<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>rayakan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/rayakan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Mar 2026 12:40:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>rayakan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ribuan Jamaah Muhammadiyah Rayakan Idul Fitri 1447 Hijriah di Stadion Gajayana</title>
		<link>https://memontum.com/ribuan-jamaah-muhammadiyah-rayakan-idul-fitri-1447-hijriah-di-stadion-gajayana</link>
					<comments>https://memontum.com/ribuan-jamaah-muhammadiyah-rayakan-idul-fitri-1447-hijriah-di-stadion-gajayana#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2026 01:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Gajayana]]></category>
		<category><![CDATA[hijriah,]]></category>
		<category><![CDATA[jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[rayakan]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231157</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ribuan jamaah sejak pukul 05.30 WIB, mulai berdatangan memadati Stadion Gajayana untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah, pada Jumat (20/03/2026) tadi. Mereka tampak mengenakan pakaian terbaik, dengan didominasi berwarna putih, serta membawa sajadah dan perlengkapan ibadah. Suasana khidmat langsung terasa menyelimuti kawasan stadion, yang menjadi salah satu pusat pelaksanaan Salat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ribuan jamaah sejak pukul 05.30 WIB, mulai berdatangan memadati Stadion Gajayana untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah, pada Jumat (20/03/2026) tadi. Mereka tampak mengenakan pakaian terbaik, dengan didominasi berwarna putih, serta membawa sajadah dan perlengkapan ibadah.</p>



<p>Suasana khidmat langsung terasa menyelimuti kawasan stadion, yang menjadi salah satu pusat pelaksanaan Salat Id bagi warga Muhammadiyah. Tepat pukul 06.10 WIB, salat dimulai dengan Syawaludin Usman bertindak sebagai imam.</p>



<p>Bertindak sebagai khatib, Prof Dr Ahsan, S Kp M Kes, yang juga Ketua Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang. Dalam khutbahnya, menekankan pentingnya muhasabah atau introspeksi diri sebagai bagian dari perjalanan spiritual manusia. Dirinya mengingatkan, setiap individu perlu merenungkan asal-usul kehidupan, posisi saat ini, serta tujuan akhir yang akan dituju.</p>



<p>“Yang paling penting adalah bagaimana kita melakukan muhasabah. Dari mana kita berasal, saat ini berada di mana, dan ke mana kita akan menuju,” ujar Ahsan, di hadapan jamaah.</p>



<p>Menurutnya, tanpa proses introspeksi, manusia berpotensi kehilangan arah di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat. Oleh karena itu, momentum Idul Fitri harus dimanfaatkan sebagai titik balik untuk memperbaiki diri.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, Ahsan juga menyoroti pentingnya memaknai ilmu dan profesi sebagai sarana ibadah kepada Allah SWT. Dirinya menegaskan, setiap pekerjaan memiliki nilai ibadah apabila dilandasi niat yang benar dan memberikan manfaat bagi sesama.</p>



<p>“Setiap profesi yang dijalankan dengan niat yang benar dan memberikan manfaat bagi orang lain, sejatinya adalah bagian dari ibadah,” tegasnya.</p>



<p>Momentum Idul Fitri tahun ini juga diwarnai perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah antara Muhammadiyah dan pemerintah. Menanggapi hal tersebut, Ahsan menilai perbedaan itu tidak perlu dipersoalkan secara berlebihan.</p>



<p>“Tidak masalah. Itu tergantung metode yang digunakan dan sudah jelas. Muhammadiyah menggunakan hisab, sedangkan pemerintah dan Nahdlatul Ulama menggunakan rukyat atau hilal,” jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut ditambahkannya, bahwa masing-masing metode memiliki dasar dan standar yang telah disepakati. Karena itu, perbedaan tersebut harus disikapi dengan saling menghormati.</p>



<p>“Kita harus saling menghargai. Masing-masing sudah punya standar nilai,” imbuhnya.</p>



