<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>redesain &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/redesain/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 13 Feb 2025 09:02:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>redesain &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemkot Malang Rencanakan Redesain Kawasan Kayutangan Heritage</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-redesain-kawasan-kayutangan-heritage</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Feb 2025 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[redesain]]></category>
		<category><![CDATA[rencanakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219243</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang berencana akan redesain Kawasan Kayutangan Heritage, agar lebih sesuai dengan konsep cagar budaya. Hal itu dilakukan, guna untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menata kawasan agar lebih nyaman bagi pengunjung. Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, menilai bahwa potensi Kayutangan Heritage, itu sangat besar. Apalagi, saat ini keberadaannya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang berencana akan redesain Kawasan Kayutangan Heritage, agar lebih sesuai dengan konsep cagar budaya. Hal itu dilakukan, guna untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menata kawasan agar lebih nyaman bagi pengunjung.</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, menilai bahwa potensi Kayutangan Heritage, itu sangat besar. Apalagi, saat ini keberadaannya sudah berjalan dua tahun. Sehingga, wajah Kayutangan Heritage menurutnya harus cepat diubah.</p>



<p>&#8220;Karena menurut saya, wajah Kayutangan Heritage saat ini kurang menarik. Nah, Kota Malang memiliki perguruan tinggi dan mahasiswa yang cukup banyak. Jika tidak segera ditata dengan konsep heritage yang kuat, daya tarik akan menurun seiring dengan meningkatnya kepadatan di kawasan tersebut. Sehingga, dengan redesain ini diharapkan dapat menaikan kunjungan wisata ke Kayutangan Heritage,&#8221; kata Pj Wali Kota Iwan, Kamis (13/02/2025) tadi.</p>



<p>Salah satu fokus utama dalam redesain ini, ujarnya, adalah memperlebar pedestrian dan menata tampak muka gedung agar seragam sesuai dengan konsep heritage. Selain itu, kabel-kabel listrik yang masih melintang di kawasan Kayutangan akan dihilangkan agar tidak mengganggu estetika.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Tetapi sebelum dilakukan perubahan wajah kawasan, masih fokus pada penyediaan lahan parkir. Karena dengan adanya parkir yang lebih tertata, sisi kanan dan kiri jalan akan berubah. Itu memungkinkan kami mengintervensi pedestrian agar lebih luas,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain penataan fisik, Pemkot Malang juga ingin memberikan sentuhan ekonomi bagi warga sekitar, terutama di Kampung Kayutangan Heritage. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) pun juga telah diajak berdiskusi dan mereka mengusulkan adanya program pemberdayaan serta bimbingan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.</p>



<p>&#8220;Konsep wajah baru ini melibatkan banyak pihak, termasuk Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). Kami ingin desain ini tidak hanya memperindah tampilan, tapi juga berdampak pada ekonomi warga,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, untuk proses perancangan desain Kayutangan Heritage mendapatkan dukungan dari dana Corporate Social Responsibility (CSR). &#8220;Konsep dasar desainnya sudah masuk final. Selasa nanti rencananya akan dilakukan serah terima untuk memfinalkan konsep ini,&#8221; imbuh Iwan. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219243</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Redesain Motif Panji, Mas Dhito Gelar Kediri Fashion Batik Festifal</title>
		<link>https://memontum.com/redesain-motif-panji-mas-dhito-gelar-kediri-fashion-batik-festifal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Sep 2024 09:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[festifal]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[panji,]]></category>
		<category><![CDATA[redesain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214215</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, meredesain motif Batik Panji. Hal itu dilakukan, karena motif ini perlu kembali digaungkan sehingga kembali banyak peminatnya. Launching yang dilakukan ini, bertepatan dengan event Kediri Fashion Batik Festival (KFBF) di Kawasan Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG), Sabtu (14/09/2024) tadi. Dalam momen itu, Mas Dhito-sapaan akrabnya mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, meredesain motif Batik Panji. Hal itu dilakukan, karena motif ini perlu kembali digaungkan sehingga kembali banyak peminatnya.</p>



<p>Launching yang dilakukan ini, bertepatan dengan event Kediri Fashion Batik Festival (KFBF) di Kawasan Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG), Sabtu (14/09/2024) tadi.</p>



<p>Dalam momen itu, Mas Dhito-sapaan akrabnya mengatakan bahwa kisah panji yang dituangkan dalam motif batik ini merupakan salah satu kisah legendaris di Bumi Panjalu. Dimana dahulunya, motif ini banyak diminati.</p>



<p>“Kediri yang memiliki Motif Panji (batik, red) ini harus diangkat kembali, supaya orang bangga menggunakan motif Batik Panji,” kata Mas Dhito.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pihaknya mengatakan, dari keberagaman motif batik yang ada di Kediri, ini dapat ditemukan satu ikon baru batik. Dengan Bandara Internasional Dhoho, harapannya pengunjung bisa membawa oleh-oleh batik yang ikonik.</p>



<p>“Mencari sebuah ikon yang ada di Kediri, maka ada Batik Panji,” paparnya.</p>



<p>Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menambahkan bahwa ajang yang rencananya bakal terus berlanjut tersebut menjadi komitmen pemerintah daerah dalam memberikan wadah dan memasarkan karya para pengrajin. Terlebih, hal ini untuk memunculkan kembali identitas Kabupaten Kediri.</p>



<p>&#8220;Kalau pelaku usaha sudah menghasilkan karya, namun tanpa ada wadah pemasaran maupun publishnya, maka menjadi kurang maksimal. Makanya, kit perkenalkan kembali,&#8221; tegas Tutik.</p>



<p>Komitmen dalam menjaga potensi di Kabupaten Kediri, ujarnya, juga dibuktikan dengan upaya mematenkan setiap produk. Seperti Batik Motif Gringsing, Lidah Api, Padma Anindya, hingga meresmikan ulang motif Batik Panji. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214215</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
