Pamekasan dan beberapa stakeholder terkait. Informasinya, DKPP telah mengundang Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Komisi II DPRD Pamekasan hingga perwakilan pabrikan rokok dan organisasi pertanian, untuk membahas industri pertembakauan. Hanya saja, untuk BEP masih belum ditentukan.</p>



<p>”Nanti saja. Ini kan masih mau dibahas lagi. Saya tidak mau nanti salah menentukan,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pamekasan, Ajib Abdullah.&nbsp;<strong>(azm/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192956</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kondisi Cuaca Tak Menentu, Berikut Keterangan BMKG di Wilayah Malang Raya</title>
		<link>https://memontum.com/kondisi-cuaca-tak-menentu-berikut-keterangan-bmkg-di-wilayah-malang-raya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jul 2023 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berikut]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[keterangan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menentu,]]></category>
		<category><![CDATA[raya]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192408</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Meskipun saat ini sudah memasuki musim kemarau, namun kondisi cuaca di wilayah Malang Raya, masih sering kali diselimuti awan mendung dan terkadang diguyur hujan. Karenanya, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur, Linda Fitrotul Muzayanah, memberikan penjelasan mengenai beberapa faktor yang terjadi tersebut. Disampaikan Linda, berdasarkan pantauan BMKG Jawa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Meskipun saat ini sudah memasuki musim kemarau, namun kondisi cuaca di wilayah Malang Raya, masih sering kali diselimuti awan mendung dan terkadang diguyur hujan. Karenanya, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur, Linda Fitrotul Muzayanah, memberikan penjelasan mengenai beberapa faktor yang terjadi tersebut.</p>



<p>Disampaikan Linda, berdasarkan pantauan BMKG Jawa Timur, salah satu faktor penyebab kondisi cuaca tersebut adalah adanya daerah konvergensi di sebelah Utara Laut Jawa. Daerah tersebut, menyebabkan perlambatan angin di sekitar Jawa bagian Timur, yang kemudian mengakibatkan berkumpulnya massa udara.</p>



<p>Hal ini, ujarnya, meningkatkan kecenderungan pertumbuhan awan hujan dan terlihat adanya belokan angin di lapisan 3000 kaki. &#8220;Meskipun sebagian wilayah Jawa Timur sudah memasuki musim kemarau, namun daerah Lumajang bagian Barat Daya dan wilayah Malang bagian Tenggara, khususnya daerah Ampelgading, masih belum sepenuhnya memasuki musim kemarau,&#8221; jelas Linda saat dihubungi Selasa (04/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain faktor konvergensi di sebelah Utara Laut Jawa, faktor penyebab kedua adalah adanya gangguan atmosfer yang dikenal sebagai Madden Julian Oscillation (MJO) atau gelombang atmosfer di wilayah tropis yang berkembang di Samudera Hindia. Meskipun, MJO saat ini dinilai mendekati netral, namun cuaca masih tidak stabil.</p>



<p>“Tidak hanya itu, kelembaban udara yang tinggi di lapisan 850 mb juga memainkan peran dalam kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini. Sehingga, atmosfer di daerah tropis sangat dinamis dan mudah berubah. Jadi, tidak selalu di musim kemarau tidak ada hujan sama sekali. Karena terdapat faktor-faktor tertentu yang dapat menyebabkan potensi hujan,” ucapnya.</p>



<p>Terlebih, data BMKG saat ini menunjukkan bahwa dalam prakiraan dasarian, masih terdapat potensi hujan di selatan Jawa Timur. Meskipun musim kemarau telah dimulai di sebagian wilayah Jawa Timur, masyarakat di Malang Raya perlu tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang masih belum stabil. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192408</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