<p>Usai pelaksanaan salat, suasana hangat silaturahmi terlihat di antara para jemaah. Mereka saling bersalaman, bermaaf-maafan, dan mempererat kebersamaan di hari kemenangan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/ribuan-jamaah-muhammadiyah-rayakan-idul-fitri-1447-hijriah-di-stadion-gajayana/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231157</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rakor Operasi Ketupat Semeru 2026, Masyarakat Lumajang Harus Rayakan Lebaran dengan Aman dan Nyaman</title>
		<link>https://memontum.com/rakor-operasi-ketupat-semeru-2026-masyarakat-lumajang-harus-rayakan-lebaran-dengan-aman-dan-nyaman</link>
					<comments>https://memontum.com/rakor-operasi-ketupat-semeru-2026-masyarakat-lumajang-harus-rayakan-lebaran-dengan-aman-dan-nyaman#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[ketupat]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[nyaman]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi]]></category>
		<category><![CDATA[rayakan]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230870</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor perlu terus diperkuat, terutama dalam menghadapi potensi kerawanan yang biasanya meningkat menjelang Idul Fitri. Hal ini disampaikannya, seusai Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar di Ruang Harmoni Polres Lumajang, Selasa (10/03/2026) tadi. Diketahui, bahwa momentum Idul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor perlu terus diperkuat, terutama dalam menghadapi potensi kerawanan yang biasanya meningkat menjelang Idul Fitri. Hal ini disampaikannya, seusai Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar di Ruang Harmoni Polres Lumajang, Selasa (10/03/2026) tadi.</p>



<p>Diketahui, bahwa momentum Idul Fitri selalu diikuti peningkatan pergerakan masyarakat, baik untuk kegiatan mudik, wisata, maupun aktivitas ekonomi. Karena itu, kesiapan seluruh unsur mulai dari pengamanan jalur transportasi, pelayanan masyarakat, hingga mitigasi berbagai potensi gangguan, perlu dipastikan sejak dini agar masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman.</p>



<p>Rakor ini, menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antar instansi dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik dan perayaan Idul Fitri. Kegiatan tersebut, merupakan bagian dari agenda pengamanan nasional Operasi Ketupat Semeru 2026, yang setiap tahun dilaksanakan guna memastikan situasi tetap kondusif di berbagai daerah.</p>



<p>Wabup Yudha juga menyampaikan apresiasinya kepada jajaran kepolisian serta seluruh pihak, yang selama ini berperan menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Lumajang. Dirinya menilai, situasi yang kondusif saat ini merupakan hasil dari koordinasi dan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta berbagai pemangku kepentingan.</p>



<p>“Kita perlu mewaspadai berbagai persoalan, seperti lalu lintas dan potensi kemacetan, termasuk titik-titik rawan bencana. Selain itu, peningkatan kunjungan masyarakat ke tempat wisata saat libur Lebaran juga harus menjadi perhatian bersama,” kata Mas Yudha-sapaan Wabup Lumajang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya menambahkan, bahwa kesiapan pengamanan tidak hanya berfokus pada kelancaran arus mudik. Namun, juga mencakup pengelolaan kawasan wisata, pusat keramaian, serta pelayanan publik yang akan mengalami peningkatan aktivitas selama libur panjang.</p>



<p>Sementara itu, Wakapolres Lumajang, Kompol Suwarno, menegaskan bahwa keberhasilan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Menurutnya, pengamanan momentum besar seperti Idul Fitri membutuhkan kolaborasi lintas sektoral yang kuat, dengan setiap instansi menjalankan tugas pokok dan fungsi secara maksimal.</p>



<p>“Keberhasilan menciptakan situasi keamanan yang kondusif bukan hanya kewajiban satu institusi. Polri membutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh pihak agar pengamanan Idul Fitri dapat berjalan optimal,” ungkapnya.</p>



<p>Melalui rapat koordinasi ini, seluruh instansi terkait diharapkan dapat menyatukan langkah dan strategi dalam menghadapi berbagai dinamika selama masa mudik dan libur Lebaran. Baik itu mulai dari pengamanan tempat ibadah, pengaturan lalu lintas, hingga antisipasi potensi bencana dan lonjakan wisatawan.</p>



<p>Dengan sinergi lintas sektor yang semakin kuat, paparnya, Kabupaten Lumajang diharapkan mampu menjaga stabilitas daerah. Sekaligus, memberikan rasa aman bagi masyarakat yang merayakan Idul Fitri di kampung halaman. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/rakor-operasi-ketupat-semeru-2026-masyarakat-lumajang-harus-rayakan-lebaran-dengan-aman-dan-nyaman/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230870</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Lumajang Imbau Masyarakat untuk Menahan Eforia dalam Rayakan Pergantian Tahun</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-lumajang-imbau-masyarakat-untuk-menahan-eforia-dalam-rayakan-pergantian-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[eforia]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[menahan]]></category>
		<category><![CDATA[pergantian]]></category>
		<category><![CDATA[rayakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229204</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pergantian Tahun Baru 2026, harus dimaknai sebagai momentum refleksi dan empati sosial, bukan sekadar perayaan seremonial. Penegasan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2025, tentang Kegiatan Menyambut Tahun Baru 2026 yang ditetapkan pada 31 Desember 2025. Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menekankan bahwa sikap menahan euforia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pergantian Tahun Baru 2026, harus dimaknai sebagai momentum refleksi dan empati sosial, bukan sekadar perayaan seremonial. Penegasan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2025, tentang Kegiatan Menyambut Tahun Baru 2026 yang ditetapkan pada 31 Desember 2025.</p>



<p>Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menekankan bahwa sikap menahan euforia merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi masyarakat yang saat ini masih terdampak bencana alam di berbagai wilayah Indonesia. “Pergantian tahun hendaknya kita maknai dengan doa, kepedulian dan kepekaan sosial. Saat saudara-saudara kita masih berjuang menghadapi bencana, sudah sepatutnya kita menahan euforia dan mengedepankan empati,” tegas Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, dalam keterangannya, Rabu (31/12/2025) tadi.</p>



<p>Menurut Bunda Indah, nilai empati dan solidaritas sosial harus menjadi fondasi dalam setiap aktivitas masyarakat menyambut tahun baru. Hal ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap para korban banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, serta erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang.</p>



<p>“Empati tidak cukup disampaikan dengan kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku yang bertanggung jawab,” lanjutnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Melalui SE Nomor 7 Tahun 2025, Pemkab Lumajang mengimbau masyarakat untuk meniadakan perayaan tahun baru yang berlebihan dan menggantinya dengan kegiatan doa bersama secara khidmat. Doa bersama dipandang sebagai ruang kontemplasi bersama untuk memohon keselamatan, ketenangan dan kekuatan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan.</p>



<p>Selain itu, surat edaran tersebut menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan keselamatan publik. Pemerintah daerah secara tegas melarang konvoi di jalan raya serta pesta kembang api pada malam pergantian tahun. “Keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai kegembiraan sesaat justru menimbulkan risiko dan kerugian bagi orang lain,” imbuhnya.</p>



<p>Kelurahan dan desa juga diimbau menggelar doa bersama sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing, sebagai sarana memperkuat kebersamaan dan toleransi sosial. Camat, lurah dan kepala desa diminta aktif mensosialisasikan kebijakan ini serta melakukan pengawasan di wilayahnya.</p>



<p>Bupati Lumajang menegaskan, bahwa aparatur pemerintah harus berada di garda terdepan dalam memberi contoh kepada masyarakat. “ASN harus menjadi teladan dalam menyambut tahun baru secara sederhana, tertib dan penuh empati, sehingga nilai-nilai kemanusiaan benar-benar hidup di tengah masyarakat,” tegasnya.</p>



<p>Surat edaran ini ditandatangani secara elektronik oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati dan memiliki kekuatan hukum administratif yang sah. Melalui kebijakan ini, Pemkab Lumajang berharap Tahun Baru 2026 menjadi momentum penguatan nilai kemanusiaan, solidaritas sosial, serta kebersamaan demi Lumajang yang lebih berempati dan berketahanan di masa depan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229204</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tanpa Kembang Api, Pemkot Malang Rayakan Malam Tahun Baru 2026 dengan Doa Bersama</title>
		<link>https://memontum.com/tanpa-kembang-api-pemkot-malang-rayakan-malam-tahun-baru-2026-dengan-doa-bersama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[kembang,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[rayakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228988</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memutuskan memperingati malam pergantian Tahun Baru 2026 secara sederhana tanpa pesta kembang api maupun hiburan. Kebijakan tersebut diambil, sebagai bentuk empati dan solidaritas atas bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah serta mengajak masyarakat untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memutuskan memperingati malam pergantian Tahun Baru 2026 secara sederhana tanpa pesta kembang api maupun hiburan. Kebijakan tersebut diambil, sebagai bentuk empati dan solidaritas atas bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah serta mengajak masyarakat untuk menyambut pergantian tahun dengan cara yang khidmat dan bermakna. Dirinya menegaskan, momentum pergantian tahun seharusnya dimaknai sebagai waktu refleksi dan kontemplasi, bukan sekadar perayaan.</p>



<p>&#8220;Sebagai pengganti hiburan malam tahun baru, Pemkot Malang akan menggelar doa bersama yang dilaksanakan serentak di lima kecamatan,&#8221; kata Wali Kota Wahyu, Rabu (24/12/2025) tadi.</p>



<p>Doa bersama tersebut, menjadi sarana untuk mendoakan saudara-saudara yang terdampak bencana. Sekaligus, juga mengajak masyarakat melakukan introspeksi diri menjelang tahun yang baru.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kita ingin pergantian tahun ini menjadi momentum refleksi, penuh doa dan kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.</p>



<p>Kebijakan perayaan sederhana ini juga dilatarbelakangi bencana hidrometeorologi yang terjadi di sejumlah daerah, seperti Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, serta berbagai kejadian kebencanaan lain di tanah air.</p>



<p>Selain meniadakan pesta kembang api, Wali Kota Wahyu juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan konvoi maupun perayaan berlebihan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Imbauan tersebut disampaikan, demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan kondusivitas Kota Malang selama malam pergantian tahun.</p>



<p>“Mari kita rayakan Tahun Baru 2026 dengan sederhana, penuh doa untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, tidak merayakan secara berlebihan, dan menjadikannya sarana refleksi agar kita menjadi pribadi yang lebih baik ke depan,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228988</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masuki Usia 59 Tahun, Wali Kota Wahyu Pilih Rayakan Ulang Tahun dengan Penuhi Janji Almarhumah Istri</title>
		<link>https://memontum.com/masuki-usia-59-tahun-wali-kota-wahyu-pilih-rayakan-ulang-tahun-dengan-penuhi-janji-almarhumah-istri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[almarhumah]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[masuki]]></category>
		<category><![CDATA[penuhi]]></category>
		<category><![CDATA[rayakan]]></category>
		<category><![CDATA[tahun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228801</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menginjak usia ke 59 tahun, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memilih memperingati ulang tahun dengan cara yang simpel. Hal ini dilakukan, tentunya tidak lepas dari suasana duka mendalam atas kepergian istri tercinta. Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu juga menyampaikan permohonan maaf kepada berbagai pihak yang telah menyampaikan ucapan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menginjak usia ke 59 tahun, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memilih memperingati ulang tahun dengan cara yang simpel. Hal ini dilakukan, tentunya tidak lepas dari suasana duka mendalam atas kepergian istri tercinta.</p>



<p>Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu juga menyampaikan permohonan maaf kepada berbagai pihak yang telah menyampaikan ucapan selamat ulang tahun, baik yang datang langsung ke rumah sejak malam hari maupun melalui pesan. Wali Kota Wahyu menegaskan, bahwa suasana batin yang sedang berduka membuatnya tidak bisa merayakan ulang tahun secara meriah.</p>



<p>“Ulang tahun saat ini masih dalam suasana duka. Jadi saya mohon maaf, tetapi saya tetap merespons semua ucapan, baik yang datang ke rumah mulai tadi malam maupun hari ini,” kata Wali Kota Wahyu, Rabu (17/12/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam suasana masih berduka itu, Wali Kota Wahyu memilih merayakan ulang tahunnya dengan bersama anak-anak yatim di Pondok Yatim Darul Jundi. Lokasi dan pondok ini dipilih, sekaligus menjadi bentuk pemenuhan janji sang almarhumah istrinya, yang sebelumnya sempat berkunjung dan berjanji akan kembali ke pondok tersebut.</p>



<p>“Saya ingin merayakan ulang tahun saya dengan anak yatim. Pondok itu kemarin, didatangi almarhum istri saya dan berjanji akan ke sana. Sekarang saya ingin menepati janjinya dan makan bersama anak yatim di Darul Jundi,” tambah Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Pada momentum ulang tahunnya kali ini, dirinya juga menjadikannya sebagai sarana intropeksi diri. Wali Kota Wahyu berharap dapat terus menjalankan amanah sebagai kepala daerah dengan sebaik-baiknya.</p>



<p>“Di ulang tahun saya yang berbeda ini, saya menjadikannya sebagai intropeksi. Harapan saya ke depan, tetap bisa menjalankan amanah dengan baik dan untuk kepentingan masyarakat Kota Malang,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228801</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Festival Mbois X Resmi Dibuka, Rayakan Satu Dekade Ekonomi Kreatif dan Status Kota Kreatif Dunia</title>
		<link>https://memontum.com/festival-mbois-x-resmi-dibuka-rayakan-satu-dekade-ekonomi-kreatif-dan-status-kota-kreatif-dunia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dekade]]></category>
		<category><![CDATA[Dibuka]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[rayakan]]></category>
		<category><![CDATA[status]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227503</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Festival Mbois ke X resmi telah dimulai, sejak Kamis (06/11/2025) hingga Minggu (09/11/2025) di Malang Creative Center (MCC). Gelaran tahunan yang kini memasuki satu dekade ini, menjadi momentum besar bagi para pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Kota Malang, sekaligus merayakan pencapaian Kota Malang yang telah ditetapkan sebagai Kota Kreatif Dunia bidang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Festival Mbois ke X resmi telah dimulai, sejak Kamis (06/11/2025) hingga Minggu (09/11/2025) di Malang Creative Center (MCC). Gelaran tahunan yang kini memasuki satu dekade ini, menjadi momentum besar bagi para pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Kota Malang, sekaligus merayakan pencapaian Kota Malang yang telah ditetapkan sebagai Kota Kreatif Dunia bidang Media Arts oleh UNESCO.</p>



<p>Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Festival Mbois X sejalan dengan program Seribu Event untuk Kota Malang, yang diinisiasi oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. “Ini sangat luar biasa. Festival Mbois ke-10 ini mengusung tema Senyawa Malang Raya untuk Nusantaraya. Melalui ekonomi kreatif, kita bisa melihat bagaimana pertumbuhan ekonomi di Kota Malang terus membaik, tidak hanya di tingkat Jawa Timur, tetapi juga nasional,” ujar Eko.</p>



<p>Menurutnya, geliat ekonomi kreatif di Kota Malang semakin nyata, ditandai dengan peningkatan aktivitas pelaku usaha dan pengakuan dunia internasional terhadap kreativitas masyarakatnya. “Sampai hari ini, Malang sudah ditetapkan sebagai kota teraktif di dunia. Malang semakin terbuka dan diakui, baik di tingkat nasional maupun internasional, bahwa Kota Malang layak sebagai Kota Kreatif,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Mbois X (FMX), Gedeon Soerjo Ardi Noegraha, mengatakan bahwa festival tahun ini menghadirkan berbagai aktivitas dari lantai 1 hingga lantai 7 MCC. “Kegiatan yang akan berlangsung hingga 9 November ini menghadirkan banyak tenant dari berbagai subsektor Ekraf. Kami berharap masyarakat bisa datang dan memberikan dukungan kepada pelaku ekraf, agar ekosistem ekonomi kreatif di Kota Malang terus berkembang,” ucap Gedeon.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa pelaksanaan Festival Mbois X tahun ini juga bersamaan dengan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025, yang dihelat di wilayah Malang Raya (Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang). Tentunya, sangat lebih meriah lagi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut, Ketua OC ICCF 2025, Vicky Arief, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pameran kreativitas, tetapi juga forum besar bagi pelaku ekonomi kreatif dari seluruh Indonesia.</p>



<p>“Festival Mbois ini sudah berusia satu dekade, dan tahun ini kami laksanakan bersama ICCF 2025. Akan ada berbagai kegiatan seperti seminar, workshop, hingga konferensi internasional yang dihadiri beberapa negara,” tuturnya.</p>



<p>Puncak acara ICCF dan Festival Mbois X akan diadakan pada Sabtu (08/11/2025) besok dan dijadwalkan dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, seperti Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tengku Rifti, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, serta Wamen HAM dan Gubernur Jawa Timur. Dalam momen tersebut, nantinya Provinsi Jawa Timur juga akan menerima apresiasi sebagai Provinsi Kreatif dari Indonesia Creative Cities Network (ICCN).</p>



<p>Vicky menegaskan bahwa Festival Mbois bukan sekadar ajang tahunan, tetapi telah menjadi lebaran bagi pelaku ekonomi kreatif di Malang Raya. “Festival ini menjadi ruang silaturahmi dan perayaan bagi para pelaku ekraf lintas generasi, dari TK, SD, SMP, SMA, mahasiswa, hingga profesional. Ada 17 subsektor ekraf yang terlibat. Dampaknya besar, tidak hanya ekonomi, tetapi juga pemberdayaan kreatif di masyarakat,” katanya.</p>



<p>Kolaborasi lintas pihak dalam kegiatan tersebut, menurutnya mencerminkan konsep Hexa Helix, yang melibatkan pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, komunitas, media, lembaga keuangan dan agregator. Dukungan dari seluruh pihak dinilai memperkuat posisi Malang sebagai pusat ekonomi kreatif yang berdaya saing tinggi.</p>



<p>“Festival Mbois ini adalah wujud kolaborasi nyata. Kita juga merayakan pengakuan UNESCO terhadap Malang sebagai kota kreatif dunia di bidang media art. Harapannya, dampaknya segera terasa oleh masyarakat, terutama dalam membuka peluang ekonomi baru berbasis kreativitas,” imbuh Vicky. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227503</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bapenda Kota Malang Sambang Pesantren, Sosialisasikan Pajak Daerah sekaligus Rayakan Hari Santri</title>
		<link>https://memontum.com/bapenda-kota-malang-sambang-pesantren-sosialisasikan-pajak-daerah-sekaligus-rayakan-hari-santri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2025 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bapenda]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[rayakan]]></category>
		<category><![CDATA[sambang]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<category><![CDATA[sekaligus]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226947</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional sekaligus optimalisasi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang menggelar Bapenda Sambang Pondok Pesantren (Ponpes), mulai Senin (20/10/2025) hingga Jumat (24/10/2025) mendatang. Seperti yang dilakukan pada hari ini, pelaksanaan menyasar Ponpes Al Hikam, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Selasa (21/10/2025) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional sekaligus optimalisasi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang menggelar Bapenda Sambang Pondok Pesantren (Ponpes), mulai Senin (20/10/2025) hingga Jumat (24/10/2025) mendatang. Seperti yang dilakukan pada hari ini, pelaksanaan menyasar Ponpes Al Hikam, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Selasa (21/10/2025) tadi.</p>



<p>Kepala Bidang Pengendalian Pajak Daerah Bapenda Kota Malang, Syarif Hidayat, mengatakan bahwa kegiatan tersebut kali pertama Bapenda menyasar lingkungan pesantren. Di tahun sebelumnya, kegiatan serupa lebih difokuskan pada Sambang Kelurahan dan Sambang perumahan.</p>



<p>“Kami dari Bapenda Kota Malang mengadakan road show dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional. Sudah kami mulai sejak Senin kemarin, hingga Jumat (24/10/2025). Dari sekitar 90 ponpes di Kota Malang, kami memilih lima pondok sebagai perwakilan di tiap wilayah,” jelas Syarif, saat ditemui Memontum.com.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa sebelumnya kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di Ponpes Darul Falah, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing dan mendapat respon positif dari para santri serta perangkat wilayah terkait. “Kami memberikan edukasi tentang 11 jenis pajak daerah di Kota Malang, termasuk PKB dan BBNKB, serta membuka layanan pembayaran langsung seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan pajak daerah lainnya,” lanjutnya.</p>



<p>Di Ponpes Al Hikam sendiri, juga dihadiri Lurah Tulusrejo dan perangkat kecamatan. Edukasi pajak dilakukan secara sederhana agar mudah dipahami para santri yang sebagian besar belum mengenal jenis-jenis pajak daerah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="438" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/10/Bapenda-Kota-Malang-Sambang-Pesantren-Sosialisasikan-Pajak-Daerah-sekaligus-Rayakan-Hari-Santri-2.jpg?resize=600%2C438&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-226949" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/10/Bapenda-Kota-Malang-Sambang-Pesantren-Sosialisasikan-Pajak-Daerah-sekaligus-Rayakan-Hari-Santri-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/10/Bapenda-Kota-Malang-Sambang-Pesantren-Sosialisasikan-Pajak-Daerah-sekaligus-Rayakan-Hari-Santri-2.jpg?resize=300%2C219&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /><figcaption class="wp-element-caption">EDUKASI: Pelaksanaan pemberian edukasi mengenai pajak kepada para santri. (memontum.com/rsy)</figcaption></figure></div>


<p></p>



<p>“Setelah sosialisasi, banyak santri yang antusias bertanya tentang manfaat pajak dan penggunaannya. Ini menunjukkan mereka mulai peduli terhadap kontribusi pajak bagi pembangunan daerah,” ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut, untuk layanan pembayaran pajak langsung di lokasi sekitar Ponpes dimulai pukul 09.00 WIB hingga 14.00 WIB. Untuk kegiatan sosialisasi sendiri dilakukan pada pukul 10.00 WIB.</p>



<p>“Untuk besok, tepat di Hari Santri Nasional, kegiatan akan dilaksanakan di Ponpes Sabilurrosyad Gasek dengan konsep yang sama, kemudian di hari Kamis (23/10/2025) kita gelar di Ponpes Miftahul Huda dan Jumat (24/10/2025) di Ponpes Darul Ulum Agung,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Diharapkan, melalui kegiatan tersebut nantinya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak dan mendukung peningkatan PAD Kota Malang. Untuk saat ini capaian Pajak Bumi Bangunan (PBB) Kota Malang sudah mencapai 91,38 persen, atau sekitar Rp 66,70 miliar dari target Rp 73 miliar.</p>



<p>“Kami optimis capaian pajak ini bisa tercapai hingga akhir tahun, bahkan bisa surplus. Yang penting, kesadaran dan kepatuhan pajak masyarakat terus meningkat,” imbuh Syarif. <strong>(rsy/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226947</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rayakan HUT Ke-111 Kota Malang, Pemkot Malang dan GCR Gelar Ride For 111 Kilometer</title>
		<link>https://memontum.com/rayakan-hut-ke-111-kota-malang-pemkot-malang-dan-gcr-gelar-ride-for-111-kilometer</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2025 04:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ke-111]]></category>
		<category><![CDATA[kilometer]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[rayakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221249</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berkolaborasi bersama komunitas sepeda Go Cycling and Racing (GCR), memeriahkan Hari Jadi ke-111 Kota Malang, dengan menggelar Ride For 111 KM ‘Celebrating 111 Years of Malang on Two Wheels’, Minggu (20/04/2025) tadi. Gowes bareng tersebut, mengambil start dan finish di Balai Kota Malang. Diikuti ratusan pesepeda, rute [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berkolaborasi bersama komunitas sepeda Go Cycling and Racing (GCR), memeriahkan Hari Jadi ke-111 Kota Malang, dengan menggelar Ride For 111 KM ‘Celebrating 111 Years of Malang on Two Wheels’, Minggu (20/04/2025) tadi. Gowes bareng tersebut, mengambil start dan finish di Balai Kota Malang.</p>



<p>Diikuti ratusan pesepeda, rute yang dilewati tidak hanya di Kota Malang. Namun, juga melintasi wilayah Kabupaten Malang, seperti Kecamatan Pakis, Turen, Kepanjen, Bendungan Lahor dan melewati wilayah Kecamatan Kepanjen lagi hingga akhirnya kembali lagi ke Balai Kota Malang dengan total jarak tempuh 111 kilometer.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang hadir sekaligus memberangkatkan peserta, mengatakan bahwa acara Ride For 111KM, ‘Celebrating 111 Years of Malang on Two Wheels’ ini dapat memberikan wawasan bagi masyarakat. “Dengan kegiatan ini, tentunya sekaligus membuat masyarakat bisa tahu bahwa Kota Malang sudah berusia 111 tahun. Di usia tersebut, banyak harapan dan keinginan untuk menjadikan Kota Malang lebih maju dan berkembang sesuai dengan visi misi Mbois Berkelas,” kata Wali Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga mengungkapkan, bahwa selain merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-111 Kota Malang, event gowes ini juga merupakan wujud dari program unggulan Dasa Bakti, yaitu Ngalam Tahes yang juga sekaligus bisa meningkatkan sport tourism di Kota Malang. “Jadi sekalian gowes, sekalian menikmati wisata-wisata dan indahnya lanskap alam di Malang. Mudah-mudahan dari acara gowes ini tidak hanya menjadikan sehat, tapi juga bonus bisa menikmati pemandangan di sekitar jalur gowes,” tambah Wali Kota Malang.</p>



<p>Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, yang juga merupakan ketua panitia kegiatan, mengatakan bahwa penyelenggaraan event ini merupakan upaya mewujudkan salah satu Dasa Bakti dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, yaitu Ngalam Tahes, yaitu untuk menciptakan Kota Malang menjadi kota yang sehat dan juga Mbois Berkelas. “Artinya sehatnya plus plus. Mbois artinya warga masyarakat itu bisa berpartisipasi aktif membangun Kota Malang, tidak hanya secara infrastruktur dan fisik semata, tetapi juga non fisik, sehingga warga Kota Malang tidak hanya sehat raganya tapi juga sehat jiwanya. Nantinya kesemuanya bersinergi untuk memajukan Kota Malang menjadi semakin berkelas,” ujarnya.</p>



<p>Sekda Erik menjelaskan, bahwa kegiatan bersepeda ini merupakan agenda yang rutin dilaksanakan dalam rangka memeriahkan ulang tahun Kota Malang setiap tahunnya. Di tahun ini, tercatat sebanyak 21 komunitas sepeda di seluruh wilayah Malang Raya dan beberapa kota di Jawa Timur, turut memeriahkan gowes yang juga dinamakan collabs ride ini.</p>



<p>Banyaknya komunitas yang turut bergabung, dikatakan Sekda Erik, merupakan wujud kesatuan mencintai Kota Malang dari berbagai elemen di dalamnya. “Jadi ada banyak komunitas sepeda dengan berbagai genre-nya. Ini merupakan simbolisasi kita berbeda, beragam, tapi tetap satu kesatuan mencintai Kota Malang, yang kali ini wujudnya yaitu rolling together, bersepeda bersama sejauh 111 kilometer,” imbuhnya. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221249</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ketua DPRD bersama Kominfo dan Ikatan Wartawan Lumajang Rayakan HPN dengan Tasyakuran</title>
		<link>https://memontum.com/ketua-dprd-bersama-kominfo-dan-ikatan-wartawan-lumajang-rayakan-hpn-dengan-tasyakuran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Feb 2025 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[ikatan]]></category>
		<category><![CDATA[kominfo]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[rayakan]]></category>
		<category><![CDATA[Tasyakuran]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219540</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Berbagai acara diselenggarakan organisasi wartawan saat menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2025. Begitu juga dengan komunitas wartawan di Kabupaten Lumajang, yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Lumajang. Kali ini, Ikatan Wartawan Lumajang menggelar tasyakuran bersama Ketua DPRD Lumajang dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), di Sekretariat Ikatan Wartawan Lumajang, Jalan Kapuas Blok, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Berbagai acara diselenggarakan organisasi wartawan saat menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2025. Begitu juga dengan komunitas wartawan di Kabupaten Lumajang, yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Lumajang.</p>



<p>Kali ini, Ikatan Wartawan Lumajang menggelar tasyakuran bersama Ketua DPRD Lumajang dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), di Sekretariat Ikatan Wartawan Lumajang, Jalan Kapuas Blok, B No 07, Perum Pondok Abadi Kelurahan Jogoyudan Kabupaten Lumajang, Sabtu (22/02/2025) tadi.</p>



<p>Ketua Ikatan Wartawan Lumajang, Ahmad Nizar Zulmi, dalam sambutannya menyampaikan ungkapan terima kasih atas kehadiran dan support dari berbagai pihak. Sehingga, pelaksanaan acara bisa terlaksana dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan.</p>



<p>&#8220;IWL merupakan organisasi wartawan yang berkomitmen dan tunduk pada UU Pers. Komunitas atau organisasi ini menjadi wadah, sehingga insan pers yang ada, bisa bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya. Kami berterimakasih atas kehadiran dan support pada semua pihak,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Ditambahkan olehnya, pers harus tetap menjadi salah satu pilar penjaga demokrasi dan menjadi rumah bersama untuk menjernihkan informasi. Dengan niat tulus ikhlas demi Ikatan Wartawan Lumajang yang lebih baik dan profesional.</p>



<p>Sementara itu Ketua DPRD Lumajang, Oktafiani, mengapresiasi kekompakan dan loyalitas insan pers di Kabupaten Lumajang, yang menurutnya makin memperkuat kebersamaan. Pihaknya berharap, insan pers bisa bersinergi dengan DPRD dan Pemerintah Kabupaten Lumajang, dalam mendampingi pembangunan dan kontrol di Lumajang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Mari kita semarakkan berita baik di Kabupaten Lumajang. Tebar pemberitaan yang positif dan bermanfaat pada masyarakat luas,&#8221; ungkapnya, sambari mengucap selamat Hari Pers Nasional 2025.</p>



<p>Menurutnya, peran insan pers sangat penting dalam menyertai di setiap pembangunan dan kontrol pembangunan. Dirinyapun juga turut mendukung langkah dan upaya dalam rangka peningkatan profesionalisme jurnalis.</p>



<p>Terlebih, melalui tema HPN 2025 yakni &#8216;Pers Mengawal Ketahanan Pangan Untuk Kemandirian Bangsa&#8217;. &#8220;Kami ucapkan Selamat Hari Pers Nasional kepada rekan-rekan Ikatan Wartawan Lumajang,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Kepala Diskominfo Kabupaten Lumajang, Gus Taqim, dalam kesempatan itu menambahkan bahwa Kominfo memiliki peran dalam menjembatani dan merangkul insan pers. Karenanya, diharapkan peran pemberitaan yang membangun dan bermanfaat bagi masyarakat.</p>



<p>“Peran pers sangat penting. Kami optimis Kabupaten Lumajang akan terus membaik, terlebih dari peran pers yang ada,” ucap Gus Taqim-sapaan Kadiskominfo Lumajang.</p>



<p>Hadir pada acara tasyakuran Hari Pers Nasional di Sekretariat Ikatan Wartawan Lumajang, yakni sejumlah wartawan senior Lumajang dari berbagai media. Termasuk, sejumlah tamu undangan undangan. <strong>(adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219540</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
